15 Tanda – Tanda Awal Kehamilan Yang Jarang Disadari (Wajib Tahu)

Tanda – Tanda Awal Kehamilan – Setiap pasangan yang telah menikah pasti sangat mendambakan kehadiran momongan di tengah – tengah keluarga kecil mereka sebagai pelengkap kebahagiaan. Oleh sebab itu, beberapa pasangan muda sangat antusias menyiapkan segala sesuatu demi menunggu kehadiran buah hati.

Tak heran jika mereka pun melakukan segala macam cara untuk segera memperoleh keturunan. Detik – detik menunggu kehadiran buah hati menjadi salah satu momen yang paling menegangkan sehingga hampir setiap pasangan selalu waspada dengan tanda – tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri.

Banyak pasangan muda yang telah siap dengan hal ini sehingga telah mencari tahu apa saja tanda – tanda awal kehamilan yang begitu mereka nantikan, namun tak bisa dipungkiri masih banyak juga ibu muda yang baru pertama kali hamil sehingga membuat mereka kurang mengerti dan mengetahui apa saja tanda – tanda kehamilan.

Tak jarang ibu muda hanya menganggap beberapa gejala yang dialaminya merupakan sindrom yang biasa dialami menjelang haid atau menstruasi. Padahal tanda awal kehamilan tak hanya telat datang bulan saja, karena ada beberapa tanda atau gejala kehamilan yang terjadi sebelum telat datang bulan.

Tanda – tanda haid atau menstruasi memang memiliki kemiripan dengan tanda awal kehamilan mulai dari bentuk payudara yang mengencang dan gejala kram perut. Akan tetapi meski gejalanya sama, sebenarnya ada perbedaan antara tanda haid dan tanda awal kehamilan jika cukup teliti dalam membedakannya.

Tubuh perempuan akan mengalami banyak sekali perubahan menjelang munculnya tanda awal kehamilan yang datang sebelum telat haid atau kehamilan pada usia 1 minggu pertama. Meski sulit dikenali tapi jika teliti ciri – ciri ini bisa diketahui sebagai tanda awal kehamilan.

Oleh karena itu ibu muda yang baru menikah sebaiknya mempelajari dan mengenal tanda – tanda apa saja yang bisa dilihat dan merupakan awal kehamilan sebelum telat datang bulan untuk mempersiapkan diri dalam menjalani masa kehamilan selanjutnya.

Agar tak bingung lagi, artikel ini telah merangkum 15 tanda kehamilan yang bisa dipelajari dan kemudian bisa dijadikan sebagai patokan untuk melihat kondisi tubuh apakah sedang hamil atau tidak. Beberapa tanda ini cukup mirip dengan ciri ciri datang bulan sehingga cukup sulit untuk dibedakan.

Untuk itu butuh ketelitian dalam melihat gejala awal kehamilan agar ibu hamil bisa mempersiapkan diri secara matang untuk menjalani masa kehamilan. Beberapa tanda di bawah ini merupakan gejala awal yang terjadi sebelum telat datang bulan.

Namun meski merasakan beberapa tanda yang akan disebutkan di bawah ini dan gejalanya menyerupai gejala yang dialami oleh ibu hamil, harus tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah benar – benar hamil atau hanya gejala menstruasi ataupun faktor yang disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Untuk itu pemeriksaan yang dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan test pack atau datang ke dokter kandungan harus tetap dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih bisa dipercaya.

Berikut ini adalah tanda kehamilan yang bisa dijadikan patokan awal untuk mengetahui kondisi seseorang sedang hamil atau tidak. Simak baik – baik penjelasan lengkapnya ya!

Mudah Merasa Lelah Atau Mengantuk

 

tanda awal kehamilan

Tanda – tanda awal kehamilan yang pertama adalah rasa lelah dan mengantuk yang seringkali dirasakan, gejala ini diakibatkan oleh perubahan hormonal yang juga diakibatkan dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung dan juga paru – paru yang bekerja lebih keras dibanding pada kondisi sebelum hamil.

Sehingga ibu hamil akan mengalami kelelahan dan mengantuk yang berlebihan di awal masa kehamilannya dan merupakan ciri – ciri hamil yang paling bisa ditemukan pada seorang wanita.

Pada saat hamil organ – organ vital ini sendiri tak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja tapi juga untuk pertumbuhan dan juga perkembangan janin yang kini ada di dalam perutnya.

Perut ibu hamil pun akan semakin membesar seiring dengan bertumbuhnya usia kehamilan yang akan menambah beban bagi tubuh ibu hamil sehingga tak heran jika ibu hamil akan sering merasa kelelahan dan rasa kantuk yang berlebihan pada masa awal kehamilan.

Munculnya Rasa Sakit Kepala

Munculnya Rasa Sakit Kepala

Munculnya rasa sakit kepala atau pusing bisa jadi merupakan tanda awal kehamilan. Gangguan pusing dan rasa sakit kepala yang seringkali dirasakan oleh ibu hamil ini sendiri sebenarnya berasal dari fisik sang ibu

Dikarenakan ibu hamil akan sering mengalami gejala mual, lapar, tekanan darah rendah dan lelah yang kerapkali dirasakan pada awal kehamilan.

Selain dikarenakan oleh faktor fisik, penyebab dari pusing dan rasa sakit kepala yang dirasakan juga berasal dari emosional yakni adanya perasaan tegang dan juga depresi.

Tak hanya itu saja, peningkatan darah ke seluruh tubuh juga menjadi penyebab pusing yang dirasakan oleh ibu hamil pada saat pindah posisi.

Timbulnya Flek Darah Yang Sering Disalahartikan Sebagai Haid

Timbulnya Flek Darah Yang Sering Disalahartikan Sebagai Haid

Timbulnya flek darah biasanya dianggap sebagai haid, padahal bercak darah yang muncul sebelum menstruasi yang akan datang ini merupakan ciri – ciri dan tanda awal kehamilan, biasanya akan muncul antara 8 hingga 10 hari setelah terjadinya ovulasi.

Bercak darah sebagai ciri – ciri hamil ini disebabkan pula oleh implantasi atau implantation bleeding yang merupakan menempelnya embrio pada dinding rahim.

Munculnya bercak darah pada saat awal kehamilan ini seringkali disalah artikan sebagai menstruasi sehingga banyak orang yang tak menyadari bahwa hal ini merupakan tanda – tanda awal kehamilan.

Keluarnya bercak darah ini biasanya juga akan diikuti dengan gejala kram perut yang dirasakan di awal kehamilan. Kram perut merupakan ciri – ciri orang hamil yang akan dialami secara teratur karena kondidi kram perut akan terhadi hingga kehamilan trimester kedua.

Kondisi ini akan terjadi hingga letak uterus posisinya berada di tengah dan disangga oleh panggul. Memang gejala ini hampir mirip dengan gejala awal menstruasi sehingga banyak orang yang mengabaikan ciri – ciri ini.

Mual – Mual Dan Muntah

Mual – Mual Dan Muntah

Hampir sekitar 50% orang hamil akan memiliki tanda – tanda yang satu ini, mual dan muntah dan terjadi di pagi hari sehingga gejala ini sering disebut juga dengan morning sickness. Gejala ini sendiri dipicu dengan adanya peningkatan hormon yang terjadi secara tiba – tiba di dalam aliran darah.

Hormon tersebut merupakan HCG atau Human chorionic Gonadotrophin yang meningkay tak hanya di dalam darah namun hormon ini juga akan mengalami peningkatan pada saluran air kencing.

Sehingga tak heran jika alat tes kehamilan atau yang biasa disebut dengan test pack kehamilan menggunakan media air seni untuk mengetahui hasilnya, hal ini dikarenakan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG ini.

Peningkatan kadar hormon HCG tersebut juga dapat mengakibatkan efek pedih yang terjadi pada lapisan perut sehingga bisa mengakibatkan rasa mual dan ingin muntah.

Namun rasa mual dan muntah yang merupakan tanda awal kehamilan ini biasanya akan menghilang secara perlahan ketika kehamilan telah memasuki trimester kedua. Akan tetapi beberapa kasus juga yang membuat rasa mual dan muntah masih terjadi di usia kehamilan trimester kedua.

Jika sudah begini, sebaiknya coba periksakan dan berkonsultasi pada dokter karena gejala ini sendiri bisa jadi adalah gangguan pada kehamilan dan sangat menganggu selama masa kehamilan sehingga anda perlu mencari tahu penyebabnya dan solusinya.

Mual dan muntah atau morning sickness ini biasanya akan terjadi pada pagi hari, namun ada beberapa kasus yang membuat ibu hamil juga mengalami morning sickness pada malam siang hari bahkan malam hari. Selain itu gejala ini juga bisa terjadi hanya karena ibu hamil mencium aroma wewangian tertentu.

Hilangnya Nafsu Makan Meski Banyak Ngidam

Hilangnya Nafsu Makan Meski Banyak Ngidam

Kehilangan nafsu makan biasanya terjadi pada ibu hamil di awal kehamilannya. Tak jarang ibu hamil merasa makanan yang ada dikonsumsinya terasa hambar sehingga tidak membuatnya memiliki nafsu makan, terlebih lagi ada aroma yang tiba – tiba sangat mengganggunya dan membuat mual dan ingin muntah.

Sebenarnya kehilangan nafsu makan pada saat hamil muda adalah hal yang wajar dan biasa terjadi pada saat hamil muda, meski mengalami ngidam atau ingin makan sesuatu, tapi nafsu makan tiba – tiba hilang ketika melihat makanan yang diinginkannya.

Ada beberapa faktor yang membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan, seperti morning sickness yang membuat ibu hamil tak bisa memasukkan makanan ke dalam tubuhnya karena akan merasa mual dan kemudian muntah saat mengkonsumsi makanan.

Indera penciuman yang semakin tajam membuat ibu hamil tak bisa mencium aroma apapun termasuk aroma makanan yang akan membuatnya merasa mual dan juga muntah sehingga hal ini membuat ibu hamil tak bisa mengkonsumsi makanannya dan kehilangan nafsu makan.

Perubahan hormone juga menjadi salah satu penyebab dari hilangnya nafsu makan pada awal kehamilan, karena perubahan hormon ini membuat sistem pencernaan mengalami beberapa gangguan yang kemudian menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Pada saat hamil, hormon progesteron di dalam tubuh akan meningkat yang akan membuat sistem pencernaan di dalam tubuh terganggu dan feses akan menjadi lebih mengeras sehingga banyak wanita hamil yang mengalami konstipasi sehingga membuat ibu hamil malas makan dan kehilangan nafsu makan mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, cepat berkonsultasi pada dokter untun mencari solusi, karena membiarkan ibu hamil kehilangan nafsu makan dan hanya ingin makan apa yang diinginkan akan berdampak buruk bagi tubuhnya dan bayi.

Karena pada masa kehamilan ibu hamil membutuhkan nutrisi lengkap yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dibanding sebelum masa kehamilan.

Frekuensi Buang Air Kecil Yang Lebih Sering

Frekuensi Buang Air Kecil Yang Lebih Sering

Setelah seorang ibu mengalami telat datang bulan selama satu hingga dua minggu, ibu hamil akan sering merasa ingin buang air kecil, gejala ini sendiri disebabkan oleh janin yang tumbuh di dalam rahim akan menekan kandung kemih dan juga terjadi akibat adanya peningkatan sirkulasi darah.

Kandung kemih yang lebih cepat dipenuhi oleh urin akan membuat keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering, peningkatan hormon juga menjadi salah satu penyebab dari meningkatknya rasa ingin buang air kecil pada saat hamil muda.

Meskipun sering buang air kecil, ibu hamil sebaiknya jangan sampai membatasinya atau menahan untuk buang air kecil, selain itu hindari dehidrasi dengan lebih banyak meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh seperti mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kandungan mineral.

Perubahan Pada Payudara Seperti Gatal Atau Menjadi Lebih Sensitif Dan Kencang

Perubahan Pada Payudara Seperti Gatal Atau Menjadi Lebih Sensitif Dan Kencang

Perubahan yang terjadi pada ibu hamil bisa dilihat dari ciri fisiknya, seperti perubahan pada payudara yang terlihat akan semakin membesar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron.

Tak hanya terlihat semakin membesar saja, kondisi payudara juga akan menjadi terasa semakin lembut dan akan menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi sehingga akan membuat payudara menjadi terasa sakit atau pun nyeri pada saat dipegang.

Ciri – ciri hamil yang lainnya juga bisa dilihat dari puting susu yang terlihat membesar dan warnanya menjadi semakin gelap dan akan terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara pun akan terlihat karena penegangan payudara.

Aktivitas hormon HPL atau Human Placental Lactogen yang terjadi pada ibu hamil akan membuat bentuk payudara berubah, hormon ini sendiri diproduksi oleh tubuh pada saat masa kehamilan untuk mempersiapkan ASI untuk bayi pada saat terlahir ke dunia nanti. 

Indera Penciuman Menjadi Lebih Tajam

Indera Penciuman Menjadi Lebih Tajam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ciri – ciri awal ibu hamil adalah kehilangan nafsu makan yang diakibatkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih tajam. Pada dasarnya seseorang bisa mempunyai ketidaksukaan terhadap aroma suatu makanan seperti durian dan juga jengkol.

Akan tetapi yang terjadi pada ibu hami ini berbeda, aroma yang awalnya biasa saja pada saat sebelum hamil tiba – tiba aromanya menjadi sangat mengganggu indera penciumannya sehingga membuat ibu hamil sering mengalami mual dan muntah.

Aroma biasa seperti makanan, parfum atau bahkan aroma tubuh suaminya bisa membuat seorang ibu hamil merasa tak nyaman sehingga tak jarang hal ini membuatnya menjadi tidak nafsu makan dan tidak ingin berada dekat dengan suami.

Hal ini disebabkan oleh indera penciuman pada ibu hamil menjadi lebih tajam daripada biasanya. Akan tetapi gejala ini tak dialami oleh semua ibu hamil. Karena setiap wanita akan mengalami gejala yang berbeda – beda. 

Perubahan Mood Yang Tiba – Tiba

Perubahan Mood Yang Tiba – Tiba

Bukan rahasia lagi jika ibu hamil sering sekali mengalami perubahan mood yang tiba – tiba saja terjadi tanpa sebab. Akan tetapi sebenarnya penyebab utama perubahan mood mendadak buruk ini terjadi akibat perubahan hormon esterogen dan progesteron yang terjadi di dalam tubuh wanita.

Pada tiga bulan pertama hormon esterogen akan meningkat hingga 100 kali lipat sehingga menyebabkan perasaan senang akan tetapi hormon ini bisa langsung menurun sehingga menyebabkan perasaan sedih. Tak jarang perubahan hormon yang terjadi secara drastis ini bisa menyebabkan depresi.

Trimester pertama jeleknya mood terjadi akibat morning sickness atau gejala mual dan muntah yang terjadi setiap pagi. Kondisi ini lah yang menyebabkan wanita tidak nyaman pada area perutnya dan tubuh lemas semala 3 bulan.

Kondisi lelah berlebihan ini lah yang membuat ibu hamil sering mengalami perubahan emosi yang tidak stabil, ditambah lagi dengan pendarahan yang terjadi akibat implantasi yang akan menambah perubahan mood pada saat hamil muda menjadi semakin buruk.

Untuk itu ibu hamil bisa mengatasi mual di pagi hari sengan memenuhi gizi hariannya dan selalu berusaha untuk berpikir positif agar trimester pertama kehamilannya berjalan dengan lancar.

Perubahan mood yang terjadi pada trimester kedua sebenarnya akan mulai membaik karena rasa nyeri dan mual akan semakin berkurang. Meski begitu wanita akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya di masa ini sehingga menjadi salah satu pemicu perubahan suasana hati.

Karena wanita dalam keadaan ini sudah tak bisa lagi menggunakan pakaian lama karena tubuhnya yang sudah mulai berubah, selain itu kesusahan dalam mencari pakaian, meningkatnya libido pada wanita juga menjadi penyebab mood yang sering berubah dengan cepat.

Mood buruk juga akan terus berlanjut hingga trimester ketiga yang dikarenakan rasa takut pada saat melakukan persalinan, selain itu wanita juga akan menjadi susah tidur karena sering mengalami kram yang diakibatkan oleh tendangan bayi dan dada yang sering terasa sesak.

Terlambat Haid

Terlambat Haid

Sudah bukan rahasia lagi jika telat datang bulan menjadi salah satu tanda kehamilan yang biasanya disadari pertama kali. Jika rajin menghitung siklus haid setiap bulannya, ibu hamil pasti akan dengan mudah menyadari kalau sudah telat datang bulan.

Periode menstruasi biasanya dianggap terlambat apabila telah 5 hari atau lebih tidak menstruasi sejak tanggal seharunya, lakukan pemeriksaan lanjut dengan menggunakan test pack atau mengunjungi dokter kandungan. Akan tetapi dengan catatan sudah melakukan hubungan intim tanpa kondom atau pil KB.

Apabila siklus menstruasi 28 hari perbulan menjadi 33 hari menstruasi tak juga datang maka perlu dicurigai bahwa tanda tersebut merupakan ciri – ciri awal kehamilan sementara jika siklus tak berates maka bisa dicek setelah 5 hari setelah siklus terpanjang.

Misalnya saja pada hari ke 40 menstruasi tak kunjung datang maka bisa melakukan tes kehamilan untuk memastikannya. Terutama jika sudah telat datang bulan selama 6 minggu atau lebih maka patut sekali dicurigai dan sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahuinya.

Terlambat datang bulan memang menjadi salah satu tanda kehamilan akan tetapi terlambat datang bulan juga tak hanya disebabkan oleh faktor kehamilan saja namun karena faktor lainnya seperti stress berlebihan, diet ketat yang sedang dilakukan, olahraga tak tertatur hingga kondisi medis tertentu.

Untuk itu diperlukan pemeriksaan pada ahlinya untuk mengetahui kondisi kesehatan dan penyebab telat datang bulan yang dialami apakah benar karena hamil atau dikarenakan faktor lain. 

Kram Pada Perut Dan Daerah Bawah Perut

Kram Pada Perut Dan Daerah Bawah Perut

Kram perut memang sering sekali dirasakan oleh wanita yang sedang hamil muda, akan tetapi kram perut yang dirasakan merupakan kram perut ringan yang tidak seperti kram perut yang biasanya dirasakan pada saat mengalami masa menstruasi.

Meski begitu banyak sekali yang tidak bisa membedakan kram perut yang terjadi karena kehamilan atau menstruasi, sehingga ciri – ciri satu ini seringkali diabaikan oleh wanita yang sedang hamil.

Rasa sakit yang dialami pada saat kram perut di awal kehamilan memang tak terlalu sakit akan tetapi cukup mengganggu. Untuk itu, salah satu cara mengatasi kram perut yang dirasakan adalah dengan mengompreskan bantal penghangat pada perutnya dan juga lupa untuk beristirahat dengan cukup. 

Temperatur Tubuh Yang Naik

Temperatur Tubuh Yang Naik

Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu hamil akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

Suhu tubuh basal, alias suhu tubuh, saat baru saja bangun di pagi hari dapat memberikan petunjuk awal dari kehamilan. Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat setelah ovulasi dan menetap pada suhu yang sama sampai menstruasi berikutnya.

Jika Anda telah mengukur suhu tubuh basal Anda untuk menentukan kapan Anda berovulasi, dan setelah dua minggu kemudian suhu tubuh Anda masih terus naik, ini dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil.

Sembelit

Sembelit

Banyak yang belum mengetahui jika sembelit merupakan salah satu tanda – tanda kehamilan. Sehingga ciri – ciri yang satu ini juga sering sekali diabaikan. Sembelit sendiri terjadi akibat peningkatan hormon progesterone.

Hormon progersteron ini selain mengendurkan otot – otot pada rahim juga memiliki dampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga bisa menyebabkan gejala sembelit atau susah buang air besar pada ibu hamil.

Tapi meski begitu gejalan ini memiliki keuntungan sendiri karea bisa memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik bagi ibu hamil. Karena pada saat hamil nutrisi yang dibutuhkan meningkat dua kali lipat dari biasanya tak hanya untuk tubuh ibu saja tapi juga untuk perkembangan cabang bayi.

Sering Meludah

Sering Meludah

Tanda awal kehamilan yang lainnya ini juga terjadi akibat perubahan hormon, yakni hormon esterogen yang membuat wanita hamil merasa ingin terus meludah, gejala ini biasanya juga dibarengi dengan rasa mual. Gejala ini biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama.

Meski sedikit mengganggu, akan tetapi gejala ini nantinya akan menghilang dengan sendirinya ketika kehamilan telah memasuki trimester kedua. Jadi jangan terlalu khawatir jika nanti mengalami gejala ini.

Bentuk Tubuh Yang Berubah

Bentuk Tubuh Yang Berubah

Tanda yang paling terlihat pada wanita hamil adalah perubahan bentuk tubuh yang dapat dilihat secara jelas. Meski memang wanita hamil pasti akan mengalami perubahan fisik seperti perut yang terus membesar dan buncit tapi tanda ini baru akan muncul ketika usia kehamilan sudah semakin tua.

Untuk wanita yang tengah hamil muda, perubahan bentuk fisik juga bisa dilihat dan dikenali, karena tentunya bentuk tubuh wanita hamil akan terlihat jauh berbeda dengan wanita yang tidak hamil. Perubahan ini sendiri sudah mulai bisa dirasakan beberapa minggu usai berhubungan dengan suami.

Perubahan ini meliputi keadaan perut yang membesar, bokong yang juga ikut membesar dan bagian dada yang mengalami perubahan sehingga kemungkinan besar perubahan tersebut menjadi tanda awal kehamilan.

Perubahan fisik ini akan membuat seorang wanita mengalami kondisi pembengkakan yang terjadi pada beberapa bagian di tubuhnya sebagai tanda awal kehamilan.

Tanda – tanda kehamilan atau pregnancy symptoms yang sudah dijelaskan pada artikel di atas, sifatnya adalah pribadi, hal ini menjadikan tak semua perempuan akan mengalami hal tanda – tanda yang sama pada awal kehamilan dengan kata lain, tanda – tanda di atas  tidak mutlak dimiliki oleh semua wanita yang sedang hamil.

Karena tak semua wanita hamil akan mengalami ciri – ciri dan tanda kehamilan yang sama dan tidak pula harus memiliki semua tanda – tanda kehamilan yang sudah dijelaskan di atas. Karena setiap wanita mengalami ciri – ciri yang bervariasi, bahkan ada pula yang tidak memiliki keluhan apapun pada saat hamil.

Ciri – Ciri Hamil Yang Mirip Dengan Menstruasi

Beberapa ciri – ciri atau tanda kehamilan memang cukup mirip dengan ciri – ciri menstruasi, seperti timbul bercak darah yang dikira sebagai darah haid, kram perut hingga mood yang berubah secara drastis. Sehingga ada cukup banyak kasus yang membuat wanita tidak mengetahui bahwa dirinya tengah dalam kondisi hamil.

Ketidaktahuan ini sering sekali menjadi penyebab utama beberapa terjadinya keguguran atau miscarriage yang disebabkan masih dilakukannya aktifitas yang berbahaya bagi kondisi kehamilan. Seperti melakukan kegiatan berat hingga mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi janin di dalam kandungan.

Hal ini juga membuat beberapa wanita mengalami kekecewaan dan bahkan stress karena ternyata test yang dilakukan berbuah hasil negatif, padahal sudah mengalami beberapa tanda awal kehamilan yang rupanya tanda tersebut hanyalah ciri – ciri dari datangnya menstruasi.

Maka dari itu untuk lebih memastikan keakuratan dan tanda – tanda kehamilan haruslah dilakukan sebuah test kehamilan atau pregnancy test yang bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan bantuan test pack atau datang langsung ke dokter kandungan untuk melakukan uji laboratorium dan melakukan tes pada melalui darah.

Tanda – Tanda Awal Kehamilan

Leave a Reply