15+ Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar Dalam Berbagai Tema Sekolahnesia

15+ Contoh Makalah yang Baik dan Benar dalam Berbagai Tema

Contoh Makalah – Makalah dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dan ini biasanya berisikan mengenai rangkuman suatu hal. Hal ini tidak hanya digunakan dalam kehidupan kuliah maupun sekolah saja, bahkan dalam dunia bekerja juga. Anda tidak perlu bingung-bingung dalam mencari contoh makalah, sehingga Anda tinggal melihat berbagai macam makalah di bawah ini.

Contoh Makalah Lengkap

15+ Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar Dalam Berbagai Tema Sekolahnesia

Contoh Makalah Lengkap

1. Cover Makalah

MAKALAH

 

KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILKI GURU PROFESIONAL DALAM MENDIDIK 

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Profesi Keguruan

 

Dosen Pengampu

Muhammad Sulaiman M.Pd.I 

 

15+ Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar Dalam Berbagai Tema Sekolahnesia

 

Disusun Oleh

 

MOH. NASIRUDDIN

NIM : 17.A.60.152

 

  

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PANCAWAHANA BANGIL

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

 

2. Contoh Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

 

Bismillaahirrahmaanirrahim,

Syukur Alhamdulillah, segala puja dan puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya berkat rahmat dan karunia-Nya, dan maha suci Engkau yang telah memberi kemudahan dalam menyusun makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah, “Profesi Keguruan” sehingga makalah ini dapat kami selesaikan dengan baik.

[/su_note]

Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun kita dari jalan yang penuh kegelapan ke jalan yang penuh dengan cahaya yaitu Agama Islam.

Walupun mungkin terdapat kesalahan dan kekurangannya, penulis sebagai manusia biasa yang tak terlepas dari kesalahan dan kekurangan, sangat mengharapkan bimbingan dan kritik dari berbagai pihak, dengan harapan penulis dapat menyempurnakan segala kesalahan dan kekurangan dari makalah ini.

Oleh karena itu sudah sepatutnya jika penulis menyampaikan ucapan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan setinggi – tingginya kepada :

  1. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Pancawahana Bangil Hj. Siti Romlah, M.Pd.I
  2. Yang terhormat Dosen Pengampu Mata Kulian “Materi Pembelajaran PAI” Muhammad Sulaiman, M.Pd.I
  3. Teman-teman yang ada di semester gansal (5) ini.

Hanya untaian do’a yang dapat kami panjatkan semoga amal baiknya di terima oleh Allah SWT. Dan menjadi amal saleh yang senantiasa mengalir keharibaan penguasa alam semesta.

Akhirnya kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh sekali dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang mampu membangkitkan jiwa kami, sangat diharapkan. Mudah-mudahan skripsi ini mamapu memberi manfaat serta menunjang ilmu pengetahuan bagi penullis khususnya dan bagi para generasi yang akan datang. Serta senantiasa mendapat ridho-Nya. Amin.

 

Bangil, ………2020

 

Moh. Nasiruddin

 

 

3. Daftar Isi

 

DAFTAR ISI

 

Halaman Judul ………………………………………………………………………………….

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………

Daftar isi ………………………………………………………………………………………….

1

2

3

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………

1.1  Latar Belakang Masalah ………………………………………………….

1.2  Rumusah Masalah …………………………………………………………..

1.3  Tujuan Penulisan …………………………………………………………….

1.4  Manfaat Penulisan ………………………………………………………….

5

5

8

8

8

BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………

2.1  Pengertian Guru Profesional ……………………………………………

2.2  Kemampuan Yang Harus Dimilki Seorang Guru  ………………..

2.3  Aspek-Aspek Kompetensi Guru Profesional ………………………

10

10

12

16

BAB III : Penutup …………………………………………………………………………….

A.  Kesimpulan …………………………………………………………………..

B.  Saran ……………………………………………………………………………

19

19

19

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………20

 

  

3. Contoh BAB 1 Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  • Latar Belakang Masalah

Upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan menetapkan tujuan dan standar kompetensi pendidikan. Dalam kaitannya dengan pendidikan, kompetensi menunjukkan kepada perbuatan yang bersifat rasional untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kompetensi (kemampuan) ini diperoleh melalui proses pendidikan atau latihan. Salah satu faktor yang paling menentukan berhasilnya proses belajar mengajar adalah guru. Seorang guru perlu memiliki kemampuan untuk mengorganisasi ide-ide yang dikembangkan di kalangan peserta didiknya sehingga dapat menggerakkan minat gairah serta semangat belajar mereka.

Guru profesional yang dimaksud adalah guru yang berkualitas, berkompetensi, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa yang nantinya akan menghasilkan prastasi belajar siswa yang baik.

Sebagai tenaga pendidik yang memeiliki kemampuan kualitatif, guru harus menguasai ilmu keguruan dan mampu menerapkan strategi pembelajaran untuk mengantarkan siswanya pada tujuan Pendidikan, dalam hal ini Pendidikan agama misalnya, yaitu terciptanya generasi mukmin yang berkepribadian ulu albab dan insan kamil. (Ahmad Barizi: 2009, 144)

Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar sebagai suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa.( Slameto: 2010, 97)

Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui  proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan oleh seorang guru dari jumlah bidang studi yang telah  dipelajari oleh peserta didik. Setiap kegiatan pembelajaran tentunya selalu mengharapkan akan mengahasilkan pembelajaran yang maksimal. Dalam proses pencapaiannya, prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran adalah keberadaan guru. Mengingat keberadaan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh, maka sudah semestinya kualitas guru harus diperhatikan Prestasi Belajar  tidak  dapat  dipisahkan  dari  kegiatan  belajar, karena  belajar  merupakan  suatu  proses,  sedangkan  prestasi  belajar adalah  hasil  dari  proses  pembelajaran  tersebut.  Bagi  seorang  anak belajar  merupakan  suatu  kewajiban.  Berhasil  atau  tidaknya  seorang anak  dalam  pendidikan  tergantung  pada  proses  belajar  yang  dialami oleh anak tersebut.

Lagi-lagi dalam konteks ini, sentuhan tangan dingin gurulah yang sangat di nanti, sehingga sukses melahirkan kader-kader pengubah sejarah baru bagi Indonesia masa depan. Inilah tanggung jawab besar guruyang menjadi dasar aktualisasinya di dunia Pendidikan. Kalau hanya demi mengejar finansial maka seorang guru akan sulit melahirkan kader pengubah sejarah yang membutuhkan kerja keras, pengorbana dan perjuangan besar. Kalau semuanya di ukur dengan materi, maka orientasi keilmuan dan masa depan bangsa menjadi kabur.( Jamil Ma’mur Asmani: 2015, 58)

Keberadaan guru profesional sangat jauh dari apa yang dicita-citakan. Menjamurnya sekolah-sekolah yang rendah mutunya memberikan suatu isyarat bahwa guru profesional hanyalah sebuah wacana yang belum terrealisasi secara merata dalam seluruh pendidikan yang ada di Indonesia. Hal itu menimbulkan suatu keprihatinan yang tidak hanya datang dari kalangan akademisi, akan tetapi orang awam sekalipun ikut mengomentari ketidakberesan pendidikan dan tenaga pengajar yang ada. Kenyataan tersebut menggugah kalangan akademisi, sehingga mereka membuat perumusan untuk meningkatkan kualifikasi guru melalui pemberdayaan dan peningkatan profesionalisme guru dari pelatihan sampai dengan intruksi agar guru memiliki kualifikasi pendidikan minimal Strata 1 (S1).

Tidak kompetennya seorang guru dalam penyampaian bahan ajar secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap hasil dari pembelajaran. Karena proses pembelajaran tidak hanya dapat tercapai dengan keberanian, melainkan faktor utamanya adalah kompetensi yang ada dalam pribadi seorang guru. Keterbatasan pengetahuan guru dalam penyampaian materi baik dalam hal metode ataupun penunjang pokok pembelajaran lainnya akan berpengaruh terhadap pembelajaran.

Melihat wacana di atas, sangat terlihat bahwa profesionalisme guru dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Atas dasar wacana yang ada di lapangan, maka penulis ingin membuktikan apakah persepsi yang ada di kalangan masyarakat mengenai masalah profesionalisme guru itu benar atau sebaliknya, dengan melakukan suatu penelitian di salah satu lembaga yang ada di kecamatan rembang yaitu MI Roudlotul Falah tepatnya ada di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.

Dari beberapa paparan diatas maka peneliti dalam hal ini akan mengadakan penelitian yang berjudul Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotul Falah Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan

  • Rumusan Masalah

Bertolak dari latar uraian di atas, maka masalah-masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana guru professional dalam meningkatkan prestasi peserta didik?
    • Tujuan Penulisan

Tujuan penelitian adalah :

  1. Untuk mengetahui guru yang profesional dalam meningkatkan prestasi peserta didik.
    • Manfaat Penulisan

Penulisan ini mempunyai beberapa kegunaan penelitian, di antaranya adalah:

  1. Bagi Penulis
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang permasalahan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan prestasi siswa.
  3. Sebagai tambahan pengalaman serta masukan sehingga dapat menjadi bekal dan pedoman untuk terjun dalam lembaga pendidikan dalam rangka mengembangkan pelaksanaan pendidikan agama Islam
  1. Kalangan Pendidik

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi pada guru selaku pendidik untuk meningkatkan kompetensi guru dalam meningkatkan prestasi peserta.

 

4. Contoh BAB II Pembahasan

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  • Pengertian Guru Profesional

Hampir di semua bangsa yang beradab, guru diakui sebagai suatu profesi husus. Dikatakan demikian, karena profesi keguruan bukan saja memerlukan keahlian tertentu sebagai profesi lain, tetapi juga mengemban misi yang paling berharga, yaitu Pendidikan dan peradaban. Atas dasar itu, dalam kebudayaan bangsa yang beradab, guru senantiasa diagungkan, disanjung, dikagumi, dan dihormati, karena perannya yang penting bagi eksistensi bangsa di masa depan.

Dalam khazanah pemikiran islam, istilah guru memiliki beberapa istilah, seperti “ustad”, “muallim”, “muaddib”, dan “murabbi” beberapa istilah untuk sebutan “guru” itu terkait dengan beberapa istilah untuk Pendidikan, yaitu “ta’lim”, “ta’dib”, dan “tarbiyah”. Istilah muallim lebih menekankan guru sebagai pengajar dan penyampaian pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science); istilah muaddib lebih menekankan guru sebagai pembina moralitas dan akhlak peserta didik dengan keteladanan; sedangkan murabbi lebih menekankan pengembangan dan pemeliharaan baik aspek jasmaniah maupun ruhaniah. Sedangkan istilah yang umum dipakai dan memiliki cakupan makna yang luas dan netral adalah Ustad yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Guru”. (Marno & M. Idris, 2010, 15)

Mendefinisakan guru sebagai tenaga professional, dalam konteks sematik tentu sangat erat hubungannya dengan pengetahuan tentang maksud kata profesi itu sendiri. Pemakaian kata profesi secara sematik sangat konotatif, artinya bisa dipakai dalam berbagai bidang pekerjaan, salah satu diantaranya bidang Pendidikan atau keguruan. Oleh karena itu, sah saja untuk pemakaian yang disandarkan pada guru yang mempunyai kemampuan tertentu disebut sebagai tenaga professional dalam bidang kependidikan dan keguruan. Istilah profesi secara etimologis dirujuk dari perkataan inggris “Profession” yang berarti jabatan atau pekerjaan yang tetap dan teratur untuk memperoleh nafkah yang menuntut Pendidikan atau latihan khusus.( Abdul Majid: 2014, 84)

Menurut finch & Crunnkilton (1992), dalam Jamil Suprahatiningrum, competensies those taks skills, attitude, values, and appreciation thet are deemend critical to success in live or in earning a living. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kompetensi meliputi tugas, keterampilan, sikap, nilai dan apresiasi diberikan dalam kerangka keberhasilan hidup/ penghasilan hidup. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Broke & Stone (1975), yang menyatakan bahwa kompetensi merupakan gambaran hakikat dari perilaku guru yang tampak sangat berarti. (Jamil Suprihatiningrum: 2014, 98)

Muhibbin Syah mengemukakan istilah professional (professional) aslinya adalah kata sifat dari keta Proffesion (pekerjaan) yang berarti sangat mampu melakukan pekerjaan. Sebagai kata benda, profesioal kurang lebih berarti orang yang melakukan sebuah profesi dengan menggunakan profesiensi seabagai ata pencaharaian.

Lebih lanjut dalam menjalankan kewenangan profesionalnya guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan (conpetencies) yang bersifat psikologis, yang meliputi :

  1. Kompetensi kognitif ( kecakapan ranah cipta )
  2. Kompetensi afektif ( kecakapan ranah rasa )
  3. Kompetensi psikomotorik ( kecakapan ranah rasa ) (Muhibbin Syah: 2016, 229- 230)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, profesi adalah suatu jabatan, profesional adalah kemampuan atau keahlian dalam memegang suatu jabatan tertantu, sedangkan profesionalisme adalah jiwa dari suatu profesi dan profesional. Dengan demikian, guru profesionalisme dalam hal ini adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam mengajar anak didik serta telah berpengalaman dalam mengelola kelas dan mengatur sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal serta memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria guru profesional, dan profesinya itu telah menjadi sumber mata pencaharian

  • Kemampuan Yang Harus Dimiliki Seorang Guru
  1. Kemampuan Memahami Peserta Didik

Setidaknya terdapat empat hal yang harus dipahami guru profesional dari peserta didiknya, yaitu :

  1. Tingkat Intelegensi

Dalam pembelajaran untuk membantu siswa yang memiliki perbedaan tingkat kecerdasan ini, guru bisa melakukan pembagian siswa dalam kelompok (berdasarkan tingkat kecerdasan dan prestasi), program akselerasi (percepatan bagi anak cerdas).

  1. Kreatifitas

Kreatifitas adalah hasil belajar dalam kecakapan kognitif, sehingga untuk menjadi kreatif dapat dipelajari melalui proses belajar mengajar. Adapun tingkat-tingkat yang dimaksud adalah :

  1. Informasi non verbal
  2. Informasi fakta
  3. Konsep dan prinsip
  4. Pemecahan maslah dan kreativitas.( Slameto: 2010, 138)
    1. Kondisi Fisik

Seorang guru tidak boleh membeda-bedakan antara siswa yang normal dengan yang memiliki cacat fisik, dalam segi pergaulan ataupun dalam segi penilaian. Seorang guru harus pula mengerti akan kekurangan mereka, biasanya siswa yang memiliki cacat fisik mereka cenderung minder dan tidak percaya diri, seorang guru harus bisa memberi motivasi dan dorongan kepada mereka agar mereka bisa belajar dengan baik. Dan yang terpenting seorang guru harus bisa bersikap sabar dan telaten menghadapi mereka.

  1. Perkembangan Kognitif

Dari beberapa Perbedaan individu diatas harus dipahami oleh para pendidik, dan kepala sekolah agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Dalam hal ini pembelajaran dapat disesuaikan dengan keberagamanan kondisi dan kebutuhan baik yang menyangkut kemampuan atau potensi peserta didik maupun kompetensi lingkungan

  1. Kemampuan Merencanakan Pembelajaran

Sedangkan William H. Newman dalam Abdul Majid mengemukakan bahwa Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari. (Darwyn Syah: 2007, 28)

Menurut Abdul Majid perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Namun yang lebih utama adalah perencanaan yang dibuat harus dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran. (Abdul Majid: 2008, 15)

Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan. (Abdul Majid: 2008, 17)

Bagi seorang pendidik Sebelum mengajar dikelas, setidaknya telah mempersiapkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hal tersebut bertujuan agar pembelajaran bisa terarah dan sesuai dengan kompetensi apa yang ingin dicapai. Biasanya dalam RPP mencakup sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.

  1. Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Yang Mendidik

Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang benilai normatif. Belajar mengajar adalah sebuat proses yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan. Tujuan adalah sebagai pedoman ke arah mana akan dibawa proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar akan berhasil bila hasilnya mampu membawa peubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap dalam diri anak didik. (Syaiful Bahri Djamarah: 2010, 12) Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik.

Kegagalan pelaksanaan pembelajaran sebagian besar disebabkan oleh penerapan metode pendidikan konvensional, anti dialog, proses penjinakan, pewarisan pengetahuan dan tidak bersumber pada realitas masyarakat.

  1. Kemampuan Mengevaluasi Hasil Belajar

Menurut E. Mulyasa, dalam bukunya evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui perubahan perilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik yang dapat dilakukan dengan penilaian kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi, benchmarking serta penilaian pemograman. Dalam hal ini akan peneliti jabarkan.

  1. Penilaian Kelas
  2. Tes Kemampuan Dasar
  3. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi
  4. Benchmarking
  5. Penialaian Program. ( Mu lyasa: 2003, 108)

Dalam penilaian ini seorang pendidik akan mampu mengetahui perkembangan dan kemajuan peserta didik, dan menjadi acuan untuk menerapkan langkah-langkah selanjutnya dalam kegiatan belajar mengajar supaya tujuan pembelajaran tercapai.

  1. Kemampuan Mengembangkan Peserta Didik

Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogis yang harus dimiliki guru, untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Pengembangan peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, seperti mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, pengayaan dan remedial, bimbingan dan konseling. (Agus Maimun: 2006, 85-90)

  • Aspek-Aspek Kompetensi Guru Profesional

Dalam buku yang ditulis oleh Wina Sanjaya, Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yaitu meliputi kompetensi pribadi, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. (Wina Sanjaya: 2014, 18)

  1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pemahaman siswa dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

  1. Kompetensi Keperibadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menajdai teladan bagi siswa, dan berakhlakul mulia, diantranya kompetensi kepribadian sebagai berikut :

  • Memiliki kepribadian mantap dan stabil
  • Memiliki kepribadain yang dewasa
  • Memiliki kepribadian yang arif
  • Memiliki kepribadian yang berwibawa
  • Menjadi teladan bagi siswa.
  1. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan pendidik sebagai bagain dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan siswa, dan masyarakat sekitar. Berikut hal-hal yang perlu dimiliki sebagai makhluk sosial:

  • Berkomunikasi dan bergaul secara efektif
  • Manajemen hubugan antara sekolah dan masyarakat
  • Ikut berperan aktif di masyarakat
  • Menjadi agen perubahan sosial
  1. Kompetensi Profesional

Kompetensi professional guru mengambarkan tentang kemampuan yang harus dimiliki oleh seseorang yang mengampu jabatan sebagai seorang guru, artinya kemampuan yang ditampilkan itu menjadi ciri keprofesionalannya.

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing siswa memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. (Jamil Suprihatiningrum: 2014, 101-115)

Dari uraian di atas guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian yang ideal, karena itu guru sering dianggap sebagai model atau panutan yang harus di gugu dan di tiru, sebagai seorang model guru harus mempunyai kompetensi yang telah di sebutkan di atas.

 

5. Contoh BAB III Penutup

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Berdasarkan paparan diatas guru profesional adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam mengajar anak didik serta telah berpengalaman dalam mengelola kelas dan mengatur sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal serta memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria guru profesional, dan profesinya itu telah menjadi sumber mata pencaharian

Dalah hal ini guru professional untuk meningkatkan prestasi belajar siswa seorang guru harus mempunyai kemampuan sebagai seorang pendidik, kemampuan itu antara lain:

  • Kompetensi kognitif ( kecakapan ranah cipta )
  • Kompetensi afektif ( kecakapan ranah rasa )
  • Kompetensi psikomotorik ( kecakapan ranah rasa )

Saran

Penulis dalam hal ini menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini banyak sekali kesalahan, maka dari itu saya minta kritik dari dosen pengampu mata kuliah Profesi Keguruan semester gansal ini,

Penulis juga menyarankan supaya semua guru dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan profesinya sebagai guru, supaya lahir anak didik yang cerdas dan berguna bagi bangsa dan negara.

 

5. Contoh DAFTAR PUSTAKA

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Asmani, Jamil Ma’mur. 2015. Tips Menjadi guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif, Jogjakarta: DIVA Press.

Barizi, Ahmad. 2009. Buku Panduan Praktis menjadi Guru Unggul, Jogjakarta: AM Ar Ruzz Media.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis, Jakarta: Rineka Cipta.

  1. Idris, & Marno. 2010. Strategi & Metode Pengajaran, Menciptakan Keterampilan Mengajar Yang Efektif dan Edukatif, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010.

Maimun, Agus. 2006. Penilaian Pembelajaran di Madrasah (Berdasarkan kurikulum Berbasis Kompetensi), Malang: Fajar Cemerlang.

Majid, Abdul. 2014. Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Rosdakarya, 2014.

Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, Dan Implementasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, Wina. 2014. Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana.

Slameto. 2010. Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, jakarta: Rineka Cipta.

Syah, Darwyn. 2007. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta, Gaung Press Persada.

Syah, Muhibbin. 2016. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suprihatiningrum, Jamil. 2014. Guru Profesional Pedoman Kinerja, Kualifikasi, & Kompetensi Guru, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

[/su_note]

Contoh Makalah yang Baik dan Benar

Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar

Contoh Makalah Yang Baik dan Benar

1. COVER MAKALAH

Budidaya Ikan Air Tawar Nila yang Mudah dan Berbiaya Rendah
Logo Institusi

 

 

Disusun oleh:
Nama Pelajar atau Mahasiswa
NIM

 

 

Nama Universitas/ Sekolah
Lokasi Universitas/ Sekolah
Tahun Pembuatan Makalah

 

2.KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang. Tak lupa juga Kami panjatkan puji syukur atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah Budidaya Ikan Air Tawar Nila untuk Berbagai Produk Makanan Frozen bisa selesai. Kami berharap, agar makalah ini nantinya dapat berguna bagi masyarakat maupun pembaca.

Makalah ini kami susun dengan lengkap dan detail, sehingga orang yang masih awam dapat memahami mengenai informasi yang berkaitan dengan budidaya ikan Nila. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini.

Kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Kamu memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan kata, sehingga kami membuka dan menerima kritik dan saran bagi seluruh pembaca.

Akhir kata Kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan memberi inspirasi bagi seluruh orang yang membaca. Sekian.

Lokasi Pembuatan Makalah, Tanggal Pembuatan Makalah

 

Penyusun

 

3. DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
• 1.1 Latar Belakang
• 1.2 Rumusan Masalah
• 1.3 Tujuan Penulisan
• 1.4 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
• 2.1 Pengertian Ikan Nila dan Jenis
• 2.2 Kandungan Gizi Ikan Nila
• 2.3 Kondisi Kolam Ikan Nila
• 2.4 Pakan Ikan Nila Terbaik

BAB III PENUTUP
• A. Kesimpulan
• B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

4. ISI

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Anda pasti sudah mengetahui bahwa ikan Nila sangat digemari dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar akan Ikan Nila ini juga semakin meningkat berkat adanya peningkatan terhadap populasi penduduk. Ada banyak jenis Ikan Nila yang biasa dibudidayakan masyarakat, seperti Nila biasa, Nila Hitam, dan Nila Merah.

Pembudidayaan Ikan Nila ini sangat penting, karena permintaan pasar yang semakin tinggi dan tidak disertai dengan budidaya bisa menyebabkan kepunahan suatu spesies Ikan Nila. Kepunahan Ikan Nila juga akan berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem. Budidaya Ikan Nila juga menolong pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

1.2 Rumusan Masalah

Ada banyak sekali jenis Ikan Nila yang dibudidayakan di Indonesia. Namun, tidak semua spesies tersebut mengandung nutrisi yang tinggi, sehingga pembenihan harus menggunakan spesies yang tepat. Salah satu spesies yang unggul adalah Strain Nila yang memiliki kualitas unggul dan bisa diekspor.

1. Apakah Jenis Strain Nila yang dianggap unggul?
2. Bagaimana kandungan gizi ikan nila jenis strain?
3. Bagaimana cara Buat Kolam Ikan Nila untuk budidaya yang baik?
4. Apakah pakan Ikan Nila terbaik?

1.3 Tujuan Penulisan

Pembuatan Makalah ini ditujukan untuk berikut:

1. Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Budidaya Ikan Nila.
2. Berbagi wawasan kepada pembaca.
3. Membagi informasi budidaya Ikan Nila yang benar.
4. Meningkatkan jumlah pengusaha Ikan Nila untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Berbagi wawasan mengenai bermacam-macam jenis Ikan Nila yang baik.
2. Berbagi informasi mengenai kandungan gizi dari Ikan Nila.
3. Membagi informasi budidaya Ikan Nila yang benar.
4. Berbagi informasi mengenai pakan Ikan Nila terbaik.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ikan Nila dan Jenis

Benih yang dianjurkan untuk digunakan dalam pembenihan adalah benih yang diketahui asal usul dari induk dan galurnya. Benih Ikan Nila yang unggul dapat berkembang biak dan tumbuh dengan cepat. Tingkat toleransi terhadap lingkungan dan ketahanan terhadap penyakit juga baik.

Benih unggul ini membuat orang yang membudidayakannya tidak harus menghabiskan pengeluaran yang tinggi dalam hal penanganan. Ada beberapa jenis strain nila yang dianggap unggul dan ada di Indonesia yaitu JICA, Nirwana, Larasati, Jatimbulan, Best, Gesit, Srikandi Nirwana II, Sultana, dan lain sebagainya. Setiap jenis sudah pasti memiliki keunggulan yang berbeda-beda.

2.2 Kandungan Gizi Ikan Nila

Setiap ikan nila sudah pasti memiliki kadar nutrisi yang berbeda-beda. Namun, kisaran dari kandungan nutrisi tersebut untuk protein adalah mulai dari 16,00 – 18,80 %. Kandungan lemak ikan nila berkisar pada 0,60 – 2,80 %. Sedangkan kadar air dari ikan nila sangat variatif mulai dari 64,80 – 81,00%.

2.3 Kondisi Kolam Ikan Nila

Anda bisa memilih untuk mengembangkan nila dengan berbagai macam jenis kolam, seperti kolam di tanah, kolam semen, kolam dari terpal, jaring terapung di air payau. Salah satu kolam yang paling populer digunakan untuk budidaya ikan nila adalah kolam tanah.

Kolam harus berukuran luas dan disesuaikan dengan jumlah benih yang dikembangkan. Setidaknya kolam harus bersih dari berbagai macam sampah, kerikil, dan kotoran. Bersihkan juga bagian yang berlumpur hitam.

Jaga pH kolam senetral mungkin antara pH 7- 8. Penetralan dapat dilakukan dengan jalan pengapuran menggunakan dolomit maupun kapur pertanian. Beri pupuk organic pada kolam tanah dengan dosis 1 -2 ton per hektar. Tebar pupuk secara merata di setiap dasar kolam.

Langkah berikutnya adalah isi kolam dengan air secara bertahap dan tahapan pertama dengan kedalaman 10 cm dan biarkan sampai tumbuh ganggang. Setelah itu, baru isi penuh kolam tanah dengan menggunakan air dengan ketinggian kurang lebih 60 -75 cm.

2.4 Pakan Ikan Nila Terbaik

Salah satu pakan organic terbaik untuk ikan nila adalah Azolla Pinnata yang mana merupakan tumbuhan paku air. Tumbuhan ini akan terapung di permukaan air dan berukuran 1-4 cm. Bentuk daun dari tumbuhan ini adalah segitiga. Anda akan bisa membeli tumbuhan ini dari petani, karena biasanya terdapat banyak di sawah mereka.

Pakan organic berikutnya adalah Lemna Sp. Tumbuhan ini jauh lebih kecil daripada paku air. Kandungan protein dari tumbuhan ini mulai dari 10 – 45%. Tumbuhan ini juga dapat berkembang biak secara cepat, sehingga menjadi pakan primadona bagi peternak ikan air tawar.

 

BAB III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Budidaya Ikan Nila tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi, karena bibit yang digunakan juga sudah berupa bibit unggul. Anda juga bisa membuat sendiri pakan organic yang murah meriah di kolam halaman rumah.

3.2 Saran

Pembuatan isi makalah budidaya ikan nila yang benar ini masih jauh dari kata sempurna. Penyusun berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca.

 

4. DAFTAR PUSTAKA

 

DAFTAR PUSTAKA

Hal ini berisikan mengenai berbagai macam sumber buku, journal, maupun internet yang digunakan pada saat pembuatan makalah Budidaya Ikan Nila.

[/su_note]

Contoh Makalah Sederhana

Contoh Makalah Sederhana

Contoh Makalah Sederhana

1. COVER MAKALAH

Serat Alam sebagai Bahan Baku Bisnis Kerajinan Tangan
Logo Institusi

 

 

Disusun oleh:
Nama Pelajar atau Mahasiswa
NIM

 

 

Nama Universitas/ Sekolah
Lokasi Universitas/ Sekolah
Tahun Pembuatan Makalah

 

2.KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

 

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang. Selain itu, Kami juga memanjatkan puji syukur atas limpahan berkah dan hidayah-Nya, sehingga penyelesaiaan makalah Serat Alam sebagai Bahan Baku Bisnis Kerajinan Tangan bisa berjalan lancar. Kami juga berharap, agar makalah ini bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca guna mendirikan bisnis kerajinan tangan di Indonesia yang bisa berpotensi untuk dilakukan ekspor.

Makalah ini kami susun dengan lengkap dan detail, sehingga orang yang masih awam dapat memahami mengenai informasi yang berkaitan dengan budidaya ikan Nila. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini.

Kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Kamu memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan kata, sehingga kami membuka dan menerima kritik dan saran bagi seluruh pembaca.

Akhir kata Kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan memberi inspirasi bagi seluruh orang yang membaca. Kami juga berharap, agar makalah ini bisa menjadi sumber informasi pencetus dari munculnya ide bisnis dengan menggunakan serat alam khas Indonesia lainnya. Sekian.

 

Lokasi Pembuatan Makalah, Tanggal Pembuatan Makalah

Penyusun

 

 

3. DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
• 1.1 Latar Belakang
• 1.2 Rumusan Masalah
• 1.3 Tujuan Penulisan
• 1.4 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
• 2.1 Pengertian Serat Alam dan Jenisnya
• 2.2 Proses Pembuatan Kerajinan Tangan Serat Alam
• 2.3 Berbagai Produk Terbuat dari Serat Alam

BAB III PENUTUP
• A. Kesimpulan
• B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

4. ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai salah satu negara tropis sudah pasti memiliki sumber daya yang berlimpah, termasuk dalam kekayaan alam. Salah satu hasil kekayaan alam yang bisa dijadikan bisnis adalah serat alam. Bahkan, sebagian besar dari serat alam tersebut hanya bisa ditemukan di Indonesia. Hal ini bisa dijadikan sebagai potensi bisnis tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.

Beberapa serat alam yang bisa digunakan sebagai bahan kerajinan tangan adalah enceng gondok, daun pandan, sabut kelapa, pelepah pisang, rotan, dan lain sebagainya. Setiap serat alam yang sudah disebutkan tersebut memiliki karakteristik masing-masing yang khas. Hal ini mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk membeli kerajinan ini, karena memang unik dan tidak ada di negaranya.

1.2 Rumusan Masalah

Tidak semua serat alam akan dibahas dalam makalah ini. Hal ini dibatasi dengan adanya rumusan masalah berikut.
1. Apa sajakah serat alam yang berpotensi dijadikan kerajinan tangan?
2. Bagaimana proses pembuatan kerajinan tangan tersebut?
3. Apa saja jenis produk yang bisa dibuat dari serat alam?

1.3 Tujuan Penulisan

Pembuatan Makalah ini ditujukan untuk berikut:
1. Untuk menyelesaikan tugas dari PKK.
2. Berbagi wawasan kepada pembaca.
3. Membagi informasi tentang kekayaan Indonesia berupa serat alam.
4. Meningkatkan nilai jual serat alam khas Indonesia.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Berbagi wawasan mengenai bermacam-macam jenis serat alam untuk kerajinan tangan.
2. Berbagi informasi mengenai proses pembuatan kerajinan tangan dari serat alam.
3. Membagi informasi mengenai produk apa saja yang bisa dibuat dari serat alam.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Serat Alam dan Jenisnya

Ada banyak sekali jenis serat alam yang bisa dijadikan kerajinan tangan dan berasal dari Indonesia. Beberapa jenis tumbuhan tersebut adalah:

• Enceng Gondok

Tumbuhan enceng gondok dikenal sebagai tumbuhan air yang bisa tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali sebelum dijadikan bahan untuk kerajinan tangan. Tumbuhan yang satu ini biasa mengganggu ekosistem ikan dengan nilai ekonomi yang rendah.

Tumbuhan ini memiliki karakteristik serat yang kuat, sehingga cocok digunakan untuk berbagai jenis kerajinan tangan. Serat ini juga perlu untuk dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipakai sebagai bahan baku kerajinan tangan.

• Daun Pandan

Serat alam yang sudah lama menjadi primadona dalam pembuatan kerajinan tangan adalah daun pandan. Daun yang satu ini memiliki serat yang juga kuat, meskipun tidak setebal enceng gondok. Tumbuhan pandan juga termasuk kedalam tumbuhan yang mudah dicari, sehingga pemanfaatan dari segi ekonomi bisa berlangsung dalam industri pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar daun pandan.

• Rotan

Salah satu serat yang juga sudah cukup terkenal sebagai bahan baku untuk kerajinan perkakas rumah adalah rotan. Serat yang satu ini sangat kokoh dan tetap fleksibel, sehingga mudah untuk dibentuk menjadi berbagai jenis produk.

• Sabut Kelapa

Pohon kelapa sudah lama dikenal sebagai pohon yang setiap bagiannya bisa dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Bahkan sabut kelapa juga bisa dijadikan banyak sekali produk kerajinan tangan bernilai tinggi.

• Pelepah Pisang

Dahulu kala, pelepah pisang hanya dianggap sebagai salah satu material yang tidak terpakai alias hanya jadi sampah. Saat ini, ada banyak sekali pengrajin yang memanfaatkan pelepah pisang untuk menjadi bahan untuk dilukis. Nilai ekonomis juga jadi meningkat dengan adanya lukisan tersebut.

• Kulit Jagung

Serat alam terakhir yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku serat alam adalah kulit jagung. Material yang satu ini biasa dimanfaatkan menjadi berbagai hiasan dinding yang berbentuk rangkaian bunga. Nilai jual dari kerajinan tangan yang satu ini juga cukup tinggi.

2.2 Proses Pembuatan Kerajinan Tangan Serat Alam

Prinsip dari penggunaan serat alam sebagai bahan baku kerajinan tangan adalah pengeringan. Proses pengeringan membuat serat alam memiliki ketahanan penyimpanan lebih lama dibandingkan dengan serat alam basah. Setelah itu, serat alam dibleaching, sehingga warnanya lebih muda dan tidak terlalu coklat.

2.3 Berbagai Produk Terbuat dari Serat Alam

Ada banyak sekali hasil kerajinan tangan yang bisa dibuat dari serat alam. Serat alam rotan dapat digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga. Sedangkan berbagai jenis serat alam lainnya bisa dibuat menjadi tas, laundry basket, maupun keranjang.

 

BAB III

Penutup

 

3.1 Kesimpulan

Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan serat alam yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Bahkan, saat ini beberapa dari pengusaha juga telah berhasil menjual kerajinan serat alam tersebut sampai ke luar negeri.

3.2 Saran

Pembuatan isi makalah serat alam guna bisnis kerajinan tangan masih jauh dari kata sempurna. Penyusun berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca.

 

4. DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Hal ini berisikan mengenai berbagai macam sumber buku, journal, maupun internet yang digunakan pada saat pembuatan makalah Serat Alam sebagai Bahan Baku Bisnis Kerajinan Tangan.

 

[/su_note]

Contoh Makalah Singkat

Contoh Makalah Singkat

Contoh Makalah Singkat

1. COVER MAKALAH

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Logo Institusi

 

Disusun oleh:
Nama Pelajar atau Mahasiswa
NIM

 

Nama Universitas/ Sekolah
Lokasi Universitas/ Sekolah
Tahun Pembuatan Makalah

 

2. KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang. Tak lupa juga Kami panjatkan puji syukur atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini bisa selesai. Kami berharap, agar makalah ini nantinya dapat berguna bagi masyarakat maupun pembaca.

Makalah ini kami susun dengan lengkap dan detail, sehingga orang yang masih awam dapat memahami mengenai informasi yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini.

Kami juga menyadari bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Kamu memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan kata, sehingga kami membuka dan menerima kritik dan saran bagi seluruh pembaca.

Akhir kata Kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan memberi inspirasi bagi seluruh orang yang membaca. Sekian.

Lokasi Pembuatan Makalah, Tanggal Pembuatan Makalah

Penyusun

 

3. DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
• 1.1 Latar Belakang
• 1.2 Rumusan Masalah

BAB II PEMBAHASAN
• 2.1 Pengertian Pendidikan Karakter
• 2.2 Fungsi Pendidikan Karakter

BAB III PENUTUP
• A. Kesimpulan
• B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

4. ISI

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis moral. Hal ini menjadi tanggung jawab orang tua dan guru sebagai orang-orang terdekat generasi muda untuk bisa memberikan pendidikan karakter atau moral sejak dini. Pendidikan karakter ini akan sangat mempengaruhi perilaku dan pola pikir dari sumber daya manusia saat ini.

Saat pendidikan karakter kurang untuk diajarkan di sekolah maupun di rumah, maka generasi muda tersebut akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang bersikap dewasa. Ada banyak nilai-nilai yang kurang bermoral, sehingga tidak bisa mencapai identitas bangsa yang sesungguhnya.

1.2 Rumusan Masalah

Latar belakang di atas menjadi dasar untuk merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan pendidikan karakter berikut ini.
1. Apakah pengertian pendidikan karakter?
2. APakah fungsi dan juga tujuan dari peniddikan karakter?
3. Bagaimana penerapan pendidikan karakter?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Pendidikan Karakter

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, dan juga watak. Sedangkan pengertian dari berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, dan bertabiat. Setiap pengertian karakter tersebut selalu terhubung antara Allah SWT, hubungan sesame manusia, dan juga lingkungan.

Saat seseorang sudah memiliki karakter yang baik, maka ia akan berusaha menjaga kestabilan ketiga hubungan tersebut dan menerapkannya dalam segala lini kehidupan. Semakin banyak warga negara yang berkarakter baik artinya moral bangsa yang dijunjung akan semakin tinggi, sehingga pembangunan negara dapat berjalan lebih lancar.

Untuk bisa mencapai hal tersebut, pendidikan karakter perlu untuk diterapkan kepada seluruh generasi muda yang ada. Pendidikan ini akan berkaitan dengan perilaku tanggung jawab, menghormati orang lain, beribadah dengan taat kepada Allah SWT, selalu bertindak jujur, dan mengutamakan kerja keras.

Pendidikan karakter ini perlu diterapkan tidak hanya di sekolah. Bahkan, orang tua yang berada di rumah juga harus senantiasa mengawasi perilaku anaknya. Saat ada perilaku yang dianggap menyimpang dari karakter yang baik, maka hal itu adalah tugas utama dari orang tua.

Orang tua harus menyadari bahwa pendidikan yang penting bukan hanya yang berkaitan dengan IQ saja. Anda sebagai orang tua juga perlu untuk mengasah EQ dan SQ dari anak Anda untuk membuat anak memiliki kepribadian yang baik. Apalagi saat ini, Indonesia sedang menghadapi krisis moral bangsa yang mana hanya mengutamakan pembelajaran yang meningkatkan IQ saja dan bukan EQ juga.

Alhasil, saat ini ada banyak sekali masyarakat yang sudah berusia, tetapi kurang memiliki simpati, empati, belas kasihan, mengutamakan jalan pintas, dan bukannya bekerja dengan keras. Hal itu semua sangat berkaitan dengan pendidikan karakter.

Pendidikan karakter ini memiliki tujuan untuk bisa meningkatkan kualitas hidup, sehingga tercipta pribadi yang beriman, berbudi pekerti, mandiri, professional, cerdas, terampil, dan disiplin. Tidak mudah memang untuk bisa mewujudkan cita-cita tersebut, karena memerlukan sinergi dari semua lingkungan terdekat dari generasi muda.

Namun, beberapa negara telah berhasil mewujudkan hal tersebut setelah sebelumnya memiliki sebagian besar warga negara yang berkarakter kurang baik. Beberapa negara tersebut adalah Taiwan dan Singapura.

Ada beberapa komponen pendukung yang bisa digunakan dalam pendidikan karakter. Komponen yang pertama sudah pasti guru. Sedangkan komponen kedua adalah orang tua. Komponen-komponen lainnya yang juga bisa diajak bekerja sama adalah partisipasi dari masyarakat, kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan karakter, kesepakatan antar lembaga pendidikan.

[/su_note]

Penerapan yang paling pertama harus dilakukan adalah penggalian dari sisi agama. Setiap karakter mulia selalu digali dari agama dan rasa cinta kepada Allah SWT. Agama akan mengajarkan mengenai beribadah yang benar, bertanggung jawab terhadap segala hal yang akan dikerjakan, jujur, menghormati sesame manusia, mencintai alam, empati, gemar bekerja keras, dan lain sebagainya.

 

BAB III

Penutup

 

3.1 Kesimpulan

Bangsa yang berkarakter baik mampu membuat pembangunan negara berjalan dengan lebih lancar. Indonesia perlu untuk mendidik karakter dari generasi mudanya mulai dari saat ini. Pendidikan karakter sejak dini ini memungkinkan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang beriman, etos kerja tinggi, jujur, disiplin, dan berbagai macam karakter baik lainnya.

Ada banyak komponen yang bisa membantu dalam menggencarkan pendidikan agama ini. Beberapa komponen tersebut adalah guru, orang tua, masyarakat sekitar, kebijakan pemerintah, dan kesepakatan di lembaga pendidikan mengenai pentingnya pendidikan karakter. Setiap komponen tersebut harus dilakukan secara serentak, sehingga mempercepat terbentuk generasi muda yang berkarakter mulia.

3.2 Saran

Pembuatan isi makalah Petingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini ini masih jauh dari kata sempurna. Penyusun berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca.

 

4. DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Hal ini berisikan mengenai berbagai macam sumber buku, journal, maupun internet yang digunakan pada saat pembuatan makalah Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini.

 

Beberapa contoh makalah tersebut sudah disampaikan secara mendetail. Anda bisa menggunakan beberapa contoh tersebut sebagai acuan dalam pembuatan makalah yang Anda perlukan. Pembuatan makalah Anda akan menjadi lebih mudah dengan mengikuti berbagai acuan yang sudah dijelaskan secara terperinci. Selamat membuat makalah tugas Anda dan Semoga contoh-contoh makalah ini bermanfaat.

 

15+ Contoh Makalah yang Baik dan Benar dalam Berbagai Tema