Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya : Sosial, Dialog, Dakwah, kesehatan 1

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya : Sosial, Dialog, Dakwah, kesehatan

Teks Anekdot Beserta Strukturnya – Teks anekdot merupakan sebuah teks atau cerita yang memuat sebuah sindiran atau kritikan namun dibalut dengan unsur humor. Banyak penulis yang sering menggunakan teks anekdot sebagai bentuk sindiran terhadap isu-isu sosial yang sedang terjadi didalam negeri. Disini akan dibahas beberapa contoh teks anekdot beserta strukturnya.

Ciri-Ciri dari Teks Anekdot

Ciri-Ciri dari Teks Anekdot

Teks anekdot memiliki ciri-ciri yang berbeda dari teks Bahasa Indonesia lainnya. Berikut adalah beberapa ciri teks anekdot pada umumnya :

1. Teks anekdot sudah pasti berupa cerita lucu atau lelucon.
2. Teks anekdot biasanya bertujuan untuk menyindir isu-isu atau suatu kelompok tertentu misalkan korupsi dan koruptor yang merajalela.
3. Teks ini memiliki tujuan agar pembaca tahu apa yang sedang kita tulis.
4. Menjadi hiburan pada pembaca dengan humor atau lelucon yang tertulis didalamnya.
5. Anekdot bisa ditulis mengenai tokoh tertentu yang ingin disindir seperti anggota DPR atau partai yang terlibat kasus suap.
6. Cerita pada anekdot bisa memiliki karakter hewan atau manusia namun disangkut pautkan pada masalah hidup di dunia nyata.
7. Teks bisa ditulis dalam berbagai bahasa salah satunya akan kita berikan contoh teks anekdot bahasa jawa dibawah nanti.

Tujuan dari Teks Anekdot

Tujuan dari Teks Anekdot

 

Tujuan teks anekdot paling utama tentu ingin menghibur para pembaca meskipun ternyata menyisipkan beberapa isu penting didalamnya yang dibalut dalam cerita humor. Dengan membaca teks anekdot seperti contoh teks anekdot dialog, pembaca diharapkan untuk menyadari isu penting yang terjadi di sekitar mereka.

Selain itu teks anekdot yang dibalut dengan humor juga diharapkan menjadikan masalah-masalah penting ini menjadi ringan dan dapat dibaca kapanpun dan dimanapun tanpa membuat pembaca menjadi merasa bacaanya terlalu berat seperti membaca artikel yang membosankan dalam surat kabar.

Struktur dalam Teks Anekdot

Struktur dalam Teks Anekdot

Seperti teks Bahasa Indonesia pada umumnya, teks anekdot juga memiliki struktur penting yang dapat membuat sebuah teks dapat dikategorikan sebagai teks anekdot. Diantaranya terdapat abstrasi, orientasi, event, krisis, reaksi, koda dan re-orientasi. Berikut pengertian dari masing-masing struktur yang terdapat dalam teks anekdot.

1. Abstrasi

Abstrasi terletak di awal paragraf dalam teks anekdot. Dalam bagian ini digambarkan awalan tentang isi dari teks anekdot tersebut.

2. Orientasi

Dalam bagian orientasi akan diceritakan mengenai latar belakang yang mengawali cerita tersebut. Disini akan dijelaskan mengenai latar belakang karakter sehingga pembaca memiliki sebuah gambaran.

3. Event

Adalah bagian dalam teks anekdot dimana merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita.

4. Krisis

Dalam bagian ini akan berisi serangkaian masalah yang terjadi dalam cerita. Masalah ini biasanya akan dialami oleh karakter utama yang ada di dalam cerita.

5. Reaksi

Setelah munculnya krisis, maka akan ada reaksi dimana di bagian ini terdapat penyelesaian atau bagaimana cara karakter menyelesaikan krisis atau masalahnya.

6. Koda

Di bagian ini akan dijelaskan perubahan yang terjadi pada karakter ketika dia telah dihadapkan oleh krisis dan reaksi.

7. Re-orientasi

Bagian ini terdapat diakhir teks anekdot dan merupakan akhir daripada cerita.

Dari beberapa struktur diatas dapat dilihat perbedaan dari teks anekdot dibandingkan dengan teks Bahasa Indonesia lainnya. Di era teknologi saat ini dapat dengan sangat mudah kita temui beberapa contoh teks anekdot. Jika ingin mengetahui apakah teks tersebut tergolong anekdot, maka teks tersebut harus memiliki struktur di atas.

Contoh teks Anekdot Beserta Strukturnya Berbentuk Dialog

Contoh teks Anekdot Beserta Strukturnya Berbentuk Dialog

Contoh teks anekdot dialog biasanya paling disukai oleh pembaca kerena ringan dan mudah untuk dimengerti. Teks anekdot tersebut juga tidak membosankan dan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan teks anekdot berbentuk paragraf. Berikut adalah salah satu contoh anekdot dalam bentuk dialog yang menceritakan tentang sekolah.

Surat untuk Kakek di Kampung

Diceritakan di sebuah sekolah dasar di sebuah desa sedang berlangsung pelajaran Bahasa Indonesia dengan tema menulis surat untuk sanak saudara yang berada jauh. Masing-masing anak kelas IV B ditugaskan untuk menulis surat oleh ibu guru dan apabila sudah selesai akan dilangsungkan tanya jawab.

Ibu Guru : Baik anak-anak. Siapa yang sudah selesai menuliskan surat?

Hampir semua anak mengangkat tangan. Ibu guru tidak sabar untuk melakukan sesi tanya jawab pada muridnya.

Ibu Guru : Yang pertama, Dilan. Coba ceritakan kamu menulis surat untuk siapa dan apa isinya?

Dilan : Saya menulis surat untuk saudara sepupu saya yang tinggal di Jakarta bu.

Ibu Guru : Coba bacakan isi suratnya.

Dilan : Untuk sepupuku Dimas. Apa kabar kamu di Jakarta? Semoga semua keluarga disana diberikan kesehatan ya. Bulan Desember nanti aku akan libur sekolah untuk menyambut natal dan tahun baru. Ibuku berjanji akan membawa aku dan adikku untuk berlibur di Jakarta. Semoga kita bisa bermain lagi di dunia fantasi seperti liburan tahun lalu. Aku juga ingin berkunjung ke sea world untuk melihat hewan-hewan laut. Insha Allah kami akan berangkat di tanggal 22 Desember. Jangan lupa jemput kami di Stasiun Gambir ya. Salam hangat, Dilan.

Ibu Guru : Wah bagus sekali isi suratmu Dilan. Kalau Dimas menerima surat ini dia pasti tidak sabar untuk berlibur bersama nanti di Jakarta.

Dilan : Terima kasih bu guru.

Ibu Guru : Selanjutnya, coba Rini. Kamu menulis surat untuk siapa?

Rini : Untuk Bude saya yang jadi TKW di Malaysia bu.

Ibu Guru : Baik. Coba bacakan isinya Rini.

Rini : Kepada Bude Yanti yang berada di Malaysia. Assalamualaikum Bude, mudah-mudahan bude membaca surat ini dalam kondisi sehat. Semua keluarga disini menanyakan kabar Bude. Semua berharap tahun ini Bude bisa pulang di hari raya idul fitri dan merayakan malam takbiran bersama. Semoga ada kesempatan untuk pulang ya Bude. Salam, Rini.

Ibu Guru : Ya, seperti yang dibacakan Rini, surat bisa menjadi salah satu media pelepas rindu dengan keluarga yang berada jauh dari rumah apalagi sampai berbeda Negara seperti yang terjadi pada Rini dan Budenya. Nah, yang terakhir Gilang. Coba suratnya akan kamu tujukan pada siapa?

Gilang: Untuk Kakek saya bu yang ada di Lampung.

Ibu Guru : Ini sepertinya menarik. Coba silahkan dibaca Gilang.

Gilang terdiam hanya memandangi kertasnya.

Ibu Guru : Loh Gilang kenapa diam saja? Coba kalau kamu malu biar Ibu yang bacakan.

Ibu guru kemudian mengambil kertas Gilang. Ibu Guru pun terkejut.

Ibu Guru : Gilang! Kenapa kertasmu kosong? Ibu kan sudah jelas memberi instruksi untuk menulis surat, masak tidak ada yang mau kamu sampaikan ke kakekmu?

Gilang : Habis bu… Kakek saya buta huruf. Jadi percuma kalau ditulis, beliau nggak bisa baca.
Ibu Gura : Oalaaahhhh…

Semua anak dalam kelas kemudian menyoraki tingkah Gilang yang lugu dan lucu. Ibu guru juga hanya bisa mengelus dada karena mendapatkan murid yang berprilaku aneh seperti Gilang.

Contoh Teks Anekdot bertema Sosial

Contoh Teks Anekdot bertema Sosial

Contoh teks anekdot berikutnya adalah kisah yang bertemakan sosial yang merupakan sindiran dari hukum yang kadang hanya runcing di satu sisi. Banyak rakyat Indonesia yang mengeluh mengenai kurang tegas dan adilnya hukum di negeri ini sehingga bisa menjadi lelucon yang menghibur banyak orang.

Bondan dan Sandal Jepit

Bondan adalah seorang laki-laki yang masih tinggal bersama Ibunya. Sudah beberapa bulan Bondan harus menggunakan sandalnya yang hampir putus karena belum mampu membeli sandal yang baru. Tanpa diketahuinya, ternyata sang ibu telah membelikan Bondan sandal jepit baru karena tidak tega melihat Bondan harus menggunakan sandal rusak.

Bondan yang sangat senang waktu itu ingin mencoba sandal baru dengan menggunakannya ke warung yang tak jauh dari rumah. Namun malang nasib Bondan, siang itu dia terserempet oleh motor yang tak bertanggung jawab. Bondan pun terjatuh dan tanpa sengaja sandal baru pemberian Ibunya itu putus.

Dengan bersedih hati, Bondan mencoba membawa sandalnya ke tukang sol sepatu karena tidak ingin Ibunya tahu bahwa sandal yang dibeli dengan susah payah itu putus. Namun hari itu mungkin adalah hari yang buruk bagi Bondan, tukang sol mengatakan bahwa sandal Bondan tidak mungkin bisa diperbaiki dan harus dibuang.

Hati Bondan makin gundah, uang juga sudah tidak ada jika mau membeli sandal yang baru. Hari itu tepat hari jumat dimana orang sedang melakukan ibadah Sholat Jumat. Didepan masjid Bondan melihat sandal yang persis dengan sandal pemberian Ibunya. Bondan berpikir bila Ia mengambil sandal itu pasti tidak apa-apa karena tidak ada orang yang melihat.

Saat Bondan mengambil sandal tersebut, seorang warga melihatnya dan meneriakinya maling. Semua orang berhamburan keluar dan Bondan hampir saja dihakimi masa, tetapi ada seorang polisi yang membawanya pergi kekantor polisi untuk diadili. Setelah menjalani pemeriksaan Bondan harus melanjutkan ke persidangan.

Ternyata sebelum persidangan Bondan berlangsung, terdapat sidang kasus korupsi. Sang koruptor duduk di kursi sambil mendengarkan hukuman yang dijatuhi oleh hakim. “Saudara terbukti bersalah telah melakukan korupsi sebesar 2 milyar rupiah dan akan dijatuhi hukuman penjara selama 3 bulan tahanan” Ungkap hakim dalam persidangan.

Setelah sidang dari koruptor tersebut, dilanjutkan dengan persidangan Bondan. Dimana hakim membaca tuntutan bahwa Bondan harus dipenjara selama 3 tahun karena terbukti bersalah mencuri sandal di masjid. Bondan menangis dan tidak terima. Mengapa dia yang hanya mencuri sandal jepit dijatuhi kurungan selama 3 tahun.

Sedangkan koruptor yang mencuri jauh lebih besar dari Bondan hanya dihukum selama 3 bulan tahanan. Bondan berkata “Tahu begini aku lebih baik jadi koruptor mencuri uang 5 milyar sekalian untuk ibuku dibanding dengan hanya mengambil sandal!”

Contoh Teks Anekdot dengan Tema Kesehatan

Contoh Teks Anekdot dengan Tema Kesehatan

Contoh teks Anekdot dengan tema kesehatan juga banyak digemari para pembaca dimana akhir-akhir ini memang banyak orang yang mengalami masalah dalam kesehatan. Dalam teks anekdot ini Kita dapat memberi pesan pada pembaca untuk senantiasa menjaga kesehatannya.

Obat Diet Paling Cepat Bekerja

Beberapa tahun setelah putus dari kekasihnya, berat bada Susi makin bertambah. Dia seringkali melampiaskan kesedihannya dengan makan-makanan yang kurang sehat dengan porsi berlebih. Ini menyebabkan postur tubuhnya berubah drastis. Dulu Susi langsing dan cantik, kini makin lama dia makin gemuk dan tak sehat.

Susi menyadari akan perubahan pada dirinya ini. Dia merasakan tubuhnya terasa tak enak dan susah untuk bergerak. Susi berusaha menjaga pola makannya dan berolah raga setiap hari. Setelah 2 minggu, Susi tidak merasakan adanya perubahan. Yang ada, tiap sore sehabis olahraga, perutnya bertambah lapar dan makannya makin banyak.

Dengan penuh tanya, Susi berniat untuk pergi menemui dokter ahli gizi yang dapat membantu program diet. Ia sudah mempersiapkan uang yang banyak demi mendapatkan badannya yang langsing kembali. Sore itu antrian pada dokter tidak terlalu panjang.

Susi memasuki ruangan periksa dan duduk di depan meja dokter. “Dok, sebelum dokter berbicara. Saya disini ingin mendapatkan obat diet yang paling cepat bekerja untuk mengembalikan tubuh saya seperti dahulu. Saya berani bayar berapapun, Dok. Selama ini saya sudah menjaga pola makan dan berolahraga tetapi tidak ada penurunan berat badan”

Dokter tersebut menyarankan Susi untuk melakukan tes rontgen. Saat hasilnya keluar, wajah sang Dokter terlihat sangat serius, Susi pun penasaran seperti apa hasilnya.

“Bagaimana, Dok?” tanya Susi.
Dokter menggelengkan kepalanya “Ibu Susi, mohon maaf harus memberi tahu ini, tapi menurut hasil rontgen, usia ibu diperkirakan tinggal 2 minggu lagi.”
Susi terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Dia merasakan sedih yang sangat mendalam. Susi terus menangis mengingat usia nya sudah tak lama lagi.

Setelah pulang dari Dokter tersebut, Susi masih saja menangis dan tak bisa berhenti. 2 minggu berlalu, badan Susi makin kurus karena tidak bisa berhenti menangis mengingat sebentar lagi Ia akan mati. 3 minggu berlalu, namun Susi heran kenapa dia belum meninggal seperti kata dokter. Ia pun kembali untuk menemui dokter tersebut.

“Dokter… kata dokter hidup Saya tinggal 2 minggu lagi. Tetapi sudah 3 minggu berlalu saya masih hidup.” Ujar Susi.
“Wah… badan Ibu terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan 3 minggu lalu. Apa yang Ibu lakukan?” Tanya Dokter.
Susi bercerita bahwa dirinya sangat takut mati hingga makan pun Ia tak berselera. Kini tubuhnya kembali kurus karena terlalu banyak menangis dan tidak pernah makan.
“Nah… itu dia obat diet paling cepat yang Ibu minta. Berhasil kan?”

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya dalam Bahasa Jawa

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya dalam Bahasa Jawa

Teks anekdot tidak selalu harus berbahasa Indonesia. Kita dapat menyesuaikannya dengan target pembaca. Teks anekdot dalam Bahasa Jawa juga sangat banyak digemari karena menyisipkan humor dengan bahasa jawa atau dengan karakter yang dituliskan berasal dari Jawa. Berikut salah satu contoh teks anekdot Bahasa Jawa

Wakil Rakyat

Pas dino iku, ono 2 konco lagi omong-omongan sebut ae jenenge Surya karo Ali.

Surya : Dadi wakil rakyat koyok e enak yo, Li!

Ali : Yo iyolah! Gaji wes gede, tunjangan yo akeh.

Surya : Padahal wakil rakyat iso urip mewah.

Ali : Pancene wakil rakyat. Rakyat kate sejahtera, wes diwakili karo ‘wakile’. Rakyat kate duwe motor apik, wes diwakili karo ‘wakile’.

Suryo : Owalah… berarti wes bener yo Li! Lek rakyat dadi miskin, lek wakil rakyat dadi sugih.

Ali : Yo iyolah. Jenenge ae wakil rakyat!

Penjelasan mengenai teks anekdot mungkin cukup panjang tetapi sangat mudah untuk dimengerti. Contoh teks anekdot beserta strukturnya juga telah dipaparkan dengan beberapa tema seperti sosial, kesehatan dan juga anekdot dalam Bahasa Jawa. Teks anekdot akan menjadi konten yang menarik dalam blog yang Anda buat.

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya : Sosial, Dialog, Dakwah

No Responses

Leave a Reply