15 Contoh Teks Anekdot Panjang (Sosial, Pendidikan, Sosial, Lucu) 1

15 Contoh Teks Anekdot Panjang (Sosial, Pendidikan, Sosial, Lucu)

Contoh Teks Anekdot Panjang – Teks anekdot adalah jenis teks yang tentu sering Anda jumpai di berbagai macam media. Perkembangan zaman membuat teks ini kini dapat dengan mudah Anda temukan di sosial media. Teks yang identik dengan unsur humor ini seringkali membuat Anda penasaran untuk mempelajari cara penulisannya. Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak yang mencari contoh teks anekdot panjang di laman internet.

Meskipun teks anekdot biasanya berupa cerita singkat atau pendek yang memuat unsur komedi sindiran, akan tetapi Anda juga bisa menjumpai teks tersebut dalam versi yang panjang. Biasanya teks tersebut juga memuat perumpamaan yang menampilkan figur sehari-hari dengan segala hal yang bersinggungan dengan kritikan, sindiran dan humor. Adapun contoh dari teks anekdot panjang ialah sebagai berikut.

Contoh Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot

Teks anekdot sejatinya bertujuan untuk mengekspresikan suatu perasaan tidak puas maupun kritikan yang terjadi dalam aktivitas maupun peristiwa umum. Selain sebagai media ekspresi diri, teks ini juga bertujuan untuk menghibur pembaca sekalian karena berisikan hal-hal lucu seputar kehidupan sehari-hari. Adapun contoh teks anekdot panjang yang umum ialah sebagai berikut.

Tips Diet Paling Mujarab

Balqis merasa frustasi dengan berat tubuhnya yang sudah kelewat ideal. Ia merasa sudah sangat gemuk dan tidak cantik karena banyaknya lemak yang menempel di tubuhnya. Usai bertanya dengan temannya, Balqis memutuskan untuk pergi dokter kecantikan. Ia berharap bisa memiliki berat tubuh ideal, yang menjadikannya senantiasa cantik dan menarik di mata banyak orang.

“Saya ingin punya berat badan yang langsing, cantik dan seksi seperti artsi Korea Lee Sung Kyung, dok!”, kata Balqis kepada dokter kecantikan yang dikunjunginya sambil menunjukkan foto artis tersebut di ponselnya. Dokter kecantikan itu mengerutkan dahi ketika melihat foto artis Korea yang ditunjukkan oleh kliennya. Dokter tersebut terlihat sangsi dengan keinginan pasiennya.

Melihat keraguan dari dokter tersebut, membuat Balqis memberikan ultimatum kepadanya. “Pokoknya saya harus langsing seperti Lee Sung Kyung, dok. Saya tidak peduli bagaimana caranya. Dokter harus mengusahakan yang terbaik untuk saya”.

Dokter kecantikan tersebut akhirnya memutuskan untuk memeriksa Balqis. Setelah memeriksa pasiennya tersebut, justru dokter tersebut menggeleng-gelengkan kepala. Dokter pun mengatakan bahwa ternyata kondisi kesehatan Balqis justru sudah sangat parah. Bahkan usia hidup Balqis tidak sampai 2 minggu.

Mendegar hal tersebut, membuat Balqis terkejut dan histeris. Ia pun menangis keluar dari klinik kecantikan sang dokter. Namun, 2 minggu kemudian Balqis kembali ke klinik dan memaki-maki dokter tersebut. “Dokter bohong. Kata dokter usia saya tidak sampai 2 minggu. Sekarang sudah lebih dari 2 minggu tetapi saya masih hidup”, kata Balqis.

Dokter tersebut justru tersenyum pada pasiennya dan berkata, “Sungguh ajaib, nona Balqis. Apa yang sudah Anda lakukan selama 2 minggu ini hingga tubuh Anda menjadi langsing seperti ini?”. Akhirnya, Balqis pun menceritakan apa yang ia lakukan selama 2 minggu terakhir.

“Karena memikirkan apa kata dokter, saya jadi tidak selera makan selama 2 minggu ini”, kata Balqis. Kemudian dokter pun meresponnya. “Nah, nona Balqis selamat menikmati tubuh ideal Anda. Itulah tips diet paling mujarab bagi Anda”.

Contoh Teks Anekdot Menyindir Guru

Contoh Teks Anekdot Menyindir Guru

Teks anekdot juga bisa berisikan sindiran terhadap profesi tertentu, seperti halnya guru. Biasanya teks tersebut berisi kritikan maupun sindiran terhadap kegiatan pembelajaran di kelas, baik itu berupa sikap guru maupun segala hal yang berkaitan dengannya. Berikut adalah contoh teks anekdot panjang yang berisi sindiran terhadap guru.

Kantin Sekolah

Pada suatu pagi, seorang guru terlihat sedang mengabsen murd-muridnya di kelas. Ia mulai menyebutkan nama siswanya satu persatu-satu.

Bu Guru           : Ahmad Bagus?

Ahmad             : Hadir, bu.

Bu Guru           : Bella Irma?

Bella                : Hadir, bu.

Bu Guru           : Candra Sasongko?

Ahmad             : Tidak tahu, bu. Sepertinya Candra masih di luar kelas.

Tidak lama kemudian, Candra masuk ke kelas.

Candra             : Permisi, bu. Apakah saya bisa masuk ke kelas?

Bu Guru           : Darimana saja kamu, Candra?

Candra             : Maaf bu, barusan saya membeli sarapan di luar.

Bu Guru           : Beli sarapan? Lho, kenapa kamu harus keluar sekolah? Kan ada kantin.

Candra             : Itu bukan kantin, bu. Tapi gudang.

Mendengar perkataan Candra, seisi kelas pun tertawa. Padahal ekspresi Candra biasa saja.

Bu Guru           : Maksud kamu apa Candra? Kita sudah beruntung memiliki kantin di sekolah.

Candra             : Tapi, kantin itu terlalu kotor bu. Saya tidak bisa makan disana.

Bu Guru tersindir dengan ucapan Candra. Namun, ia juga tidak menyalahkan ucapan Candra. Semua hal yang dikatakan Candra memang benar.

Bu Guru           : Ya, memang betul sih kantin sekolah kita sempit dan kotor. Kebersihan kantin memang tidak sepenuhnya diperhatikan oleh pihak sekolah. Karena itu, kenapa kalian tidak menjaga kebersihan kantin?

Kemudian, Bu Guru membuat jadwal piket untuk membersihkan kantin sekolah. Tidak lupa, Bu Guru mengusulkan perbaikan kantin sekolah kepada pihak Kepala Sekolah. Sementara itu, proses pembelajaran di kelas kembali berlangsung dengan tenang.

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Dunia pendidikan memang menjadi lingkungan paling sering mendapatkan kritikan atau sindirian baik secara langsung maupun tidak langsung. Sindirian terhadap dunia pendidikan secara tidak langsung biasanya termuat dalam teks anekdot. Contoh teks anekdot panjang tentang dunia pendidikan di antaranya sebagai berikut.

Sekolah Internasional

Pada suatu hari di sebuah kelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), seorang guru sedang berbicara dengan murid-muridnya. Guru tersebut memberikan pengumuman kepada murid-murid di kelas tersebut.

Guru    : Murid-murid sekalian. Ada kabar gembira untuk kita semua. Tidak lama lagi, sekolah kita akan menjadi SBI atau Sekolah Bertaraf Internasional. Untuk menyambut rencana tersebut, sekarang saya akan bertanya kepada kalian semua. Apa yang akan kalian persiapkan untuk menyambut rencana tersebut?

Seisi kelas masih diam.

Guru    : Barangkali Paul mau coba menjawabnya?

Paul     : Saya akan banyak belajar bahasa Inggris supaya saya semakin pintar.

Guru    : Wah, bagus sekali Paul. Selanjutnya, bagaimana dengan Gagah?

Gagah : Harus siap uang, bu!

Mendengar pendapat Gagah, membuat Guru kembali bertanya padanya.

Guru    : Coba jelaskan Gagah, kenapa kamu harus siap uang?

Gagah : Ya jelas, bu. Soalnya kalau sekolah kita sudah berganti status menjadi SBI pasti bianya juga akan berubah lebih mahal lagi. Sekarang saja biaya sekolah disini sudah mahal. Bagaimana nanti?

Guru    : Lho, jawabanmu kok seperti itu. Kita seharusnya bangga karena sekolah kita sebentar lagi berganti status menjadi SBI yakni Sekolah Bertaraf Internasional yang berarti bahwa sekolah kita sudah sama seperti sekolah-sekolah lain di luar negeri.

Gagah : Tapi menurut pendapat saya SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional melainkan Sekolah Bertarif Internasional.

Seisi kelas pun tertawa mendengar perkataan Gagah. Guru hanya tersenyum dan tidak membalas perkataan Gagah. Akhirnya, Guru tersebut pun mulai membahas pelajaran hari ini agar kelas menjadi kondusif seperti semula.

Contoh Teks Anekdot Sosial Panjang

Contoh Teks Anekdot Sosial Panjang

Teks anekdot sosial adalah sebuah teks anekdot yang menyinggung persoalan kehidupan sosial. Di dalamnya memuat sindiran maupun kritik terhadap kehidupan sosial sehari-hari yang ada di masyarakat luas. Adapun contoh teks anekdot panjang yang berkaitan dengan kehidupan sosial sehari-hari di antaranya ialah sebagai berikut.

Makan Rumput

Beberapa hari yang lalu Pak Prasojo sedang mengendarai Ferarrinya untuk pergi mengunjungi temannya di luar kota. Namun di perjalan Pak Prasojo merasa heran ketika melihat seorang ibu-ibu sedang makan rumput di pinggir jalan. Selama ini Pak Prasojo tahunya manusia hanya makan nasi, bukan makan rumput. Akhirnya, Pak Prasojo memutuskan untuk menghentikan laju mobilnya dan menghampiri ibu tersebut.

Pak Prasojo pun bertanya kepada ibu tersebut. “Maaf, bu. Kenapa ibu makan rumput?”. Dengan wajah memelas, ibu tersebut pun menjawab pertanyaan Pak Prasojo. “Saya lapar, pak. Tapi, saya tidak punya uang untuk membeli makanan. Mendengar jawaban tersebut, Pak Prasojo pun merasa iba. Ia pun meminta ibu pemakan rumput itu untuk naik ke dalam mobil mewahnya.

Akan tetapi, ibu pemakan rumpu tersebut justru menolak permintaan Pak Prasojo. “Maaf, pak. Saya tidak bisa naik ke dalam mobil. Saya punya tujuh anak di rumah dan sama-sama sedang makan rumput”, jelas ibu tersebut. Pak Prasojo langsung menjawab, “Bawa saja ke tujuh anak ibu”.

Seketika ibu tersebut menjadi girang setelah mendengar jawaban Pak Prasojo. Ia pun memanggil semua anak-anaknya untuk naik ke mobil mewah Pak Prasojo. Ketika berada di dalam mobil, anak-anak tersebut pun menjadi senang bukan kepalang. Akhirnya, mereka bisa naik mobil mewah seperti yang dimiliki oleh Pak Prasojo.

Di perjalanan salah satu anak tersebut bertanya kepada Pak Prasojo. “Bapak akan mengajak kami kemana?”. Pak Prasojo menjawab pertanyaan si anak, “Tentu saja saya akan membawa kalian ke rumah saya”, jawab Pak Prasojo dengan ramah. Mendengar jawaban Pak Prasojo membuat anak-anak tersebut menjadi bertambah girang.

“Memangnya kenapa bapak mau membawa kami ke rumah?”, tanya salah satu anak. Semua nampak antusias mendengar jawaban Pak Prasojp yang sedang sibuk menyetir. “Tentu saja karena rumput di rumah saya sudah mulai panjang-panjang. Kalian bisa memakan rumput-rumput tersebut sepuas kalian!”.

Contoh Teks Anekdot Politik Panjang

Contoh Teks Anekdot Politik Panjang

Politik tidak pernah luput dari sorotan publik. Maka dari itu tidak heran jika politik merupakan salah satu bidang yang paling banyak dimuat dalam teks anekdot. Seperti sayur kurang garam, kurang afdhol rasanya jika seharian tidak membahas tentang politik. Berikut ini adalah contoh teks anekdot panjang tentang politik yang bisa Anda simak.

Penjaja Kue dan Kantor DPR

Pak Kardun dan Bu Kardun sedang bekerja menjajakan kue dagangannya dengan berkeliling kota. Hari itu, Jakarta sedang panas sekali dan dagangan mereka masih begitu banyak. Melihat hal tersebut, membuat Pak Kardun dan Bu Kardun menjadi lelah seketika.

Keduanya pun duduk di trotoar jalan dan melamum. Berbagai macam pikiran bergelanyut di kepala mereka. Kenaikan sembako, SPP anak, tunggakan uang kontrakan, uang makan hari ini dan masih banyak lagi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Mereka kemudian melihat ke gedung bertingkat yang ada di seberang mereka. Terlihat beberapa orang berpakaian rapih dan necis nampak keluar masuk ke gedung tersebut. Melihat pemandangan tersebut membuat Bu Kardun berkomentar. “Lihat nasib kita, pak. Bekerja seharian saja belum tentu bisa dapat uang. Kuenya habis pun belum tentu bisa balik modal dan tenaga yang kita gunakan”.

“Lihatlah mereka, pak. Sudah rapih, necis begitu . Kerjaan mereka juga di ruangan full AC. Nyaman dan tidak panas. Mereka tentu tidak susah-susah seperti kita. Mereka juga tidak repot memikirkan kebutuhan harian karena pastinya sudah tercukupi dengan gaji mereka. Mereka kemana-mana didanai. Bahkan kalau perlu ke toilet saja didanai”.

“Mereka sendiri kan yang sudah membuat aturan BBM naik tanpa memperhatikan rakyat kecil seperti kita. Satu kali tanda tangan saja, bisa merubah segalanya. Padahal kerjaan mereka cuma duduk dan bergunjing saja. Disuruh rapat malah tidur!:, ucap Bu Kardun kesal sambil menunjuk tulisan di depan gedung mewah tersebut yang bertuliskan Kantor DPR RI.

Contoh Teks Anekdot Pelayanan Publik

Contoh Teks Anekdot Pelayanan Publik

Pelayanan publik ialah salah satu hal yang tidak jarang dikritik oleh berbagai kalangan. Salah satunya adalah dengan menggunakan media teks anekdot. Teks anekdot yang memuat kritik terhadap pelayanan publik biasanya erat kaitannya dengan kejadian sehari-hari seperti di puskesmas, kantor polisi, kelurahan dan sebagainya. Adapun contoh teks anekdot panjang tentang pelayanan publik ialah sebagai berikut.

Tilang

Malam itu Pak Paino sedang pergi jalan-jalan menaiki motornya untuk membeli bakso. Ia mengendarai motornya melewati Jalan Kenanga yang terang karena sorot lampu jalan. Akan tetapi, tiba-tiba Pak Paino dikejutkan dengan bunyi peluit dari seorang polisi yang tidak jauh darinya. Ia merasa sangsi karena pada malam hari biasanya tidak ada razia. Meski demikian, akhirnya ia menghentikan laju motornya.

Pak Paino memarkirkan motornya di pinggir jalan. Tidak lama berselang polisi yang sama juga memarkirkan motornya di dekat motor Pak Paino. Dengan raut wajah kesal, Pak Paino bertanya kepada polisi muda tersebut. “Ada apa, pak? Kenapa saya diberhentikan begini?”, tanya Pak Paino penasaran dengan perlakukan polisi tersebut.

“Mohon maaf karena telah mengganggu laju kendaraan bapak. Namun, perlu bapak ketahui bahwa lampu bapak tidak menyala. Ini malam hari, pak. Sangat berbahaya jika bapak tidak menyalakan lampu motor bapak. Bahkan peraturan baru sekarang saja setiap kendaraan yang melaju di siang hari harus menyalakan lampu depan”, jelas polisi tersebut.

“Loh, pak. Ini kan Jalan Kenanga. Apa bapak tidak lihat di sini banyak lampu jalan yang menyala? Untuk apa saya harus menyalakan lampu motor saya? Sudah terang benderang begini, kok!”, ujar Pak Paino tidak mau kalah. Namun polisi tersebut juga tidak mau kalah begitu saja dengan argumen Pak Paino. “Tetap saja, pak. Menyalakan lampu motor pada saat berkendara itu hukumnya wajib”.

Pak Paino jelas merasa tidak terima dengan pernyataan polisi. Namun, tiba-tiba polisi tersebut justru menunduk dan menarik penutup kecil ban motor Pak Paino. Tentu saja hal tersebut membuat ban motor Pak Paino kempis. “Kenapa bapak kempesin ban motor saya?”, tanya Pak Paino panik. “Tidak perlu panik, pak. Di sini banyak angin. Tinggal gunakan saja angin yang ada di sekitar sini untuk ban motor bapak”.

Polisi tersebut pun meninggalkan Pak Paino dan urung menilangnya. Sementara itu, Pak Paino menjadi kebingungan karena ban motornya kempis. Pak Paino pun menyesali jawabannya yang sembarangan. Ia berjanji tidak akan lagi mengulangi hal yang sama.

Contoh Teks Anekdot Pejabat

Contoh Teks Anekdot Pejabat

Di negara ini pejabat seolah-olah menjadi sebuah simbol pengkhianatan yang ada pada persepsi masyarakat luas. Tidak heran jika pejabat mendapatkan begitu banyak kritik dan sindiran. Selain termuat dalam karikatur, sindiran terhadap pejabat juga bisa termuat dalam teks anekdot. Adapun contoh teks anekdot panjang yang berkaitan dengan pejabat ialah seperti berikut.

Kursi Amnesia

Sinta dan Dini adalah sahabat karib. Pada suatu sore kedua keduanya sedang duduk di depan teras rumah Sinta untuk menunggu tukang siomay lewat. Karena merasa bosan, keduanya lantas bermain tebak-tebakan. Yang mendapatkan giliran pertama adalah Sinta. “Din, kursi apa yang bisa membuat orang amnesia?”, tanya Sinta semangat.

Dini berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Sinta. “Kursi mobil!”, jawab Dini. “Kenapa kursi mobil?”, tanya Sinta. “Karena kalau kita duduk di mobil dan mobilnya kecelakaan, nanti kita bakalan amnesia. Mendengar jawaban Dini, membuat Sinta mengangguk-angguk. Sayangnya, bukan itu jawaban yang diinginkan Sinta.

“Jawabanmu salah”, kata Sinta. “Hah? Terus apa jawaban yang benar, Sin?”, tanya Dini. Jawaban yang benar adalah kursi DPR”, jawab Sinta. “Kenapa bisa kursi DPR?”, tanya Dini. “Heh, Dini. Anggota DPR sebelum duduk di kursi DPR banyak sekali membuat janji kampanye. Kamu lihatlah seperti bapaknya Audi. Nah, sewaktu sudah duduk di kursi DPR, mendadak mereka jadi amnesia. Benar kataku, kan?”.

“Kamu ingat janji bapaknya Audi sebelum jadi anggota DPR? Dia mau memberikan program pendampingan kesehatan lansia di RT ini. Tapi, setelah beberapa lama duduk di kursi DPR eh dia jadi lupa sama janjinya”. Mendengar jawaban Sinta, Dini pun tertawa terbahak-bahak.

Contoh Teks Anekdot Hukum

Contoh Teks Anekdot Hukum

Bukan hanya mengandung tema politik dan sosial saja, akan tetapi teks anekdot juga banyak mengandung sindirian tentang hukum. Biasanya sindiran maupun kritikan tentang hukum tersebut berasal dari kejadian yang ada di lingkungan masyarakat pada umumnya. Berikut adalah contoh teks anekdot panjang tentang hukum yang bisa Anda cermati.

Nasib Maling Sandal Dadakan

Budi baru saja makan bakso di tempat Pak Bambang. Usai mengobrol sejenak dengan Pak Bambang, ia pun pulang ke rumah mengendarai sepeda motornya. Sebenarnya, perjalanan dari warung bakso Pak Bambang dengan rumah Budi tidak begitu jauh. Namun, karena malas ia memutuskan untuk naik motor saja.

Di tengah perjalanan menuju rumahnya, sepeda motor yang dikendarai Budi justru terserempet oleh sepeda motor lainnya. Pengendara motor yang menyerempet Budi lantas langsung melarikan diri. Budi meneriaki penyerempetnya dengan kesal. Beruntung, ia tidak mengalami lecet sedikitpun. Sayangnya, sandal baru yang dipakainya rusak. Tali sandal jepit tersebut putus begitu saja.

Budi berdecak kesal. Seketika ia menjadi khawatir karena jika pulang nanti, ia akan dimarahi oleh ibunya. Ibu Budi memang sangat galak dan suka marah-marah. Oleh karena itu, Budi berniat tidak mau pulang tanpa sandal. Terlebih lagi uangnya sudah habis untuk membeli bakso di tempat Pak Bambang tadi.

Sejenak kemudian, Budi melihat ke sekeliling tempat ia terserempet tadi. Ternyata tidak jauh dari tempat tersebut, ia menemukan masjid yang mana terpampang begitu banyak sandal di halaman tersebut. Sungguh kebetulan yang sangat menguntungkan bagi Budi. Terlebih lagi, ia melihat ada sepasang sandal yang bentuknya sangat mirip dengan sandal Budi yang putus.

Tanpa berpikir panjang, Budi pun langsung bergegas menuju masjid. Ia mencoba berhati-hati sebaik mungkin agar tidak ada orang yang melihat aksinya ketika mengambil sandal tersebut. Saat dirasa aman, Budi lekas mengambil sandal tersebut.

Sayangnya, tanpa sepengetahuan Budi ternyata ada yang mengetahui aksi jahatnya. Seorang jamaah masjid memergoki kelakuan Budi dan lekas melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Budi pun langsung diminta untuk menjalani persidangan.

Saat Budi menunggu giliran persidangan, ia pun melihat seorang koruptor sedang divonis hakim. Koruptor tersebut sudah melakukan korupsi sebanyak 5 miliar rupiah dan dijatuhi hukuman kurungan selama 10 hari. Sampai kemudian tibalah giliran Budi menjalani persidangan.

Hakim menyatakan bahwa Budi telah mencuri sandal seharga 30 ribu rupiah dan menyebabkan kerugian bagi pemilik sandal. Sementara itu, koruptor berhasil korupsi dana sebanyak 5 miliar rupiah yang kerugiannya dibagi-bagi ke seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 200 juta penduduk. Hal ini berarti setiap rakyat merugi sebanyak 25 rupiah.

Mendengar penjelasan dari hakim persidangan tersebut, membuat Budi merasa sedih dan menyesal. Budi merasa sedih dan menyesal mengapa ia tidak jadi koruptor saja.

Contoh Teks Anekdot Keluarga

Contoh Teks Anekdot Keluarga

Teks anekdot tentang keluarga bukan merupakan salah satu teks sindiran yang tidak lazim. Sekarang  ini terdapat begitu banyak teks anekdot tentang keluarga yang dimuat dalam media cetak maupun media online. Berikut ini adalah salah satu contoh teks anekdot panjang tentang keluarga yang dapat Anda simak sebagai hiburan.

Keliling Dunia

Sore jam 4, Mada sudah pulang dari sekolah. Siang tadi ia mendapatkan pelajaran Geografi dari Pak Kautsar yang membahas tentang negara-negara di dunia. Mada begitu penasaran apakah ibunya sudah pernah mengunjungi negara-negara di dunia atau belum. Mada mencari ibunya untuk menanyakan hal yang membuatnya penasaran tersebut.

Setelah dicari-cari ternyata ibunya sedang tiduran di atas kasur lantai dalam ruang keluarga. Ibu Mada nampak begitu sangat mengantuk setelah seharian bekerja. Namun, Mada nampak tidak memperdulikan hal tersebut. Mada justru bertanya pada ibunya, “Bu, ibu apakah sudah pernah berkeliling dunia?”. Ibu Mada pun menjawab, “ Ya, sudah pernah”.

Mendengar jawaban ibunya, membuat Mada semakin antusias. “Wow, jadi ibu sudah pernah pergi ke Inggris?”, tanya Mada lagi. Ibu Mada langsung menjawab, “Ya, sudah pernah”. Mada kembali berdecak kagum. Ia semakin antusias dengan persoalan keliling dunia ibunya. “Ibu sudah pernah ke Korea Selatan? Perancis? Afrika Selatan? Zimbabwe?”, tanya Mada dengan mata berbinar.

Merasa kesal dengan pertanyaan putrinya yang terus berlanjut, akhirnya ibu Mada pun naik pitam. Ia langsung beranjak dan memaki Mada. “Sudah, pergi sana. Mandi, ganti baju dan makan!”, teriak ibu Mada. “Tapi, aku masih ingin tahu”, jawab Mada memelas.

“Ibu sudah pernah keliling dunia. Ibu sudah pernah menginjak Perancis, Afrika Selatan, Korea Selatan, Zimbabwe bahkan Korea Utara sekalipun. Yang belum pernah ibu injak adalah mulut cerewetmu saja. Sekarang cepat lakukan perintah ibu sebelum sapu ijuk melayang!”, maki ibu. Mendengar hal tersebut, Mada pun segera ngacir pergi melaksanakan perintah ibunya.

Contoh Teks Anekdot Cinta

Contoh Teks Anekdot Cinta

Contoh teks anekdot tentang cinta merupakan salah satu jenis teks yang juga banyak dikonsumsi oleh publik. Teks anekdot tentang cinta dirasa cocok dijadikan sebagai hiburan maupun sindiran bagi para pengabdi cinta atau yang saat ini populer dengan istilah bucin (budak cinta). Adapun contoh teks anekdot panjang tentang cinta yang dapat Anda simak ialah seperti berikut.

Babak Belur

Aji sedang curhat kepada temannya, Wahyu. Menurut Aji, cinta yang ia peroleh tidak adil sama sekali. Pada mulanya, Wahyu malas mendengar curhatan Aji karena sudah bosan dengan cerita cintanya. Akan tetapi, pada akhirnya ia mau mendengar curhatan Aji setelah melihat wajah Aji babak belur demi memperjuangkan cintanya.

“Jadi, kenapa wajahmu jadi babak belur seperti ini?”, selidik Wahyu. “Dengarkan baik-baik ceritaku, Yu. Aku akan menceritakan semuanya padamu”, jawab Aji. Wahyu pun mulai memasang telinga untuk mendengar cerita dari Aji.

“Kamu lihat Eko, ia mempunyai pacar seorang perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit ternama kota ini. Pantas saja, sekarang Eko terlihat terawat dengan baik”, kata Aji membuat Wahyu mengangguk-angguk. “Nah, Kamu lihat si Doni. Sekarang pacarnya adalah seorang guru matematika. Pantas saja dia menjadi pintar sekarang”, lanjut Aji. Wahyu mengangguk-angguk menyetujui perkataan Aji.

“Lalu, biar aku tebak. Pasti pacarmu ini, seorang petinju kan? Atau ahli karate dan kungfu? Makanya mukamu jadi babak belur begini”, komentar Wahyu. Tapi, Aji justru menggelengkan kepalanya. “Salah. Pacarku adalah seorang desainer baju, Yu. Dia pintar sekali merancang berbagai macam baju-baju menarik”, ujar Aji memberitahu.

“Apa hubungannya desainer baju dengan mukamu yang babak belur begini? Setahuku, desainer baju mana bisa memukuli orang begini”, kata Wahyu. “Bukan pacarku yang membuat mukaku babak belur begini, Yu. Tapi…”, Aji menahan napas sebentar. “Tapi, apa ?”, selidik Wahyu. “Tapi, yang membuatku babak belur begini adalah suaminya, Yu”. Tanpa basa-basi, Wahyu justru memukuli wajah Aji.

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman

Jalinan pertemanan tidak selamanya berjalan indah. Tidak jarang timbulnya masalah membuat Anda membenci teman Anda. Salah satu penyebabnya terkait pacar bahkan hingga persoalan hutang. Berikut ini adalah salah satu contoh teks anekdot panjang yang berisi sindiran terhadap teman Anda. Dengan adanya sindiran dalam teks tersebut, kiranya dapat membuat teman Anda menjadi peka dan sadar.

Bayar Hutang

Di sebuah kampus, ada dua gadis yang berteman akrab yakni Irma dan Salma. Semenjak keduanya bersahabat, Irma sering meminta bantuan kepada Salma terutama soal uang. Irma sering meminjam uang kepada Salma, bahkan kepada teman-temannya yang lain.

Ketika sedang kesulitan dalam hak keuangan, Irma memang selalu meminta bantuan kepada teman-temannya. Namun, saat ditagih Irma justru menghindar. Bahkan, seringkali ia jauh lebih galak dibanding teman-temannya yang menagih hutang.

Pada suatu hari, Salma harus mengerjakan tugas-tugas kampusnya yang menumpuk dalam waktu tiga hari. Salma bingung menyelesaikan seluruh tugas-tugasnya karena di saat bersamaan ia ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggal.

Di tengah kebingungan tersebut, Irma datang kepada Salma. Ia ingin kembali meminjam uang kepada Salma. Entah, ini sudah kali berapa Irma meminjam uang kepada Salma. “Sal, bolehkah aku meminjam uang padamu lagi?”, minta Irma dengan nada memelas. “Berapa Ir?”, tanya Salma. “Tidak banyak kok, Sal. Cuman satu juta saja”, kata Irma membuat Salma terkejut.

“Banyak sekali, Ir? Hutangmu saja sudah lebih dari jumlah uang yang mau kamu pinjam ke aku. Sekarang kamu mau pinjam lagi?”, tanya Salma dengan nada ketus. “Duh, maaf deh. Tapi, kali ini aku benar-benar butuh uang. Nanti aku segera kembalikan kok. Sekalian sama hutang-hutangku yang kemarin”, ujar Irma.

Sejenak kemudian, Salma mempunyai inisiatif. “Begini saja. Kamu kerjakan tugasku selama 3 hari ini, nanti aku akan pinjamin kamu uang. Setuju? Kebetulan aku ada acara keluarga yang tidak bisa aku tinggalkan”, kata Salma. Sambil menghela napas Irma menyetujui permintaan Salma, “Baiklah”.

Tiga hari kemudian, Irma mendatangi kelas Salma untuk menyerahkan tugasnya sambil meminta uang pinjaman. “Sal, ini tugasmu sudah selesai. Jadi, mana uang pinjamanmu?”, minta Irma tanpa basa-basi. Sambil menerima tugas yang diberikan Irma dan memeriksanya, Salma berbicara kepada Irma. “Sebelumnya, maaf ya Ir. Coba sekarang hitung terlebih dahulu berapa jumlah hutangmu?”.

“Maksudnya?”, selidik Irma. “Jumlah hutangmu bahkan lebih dari satu juta.  Nah, anggap saja aku ini teman yang paling pengertian padamu. Jadi, tugas-tugasku yang kamu kerjakan ini sudah kua anggap sebagai pelunas hutang-hutangmu selama ini. Daripada kamu harus mengembalikannya dalam bentuk uang yang aku tidak tahu kapan kamu bisa mengembalikannya padaku. Impas, ya?”, ujar Salma.

Mendengar perkataan Salma, membuat Irma hanya diam. Walaupun dalam hati, Irma tersindir luar biasa. Terlebih lagi di kelas tersebut banyak teman yang mendengar perkataan Salma.

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Contoh teks anekdot tentang kesehatan seringkali Anda jumpai di berbagai macam media. Salah satunya adalah melalui media online. Teks anekdot tentang kesehatan tersebut seringkali memuat kritikan maupun sindiran terkait instansi kesehatan, petugas medis, pasien hingga obat-obatan. Berikut ini adalah contoh teks anekdot panjang tentang kesehatan yang nampaknya bisa mengocok perut Anda.

Obat Sakit Maag

Seorang anak dan ayah hari ini tengah melaksanakan ibadah puasa arafah. Karena jam sudah menunjukkan pukul empat sore, keduanya merasa cukup lemas dan hanya bisa duduk sambil menikmati acara televisi.

Keduanya asyik menonton sinetron sambil mengomentari adegan demi adegan yang terjadi dalam sinetron tersebut. Sampai beberapa saat kemudian televisi tersebut menayangkan iklan tentang produk obat sakit kepala yang mempunyai slogan Dapat Diminum Sebelum Makan.

Setelah acara televisi berganti, tiba-tiba ayah merasa sakit pada bagian perutnya. Ayah menduganya sebagai sakit maag. Sakit yang dirasakan ayah semakin berat hingga akhirnya ia meminta sang anak untuk membelikannya obat. Anak tersebut pun segera keluar rumah menuju warung terdekat untuk membeli obat sakit maag yang diminta ayahnya.

Sesampainya di rumah, sang anak pun memberikan obat tersebut kepada ayahnya. Tanpa menunggu lama, ayah pun meminum obat tersebut. Sang anak yang melihat ayahnya meminum obat merasa heran dan bingung. Kemudian, ia bertanya kepada ayahnya, “Kenapa ayah meminum obat maag? Kan hari ini kita sedang berpuasa?”.

Dengan entengnya, ayah pun menjawab pertanyaan anaknya, “Inilah kehebatan dari obat maag ini, anakku. Dapat diminum sebelum makan”.

Contoh Teks Anekdot Hewan Peliharaan

Contoh Teks Anekdot Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan juga tidak luput dari tema yang kerap dimuat dalam sebuah teks anekdot. Hewan peliharaan adalah salah satu tema yang paling anti mainstream untuk menjadi pokok cerita dari sebuah teks anekdot. Berikut ini adalah salah satu contoh teks anekdot panjang yang mengusung tema hewan peliharaan.

Burung Beo Usil

Agung, Ageng dan Burhan adalah tiga sahabat karib sejak masih kecil. Mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama. Hingga pada suatu hari saat bermain, ketiganya memiliki niat untuk bertemu dengan seekor burung beo peliharaan salah satu tetangga mereka yang tinggal di sudut gang.

Burung beo tersebut memang unik. Setiap ada orang yang melewatinya, burung tersebut selalu menyebutkan nama-nama warna. Agung, Ageng dan Burhan curiga bahwa bisa jadi burung beo tersebut menyebutkan warna baju orang-orang yang mereka lihat. Karena itulah, ketiga sahabat tersebut pun sepakat untuk mengenakan kaos yang sama saat menemui burung beo tersebut.

Benar saja saat mereka bertemu dengan burung beo tersebut, langsung saja burung beo berkata, “Putih, putih, putih”. Mendengar perkataan burung beo tersebut membuat Agung, Ageng dan Burhan berdecak kagum. Keesokan harinya, mereka kembali mengenakan kaos yang sama saat bertemu dengan burung beo milik tetangga mereka tersebut.

Burung beo pun berkata, “Kuning, kuning, kuning”. Mereka kembali berdecak kagum mendengar perkataan burung beo tersebut. Hingga sesaat kemudian, Agung mempunyai ide cukup konyol. “Bagaimana kalau besok kita tidak pakai kaos? Pakai celana saja? Kira-kira burung beo ini mau merespon seperti apa, ya?”. Ageng dan Burhan menyetujui ide tidak masuk akal Agung.

Keesokan harinya, Agung, Ageng dan Burhan menemui burung beo tersebut tanpa mengenakan kaos seperti yang diucapkan Agung kemarin. Sesaat, ketiga sahabat tersebut merasa girang dan tertawa melihat ekspresi kebingungan si burung beo. Akan tetapi, sesaat kemudian burung beo tersebut berkata kepada ketiganya, “Kurus, kurus, gendut”.

Mendengar perkataan burung beo tersebut, ketiganya langsung marah-marah. Terutama Agung yang memiliki postur tubuh gemuk bak pesumo Jepang.

Contoh Teks Anekdot Lingkungan Sekitar

Contoh Teks Anekdot Lingkungan Sekitar

Alam sekitar selalu menarik untuk dibahas lebih jauh. Selain kerap dibahas dalam suatu forum diskusi, alam sekitar atau lingkungan juga bisa dimuat  dalam suatu teks bacaan seperti teks anekdot. Contoh teks anekdot panjang bertema lingkungan atau alam sekitar berikut kiranya dapat menjadi referensi maupun hiburan bagi Anda.

Tukang Sapu

Pada suatu hari, seorang tukang sapu jalanan sedang melakukan pekerjaannya. Ia sedang menyapu halaman sebuah gedung perkantoran dengan sangat hati-hati dan bersih. Tidak lama kemudian, seorang pria dengan penampilan modisnya melewati halaman tersebut sambil membuang sampah di depan tukang sapu.

“Hei, anak muda. Saya sedang menyapu. Apa kamu tidak melihatnya? Saya sedang bekerja demi menghidupi keluarga saya di rumah”, kata si tukang sapu. Namun, pria yang membuang sampah tadi hanya diam walaupun sudah berbalik badan.

“Nak, bisa tidak kalau mau buang sampah di tempat sampah saja? Kan halaman ini sudah saya sapu”, kata tukang sapu. Sekonyong-konyong pria yang membuang sampah tersebut nampak kebingungan. “Oh, maaf pak. Saya kira ini tadi tempat sampah. Wah, sepertinya saya sudah berhalusinasi”, kata pria tersebut dengan polos.

“Kamu dikasih tahu malah ngeyel”, kata tukang sapu. “Sungguh pak. Saya kira halaman ini tempat sampah. Makanya saya buang sampah disini. Saya baru sadar ketika bapak menegur saya barusan. Maaf, pak”. Setelah mendengar penjelasan tersebut, tukang sapu pun pergi meninggalkan pria pembuang sampah. Ia pun bergumam, “Huh, ada-ada saja manusia zaman sekarang”.

Contoh Teks Anekdot Adik dan Kakak

Contoh Teks Anekdot Adik dan Kakak

Hubungan persaudaraan antara adik dan kakak tidak selalu baik-baik saja. Karena alasan tersebut, maka tidak heran jika sindiran tentang hubungan persaudaraan tersebut dimuat dalam berbagai macam media yang bisa Anda jumpai sehari-hari. Salah satunya dimuat dalam teks anekdot. Contoh teks anekdot panjang tentang adik dan kakak di antaranya ialah sebagai berikut.

Adik dan Kakak

Pada suatu malam, seorang adik dan kakak sedang menonton sebuah variety show dari stasiun televisi terkenal. Pada saat menonton acara tersebut, keduanya saling berkomentar mengeluarkan pendapat mereka sendiri-sendiri. Variety show tersebut sedang membahas perkumpulan istri-istri pebisnis dan pejabat kaya Indonesia yang sedang berlibur ke Bayern.

“Lihatlah, dik. Pakaian dan aksesoris yang mereka pakai semua mempunyai harga mahal. Judith Leiber, Louis Vuitton, Chanel, Gucci, Dior, Prada, Armani”. Adik pun mengomentari pendapat kakaknya, “Memangnya kenapa kak? Bukanya itu hak mereka, ya? Mau memakai merk mahal, merk internasional kan itu hak mereka. Sesuai kelaslah”.

“Iya sih berkelas. Tapi, coba lihat dik. Lihat gaya rambut mereka. Ya ampun, warnanya persis seperti warna rambutnya member SNSD. Apa mereka tidak sadar umur, ya? Tidak seharusnya kan istri pejabat dan pebisnis kaya seperti itu”, komentar kakak.

“Kakak sebegitu ngefansnya sama SNSD ya? Padahal semua orang berhak punya rambut blonde. Apa jangan-jangan kalau aku mengecat rambut seperti itu, kakak juga akan mengomentariku pedas?”, tanya adik. Sang kakak langsung mengangguk sambil kembali menonton variety show yang ada di televisi tersebut.

Contoh Teks Anekdot Transportasi Online

Contoh Teks Anekdot Transportasi Online

Transportasi online adalah salah satu mode transportasi publik yang paling banyak dibicarakan saat ini. Inovasi mode transportasi ini nampaknya tidak semulus bayangan banyak orang. Tidak sedikit hal yang bisa dikritik dari mode transportasi ini. Kritik maupun sindiran tersebut bisa Anda jumpai melalui teks anekdot. Berikut ini adalah contoh teks anekdot panjang tentang transportasi online.

Taksi Online

Dua sahabat karib Resmi dan Lisa pulang larut setelah menyelesaikan tugas yang akan mereka presentasikan besok di depan kelas mata kuliah psikologi pendidikan. Untuk menuju ke kos, keduanya pun memutuskan untuk memesan taksi onlie melalui aplikasi yang sudah terinstal di ponsel Lisa. Tidak berselang, taksi online yang mereka pesan pun sampai di depan gedung kampus.

Resmi dan Lisa langsung masuk ke dalam mobil. “Sesuai aplikasi, ya pak. Ke Condongcatur gang Bakso Solo”, kata Lisa. Sopir taksi online tersebut hanya mengangguk dan langsung mengemudikan laju kendaraannya.

Sepanjang perjalanan pulang tersebut, tidak ada satupun percakapan yang terjalin baik antara Resmi dan Lisa maupun dengan sopir taksi online tersebut. Bisa jadi karena mereka sama-sama lelah setelah seharian beraktivitas. Terlebih lagi sekarang sudah jam sembilan malam. Jadi, setengah jam lamanya suasana dalam mobil tersebut hening.

Hingga tiba-tiba Lisa ingat sesuatu. Ia ingat uang tunai yang ada di dalam dompetnya tidak cukup untuk membayar ongkos taksi. Terlebih lagi ia juga tidak punya saldo dompet digital. Lisa pun mempunyai inisiatif. Seketika ia menepuk pundak sopir taksi online dengan maksud untuk mampir ke ATM link terdekat guna mengambil uang tunai.

Akan tetapi, mendadak sopir taksi tersebut justru membanting setirnya ke kanan dan ke kiri jalan sambil terus berteriak histeris dan berdzikir. Lisa dan Resmi pun tidak kalah panik dengan ikut berteriak histeris. Beruntung tidak banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan tersebut. Sampai akhirnya, sopir taksi online tersebut pun memarkirkan mobilnya di tepi jalan dengan terburu-buru.

Ketiga orang yang berada di dalam mobil tersebut pun sama-sama keluar. Sampai akhirnya si sopir taksi online sadar sesuatu. “Astaga. Maaf mbak. Mbak tadi yang nepuk saya kan? Ya ampun, saya sudah kaget setengah mati”, kata sopir taksi online. “Lah, masa ditepuk pundaknya saja sudah kaget seperti itu sih, pak?”, tanya Lisa.

“Maaf, mbak. Soalnya ini kali pertama saya menjadi sopir taksi online”, kata si sopir taksi online. “Lah, memangnya sebelum ini pekerjaan bapak apa?”, tanya Resmi. “Selama 25 tahun lamanya saya jadi sopir mobil jenazah, mbak”.

Beberapa contoh teks anekdot panjang tersebut kiranya dapat bermanfaat bagi Anda, terutama yang masih merasa bingung dengan teks anekdot. Di samping itu, diharapkan contoh teks tersebut juga bisa menjadi hiburan tersendiri bagi Anda.

15 Contoh Teks Anekdot Panjang (Sosial, Pendidikan, Sosial, Lucu)

Leave a Reply