Bacaan Doa Ayat Kursi Bahasa Arab, Latin, Keutamaan serta Artinya 1

Bacaan Doa Ayat Kursi Bahasa Arab, Latin, Keutamaan serta Artinya

Bacaan Doa Ayat Kursi – Membaca doa ayat kursi merupakan salah satu amal yang membawa manfaat bagi setiap pembacanya. Oleh sebab itu diupayakan setiap bacaan dari ayat kursi tidak terjadi kesalahan dari setiap pelafalannya. Hal ini penting karena setiap ayat yang dibaca salah akan mengandung makna yang berbeda. Maka dari itu bacaan doa ayat kursi sebaiknya Anda ketahui dengan baik.

Memahami setiap ayat, setiap lafadz huruf, hingga arti dari sebuah ayat adalah salah satu cara seseorang dapat membacanya lebih khusyu’. Seperti halnya jika Anda membaca ayat kursi. Ayat kursi seringkali diajarkan untuk menghindarkan diri dari gangguan syetan dan jin. Kemudian apakah ayat kursi memiliki keutamaan tersebut? Mari kita pelajari.

Mengenal Ayat Kursi

Mengenal Ayat Kursi

Ayat Singgasana atau yang seringkali dikenal dengan sebutan ayat kursi merupakan suatu ayat yang terdapat pada surat Al-Baqoroh. Pada Surat Al-Baqoroh, ayat kursi terletak pada ayat ke 255 dari 286 ayat pada surat yang memiliki makna ‘Sapi Betina’ ini. Ayat kursi memiliki makna akan keesaan dan kekuasaan Allah SWT yang tidak diragukan lagi.

Dalam ayat yang agung ini terdiri dari 170 huruf hijaiyah yang kemudian terrangkai menjadi 50 kata. Setiap kata dalam ayat kursi memiliki makna yang agung akan keesaan Allah. Oleh sebab itu setiap muslim yang hendak membacanya diharuskan untuk mengetahui secara seksama terlebih dahulu supaya tidak ada kesalahan makna.

Hal ini sesuai dengan keutamaan dalam Islam dalam melakukan setiap amal atau tindakan hendaknya didasari dengan ilmu terlebih dahulu. Seseorang yang melakukan amal tanpa didasari oleh ilmu justru akan lebih banyak membawa mudhorot bagi dirinya sendiri. Hal tersebut juga berlaku ketika Anda hendak mengamalkan doa ayat kursi. Apabila diamalkan tanpa ilmu, dikhawatirkan akan menjadi kesalahan yang berujung pada kesalahan fatal tanpa disadari.

Lafadz Bahasa Arab Ayat Kursi

Lafadz Bahasa Arab Ayat Kursi

Lafadz dalam Bahasa Arab ayat kursi berikut akan memudahkan Anda untuk dapat menghafal ayat yang mulia ini. Dengan mengetahui doa ayat kursi, Anda dapat dengan mantap untuk mulai mengamalkannya. Berikut lafadz Bahasa Arab yang wajib Anda cermati dan dibaca dengan tartil supaya hafal secara benar sesuai ilmu tajwidnya.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Hukum-Hukum Tajwid dalam Ayat Kursi

Hukum-Hukum Tajwid dalam Ayat Kursi

Ketika Anda telah mempelajari lafadz ayat kursi yang dituliskan menggunakan huruf hijaiyah dan Bahas Arab, rasanya belum cukup jika Anda belum memahami hukum-hukum tajwidnya. Memahami hukum-hukum tajwid ketika membaca Al-Qur’an hukumnya wajib. Hal ini berkaitan dengan keutamaan ilmu sebelum mengamalkannya. Anda pun demikian, sebelum memulai membaca dan mengamalkan ayat kursi, sebaiknya Anda mempelajari hukum-hukum tajwidnya.

Berikut adalah hukum-hukum tajwid dari ayat kursi akan diuraikan secara lengkap.

Lafadz Allah yang diawali dengan fathah maka dibaca tafhim (tebal) = اللهُ

Mad Jaiz Munfassil = اِلٰهَ لَا

Mad Thobi’i  = إِلَّا

Alif lam Qomariyah = الْحَيُّ هُوَ

Alif lam Qomariyah dan mad arid lissukun = الْقَيُّومُ

Mad Thobi’i = لَا

Mad Thobi’I = تَأْخُذُهٗ

Idgham Bighunnah = وَ سِنَةٌ

Mad Thobi’i  = لَا

Mad Layyin = نَوْمٌ

Mad Thobi’i = لَهٗ

Mad Thobi’i = مَا

Alif Lam Syamsiyah dan mad thobi’i = السَّمَاوَاتِ فِي

Mad thobi’i = وَمَا

Alif Lam Qomariyah = الْأَرْضِ فِي

Ikhfa’ = ذَا مَنْ

Mad Thobi’i = الَّذِي

Ikhfa’ = عِنْدَهٗ يَشْفَعُ

Mad Thobi’i = بِإِذْنِهٖ إِلَّا

Mad Thobi’i = مَا يَعْلَمُ

Mad Thobi’i = أَيْدِيهِمْ بَيْنَ

Mad Thobi’i = وَمَا

Alif lam Qomariyah = خَلْفَهُمْ

Mad Thobi’i = وَلَا

Mad Thobi’i dan mad arid lissukun = يُحِيطُونَ

Idghom Bighunnah dan Idhar khalqi = عِلْمِهٖ مِنْ بِشَيْءٍ

Mad Thobi’i = إِلَّا 

Mad Thobi’i = بِمَا

Mad wajib muttashil = شَاءَ

Ro’ sukun dibaca tafhim (tebal) = كُرْسِيُّهُ وَسِعَ

Alif lam syasiyah dan mad Thobi’i = السَّمَاوَاتِ

Alif lam qomariyah dan ro’ sukun dibaca tafhim = وَالْأَرْضَ

Mad Thobi’i  = وَلَا 

Mad Thobi’i  = يَئُودُهٗ

Mad Thobi’i = حِفْظُهُمَا

Alif lam Qomariyah = الْعَلِيُّ وَهُوَ

Alif lam Qomariyah dan mad arid lissukun = الْعَظِيمُ

Bacaan Latin Ayat Kursi

Bacaan Latin Ayat Kursi

Bagi Anda yang baru akan menghafal ayat kursi atau takut melakukan kesalahan saat membacanya, Anda dapat latihan membaca menggunakan bacaan latin ayat kursi. Hal ini bertujuan untuk membuat Anda lebih teliti dan benar ketika membaca lafadznya yang berbahasa Arab. Upayakan ketika Anda sedang berlatih membaca bacaan latin, Anda sertai dengan mencocokkan pada bacaan lafadz yang berbahasa Arab.

Tujuan membaca bacaan latin disertai dengan bacaan Bahasa Arab supaya Anda tidak bergantung terus menerus pada bacaan latin. Hal ini akan memudahkan Anda mengenal ayat-ayat lain tanpa harus mencari bacaan latinnya. Bacaan doa ayat kursi Bahasa Arab, Latin, Arti, Keutamaan (Lengkap) sebaiknya Anda cermati secara keseluruhan. Berikut bacaan latin Ayat kursi yang dapat Anda pelajari.

“ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM.”

Berdasarkan bacaan latin ayat kursi tersebut dapat diketahui bahwa penulisannya juga telah disesuaikan dengan hukum tajwidnya. Oleh sebab itu, bacaan latin ini tentu akan membantu Anda untuk lebih cepat lancar membaca ayat-ayat al-Quran khususnya ayat kursi.

Arti Ayat Kursi

Arti Ayat Kursi

Terkadang saat membaca ayat-ayat Al-Quran kita hanya mengejar kuantitas dalam bacaan. Seringkali yang menjadi target dalam membaca Al-Quran hanya sekedar cepat khatam 30 juz. Padahal Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia.

Apabila Anda telah lancar membaca ayat-ayat yang tertuang dalam kalimat-kalimata Bahasa Arab, alangkah baiknya jika Anda memahami arti dari ayat-ayat yang Anda baca. Begitu pula ketika Anda membaca dan menghafal ayat kursi. Melafalkan ayat kursi disertai pemahaman terhadap artinya dapat menambah kehusyu’an dalam bacaan. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kekuatan do’a yang Anda lafalkan bersama ayat kursi tersebut.

Adapun arti dari kalimat-kalimat yang termaktub dalam ayat kursi yakni sebagai berikut.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha tinggi lagi maha besar.”

Sesuai dengan sebutannya yaitu ayat kursi atau ayat singgasana, makna dari ayat kursi benar-benar menjelaskan tentang Keagungan dan Keesaan Allah SWT. Hal ini tergambarkan di setiap maknanya yang memuji dan menunjukkan kekuasaan-Nya. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk memahami maknanya dengan baik supaya ketika membaca ayat kursi dapat menambah keimanan di hati.

Baca Juga: https://sekolahnesia.com/doa-penutup-majelis/

Tafsir Ayat Kursi

Tafsir Ayat Kursi

Tidak hanya doa ayat kursi saja yang sebaiknya Anda pahami. Terdapat hal penting lainnya yang harus Anda pahami yaitu tafsir ayat kursi. Memahami makna tanpa memperdalam dengan tafsir tentu dikhawatirkan akan terjadi banyak kesalahpahaman atas apa yang Anda pahami. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui tafsir ayat kursi dari ulama-ulama yang tidak diragukan lagi ilmunya.

Salah satu tafsir yang seringkali menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin memahami isi dari Al-Quran adalah Tafsir Al-Jalalain. Tafsir Al-Jalalain merupakan kitab tafsir terkenal yang disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli dan dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi. Nama tafsir Al-Jalalain sendiri digunakan karena kitab ini disusun oleh dua ulama yang bernama Jalal.

Tafsir Jalalain ini tergolong lengkap dan lebih mudah dipahami. Oleh sebab itu kitab ini banyak menjadi rujukan. Berikut adalah tafsir ayat kursi menurut kitab tafsir Al-Jalalain.

“(Allah, tak ada Tuhan), artinya tak ada ma`bud atau sembahan yang sebenarnya di alam wujud ini, (melainkan Dia Yang Maha Hidup), artinya Kekal lagi Abadi (dan senantiasa mengatur), maksudnya terus-menerus mengatur makhluk-Nya (tidak mengantuk) atau terlena, (dan tidak pula tidur. Milik-Nyalah segala yang terdapat di langit dan di bumi) sebagai kepunyaan, ciptaan dan hamba-Nya. (Siapakah yang dapat), maksudnya tidak ada yang dapat (memberi syafaat di sisi-Nya, kecuali dengan izin-Nya) dalam hal itu terhadapnya. (Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka), maksudnya di hadapan makhluk (dan apa yang di belakang mereka), artinya urusan dunia atau soal akhirat, (sedangkan mereka tidak mengetahui suatu pun dari ilmu-Nya), artinya manusia tidak tahu sedikit pun dari apa yang diketahui oleh Allah itu, (melainkan sekadar yang dikehendaki-Nya) untuk mereka ketahui melalui pemberitaan dari para Rasul. (Kursinya meliputi langit dan bumi) ada yang mengatakan bahwa maksudnya ialah ilmu-Nya, ada pula yang mengatakan kekuasaan-Nya, dan ada pula Kursi itu sendiri yang mencakup langit dan bumi, karena kebesaran-Nya, berdasarkan sebuah hadis, “Tidaklah langit yang tujuh pada kursi itu, kecuali seperti tujuh buah uang dirham yang dicampakkan ke dalam sebuah pasukan besar (Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya), artinya memelihara langit dan bumi itu (dan Dia Maha Tinggi) sehingga menguasai semua makhluk-Nya, (lagi Maha Besar).”

Asbabun Nuzul Ayat Kursi

Asbabun Nuzul Ayat Kursi

Setiap ayat Al-Quran diturunkan dengan berbagai sebab yang dimaksudkan Al-Quran dapat menjadi petunjuk dan pelajaran. Tidak luput untuk ayat kursi yang merupakan ayat paling agung dalam Al-Quran. Doa ayat kursi dilengkapi dengan asbabun nuzul yang menjelaskan tentang peristiwa turunnya ayat.

Kala itu Rasulullah sedang melakukan perjalanan hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Dalam perjalanan Allah memerintahkan ribuan malaikat untuk mengantarkan wahyu berupa ayat kursi ini. Dikarenakan kemuliaannya, ayat kursi harus diiringi oleh ribuan malaikat atas perintah Allah SWT.

Pada saat itu, ketika malaikat menghantarkan ayat ini kepada Rasulullah para syaitan pun gempar dan tidak berani mendekat. Syaitan dan iblis mengetahui bahwa ayat ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu menghalangi mereka dari perbuatan jahatnya. Setiap siapapun yang membaca ayat ini akan terhindar dari godaan syetan yang berniat untuk menjerumuskan manusia.

Mengetahui kedahsyatan ayat ini, saat itu Rasulullah meminta Zaid bin Tsabit yang menjadi seorang juru tulis untuk mencatat ayat kursi dan menyebarkannya ke seluruh umat. Hal ini bertujuan supaya umatnya dapat dengan mudah mengamalkan ayat tersebut dan terhindar dari pengarus syetan untuk menjerumuskan manusia.

Nama-Nama Lain Ayat Kursi

Nama-Nama Lain Ayat Kursi

Sebagai ayat paling mulia yang ada di Al-Quran, ayat kursi tidak hanya memiliki 1 nama melainkan terdapat 93 nama. Nama-nama ini menggambarkan betapa Allah menurunkan ayat kursi tidak sekedarnya. Selain itu, nama-nama tersebut juga menjelaskan keagungan ayat kursi itu sendiri di dalam Al-Quran. Berikut adalah beberapa nama lain dari ayat kursi beserta maknanya.

1. Ayat Kursi (Ayat Kekuasaan)

Ayat ke-255 dari surat Al-Baqoroh ini disebut ayat kursi karena di dalamnya terdapat kalimat ‘kursi’. Kursi dalam hal ini menggambarkan singgasana atau kekuasaan Allah SWT yang Maha Berkuasa.

2. Ayat An-Na’ma (Ayat Pengembangan)

Terdapat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, bahwa suatu hari seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan mengadu bahwa di rumahnya tidak ada keberkahan. Maka Rasulullah bertanya “Dimana kau menempatkan ayat kursi itu? Tidak ada makanan dan lauk-pauk atau apapun juga yang kau bacakan ayat kursi kecuali Allah kembangkan keberkahan makanan dan lauk pauk itu”.

3. Ayat At-Tauhid (Ayat Pemurnian Allah)

Ketika membaca Al-Quran dapat mempertebal iman kita, maka begitu pula dengan ayat kursi. Mengapa demikian? Ayat kursi adalah ayat yang agung. Kalimat-kalimat dalam ayat kursi mengandung makna yang menggambarkan Keagungan dan Keesaan Allah. Ibnu Arabi berkata ” Mengapa Ayat Kursi disebut ayat yang paling agung ? Karena kandunganya yang sangat agung dan luar biasa.

Di dalamnya terkandung kalimat Tauhid ‘ Laa Ilaaha Illaa Huwa ‘. Kata ganti ” Huwa ” lebih dahsyat daripada lafzul jalalah ” Allah “. Zhamir ” Huwa ” menurut ahli thoriqoh lebih dekat di hati dan yang sangat dekat lagi adalah Zhamir ” Hu “. Bahkan Zhamir ” Hu ” itu sendiri adalah inti dari hati “. Membaca Ayat Kursi sama dengan mempertebal tauhid.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Rasulullah SAW bersabda ; ” Orang-orang yg mengucapkan ” Laa Ilaaha illallah ” tidak akan pernah meninggal dunia dalam keadaan menderita, juga pada saat dibangkitkan kembali “. Dari An-Nasaiburi, dari kakeknya berkata, dari Rasulullah SAW, dari Jibril as berkata ” sesungguhnya Allah berfirman ” Kaliamat laa ilaaha illallah adalah perlindungan-Ku, barangsiapa yang masuk dalam perlindungan-Ku dia akan selamat dari siksa-Ku “.

4. Ayat Al-Istijar (Ayat Penyelamat)

Ayat kursi dengan keagungan yang dikaruniakan ternyata juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya. Ayat kursi yang senantiasa dibaca dan diamalkan dapat menjadi penyelamat bagi umat manusia dari godaan syetan dan jin. Hal ini dapat diamalkan di setiap kondisi ketika kita merasa dalam pengaruh syetan atau jin.

Ketika hendak melakukan sesuatu yang dilarang agama, Anda dapat mencoba membaca ayat ta’awudz dilanjutkan dengan ayat kursi. Dengan keyakinan dan Izin Allah SWT insya Allah Anda akan terhindar dari perbuatan jahat atau berbuat jahat.

5. Ayat Dzarwah (Ayat paling Puncak)

Dzarwah memiliki arti puncak yang paling tinggi. Hal ini sangat berkaitan dengan ayat kursi yang merupakan ayat paling agung dalam Al-Quran. Ma’qal bin Yasar berkata, Rasulullah SAW berasbda ”Al-Baqarah adalah puncaknya Al-Quran dan puncaknya Al-Baqarah adalah Ayat Kursi. Dalam setiap ayat turun bersamanya 70.000 malaikat dan Ayat Kursi dikeluarkan dari gudang kekayaan Allah yang ada di bawah Arsy lalu digabung dengan Surat Al-Baqarah“.

Manfaat dan Keutamaan doa Ayat Kursi

Manfaat dan Keutamaan doa Ayat Kursi

Membaca doa ayat kursi dapat dijadikan sebagai media untuk berdzikir. Dengan membaca ayat paling agung dalam Al-Quran ini tidak hanya dapat menambah kekuakatn iman melainkan juga memiliki manfaat-manfaat lainnya.

Hal ini tentu sangat sesuai dengan logika. Apabila kita rajin mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan dengan mudah untuk melindungi kita dari marabahaya apapun. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika di setiap aktivitas Anda selalu melibatkan Allah dan berdzikir kepada-Nya. Salah satu cara dzikir yang mudah adalah dengan membaca ayat kursi.

Membaca ayat kursi di sela-sela kesibukan kita ternyata tidak hanya sekedar bacaan melainkan memiliki manfaat yang luar biasa untuk diri kita sendiri. Berikut manfaat dari ayat kursi.

1. Selalu dalam perlindungan Allah

Membaca bacaan ayat kursi membuat kita semakin dekat dengan Allah. Hal inilah yang akan membuat kita dilindungi oleh allah dari godaan syetan dan jin yang akan menjerumuskan kita dari segala perbuatan tercela.

2. Dilindungi dari godaan Syetan

Syetan adalah makhluk Allah yang tidak akan berhenti untuk menggoda manusia. Hal inilah yang seringkali sulit dihadapi oleh kita tanpa sadar. Oleh sebab itu sempatkanlah untuk membaca ayat kursi supaya kita selalu terhindar dari godaan syetan.

3. Pintu hikmah dan rezeki terbuka

Menurut kita Asraaul Mufidah, membaca ayat kursi minimal sebanyak 18 kali dalam sehari, maka Allah akan membukakan pintu hatinya untuk lebih peka terhadap hikmah-hikmah yang diberikan. Selain itu Allah juga akan membukakan pintu rezeki bagi pembacanya.

4. Memudahkan untuk menerima ilmu

Hal ini diungkapkan oleh Syeikh Abu abbas yang menjelaskan bahwa alangkah baiknya jika pencari ilmu (murid) membaca ayat kursi selama 50 kali. Selanjutnya ditiupkan ke air hujan yang kemudian diminum. Hal ini akan membantu pencari ilmu untuk memperoleh ilmu lebih mudah.

5. Dijaga selama perjalanan

Ketika dalam perjalanan, kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Kita hanya bisa berhati-hati, selalu waspada dan berdoa. Salah satu do’a untuk perjalanan yang dapat Anda amalkan adalah ayat kursi. Dengan membaca ayat kursi, Allah akan mudahkan perjalanan dan memberi perlindungan.

Baca Juga: https://sekolahnesia.com/rukun-sholat/

 

Kapan Ayat Kursi Sebaiknya Dibaca?

Kapan doa Ayat Kursi Sebaiknya Dibaca?

Memahami bacaan doa ayat kursi Bahasa Arab, Latin, Arti, Keutamaan (lengkap) kurang afdhol apabila Anda tidak mengamalkan secara langsung ilmu yang telah Anda ketahui. Setelah mengetahui seluruhnya, Anda dapat mulai membiasakan diri untuk dapat istiqomah membaca ayat Al-Quran khususnya ayat kursi.

Kapan sebaiknya Anda membaca ayat kursi? Membaca ayat kursi tidak ada ketntua khusus untuk waktunya. Anda dapat membaca ayat kursi kapan saja dan dimana saja. Namun terdapat beberapa waktu yang sebaiknya Anda tidak lupa untuk membaca ayat kursi. Adapun waktu-waktu tersebut adalah sebagai berikut.

1. Ketika sebelum tidur

Malam hari merupakan waktu yang dianjurkan bagi manusia untuk tidur. Hal ini berguna untuk melepaskan lelah dan mengistirahatkan organ-organ dan sistem tubuh. Namun seringkali ketika tidur kita mengalami banyak gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan dari syetan yang sengaja menggoda kita. Oleh sebab itu sebelum tidur sangat dianjurkan bagi Anda untuk membaca do’a.

Selain membaca doa’a sebelum tidur, hendaknya Anda juga membaca ayat paling agung dalam Al-Quran ini. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa ayat kursi dapat membuat kita dijaga oleh Allah dari gangguan syetan dan jin. Apabila bacaan ayat kursi ini Anda baca sebelum tidur secara rutin, maka tidur Anda akan lebih berkualitas dan tidak ada gangguan dengan izin Allah.

2. Ketika waktu pagi dan petang

Waktu pagi adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan semua hal yang akan dijalani selama beberapa jam berikutnya. Oleh sebab itu, selain mempersiapkan segala kebutuhan fisik, alangkah lebih baik jika kebutuhan rohani Anda juga dipersiapkan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yang salah satunya adalah berdoa.

Do’a yang dipanjatkan pun dapat bermacam-macam bergantung pada pribadi masing-masing. Namun terdapat ayat yang dapat selalu Anda gunakan sebagai do’a Anda supaya mendapatkan perlindungan selama menjalani aktivitas pada hari tersebut. Ayat tersebut adalah Ayat kursi. Ayat kursi yang dibaca pada pagi hari akan melindungi Anda hingga petang.

Begitu juga dengan ketika waktu petang. Waktu peralihan antara siang dan malam ini menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk berdoa. Dalam setiap do’a, Anda dapat menyertakan ayat kursi untuk mengingat kebesaran allah sekaligus meminta perlindungan. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Al Hakim.

Siapa yang membacanya (ayat kursi) ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)

3. Sesudah Sholat lima waktu

Waktu sholat adalah waktu paling khidmat ketika kita sedang menghadap Allah. Usai melaksanakan sholat khususnya sholat fardhu 5 waktu, Anda tentu akan melaksanakan dzikir terlabih dahulu. Dzikir yang Anda panjatkan tentu sangat penting bagi Anda sebagai sarana untuk selalu mengingat dan dekat kepada Allah SWT.

Memahami ayat kursi sudah semestinya dilakukan oleh setiap muslim. Akan lebih afdhol jika setelah memperoleh pemahaman dilanjutkan dengan mengamalkannya.

Bacaan Doa Ayat Kursi Bahasa Arab, Latin, Keutamaan serta Artinya

Leave a Reply