7+ Kumpulan Doa Kesembuhan dan Menjenguk Orang Sakit (Ijabah) 1

7+ Kumpulan Doa Kesembuhan dan Menjenguk Orang Sakit (Ijabah)

Doa Kesembuhan – Setiap orang tentu pernah mengalami sakit dan sehat. Saat sehat dan sementara ada tetangga, teman, atau kerabat Anda yang sakit, tentu Anda men menjenguknya dengan berdoa akan kesembuhannya. Hal itu memang sudah menjadi ajaran Rasulullah Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari. Lebih baik lagi jika Anda membacakan kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit.

Doa Kesembuhan Orang Sakit (Arab, Latin, Artinya)

Doa Kesembuhan Orang Sakit (Arab, Latin, Artinya)

Ada banyak sekali doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit yang sudah diajarkan oleh Nabi maupun sahabat serta ulama. Anda bisa memilih salah satunya untuk dibacakan ketika menengok kerabat ataupun teman yang sakit. Pada dasarnya doa tersebut sebagai bentuk rasa peduli dan simpati agar cepat sembuh.

Sebagaimana yang dilansir dalam laman NU online ada beberapa kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit yang pernah dibaca oleh Rasulullah. Berikut adalah rinciannya.

1. Pertama

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya:”Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

Bacaan di atas merupakan doa Rasulullah ketika meminta kesembuhan untuk keluarganya. Itu bisa Anda terapkan pula saat Anda membesuk orang sakit baik itu teman, tetangga, maupun keluarga. Sebab, melalui doa itulah Anda sudah memohonkan kesembuhan penyakit apapun.

2. Kedua

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

Doa tersebut seringkali digunakan oleh Rasulullah untuk meruqyah salah seorang sahabatnya. Artinya, entah penyakit apapun yang diderita seseorang bisa Anda bacakan ketika menjenguknya.

3. Ketiga

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya:“Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

Rasulullah Muhammad Saw. menganjurkan membaca doa tersebut sebanyak tujuh kali ketika menjenguk orang sakit. Cukup singkat dan mudah dihafalkan, sehingga patut Anda terapkan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan doa tersebut tentu berharap agar Allah mengangkat penyakit seseorang yang Anda besuk tersebut.

4. Keempat

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan.

Artinya:“Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

Bacaan di atas merupakan doa Rasulullah saat menjenguk sahabatnya, Saad bin Abi Waqash. Hal itu tampak jelas dari lafalnya dan bisa Anda praktekkan pula saat menjenguk keluarga maupun teman yang sakit. Anda hanya harus mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang Anda besuk tersebut. Doa ini juga termasuk cukup mudah dan singkat, namun mempunyai kekuatan yang baik.

5. Kelima

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

Artinya:“(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Doa di atas pernah dibacakan oleh Rasulullah Muhammad Saw. ketika menjenguk seorang badui yang sakit demam. Ini bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk mendoakan teman atau keluarga yang sakit seraya menjenguknya. Penyakit apapun bisa Anda bacakan doa tersebut, mengingat lafalnya cukup general dan mudah dihafalkan.

6. Keenam

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Tak sampai di situ, jika Anda ingin mendoakannya secara lengkap dan maksimal, bisa membaca doa di atas. Sebab, selain mendoakan kesembuhannya juga berharap ampunan Allah atas dosa orang sakit yang Anda besuk tersebut.

7. Membacakan surat Al Fatihah

Surat ini terbilang sangat mujarab untuk banyak hal termasuk dijadikan sebagai doa kesembuhan orang sakit. Selain itu juga yang paling mudah, sebab setiap muslim tentu menghafalnya dengan baik dan lancar di luar kepala dan tidak harus memikirkan banyak doa lainnya. Tak jeran pula jika surat ini sering disebut sebagai as-syifa yang berarti penyembuh.

Berbagai jenis penyakit bisa Anda bacakan surat ini baik itu ringan, sedang, atau bahkan parah. Tentu saja dengan niat yang ikhlas dan lurus tanpa harus mengharap apapun kecuali ridho Allah SWT. Selain itu juga bisa Anda bacakan potongan ayat Al Qur’an lainnya dengan baik dan benar serta tulus.

Di samping beberapa kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit tersebut, tidak ada salahnya Anda mendoakan menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa lokal. Hal itu bertujuan agar orang sakit yang tengah Anda jenguk lebih mudah mengerti dan memahaminya. Jadi, bentuk doa kesembuhan itu banyak versinya, Anda tinggal memilih sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Adab Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang yang sakit ada aturan dan adabnya tersendiri, sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Tujuannya agar Anda tidak mengganggu orang tersebut dan senantiasa menjaga perasaan serta memahami kondisinya. Lakukan beberapa hal berikut ini saat menjenguk orang yang sakit baik ketika di rumah maupun di rumah sakit.

1. Memperhatikan waktu menjenguk

Tidak setiap saat menjadi waktu yang tepat untuk menjenguk orang sakit. Sebab, adakalanya waktunya mereka beristirahat dan tidak seharusnya diganggu. Jadi, perhatikan waktu ketika Anda hendak menjenguk keluarga, tetangga, maupun teman yang sakit.

Adapun waktu yang baik untuk membesuk orang sakit adalah pagi dan sore hari. Hal itu disebabkan saat itulah para malaikat sedang membaca sholawat sebanyak-banyaknya. Sedangkan waktu yang dimakruhkan adalag siang hari, sehingga Anda sebaiknya menghindarinya.

2. Menanyakan kondisi orang sakit

Tidak ada salahnya Anda menanyakan kondisi orang yang sakit kepadanya langsung maupun ke keluarganya. Hal itu sebagai bentuk empati dan peduli, sehingga bisa mengurangi beban orang tersebut. Dengan begitu pula Anda bisa mengetahui perkembangan kodisinya dengan baik.

3. Menghibur sejenak orang yang sakit

Begitu pula dengan menghiburnya. Seorang yang sakit tentu merasa sangat buruk baik fisik maupun pikirannya. Selain itu biasanya juga dirundung oleh kebosanan dan ingin segera sembuh. Karena itulah sebaiknya Anda menghiburnya sesuai dengan kemampuan dan cara tertentu.

Sebaiknya hindari candaan yang berlebihan saat menghiburnya meskipun sebenarnya Anda ingin melihat orang tersebut tersenyum. Jadi, berikan hiburan yang baik dan pantas supaya ia tetap termotivasi berjuang untuk kuat dan mampu melawan penyakitnya.

4. Sebaiknya tidak mengajak bicara orang sakit terlalu banyak

Di samping itu hindari terlalu banyak berbicara dengan orang yang sakit, termasuk pula melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi. Tentu saja hal semacam itu sangat tidak etis dan mengganggu orang yang Anda jenguk. Mengingat pula orang sakit sudah mengalami banyak hal mulai dari lemah dan lemas, sehingga seringkali malas berbicara.

Jika memang Anda ingin menanyakan beberapa hal selain keadaannya, sebaiknya bertanya dan berbincang saja dengan keluarga atau kerabat yang sedang menunggu di tempat. Begitu pula hindari mengeraskan suara saat berbincang dan sebagainya.

5. Perhatikan lama menjenguk

Saat menjenguk orang yang tengah sakit, sebaiknya tidak terlalu lama. Sebab, hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu dan membebaninya maupun keluarganya. Jadi, apabila Anda sudah menanyakan kabar dan berbincang sejenak segera minta pamit dan mendoakan kesembuhannya.

Terkecuali jika memang keluarga maupun orang sakit tersebut ingin Anda berada di dekatnya dalam jangka waktu yang lama. Sehingga, Anda tidak harus terburu-buru pulang.

6. Saat menjenguk sebaiknya Anda berada di sisi kanan kepala orang sakit

Menurut hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah selalu duduk di samping kanan kepala orang yang sakit saat menjenguknya. Jadi, hal itu merupakan kesunnahan dan mempunyai efek baik berupa situasi yang membuat Anda akrab dengan orang sakit serta lebih dekat dan peduli.

Namun, jika memang sudah ada yang menempatinya, Anda tidak perlu memaksakan diri, sehingga mengusir orang tersebut dari tempat asalnya. Dengan catatan hal itu harus dilakukan dengan memperhatikan sopan santun pula.

7. Selalu menjaga ucapan dalam perbincangan

Menjaga ucapan juga harus Anda perhatikan saat membesuk orang sakit. Hindari kata-kata buruk dan tidak penting yang bisa membuat orang yang Anda jenguk menjadi sedih dan gelisah. Ucapkan kalimat atau kata yang baik-baik saja serta sopan atau bisa berupa motivasi yang tepat untuk orang sakit.

8. Hindari sikap dan raut yang ceria di depan orang sakit

Orang yang tengah sakit tentu merasakan kesedihan yang mendalam begitu pula keluarganya. Jadi, tidak sebaiknya Anda memasang raut muka yang ceria serta bahagia dan sebaliknya Anda sebaiknya ikut serta sedih sebagai bentuk simpati.

Bahkan dalam sebuah riwayat menceritakan bahwa suatu ketika Saad bin Ubadah mengeluh karena sakit. Rasulullah yang mendengarkan itu segera menjenguk bersama Saad bin Abi Waqash serta Abdullah bin Mas’ud. Kemudian beliau melihat Saad bin Ubadah di dalam kerumunan keluarganya.

Seraya beliau bertanya, “Apakah dia sudah meninggal?” Mereka yang berada dalam kerumunan menjawa: “Tidak wahai Rasulullah.” Seketika beliau meneteskan air mata dan disusul oleh orang-orang lainnya. Kemudian beliau bersabda: “Apakah kalian tidak mendengar? bahwa sesungguhnya Allah tidak memberi adzab sebab air mata, tetapi sebab ini (sambil menunjuk lidah beliau).

Dengan demikian, ikut bersedih bahkan meneteskan air mata merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan saat menjenguk orang sakit. Namun, jangan sampai berlebihan yang justru membuat orang tersebut menjadi bersedih.

9. Jangan lupa untuk bersalaman dengan orang yang sakit maupun keluarga

Sebaiknya Anda bersalaman pula dengan orang yang sakit ataupun keluarga. Tujuannya agar orang tersebut mengenal Anda dengan jelas dan lebih akrab serta sebagai bentuk simpati dan empati. Namun, jika kondisinya tidak memungkin tidak harus Anda memaksakannya, sebab bisa mengganggu atau bahkan merusak kondisi orang yang Anda besuk.

10. Mendoakan kesembuhan orang sakit

Terakhir adalah mendokannya dengan beberapa atau salah sati dari kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit. Mendoakannya ini merupakan anjuran dan tradisi Rasulullah ketika membesuk.

Hadits Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Hadits Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Sebagai makhluk sosial tentu kita harus saling tolong menolong antar sesama baik itu sesama muslim atu tidak. Misalnya, dalam hal menjenguk tetangga atau teman yang sakit sebagai bentuk prihatin, simpati, dan memberi hiburan. Jadi, aktivitas semacam itu tidak bisa Anda elakkan lagi, mengingat kita tidak bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain.

Tak sampai di situ, dasar menjenguk orang sakit ini juga sudah menjadi tradisi Rasulullah bersama sahabatnya selama hidupnya. Banyak sekali sahabat, keluarga, bahkan orang lain yang pernah dijenguk dan didoakan atas kesembuhannya oleh Rasulullah.

Ketika Rasulullah Muhammad Saw. mendengar ada sahabat, kerabat, maupun rakyatnya yang sakit segera beliau datang ke rumahnya. Tak lupa beliau selalu mendoakan mereka sesuai dengan jenis penyakitnya. Kemudian tradisi semacam itu diteruskan oleh para sahabat beliau hingga tabiinat tabiin ataupun ulama salaf.

Hal itu sudah sepatutnya kita teladani dan amalkan sebagai umatnya, sehingga Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk menjenguk orang sakit, khususnya bagi kerabat dan tetangga. Hal itu didasarkan pada hadits beliau yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Hurairah yang artinya sebagaimana berikut:

“Hak setiap muslim terhadap muslim lainnya itu ada enam. Lalu sahabat bertanya: Apa sajakah itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Jika kamu bertemu dengannya, ucapkan salam, jika dia mengundangmu maka hadirilah, jika dia meminta nasehat maka nasehatilah, jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia meninggal dunia antarkanlah jenazahnya ke makam.”

Dari situlah bisa dijelaskan bahwa menjenguk tetangga yang sakit menjadi kewajiban kita kepadanya dan sudah menjadi hak bagi orang tersebut. Dengan demikian pula Rasulullah telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana dan makna hidup bermasyarakat atau bersosial.

Selain hadits di atas juga ada riwayat lain yang menjelaskan tentang hukum menjenguk orang sakit. Hal itu dijelaskan oleh Abu Ishaq As-Syirazi dalam kitabnya berjudul Al Muhadzdzab. Artinya kurang lebih seperti ini.

“Dan disunnahkan menjenguk orang sakit berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Bara’ bin Azib bahwa Rasulullah Saw. telah memerintahkan kami untuk mengantarkan jenazah (ke makam) dan menjenguk orang yang sakit.”

Begitu pula Allah menganjurkan menjenguk orang sakit melalui hadits Qudsy yang diriwayatkan Imam Muslim sebagaimana dimuat dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al Malibari. Berikut adalah artinya:

“Pada hari Kiamat Allah SWT. menegur seseorang, “Hai anak Adam. Saat aku sakit, mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?” Orang tersebut menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sementara Engkau adalah Tuhan semesta alam?”

Allah pun menjawab, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku fulan itu sakit, namun kamu tidak menjenguknya, kamu akan mendapati Aku di sisinya.” Maksudnya , “Kau akan mendapat pahala-Ku yang tiada bertepi karena begitu banyaknya.”

Sederhananya, Allah menganjurkan manusia untuk menjenguk sesama yang sedang sakit. Sebab, Allah selalu bersama dengan orang yang lemah dan kesepian, termasuk orang sakit. Selain itu juga Allah menjanjikan pahala yang begitu melimpah bagi Anda yang mengamalkannya.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Ada beberapa keutamaan dan hikmah yang bisa Anda petik dari menjenguk orang sakit serta mendoakannya. Tentu semua itu bukan tanpa dasar dan alasan, sehingga patut Anda amalkan tradisi tersebut  selagi tidak ada halangan yang berarti. Berikut adalah beberapa keutamaannya.

1. Didoakan oleh malaikat

Malaikat senantiasa mendoakan orang-orang yang membacakan sebagian ataupun kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit. Berbeda dengan manusia biasa, doa malaikat ini sangat ampuh sehingga beruntunglah Anda yang memperolehnya.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Turmudzi dijelaskan bahwa ada 70 ribu malaikat mendoakan  orang yang menjenguk kerabat maupun sahabatnya yang sakit sejak pagi dan sore. Dengan begitu, dosa-dosa kecil hingga beberapa dosa sedang Anda diampuni oleh Allah SWT.

2. Senantiasa mendapat rahmat dari Allah SWT.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Hakim bahwa siapa saja yang membesuk orang sakit, maka ia akan mendapat rahmat selama ia duduk. Saat duduk itulah ia mengelam ke dalam rahmat Allah.

Jadi, Anda akan mendapat lebih banyak kasih sayang dari Allah, sehingga terlindungi dari hal-hal dan perbuatan yang buruk. Mengingat rahmat Allah itu ada banyak sekali bentuknya, sehingga bisa saja disesuaikan dengan kebutuhan dan amal ibadah Anda.

3. Kelak mendapat tempat di surga

Malaikat pun mendoakan orang yang menjenguk kerabat atau sesama muslim agar senantiasa mendapat hidup sejahtera di dunia maupun akhirat, salah satunya adalah bertempat di surga.

Tak hanya itu, ketika Anda berjalan menuju rumah orang sakit, diibaratkan berjalan-jalan di kebun dengan banyak buah matang. Hal itu tentu bisa saja terjadi di akhirat khususnya dalam surga kelak.

4. Mengingatkan akan nilai kesehatan

Terakhir, Anda akan selalu mengingat tentang nilai dan begitu berharganya nikmat sehat. Karena itulah kemudian menjadikan Anda pribadi yang selalu bersyukur atas nikmat Allah dan memanfaatkan kondisi kesehatan semaksimal mungkin serta selalu berusaha menjaganya dengan baik dan benar.

Jika sudah mengetahui penjelasan di atas, sebaiknya Anda tidak perlu ragu untuk membacakan salah satu dari kumpulan doa kesembuhan dan menjenguk orang sakit. Jika memang Anda tidak sempat karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, tidak ada salahnya untuk meluangkan sejenak mengucapkan simpati, doa, serta memberi hiburan melalui telepon, video call, atau semacamnya.

7+ Kumpulan Doa Kesembuhan dan Menjenguk Orang Sakit (Ijabah)

Leave a Reply