properti tari kuda lumping-

14 Properti Tari Kuda Lumping

Properti Tari Kuda Lumping – Pada daerah yang berbeda, tari kuda lumping memiliki nama yang berbeda-beda pula.Sebagai contoh, di daerah jawa barat disebut dengan Kuda Lumping, sedangkan di Surabaya disebut dengan Jaran Kepang. Meskipun memiliki nama yang berbeda, namun properti tari kuda lumping yang digunakan tetaplah sama.

Salah satu keunikan dari tari kuda lumping adalah pertunjukan atraksi magis seperti kesurupan, makan beling hingga kekebalan tubuh. Tapi tentu saja pertunjukan tersebut tetap di bawah pengendalian dari seorang pawang khusus. Atraksi-atraksi tersebut dipertontonkan secara bebas, sehingga masyarakat bisa dengan mudah menontonnya.

Properti Tari Kuda Lumping

Untuk lebih mengenal tari kuda lumping rasanya kurang lengkap jika belum mengetahui properti apa saja yang digunakan. Salah satu properti yang paling terkenal adalah anyaman bambu berbentuk kuda. Anyaman ini yang disebut sebagai kuda lumping, karena penari akan melakukan aksi akrobatiknya sambil seolah-olah menunggang kuda. Berikut ini adalah properti tari kuda lumping yang lainnya.

1. Bambu

Bambu

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa bamboo akan dianyam sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk kuda. Para penari seolah-olah sedang menunggangi kuda sambil melakukan berbagai atraksi dalam tari kuda lumping.

Meskipun pada awalnya hanya dibuat dengan bahan dasar bambu, namun saat ini properti kuda tersebut sudah cukup bervariasi. Misalnya saja pada beberapa pertunjukan, bahan dasar properti ini dibuat dari plastik. Selain mudah ditemukan, plastik juga dinilai memiliki harga yang lebih ekonomis.

2. Baju

Baju

Pada umumnya, baju yang dikenakan sebagai properti tari kuda lumping berupa atasan kemeja dan kaos dengan warna yang cerah. Sedangkan untuk modelnya sendiri sangat bervariasi. Jika Anda pernah menonton pertunjukan kuda lumping, Anda mungkin menemukan kostum yang berbeda-beda pada setiap pertunjukan tersebut.

Meskipun memiliki variasi model, hiasan dan warna, namun pada dasarnya baju yang digunakan adalah kaos sebagai atasan dan dilapisi kembali dengan sebuah rompi.

3. Celana panjang

Celana panjang

Meskipun dinamakan celana panjang, tapi sebenarnya celana yang digunakan oleh penari kuda lumping adalah celana yang menggantung. Tujuan penggunaan celana model ini adalah untuk memudahkan para penari dalam melakukan gerakan-gerakan dinamis pada pertunjukannya.

Selain celana panjang, penari juga akan mengenakan selendang di bagian pinggul. Umumnya selendang tersebut bermotif batik.

4. Gelang

Gelang

Properti tari kuda lumping selanjutnya adalah gelang tangan maupun kaki. Gelang ini tidak memiliki fungsi atau tujuan khusus. Biasanya hanya digunakan sebagai penghias penampilan saja. Tidak sedikit penari kuda lumping wanita maupun pria yang menjadikan gelang sebagai aksesoris.

Gelang yang digunakan pun tidak memiliki model khusus. Umumnya gelang tersebut berwarna kuning keemasan dan digunakan sepanjang pertunjukan berlangsung.

5. Sesumping

Sesumping

Aksesori lainnya selain gelang adalah Sesumping. Sesumping merupakan hiasan yang dikenakan pada bagian telinga penari. Jika Anda pernah menonton pertunjukan wayang orang, Sesumping yang digunakan pada tari kuda lumping memiliki bentuk dan warna yang serupa.

Selayaknya sebuah aksesoris, Sesumping tidak wajib dikenakan oleh penari pada saat pementasan. Hanya saja warnanya yang kuning keemasan dianggap memancarkan kilauan cahaya yang membuat penampilan menjadi lebih menarik.

6. Apok

Apok

Apok adalah lapisan yang memiliki bentuk khusus dan digunakan diatas baji dalam dan rompi penari. Properti tari kuda lumping satu ini dilambangkan sebagai simbol kegagahan, sehingga banyak penari pria dalam pertunjukan kuda lumping yang mengenakannya. Apok berbentuk lebar pada bagian pundak dan panjang mengerucut hingga bagian dada dan punggung penari.

7. Rompi

Rompi

Rompi adalah salah satu properti tari kuda lumping yang hampir selalu dipakai ketika pertunjukan. Rompi ini dikenakan setelah kaos bagian dalam dan sebelum Apok. Motif yang ada pada rompi juga beragam, bisa disesuaikan dengan asal daerah penari maupun asal paguyubannya.

8. Kaos Kaki

Kaos Kaki

Kaos kaki memang tidak wajib digunakan dan biasanya berwarna serupa dengan kulit penari. Fungsi kaos kaki ini sebagai pelindung telapak kaki penari yang melakukan atraksi agar mengurangi resiko hal-hal yang tidak diinginkan.

9. Penutup Kepala

Penutup Kepala

Penutup kepala sering kali dikaitkan dengan penari kuda lumping wanita. Karena pengikat kepala dijadikan simbol pelindung kepala ketika pasukan wanita ke medan perang.. Tapi ternyata penari pria pun bisa mengenakan penutup kepala ini.

10. Ikat Kelapa

Ikat Kelapa

Properti tari kuda lumping yang juga tidak wajib digunakan adalah ikat kepala. Tidak ada fungsi khusus dari ikat kepala ini. Biasanya hanya digunakan sebagai identitas asal paguyuban rombongan penari tersebut. Terlebih lagi jika pementasan dilakukan bersama-sama dari berbagai paguyuban tari kuda lumping.

Masing-masing paguyuban biasanya memiliki motif atau warna khusus untuk ikat kepala ini. Meskipun begitu, warna dan motif yang digunakan tentu saja akan disesuaikan dengan kostum penari kuda lumping yang tampil.

11. Sabuk hias

Sabuk hias

Tujuan utama dari sabuk hias ini adalah untuk menguatkan keseluruhan kostum yang digunakan oleh penari kuda lumping. Umumnya sabuk hias berwarna hitam, namun tentu saja bisa diganti menggunakan motif atau warna yang sesuai dengan kostum penari. Selain berfungsi sebagai ikat pinggang, sabuk hias juga bisa dijadikan pelengkap agar penampilan semakin menarik.

12. Kacamata hitam

Kacamata hitam

Jika Anda pernah menonton pertunjukan tari kuda lumping, mungkin Anda pernah melihat penarinya yang mengenakan kacamata hitam. Kacamata ini tidak bertujuan sebagai aksesoris bergaya, ternyata ketika penari sedang dibacakan mantra-mantra khusus saat pertunjukan, bola mata mereka akan bergerak secara tidak beraturan.

Maka kacamata ini digunakan agar para penonton tidak melihat gerakan mata penari tersebut yang mungkin saja terkesan sangat menyeramkan. Meskipun terdengar memiliki fungsi yang penting, tapi kacamata hitam ini ternyata tidak wajib digunakan oleh para penari.

13. Cambuk

Cambuk

Cambuk atau cemeti adalah properti tari kuda lumping yang tidak kalah penting dalam pertunjukan. Masing-masing penari biasanya akan memegang cambuk pribadi selama pertunjukan. Tapi pernahkah Anda melihat cambuk yang berbeda diantara semuanya? Perbedaan cambuk ini berada pada panjangnya, yaitu mencapai dua meter.

Jika dihempaskan ke tanah, cambuk ini akan menghasilkan suara nyaring. Karena berbeda dari kebanyakan cambuk, maka cambuk ini memang digunakan secara khusus oleh orang-orang tertentu saja.

14. Parang imitasi

Parang imitasi

Properti tari kuda lumping yang terakhir adalah parang. Namun parang yang digunakan ini palsu dan terbuat dari kayu (umumnya). Setelah kayu selesai dipotong menyerupai parang asli, kemudian kayu tersebut akan dicat dengan perpaduan berbagai warna cat hingga terlihat selayaknya parang sungguhan.

Parang imitasi ini menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia ketika dijajah dahulu. Selama pertunjukan pun para penari akan memainkan parang ini seolah-olah sedang berada dalam peperangan melawan penjajah.

Sebelum Anda mengetahui berbagai properti tari kuda lumping yang disebutkan diatas, mungkin Anda tidak mengira masing-masing properti memiliki makna dan tujuan tertentu. Tapi ternyata setiap aspek dalam seni pertunjukan tari kuda lumping tidak terlepas dari filosofi dan fungsinya masing-masing. Semoga artikel ini menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi Anda yang membacanya!

Leave a Reply