Properti Tari Payung

4 Properti Tari Payung Lengkap beserta Gambar dan Penjelasan

Properti Tari Payun – Tari payung berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tari ini biasanya dibawakan oleh 2 hingga 4 penari secara berpasangan (2 pria dan 2 wanita). Sebagaimana namanya, properti tari payung yang utama yaitu paying. Tari ini digambarkan sebagai kehidupan sosial remaja atau muda mudi. Sedangkan payung dijadikan simbol pelindung para penari-penari tersebut agar tidak terkena hal-hal yang buruk.

Hingga saat ini sebenarnya tidak ada yang mengetahui secara pasti awal mula terciptanya tari payung ini. Tapi masyarakat Minangkabau percaya bahwa tari ini adalah ritual khusus yang dilakukan pada saat prosesi pernikahan berlangsung. Kepercayaan ini berdasarkan makna dari tari piring itu sendiri.

 Properti Tari Payung

Properti utama dari tari payung adalah payung itu sendiri. Tidak hanya properti payung yang memiliki makna mendalam dalam seni tari payung. Terdapat berbagai properti lainnya yang juga tidak kalah filosofis. Simak penjelasan dibawah ini untuk mengetahui properti tari payung beserta makna yang terkandung di dalamnya.

1. Payung

Payung

Properti yang pertama adalah payung. Jika di awal sudah disinggung bahwa tari payung melambangkan kehidupan sosial remaja atau muda mudi, maka payung adalah pelindung mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Payung hanya akan dipegang dan digunakan oleh penari pria, karena payung ini adalah simbol pelindung. Pria yang dianggap kepala rumah tangga memegang payung mengartikan bahwa kepala rumah tangga haruslah melindungi keluarganya dari segala macam bahaya yang ada. Oleh karena itu selama pertunjukan, penari pria akan memayungi kepala penari wanita.

2. Selendang

Selendang

Jika penari pria memegang payung, maka penari wanita menggunakan selendang sebagai ciri khasnya. Properti tari payungini memiliki makna sebagai cinta suci dan lambang kesetiaan dari seorang pasangan.Oleh karena itu salah satu gerakan penari wanita dalam tari payung adalah melilitkan selendang tersebut ke tubuh penari pria yang menjadi pasangannya.

Selendang ini juga memiliki makna kesetiaan seorang istri dan kesiapannya membina rumah tangga bersama pasangan prianya.

3. Lagu pengiring

Lagu pengiring

Pada pementasan tari payung, lagu pengiring yang digunakan berjudul ‘Babendi-bendi ke Sungai Tanang’. Lagu ini mengisahkan sepasang suami istri yang sedang melakukan perjalanan bulan madu ke Sungai Tanang.

Lagu pengiring ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa awal diciptakannya tari payung adalah sebagai tarian pengiring dalam prosesi sebuah pernikahan di zaman dahulu kala.

4. Pakaian adat

Pakaian adat

Selayaknya sebuah kebudayaan, pakaian adat yang dijadikan properti tari piring juga merupakan pakaian adat khas yang berasal dari Minang. Tapi baju adat ini bukan Baju Bundo Kanduang (yang sering digunakan pada tari piring). Pakaian adat yang digunakan pada pertunjukan tari payung disebut sebagai baju adat Luhak Nan Tigo.

Baju adat Luhak Nan Tigo memiliki berbagai motif, sehingga mungkin saja Anda akan menemukan baju adat tersebut dalam motif yang berbeda-beda.

Tidak hanya properti tari payung saja yang penting dalam sebuah pertunjukan. Gerakan, sejarah hingga makna dari setiap elemen juga harus Anda ketahui. Setiap pertunjukan seni tradisional biasanya memiliki pesan khusus, sehingga tidak ada salahnya Anda mengetahui dan mempelajarinya agar mendapat pesan moral dari leluhur tersebut.

4 Properti Tari Payung

Leave a Reply