6 Properti Tari Tor Tor Lengkap dengan deskripsi dan gambar 1

6 Properti Tari Tor Tor Lengkap dengan deskripsi dan gambar

Properti Tari Tor Tor – Tari Tor Tor yaitu suatu tarian sakral yang ditampilkan pada upacara tertentu. Tarian ini dilakukan oleh masyakarat Batak di Sumatera Utara. Misalnya ritual upacara ketika ada kematian, mensyukuri atas kesembuhan suatu penyakit yang dideritanya dan sebagainya . Tarian ini berasal dari Suku Batak Toba, Provinsi Sumatera Utara. Ada beberapa properti tari Tor Tor yang wajib dikenakan saat pertunjukan.

Karena terpengaruh dari budaya Hindu-Budha maka tarian ini tidak hanya ditampilkan untuk memperingati acara tertentu saja, namun banyak di pentaskan sebagai acara hiburan bagi penduduk Batak. Bahkan busana yang dikenakan serta gerakan tari semakin di modifikasi agar memberikan kesan yang lebih menarik.

Properti yang Digunakan dalam Tari Tor Tor

Properti tari merupakan perlengkapan yang digunakan dalam sebuah pentas tari dan harus selalu ada. Karena dengan adanya atribut tersebut, maka akan menjadikan tari yang ditampilkan memiliki ciri khas dan untuk membedakan dengan jenis tari lainnya. Ada 5 jenis properti tari Tor Tor yang wajib digunakan dan masing-masing memiliki makna dan fungsi tersendiri. Berikut informasi lengkapnya.

1. Tutup Kepala

Tutup Kepala

Para penari Tor Tor biasanya akan mengenakan tutup kepala atau biasanya disebut ikat kepala. Ikat kepala ini terbuat dari bahan kain ulos yang halus. Cara mengenakannya yaitu dilingkarkan pada bagian kepala penari dan dilengkapi dengan pernak-pernik berbentuk bunga kuningan sebagai hiasannya.

Jika penarinya terdiri dari kaum wanita, selain menggunakan ikat kepala, penari  juga akan ditambahkan properti lain berupa tusuk konde berwarna emas. Properti ini bertujuan untuk menambah keanggunan dan kecantikan para penari sehingga mampu menambahkan estetika dalam tarian yang ditampilkan.

2. Busana Berbentuk Kemben

Busana Berbentuk Kemben

Meskipun dalam tampilan tari Tor Tor sering mengalami perbedaan, akan tetapi busana yang dikenakan penari Tor Tor mayoritas berbentuk kemben. Kemben yaitu bagian penutup dada yang berupa kain panjang, cara pemakaiannya dililitkan pada bagian dada hingga ke pinggul.

Kemudian pada bagian luarnya ditutup menggunakan baju luaran seperti rompi dan dihiasi dengan bordiran benang berwarna emas yang memberikan kesan mewah. Corak dan bordiran pada busana yang digunakan penari Tor Tor  cukup banyak, sehingga tidak ada aturan atau ketentuan yang harus diterapkan.

3. Kain Slendang

Kain Slendang

Kain slendang merupakan salah satu properti tari Tor Tor yang tidak boleh ditinggalkan. Kain slendang ini bentuknya panjang dan terbuat dari kain ulos yang halus. Pemakaian selendang ini akan dislempangkan dari bagian bahu dan menjulur sampai pada bagian betis kaki.

Untuk menahan slendang agar tidak jatuh ketika melakukan gerakan tari, maka akan ditambahkan kain yang diikatkan pada pinggang.

4. Tas dari Bahan Anyaman

Tas dari Bahan Anyaman

Ada dua jenis tarian Tor Tor dari Sumatera Utara diantaranya adalah tari Tor Tor Sepitu Cawan dan tari Tor Tor Tandok. Dalam tarian Tor Tor Tanduk membutuhkan atribut berupa tas yang terbuat dari bahan anyaman.

Meskipun tas anyaman ini tidak selalu dipakai saat menari di awal pertunjukan. Akan tetapi di penghujung tarian, tas anyaman harus disertakan untuk melakukan beberapa gerakan tari yang melibatkan tas anyaman tersebut.

5. Mangkok Kecil atau Cawan

Mangkok Kecil atau Cawan

Dalam pertunjukan tari Tor Tor Sepitu Cawan, maka penari wajib menggunakan mangkok kecil atau cawan sebagai properti pelengkap saat melakukan gerakan tarian. Biasanya cawan tersebut akan diletakkan pada tubuh penari Tor Tor mulai dari bagian atas kepala, lengan sampai dengan telapak tangan.

Bagi orang awam mungkin akan terlihat sulit untuk melakukan gerakan tarian dengan meletakkan cawan pada bagian tubuhnya. Namun bagi masyarakat Batak merupakan hal yang  biasa, karena mereka sudah cukup profesional, maka atribut tersebut tidak akan jatuh ketika melakukan gerakan tarian.

6. Alat Musik Gondang Sambilan

Alat Musik Gondang Sambilan

Gondang Sembilan merupakan properti tari Tor Tor khas Batak Toba Provinsi Sumatera Utara yang digunakan untuk mengiringi musik tarian tersebut. Masyarakat Mandaling menyebutnya Gendang Sembilan, karena jumlah gendang yang dimainkan jumlahnya adasembilan. Jumlah gendang yang dimainkan merupakan jumlah terbanyak di daerah Suku Batak.

Karena jumlah gendang yang dimainkan di wilayah lainnya lebih sedikit, seperti Batak Pakpak yang hanya berjumlah delapan, Batak Simalungun memiliki tujuh buah dan yang terakhir yaitu di wilayah Batak Karo yang hanya berjumlah dua buah gendang.

Menurut analisis Togarma, Jumlah gendang yang digunakan sebagai pengiring musik tari Tor Tor berkaitan dengan pengaruh budaya Islam di Mandaling. Sedangkan untuk ukuran besar dari gendang tersebut hampir sama dengan ukuran bedug yang digunakan di masjid. Hal itu yang menunjukkan salah satu kesamaan dengan agama Islam, bahkan bunyi dari gendang juga menyerupai bunyi bedug.

Ciri khas lain dari gendang ini yaitu sebagai pelantun disebut juga dengan Maronang onang. Si pelantun Moronang onang ini biasanya dari kaum pria yang bersenandung dengan syair yang menceritakan tentang sejarah dari seseorang, berkat ataupun berbentuk doa. Alunan bersenandungnya di sesuaikan dengan suatu harapan yang diinginkan dari suatu komunitas yang mengadakan sebuah acara.

Namun, sayangnya keindahan dari budaya Tari Tor Tor beserta Gendang Sembilan semakin menghilang karena kurangnya penghargaan dari masyarakat sekitar. Bahkan sulit mencari pihak yang mampu memberikan support dan mau memberikan dana untuk diadakan pagelaran seni budaya tari Tor Tor, terutama di daerah Ibu Kota tersebut.

Hanya karena para pejuang-pejuang seni budaya Batak, Gendang Sembilan dan Tari Tor Tor masih bertahan dan berusaha untuk di lestarikan. Dari beberapa properti tari Tor-Tor dan fungsinya, semoga dapat menambah wawasan tentang budaya tari yang ada di Indonesia.

6 Properti Tari Tor Tor Lengkap dengan deskripsi dan gambar

Leave a Reply