Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 35

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya

Doa Tahlil – Tahlil merupakan bacaan doa yang lazim dilantunkan oleh umat Islam. Umumnya, doa tahlil dipanjatkan saat sedang mendoakan orang yang sudah meninggal atau sekadar menyampaikan rasa syukur dan cinta terhadap Allah SWT. Khusus untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, terdapat kegiatan tersendiri bernama tahlilan. Ketika tahlilan, sebelum membaca doa tahlil terlebih dahulu akan membaca surat Yasin. Dan di dalam rangkaian bacaan tahlil pun terdapat surat maupun ayat Al-Qur’an lain yang dilantunkan.

Secara umum, doa tahlil bermanfaat untuk meningkatkan kualitas iman seseorang sebagai Muslim. Alasannya yakni membaca doa-doa tahlil akan mendekatkan Anda dengan Sang Pencipta, terlebih lagi jika bisa menghayati sepenuh jiwa. Di bawah ini tertera bacaan doa tahlil dan tata urutannya. Agar lebih informatif, turut dibahas pula poin-poin tertentu mengenai tahlil. Selamat membaca!

 

Epistemologi Tahlil

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 36

Tahlil bisa dipahami sebagai bacaan tauhid, yang juga merupakan bagian dari syahadat di mana menjadi syarat wajib memeluk agama Islam. Secara bahasa kalimat tahlil terdiri atas 4 kata; Laa, Ilaha, illa dan Allah [لا اله الا الله].

 

Laa adalah laa nafiyah lil jins (lam yang meniadakan eksistensi segala kata benda sesudahnya), contohnya pada kalimat “Laaraiba fiih” (tiada rasa ragu apapun wujudnya di dalam hal tersebut). Ringkasnya, laa pada kalimat tauhid berarti meniadakan seluruh macam ilaah, dalam wujud apapun dan atau siapapun.

 

Ilah berupa kata mashdar yang diturunkan dari aliha – ya’lahu yang mengandung makna beribadah. Selain itu, katailaahun berarti kata objek yakni sesuatu yang disembah atau hal yang dijadikan tujuan ibadah. Kalau digabungkan bersama laa dapat ditafsirkan tiada sesembahan.  Illa bisa dimaknai sebagai ‘kecuali’, dan Allah ditujukan sebagai sosok Tuhan yang wajib disembah.

 

Keutamaan Tahlil

Keutamaan Tahlil

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW  memfavoritkan amalan tahlil. Hadis tersebut berbunyi: “Sebagus-bagusnya kalimat yang aku dan nabi-nabi pendahulu katakan yakni mengucapkan tahlil.”

 

Abu Hurairah juga meriwayatkan sabda lain dari Rasulullah SAW tentang keutamaan tahlil. Hadis itu berarti: “Siapa saja yang membaca tahlil dan memuji keagungan-Nya sebanyak seratus kali sehari, akan setara dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan tercatat seratus kebajikan. Turut dihilangkan pula seratus keburukan serta dilindungi dari api neraka di hari tersebut hingga sore hari.”

 

Membaca tahlil pun mempermudah langkah seseorang ke surga, bahkan bebas memilih sendiri. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW; “Bukankah hamba yang mengambil wudhu, memperbaiki wudhu, dan menadahkan tangan ke angkasa lalu membaca tahlil dan syahadat kecuali nanti pintu surga terbuka untuknya, dan ia bebas masuk dari pintu mana pun yang dia inginkan.”

 

Salah satu hadis yang diriwayatkan ‘Ubadah bin shamit turut membahas keistimewaan kalimat tahlil. Di situ, Rasulullah SAW berseru; “Siapa saja yang terbangun di malam hari lalu membaca kalimat tahlil dan pujian terhadap Allah SWT, kemudian memohon ampunan. Dan kalau hamba tersebut berdoa pasti diwujudkan, dan kalau hamba tersebut mengerjakan salat niscaya ibadahnya akan diterima.”

 

Keutamaan Membaca Yasin

Keutamaan Membaca Yasin

Tahlil dan yasin seolah tak terpisahkan, sebab saat menghadiri tahlilan biasanya orang-orang akan membaca surat Yasin. Bahkan, surat Yasin juga masih dikirimkan di luar acara tahlil. Pembacaan ayat Al-Qur’an telah tercantum di sejumlah hadis Baginda Nabi Muhammad SAW. Surat Yasin turut disebut secara spesifik pada sejumlah hadis, antara lain:

 

“Ma’qil bin Yasar RA menyampaikan jika Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Bacakan surat Yasin untuk orang yang mati di tengah-tengah kalian.'” (Diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasaa’i)

 

“Yaasiin ibarat jantung dari Al-Qur’an. Barang siapa hamba yang mencintai Allah SWT dan kehidupan akhirat membacanya, niscaya dosa-dosa mereka diampuni. Bacakan Surat Yaasiin atas manusia yang meninggal.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

 

“Apabila seseorang datang ke pekuburan kemudian membacakan surah Yasin, maka azab kubur orang yang dikirimi Yasin yang sepatutnya merasakan siksa, saat hari tersebut akan diringankan. Ia pun akan memperoleh ganjaran kebajikan sejumlah ahli kubur di sana.” (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA)

 

Bacaan Doa Tahlil

Bacaan Doa Tahlil

Usai membaca surat Yasin, berikutnya adalah membaca tahlil:

 

Artinya:

Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Yang terhormat Baginda Muhammad SAW yang telah terpilih, kepada beliau berserta segenap keluarga dan keturunan beliau, kami memanjatkan surat Al Fatihah.

 

Surat Al-Fatihah

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami

Artinya: Teruntuk yang kami hormati, handai taulan dari rasul dan nabi, syuhada, wali, sahabat, orang shaleh, ulama yang menerapkan ilmu pengetahuan, pengarang yang tulus, dan seluruh malaikat yang menyerahkan diri pada Allah SWT, khususnya penghulu kita semua Syaikh Abdul Qodir Jailani.

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

 

Isi Bacaan Tahlil

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 37

Artinya: Teruntuk yang kami hormati, handai taulan dari rasul dan nabi, syuhada, wali, sahabat, orang shaleh, ulama yang menerapkan ilmu pengetahuan, pengarang yang tulus, dan seluruh malaikat yang menyerahkan diri pada Allah SWT, khususnya penghulu kita semua Syaikh Abdul Qodir Jailani.

 

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 38

 

Artinya:

Teruntuk semua ahli kubur baik pria dan wanita, kaum mukminin dari barat dan timur, di laut atau di darat, khususnya untuk orang tua kami, nenek kakek kami, Syaikh dan Syaikh-nya Syaikh kami, guru serta gurunya guru, dan teruntuk orang yang menjadikan kita semua berkumpul di tempat ini.

 

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

 

Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas

 

Artinya: Dengan asma Allah yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Kabarkanlah; Dia (Allah SWT) adalah satu-satunya Tuhan Yang Maha Esa. Dia merupakan Tuhan tempat semua makhluk bergantung atas segala hal. Allah tidak memiliki anak dan tidak dilahirkan, dan tiada yang setara dengan-Nya.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 39

 

Artinya: Tak ada Tuhan yang wajib disembah selain cuma Allah SWT, Dia Maha Besar serta hanya terhadap-Nya mengudara semua puji.

 

Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq

 

Artinya: Dengan asma Allah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Ucapkanlah: Saya berlindung pada Allah SWT yang merajai subuh, dari tindakan buruk ciptaan-Nya. Dan dari ulah kejam sekumpulan penyihir jahat yang meniup buhul. Dan dari kebengisan pendengki jikalau sedang mendengki.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 40

 

Artinya: Tak ada Tuhan yang wajib disembah selain cuma Allah SWT, Dia Maha Besar serta hanya terhadap-Nya mengudara semua puji.

 

Surat An-Naas

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 41

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Ujarkanlah: Saya berlindung kepada Tuhan yang merajai semua manusia yang kami sembah. Dari keburukan godaan setan yang senantiasa sembunyi, yang membujuk niat jahat ke inti dada manusia, dari setan serta manusia itu sendiri.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 42

 

Artinya: Tak ada Tuhan yang wajib disembah selain cuma Allah SWT, Dia Maha Besar serta hanya terhadap-Nya mengudara semua puji.

 

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

 

5 Ayat Awal Surat Al-Baqarah

5 Ayat Awal Surat Al-Baqarah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Aliflaammiim. Sekian merupakan Al-Qur’an yang mana tak ada setitik pun rasa ragu terhadapnya. Al-Qur’an sebagai pedoman untuk muslim yang bertakwa. Yakni mereka yang mengimani keberadaan hal ghaib, yang menegakkan salat, dan menyedekahkan bagian dari rizki yang telah Kami berikan. Dan kepada mereka yang mengimani Al-Qur’an yang sudah diturunkan melaluimu hai Muhammad, serta kitab-kitab yang mendahuluinya. Serta mereka yang percaya terhadap keberadaan akhirat. Orang-orang tersebut akan terus memperoleh pedoman dari Tuhannya, dan mereka adalah orang beruntung.

5 Ayat Awal Surat Al-Baqarah

 

Artinya: Dan Tuhan kita semua adalah Dia yang Maha Esa. Tak ada lagi Tuhan yang boleh disembah selain Allah semata. Dia Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi.

 

Ayat Kursi

Ayat Kursi

 

Artinya: Allah SWT, hanya Dia yang pantas disembah, tak ada lagi sesembahan yang lain. Dia takkan pernah mengantuk dan tidur. Miliknya adalah segala di langit serta bumi, siapa yang bisa memberi syafaat di samping-Nya tanpa memperoleh izin-Nya? Dia Maha Tahu segala di depan dan belakang mereka, serta mereka takkan tahu apapun selain yang dikehendaki oleh-Nya. Kursi Allah Tuhan Semesta melingkupi langit serta bumi, dan Dia takkan berat merawat dia hal tersebut, karena Allah Maha Agung dan Maha Tinggi.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 43

Artinya: Sebenar-benarnya Allah SWT dan segenap malaikat mengumandangkan sholawat buat nabi. Hai manusia-manusia beriman, lantunkan sholawat buat mereka, dan sampaikan salam hormat padanya.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 44

Artinya: Hai Tuhanku, curahkanlah rahmat untuk Nabi Muhammad SAW. Hai Tuhanku, berikanlah keselamatan terhadap beliau.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 45

Artinya:

Maha Bersih Allah SWT dan kami hanya memuji Dia. Maha Bersih Allah SWT lagi Maha Agung.

 

Ayat 284-286 Surat Al-Baqarah

Ayat 284-286 Surat Al-Baqarah

 

Artinya:

Cuma milik Allah SWT setiap hal di bumi dan langit. Jikalau kalian semua melahirkan sesuatu di hati atau memilih merahasiakannya, pasti turut dihisab oleh-Nya. Dia berhak mengampuni orang yang dirasa layak, dan juga menyiksa orang yang dianggap pantas menerima. Allah SWT adalah Yang Maha Kuasa atas semua urusan. Rasulullah SAW sudah mengimani segala yang diturunkan dari-Nya, yaitu keberadaan-Nya, begitu pula malaikat, kitab, lagi para utusan. Tak ada yang dibedakan antar para utusan. Mereka menukas: “Kami menyimak dan mematuhi, ampunan-Mu adalah yang kami inginkan. Engkaulah satu-satunya Tuhan bagi kami dan haribaan kelak kami akan berpulang.” Allah SWT takkan memaksa hamba selain atas kekuasaan-Nya. Mereka akan memperoleh balasan dari semua yang diperbuat. “Wahai Allah Tuhan kami, jangan siksa kami jikalau salah atau lupa, jangan terus memberi kami beban yang berat, dan jangan jua Engkau uji kami dengan hal yang di luar kemampuan kami. (Maafkan, ampuni, kasihani kami para hambamu) 7x. Engkau adalah sebenar-benar pemimpin, maka bantu kami menghadapi kaum yang kafir.

 

Ayat 73 Surat Huud

Ayat 73 Surat Huud

 

Artinya:

Kasihani kami, Yaa Allah yang Maha Pengasih (7x). Dan kami mengharap berkah dan rahmat Engkau. Sejatinya Allah SWT adalah Yang Maha Pemurah serta Terpuji.

 

Ayat 33 Surat Al-Ahzab

Ayat 33 Surat Al-Ahzab

 

Artinya:

Sejatinya Allah SWT menghendaki hilangnya semua kotoran darimu, wahai penghuni rumah, dan membersihkan kami sampai bersih.

 

Ayat 56 Surat Al-Ahzab

Ayat 56 Surat Al-Ahzab

 

Artinya:

Sebenar-benarnya Allah SWT dan segenap malaikat mengumandangkan sholawat buat nabi. Hai manusia-manusia beriman, lantunkan sholawat buat mereka, dan sampaikan salam hormat padanya.

 

Isi Doa Tahlil

Isi Doa Tahlil

 

Artinya:

Wahai Allah, tingkatkanlah kesejahteraan terhadap makhluk-Mu yang terbahagia, yang kami jadikan cahaya pedoman, penghulu, serta pemimpin yakni Nabi Muhammad SAW. Dan terhadap keluarga beliau sebesar tinta kalam Engkau tatkala manusia yang sadar membaca zikir dan manusia yang lupa tidak membaca zikir kepada-Mu.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 46

Artinya:

Wahai Allah, tingkatkanlah kesejahteraan terhadap makhluk-Mu yang terbahagia, yang ibarat terang matahari ketika dhuha, penghulu, serta pemimpin yakni Nabi Muhammad SAW. Dan terhadap keluarga beliau sebanyak angka yang Engkau mengerti dan sebesar tinta kalam Engkau, tatkala manusia yang sadar membaca zikir dan manusia yang lupa tidak membaca zikir kepada-Mu.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 47

Artinya:

Wahai Allah, tingkatkanlah kesejahteraan terhadap makhluk-Mu yang terbahagia, yang seperti rembulan di kala malam, penghulu, serta pemimpin yakni Nabi Muhammad SAW. Dan terhadap keluarga beliau sebanyak angka yang Engkau mengerti dan sebesar tinta kalam Engkau tatkala manusia yang sadar membaca zikir dan manusia yang lupa tidak membaca zikir kepada-Mu, serta anugerahkanlah keselamatan. Semoga Engkau berkenan meridhoi penghulu-penghulu kami yakni semua sahabat Rasulullah SAW.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 48

Artinya:

Allah SWT cukup untuk kami, Dia menjadi Tuhan dan Dia pula sebaik-baik wakil yang menuntaskan segala urusan. (Ali Imran: 173) Allah adalah sebagus-bagusnya pemimpin serta penolong. (Al-Anfal: 40)

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 49

Artinya:

Tiada kemampuan dan kekuatan selain atas kehendak tangan Tuhan kami Allah SWT Yang Maha Luhur.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 50

Artinya:

Saya mengharapkan ampunan Allah SWT Yang Maha Agung. (3x)

Isi Doa Tahlil

Artinya:

Pahamilah jika zikir paling utama antara lain:

Tiada Tuhan kecuali Allah SWT, Maha Hidup serta selalu ada.

Tiada Tuhan kecuali Allah SWT, Maha Hidup serta patut disembah.

Tiada Tuhan kecuali Allah SWT, Maha Hidup serta abadi.

Tiada Tuhan kecuali Allah SWT 100x

Tiada Tuhan kecuali Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW merupakan utusan-Nya.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 51

Artinya:

Hai Tuhanku, curahkanlah rahmat untuk Nabi Muhammad SAW. Hai Tuhanku, berikanlah keselamatan terhadap beliau.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya 52

Artinya:

Maha Bersih Allah SWT dan kami hanya memuji Dia. Maha Bersih Allah SWT lagi Maha Agung. 33x

Isi Doa Tahlil

Artinya:

Yaa Allah, tingkatkan kesejahteraan dan keselamatan dunia akhirat bagi kekasih-Mu sekaligus penghulu kami semua yakni Rasulullah SAW, jua untuk keluarga serta para sahabat (3x).

 

 

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

Akhiran Doa Tahlil

Tahlilan ditutup dengan doa penutup, berikutnya diikuti doa meminta ampunan dan diakhiri oleh bacaan surat Al-Fatihah.

Akhiran Doa Tahlil

 

Artinya:

Saya berlindung kepada Allah SWT dari setan nan dirajam. Dalam asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk-Nya, Tuhan bagi segenap alam, selayaknya manusia bersyukur atas nikmat serta memuji, yang memungkinkan akan diberi nikmat lebih. Allah Tuhan kami, cuma kepada-Mu melangit semua puji, selayaknya kemuliaan serta keagungan-Mu. Wahai Allah, tingkatkan kesejahteraan serta keselamatan pada Nabi Muhammad SAW selaku pemimpin kami dan keluarga beliau. Anugerahkanlah rahmat dan berkah terhadap kekasih, buah mata, penolong, pemimpin, dan penghulu kami yakni Rasulullah. Begitu juga semua sahabat nabi dan utusan, wali, syuhada, orang shaleh, dan pengikutnya. Kepada ulama yang membumikan wawasan, pejuang pembela agama-Nya, para malaikat, dan Syekh Abdul Qodir Jailani. Teruntuk semua ahli kubur baik pria dan wanita, kaum mukminin dari barat dan timur, di laut atau di darat, khususnya untuk orang tua kami, nenek kakek kami, Syaikh dan Syaikh-nya Syaikh kami, guru serta gurunya guru, dan teruntuk orang yang menjadikan kita semua berkumpul di tempat ini. Wahai Allah, berikanlah limpahan rahmat dan ampunan untuk segenap ahli kubur yang melantunkan kalimat-kalimat tahlil. Yaa Allah, tunjukkan pada kami jalan kebenaran dan izinkan kami menjadi pengikutnya, tunjukkan pada kami urusan batil dan tuntun kami dalam menghindarinya. Yaa Allah Tuhan kami, curahkan kami kebaikan di dunia maupun akhirat, serta lindungi dari siksaan panasnya neraka, Allah Maha Suci nan bersih dari sifat golongan kafir, mudah-mudahan senantiasa melimpah keselamatan para utusan dan semua pujian hanya kehadirat-Nya Tuhan Alam Raya.

 

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah

 

Artinya: Dengan asma Allah SWT yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Seluruh pujian untuk Allah SWT, Tuhan bagi semesta raya. Dia adalah Yang Maha Mengasihi serta Maha Menyayangi. Dia adalah yang berkuasa atas hari pembalasan. Ya Allah, cuma kepada Engkau kami haturkan sembah. Dan cuma terhadap Engkau jua kami memohon bantuan. Tunjukkan pada kami bagaimana ke arah jalan yang lurus, yakni jalan manusia yang sudah Engkau karuniai nikmat, jangan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan tidak juga jalan sesat. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mewujudkan doa-doa kami.

 

Tahlil dan Tahlilan

Tahlil dan Tahlilan

Perbedaan tahlil dan tahlilan barangkali hanya ada di Indonesia sebab pada dasarnya dua kata tersebut memiliki arti bahasa Arab yang sama. Tahlil lebih condong ke kalimat tauhid yang menegaskan keesaan Allah SWT. Di pihak lain, tahlilan mengarah pada kegiatan untuk membaca tahlil dan bacaan-bacaan lain yang sejenis. Tahlilan dapat diartikan sebagai berkumpul bersama keluarga yang ditinggalkan lalu bersama-sama mendoakan almarhum atau almarhumah. Praktik tahlilan sudah berlangsung sejak lama dan masih dilaksanakan sampai saat ini.

 

Sejarah Tahlilan

Sejarah Tahlilan

Masyarakat Indonesia lazim menjalankan budaya tahlilan sejak berabad-abad yang lalu. Tahlilan dilakukan untuk mendoakan orang yang meninggal pada 1-7, 40, 100, dan 1000 hari setelahnya. Prosesinya dapat dilanjutkan ke haul tahunan kematian seseorang. Di Indonesia, tahlilan tidak sebatas ritual agama. Namun, tahlilan sudah menjadi bagian dari budaya.

 

Dulu, juga sudah ada tradisi berkumpul di kediaman orang yang berduka karena kematian keluarga. Akan tetapi aktivitas yang dilakukan tendensius terhadap hal-hal duniawi atau kesenangan semata seperti judi dan mabuk-mabukan. Ketika Islam masuk, budaya berkumpul tersebut tidak dihentikan, tetapi dialihkan menjadi perkumpulan yang bermanfaat. Tahlilan pun menjadi salah satu sarana ekspansi agama Islam karena menerapkan nilai keislaman.

 

Tradisi tahlilan di Indonesia dimulai sejak era penyebaran Islam oleh Wali Songo. Kegiatan ini terinspirasi dari budaya umat Hindu dan Budha yang dimodifikasi secara relevan. Unsur yang berlawanan dengan ajaran agama Islam digantikan oleh hal-hal yang lebih Islami. Relevansi tahlilan dalam aspek budaya dan agama mengakibatkan kegiatan ini masih berlangsung sampai sekarang.

 

Rangkaian Acara Tahlilan

Rangkaian Acara Tahlilan

Disebut tahlilan karena tahlil merupakan bacaan utama saat kegiatan. Akan tetapi, selain lafal tahlil peserta perlu membaca sejumlah doa lain. Antara lain; surat dan ayat Al-Qur’an, shalawat, tasbih, dzikir, tahmid, dan doa-doa yang lain. Dikarenakan memiliki keutamaan yang mirip, surat Yasin umumnya takkan dilewatkan sebelum masuk ke bacaan tahlil.

 

Tahlilan dilengkapi dengan sesi kenduri alias selamatan. Begitu tahlilan selesai, ahli waris atau tuan rumah biasanya menjamu para undangan dengan makanan serta minuman. Sesaat sebelum warga pulang, penggelar tahlilan juga membagikan makanan untuk dibawa pulang yang biasa disebut berkat. Maksud utama pembagian hidangan selain supaya memenuhi etika sosial adalah untuk bersedekah.

 

Waktu Pelaksanaan Tahlilan

Waktu Pelaksanaan Tahlilan

Telah disebutkan apabila tahlilan umumnya digelar pada tujuh hari pertama setelah kematian almarhum/almarhumah, hari ke-40, 100, tahunan, dan 1000, mengapa pada waktu-waktu tersebut? Bukan sekadar angka cantik atau seremonial asal, pemilihan waktu tujuh hingga 40 hari berpegang pada hadis, antara lain:

 

Menurut hadis riwayat Imam Ahmad, almarhum/almarhumah ditanyai oleh malaikat penjaga kubur selama tujuh hari, sehingga dianjurkan untuk memberi makanan berupa pahala. Hadis tersebut sejalan dengan riwayat Imam Muslim dan Imam Bukhori tentang bersedekah atas nama seseorang yang meninggal, dan sedekahnya akan tersampaikan. Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hal yang serupa, tetapi memperjelas di bagian waktu; orang mukmin ditanyai tujuh hari dan munafik selama 40 hari.

 

Pemilihan waktu pembacaan tahlil secara khusus yakni 7 dan 40 hari dapat digolongkan sebagai bid’ah yang baik karena memiliki dasar. Istilah ini diucapkan oleh sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab, dan bisa dijumpai dalam Shahih Bukhari. Contoh bid’ah baik lain adalah mempersatukan orang yang salat sendiri-sendiri di masjid dengan memilih satu imam lalu berjama’ah.

 

Kemudian, mengenai dzikir berjamaah telah tertuang dalam hadis riwayat Ath-Thabrani, bahwa semua kaum berkumpul dan berdzikir untuk mengharapkan ridha dari Tuhan semesta alam, Allah SWT. Ath-Thabrani juga meriwayatkan tentang dzikir bersama di taman-taman surga. Perawi yang lain, Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis tentang diperbolehkannya berdzikir dengan suara keras. Muslim meriwayatkan dzikir bersama di masjid dan Rasulullah menyampaikan pesan dari Malaikat Jibril kalau Allah SWT bangga melihat majelis. Sedangkan Bukhari meriwayatkan janji Allah untuk mengampuni dosa kaum yang sepenuh hati berdzikir, dan malaikat yang jadi saksi janji tersebut.

 

Manfaat Tahlilan

Manfaat Tahlilan

Hal baik umumnya akan mengundang serta menghasilkan kebaikan pula, begitu pula dengan kegiatan bernuansa religi seperti tahlilan. Pelaksanaan tahlilan mendatangkan berbagai manfaat, baik untuk almarhum/almarhumah atau bagi keluarga yang ditinggalkan. Bahkan, tahlilan ikut mendatangkan manfaat bagi orang yang berinisiatif menghadirinya. Adapun contoh manfaat tahlilan adalah sebagai berikut:

 

Mempererat persaudaraan antar masyarakat, terutama dengan keluarga yang baru saja ditinggalkan almarhum/almarhumah. Ukhuwah Islamiyyah sendiri sangat dianjurkan sebab memiliki berbagai manfaat seperti menambah rizki serta memanjangkan umur seseorang. Ukhuwah Islamiyyah memang tidak cuma bisa dilakukan saat tahlilan, tetapi momen ini bisa menjadi salah satu peristiwa yang sayang untuk dilewatkan.

 

Membiasakan diri membaca kalimat-kalimat tayyibah seperti tahmid, tahlil, dan sholawat, ketika menghadapi sakaratul maut, kalimat-kalimat tersebut menentukan apakah kematian seseorang kelak husnul khotimah atau tidak. Saat sarakatul maut, tidak semua orang mudah mengucapkan kalimat tayyibah karena godaannya sulit sekali. Dengan banyak melisankan kalimat tayyibah semasa hidup, kemungkinan akan lebih mudah untuk mengingat dan mengucapkannya menjelang kematian.

 

Menjadi sarana keluarga untuk meminta maaf dan menyelesaikan urusan tertinggal atas nama almarhum/almarhumah. Urusan tertinggal dapat melingkupi hutang secara materi, janji, proyek, kesalahan yang mungkin menyisakan dendam orang lain, dan lain sebagainya. Apabila ada urusan yang bisa diselesaikan keluarga maupun ahli waris dapat dilanjutkan, jika tidak sebaiknya pihak lain memaafkan atau ikhlas memberikan.

 

Mendoakan almarhum/almarhumah supaya segala dosanya diampuni, dijauhkan dari siksa kubur, dan kelak diterima di sisi Allah. Hal ini pun menjadi ajang untuk berbakti dan menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, kerabat, tetangga, serta sesama masyarakat. Jika sama-sama masih hidup terdapat banyak opsi untuk berbuat baik, tetapi saat salah satu sudah meninggal maka pilihan yang tersisa seperti mengirim doa setulus hati.

 

Menghibur keluarga yang ditinggalkan agar bisa ikhlas dan senantiasa berbesar hati dalam menyikapi kematian almarhum/almarhumah. Di masa-masa duka, kepedulian dan dukungan dari orang lain akan sangat membantu, terutama jika itu merupakan orang dekat seperti tetangga dan sahabat karib. Maka hendaknya sesibuk apapun, Anda perlu menyempatkan waktu untuk hadir berta’ziyah dan tahlil.

 

Baik keluarga maupun warga yang hadir bisa mengingat kematian dan bersiap untuk menghadapinya. Semua yang hidup pasti akan mati pada suatu saat, itu adalah kodrat makhluk. Kematian tidak bisa diketahui secara pasti kedatangannya, maka dari itu setiap orang harus bersiap sedini mungkin dengan memperbanyak amalan-amalan saleh sebagai bekal di alam selanjutnya.

 

Menambah kesatuan umat Islam di suatu daerah seiring banyaknya pertemuan dan meningkatkan hablum minan naas (hubungan manusia dengan sesamanya). Semakin dekat antar umat Islam, akan semakin sulit dipecah belah oleh pihak-pihak tertentu. Rasa kesatuan ini akan menjadi modal apabila suatu saat terjadi upaya adu domba dan konflik sesama muslim yang tidak diinginkan.

 

Tahlilan bisa menjadi sarana untuk beribadah sebab sarat akan amalan baik seperti membaca kalimat tayyibah hingga bersedekah, semua itu dikerjakan dengan niat mulia  hanya untuk memohon ridha dari Allah SWT. Jika membaca kalimat tayyibah dan doa-doa tersebut sendiri di rumah mungkin terasa berat, tetapi jika bersama akan lebih ringan dan termotivasi.

 

Kontroversi Tahlilan

Kontroversi Tahlilan

Budaya satu ini tidak lepas dari kontroversi, baik pihak pro dan kontra sama-sama memiliki opini yang dipegang kuat. Ada hal yang tidak disepahami oleh orang-orang penganut agama Islam sudah merupakan hal biasa. Kontroversi tahlilan masih berlangsung hingga saat ini. Yang tidak disepakati bukan bacaan tahlilnya, tetapi kegiatan yang biasa dilakukan untuk membaca tahlil.

 

Pihak kontra menganggap tahlilan sebagai bid’ah karena tidak pernah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW. Apalagi tahlilan di Indonesia terinspirasi dari budaya masyarakat lokal yang belum mengenal Islam. Tahlilan pun bisa dianggap haram karena menyerupai budaya agama lain yakni Hindu dan Budha. Situasi serupa terjadi di peringatan Maulid Nabi yang dianggap menyerupai perayaan Natal.

 

Pihak pro menganggap jika tak semua hal yang belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW bisa dikategorikan sebagai bid’ah atau sesat. Sebagai contoh, penggunaan sarung hanya ada di Indonesia dan berangkat dari budaya lokal nenek moyang. Mengenai poin menyamakan dengan kaum lain pun tidak bisa disamaratakan. Dengan logika yang sama, banyak hal tidak boleh dilakukan, bahkan hal sesederhana memakai celana sebab di masa itu menyerupai orang Jepang dan Eropa yang tidak beragama Islam. Pada beberapa aspek, Islam bisa menjadi amat fleksibel tergantung kondisi.

 

Titik Temu dari Kontroversi

Titik Temu dari Kontroversi

Selayaknya hampir segala hal di dunia, tahlilan tidak lepas dari sesuatu bernama kontroversi. Mengenai pro dan kontra terhadap acara tahlilan kembali pada keyakinan masing-masing. Namun, apabila mencoba mengakomodir keduanya, terdapat beberapa titik temu terkait tahlilan. Hal ini wajib Anda terapkan apabila pro, dan dapat dipertimbangkan apabila kontra dengan tahlilan.

 

Menganut suatu agama tidak berarti jauh dari interaksi sosial, dan saat bersosialisasi akan menyangkut budaya setempat. Agama tidak memisahkan seseorang dari lingkungannya, bahkan semua agama mengajarkan untuk berhubungan baik dengan Tuhan, sesama, dan alam. Agama dan budaya sudah merupakan hal berbeda, sehingga sangat mungkin  bagi seseorang untuk memilikinya bersamaan.

 

Selama tidak menyimpang dari ajaran agama, akulturasi dengan budaya mungkin saja terjadi. Agar akulturasi tidak menjurus ke arah sesat, dibutuhkan pemahaman yang tinggi untuk memfilter, contohnya teknis berdakwah Wali Songo. Proses akulturasi ini justru berpotensi memasifkan dakwah dan meningkatkan ketertarikan masyarakat. Faktor kedekatan akan menepis keraguan masyarakat terhadap agama baru karena mereka tetap mempertahankan budaya leluhur. Kegunaan lainnya yakni meminimalisir risiko konflik yang disebabkan oleh emosi negatif warga semacam rasa tersinggung.

 

Bagi pihak yang pro terhadap tahlilan, silakan melakukannya dengan catatan tidak menjadikan tahlilan sebagai kewajiban umat Islam, atau bahkan momen melakukan hal-hal menyimpang dari ajaran agama. Contoh tindakan menyimpang adalah riya’, bersedih sampai level menolak ketentuan Allah SWT, serta mengerjakan larangan-Nya seperti berjudi dan mabuk-mabukan.

 

Bagi pihak kontra tahlilan, silakan tidak melakukannya dengan catatan tidak gampang membid’ah burukkan atau malah mengkafirkan mereka yang pro tahlilan. Apabila dirasa perlu berargumen sepatutnya disampaikan dengan cara yang baik supaya tidak menyulut konflik sesama umat Islam.

 

Status Hukum Tahlilan

Status Hukum Tahlilan

Kontroversi tahlilan menyebabkan status hukum kegiatan ini belum jelas. Namun, terdapat kaidah Ushul fiqh menyebutkan bahwa hal-hal yang masih seiringan dengan sunnah tidak dapat dianggap haram. Status hukum tersebut turut mengacu pada titik temu kontroversi tahlilan, yang mana kuncinya adalah toleransi. Dengan sekian banyaknya keyakinan terkait agama Islam, kekeraskepalaan atau memaksakan pendapat sendiri hanya akan memperkeruh situasi.

 

Status hukum yang bisa diperhatikan adalah status aspek-aspek tahlilan dalam empat mahzab besar agama Islam:

Pembacaan kalimat tayyibah dan ayat Al-Qur’an terhadap mayat diperbolehkan oleh ulama mazhab Syafi’i, Hanafi, Hanbali, dan sebagian ulama mazhab Maliki. Menurut mereka, kecuali sebagian mazhab Maliki pahalanya dapat tersampaikan kepada almarhum/almarhumah. Referensi yang dapat dibaca adalah Hassiyatud Dasuqi Alas Syarhil Kabir (Maliki),  Tabyinul Haqaiq Syarh, Kanzud Daqaiq (Hanafi), Al-Majmu’ (Syafi’i), Al-Mughni (Hanbali), dan Majmu’ul Fatawa.

 

Sebagian besar ulama memperbolehkan untuk membaca Al-Qur’an dan kalimat tayyibah di saat-saat tertentu dengan berpegang pada hadis riwayat Ibnu Umar. Dalam kitab Fathul Bari juga diungkapkan bahwa sah-sah saja mengkhususkan waktu untuk beramal baik, terutama di waktu yang menambah keutamaannya.

 

Ulama bersepakat bahwa hukum bersedekah untuk almarhum/almarhumah diperbolehkan dan pahalanya bisa tersampaikan. Mereka berpedoman pada hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu Anha dan ditunjang oleh pernyataan Imam Nawawi dalam Syarhi Muslim bi Syarhi An-Nawawi.

 

Kisah Terkait Tahlilan

Kisah Terkait Tahlilan

Walau pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat tidak ada pelaksanaan tahlilan secara spesifik, akan tetapi amalan tahlilan dilakukan. Kisah-kisah ini turut menjadi pedoman untuk melaksanakan dan menanggapi tahlilan, antara lain:

 

Rasulullah SAW menyetujui sedekah orang untuk keluarganya yang meninggal dunia. Sedekah tak perlu berlebihan dan harus menyesuaikan dengan kondisi keluarga, dan bentuk sedekah yang paling dianjurkan cukup berupa air minum. Kisah ini hendaknya menjadi pengingat bahwa keluarga tak perlu memaksakan diri menggelar tahlilan dengan jamuan mewah, apalagi kalau sampai terlibat hutang. Namun, apabila keuangannya berkecukupan tentu boleh menghidangkan jamuan mewah asalkan niat tunggalnya bersedekah dan bukan riya’.

 

Sebaliknya pula, Rasulullah SAW pernah bersabda untuk membantu keluarga yang ditinggalkan baik secara materi maupun moral. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW meminta untuk membuatkan keluarga Ja’far makanan sebab Ja’far telah meninggal dunia. Kisah ini menunjukkan jika para penta’ziyah bisa membantu keluarga yang ditinggalkan semampu mereka. Tidak menutup kemungkinan, kematian almarhum/almarhumah berdampak pada perekonomian keluarga yang ditinggalkan dan tentu akan membutuhkan waktu untuk bangkit ke kondisi semula.

 

Selain kisah dari masa Rasulullah SAW, terdapat pula kisah dari masa ulama muta’akhirin yakni sekitar abad ke-11 Hijriyah. Tradisi yang mirip tahlilan dilakukan mengacu pada Al-Qur’an dan hadis. Sayyid Alwi bin Ahmad menulis jika Abdullah Al Haddad biasa membaca tahlil sesudah ratib. Abdullah memimpin hadirin majelis untuk membaca tahlil sampai 500 kali.

 

Setelah itu, ulama dari kalangan tabi’in, Imam Atho, mengeluarkan fatwa yang serupa. Isinya adalah anjuran untuk mengirimkan doa selama tujuh atau 40 hari setelah kematian almarhum/almarhumah. Selain mendoakan, jikalau memungkinkan keluarga yang ditinggalkan boleh bersedekah. Sedekah tak perlu memaksakan kondisi ekonomi, tetapi semampunya saja, apabila tidak mampu tidak perlu bersedekah.

 

Penyelenggaraan Tahlilan dalam Sejumlah Perspektif

Penyelenggaraan Tahlilan dalam Sejumlah Perspektif

Secara historis, sudah disebutkan apabila tahlilan berasal dari budaya lokal yang bernuansa agama lain dan telah dimodifikasi supaya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Perlu digarisbawahi, kapabilitas dan kredibilitas Wali Songo dalam berdakwah tidak main-main sehingga mereka sudah bertindak sehati-hati mungkin. Kemudian, terkait pemilihan waktu tahlilan ada yang bilang tidak harus mutlak seperti contoh 7 dan 40 hari. Anda bisa saja melakukannya di hari ke 9 atau 30 setelah kematian seseorang. Hanya saja akan lebih baik mengacu pada waktu yang disarankan sebab memiliki dasar yang kuat yakni hadis maupun pernyataan ulama.

 

Secara psikologis, tahlilan bisa membantu pemulihan psikologi keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum/almarhumah, terutama sebab tahlilan dilakukan pada masa keluarga masih berkabung. Disebutkan jika 7 sampai 100 hari awal umumnya menjadi fase berduka seseorang sehingga kehadiran teman, tetangga, dan masyarakat lain amat diperlukan. Tanggal-tanggal peringatan seperti tahunan maupun 1000 hari juga dapat mengingatkan kembali seseorang terhadap rasa duka dan kehilangannya.

 

Secara sosiologis, sejak berabad-abad lampau tahlilan menjadi bagian dari medium komunikasi serta sosialisasi masyarakat Nusantara. Relasi kemanusiaan dalam tahlilan dianggap tak akan mudah pudar karena sudah mengakar dalam bidang budaya dan sosial masyarakat. Tahlilan turut menjadi salah satu pengikat hubungan antar manusia di suatu wilayah, khususnya penganut agama yang sama.

 

Secara antropologis, setiap manusia punya keterikatan terhadap sosok yang berkuasa atas alam semesta, yakni Tuhan. Tidak peduli apa agama yang dianut, semua orang memiliki kecenderungan dalam hal spiritual dan ritual. Metode untuk melakukannya dapat berbeda-beda, sebagai contoh umat Islam yang pro tahlilan menjadikan kegiatan tersebut untuk memohon kepada Tuhannya yakni Allah SWT.

 

Demikian bacaan doa dan bahasan-bahasan terkait tahlilan, mulai dari kajian etimologis, perspektif, hingga kontroversi dan hadis-hadis yang melandasinya. Secara ringkas, kalimat tahlil adalah identitas keislaman seseorang, dan di Indonesia terdapat tradiai membaca tahlil untuk orang yang sudah meninggal.  Mudah-mudahan dapat meningkatkan pengetahuan Anda mengenai salah satu kegiatan tahlilan sebagian umat Islam Indonesia ini. Perkara apakah Anda pro atau kontra adalah hak prerogatif individu, yang penting memiliki dasar kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Doa Tahlil Pengertian, Lengkap Dengan Runtutan Cara Bacanya Dan Artinya

 

Leave a Reply