15+ Cara Menghitung Bunga Deposito Dll (Terlengkap) 1

15+ Cara Menghitung Bunga Deposito Dll (Terlengkap)

Cara Menghitung Bunga – Mungkin sebagian besar dari Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah bunga bank. Terlebih lagi jika Anda aktif mengikuti digitalisasi dan modernisasi keuangan. Istilah bunga selalu dikaitkan dengan keuntungan karena mampu menambah saldo tabungan Anda. Saldo akan bertambah sesuai dengan presentase bunga yang ditetapkan oleh pihak bank.

Besarnya bunga simpanan maupun bunga pinjaman tergantung dari kesepakatan pihak yang melakukan transaksi simpan pinjam atau aturan instansi keuangan. Terdapat dua jenis bunga simpan pinjam yang sering digunakan yaitu bunga yang sifatnya berjangka dan bunga yang hanya berlaku sekali atau bunga flat.

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara menghitung bunga yang benar, silahkan simak ulasannya di bawah ini!

15 Cara Menghitung Bunga

Setiap jenis transaksi simpan pinjam memiliki cara penghitungan dan presentase bunga yang berbeda-beda. Sebagai contohnya, bunga yang ditetapkan oleh pegadaian tentu akan berbeda dengan bunga yang ditetapkan oleh pihak bank. Di bawah ini akan diberikan 15 cara menghitung bunga yang dapat Anda gunakan sebagai referensi.

1.        Cara Menghitung Bunga Deposito

1.        Cara Menghitung Bunga Deposito

Deposito merupakan jenis tabungan yang memiliki jaminan terpercaya dari LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Karena memiliki risiko kerugian yang hampir tidak ada, membuat deposito sering digunakan sebagai salah satu portofolio investasi. Selain itu, dibandingkan dengan tabungan lainnya, deposito memiliki suku bunga yang cukup tinggi.

Cara penghitungan bunga yang diterapkan pada tabungan deposito dapat Anda lihat contohnya di bawah ini!

Hasan dan Husein merupakan saudara kembar yang ingin menyimpan dananya dalam bentuk tabungan deposito. Hasan memiliki dana sebesar Rp. 6.000.000,-, sedangkan Husein sebesar Rp. 12.000.000,-. Suku bunga deposito sebesar 10% per tahun dan mereka ingin mendepositokan dananya dalam jangka waktu 6 bulan. Berapa penghitungan bunga deposito yang mereka dapatkan!

Deposito Hasan sebesar Rp. 6.000.000,- (di bawah Rp. 7.500.000,00)

Bunga Deposito = Deposito pokok x Bunga Per tahun x tenor : 12

= Rp. 6.000.000 x 10% x 6 : 12

= Rp. 300.000,-

Jadi, besar bunga deposito yang diterima Hasan adalah Rp. 300.000,-

Deposito Husein Rp. 12.000.000,- (di atas Rp. 7.500.000,00)

Bunga Deposito = Deposito pokok x Bunga Per tahun x 80% x tenor : 12

= Rp. 12.000.000 x 10% x 80% x 6 : 12

= Rp. 480.000,00

Jadi, besar bunga deposito yang diterima Husein adalah Rp. 480.000,-

2.        Cara Menghitung Bunga Bank

2.        Cara Menghitung Bunga Bank

Biaya bunga bank yang dikenakan pada setiap nasabah yang melakukan pinjaman memiliki nilai bervariatif. Bunga ini biasanya diaplikasikan pada pinjaman KUR dan bersifat flat. Di bawah ini akan diberikan contoh penghitungan bunga bank pada permasalahan yang nyata dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Budi merupakan seorang pengusaha ternak ayam. Beliau melakukan pinjaman kepada pihak bank untuk meningkatkan potensi bisnisnya sebesar Rp. 25.000.00,-. Sesuai dengan waktu panen ayam tersebut, pihak bank memberikan jangka waktu pelunasan selama 3 bulan dengan memberikan pinjaman KUR. Bunga yang ditetapkan pihak bank kepada Pak Budi sebesar 5%.

Tentukan berapa besar uang yang harus dibayarkan Pak Budi ketika ingin melunasi pinjaman tersebut!

Besar Bunga Bank = Rp. 25.000.000 x 5% = Rp. 6.250.000,-

Besar Uang yang Harus Dibayarkan = Rp. 25.000.000,- + Rp. 6.250.000,- = Rp. 31.250.000,-

Jadi, besar uang yang harus dibayarkan Pak Budi ketika ingin melakukan pelunasan pinjaman sebesar Rp. 31.250.000,-

3.        Cara Menghitung Bunga Sederhana

Mungkin Anda pernah mendengar istilah simple interest atau bunga sederhana. Bunga ini biasanya dikenakan saat Anda melakukan pinjaman kepada instansi keuangan atau perbankan. Untuk menghitung besarnya bunga sederhana, maka Anda harus berpatok pada waktu, tingkat bunga, dan nilai pokok awal.

Di bawah ini akan diberikan contoh menghitung bunga sederhana pada tabungan perbankan yang Anda miliki!

Bu Rahma memiliki tabungan sebesar Rp. 2.500.000,- di Bank Mandiri. Bunga yang diberikan sebesar 10% per tahun dan Bu Rahma telah menabungkan uangnya selama 6 bulan. Hitunglah besarnya bunga sederhana yang telah diterima Bu Rahma sekarang?

Saldo awal (P) = Rp. 2.500.000,00

Persentase bunga (r) = 10 % = 0,10

Jangka Waktu (t) = 6 bulan : 12 bulan (1 tahun) = 0,5

SI = P x r x t

= Rp. 2.500.000 x 0,10 x 0,5

= Rp. 125.000,-

Jadi, setelah 6 bulan bunga yang diterima Bu Rahma sebesar Rp. 125.000,-

4.        Cara Menghitung Bunga Majemuk

4.        Cara Menghitung Bunga Majemuk

Saat menabung di bank atau instansi keuangan lainnya, biasanya akan diterapkan bunga majemuk pada tabungan tersebut. Yang dimaksud bunga majemuk di sini adalah bunga yang akan diberikan pada tiap periode dan nantinya hasil penambahan bunga dengan pokok akan menjadi pokok pada periode berikutnya.

Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat cara menghitung bunga majemuk di bawah ini!

Bu Marwah memiliki tabungan di sebuah bank sejumlah Rp. 10.000.000,- dengan bunga majemuk sebesar 10% per tahun. Hitunglah berapa besar tabungan Bu Marwah setelah 3 tahun!

Cara menghitung bunga majemuk tentu berbeda dengan bunga sederhana. Jika menghitung bunga sederhana, Anda dapat merangkapnya untuk mengetahui saldo akhir pada tahun ketiga. Sedangkan untuk bunga majemuk, Anda harus menghitungnya per periode untuk menentukan besarnya saldo akhir.

Bunga tahun pertama = Rp. 10.000.000,- x 10% = Rp. 1.000.000,-

Bunga tahun kedua = (Rp. 10.000.000,- + Rp. 1.000.000,-) x 10% = Rp. 1.100.000,-

Bunga tahun ketiga = (Rp. 11.000.000,- + Rp. 1.100.000,-) x 10% = Rp. 1.210.000,-

Besar tabungan pada tahun ketiga = Rp. 12.100.000,- + Rp. 1.210.000,- = Rp. 13.300.000,-

Jadi, besar tabungan Bu Marwah setelah 3 tahun adalah Rp. 13.300.000,-

5.        Cara Menghitung Bunga Pegadaian

5.        Cara Menghitung Bunga Pegadaian

Jika Anda menggadaikan sesuatu pada pihak penggadaian, maka akan diberlakukan bunga potongan. Besarnya aguna yang diambil pihak penggadaian sebesar 80% dari harga aguna asli dengan bunga pelunasan sebesar 10 hingga 20%. Contoh soal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda untuk lebih memahami cara menghitung bunga pegadaian.

Bu Siti menggadaikan kalung emasnya yang memiliki harga asli Rp. 5.000.000,-. Dia mendapatkan auang gadai sebesar Rp. 4.000.000,- dari kalung emas tersebut. Jika bunga yang diterapkan pihak penggadaian sebesar 10%, maka hitunglah uang yang harus disiapkan Bu Siti untuk melunasi kalung emas tersebut!

Bunga Pegadaian = Rp. 4.000.000,- x 10% = Rp. 400.000,-

Jadi besar uang yang harus disiapkan Bu Siti adalah sebesar Rp. 4.400.000,- untuk melunasi kalung emas tersebut

6.        Cara Menghitung Bunga Tabungan

6.        Cara Menghitung Bunga Tabungan

Ketika Anda menabung di bank, maka pihak bank akan memberikan bunga sehingga saldo tabungan akan mengalami penambahan setiap bulannya. Namun, biasanya penghitungan bunga tabungan akan diberikan setelah jangka waktu satu tahun. Silahkan simak cara menghitung bunga tabungan di bawah ini untuk lebih jelasnya!

Pak Jarwo merupakan nasabah Bank BCA yang memiliki tabungan sebesar Rp. 25.000.000,- dengan bunga 10% per tahun. Hitunglah bunga tabungan yang diperoleh Pak Jarwo pada tahun pertama!

Saldo awal (P) = Rp. 25.000.000,-

Persentase bunga (r) = 10 % = 0,10

Jangka Waktu (t) = 12 bulan (1 tahun)

 

Besar Bunga Tabungan = P x r x t

= Rp. 25.000.000 . 0,10 . 1

= Rp. 2.500.000,-

Jadi, pada tahun pertama Pak Jarwo akan memperoleh bunga sebesar Rp. 2.500.000,-

7.        Cara Menghitung Bunga Pinjaman

7.        Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Sistem bunga flat biasanya akan diterapkan jika Anda memiliki pinjaman dalam jumlah yang kecil. Jadi, jika Anda saat ini memiliki pinjaman dan ingin mengetahui bagaimana cara menghitung bunga pinjaman tersebut, silahkan lihat contoh soal di bawah ini!

Sari meminjam uang sejumlah Rp. 20.000.000,- dalam jangka waktu dua tahun pada sebuah koperasi. Bunga pinjaman yang diterapkan adalah bunga flat sebesar 10% per tahun. Hitunglah berapa besar angsuran yang harus diangsur Sari tiap bulannya!

Angsuran pokok = Rp. 20.000.000,- : 24 bulan = Rp. 833.333,33

Angsuran Bunga = (Rp. 20.000.000,- x 10%) : 12 bulan = Rp. 166.666,67

Total Biaya Angsuran Pinjaman = Rp. 833.333,33 + Rp. 166.666,67 = Rp. 1.000.000,-

Jadi, besar angsuran yang harus diangsur Sari tiap bulannya adalah Rp. 1.000.000,-

8.        Cara Menghitung Bunga Angsuran

8.        Cara Menghitung Bunga Angsuran

Banyak produk yang dijual dengan menerapkan sistem cicilan per bulan. Misalnya adalah Kredit Kepemilikan Apartemen atau KPA. Sistem kredit efektif atau anusitas biasanya digunakan untuk cicilan yang memiliki jangka waktu panjang. Jika Anda sedang mencicil apartemen dengan sistem kredit anusitas, silahkan lihat contoh di bawah ini untuk menghitung suku bunga angsurannya!

Rizal membeli apartemen dengan sistem KPA untuk kelas menengah. Angsuran akan dilakukan selama 60 bulan dengan harga pokok sebesar Rp. 450.000.000,-. Sistem kredit yang digunakan adalah anusitas dengan bunga sebesar 12% per tahun. Hitunglah besarnya angsuran yang harus dibayar Rizal per bulannya!

Angsuran Bulan 1

Angsuran Bunga = (Rp. 450.000.000,- x 12%) : 12 bulan = Rp. 4.500.000,-

Angsuran Pokok = Rp. 450.000.000,- : 60 bulan = Rp. 7.500.000,-

Total Angsuran Bulan ke 1 (Angsuran Utama) = Rp. 12.000.000,-

 

Angsuran Bulan 2

Angsuran Bunga = (Rp. 442.500.000,- x 12%) : 12 bulan = Rp. 4.425.000,-

Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000,- – Rp. 4.425.000,- = Rp. 7.575.000,-

Total Angsuran Bulan ke 2 (Angsuran Utama) = Rp. 12.000.000,-

 

Angsuran Bulan 3

Angsuran Bunga = (Rp. 434.925.000,- x 12%) : 12 bulan = Rp. 4.349.250,-

Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000,- – Rp. 4.349.250,- = Rp. 7.650.750,-

Total Angsuran Bulan ke 3 (Angsuran Utama) = Rp. 12.000.000,-

Untuk angsuran bulan-bulan berikutnya caranya sama dengan total angsuran bernilai tetap namun bunga tenor dan jumlah pokok selalu berubah tiap bulannya. Sistem kredit anusitas merupakan penggabungan antara sistem angsuran efektif dan flat.

9.        Cara Menghitung Bunga KPR

9.        Cara Menghitung Bunga KPR

Banyak sistem bunga yang diterapkan untuk KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah. Namun, sistem bunga yang lebih sering digunakan adalah sistem bunga KPR Efektif dengan angsuran pokok dan nilai bunga yang selalu berubah setiap bulannya. Sistem kredit KPR digunakan untuk melakukan cicilan dalam transaksi jual beli rumah.

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara menghitung bunga KPR dengan sistem kredit efektif, silahkan lihat contoh soal di bawah ini!

Hadi membeli rumah seharga Rp. 300.000.000,- dengan mengajukan KPR dalam jangka waktu 60 bulan. Angsuran tersebut dikenakan bunga efektif sebesar 15% per tahun. Hitunglah besar bunga serta cicilan yang harus dibayar Hadi!

Bunga angsuran bulan 1 = Rp. 300.000.000 x 15% x (30 : 360) = Rp. 3.750.000,-

Nilai angsuran pokok = Rp. 300.000.000 : 60 bulan = Rp. 5.000.000,-

Total angsuran = Rp. Rp. 5.000.000,00 + Rp 3.750.000,00 = Rp. 8.750.000,00.

Jadi, besar bunga pada bulan ke-1 adalah Rp. 3.750.000,- dan cicilan yang harus dibayar Hadi adalah Rp. 8.750.000,-

 

Bunga angsuran bulan 2 = Rp. 295.000.000 x 15% x (30 : 360)

= Rp. 3.687.500,-

Nilai angsuran pokok = Rp. 300.000.000 : 60 bulan = Rp. 5.000.000,-

Total angsuran = Rp. Rp. 5.000.000,00 + Rp 3.687.500,00 = Rp. 8.687.500,-

Jadi, besar bunga pada bulan ke-1 adalah Rp. 3.687.500,- dan cicilan yang harus dibayar Hadi adalah Rp. 8.687.500,-

Untuk angsuran bulan-bulan berikutnya caranya adalah sama dengan sistem bunga semakin lama semakin kecil dan pokok angsuran menjadi Rp. 0,-

10.    Cara Menghitung Bunga Cicilan HP

10.    Cara Menghitung Bunga Cicilan HP

Ponsel atau HP merupakan salah satu benda yang wajib dimiliki oleh setiap orang pada era digitalisasi seperti sekarang ini. Untuk harga HP pun bervariasi tergantung dari merk dan tipe HP tersebut. Pernahkah Anda berpikir untuk mengkredit HP? Jika ya, maka tidak ada salahnya jika Anda mempelajari cara menghitung bunga cicilan HP di bawah ini.

Sistem bunga yang biasa diterapkan untuk cicilan HP adalah sistem bunga flat. Hal ini dikarenakan HP merupakan salah satu barang kredit tanpa agunan (KTA) dengan harga di bawah Rp. 20.000.000,-. Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara mengitung bunga cicilan HP, berikut contoh soalnya!

Rudi memberi HP dengan sistem kredit dalam jangka waktu 2 tahun seharga Rp. 15.000.000,-. Sistem bunga yang digunakan adalah sistem bunga flat sebesar 10% per tahun. Hitunglah berapa besar bunga dan cicilan yang harus dibayar Rudi!

Angsuran pokok = Rp. 15.000.000,- : 24 bulan (2 tahun) = Rp. 625.000,-

Angsuran Bunga = (Rp. 15.000.000,- x 10%) : 12 bulan = Rp. 125.000,-

Total Biaya Angsuran = Rp. 625.000,- + Rp. 125.000,- = Rp. 750.000,-

Jadi, cicilan HP yang harus dibayarkan Rudi sebesar Rp. 750.000,- tiap bulannya selama 2 tahun

11.    Cara Menghitung Bunga di Excel

11.    Cara Menghitung Bunga di Excel

Microsoft Excel merupakan salah satu program pengolah angka yang populer karena mudah untuk digunakan. Bagi Anda yang ingin menghitung bunga dengan cara yang lebih mudah dapat memanfaatkan program Ms. Excel. Di bawah ini akan diberikan contoh soal cara menghitung bunga menggunakan program tersebut!

Bu Ida melakukan pinjaman selama 20 bulan pada pihak perbankan sebesar Rp. 10.000.000,-. Jika bunga pinjaman yang diberikan sebesar 20% per tahun, hitunglah berapa besar bunga dan cicilan yang harus dibayar Bu Ida setiap bulannya!

Rumus Excel :

Untuk menghitung besar suku bunga, Anda cukup ketikkan =10000000*20/100/12 pada salah satu kolom lalu tekan enter. Kemudian, Anda akan langsung memperoleh hasilnya yaitu 166666.667.

Untuk menghitung cicilan pokoknya, silahkan ketik =10000000/20 lalu tekan enter. Pada kolom tersebut akan bernilai 200000

Sedangkan untuk total cicilan, silahkan ketik = klik cell cicilan pokok + klik cell bunga kemudian tekan enter. Anda akan mendapat nilai total cicilan sebesar 366666,67

Jadi, bunga yang harus dibayar Bu Ida adalah Rp. 166.666,67 dengan besar cicilan Rp. 366.666,67

12.    Cara Menghitung Bunga Dalam Persen

12.    Cara Menghitung Bunga Dalam Persen

Mungkin, tidak sedikit dari Anda yang melakukan transaksi pinjam meminjam dengan suatu instansi namun tidak mengetahui bagaimana cara menghitung bunga persen untuk transaksi tersebut. Mengetahui cara menghitung bunga yang dibebankan oleh pihak pemberi pinjaman kepada Anda sangatlah penting. Hal ini untuk mempersiapkan besarnya cicilan yang harus Anda persiakan.

Di bawah ini akan diberikan contoh cara menghitung bunga dalam persen yang dapat Anda aplikasikan untuk menghitung besar bunga cicilan yang harus dibayarkan!

Bu Rina mengajukan pinjaman yang akan diangsur selama 1 tahun kepada pihak Bank BCA sebesar Rp. 30.000.000,- dengan bunga flat. Jika per bulannya Bu Rina wajib mengangsur sebesar Rp. 2.800.000,-, hitunglah berapa persen bunga yang diterapkan oleh bank tersebut!

Angsuran pokok = Rp. 30.000.000,- : 12 bulan = Rp. 2.500.000,-

Angsuran bunga = Rp. 2.800.000,- – Rp. 2.500.000,- = Rp. 300.000,-

Persentase bunga = (Rp. 300.000,- : Rp. 30.000.000,-) x 100% = 1%

Jadi, presentase bunga flat yang diterapkan Bank BCA sebesar 1% per bulan

13.    Cara Menghitung Bunga Giro

Salah satu bentuk tabungan yang memiliki efisiensi keuangan yang cukup baik dengan jenis transaksi yang cukup besar adalah tabungan Giro. Jika Anda memiliki rekening Giro, cara penghitungan bunganya tentu berbeda dengan rekening tabungan biasa. Sialhkan lihat contoh soal di bawah ini untuk mempermudah Anda menghitung bunga pada tabungan Giro!

Ahmad memiliki tabungan Giro dengan suku bunga yang cukup tinggi yaitu 20% per tahun. Jika saldo akhir rekening tersebut sebesar Rp. 16.000.000,- dan beban pajak untuk jasa rekening Giro sebesar 15%, tentukan berapa bunga akhir rekening tabungan Giro milik Ahmad!

Bunga Giro Harian = (Saldo Simpanan x Suku Bunga) : 12 bulan

= (Rp. 16.000.000,- x 20%) : 12 bulan

= Rp. 266.666,67

Pajak = Rp. 266.666,67 x 15%

= Rp. 40.000,-

Bunga Akhir = Rp. 266.666,67 – Rp. 40.000,-

= Rp. 226.666,67

Jadi, besar bunga akhir pada rekening Giro milik Ahmad adalah Rp. 226.666,67

14.    Cara Menghitung Bunga Tetap

14.    Cara Menghitung Bunga Tetap

Salah satu suku bunga yang cukup menguntungkan bagi konsumen adalah suku bunga tetap. Dengan menerapkan sistem bunga ini, konsumen mengetahui secara pasti berapa cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jadi, suku bunga tetap yaitu suatu bunga untuk angsuran berkala yang jumlahnya selalu sama untuk setiap cicilannya.

Jadi, konsumen tidak bingung menentukan berapa jumlah cicilan yang mesti mereka bayarkan karena jumlahnya tidak mengalami perubahan. Untuk menghitung besarnya bunga tetap hampir sama dengan cara menghitung pinjaman KPR dengan sistem kredit flat. Sistem bunga tetap memberikan keuntungan tersendiri bagi Anda.

Anda tidak akan dituntut untuk membayar biaya administrasi dan dikenakan denda penalti karena nilai angsurannya yang tidak berubah. Selain itu, Anda juga tidak harus melakukan penghitungan jumlah angsuran yang telah dibayar karena kepastian jumlah angsuran tersebut. Bagi yang tidak suka bermain risiko simpan pinjam dan memiliki penghasilan tetap, sistem bunga ini cocok buat Anda.

Namun, ada beberapa hal yang mesti Anda ketahui sebelum memutuskan untuk memilih suku bunga tetap. Salah satunya adalah sistem ini memiliki angsuran yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan sistem bunga yang lainnya. Untuk bunga non tetap, nilai angsuran masih dapat ditekan dan itulah keuntungannya.

Selain itu, kekurangan sistem bunga tetap adalah tidak akan mendapatkan potongan bunga apabila terjadi penurunan suku bunga umum karena besarnya angsuran selalu tetap.

15.    Cara Menghitung Bunga Mengambang

15.    Cara Menghitung Bunga Mengambang

Bagi Anda yang senang bermain dengan risiko simpan pinjam, silahkan mencoba sistem bunga mengambang. Sistem ini pada umumnya cukup menguntungkan, namun risikonya juga cukup memberatkan. Sistem bunga ini selalu mengikuti perkembangan suku bunga baik saat terjadi kenaikan maupun penurunan.

Saat suku bunga turun, hal ini tentunya akan memberi keuntungan bagi Anda karena angsuran yang Anda bayarkan pun akan menurun. Namun, jika suku bunga naik, maka angsuran yang harus Anda bayarkan pun akan semakin bertambah. Bagi para pengusaha dan karyawan, sistem bunga mengambang cukup diminati.

Hal ini dikarenakan apabila terjadi penurunan suku bunga pasar maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membayar angsuran pinjaman. Oleh karena itu, saat terjadi penurunan suku bunga harus Anda manfaatkan dengan baik. Namun, biaya angsuran akan cukup memberatkan jika suku bunga sedang naik di pasaran.

Perkembangan suku bunga pada kenyataannya semakin lama cenderung semakin naik. Suku bunga yang dijadikan titik acuan untuk sistem bunga mengambang adalah BI rate yang diterapkan Bank Indonesia. Namun, tidak sedikit pula bank yang menggunakan acuan dengan menggabungkan suku bunga mengambang dengan suku bunga tetap.

Acuan ini dipilih karena konsumen menginginkan kepastian jumlah cicilan yang harus dibayarkan sehingga tidak perlu melakukan penghitungan ulang terhadap jumalh angsuran. Anda dapat melihat contoh soal di bawah ini untuk lebih jelasnya!

Bank Mandiri menawarkan suku bunga sebesar 10% per tahun untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR pada tahun pertama. Sedangkan untuk tahun kedua dan tahun berikutnya, mereka menerapkan suku bungan yang lebih tinggi yaitu maksimal sebesar 13% untuk KPR.

Cukup mudah bukan cara menghitung bunga? Jika Anda mengetahui cara menghitung bunga, setidaknya Anda dapat memperkirakan berapa jumlah uang yang akan Anda dapatkan atau yang harus Anda bayarkan. Dengan begitu, Anda dapat menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar bunga pinjaman atau menambah nilai pokok awal untuk meningkatkan bunga tabungan.

15+ Cara Menghitung Bunga Deposito Dll (Terlengkap)

Leave a Reply