15+ Alat Musik Ritmis Yang Sering Kita Lihat Tapi Tidak Tau Namanya 1

15+ Alat Musik Ritmis Yang Sering Kita Lihat Tapi Tidak Tau Namanya

Alat Musik Ritmis – Ada banyak jenis alat musik yang berasal dari berbagai penjuru dunia yang memiliki ciri khas berbeda. Dilihat dari suara yang dihasilkan ada yang memiliki nada dan ada juga yang tidak bernada. Alat musik yang tidak memiliki nada suara disebut dengan alat musik ritmis dan pada umumnya cara memainkan nya dengan dipukul. Drum dan kendang merupakan alat musik yang masuk ke dalam jenis ini.

Meskipun tidak bernada, jika alat musik ini dimainkan dengan teknik yang tepat akan menghasilkan harmoni yang indah. Jenis alat musik ini memang ada yang tradisional hingga modern, memainkan nya juga ada yang solo serta bersama band. Selain drum dan kendang, apa saja alat musik yang termasuk ritmis?

Fungsi Alat Musik Ritmis Pada Lagu

Fungsi Alat Musik Ritmis Pada Lagu

  1. Mengatur Tempo Musik

Tempo musik memang sangat penting, karena jika temponya berantakan maka tidak nyaman untuk pendengar. Makanya, ada alat musik ritmis ini yang digunakan untuk mengatur tempo musik. Sehingga, walaupun tempo diubah menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat musik nya tetap nyaman untuk didengarkan.

  1. Pengatur Irama

Irama dalam sebuah musik memang penting, jika irama nya tidak beraturan maka tidak akan enak didengar. Untuk mengatur irama musik, Anda bisa menggunakan alat musik ritmis. Sehingga, musik yang dihasilkan kan mudah ditangkap telinga, nyaman, dan rileks ketika didengarkan.

  1. Patokan atau Tanda

Dalam sebuah lagu, tanda pada ketukan memang sangat penting dan untuk hal ini digunakan alat musik ritmis. Pada setiap bagian lagu, mulai dari chorus, reffrain, hingga bride, pasti akan ada tanda ketika berpindah bagian. Sebagai tanda perpindahan, maka akan digunakan alat musik ritmis.

  1. Pengiring Lagu

Selain dipadukan dengan alat musik lain untuk menciptakan sebuah lagu, alat musik ritmis juga biasa digunakan secara solo. Maksudnya adalah digunakan untuk mengiring nyanyian maupun tarian, misalnya seperti kendang dan rebana. Biasanya, dalam hal ini alat musik ritmis bersifat dominan terhadap musik atau dalam mengiringi.

  1. Harmonisasi

Adanya alat musik ritmis bisa menciptakan harmonisasi pada musik di berbagai genre. Pengaturan bit pada lagu memang mengandalkan alat musik ritmis, salah satu contohnya adalah  penggunaan drum pada musik rock. Bisa dibilang kalau dalam harmonisasi musik, alat musik ritmis itu seperti pondasinya. Jadi apabila permainan alat musik ritmis kacau, maka musik yang dihasilkan juga tidak akan enak untuk didengar.

Alat Musik yang Termasuk ke Dalam Jenis Ritmis

  1. Drum

Drum

Alat musik drum memang sangat populer dan banyak digunakan pada berbagai jenis genre lagu. Drum memiliki sejarah panjang di dunia musik, karena memang ditemukan sejak 6000 tahun sebelum masehi. Bunyi yang dihasilkan oleh alat musik drum memang sifatnya universal, jadi baik musik tradisional maupun modern akan cocok dengan drum.

Secara fisik, alat musik drum terbuat dari bahan kulit, sedangkan selongsongnya biasanya terbuat dari besi atau kayu. Bahan kulit memang direntangkan pada selongsong atau shell dan cara memainkannya adalah dengan dipukul. Drum bisa dipukul dengan menggunakan stick maupun dengan tangan. Biasanya drum yang shell atau selongsongnya terbuat dari besi akan memiliki suara yang lebih nyaring, tajam, dan berat ketimbang yang kayu.

Drum memang bukanlah alat musik yang memiliki bagian tunggal, karena memang memiliki beberapa komponen. Bagian-bagiannya adalah seperti bass, tom-tom, snare, cybal, sert hardware berupa stand hi hat, tom holder, pedal, dan kursi drum. Sedangkan untuk tokoh pemain drum yang terkenal adalah seperti Alex van Halen, Marco Minnemann, serta Jason Bittner. Biasanya pemain yang profesional dan terkenal semacam itu akan menggunakan drum dengan konstruksi terbaik.

  1. Tifa

Tifa

Indonesia juga memiliki alat musik tradisional yang termasuk ritmis, yaitu tifa yang berasal dari Maluku dan Papua. Jika dilihat bentuknya, tifa memang memiliki kemirian dengan konga dan cara mainnya juga sama yaitu dengan dipukul. Bahan pembuat tifa adalah kayu, dan pada bagian bawah tifa ada lubang. Di daerah aslinya, alat musik tifa digunakan untuk mengiringi tarian tradisional seperti tari lenso, tari perang, dan tari gatsi.

Ada berbagai macam alat musik tifa, dan yang paling terkenal adalah yang jenis totobuang. Bahkan di wilayah Indonesia bagian timur alat musik ini digunakan untuk mengiringi musik di acara keagamaan. Baik umat islam maupun kristen, bisa menggunakan tifa sebagai musik pengiring. Walaupun tifa totokbuang yang paling terkenal, ada juga tifa potong, tfa bass, serta tifa dasar pada jenisnya.

  1. Kendang

Kendang

Siapa yang tidak tahu kendang? Alat musik yang satu ini memang sudah sangat familiar bagi orang Indonesia. Sebenarnya, alat musik kendang bukan hanya berasal dari Jawa karena di berbagai wilayah lain juga ada. Hanya saja pada setiap daerah memiliki kendang dengan jenis dan khas tersendiri. Namun, memang kendang Jawa adalah salah satu jenis kendang yang paling populer. Cara memainkan berbagai jenis kendang itu sama yaitu dengan ditabuh atau dipukul dengan tangan.

Biasanya memang kedang digunakan untuk mengiringi berbagai macam pertunjukan seperti campursari, gamelan, dangdut, tarian daerah dan banyak lagi. Sedangkan untuk bahan yang bagus untuk alat musik kendang adalah kayu nangka. Dan untuk tabuhannya akan bagus jika menggunakan kulit hewan seperti kerbau maupun kambing. Di bagian luar kendang juga ada tali yang dipasang dengan bentuk Y yang berfungsi untuk mengatur tinggi dan rendah bunyi yang dihasilkan.

Kendang di Indonesia memiliki empat jenis, yaitu ada ketipung, ciblon, kendang gede, serta kendang kosek.

  • Ketipung merupakan kendang yang ukurannya paling kecil.
  • Ciblon memiliki nama lain yaitu kebar dan memiliki ukuran sedang.
  • Kendang gede adalah kendang yang ukurannya lebih besar, dan biasanya akan dimainkan bersandingan dengan ketipung. Jenis yang satu ini juga banyak disebut dengan nama kendang kalih.
  • Kendang kosek merupakan kendang yang khusus dan hanya digunakan dalam pertunjukan wayang.
  1. Marakas

Marakas

Marakas merupakan alat musik yang termasuk sederhana, dan cara memainkannya hanya dengan diguncangkan. Bentuknya unik yaitu menyerupai pin bowling hanya saja pada bagian tubuh bentuknya lurus. Lalu pada bagian kepala yang menggembung ada isi berupa butiran yang nantinya akan menghasilkan suara. Bunyi yang dihasilkan oleh marakas ini seerti gemericik, namun akan membuat semarak pada musik.

Biasanya pada pertunjukan seperti Cuba, Salsa, Rumba, maupun Perkusi akan menggunakan marakas sebagai pengiring. Ukuran serta bentuk marakas ada berbagai macam, ada yang menyerupai telur, apel, serta lonjong. Penggunaan alat musik ini pada zaman dahulu berbeda dengan sekarang. Dahulu marakas hanya digunakan untuk ritual di wilayah Afrika. Namun, sekarang marakas banyak digunakan sebagai alat musik dan identik dengan genre reggae.

Bahkan, di wilayah Amerika Latin marakas juga digunakan untuk pengiring musik orkestra. Walaupun terlihat sederhana dan hanya diguncangkan saja ketika memainkannya, sebenarnya itu memerlukan terknik yang benar.

  • Pertama, Anda pilih marakas sesuai dengan jenisnya dan musik yang Anda mainkan. Karena apabila bentuk suatu marakas berbeda, maka bunyi yang dihasilkan juga berbeda.
  • Kedua, pastikan posisi Anda menggenggam marakas sudah benar dan nyaman. Namun, yang pasti Anda perlu memegang marakas di tangan kanan dan kir masing-masing satu. Lalu posisikan marakas tegak lurus dan dengan kepala marakas berada di atas.
  • Ketiga, cara memainkan marakas adalah dengan menggerakkan tangan ke arah atas dan bawah atau naik turun secara teratur. Ini bisa Anda lakukan sesuai dengan irama lagu atau musik yang dimainkan. Apabila lagu memiliki tempo cepat maka gerakan Anda juga harus cepat. Ketika memainkannya, Anda perlu memberi jeda sehingga seakan-akan seperti memukulkan sesuatu ke udara.
  • Keempat, Anda juga bisa melakukan gerakan ke arah yang berlawanan supaya bisa menghasilkan bunyi yang berbeda. Tidak masalah jika Anda menggerakkannya ke kiri dan kanan, karena mungkin bisa terlihat menarik. Terkadang dalam suatu pertunjukan juga ada pemain marakas yang menari ketika memainkan alat musiknya.
  • Kelima, Anda bisa mengombinasikan gerakan dalam memainkan nya dan ini terserah kepada Anda. Karena memang penyesuaian gerakan tergantung denga lagu atau musik yang dimainkan. Atau mungkin Anda bisa memainkan marakas sambil menari dengan gerakan seperti memutar, menggerakkan kaki, tangan, serta tubuh. Tetapi jangan lupa dengan nada dan irama, karena bunyi yang dihasilkan harus selaras dengan lagu.
  1. Ketipung

Ketipung

Jika Anda sering melihat alat musik yang selalu disandingkan dengan kendang dan memiliki bentuk serupa namun ukuran lebih kecil, itu adalah ketipung. Pada zaman dulu, ketipung hanya dimainkan bersama kendang. Namun, sekarang kerap dimainkan secara solo untuk mengiringi musik tradisional melayu, keroncong, serta dangdut. Biasanya ketipung terbuat dari kay bubut dan lubangnya berdiameter 40 cm hingga 40 cm, bervariasi.

Dalam memainkan ketipung diperlukan teknik tertentu, karena ada yang memainkan nya hanya dengan ketukan jari saja dan tidak semua tangan. Walaupun sesederhana itu dan bunyi yang dihasilkan hanya “tak” dan “dung”, alat musik ini berperan penting pada permainan musik terutama dangdut. Karena pada musik dangdut, keseimbangan antara nada dari kendang dan ketipung itu penting.

  1. Tamborin

1. Tamborin

Apabila Anda tahu tentang pertunjukan musik perkusi, maka alat musik yang satu ini sudah tidak asing lagi. Supaya alat musik ini mengeluarkan bunyi, maka perlu digoyangkan dan ditabuh. Biasanya tamborin terbuat dari kayu dan kulit sapi, tetapi ada yang dimodernisasi terbuat dari plastik. Dilihat dari sejarahnya, tamborin berasal dari Eropa dan pada abad 17 banyak digunakan dalam pertunjukan orkestra. Selain itu, alat musik ritmis ini juga digunakan sebagai pengiring tarian.

  1. Gong Besar

Gong Besar

Jika Anda mengetahui gamelan Jawa, maka sudah pasti Anda tidak asing lagi dengan gong. Memang gong ada berbagai ukuran dengan bunyi yang berbeda pada masing-masing ukurannya. Pada umumnya gong dibuat dari logam dan berbentuk seperti pirangan dan ada bagian menonjol di tengahnya. Di bagian tengah itulah tempat memukul gong supaya bisa menghasilkan bunyi. Gong masih dianggap sebagai alat musik yang keramat dan akan diadakan ritual tertentu.

Bunyi gong memang hanya satu jenis nada saja, tetapi ternyata fungsinya bukan hanya sebagai pelengkap musik gamelan. Gong juga digunakan untuk berbagai keperluan acara lainnya baik formal maupun non formal. Misalnya saja acara peresmian suatu acara, tempat, hingga bangunan. Bahkan dulu ketika diadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung, gong juga dijadikansalah satu ikonnya.

  1. Rebana

Rebana

Alat musik ritmis yang satu ini identik dengan hal yang berbau isla, entah itu sholawat maupun pertunjukan tari dan nyanyian. Rebana memiliki sebutan terbang di Jawa dan dipercaya menjadi alat musik yang digunakan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam oleh Wali Songo. Bukan hanya di Indonesia, di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara di wilayah Timur Tengah alat musik ini juga sangat terkenal.

Cara memainkan alat musik ini hampir mirip dengan alat musik ritmis kebanyakan, yaitu dengan dipukul. Sedangkan pada bagian yang dipukul biasanya terbuat dari kulit kambing. Bagian konstruksi bukan terbuat dari kulit, melainkan dari kayu. Bentuk rebana memang pipih lingkaran, namun ada juga beberapa wilayah yang memodifikasi nya dengan menambah simbal entah dua atau tiga pasang. Di Indonesia sendiri rebana memiliki banyak jenis, seperti marawis, jidor, banjar, dan banyak lagi.

  1. Kastanyet

Kastanyet

Alat musik ritmis yang satu ini berasal dari Spanyol, dan di negara asalnya banyak digunakan untuk mengiringi tarian. Salah satu tarian yang menggunakan kastanyet sebagai pengiring adalah Tari Flamenco. Kastanyet biasanya dibuat dari kayu dan dibentuk bundar. Pada bagian atas sampai bawahnya atau dalam satu pasang seperti kerag dan ada cekungan di permukaan.

Dahulu ada kastanyet yang dibuat dari gading gajah, namun seiring dengan perkembangan bahan zaman kastanyet diganti dengan kayu. Supaya kastanyet bisa menghasilkan suara, maka Anda perlu menepukkan kedua bagian kastanyet seperti akan mencapit sesuatu. Anda tinggal menyesuaikan saja dengan tempo serta harmoni pada lagu.

  1. Triangel

Triangel

Jika mendengar kata triangel, maka hal yang pertama kali Anda pikirkan pasti adalah segitiga. Namun jika berhubungan dengan alat musik, maka triangel adalah suatu alat musik ritmis yang memiliki bentuk segitiga. Asal alat musik ini adalah dari Belanda dan biasanya digunakan ketika pertunjukan parade sebagai pengiring. Kastanyet juga masuk pada kategori alat musik perkusi idiofoni, karena getaran merupakan sumber bunyinya.

Seperti alat musik ritmis pada umumnya, kastanyet tidak memiliki tangga nada pada bunyi yang di hasilkan nya. Sehingga ketika memainkannya yang diandalkan bukanlah teknik, melainkan rasa. Triangel terbuat dari besi dan sisi segitiganya memiliki panjang antara 15 cm hingga 18 cm. Untuk cara memainkannya adalah dengan memukul triangel dengan stick yang terbuat dari logam.

Pada triangel versi asli atau originalnya bentuk segitiga yang dipakai adalah sama sisi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu sudah ada banyak modifikasi pada alat musik ritmis ini. Ada yang dibuat dengan bentuk segitiga sama kaki hingga diberi tambahan elemen berupa cincin logam yang bisa membuat suara triangel lebih gemerincing.

  1. Timpani

Timpani

Timpani merupakan alat musik sejenis drum dan menghasilkan bunyi yang besar  memiliki kesan kuat dan bisa memberi dorongan pada musik orkestra. Karena memiliki bunyi kuat, maka alat ini dimainkan hanya beberapa kali dan biasanya di bagian klimaks musik. Ukuran timpani pada umumnya adalah berdiameter sekitar 20 inch hingga 33 inch. Dalam suatu permainan orkestra biasanya hanya akan dimainkan dua buah saja di belakang.

Orang-orang barat sangat menyukai alat musik ini , di Amerika alat musik ini disebut half egg sedangkan di Inggris disebut ketel drum. Sekarang ini, timpani sudah banyak mengalami modifikasi sehingga cara mainnya bukan hanya dipukul. Ada yang dimainkan dengan pedal dan bisa menghasilkan bunyi di nada tertentu.

  1. Kecrek

Kecrek

Alat musik yang satu ini mungkin memang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, biasanya terbuat dari logam dan kayu. Pada awalnya memang hanya digunakan untuk pertunjukan wayang dan dimainkan oleh dalangnya. Jika dahulu kecrek hanya ada dengan ukuran kecil, sekarang sudah mengalami modifikasi menjadi lebih besar dan suaranya lebih nyaring karena logam yang digunakan lebih banyak.

Penggunaan kecrek sekarang ini juga bisa untuk mengiringi musik, terutama dangdut. Selain itu, kecrek juga biasanya disediakan sebagai salah satu alat musik pelengkap karaoke supaya lebih meriah. Selain pertunjukan modern, kecrek pada zaman sekarang juga masih digunakan untuk pertunjukan tradisional seperti campursari dan jatilan.

  1. Simbal

Simbal

Simbal merupakan alat musik yang eksistensinya berawal dari Turki dan Cina. Tentunya simbal sangat populer di sana, dan alat musik ini termasuk ke dalam instrumen kuno. Bahan pembuatnya adalah logam dan cara memainkannya adalah dengan dipukulkan yang satu dengan lainnya. Maka akan muncul bunyi yang nyaring dan bising sehingga menciptakan musik dengan suasana yang meriah.

Alat musik ini bisa dimainkan dengan drum maupun secara solo, tergantung dengan pertunjukannya. Pada zaman sekarang alat musik ritmis kuno ini digunakan dalam pertunjukan marching band, barongsai, dan sejenisnya. Biasanya pemain simbal akan menari ketika memainkan alat musik ini.

  1. Konga

Konga

Alat musik ritmis ini berasal dari Afrika dan memiliki bentuk yang mirip dengan kendang. Di wilayah aslinya alat musik konga disebut dengan nama  Tumbadora. Jika mirip dengan kendang, lalu apa bedanya? Cara memainkan keduanya berbeda, jika kendang dimainkan dengan ditidurkan atau secara horizontal sedangkan  konga dimainkan secara vertikal. Dahulu atau pada versi aslinya, konga dibuat dari kayu namun sekarang lebih modern dan dibuat dari fiberglass.

Sedangkan pada bagian yang dipukul untuk menghasilkan suara yang biasanya berada di sisi atas, akan dibuat dari kulit hewan. Karena dimainkan secara vertikal, tentunya konga membutuhkan penyangga supaya bisa seimbang. Biasanya penyangganya terbuat dari besi supaya lebih kuat. Cara memainkan alat musik ini supaya bisa menghasilkan bunyi adalah dengan dipukul pada sisi atasnya. Memukulnya tidak perlu menggunakan alat, gunakan saja kedua tangan Anda.

Musik memang memiliki jangkauan luas, dan tentu dengan alat musik yang beragam. Apabila ada alat musik yang menghasilkan nada maka ada juga yang tidak bernada. Walaupun begitu kedua jenis alat musik ini sama pentingnya dalam sebuah lagu dan saling melengkapi.

15+ Alat Musik Ritmis Yang Sering Kita Lihat Tapi Tidak Tau Namanya

Leave a Reply