15+ Ayat Ruqyah untuk gangguan susah tidur dan jin (Terjemah)

Ayat Ruqyah Syar’iyyah – Ruqyah merupakan salah satu jenis pengobatan dalam Islam yang seringkali dijadikan alternatif untuk penyakit-penyakit tertentu yang tak bisa dijelaskan oleh medis. Padahal, seharusnya ruqyah merupakan pilihan pengobatan pertama kala seseorang tertimpa penyakit. Ruqyah sendiri memiliki berbagai macam jenis. Di artikel ini akan dibahas 15+ ruqyah yang biasa diterapkan berikut doa-doanya.

Pengertian dan Tata Cara Ruqyah

Pengertian dan Tata Cara Ruqyah

Menurut pengertian Wikipedia, ruqyah berarti metode penyembuhan dengan menerapkan bacaan pada penderita yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), bisa dan sengatan hewan, rasa sakit, kegilaan, kerasukan maupun gangguan jin lainnya. Meruqyah sebenarnya merupakan salah satu amalan utama. Terbukti bahwa hal ini telah menjadi kebiasaan para nabi dan orang-orang shaleh.

Ruqyah dilakukan dengan menggunakan ayar-ayat Al-Qur’an sebagai media penyembuhan. Tata cara melakukan ruqyah dapat Anda lakukan dengan ketentuan berikut.

  1. Memiliki keyakinan bahwa kesembuhan yang datang merupakan anugerah dari Allah semata.
  2. Ruqyah hanya boleh dilakukan dengan menggunakan panduan yang benar. Panduan bisa diambil berdasarkan Al Qur’an, hadist ataupun dengan nama dan sifat Allah SWT. Pelafalannya bisa dilakukan dengan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami.
  3. Ketika melakukan ruqyah, Anda harus mengikhlaskan niat serta menghadapkan diri kepada Allah dengan pasrah dan berserah saat melafalkan doa.
  4. Membacakan Surat Al Fatihah, lalu meniupkannya ke bagian tubuh yang dirasa sakit. Kemudian diikuti surat lainnya, seperti Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, dan Al Kafirun. Selain surat, tersebut, keseluruhan surat dalam Al Qur’an dapat digunakan untuk melakukan ruqyah. Namun, penggunaan ayat-ayat yang jelas dalilnya seperti beberapa surat di atas, tentu akan lebih memiliki pengaruh.
  5. Membacakan sambil menghayati makna yang ada dalam lantunan Al Qur’an dan doa yang sedang dilafalkan.
  6. Seseorang yang tengah melakukan ruqyah dianjurkan agar memperdengarkan bacaannya. Hal ini dimaksudkan supaya penderita juga bisa belajar sekaligus merasakan kenyamanan karena bacaan yang digunakan seuai dengan syariat Islam.
  7. Meniupkan bacaan pada bagian tubuh yang sakit. Caranya adalah dengan meniupkan secara halus dan lembut, tanpa keluar air ludah. Hal ini mengandung kelonggaran dalam pelaksanaannya.
  8. Anda juga bisa meniupkan bacaan melalui media berisi air atau media lainnya. Yang paling baik digunakan adalah minyak zaitun, sesuai dengan hadist Malik bin Rabia’ah.
  9. Disunnahkan untuk mengusap orang yang sakit menggunakan tangan kanan.
  10. Untuk meruqyah diri sendiri, letakkan tangan Anda pada bagian yang sakit seraya mengucapkan bismillah sebanyak 3 kali.
  11. Jika sakit yang diderita berada pada titik tertentu, seperti kepala, kaki, atau bagian tubuh lainnya, bacaan sebaiknya ditiupkan dan diarahkan pada titik tersebut.
  12. Jika penyakit yang dirasakan tidak jelas titik lokasinya, dirasakan pada sekujur badan atau gila, maka pengobatan ruqyah dilakukan dengan membacakan ayat di hadapan penderita.

Ruqyah Diri Sendiri

Ruqyah Diri Sendiri

Ruqyah bisa dilakukan dengan melantunkan beberapa doa yang mudah dilakukan. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan unruk melakukan  ruqyah dengan membacakan beberapa doa tertentu ketika sedang sakit. Bagaimana caranya?

  1. Pusatkan perhatian pada bagian tubuh yang sakit. Jika sudah menemukan titik yang tepat, letakkan tangan kanan di bagian tersebut.
  2. Bacalah bacaan basmallah dan ulangi hingga tiga kali.
  3. Bacakan doa berikut ini, ulangi hingga 7 kali.

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

(A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru)

“Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.”

Ruqyah Sebelum Tidur

Ruqyah Sebelum Tidur

Melakukan ruqyah juga bisa dilakukan setiap menjelang tidur malam. Anda tak perlu menyedikan media yang beragam, cukup dengan melafalkan doa sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan melakukannya terus-menerus tiap malam, Anda akan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Selain itu, Anda bisa mengobati penyakit hati dan lainnya yang sering singgah tanpa disadari.

Caranya pun cukup mudah, gabungkan kedua telapak tangan Anda seperti layaknya ketika sedang berdoa. Bacalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas dengan khidmat dan seksama. Setelah selesai, tiuplah kedua telapak tangan yang sejak tadi menengadah. Usapkan telapak tangan yang telah ditiup tersebut ke seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau, mulai dari kepala, wajah, hingga tubuh bagian depan.

Ulangi langkah di atas hingga tiga kali sebelum tidur. Anjuran ini diriwayatkan oleh HR. Bukhari 50217 dan Muslim 2192. Isinya menyatakan bahwa berdasarkan hadist dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad SAW melakukan kebiasaan ini sebelum tidur.

Ruqyah Ketika Terluka

Ruqyah Ketika Terluka

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seringkali Anda terluka. Entah karena teriris ketika memotong rumput atau sayuran, lecet ketika terjatuh, dan lain sebagainya. Untuk luka ringan semacam ini, Anda bisa melakukan ruqyah sendiri yang mudah sekali dan tak membutuhkan banyak usaha. Bagaimana cara melakukannya?

Ketika terluka berupa sobekan atau goresan kecil yang tak terlalu membahayakan kesehatan, Anda bisa melakukan ruqyah. Caranya dengan mengambil ludah di ujung jari Anda. Lalu, letakkan jari tersebut ke tanah. Biarkan ludah dan tanah tersebut bercampur di ujung jari Anda. Lalu, oleskan pada bagian yang terluka seraya membacakan doa berikut ini.

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

(Bismillah, turbatu ardhinaa bi riiqati ba’dhinaa, yusyfaa saqimuna bi idzni rabbinaa)

“Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami.” (HR. Bukhari 5745 & Muslim 5848).

Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah ada banyak macam dan bentuknya di masyarakat. Sebagian merupakan sebuah anjuran untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang menimpa diri seorang manusia. Ruqyah syar’iyyah sendiri merupakan salah satu bentuk yang dianjurkan karena sesuai dengan syariat Islam dan anjuran Rasullullah SAW.

Ruqyah Syar’iyyah bisa Anda lakukan dengan melantunkan bacaan dari ayat-ayat suci Al Qur’an atau doa-doa yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut tidak mengandung unsur kemusyrikan sama sekali, apalagi sihir dan guna-guna. Peruqyah di sini hanya menjembatani untuk memohon bantuan pada Allah SWT akan kuasa-Nya atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Jadi, inti dari ruqyah ini berasal dari kekuatan doa dan bacaan ayat Al Qur’an yang memang bisa menjadi penyembuh bagi segala macam penyakit. Ruqyah syar’iyyah diperbolehkan, sesuai dengan hadist riwayat Muslim yang menyatakan bahwa Rasullullah membolehkan meruqyah seseorang yang terkena sengatan kalajengking sebagai bentuk membantu menolong saudaranya.

Ruqyah Syirkiyyah

Ruqyah Syirkiyyah

Dari beberapa jenis ruqyah yang ada, syirkiyyah merupakan salah satu yang dilarang dan haram hukumnya untuk dilakukan. Hal ini karena dalam pelaksanaannya banyak mengandung unsur kemusyrikan yang dilarang oleh Islam. Misalnya pada praktek penggunaan mantra dan jampi-jampi yang bukan berasal dari bacaan Al Quran maupun anjuran sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Bacaan yang dipakai dalam ruqyah ini biasanya merupakan bacaan yang turun temurun diwariskan oleh nenek moyang atau dukun. Ditambah, tak ada pembenarannya dalam Al Quran karena tidak sesuai dengan syariat yang ada. Sebisa mungkin hindari ruqyah sejenis ini, agar Anda tak terjerat dosa.

Ruqyah Sihriyyah

Ruqyah Sihriyyah

Ruqyah semacam ini jelas haram hukumnya dan tak boleh dilakukan oleh umat Islam. Hal ini dikarenakan dalam prosesnya sihriyyah mengandung sihir dan melibatkan jin. Ruqyah jenis ini umumnya dilakukan dengan membacakan berbagai mantra maupun jampi-jampi untuk memanggil jin. Dengan begitu, peruqyah akan meminta bantuan jin yang datang.

Bantuan bisa berupa pertolongan si jin untuk mengusir jin yang mendiami tubuh seseorang (kerasukan/ kesurupan). Terkadang, jin dimintai tolong untuk mengeluarkan suatu penyakit dari penderita dan memindahkannya pada makhluk lain, biasanya dialihkan pada binatang. Jenis pengobatan semacam ini tentu diharamkan karena sangat dekat dengan dosa syirik dan musyrik.

Ruqyah dengan Al Fatihah

Ruqyah dengan Al Fatihah

Surat Al Fatihah merupakan surat pertama yang akan Anda jumpai setiap membaca Al Quran. Anda pun tentu telah hafal surat ini di luar kepala lantaran selalu digunakan di tiap rakaat sholat. Ternyata, surat Al Fatihah sangatlah manjur untuk mengobati diri sendiri dari berbagai macam penyakit. Berikut bacaan lengkap beserta artinya.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan Setan yang terkutuk

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

  1. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

  1. Yang menguasai di Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

  1. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ

  1. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

  1. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ruqyah dengan Surat Al Baqarah

Ruqyah dengan Surat Al Baqarah

Selain Al Fatihah, Surat Al Baqarah juga dikenal manjur dan seringkali digunakan untuk prosesi ruqyah. Karena ayatnya yang sangatlah banyak, ada beberapa yang dipercaya memiliki keutamaan untuk proses pengobatan dengan menggunakan ayat Al Quran. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Al Baqarah ayat 1 hingga 5

الٓمٓ

  1. Alif laam miin.

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ

  1. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ

  1. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

 وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

  1. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

  1. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. 
  2. Al Baqarah ayat 102

وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتۡلُواْ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَيۡمَٰنَۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَيۡنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٞ فَلَا تَكۡفُرۡۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡۚ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقٖۚ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ

  1. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
  2. Al Baqarah ayat 163-164

وَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

  1. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلۡفُلۡكِ ٱلَّتِي تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٖ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٖ وَتَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ

  1. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
  2. Al Baqarah ayat 255

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَ‍ُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ

  1. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
  2. Al Baqarah ayat 285-286

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ

  1. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

  1. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Ruqyah dengan Surat Al Imran

Ruqyah dengan Surat Al Imran

Jika sudah terbiasa menggunakan Surat Al Fatihah dan Al Baqarah, Anda bisa pula membacakan ayat dari surat lain di Al Quran. Salah satunya adalah Surat Al Imran. Bacaan yang biasa dilantunkan untuk ruqyah umumnya adalah ayat ke-18 dan 19. Kedua ayat tersebut menyebutkan keagungan Tuhan YME dan Dia-lah Yang Maha Perkasa yang patut disembah.

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

  1. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ

  1. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Ruqyah dengan Surat Al A’raf

Ruqyah dengan Surat Al A’raf

Surat yang penuh dengan makna dan bisa digunakan untuk doa selagi melakukan pengobatan ruqyah adalah Surat Al A’raf. Di dalamnya terkandung makna yang dalam untuk terus berdoa dengan rasa takut dan harapan. Anda bisa menggunakan doa dari ayat berikut ini.

  1. Surat Al A’raf ayat 54 hingga 56

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۢ بِأَمۡرِهِۦٓۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

  1. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعٗا وَخُفۡيَةًۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ

  1. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

  1. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
  2. Surat Al A’raf ayat 117 sampai 122

وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۖ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ

  1. Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!.” Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

  فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

  1. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.

 فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُواْ صَٰغِرِينَ

  1. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

وَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ

  1. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud.

قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

  1. 1 Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

  1. “(yaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

Ruqyah dengan Surat Yunus

Ruqyah dengan Surat Yunus

Surat Yunus merupakan surat ke-10 dalam Al Quran dan memiliki panjang 109 ayat. Meskipun didominasi oleh ayat-ayat Makkiyah, namun beberapa ayatnya diturunkan di Madinah, yakni ayat 40, 94, dan 95. Untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan efek penyembuhan, Anda bisa menggunakan bacaan yang ada di surat ini. Tepatnya di ayat ke-81 dan 82.

فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبۡطِلُهُۥٓ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

  1. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.

وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ

  1. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).

Ruqyah dengan Surat Thaahaa

Ruqyah dengan Surat Thaahaa

Ditilik dari posisinya di Al Qur’an, Surat Thaahaa merupakan surat ke-20. Isinya berkisar tentang motivasi kepada Nabi Muhammad SAW agar kuat mengemban amanah kerasulan dan terus bersabar menghadapi segala cobaan. Ayat ke-69 surat ini juga kerap dijadikan bahan bacaan dan doa untuk pengobatan dengan jalan ruqyah.

وَأَلۡقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوٓاْۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيۡدُ سَٰحِرٖۖ وَلَا يُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيۡثُ أَتَىٰ

  1. Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

Ruqyah dengan Surat Al Mu’minun

Ruqyah dengan Surat Al Mu’minun

Surat ini merupakan surat ke-23 dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyah. Surat Al Mu’minun terdiri atas 118 ayat yang menitik beratkan pada tujuan manusia diciptakan. Tak lain dan tak bukan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Anda bisa menggunakan Surat Al Mu’minun ayat 115 hingga 118 untuk berdoa dan meminta kesembuhan kepada Tuhan YME.

أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ عَبَثٗا وَأَنَّكُمۡ إِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ

  1. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡكَرِيمِ

  1. Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

وَمَن يَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ

  1. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

وَقُل رَّبِّ ٱغۡفِرۡ وَٱرۡحَمۡ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

  1. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.”

Ruqyah dengan Surat Ash Shaaffaat

Ruqyah dengan Surat Ash Shaaffaat

Dari beberapa contoh surat di atas, Anda masih memiliki opsi lain dalam pemilihan bacaan doa untuk ruqyah. Salah satunya adalah dengan membacakan Surat Ash Shaaffaat ayat 1 hingga 10. Berikut bacaannya agar Anda tak lupa.

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا

  1. Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya,

فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا

  1. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),

فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا

  1. dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,

إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ

  1. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ

  1. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ

  1. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,

وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ

  1. dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ

  1. syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.

دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ

  1. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,

إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ

  1. akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

Ruqyah dengan Surat Al Ahqaf

Ruqyah dengan Surat Al Ahqaf

Dalam runtutannya, Al Ahqaf tercatat menempati surat ke-46 dalam Al Qur’an. Surat yang tergolong jenis Makkiyah ini memiliki ayat yang tak begitu panjang, hanya terdiri dari 35 ayat saja. Banyak yang melafalkan beberapa ayat dari surat ini ketika melakukan ruqyah, terutama ayat ke-29 hingga 32. Anda pun bisa membacakannya ketika melakukan pengobatan.

وَإِذۡ صَرَفۡنَآ إِلَيۡكَ نَفَرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓاْ أَنصِتُواْۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوۡاْ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِينَ

  1. Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

قَالُواْ يَٰقَوۡمَنَآ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٖ مُّسۡتَقِيمٖ

  1. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ وَءَامِنُواْ بِهِۦ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ

  1. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

وَمَن لَّا يُجِبۡ دَاعِيَ ٱللَّهِ فَلَيۡسَ بِمُعۡجِزٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَيۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءُۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ

  1. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Ruqyah dengan Surat Ar Rahmaan

Ruqyah dengan Surat Ar Rahmaan

Surat Ar Rahmaan memang sudah tak asing lagi dan sering diperdengarkan di telinga kita. Surat yang berada di urutan ke-55 dalam Al Qur’an ini merupakan golongan surat Makkiyah dengan panjang 78 ayat. Nama Ar Rahmaan sendiri memiliki arti Yang Maha Pemurah. Tak heran surat ini sering dibaca ketika tengah ruqyah, utamanya ayat 33 hingga ayat 36.

يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ

  1. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

  1. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ مِّن نَّارٖ وَنُحَاسٞ فَلَا تَنتَصِرَانِ

  1. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

  1. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ruqyah dengan Surat Al Hasyr

Ruqyah dengan Surat Al Hasyr

Surat Al Hasyr merupakan surat ke-59 dalam Al Qur’an dan tergolong surat Madaniyyah. Panjangnya hanya 24 ayat saja. Makna Al Hasyr sendiri memiliki arti pengusiran. Bagi yang sering melakukan ruqyah tentu tak asing dengan bacaan surat ini. Anda bisa menggunakan ayat 21 hingga 24 ketika melakukan pengobatan secara Islami.

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٖ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعٗا مُّتَصَدِّعٗا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ

  1. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

  1. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ

  1. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا في ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

  1. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ruqyah dengan Surat Al Jinn

Ruqyah dengan Surat Al Jinn

Surat ini tercatat menempati urutan ke-72 dalam Al Qur’an dan tergolong surat Makkiyah. Keseluruhan surat terdiri atas 28 ayat. Sesuai namanya, Al Jinn memiliki arti jin. Beberapa kalangan melakukan ruqyah dengan membacakan surat ini. Anda juga bisa melakukannya, cukup dengan membacakan ayat pertama hingga ayat 9 surat Al Jinn ini.

قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا

  1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلرُّشۡدِ فَ‍َٔامَنَّا بِهِۦۖ وَلَن نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدٗا

  1. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,

وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةٗ وَلَا وَلَدٗا

  1. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطٗا

  1. Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,

 وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا

  1. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٞ مِّنَ ٱلۡإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٖ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَزَادُوهُمۡ رَهَقٗا

  1. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

وَأَنَّهُمۡ ظَنُّواْ كَمَا ظَنَنتُمۡ أَن لَّن يَبۡعَثَ ٱللَّهُ أَحَدٗا

  1. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,

وَأَنَّا لَمَسۡنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدۡنَٰهَا مُلِئَتۡ حَرَسٗا شَدِيدٗا وَشُهُبٗا

  1. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

وَأَنَّا كُنَّا نَقۡعُدُ مِنۡهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمۡعِۖ فَمَن يَسۡتَمِعِ ٱلۡأٓنَ يَجِدۡ لَهُۥ شِهَابٗا رَّصَدٗا

  1. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

Ruqyah dengan Surat Al Ikhlas

Ruqyah dengan Surat Al Ikhlas

Surat ini merupakan surat ke-112 dalam kitab suci umat Islam, Al Qur’an. Terdiri dari 4 ayat yang pendek-pendek, surat ini masuk golongan surat Makkiyah. Surat ini seringkali disebut sebagai surat Qulhu di kalangan anak-anak lantaran didahului dengan kata ’qulhu’. Keempat ayat surat ini menegaskan tentang kemurnian dan keesaan Allah SWT di atas segalanya.

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

  1. Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

  1. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ

  1. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ

  1. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Ruqyah dengan Surat Al Falaq

Ruqyah dengan Surat Al Falaq

Surat Al Falaq berada satu urutan setelah Surat Al Ikhlas, yakni di urutan ke-114 dalam kitab suci Al Qur’an. Surat ini terdiri dari 5 ayat dan masuk golongan surat-surat Makkiyah. Inti kandungan surat Al Falaq menekankan pada perintah untuk berlindung hanya kepada Allah SWT atas segala macam kejahatan dan mara bahaya. Anda tentu hafal bacaannya, bukan?

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

  1. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

  1. dari kejahatan makhluk-Nya,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

  1. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَد

  1. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

  1. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.

Ruqyah dengan Surat An Naas

Untuk melengkapi daftar doa 15+ ruqyah, Anda juga harus memasukkan surat An Naas ke dalam list yang ada. Surat ini tercatat sebagai surat ke-114 sekaligus surat terakhir dalam Al Qur’an. Merupakan golongan surat Makkiyah, An Naas terdiri dari 6 ayat yang menggunakan banyak pengulangan kata di dalamnya. Pokok isi dari surat ini menekankan perintah agar selalu berlindung kepada Allah SWT.

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

  1. Katakanlah: Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

  1. Raja manusia.

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ

  1. Sembahan manusia.

مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ

  1. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ

  1. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

  1. dari (golongan) jin dan manusia.

Daftar doa 15+ ruqyah ini dapat Anda gunakan ketika hendak melakukan pengobatan, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Tujuan dari ruuqyah memang untuk pengobatan penyakit dengan menggunakan media doa dan meminta perlindungan Allah SWT. Jangan sampai Anda terjebak pada ruqyah yang hukumnya diharamkan, ya.

Daripada mengobati, sebenarnya Anda bisa mencegah kedatangan penyakit-penyakit yang tak diinginkan ini. Pencegahan bisa dilakukan denan memperbanyak dzikir pagi dan sore hari sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan perlindungan dan penjagaan dari Allah SWT atas segala gangguan dari makhluk yang terlihat maupun yang tak terlihat.

 

15+ Ayat Ruqyah untuk gangguan susah tidur dan jin (Terjemah)

Leave a Reply