Tuntunan Bacaan Sholat lengkap : Pengertian, Dalil, Syarat, Rukun, Sunah 1

Tuntunan Bacaan Sholat lengkap : Pengertian, Dalil, Syarat, Rukun, Sunah

Tuntunan Bacaan Sholat lengkap  – Dalam Ajaran Agama Islam Rukun Islam Sholat merupakan salah satu Pilar (dari 5 Pilar Agama) yang sangat penting. Sholat merupakah salah satu Ibadah yang diwajibkan untuk Umat Islam baik itu Laki-Laki maupun Perempuan yang sudah masuk Akil Baligh. Sholat disebut sebagai tiang Agama, jadi kita sebagai umat muslim wajib mengerjakannya supaya mendapat syafaat dan terhindar dari api neraka kelak di hari kiamat.

SHOLAT FARDLU 5 WAKTU

إنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِىءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ الأُخْرَى (رواه مسلم : 681)

“artinya : Sesungguhnya orang-orang yang meremehkan agama adalah orang-orang yang tidak mengerjakan sholat hingga tiba waktu sholat lain”(1).

 

PENGERTIAN SHOLAT

PENGERTIAN SHOLAT

Sholat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh, sholat tiang agama yang harus wajib ditegakkan, apabila meninggalkan sholat dengan sengaja hukumnya berdosa, apabila meninggalkan sholat karena udzur syar’I seperti sakit yang begitu parah, dan karena udzur yang lainnya maka boleh di qodlo atau di jamak bagi orang yang melakukan fisabilillah, tapi bagi wanita ada kompensasi tidak melakukan sholat dan tidak juga menggantinya yaitu waktu haid.

Secara bahasa arti dari sholat itu sendiri berasal dari Bahasa arab yaitu الدعاء (do’a).

Sedangkan menurut istilah menurut Ust Muhammad Khairil Musthofa, M.Pd.I sebagai berikut

اَقْوَالُ وَاَفْعَالُ مُفْتَتَحَةْ بِالتَّكْبِيْرِمُخْتَتَمَةُ بِالتَّسْلِيْمِ يتعبا بِهَا بِشَرَائِطْ مُخْصُوْصَةِ

Artinya : Beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir di akhiri dengan salam dengan maksud beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan. ……. (2)

 

WAKTU SHOLAT LIMA WAKTU

WAKTU SHOLAT LIMA WAKTU

Sholat telah ditentukan waktunya sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 103

اِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتبًا مَوْقُوْتًا (النساء : 103)

Artinya : Sesungguhnya sholat itu adalah fardlu yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An Nisa’ ayat 103)

  • Sholat dzhur (4 rakaat)

Waktu sholat dzuhur yaitu mulai matahari tergelincir ke arah barat dan bayang-bayang manusia mulai condong ke arah timur waktu seorang berdiri tegak lurus dan akhir waktu dzuhur adalah ketika bayangan seseorang sama dengan tinggi badannya ketika berdiri tegak, diperkirakan waktu dzuhur mulai dari jam 12.00 wib sampai dengan jam 15.00 wibsebgaiaman hadits Nabi

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ (رواه مسلم عن عبد الله ابن عمر)

Artinya : “Waktu siang (Sholat Zhuhur) adalah ketika matahari telah tergelincir (menuju arah tenggelamnya) hingga bayangan seseorang sebagaimana tingginya selama belum masuk waktu ‘Ashar(HR. Muslim dari Abdullah bin Amir)……….(3)

  • Sholat ashar (4 Rakaat)

Waktu Ashar secara bahasa di definisikan sebagai waktu sore, mulai matahari menjadi merah atau memerah yaitu akhir dari siang hari menuju malam hari atau terbenamnya matahari dalam sehari.

Salah satu sahabat meriwayatkan hadits tentang waktu ashar yaitu Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu ‘anhu

وَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفِرُّ الشَّمْس (رواه مسلم عن عبد الله ابن عمر)

Artinya : Dan waktu ‘ashar masih tetap ada selama matahari belum menguning (HR. Muslim dari Abdullah bin Amir)……..(4)

  • Sholat Maghrib (3 Rakaat)

Maghrib dilihat dari bahasa tempat tenggelamnya matahari,

Sedangkan waktu mengerjakan Sholat maghrib adalah pada waktu tenggelamnya matahari sampai dengan hilangnya mega merah di arah barat atau sekitar pukul 18.00 Wib sampai 19.00 Wib.

Sebagaiman sabda Nabi Muhammad SAW

وَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ اِذَا غَابَتِ الشَمْشُ مَالَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ (رواه مسلم عن عبد الله ابن عمر)

Artinya : waktu sholat maghrib tatkala matahari terbenam dan Sinar kuning atau mega merah masih terlihat (HR. Muslim dari Abdullah bin Amir) ………(5)

  • Sholat Isya’ (4 Rakaat)

Semua kalangan ulama sepakat waktu sholat isya’ adalah setelah mega merah menghilang dan batasnya sampai jam 4 pagi, yaitu pada pukul 19.00 Wib sampai 04.00 Wib. Sebagaiman Hadits Nabi Muhammad SAW

فَأَقَامَ العِشَاءِ حِيْنَ غَابَ الشَّفَقْ (رواه مسلم عن سليمان بريدة عن ابيه)

Artinya : maka beliau ( Nabi Muhammad SAW) melaksanakan sholat isya ketika telah hilang Sinar merah atau mega merah (HR. Muslim dari Buraidah) ….. (6)

  • ­­­­­­­­­sholat Subuh atau sholat fajr (2 Rakaat)

Menurut pendapat Ust Muhammad Khairul Musthofa, M.PdI, dilihat dari bahasa fajar berarti cahaya putih, sedangkan waktu mengerjakan sholat subuh dari terbit fajar sampai terbit matahari, sekitar jam 04.15 Wib sampai jam 05.30 Wib. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan menurut Hassan Ayyub dalam buku Fiqih Ibadah Terjemahan Indonesia mengemukakan, bahwa Sholat subuh di mulai sejak fajar sodiq telah terbit yaitu cahaya terang yang telah menyebar di langit sampai telah terbitnya matahari. ……….(7)

وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِ, مَالَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسِ (رواه المسلم عن عبد الله ابن عمر)

Artinya : Dan waktu sholat subuh dari terbit fajar sampai dengan terbit matahari. (HR. Muslim dari Abdullah bin Amir) ………(8)

DALIL PERINTAH SHOLAT LIMA WAKTU

DALIL PERINTAH SHOLAT LIMA WAKTU

Melaksanakan sholat fardlu lima waktu hukumnya fardlu ain yaitu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, apabila di tinggal mendapatkan dosa dan apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala, sholat juga merupakan sebuah pembeda antara orang muslim dan orang kafir, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW

عَنْ جَابِرٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ (رواه الجماعة الا البخارى والنسائى, فى نيل الوطا)

Artinya : dari jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, yang membedakan antara seorang  beriman dan kekufuran adalah meninggalkan sholat. (HR. Jama’ah kecuali Bukhori dan Nasai, dalam Nailul Author juz 1, hal 340)……….. (9)

Beberapa dalil yang menjelaskan kewajiban orang muslim untuk melaksanakan Sholat lima waktu ada dalam al-Qur’an antara lain:

  • Surat Al-Baqarah ayat 3

اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلوةَ وَمِمَّا رَزَقْنهُمْ يُنْفِقُوْنَ (َالبقرة : 3)

Artinya : yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka (Q.S. Al-Baqarah : 3)

  • Surat Al-Baqarah ayat 43

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ (َالبقرة : 43)

Artinya : Dan laksanakan sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (Q.S. Al-Baqarah : 43)

  • Surat Al-Baqarah ayat 45

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ (َالبقرة : 45)

Artinya : dan mohonlah pertolongan (Kepada Alllah) dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk (Q.S. Al-Baqarah : 45)

  • Surat Al-Baqarah ayat 238

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ (َالبقرة : 238)

Artinya : peliharalah semua sholat itu dan sholat wusta, Dan laksanakan sholat karena Allah dengan khsusuk (Q.S. Al-Baqarah : 238)

  • Surat Al-Ankabut ayat 45

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (العنكبوت : 45)

Artinya : Bacalah kitab (al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakan lah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah (Sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari Ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al-Ankabut : 45)

SYARAT SHOLAT

SYARAT SHOLAT

Syarat ada dua yaitu syarat wajib dan syarat sah

  1. Syarat wajib adalah syarat yang harus dimilki sebelum melaksanakan sholat, yang di miliki sesorang sebelum melakukan sholat antara lain:
  • Masuk islam (beragama islam)
  • Baligh (sudah memasuki dewasa)
  • Berakal (tidak gila)

Apabila ketentuan di atas tidak dipenuhi maka sesorang tidak wajib melakukan sholat.

  1. Syarat syah sholat adalah ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan setiap muslimin dan muslimat sebelaum mengerjakan sholat baik sholat fardlu maupun sholat Sunnah.

Beberapa syarat syah sholat sebagai berikut menurut pendapat semua  kalangan ulama madzhab:

  • Suci dari najis kecil maupun najis besar (berwudlu/ mandi besar)
  • Menutup aurat
  • Mengetahui masuknya tiap-tiap waktu sholat yang telah ditentukan, walau sekedar perkiraan saja.
  • Menghadap kiblat
  • Mengetahui tata cara sholat
  • Suci anggota tubuh, pakain, dan tempat sholat.

RUKUN SHOLAT

RUKUN SHOLAT

Semua ulama sepakat tentang rukum sholat wajib dilakukan kalau di tinggal salah satu rukun sholat maka tidak sah sholatnya. Rukun sholat itu sendiri adalah segala perkataan dan perbuatan di dalam sholat yang harus di lakukan dan akan membentuk hakikat sholat. Jika ada salah satu rukun yang tidak dikerjakan maka batal sholatnya dan juga tidak bisa di ganti dengan sujud syahwi,

Adapun rukun sholat menurut Hassan Ayyub dalam Fiqih Ibadah sebagai berikut:

  • Niat

Niat pengertian niat adalah segala keinginan di dalam hati dan di barengi dengan pekerjaan. Sedangkan dalam sholat niat dikerjakan pada awal mengucapkan huruf hamzah dan kata akbar pada waktu mengucapkan takbiratul ihram (Allahu akbar)

Adapaun  membaca lafad niat sholat lima waktu di sunnahkan sebelum takbir, bacaan niat sholat lima waktu sebagai berikut:

  • Lafadz Niat sholat dzuhur

اصلى فرض الظهر ابع ركعات مستقبل القبلة اداء (مأموما\امام) لله تعالى

Artinya : saya niat sholat fardlu dzuhur empat rakat dengan menghadap kiblat, (menjadi makmum atau imam) Karen Allah Taala.

  • Lafadz Niat sholat ashar

اصلى فرض العصر ابع ركعات مستقبل القبلة اداء (مأموما\امام) لله تعالى

Artinya : saya niat sholat fardlu ashar empat rakat dengan menghadap kiblat, (menjadi makmum atau imam) Karen Allah Taala.

  • Lafadz Niat sholat maghrib

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداء (مأموما\امام) لله تعالى

Artinya : saya niat sholat fardlu maghrib tiga rakat dengan menghadap kiblat, (menjadi makmum atau imam) Karen Allah Taala.

  • Lafadz Niat sholat isya

اصلى فرض العشاء ابع ركعات مستقبل القبلة اداء (مأموما\امام) لله تعالى

Artinya : saya niat sholat fardlu isya’ empat rakat dengan menghadap kiblat, (menjadi makmum atau imam) Karen Allah Taala.

  • Subuh

اصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة اداء (مأموما\امام) لله تعالى

Artinya : saya niat sholat fardlu subuh dua rakat dengan menghadap kiblat, (menjadi makmum atau imam) Karen Allah Taala.

  • Takbiratul ihram

Bacaan takbiratul ihram di ucapkan dan keraskan minimal di dengar oleh telinga kita sendiri, kecuali ketika menjadi seorang imam harus di baca dengan keras supaya makmum yang ada di belakang mendengar bacaan takbiratul ihram seorang imam.

Kalimat takbiratul ihram adalah الله اكبر

  • Berdiri ketika melakukan sholat kecuali bagi yang tak mampu melakukan sholat dengan berdiri maka boleh sholat dengan duduk, kalau tidak kuat duduk maka boleh sholat dengan berbaring. Hal ini berlaku untuk sholat fardlu lima waktu
  • Membaca surat al-fatihah setiap rakaat pada sholat fardlu atau Sunnah,

Membaca surat al-fatihah merupakan termasuk rukun sholat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW

لَاصَلَاةِ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَاب (رواه البخرى والمسلم)

Artinya : “tidak  ada sholat bagi orang yang tidak membaca faatihatul kitab” (HR.  Al bukhari 756, Muslim 394) …… (10)

untuk bacaan al-fatihah minimal di dengar oleh diri sendiri, bagi yang tidak mampu membaca surat al-fatihah maka membaca surat yang lainnya yang panjang nya sama dengan surat al-fatihah.

  • Rukuk yaitu membungkuk kan tubuh minimal jari tangan bisa meraih lutut kaki. Dengan membaca

سبحان ربي العظيم وبحمده

Artinya : Maha suci Allah tuhanku yang maha agung dan memujinya.

  • I’tidal atau berdiri tegak setelah melakukan rukuk, dengan membaca

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَالَكَ الْحَمْدُمِلْءُالسَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الأَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Artinya : ya tuhan kami! Bagimu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang engkau kehendaki sesudah itu,

  • Sujud: sebagain besar ulama ahli fiqh sependapat sujud dilakukan menggunakan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua nlutut dan kedua kaki. Dengan memabaca

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Artinya : Maha suci Allah tuhanku yang maha luhur dan memujinya.

  • Duduk setelah sujud di antara dua sujud hingga posisi tegak dalam duduk. Dengan membaca:

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَرْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Artinya : ya Allah tuhanku, ampunilah aku, kasihinilah aku, tutuplah segala kekuranganku (aibku), cukupkan aku dari segala kekurangan, angkat lah derajat ku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku keselamatan, dan berilah aku ampunan.

  • Tuma’ninah dalam semua rukun, yaitu tuma’ninah ketika sedang ruku, ketika sedang berdiri dari rukuk, ketika sedang sujud, dan ketika sedang duduk diantara dua sujud,

Sedangkan tuma’ninah itu sendiri adalah berhanti atau jeda sebentar, kira-kira selama membaca kalimat subhanallah.

  • Duduk terakhir untuk tasyahhud
  • Tasyahhud akhir
  • Salam sebagai penutup sholat. …….(11)

 

Adapun rukun sholat menurut Ust. Labib MZ-Ust. Moh Ridlo’I Ali dalam terjemah Irsyadul Ibad sebagai berikut:

  • Niat mengerjakan sholat beserta menentukan sholat fardlu apa sholat Sunnah. Sebagian ulama sepakat niat bersamaan dengan takbiratul ihram walau tidak harus ingat ssampai takbir selesai.
  • Membaca takbiratul iharam yaitu Allah Akbar. Minimal bacaan di dengar oleh telinga diri sendiri.
  • Berdiri bagi mereka yang mampu dalam sholat lima fardlu fardlu.
  • Membaca surat Al Fatihah denagan Bismillahirrahmanirrahiim pada tiap-tiap rakaat
  • Ruku’ yaitu membungkuk dengan jari-jari kedua tangan memegang lutut.
  • I’tidal
  • Sujud dua kali dengan meletakkan dahi ke lantai.
  • Duduk diantara dua sujud
  • Thuma’ninah (tenang) dalam semua gerak perbuatannya.
  • Membaca tasyahhud akhir
  • Membaca sholawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya pada tasyahhud akhir.
  • Salam yang pertama
  • Tertib …… (12)

 

Adapun rukun sholat menurut Ust. Muhammad Khairil Musthofa, M.PdI dalam bukunya Fikih Dasar sebagai berikut:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Berdiri
  • Membaca surat Al Ftihah
  • Ruku dan itidal
  • Sujud
  • Tahiyat
  • Mengucapkan salam
  • Tertib
  • Berturut-turut

 

SUNNAH DALAM SHOLAT

SUNNAH DALAM SHOLAT

Sunnah adalah segala sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggal tidak akan mendapat dosa, dalam sholat ada dua macam yaitu Sunnah Ab’adh dan Sunnah Hai’ah

  • Pengertian Sunnah Ab’adh

Sunnah Ab’adh adalah segala perkara yang di anjurkan untuk dilakukan dalam sholat dan apabila ditinggalkan baik disengaja maupun tidak disengaja, disunnhakan untuk melakukan sujud syahwi pada akhir sholat sebelum salam.

Berikut Sunnah ab’adh dalam sholat menurut Ust Muhammad Khairil Musthofa, M.Pd.I, dalam buku nya Fiqih Dasar, ada enam perkara, antara lain :

  1. Melakukan tahiyat awal

Do’a tahiyat awal ialah : Memabaca Sholawat di dalam tahiyat awal kepada Nabi Muhammad SAW.

  1. Duduk tahiyat awal
  2. Doa qunut waktu subuh dan do’a qunut sholat witir
  3. Shalawat di dalam qunut
  4. Berdiri sewaktu qunut
  5. Memabca sholawat ke atas kelauarga Nabi Muhammad SAW.
  • Pengertian Sunnah Hai’ah

Sunnah Hai’ah adalah perkara yang di lakukan di dalah sholat apabila di tinggal tidak anjurkan untuk melakukan sujud syahwi.

Perkara Sunnah hai’ah ada 15 sebagai berikut :

  1. Mengangkat tangan ketika sedang takbiratul ihram, ketika ingin rukuk, berdiri dari ruku, dan ketika berdiri dari dari rakaat kedua menuju rakaat ketiga.
  2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan memegangnya, dan meletakkan tangan di bawah dada atau atas puser
  3. Membaca do’a iftitah
  4. Membaca ta’awudz
  5. Membaca Al-Fatihah dan surat – surat pendek dengan suara yang keras (Jahar)
  6. Membaca amin setelah membaca Al-Fatihah
  7. Membaca surah al-Qur’an di rakaat pertama dan kedua
  8. Membaca tasbih ketika rukuk
  9. Membaca do’a ketika I’tidal
  10. Membaca tasbih ketiak sujud
  11. Membaca iftirasy pada semua duduk yaitu duduk di atas kaki kiri
  12. Duduk tawaruk yaitu duduk tahiyat akhir
  13. Salam yang kedua. ……. (14)

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT

Batal mempunya pengertian segala sesuatu perbuatan yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan-aturan syariat islam.

Beberapa yang bisa membatalkan sholat sebagai berikut

  1. Bercakap-cakap dalam sholat yang dilakukan dengan yang sedikitnya terdiri dari dua huruf yang mempunyai makna ataupun tidak mempunyai makna.
  • Madzhab Hanafi dan Hambali sepakat berbicara dalam sholat bisa membatalkan sholat, baik disengaja maupun tidak di sengaja.
  • Madzhab Syafi’I, berpendapat tidak membatalkan sholat apabila sesorang lupa kalau hanya sedikit seperti contohnya berdehem di dalam sholat.
  • Madzhab Maliki, dan Imamiyah Tetapi sebagian ulama madzhab yang lain mengatakan berdehem bisa membatalkan sholat kalau tidak ada maksud, kalau ada maksud berdehem tidak membatalkan sholat seperti membaguskan makharijul huruf.
  1. Tindakan dan perbuatan yang melewati batas di luar gerakan sholat seperti melompat atau perbuatan yang banyak seperti melangkah tiga kali dan menggerakkan tangan tiga kali berturut-turut.
  2. Makan dan minum, para ulama sepakat melakukan makan dan minum bisa membatalkan sholat
  • Menurut madzhab imamiyah berpendapat makan dan minum bisa membatalkan sholat apabila hal tersebut menghilangkan syarat dan rukun sholat.
  • Madzhab Hanafi sepakat perbuatan makan dan minum membatalkan sholat walau hanya sebutir kismis dan setetes atau seteguk air yang di minum.
  • Menurut madzhab syafi’I semua makanan dan minuman yang masuk ke rongga dan perut bisa membatalkan sholat jika orang tersebut melakukan dengan sengaja dan tahu keharamnnya, tetapi madzhab Syafi’I juga berpendapat kalau makan dan minum tidak di sengaja atau lupa maka hal tersebut tidak membatalkan sholat.

Hal yang membatalkan wudlu dan menyebabkan mandi

Hal yang membatalkan wudlu dan menyebabkan mandi

Seluruh ulama madzhab sepkat bahwa yang membatalkan wudlu dan menyebabkan mandi membatalkan puasa kecuali madzhab Hanafi.

  1. Tertawa terbahak-bahak

Semua mdzhab mengatakan tertawa terbahak-bahak membatalkan sholat, kecuali madzhab Hanafi.

Madzhab syafi’I berpendapat yang bisa membatalkan sholat sebagai berikut:

  1. Karena hadats yang wajib melakukan wudlu dan mandi
  2. Sengaja melakukan percakapan atau berbicara
  3. Menangis
  4. Merintih
  5. Banyak bergerak
  6. Ragu dalam niat
  7. Bimbang dalam memutuskan sholat tapi terus melakukan sholat
  8. Menukar niat sholat fardlu dengan niat sholat fardlu yang lain
  9. Terbuka auratnya sedang ia tahu dan tidak menutupinya dengan segera
  10. Telanjang, sedang dia mempunyai pakain atau sesuatu untuk menutupi nya
  11. Terkena najis atau hadats
  12. Mengulang ulang takbiratul ihram
  13. Meninggal rukun dengan sengaja
  14. Mengikuti imam yang tidak patut karena kekuurannya
  15. Menambah rukun atau perbuatan diluar sholat dengan segaja
  16. Melakukan makan dan minum
  17. Memalingkan dari arah kiblat dengan dadanya
  18. Mendahulukan rukun fi’li dari yang lainnya. …….. (15)

Nah itulah Tuntunan Bacaan Sholat lengkap beserta pengertian sholat, dalil tentang sholat, syarat-syarat sholat, rukun-rukun sholat dan hal-hal yang menyebabkan wudhu kita batal. semoga bermanfaat…

 

Tuntunan Bacaan Sholat lengkap : Pengertian, Dalil, Syarat, Rukun, Sunah (belum gambar)

Leave a Reply