properti tari tani

4 Properti Tari Tani (Lengkap dengan gambar dan deskripsi)

Properti Tari Tani – Indonesia bisa dibilang adalah gudangnya jenis tari-tarian. Hal ini dikarenakan di Indonesia memiliki banyak tarian di setiap daerahnya, sehingga membuat negeri tersebut dikenal dengan kekayaan budayanya, termasuk tari-tariannya. Tak hanya orang Indonesia saja yang mempelajari tari-tarian tradisionalnya, namun warga asing pun sekarang banyak yang untuk tertarik mempelajari tari Indonesia.

Di setiap tari tradisional, pasti memiliki yang namanya properti. Properti tari ini digunakan sebagai pendukung dalam menari, termasuk Tari Tani yang memiliki properti sebagai pendukung tariannya. Karena masuk dalam kategori tari tradisional, maka Tari Tani perlu dilestarikan agar dikenal masyarakat dan dunia.

Properti yang Digunakan dalam Tari Tani

Tari Tani merupakan salah satu jenis tarian tradisional yang dimiliki Indonesia, khususnya milik wilayah Jawa, dan perlu dilestarikan. Tari Tani masuk ke dalam salah satu bagian yang terdapat dalam Tari Ketungan. Setiap unsur tarian dalam Tari Tani memiliki maknanya masing-masing. Tari Tani menggambarkan kehidupan para petani dalam bekerja dan melayani masyarakat.

Tari Ketungan merupakan tari yang berasal dari ide seorang warga yang bernama Ketut Winaya. Ide Ketut Winaya tersebut muncul berkaitan dengan diadakannya pesta kesenian rakyat se-desa Tegal Mangkeb yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 18 Mei tahun 2003. Ketut Winaya menginginkan Tegal Mangkeb Kaja sebagai desa adat untuk membentuk sebuah tarian yang menonjolkan unsur ketungan.

Ketungan merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menumbuk padi secara tradisional pada masyarakat tani tradisional. Mengingat sawah bagi masyarakat desa merupakan sumber kehidupan yang menghidupi mereka secara bertahun-tahun, maka Tari Ketungan yang didalamnya memuat Tari Tani mulai diperkenalkan.

Dalam Tari Tani terdapat properti-properti yang digunakan dalam tarian. Properti tersebut merupakan properti yang menggambarkan kehidupan para petani yang sering kita lihat pada petani tradisional di Indonesia. Properti tersebut juga menggambarkan bahwa para petani dengan kesederhanaannya mengabdi pada masyarakat untuk memberikan hasil panen terbaik sebagai sumber kehidupan.

Properti yang digunakan dalam Tari Tani sangatlah sederhana dan mudah untuk ditemukan. Jadi bagi penari yang hendak mementaskan tarian tersebut tidak susah untuk menemukan propertinya.

Properti yang digunakan antara lain:

1. Cangkul

Cangkul

Properti Tari Tani pertama yang wajib ada pada Tari Tani adalah cangkul. Peran cangkul dalam pertanian sudah kita ketahui, karena dengan cangkullah petani bisa menggarap sawahnya dengan baik untuk ditanami padi sebagai cikal bakal makanan pokok masyarakat di Indonesia yakni nasi. Untuk menggambarkan kekhasan petani dalam menggarap sawah inilah, maka cangkul atau pacul diikutsertakan.

Cangkul atau pacul sendiri memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Jawa. Menurut kisah wejangan Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Selo, pacul memiliki makna. Pacul terdiri dari kata “ngipatake barang kang muncul lan mendhugul” yang memiliki arti membuang bagian yang menonjol agar menjadi rata. Barang yang menonjol tersebut adalah dosa-dosa manusia.

Maknanya, manusia harus sadar akan kekurangan yang dimilikinya dan tidak tinggi hati atau sombong, karena sejatinya manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh dengan dosa-dosa. Maka sudah selayaknya manusia bisa ‘meratakan’ dosa tersebut dengan berbuat baik kepada semua makhluk dan tidak menyombongkan diri.

2. Caping

Caping

Properti Tari Tani selanjutnya yang harus ada adalah caping petani. Caping merupakan topi berbentuk kerucut yang terbuat dari bambu untuk melindungi kepala petani saar bekerja menanam tanaman pangan di ladang maupun sawah. Caping sangat identik dengan seorang petani tradisional Indonesia. Selain itu, caping juga memiliki makna tersendiri.

Bentuk caping yang mengerucut di bagian atas menyerupai bentuk gunung melambangkan sumber kehidupan semua makhluk termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Masyarakat Jawa memaknai bahwa gunung merupakan merupakan gambaran Tuhan yang satu dan berada di puncak paling atas sebagai Sang Pemberi Kehidupan yang harus senantiasa disembah.

Lebih dalamnya  lagi, sebenarnya caping memiliki tiga bagian penyusun. Bagian pertama dan kedua merupakan kerangka caping yang dibuat agar caping terlihat kokoh dan kuat, dan terbuat dari bilahan bambu yang tebal, lebar, serta kaku. Bagian ini memiliki makna bahwa untuk menuju kepada Yang Kuasa, maka manusia haruslah memiliki pondasi keyakinan yang kokoh yakni keimanan yang kuat dan teguh kepada-Nya.

Bagian ketiga merupakan bagian yang terdapat di bagian dalam terutama bagian atas yang tidak nampak dari luar memiliki sifat lebih halus karena terbuat dari bilah bambu kecil dan ruasnya panjang. Makna dari bagian tersebut adalah bahwa manusia harus lembut kepada semua makhluk. Manusia harus berhati lembut, tanpa membeda-bedakan segala perbedaan yang ada agar tercipta kesatuan.

3. Baju tani

Baju tani

Baju adat tani perempuan berbeda dari baju adat tani laki-laki. Biasanya perempuan menggunakan kebaya khas pedesaan yang belum mengalami modernisasi, sedangkan penari laki-laki menggunakan baju hitam khas petani yang juga disebut sebagai Baju Warok. Baju tani tersebut menggambarkan kesederhanaan kehidupan para petani di desa.

4. Celana untuk petani

Celana untuk petani

Untuk bagian bawah yang digunakan dalam properti Tari Tani, untuk perempuan memakai bawahan kebaya yang biasa dipakai. Bawahan kebaya tersebut berupa kain batik berwarna coklat dan biasanya hanya sampai lutut saja. Namun untuk penari yang menggunakan hijab, bagian bawah mungkin agak lebih panjang dari biasanya.

Sedangkan untuk bawahan laki-laki menggunakan celana hitam yang biasanya sudah satu stel dengan atasannya. Tak jauh berbeda dengan bagian atasan, bagian bawahan Tari Tani juga menggambarkan kesederhanaan seorang petani.

Properti Tari Tani di atas dapat dijumpai dimana saja dan tak susah untuk mencarinya di pasar, terutama pasar tradisional. Jangan lupa untuk selalu menjaga kekayaan budaya daerah kita agar Indonesia tetap kaya.

4 Properti Tari Tani (Lengkap dengan gambar dan deskripsi)

Leave a Reply