Site icon Sekolahnesia

Windows Defender : Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Windows Defender  –  Melindungi komputer dari serangan yang datang melalui jaringan merupakan sebuah keharusan. Anda membutuhkan sebuah aplikasi firewall seperti Windows Defender yang memang sudah disediakan Microsoft.

Aplikasi keamanan ini sangat berguna untuk menahan dan mendeteksi virus. Perangkat Anda akan dilindungi dengan super ketat, agar tidak mudah diserang malware ataupun virus. Berikut merupakan ulasan lengkap mengenai aplikasi firewall ini agar Anda bisa menggunakannya dengan bijak:

Apa Itu Windows Defender?

Pada awal perilisannya, aplikasi ini dikenal dengan nama Microsoft SpyWare. Microsoft telah mengembangkannya sedemikian rupa, agar dapat diandalkan sebagai antivirus yang mumpuni. Hal ini karena pada awalnya aplikasi ini tidak dikembangkan sebagai antivirus.

GIANT Company Software Inc merupakan pencetus awal aplikasi ini. Pada tanggal 16 Desember 2004 perusahaan tersebut diakuisisi oleh Microsoft. Versi beta Microsoft AntiSpyWare mulai dikembangkan satu tahun kemudian.

GIANT AntiSpyware dikemas ulang sedemikian rupa agar memiliki performa yang lebih baik melindungi data pengguna. Tak lama kemudian, versi beta kedua pun dirilis dan dikenal sebagai Windows Defender.

Versi kedua ini memiliki interface, konsep, dan bahasa pemrograman yang berbeda dibanding pendahulunya. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman C++ yang berpengaruh terhadap kinerjanya secara langsung. Kemampuannya dalam melindungi komputer patut diacungi jempol.

Sejak dirilisnya Windows 8, aplikasi firewall ini sudah benar-benar berubah menjadi aplikasi antivirus. Pihak Microsoft sendiri akhirnya memutuskan untuk menggantikan Microsoft Security Essentials dengan aplikasi ini.

Kelebihan dan Kekurangan

Seperti aplikasi pada umumnya, aplikasi besutan Microsoft ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan

a. Gratis

Kelebihan pertama dari aplikasi ini adalah Anda tidak perlu melakukan pembelian. Hal ini karena pihak Microsoft menyediakannya secara otomatis ketika Anda melakukan proses instalasi OS. Jadi, ketika sudah membeli lisensi OS Windows, Anda tidak perlu mendownload aplikasi ini lagi.

b. Selalu Up to Date

Seperti yang telah disebutkan di atas, sejak era Windows 8 aplikasi firewall ini menjadi pengganti dari aplikasi Microsoft Security Essentials. Hal inilah yang menyebabkan aplikasi tersebut sudah tidak bisa beroperasi di OS Windows 8 ke atas.

Pihak Microsoft serius mengembangkan dan mengupdate aplikasi firewall ini untuk melindungi komputer OS Windows dari virus berbahaya.

c. Real Time Protection

Kelebihan ini sangat dibutuhkan terlebih jika komputer Anda menyimpan banyak data penting. Jika terdapat file mencurigakan berjalan di desktop Anda, aplikasi firewall ini akan langsung menghapusnya.

d. Maksimal Membersihkan Virus

Berkembangnya versi beta dari Microsoft SpyWare, menyebabkan aplikasi ini semakin canggih untuk membersihkan virus. Bahkan dibanding aplikasi sejenis, aplikasi firewall ini dikenal lebih efektif.

e. Restart Otomatis

Ketika mendeteksi virus berbahaya, aplikasi firewall ini akan menyempurnakan pembersihan dengan melakukan restart otomatis. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus menginfeksi file penting lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan scanning setelah komputer melakukan restart karena mendeteksi virus.

2. Kekurangan

a. Scanning Tidak Menyeluruh

Ketika Anda membuka aplikasi ini, akan tersedia dua pilihan utama, yaitu quick scan dan full scan. Sesuai dengan namanya, full scan akan melakukan scanning secara menyeluruh, sehingga cukup memakan waktu lama.

Sedangkan quick scan dapat membuat kinerja komputer menjadi lebih berat, karena mengedepankan waktu yang cepat untuk scanning. Meski seringkali dapat membuat kinerja komputer menjadi cepat, terkadang proses scanning tidak secara menyeluruh.

b. Kinerja Menurun

Performa perangkat Anda bisa menurun jika menginstall aplikasi keamanan lain selain aplikasi firewall ini. Terutama apabila beban komputer memang berat dan kerap kali melakukan banyak tugas sekalipun.

Namun, jika penggunaan komputer Anda masih dalam tahap wajar, tentunya penggunaan aplikasi firewall ini lebih disarankan. Aplikasi pihak ketiga akan menurunkan kinerja karena bekerja bersamaan dengan aplikasi keamanan yang sudah ada.

Cara Mengaktifkan Windows Defender

Jika Anda ingin data komputer dan pribadi aman dari ancaman virus, tentunya perlu memiliki aplikasi keamanan yang memadai. Bagi Anda pengguna OS Windows berikut ini, sebaiknya mengaktifkan Windows Defender sebagai upaya mengamankan data.

1. Di Windows Vista

Windows Vista disebut-sebut sebagai produk gagal dari vendor Microsoft. Hal ini bukan tanpa alasan. Mengingat banyaknya keluhan yang menyebutkan bahwa versi Windows ini justru membuat performa PC menurun.

Oleh karena itu, mungkin Anda menyadari bahwa pengguna Windows Vista jarang ditemui. Meski demikian, OS ini masih satu kesatuan dengan Microsoft. Berikut cara mengaktifkannya di OS ini:

2. Di Windows 7

Windows versi ini dikenal memiliki banyak penggemar. Hal ini tidak lepas dari kelebihan-kelebihan utama yang membuatnya banyak disukai. Bahkan saat Microsoft merilis versi Windows di atasnya, Windows 7 masih memiliki pengguna yang cukup banyak.

Jika Anda menggunakan Windows 7 di PC, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengaktifkan aplikasi firewall ini:

3. Di Windows 8

Bagi Anda pengguna OS Windows 8, menggunakan aplikasi firewall sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, Anda bisa mengaktifkan aplikasi firewall ini yang disediakan secara gratis. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan:

4. Di Windows 10

Cara mengaktifkan aplikasi firewall Defender berikutnya adalah untuk OS Windows 11. Seperti yang telah diketahui, versi OS ini merupakan yang terkini dari Microsoft. Oleh karena itu, penting untuk penggunanya mengaktifkan sebuah aplikasi firewall gratis ini.

Cara Menonaktifkan Windows Defender

Cara menonaktifkannya kerap kali dibutuhkan di situasi tertentu. Terdapat dua opsi mematikan aplikasi firewall ini, yaitu secara permanen dan sementara. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

1. Menonaktifkan Sementara

Biasanya Anda perlu melakukan hal ini ketika hendak mendownload dan install aplikasi tertentu. Seperti yang telah diketahui, aplikasi firewall ini akan menghapus secara otomatis file yang tidak dikenali. Oleh karena itu, Anda perlu mematikannya jika ingin menginstall aplikasi lain.

Anda tidak memerlukan aplikasi pihak ketiga untuk melakukannya, cara-caranya pun cukup mudah yaitu sebagai berikut:

2. Menonaktifkan Permanen

Jika Anda ingin mematikannya secara permanen, hal ini tentunya bisa dilakukan. Untuk lebih jelasnya, simak cara-caranya berikut ini:

a. Menggunakan Local Group Policy

Group Policy Editor kerap kali digunakan untuk membuat, melihat, dan memodifikasi group policy dengan tujuan tertentu. Salah satunya adalah menonaktifkan aplikasi firewall ini, berikut langkah-langkah mudahnya:

Jika Anda ingin mengaktifkannya kembali di lain waktu, caranya hampir sama seperti di atas. Hanya saja pada bagian Turn off Windows Defender Antivirus, Anda pilih Not Configured.

b. Menggunakan Registry Editor

Fitur ini dikenal sebagai pusat database di OS Windows Anda. Oleh karena itu, Anda bisa menemui hampir seluruh fitur di Windows melalui menu registry ini. Bagaimana cara menonaktifkannya secara permanen? Berikut langkah-langkah mudahnya:

Selesai, silahkan restart PC Anda dan aplikasinya pun sudah berhasil dimatikan permanen.

c. Menggunakan Aplikasi Defender Control

Cara-cara di atas adalah cara mematikan aplikasi firewall ini tanpa aplikasi perantara. Sedangkan cara berikut ini Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga, berikut langkah-langkahnya:

Cara Menggunakan Windows Defender

Setelah memahami arti dan fungsi dari aplikasi firewall ini, Anda jadi memahami bahwa aplikasi ini penting keberadaannya untuk PC. Selain itu, aplikasi firewall ini juga cukup mudah dimatikan dan diaktifkan kembali. Baik menggunakan aplikasi pihak ketiga maupun tanpa aplikasi tambahan.

Terdapat beberapa cara menggunakan aplikasi firewall ini yang bisa Anda pilih berdasarkan kebutuhan, yaitu sebagai berikut:

1. Membersihkan Virus dari PC

Salah satu yang penting untuk diketahui pengguna aplikasi firewall adalah bagaimana cara membersihkan virus dari PC. Tidak perlu khawatir, caranya cukup mudah dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini:

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Microsoft Security akan mengatasi segala bentuk serangan dari virus berbahaya. Dengan demikian, Anda tidak perlu melakukan aksi lain seperti klik menu Quarantine atau menghapusnya secara manual.

2. Cara Menggunakan Aplikasi Firewall secara Offline

Penggunaan aplikasi firewall ini secara offline memang diperlukan untuk kasus-kasus tertentu. Terutama saat aplikasi firewall ini seringkali dapat mendeteksi serangan, namun tidak bisa mengatasinya. Bahkan hanya untuk menghapusnya sementara maupun karantina.

Selain kondisi tersebut, terdapat pula kasus saat Windows Security tidak bisa bekerja secara normal seperti biasanya. Misalnya ketika tidak dapat menyelesaikan proses scanning atau memperbarui database.

Jika Anda berada dalam kondisi demikian, gunakanlah fitur aplikasi firewall offline. Caranya adalah dengan mengakses pilihan menu Virus & thread protection. Setelah itu, klik Scan options (Run a new advanced scan), kemudian klik Windows Defender Offline scan, lalu Scan Now.

3. Mengizinkan Aplikasi Tertentu Melewati Firewall

Terkadang memang terdapat aplikasi tertentu yang butuh izin untuk melewati firewall yang sudah ada di PC. Jika Anda menemukan kasus seperti itu, aplikasi firewall ini tidak perlu sampai dinonaktifkan. Cara praktisnya adalah dengan memberikan izin pada aplikasi tersebut, berikut langkah-langkahnya:

4. Menggunakan Menu Advanced Firewall Settings

Jika Anda sudah cukup memahami penggunaan aplikasi firewall ini, mungkin akan tertarik dengan bagian ini. Anda bisa mengakses menu Advanced Firewall Settings melalui langkah-langkah berikut ini:

Beberapa setting yang bisa dibuat adalah membuat aturan firewall baru, di antaranya Connection Security, Outbound, Inbound, serta monitoring.  Tidak perlu khawatir jika Anda salah dalam melakukkan setting. Terdapat pilihan yang bisa mengembalikannya dalam keadaan default.

Ulasan mengenai aplikasi firewall Defender di atas bisa Anda jadikan referensi jika sewaktu-waktu mengalami kendala. Terlebih ketika komputer menunjukkan tanda-tanda terinfeksi virus. Selain itu, Anda juga bisa menonaktifkannya sementara ketika dalam kondisi tertentu.

Windows Defender : Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Exit mobile version