Contoh Proposal Usaha Makanan, Cara Membuat dan Tips agar Proposal Diterima

4+ Contoh Proposal Usaha Makanan (Singkat, Padat, Jelas)

contoh proposal usaha makanan – Bisnis di bidang kuliner seolah tidak akan habisnya untuk dikembangkan, karena selalu saja ada inovasi di dalamnya.  Tidak heran jika banyak pelaku usaha yang melirik bisnis ini sebagai salah satu peluang yang dianggap cukup menjanjikan.  Untuk memulai usaha ini Anda perlu mengetahui contoh proposal usaha makanan yang tepat.

Hal ini sangat penting karena pengajuan proposal usaha bertujuan untuk menarik calon mitra bisnis atau investor.  Oleh karena itu pengajuan proposal harus jelas, mudah dipahami dan menarik.  Bagi Anda yang tertarik bisnis kuliner, berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai contoh proposal usaha makanan yang perlu diketahui.

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan

Bagi yang belum pernah membuat proposal usaha makanan tentu akan mengalami kendala dalam proses pembuatannya.  Selain harus teliti, keakuratan data juga sangat penting untuk diperhatikan agar proposal yang diajukan menarik dan meyakinkan.  Sebagai referensi, berikut ini adalah cara membuat contoh proposal usaha makanan yang perlu diketahui.

1. Pendahuluan

Pada contoh proposal usaha makanan, Bab Pendahuluan merupakan pembahasan pertama yang menjelaskan beberapa point penting.  Diantaranya seperti latar belakang usaha, prospek usaha di masa yang akan datang, keunggulan usaha, visi misi, serta kendala usaha beserta cara menghadapinya, tujuan dan juga peluang.

Informasi yang diberikan dalam Bab Pendahuluan harus akurat, mudah dipahami dan tidak bertele-tele.  Bahasa yang digunakan juga harus menarik dan persuasif terutama yang menyangkut peluang investor dalam pengembangan bisnis.

2. Profil Lengkap Usaha

Pada bab ini contoh proposal usaha makanan harus menjelaskan secara keseluruhan dan lengkap mengenai profil usaha yang tengah dikembangkan.  Hal ini sangat penting agar bisnis Anda mudah untuk ditelaah.  Anda bisa menuliskan nama usaha atau brand, riwayat usaha, dan jenis usaha yang Anda miliki.

3. Lokasi Usaha

Pada contoh proposal usaha makanan ini Anda harus secara jelas mencantumkan alamat dan lokasi usaha didirikan.  Mulai dari kelurahan, kecamatan hingga kabupaten atau kota.  Anda juga bisa melengkapinya dengan denah agar lokasi usaha Anda bisa dilacak secara nyata.

4. Struktur Pengurus Usaha

Baik usaha kecil, menengah ataupun besar pasti memiliki struktur organisasinya masing-masing.  Sebaiknya Anda menjelaskan secara detail mengenai struktur organisasi tersebut dalam contoh proposal usaha makanan.

Anda bisa memberikan gambaran terkait struktur organisasi tersebut mulai dari siapa pemiliki usaha, asisten, staf produksi, staf keuangan, staf pemasaran, dll.  Contoh proposal usaha makanan juga bisa dilengkapi dengan grafik untuk memperjelas kedudukan dari masing-masing anggota organisasi.

5. Produk yang Dipasarkan

Pada bab ini contoh proposal usaha makanan harus menjelaskan secara lengkap mengenai jenis produk yang akan dipasarkan.  Termasuk informasi mengenai daya tarik produk yang dipasarkan, keunggulan produk, kualitas, metode produksi, bahan baku, kendala produksi, dll.

6. Target Pemasaran Produk

Target pemasaran produk pada contoh proposal usaha makanan yang dituju untuk usaha Anda harus jelas.  Penyampaian target pasar pun harus meyakinkan dan menggunakan data yang akurat.  Anda bisa menentukan target pasar sesuai dengan kriteria yang ada.  Misalnya saja usia anak-anak, remaja, pekerja, dewasa atau semua kalangan.

7. Laporan Keuangan

Jika usaha sudah berjalan pada saat pembuatan contoh proposal usaha makanan, maka Anda harus mencantumkan laporan keuangan secara real dari usaha Anda.  Hal ini bisa dijadikan dasar bagi investor terkait prospek kegiatan usaha ke depannya.

Namun jika usaha belum berjalan dan masih dalam tahap perencanaan, maka Anda bisa menggunakan laporan keuangan berupa estimasi dan simulasi.  Dimana Anda akan menjelaskan bagaimana alokasi dana yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi.

Termasuk perhitungan mengenai laba dan ruginya, serta bagaimana sistem bagi hasil yang ditawarkan.  Degan laporan keuangan yang jelas pada contoh proposal usaha makanan ini maka investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya.

8. Analisa SWOT

Analisa SWOT pada contoh proposal usaha makanan akan sangat berpengaruh pada strategi bisnis untuk memenangkan persaingan.  Informasi yang ditulis pada bab ini harus akurat sehingga diperlukan riset terlebih dahulu di lapangan.

9. Penutup

Pada bagian penutup ini Anda harus mengisinya dengan pernyataan yang meyakinkan dan meningkatkan rasa penasaran akan bisnis Anda.  Selain itu, pada bagian penutup juga bisa diisi dengan ungkapan rasa terimakasih serta do’a untuk masa depan usaha yang lebih baik.

10. Lampiran

Pada bagian lampiran, contoh proposal usaha makanan biasanya diisi dengan data-data yang mendukung proposal bisnis, biodata Anda sebagai orang yang mengajukan, surat ijin usaha, surat perjanjian serta sertifikasi pelengkap lainnya.

Tips agar Proposal Usaha yang Diajukan Sukses dan Diperhatikan

Tips agar Proposal Usaha yang Diajukan Sukses dan Diperhatikan

Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan agar contoh proposal usaha makanan yang diajukan menarik perhatian investor:

  • Lengkapi contoh proposal usaha makanan dengan media lain seperti Power Point, Video, hingga demonstrasi sample produk.
  • Buat proposal usaha yang flkesibel sehingga bisa diubah sesuai dengan kebutuhan investor.
  • Anda bisa mengajukan trial period dan milestone dalam mengajukan contoh proposal usaha makanan. Pada trial period Anda bisa memulai usaha dengan modal yang diinvestasikan, jika usaha tidak sesuai rencana maka investor bisa menarik kembali modal mereka.

Sedangkan dengan sistem milestone, Anda bisa memulai usaha dengan modal dari investor dan membuat target dalam jangak waktu singkat.  Target bisa berupa tingkat laba atau keuntungan, jumlah produksi, dll.

Jika usaha tersebut tidak sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan, maka investor berhak untuk menarik kembali modal mereka.

  • Pastikan bahwa Anda menguasai materi yang berkaitan dengan contoh proposal usaha makanan yang diajukan. Karena sukses tidaknya pengajuan proposal bisnis akan sangat tergantung pada penguasaan Anda terhadap materi proposal itu sendiri.

Dalam pengajuan proposal ini Anda bukan hanya dituntut untuk mengusai materi proposal saja tetapi juga hal-hal yang berhubungan dengan isi proposal.  Seperti misalnya situasi persaingan dengan kompetitor, kondisi pasar serta informasi terakhir seputar dunia bisnis.

Contoh Proposal Usaha Makanan Singkat yang Mudah Dibuat

Contoh Proposal Usaha Makanan Singkat yang Mudah Dibuat

Proposal usaha makanan diperlukan sebagai media untuk berbagai keperluan.  Seperti mencari investor, sebagai pedoman usaha, dsb.  Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan bisnis di bidang kuliner, berikut ini adalah contoh proposal usaha makanan singkat yang mudah dibuat.

Nama Perusahaan:

Ayam Geprek Suka-suka

Ringkasan:

1. Konsep

Ayam Geprek Suka-suka merupakan olahan makanan berbahan ayam yang digoreng dengan tepung dan dilengkapi aneka sambal nusantara.  Produk makanan ini sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang ingin menyantap ayam geprek dengan harga murah namun rasanya istimewa.

2. Manajemen

Usaha kuliner ini didirikan oleh lima orang mahasiswa yang ingin memberikan alternatif menu makanan yang bisa menjagkau semua kalangan.

Deskripsi Usaha:

1. Deskripsi Produk

Ayam Geprek Suka-suka mengusung konsep makanan ayam geprek dengan harga murah yang penyajiannya dilengkapi dengan menu lain seperti tempe goreng, tahu, dll.  Sambel yang disajikan pun lebih bervariasi dengan banyak pilihan sehingga bisa dinikmati sesuai selera, seperti sambal bawang,sambal matah, dabu-dabu, dll.

2. Startegi Produk

Ayam Geprek Suka-suka memiliki keunggulan dalam hal penyajian sambalnya yang unik karena variannya yang cukup beragam.  Penyajian menu ayam geprek pun dibuat dengan konsep menarik sehingga menggugah selera.

3. Harga

Harga produk ayam geprek dijual dengan harga Rp 20.000 sudah termasuk sambal, nasi dan lalapan segar yang terdiri dari mentimun,daun kemangi serta tomat.

4. Promosi

Promosi yang dilakukan untuk produk ayam geprek dilakukan melaui berbagai macam media, baik offline seperti brosur dan spanduk serta online melalui media sosial.

5. Target Pasar

Target pasar Ayam Geprek Suka-suka diharapkan bisa menjangkau semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa dengan berbagai latar belakang profesi dan kelas sosial.

Analisa SWOT

1. Kelebihan

Ayam Geprek Suka-suka lebih unggul dalam menyajikan aneka menu sambal untuk melengkapi menu utama, dan hal ini tidak ditemukan pada penjual ayam geprek lainnya.

2. Kelemahan

Adanya kesamaan produk kuliner yang dijual.

3. Opportunities

Peluang produk ayam geprek yang berbeda sehingga lebih disukai oleh banyak orang.

4. Kompetitor

Kompetitor ayam geprek terbilang cukup banyak, oleh karena itu Ayam Geprek Suka-suka fokus dalam hal penyajian sambalnya yang bervariasi serta cita rasa ayam geprek yang renyah dan istimewa.

Contoh Proposal Usaha Makanan yang Singkat dan Meyakinkan

Contoh Proposal Usaha Makanan yang Singkat dan Meyakinkan

PROPOSAL USAHA MAKANAN KROKET SINGKONG KEJU

Nama Produk

Kroket Singkong Keju

1. Konsep

Kroket Singkong Keju merupakan makanan berbahan dasar singkong yang diolah dengan cara inovatif sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda.  Jika sebelumnya kroket lebih banyak dibuat dari bahan kentang, maka Kroket Singkong Keju menggunakan bahan singkong dan variasi keju di dalamnya.

2. Manajemen

Usaha ini merupakan bisnis rumahan yang dikelola oleh empat orang mahasiswa yang ingin memberikan alternatif menu kroket dengan cita rasa unik yang menggoda.

Deskripsi Usaha

1. Deskripsi Produk

Kroket Singkong Keju mengambil konsep kroket kentang hanya saja menggunakan bahan yang berbeda yaitu singkong dan ditambah variasi rasa keju yang unik di dalamnya.

2. Strategi Produk

Keunggulan dari Kroket Singkong Keju ini terletak pada tekstur makanan yang renyah di luar dan lembut di dalam dengan cita rasa gurih yang nikmat.

3. Harga

Produk inovatif berbahan singkong ini dijual dengan harga Rp 2.000 per buah dengan kemasan mangkuk kertas.

4. Promosi

Promosi untuk mengenalkan produk kroket singkong ini dilakukan dengan cara offline yaitu membuka toko di rumah, spanduk dan brosur serta online melalui media sosial.

5. Target Pasar

Target pasar untuk produk ini diharapkan bisa menjangkau semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

6. Analisa SWOT

Kekuatan (Strength)

Untuk saat ini kroket yang terbuat dari singkong dengan kombinasi keju di dalamnya masih belum banyak, sehingga produk ini lebih unggul.

Kelemahan (Weakness)

Ada kesamaan jenis produk yang dijual yaitu kroket berbahan kentang yang sudah lebih dulu populer.

Peluang (Opportunity)

Peluang produk makanan ringan yang cukup berbeda dan inovatif sehingga bisa disukai oleh banyak orang.

Ancaman (Threat)

Ada banyak penjual makanan dan kue basah yang menjual kroket kentang sehingga menimbulkan persaingan.  Oleh karena itu Kroket Singkong Keju lebih fokus pada inovasi rasa dengan memadukan tekstur singkong dengan isian keju yang gurih.

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan yang Menarik dan Lengkap

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan yang Menarik dan Lengkap

Pengajuan proposal bertujuan untuk mendapatkan dana tambahan yang bisa digunakan untuk modal usaha agar bisnis yang dijalankan semakin berkembang.  Oleh karena itu banyak pelaku usaha yang membuat proposal dengan konsep yang menarik dan lengkap.  Berikut ini adalah contoh proposal usaha makanan ringan yang menarik dan lengkap:

PROPOSAL USAHA MAKANAN RISOL BUAH

BAB I: PROFIL PERUSAHAAN

1. Deskripsi Umum Perusahaan

Risol merupakan salah satu jajanan pasar yang sangat populer di masyarakat dengan bantuk siap saji sehingga praktis untuk disantap.  Permintaan pasar terhadap risol terbilang stabil dan biasanya risol dibuat dengan isian sayuran yang sudah dibumbui.

Pada usaha ini kami memilih untuk jenis usaha Risol Buah sebagai salah satu inovasi yang akan memberikan alternatif pilihan bagi para pecinta risol.  Risol Buah produksi kami berisi aneka buah segar dengan harga yang bersahabat sehingga menjangkau semua kalangan.

Di dalam Risol Buah ini terdapat isian berupa irisan buah apel, melon, dan pisang dengan kombinasi rasa gurih pada bagian kulit dan manis dari buahnya.  Selain menyajikan cita rasa yang unik, kandungan vitamin dalam buah-buahan yang dijadikan isian risol ini sangat bermanfaat bagi tubuh.

Usaha ini merupakan kegiatan bisnis yang bergerak ddalam bidang makanan ringan khususnya untuk jenis Risol Buah.  Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan usaha rumahan dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan ringan yang sehat.

2. Riwayat Perusahaan

Usaha ini berdiri sejak tahun 2020 dan dirintis sebagai bisnis rumahan. Dalam perkembangannya, bisnis rumahan ini semakin maju dengan banyaknya permintaan pasar sehingga omset semakin meningkat.

3. Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Memproduksi dan memasarkan makanan ringan yang sehat, halal, berkualitas, dan enak.  Berbeda dari produk makanan ringan lainnya yang sejenis.  Dimana kepuasan pelanggan merupakan prioritas utama kami.

Misi

  1. Menyediakan makanan ringan yang berbeda dengan yang lain.
  2. Membuat produk makanan dari bahan yang segar dan berkualitas.
  3. Menjalin kerjasama yang baik dengan semua pihak.
  4. Membangun suatu hubungan yang baik antara produsen dengan konsumen.
  5. Menjaga kepercayaan konsumen dengan produk yang berkualitas.
  6. Memberikan pelayanan dengan etika yang baik dan bersahabat.
  7. Jenis Usaha yang Dikelola

Usaha ini bergerak di bidang kuliner khususnya produksi makanan ringan Risol Buah.  Pemilihan usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan skill yang ada serta faktor pendukung lainnya yang cukup memadai.

4. Jenis Usaha yang Direncanakan

Usaha ini di bidang poduksi makanan, yaitu membuat Risol Buah dengan isian berupa buah-buahan dengan variasi yang cukup banyak, seperti pisang,apel, melon, dan mangga.

5. Tujuan

  1. Mengembangkan ide bisnis dengan kreatifitas dan inovasi.
  2. Mencari peluang bisnis melalui kegiatan wirausaha.
  3. Mendapatkan keuntungan atas penjaualan produk makanan.
  4. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
  5. Menarik minat pembeli untuk mengkonsumsi makanan ringan yang sehat.

BAB II: KEGIATAN PASAR DAN PEMASARAN

1. Lingkungan Usaha

Lingkungan usaha yang menjadi tempat pendirian usaha termasuk strategis, sementara dari segi harga cukup kompetitif dengan kualitas produk yang terjamin.  Di wilayah Yogyakarta sendiri jenis usaha risol buah masih belum begitu banyak sehingga menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Dengan lokasi usaha dan harga murah yang ditawarkan, maka potensi konsumen untuk membeli semakin meningkat.  Terlebih produk makanan yang ditawarkan merupakan salah satu jenis kuliner yang unik dan sehat.

2. Kondisi Pasar

Meskipun ada beberapa kompetitor yang juga mengembangkan jenis usaha yang sama, namun dengan adanya inovasi yang berbeda produk Risol Buah ini tetap mampu bersaing.  Dari segi rasa, Risol Buah ini menyajikan keunikan rasa manis yang segar dengan kombinasi buah-buahan di dalamnya.  Selain itu, dari segi harga juga cukup terjangkau.

3. Rencana Pemasaran

Dengan kegiatan bisnis yang sudah berjalan dan memiliki pelanggan tetap, maka kami akan menerapkan strategi pemasaran yang lebih lengkap.  Secara offline dilakukan dengan membuat brosur dan mencari agen atau reseller yang mau bekerjasama menjual produk ke konsumen.  Selain itu juga melalui pameran kuliner pada event-event tertentu.

Selain pemasaran secara offline, produk risol buah juga ditawarkan melalui media online seperti jejaring sosial yang akan membuat produk ini semakin dikenal luas.  Ada juga penawaran delivery order melalui mitra ojek online yang akan menjangkau pasar secara luas.

Selain mempertimbangkan lokasi, harga, dan promosi, produk risol buah juga dikemas dalam kemasan yang praktis.  Selain itu, kami juga menerapkan sistem manajemen yang baik demi perkembangan bisnis yang lebih maju dan menguntungkan.

Manfaat Buah-buahan yang terkandung dalam Isian Risol Buah

  1. Buah Apel

Buah apel memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan.  Buah ini kaya akan vitamin A, B1, B2, B5, B6, B9 dan juga vitamin C.  Dengan kandungan gizi tersebut, buah apel memiliki segudang manfaat bagi tubuh.

Diantaranya adalah membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan proses pencernaan, membantu merawat gigi dan mulut, mencegah kanker, menurunkan kadar kolesterol, dll.

  1. Buah Pisang

Buah pisang sangat direkomendasikan bagi pasien yang kadar potasiumnya rendah serta untuk memperbaiki gizi.  Buah ini juga memiliki kandungan vitamin seperti vitamin A, B, dan C serta kandungan zat besi dan seng yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dengan kandungan gizi di dalamnya, pisang bermanfaat untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi.  Pisang juga membantu mencegah penyakit jantung, menjaga kesehatan janin, mengatasi anemia, gangguan pencernaan serta membatu menurunkan berat badan.

BAB III: FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG

Sukses tidaknya suatu bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor yang menjadi penghambat dan faktor yang menjadi pendukung.

1. Faktor Penghambat Usaha

  1. Banyaknya kompetitor dengan bisnis yang sama.
  2. Harga bahan baku produksi yang tidak stabil.

Untuk mengantisipasi faktor-faktor penghambat tersebut kami telah merencanakan strategi dengan berhati-hati dalam mengelola anggaran dana sehingga pengeluarannya sesuai kebutuhan.  Sementara untuk mengatasi ketidakstabilan harga bahan baku kami menyiasatinya dengan membeli bahan baku di tempat langganan.

2. Faktor Pendukung Usaha

  1. Lokasi tempat usaha dan peralatan produksi yang memadai.
  2. Produk risol yang higienis dengan harga relatif terjangkau.
  3. Produk makanan ringan yang menjadi salah satu makanan favorit masyarakat.

3. Analisis SWOT

  1. Strenght atau Kekuatan
  • Menjual produk makanan ringan yang sehat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
  • Menyajikan keunikan rasa yang berbeda dari risol pada umumnya karena isiannya buah bukan sayuran.
  • Produk yang mengandung buah-buahan segar ini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.
  1. Weakness atau Kelemahan
  • Produk risol buah sangat mudah untuk dibuat sendiri sehingga sebagian orang memilih untuk membuat sendiri di rumah.
  • Cara pembuatan produk risol buah mudah untuk ditiru.
  1. Opportunity (Peluang atau Kesempatan)
  • Pemasaran relatif mudah karena banyak masyarakat yang menyukai makanan dengan kombinasi buah-buahan sebagai basic-nya.
  • Keperluan alat dan bahan untuk membuat sangat mudah ditemukan, sehingga tidak ada kesulitan untuk memulai produksi.
  • Modal yang dibutuhkan untuk membuat risol buah relatif kecil sehingga memungkinkan untuk produksi secara terus menerus.
  • Harga yang ditawarkan cukup terjangkau.
  1. Threat atau Hambatan
  • Muncul jika ada produsen baru yang membuat produk sama berupa risol buah.
  • Kompetitor membuat inovasi produk dengan variasi buah yang sulit untuk didapatkan pada musim lainnya.
  • Menerapkan strategi pemasaran yang lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan bisnis.

BAB IV: ASPEK PRODUKSI

1. Alokasi Usaha

Bisnis makanan ringan ini berlokasi di Yogyakarta karena di wilayah ini prospek jualan risol buah masih terbuka lebar.  Lokasi yang dipilih sangat strategis karena berdekatan dengan pusat perbelanjaan, perkantoran dan warung-warung.

2. Fasilitas dan Peralatan Produksi

Dalam menjalankan kegiatan bisnis makanan ringan ini kami menggunakan fasilitas dan peralatan produksi yang berasal dari modal sendiri, yaitu:

PeralatanJumlahHarga
Tabung gas1 buah
Kompor gas1 buah
Wajan1 buah
Baskom4 buah
Nampan1 buah
Pengocok1 buah
Susuk1 buah
PlastikRp 10.000
Lain-lainRp 50.000
Total JumlahRp 60.000

3. Bahan Baku

NoBahanHarga
1.Tepung terigu 1 kgRp    9.000
2.Tepung maizena ¼ kgRp    4.500
3.Tepung panir ¼ kgRp    5.000
4.Gula pasir ½ kgRp    6.000
5.Telur ayam ¼ kgRp    6.000
6.Keju 1 bungkus ¼ kgRp  15.000
7.Susu kental manis 2 sachetRp    1.500
8.Buah apel ½ kgRp  15.000
9.Buah pisangRp  20.000
10.Buah mangga 1 kgRp  15.000
11.Buah melon 1 kgRp  12.000
12.Minyak goreng 1 literRp  13.000
TotalRp121.000

4. Proses Produksi

Proses produksi risol buah ini meliputi hal-hal seperti berikut:

  • Mempersiapkan bahan dan peralatan yang akan digunakan.
  • Memulai proses pengerjaan membuat risol buah.
  • Membersihkan hasil produksi dan mengemas.

5. Proses Pengerjaan

Berikut ini adalah rincian waktu dalam pembuatan risol buah:

Hari      :  Senin – Sabtu

Waktu   :  05.00 WIB – 09.00 WIB

BAB V: ASPEK KEUANGAN

1. Rencana Produksi

Jenis produk:  Risol buah

Jumlah produk:  200 buah/hari

2. Biaya Tetap

Peralatan:  Rp   60.000

Bahan baku:  Rp 121.000

Jumlah:  Rp 181.000

Modal:  Rp 181.000

Keuntungan:  40% x 181.000 = Rp 72.400

Modal + keuntungan:  Rp 181.000 + 72.400 = Rp 253.000

Harga jual:  253.400/200 = Rp 1.267

= Rp 1.500

BAB VI: PENUTUP

1. Antisipasi Masa Depan

Dalam menjalankan bisnis rumahan ini kami akan selalu berusaha menjaga dan memperbaiki kualitas serta rasa.  Dengan kualitas rasa dan bahan baku yang terjaga maka hal itu akan meningkatkan rasa kepercayaan konsumen terhadap produk risol buah buatan kami.  Dan untuk kedepannya kami akan meningkatkan jumlah produksi agar bisnis ini semakin meningkat.

2. Kesimpulan

Meskipun kami memulai usaha ini sebagai bisnis rumahan dengan modal yang kecil, namun dengan strategi dan manajemen yang tepat kami yakin bisnis makanan ringan ini akan terus berkembang.

Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional

Contoh Proposal Usaha Makanan Tradisional

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis kuliner dengan mengusung konsep makanan tradisional, berikut ini adalah contoh proposal usaha makanan tradisional yang perlu diketahui.

PROPOSAL USAHA MAKANAN BOLA UBI

BAB I: PENDAHULUAN

Latar Belakang

Banyak sumber daya alam yang masih tersedia dan belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal.  Ketersediaan bahan pangan seperti ubi sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Harga jual ubi yang cukup murah bisa ditingkatkan jika diolah menjadi produk makanan inovatif dengan cita rasa yang unik dan beda.  Oleh karena itu, kami menciptakan produk kue berbahan ubi dengan tampilan yang menarik dan rasa yang menggugah selera.  Sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya jual ubi di masyarakat.

Visi

Menjadikan bahan makanan tradisional menjadi lebih menarik dan difavoritkan masyarakat luas.

Misi

  • Mencoba untuk selalu berinovasi dengan produk makanan tradisional
  • Meningkatkan kualitas dan rasa makanan tradisional
  • Mengutamakan kualitas bahan dan rasa dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Tujuan Kegiatan Usaha

  • Sebagai kegiatan bisnis untuk mendapatkan keuntungan.
  • Mengajak masyarakat menikmati produk kue ubi agar target pasar tercapai.
  • Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
  • Membantu mempertahankan menu makanan tradsional agar tetap lestari.

Maksud Kegiatan Usaha

Dengan kegiatan usaha ini kami bermaksud untuk menegmbangkan kemampuan dalam berwirausaha.  Selain itu juga untuk menambah pengalaman dan wawasan berwirausaha sehingga lebih berkembang di masa yang akan datang.

Kami juga ingin berinovasi dengan produk makanan tradisional yang mungkin sudah dianggap ketinggalan jaman.  Dengan adanya inovasi kami menyajikan makanan tradisional dalam konsep yang lebih modern sehingga dari segi rasa pun lebih menggoda.

Kami akan membuat Bola Ubi (Laubi) dengan isian coklat dan varian rasa lainnya yang merupakan pengembangan dari makanan tradisional Cemplon yang biasanya diisi dengan gula merah.

BAB II: PEMBAHASAN

Profil

Laubi adalah brand dari kegiatan bisnis yang kami kembangkan karena berbahan baku ubi.  Ubi sendiri dikenal sebagai salah satu makanan khas pedesaan yang banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan tradisional.

Dalam kegiatan usaha ini kami ingin mengenalkan Laubi sebagai produk inovatif dari makanan tradisional yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Cemplon.  Hasil olahan dari ubi ini dibuat menarik dan tidak mengurangi kandungan nutrisi di dalamnya.

Seperti yang telah diketahui, ubi mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.  Beberapa diantaranya adalah vitamin A, C, E, betakeroten, magnesium, dan kalium.  Dengan produk inovatif ini diharapkan makanan berbasis ubi bisa diterima oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.

Strategi Pasar

Berikut ini adalah beberapa strategi pasar yang kami terapkan untuk melancarkan rencana pendirian usaha Laubi.

  • Segmenting

Dalam kegiatan usaha ini kami menargetkan untuk menjangkau semua kalangan sebagai target pasar produk Laubi.  Dengan demikian produk kue ubi ini bisa dinikmati segmen pasar anak-anak hingga dewasa.

  • Targeting

Target pasar yang kami bidik adalah kalangan masyarakat sekitar, kantin sekolah maupun kantor dan warung-warung serta pasar tradisional.

  • Positioning

Agar produk kue ubi ini mudah dikenal oleh masyarakat maka kami berinovasi dengan menambahkan isian berupa coklat, kacang, gula halus dan meses mix sehingga tampilannya menggugah selera.  Selain itu cita rasanya pun unik dan dari segi kualitas lebih unggul.

  • Analisis SWOT

Analisis ini sebagai acuan dalam menghadapi persaingan bisnis, berikut ini adalah analisis SWOT produk Laubi:

  • Strength (Kekuatan)

Kami percaya bahwa produk Laubi ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat karena dari segi kualitas dan rasanya lebih unggul.  Selain tidak mengurangi kandungan nutrisi di dalam ubi, proses pengolahan kue ini juga higienis.

  • Weakness (Kelemahan)

Produk berbahan ubi ini tanpa pengawet dan termasuk kue basah sehingga tidak tahan lama.  Selain itu produk mudah ditiru dan harga bahan baku cenderung tidak stabil.

  • Opportunity (Peluang)

Produk makanan tradisional ini sudah ada di masyarakat sejak lama, namun berbeda dengan Laubi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa yang unik dan menggugah selera.

  • Threat (Ancaman)

Ada beberapa ancaman yang bisa ditimbulkan dari kegiatan usaha Laubi ini, diantaranya adalah:  persaingan yang tidak sehat, harga bahan baku yang tidak stabil, dan produk serupa dengan harga lebih murah.

BAB III: MANAJEMEN PRODUKSI

Proses Produksi

Berikut ini adalah proses yang kami lakukan dalam kegiatan produksi Laubi:

  • Mengembangkan ide pembuatan produk dengan mengamati kebutuhan konsumen terhadap suatu produk yang sudah populer sebelumnya yaitu kuliner.
  • Melalui bagian produksi, kami menentukan bahan baku penunjang selain dari bahan baku utama. Dalam hal ini kami melakukan survey terlebih dahulu untuk menentukan harga yang lebih kompetitif.
  • Proses produksi dilakukan melalui serangkaian kegiatan dengan tetap mengedepankan kualitas dan higienitas produk demi menjaga kepercayaan konsumen.
  • Menyusun laporan keuangan untuk menunjang sistem manajemen yang baik dan terarah. Dengan begitu kegiatan bisnis dan produksi Laubi bisa berjalan dengan baik dan stabil.

Bahan Baku

Berikut ini adalah rincian bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi:

  • Ubi
  • Telur
  • Tepung tapioka
  • Coklat
  • Gula pasir
  • Keju
  • Meses
  • Garam
  • Gula halus
  • Tepung panir
  • Minyak goreng

Cara Pembuatan

  1. Siapkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
  2. Ubi dikupas kemudian dicuci da dikukus hingga matang.
  3. Haluskan ubi kukus dengan cara ditumbuk kemudian buat adonan.
  4. Masukkan garam tapioka dan telur, aduk semua bahan hingga tercampur rata.
  5. Ambil adonan secukupnya kemudian isi dengan coklat, atau gula jawa sesuai selera.
  6. Bentuk menjadi bulatan-bulatan hingga menyerupai bola.
  7. Siapkan telur dan tepung panir secara terpisah.
  8. Celupkan bola-bola ubi ke dalam teur dan baluri dengan tepung panir.
  9. Goreng hingga berwarna keemasan dan setelah matang segera agkat dan tiriskan.
  10. Setelah dingin, Laubi bisa diberi toping sesuai selera.

BAB IV: RENCANA ANGGARAN

Modal

Modal yang dikeluarkan untuk sekali produksi adalah sebesar Rp 281.000.  Yang merupakan total biaya dari bahan baku + perlengkapan dan lain-lain.

Dengan rincian sebagai berikut:

Bahan baku Rp 187.000 + peralatan 64.000 + lain-lain 30.000 = Rp 281.000.

Keuntungan dan Harga Jual

Keuntungan 40% x Rp 281.000 =  Rp 112.400

Rp 112.400/100 = Rp 1.124

Harga jual Rp 1.500

BAB V: PENUTUP

Kesimpulan

Laubi merupakan brand produk yang kami ciptakan untuk mengembagkan kegiatan usaha rumahan berdasarkan makanan tradisional.  Sebelum memproduksi makanan ini kami telah melakukan survey untuk mencari peluang bisnis yang prospeknya menjanjikan.  Harapannya, produk ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Saran

kami menyadari bahwa proposal usaha makanan ini jauh dari kata sempurna.  Oleh karena itu kami mengharapkan masukan berupa kritik maupun saran yang membangun demi memperbaiki kekurangan dalam proposal ini.

Demikian proposal ini, semoga kegiatan bisnis yang kami kembangkan bisa berjalan dengan baik dan semakin berinovasi dengan variasi produk lainnya.

Setelah mengetahui beberapa contoh proposal usaha makanan di atas, Anda bisa menyesuaikan pembuatan proposal bisnis Anda dengan produk yang akan dijual.  Pastikan data yang Anda tulis lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan.  Selamat mencoba!

4+ Contoh Proposal Usaha Makanan (Singkat, Padat, Jelas)

Advertisements

Leave a Reply