15 Contoh Teks Anekdot : Dialog, Pendidikan, Sosial 1

15 Contoh Teks Anekdot : Dialog, Pendidikan, Sosial

Contoh Teks Anekdot – Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang tujuannya untuk memberikan hiburan terhadap pembacanya. Biasanya, anekdot berupa serangkaian kata yang berisi sebuah gurauan, namun bukan hanya sekadar gurauan semata, sebuah anekdot juga harus mengandung informasi, amanat, pesan moral, kritikan dan bahkan sindiran. Untuk lebih jelasnya, simak saja beberapa contoh teks anekdot berikut ini.

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

Sebelum membahas mengenai contoh teks anekdot, maka Anda perlu tahu terlebih dahulu, apa saja yang dimaksud dengan struktur teks anekdot itu. Perlu diketahui, bahwa setiap jenis teks dalam bahasa Indonesia itu memiliki struktur penulisan yang berbeda. Nah, lalu, seperti apa struktur dari teks anekdot? Pada dasarnya ada 5 aspek yang terkandung dalam struktur teks anekdot, yaitu:

1. Abstraksi

Semua jenis teks termasuk anekdot harus mengandung abstraksi. Tujuan dari abstraksi dalam sebuah teks adalah untuk membuat pembaca lebih mudah memahami isi teks tersebut

2. Orientasi

Selain abstraksi, dalam sebuah teks anekdot juga harus mengandung orientasi yang merupakan paparan latar belakang dari permasalahan yang terkandung dalam teks anekdot tersebut, sehingga diharapkan pembaca dapat menangkap inti dari teks itu.

3. Krisis

Krisis merupakan bagian dari teks anekdot yang menjelaskan tentang pokok masalah utama yang ada dalam teks anekdot tersebut

4. Reaksi

Bagian ini merupakan bagian dari sebuah teks anekdot yang sangat berkaitan dengan krisis, sebab pada dasarnya, reaksi merupakan bagian yang akan menjelaskan mengenai penyelesaian dari masalah yang tertuang dalam bagian krisis

5. Koda

Koda merupakan bagian akhir dari sebuah teks anekdot yang tentu saja dikenal sebagai bagian penutup dari sebuah cerita.

Setelah mengetahui pengertian dan struktur dari sebuah teks anekdot, kini saatnya Anda perlu menyimak beberapa contoh teks anekdot berbagai topik yang diharapkan dapat semakin memudahkan Anda untuk memahami teks anekdot.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Contoh Teks Anekdot Singkat

Teks anekdot tidak selalu harus panjang, namun juga bisa disampaikan secara singkat. Meskipun singkat, sebuah anekdot tetap harus sesuai dengan kaidah-kaidahnya, sehingga bukan hanya menghibur tetapi juga bisa membuat pembaca mendapatkan pesan moral dari anekdot tersebut, contohnya seperti anekdot singkat berikut ini:

Asap Knalpot vs Asap Rokok

Jam 10 pagi, Radit sedang menunggu bus di halte untuk menuju ke kampus. Di halte, Radit bertemu dengan seorang pria yang sedang merokok sembari menunggu bus. Untuk mengusir kebosanan menunggu bus yang belum datang, Radit pun memulai percakapan dengan pria yang berdiri disampingnya itu, “tebal sekali ya asap kendaraan-kendaraan umum ini, bikin sesak nafas”.

Pria itu pun menanggapinya, “iya polusi udara makin parah”. Radit pun kembali bertanya, “bagaimana tanggapan bapak, terhadap orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap kendaraan?” Pria itu pun menjawab, “hajar aja itu orang”, kemudian Radit langsung menghajar pria tersebut, setelah itu, Radit memberikan brosur bertuliskan “Asap rokok mengandung polutan 10 kali lebih besar daripada mesin kendaraan berbahan bakar diesel”

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi :

Jam 10 pagi, Radit sedang menunggu bus di halte untuk menuju ke kampus. Di halte, Radit bertemu dengan seorang pria yang sedang merokok sembari menunggu bus.

Orientasi:

Untuk mengusir kebosanan menunggu bus yang belum datang, Radit pun memulai percakapan dengan pria yang berdiri disampingnya itu, “tebal sekali ya asap kendaraan-kendaraan umum ini, bikin sesak nafas”.

Krisis:

Pria itu pun menanggapinya, “iya polusi udara makin parah”. Radit pun kembali bertanya, “bagaimana tanggapan bapak, terhadap orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap kendaraan?” Pria itu pun menjawab, “hajar aja itu orang”,

Reaksi:

kemudian Radit langsung menghajar pria tersebut,

Koda:

setelah itu, Radit memberikan brosur bertuliskan “Asap rokok mengandung polutan 10 kali lebih besar daripada mesin kendaraan berbahan bakar diesel”

Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh Teks Anekdot Politik

Seperti diketahui, bahwa teks anekdot seringkali digunakan untuk tujuan menyindir, dan biasanya sasaran sindirannya itu ditujukan pada para politikus. Oleh sebab itu, Anda akan cukup sering menemukan contoh teks anekdot bertema politik, salah satu contohnya seperti berikut ini:

Kursi DPR

Di sebuah warung kopi, ada 2 sopir bus yang sedang beristirahat. Sembari menikmati kopinya, mereka mengobrol dan iseng bermain tebak-tebakan. Sopir bus yang satu bertanya kepada teman ngobrolnya itu, “kursi, kursi apa yang membuat orang jadi lupa ingatan?”, temannya dengan mudah menjawab, “kursi goyang, karena kursi goyang akan membuat orang jd ngantuk lalu tertidur, saat tidur orang menjadi lupa.” “Hmmm, jawabanmu masuk akal, tapi tetap salah, yang benar adalah kursi DPR, sebab setelah terpilih dan berhasil menduduki kursi yang ada di gedung DPR, mereka seketika lupa terhadap janji-janji manis yang dulu pernah disampaikannya kepada rakyat” kata sopir yang memberi pertanyaan itu.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Di sebuah warung kopi, ada 2 sopir bus yang sedang beristirahat. Sembari menikmati kopinya, mereka mengobrol dan iseng bermain tebak-tebakan.

Orientasi:

Sopir bus yang satu bertanya kepada teman ngobrolnya itu, “kursi, kursi apa yang membuat orang jadi lupa ingatan?”,

Krisis:

Temannya dengan mudah menjawab, “kursi goyang, karena kursi goyang akan membuat orang jd ngantuk lalu tertidur, saat tidur orang menjadi lupa.”

Reaksi:

“Hmmm, jawabanmu masuk akal, tapi tetap salah, yang benar adalah kursi DPR”.

Koda:

“sebab setelah terpilih dan berhasil menduduki kursi yang ada di gedung DPR, mereka seketika lupa terhadap janji-janji manis yang dulu pernah disampaikannya kepada rakyat” kata sopir yang memberi pertanyaan itu.

Contoh Teks Anekdot Dialog

Contoh Teks Anekdot Dialog

Sebuah teks anekdot juga sering disampaikan bukan dalam bentuk cerita melainkan dialog antar dua orang. Teks anekdot dalam bentuk dialog biasanya akan lebih memudahkan pembaca untuk bisa memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis anekdot.

Tukang Roti

Di pagi hari yang cerah, Udin belum sarapan, tiba-tiba terdengar bel pedagang roti lewat. Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju teras rumah untuk memanggil si tukang roti.

Udin : Bang, jual roti apa aja?
Tukang roti : Banyak macamnya mas, lihat dan pilih saja sendiri
Udin : Ini rotinya rasa apa aja, bang?
Tukang roti : Kalau yang ini roti rasa nanas, mas
Udin : Kalau roti yang ini rasa apa?
Tukang roti : Roti rasa blueberry
Udin : Bang, kalau roti yang ini rasa apa?
Tukang roti : Strawberry, mas
Udin : Lho gmana sih, terus mana rotinya, saya mau beli roti bukan buah, kok dari tadi yang disebutin buah-buahan aja, ya udah deh saya ga jadi beli
Tukang roti : Bengong dan kemudian malah jatuh pingsan

Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan

Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan

Teks anekdot juga sering menyasarkan sindirannya pada dunia pendidikan. Oleh sebab itu cukup banyak pula anekdot yang bertema pendidikan, salah satu contohnya seperti dibawah ini yang membahas tentang tingginya biaya pendidikan berkualitas di Indonesia:

Sekolah Internasional

Senin pagi, usai upacara bendera, wali kelas XII IPA 2 mengumumkan bahwa mulai bulan depan, status sekolah mereka menjadi sekolah bertaraf internasional. Seorang guru di sekolah tersebut ingin mengetahui tanggapan siswa-siswinya terhadap kabar yang baru saja mereka dengar, maka ia bertanya, “anak-anak apa yang akan kalian siapkan untuk menyambut SBI?”

Salah satu siswa yang bernama Bobby menjawab, “saya akan lebih giat belajar bahasa Inggris”, selain Bobby ada satu lagi murid, yang mengacungkan tangan, ibu guru yang melihatnya langsung berkata “Ya, Arif, apa yang akan kamu siapkan?

Arif menjawab “saya akan menyiapkan lebih banyak uang, karena sekolah berstatus SBI biasanya bukan hanya bertaraf internasional namun juga bertarif internasional” Mendengar jawaban itu, ibu guru langsung terdiam dan mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Senin pagi, usai upacara bendera, wali kelas XII IPA 2 mengumumkan bahwa mulai bulan depan, status sekolah mereka menjadi sekolah bertaraf internasional

Orientasi:

Seorang guru di sekolah tersebut ingin mengetahui tanggapan siswa-siswinya terhadap kabar yang baru saja mereka dengar, maka ia bertanya, “anak-anak apa yang akan kalian siapkan untuk menyambut SBI?”

Krisis:

Salah satu siswa yang bernama Bobby menjawab, “saya akan lebih giat belajar bahasa Inggris”, selain Bobby ada satu lagi murid, yang mengacungkan tangan, ibu guru yang melihatnya langsung berkata “Ya, Arif, apa yang akan kamu siapkan?

Reaksi:

Arif menjawab “saya akan menyiapkan lebih banyak uang, karena sekolah berstatus SBI biasanya bukan hanya bertaraf internasional namun juga bertarif internasional”

Koda:

Mendengar jawaban itu, ibu guru langsung terdiam dan mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Contoh Teks Anekdot Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Teks Anekdot Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Siapa bilang, bahwa teks anekdot tidak bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari? Ada beberapa sindiran halus namun tetap bernuansa gurauan yang bisa Anda gunakan sehari-hari dalam bentuk anekdot, salah satu contohnya seperti berikut ini:

Cewek Materialistis

Jam istirahat makan siang hampir usai, untuk mengisi waktu kosong yang sebentar itu, Jono, Rian dan Agung mengobrol sambil membuka situs dewasa yang tentunya menampilkan gambar-gambar wanita cantik dan seksi.

Namun, seakan tak terpengaruh dengan teman-temannya, Aldi malah tetap bekerja di depan komputernya, teman-temannya pun mengusilinya. Jono memanggil Aldi, “Al, jangan sibuk kerja terus, sini banyak pemandangan indah lho, cewek cantik dan seksi”. Mendengar ajakan Jono itu, Aldi hanya menjawab “ogah, aku ga suka”.

Teman-temannya pun bingung, Agung berkata, “mana mungkin ada pria yang ga suka cewek cantik” Aldi tetap pada pendiriannya, “Iya, aku ga suka soalnya cewek cantik dan seksi tidak baik untuk mata.” Teman-temannya pun semakin bingung, kemudian Aldi menambahkan, “tidak baik untuk mata pencaharian karena kebanyakan cewek yang cantik dan seksi itu materialistis.”

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Jam istirahat makan siang hampir usai, untuk mengisi waktu kosong yang sebentar itu, Jono, Rian dan Agung mengobrol sambil membuka situs dewasa yang tentunya menampilkan gambar-gambar wanita cantik dan seksi.

Orientasi:

Namun, seakan tak terpengaruh dengan teman-temannya, Aldi malah tetap bekerja di depan komputernya, teman-temannya pun menggodanya.

Krisis:

“Al, jangan sibuk kerja terus, sini banyak pemandangan indah lho, cewek cantik dan seksi”. Mendengar ajakan Jono itu, Aldi hanya menjawab “ogah, aku ga suka”.

Reaksi:

Teman-temannya pun bingung, Agung berkata, “mana mungkin ada pria yang ga suka cewek cantik” Aldi tetap pada pendiriannya, “Iya, aku ga suka soalnya cewek cantik dan seksi tidak baik untuk mata.” Teman-temannya pun semakin bingung,

Koda:

Aldi menambahkan, “tidak baik untuk mata pencaharian karena kebanyakan cewek yang cantik dan seksi itu materialistis.”

Contoh Teks Anekdot Sosial

Contoh Teks Anekdot Sosial

Teks anekdot bertema sosial umumnya membahas tentang kehidupan masyarakat sekitar. Biasanya mengandung sindiran bahwa ada kesenjangan sosial yang cukup jauh antara si kaya dan si miskin di sebuah negara. Salah satu contoh anekdot bertema sosial, bisa dilihat di bawah ini:

Penjual Kue Yang Hebat

Sheila membeli beberapa kue dari seorang nenek di pinggir jalan, namun setelahnya dia tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan pulangnya, sebab tiba-tiba hujan turun deras sekali, akhirnya Sheila dan si nenek penjual kue pun sama-sama berteduh.

Agar tidak terlalu terasa canggung, Sheila pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah sekitar 35 tahun nak”, jawab nenek. Sheila kembali bertanya, “Memangnya tidak ada yang membantu nek?, anak-anak nenek, kemana?”

“Anak-anak saya sibuk kerja, ada yang di Polda, rumah sakit dan juga sekolah” Sheila pun kagum mendengar jawaban nenek itu, “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua ya?” “Ya sama saja nak, kerjanya seperti saya, jualan kue.”

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Sheila membeli beberapa kue dari seorang nenek di pinggir jalan, namun setelahnya dia tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan pulangnya.

Orientasi:

sebab tiba-tiba hujan turun deras sekali, akhirnya Sheila dan si nenek penjual kue pun sama-sama berteduh.

Krisis:

Agar tidak terlalu terasa canggung, Sheila pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah sekitar 35 tahun nak”, jawab nenek. Sheila kembali bertanya, “Memangnya tidak ada yang membantu nek?, anak-anak nenek, kemana?” “Anak-anak saya sibuk kerja, ada yang di Polda, rumah sakit dan juga sekolah”
Reaksi:
Sheila pun kagum mendengar jawaban nenek itu, “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua ya?”
Koda:
“Ya sama saja nak, kerjanya seperti saya, jualan kue.”

Contoh Teks Anekdot Menyindir Guru

Contoh Teks Anekdot Menyindir Guru

Guru juga sering menjadi salah satu bahan penulisan teks anekdot, apalagi teks anekdot yang memang bertema pendidikan. Teks anekdot yang digunakan untuk menyindir guru biasanya berkaitan dengan proses belajar mengajar yang dilakukan guru, contohnya seperti berikut ini.

Ekstrakurikuler

Suatu hari, mengawali tahun ajaran baru, seorang guru melakukan sosialiasi kepada siswa baru mengenai pentingnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Anak-anak, selain kalian akan mendapatkan berbagai ilmu di sekolah ini, kalian juga dapat mengikuti ekstrakurikuler.

Ada banyak jenis ekstrakurikuler yang bebas dipilih, diantaranya seperti Pramuka, PMR, PBB, basket, rohis, paduan suara, drumband dan masih banyak yang lainnya” jelas guru tersebut. Mendengar penjelasan guru itu, murid-murid pun penasaran sehingga mereka bertanya ke guru tersebut. Benny, salah satu murid yang ada di kelas itu bertanya, “Bu, memangnya apa gunanya ekstrakurikuler?”

Guru itu pun menjelaskan dengan detail, “tentu saja banyak manfaatnya, diantaranya seperti melatih kedisiplinan, kepemimpinan dan lain sebagainya.” “Termasuk tambahan uang saku ya, Bu?” Anto pun menimpali. Ibu guru yang mendengarnya hanya dapat tersenyum.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Suatu hari, mengawali tahun ajaran baru, seorang guru melakukan sosialiasi kepada siswa baru mengenai pentingnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Orientasi:

“Anak-anak, selain kalian akan mendapatkan berbagai ilmu di sekolah ini, kalian juga dapat mengikuti ekstrakurikuler. Ada banyak jenis ekstrakurikuler yang bebas dipilih, diantaranya seperti Pramuka, PMR, PBB, basket, rohis, paduan suara, drumband dan masih banyak yang lainnya” jelas guru tersebut.

Krisis:

Mendengar penjelasan guru itu, murid-murid pun penasaran sehingga mereka bertanya ke guru tersebut. Benny, salah satu murid yang ada di kelas itu bertanya, “Bu, memangnya apa gunanya ekstrakurikuler?”

Reaksi:

Guru itu pun menjelaskan dengan detail, “tentu saja banyak manfaatnya, diantaranya seperti melatih kedisiplinan, kepemimpinan dan lain sebagainya.” “Termasuk tambahan uang saku ya, Bu?” Anto pun menimpali.

Koda

Ibu guru yang mendengarnya hanya dapat tersenyum.

Contoh Teks Anekdot Religi

Contoh Teks Anekdot Religi

Teks anekdot bertema religi juga termasuk anekdot yang mudah Anda temukan. Hal tersebut disebabkan karena para pemuka agama juga sering menyelipkan gurauan bersifat menyindir dalam berbagai ceramahnya, agar tidak terlalu kaku dan lebih mudah dicerna oleh umat, contohnya seperti berikut ini.

Api Neraka

Seorang ustad sedang memberikan ceramah usai sholat Jumat, namun siang itu tampaknya banyak jamaah yang terlihat lemas dan terkantuk-kantuk mendengar ceramahnya, bahkan ada beberapa jamaah yang malah tertidur lelap. Secara tiba-tiba saja, sang ustad berteriak “Api, api, api!”

Mendengar teriakan ustad itu, para jamaah sholat jumat yang sedang mengantuk dan tertidur di dalam masjid tersebut pun langsung bangun dan kaget, mereka langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sumber api yang diteriakkan oleh sang ustad.

Sebagian dari para jamaah pun ada yang langsung bertanya, “mana apinya, ustad?” Seolah tak mendengarkan pertanyaan dari para jamaah, sang ustad melanjutkan ceramahnya, “api neraka yang dahsyat akan dirasakan oleh mereka yang lalai dalam beribadah”

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Seorang ustad sedang memberikan ceramah usai sholat Jumat.

Orientasi:

Namun siang itu tampaknya banyak jamaah yang terlihat lemas dan terkantuk-kantuk mendengar ceramahnya, bahkan ada beberapa jamaah yang malah tertidur lelap.

Krisis:

Secara tiba-tiba saja, sang ustad berteriak “Api, api, api!”. Mendengar teriakan ustad itu, para jamaah sholat jumat yang sedang mengantuk dan tertidur di dalam masjid tersebut pun langsung bangun dan kaget, mereka langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sumber api yang diteriakkan oleh sang ustad.

Reaksi:

Sebagian dari para jamaah pun ada yang langsung bertanya, “mana apinya, ustad?”

Koda:

Seolah tak mendengarkan pertanyaan dari para jamaah, sang ustad melanjutkan ceramahnya, “api neraka yang dahsyat akan dirasakan oleh mereka yang lalai dalam beribadah”

Contoh Teks Anekdot Lingkungan

Contoh Teks Anekdot Lingkungan

Menyampaikan gurauan dengan maksud menyindir juga sering terjadi ketika membahas lingkungan hidup. Oleh sebab itu, anekdot dengan tema lingkungan juga mudah ditemukan, apalagi saat ini krisis lingkungan hidup semakin meluas. Salah satu contoh anekdot bertema lingkungan seperti berikut ini:

Lempar Sampah

Suatu pagi, ada seorang petugas kebersihan sedang bekerja menyapu jalanan, tiba-tiba dari arah yang berlawanan, ada sebuah mobil yang melintasi jalanan tersebut. Mobil itu bukan mobil biasa, sebab pengendara mobilnya seenaknya saja melemparkan sampah keluar jendela mobil.

Tentu saja petugas kebersihan itu kesal melihatnya dan refleks teriak “kalau buang sampah lihat-lihat dong, jangan sembarangan aja!” Ternyata mobil itu berhenti dan dari dalam mobil keluar seorang pria yang berpakaian rapi. Petugas kebersihan itu pun menuju ke arah pria tersebut dengan niat untuk menegurnya “Pak, kira-kira dong, jangan seenaknya buang sampah sembarangan, ini saya susah payah membersihkannya”.

Pria itu meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia adalah seorang pemain basket dan hanya ingin latihan melempar sampah ke tong sampah, namun ternyata lemparannya itu meleset. Petugas kebersihan yang mendengarkan alasan si pria itu hanya dapat geleng-geleng kepala.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Suatu pagi, ada seorang petugas kebersihan sedang bekerja menyapu jalanan, tiba-tiba dari arah yang berlawanan, ada sebuah mobil yang melintasi jalanan tersebut.

Orientasi:

Mobil itu bukan mobil biasa, sebab pengendara mobilnya seenaknya saja melemparkan sampah keluar jendela mobil.

Krisis:

Tentu saja petugas kebersihan itu kesal melihatnya dan refleks teriak “kalau buang sampah lihat-lihat dong, jangan sembarangan aja!” Ternyata mobil itu berhenti dan dari dalam mobil keluar seorang pria yang berpakaian rapi. Petugas kebersihan itu pun menuju ke arah pria tersebut dengan niat untuk menegurnya “Pak, kira-kira dong, jangan seenaknya buang sampah sembarangan, ini saya susah payah membersihkannya”.

Reaksi:

Pria itu meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia adalah seorang pemain basket dan hanya ingin latihan melempar sampah ke tong sampah, namun ternyata lemparannya itu meleset.

Koda:

Petugas kebersihan yang mendengarkan alasan si pria itu hanya dapat geleng-geleng kepala.

Contoh Teks Anekdot Bahasa Jawa

Contoh Teks Anekdot Bahasa Jawa

Teks anekdot dalam bahasa daerah, khususnya Jawa merupakan salah satu teks anekdot yang cukup mudah untuk ditemukan. Hal tersebut disebabkan karena pengguna bahasa Jawa di Indonesia memang banyak dan mereka juga tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Salah satu contoh anekdot dalam bahasa Jawa yang lucu dan menghibur adalah seperti di bawah ini:

Salah Paham

Sihar, seorang pemuda asal Medan baru saja tiba di Semarang, ia kemudian tinggal satu kost dengan Benny temannya yang memang sudah lama menetap di ibu kota Jawa Tengah itu. Karena sudah lama tinggal di Semarang, Benny tanpa sadar sering berbicara dalam bahasa Jawa.

Suatu hari, Sihar dan Benny berjalan-jalan keliling kota Semarang. “Wah, bagus sekali rumah yang besar dan megah itu. Punya siapa ya rumah itu?” tanya Sihar. Mendengar pertanyaan itu, Benny langsung menjawab “oh mboten ngertos”. Lalu, Sihar melihat banyak mobil terparkir di depan sebuah gedung, lalu ia bertanya lagi, “kalau mobil-mobil itu punya siapa?” Benny kembali menjawab “mboten ngertos”

Sihar yang mendengar jawaban Benny pun terkagum-kagum dengan mboten ngertos dan ingin berguru dengannya agar bisa sukses seperti dia. Benny kaget mendengar ucapan Sihar dan langsung menjelaskan apa arti dari mboten ngertos, mendengar penjelasan temannya itu, Sihar hanya bisa tertawa malu sambil garuk-garuk kepala.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Sihar, seorang pemuda asal Medan baru saja tiba di Semarang, ia kemudian tinggal satu kost dengan Benny temannya yang memang sudah lama menetap di ibu kota Jawa Tengah itu.

Orientasi:

Karena sudah lama tinggal di Semarang, Benny tanpa sadar sering berbicara dalam bahasa Jawa.

Krisis:

Suatu hari, Sihar dan Benny berjalan-jalan keliling kota Semarang. “Wah, bagus sekali rumah yang besar dan megah itu. Punya siapa ya rumah itu?” tanya Sihar. Mendengar pertanyaan itu, Benny langsung menjawab “oh mboten ngertos”. Lalu, Sihar melihat banyak mobil terparkir di depan sebuah gedung, lalu ia bertanya lagi, “kalau mobil-mobil itu punya siapa?” Benny kembali menjawab “mboten ngertos”

Reaksi:

Sihar yang mendengar jawaban Benny pun terkagum-kagum dengan mboten ngertos dan ingin berguru dengannya agar bisa sukses seperti dia.

Koda:

Benny kaget mendengar ucapan Sihar dan langsung menjelaskan apa arti dari mboten ngertos, mendengar penjelasan temannya itu, Sihar hanya bisa tertawa malu sambil garuk-garuk kepala.

Contoh Teks Anekdot Hukum

Contoh Teks Anekdot Hukum

Selain politik, anekdot bertema hukum juga cukup mudah ditemukan. Hal tersebut disebabkan karena banyak sindiran yang ditujukan kepada aparat penegak hukum bermasalah di negeri ini. Salah satu contoh anekdot bertema hukum seperti berikut ini.

Hukum Tuhan

Seorang dosen sedang memberikan mata kuliah mengenai hukum Indonesia, menurut sang dosen, hukum di Indonesia bagai sebuah pisau yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Mendengar perkataan dosen itu, seluruh mahasiswa yang ada di kelas tersebut mengangguk tanda setuju. Dosen pun bertanya kepada para mahasiswanya, “mengapa kalian setuju dengan pernyataan saya itu?”

Salah seorang mahasiswa, bernama Aris menjawab “ya karena memang itulah kenyataannya, bu”. Ibu dosen itu pun kembali berkata “memang seperti itu kondisi hukum di Indonesia saat ini, namun kondisi seperti itu lebih mending daripada hukum ibarat Tuhan, sebab jika hukum itu ibarat Tuhan maka yang di atas akan selalu benar, sama sekali tidak dapat disalahkan”

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Seorang dosen sedang memberikan mata kuliah mengenai hukum Indonesia.

Orientasi:

Menurut sang dosen, hukum di Indonesia bagai sebuah pisau yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas

Krisis:

Mendengar perkataan dosen itu, seluruh mahasiswa yang ada di kelas tersebut mengangguk tanda setuju. Dosen pun bertanya kepada para mahasiswanya, “mengapa kalian setuju dengan pernyataan saya itu?”

Reaksi:

Salah seorang mahasiswa, bernama Aris menjawab “ya karena memang itulah kenyataannya, bu”. Ibu dosen itu pun kembali berkata “memang seperti itu kondisi hukum di Indonesia saat ini,

Koda:

Namun kondisi seperti itu lebih mending daripada hukum ibarat Tuhan, sebab jika hukum itu ibarat Tuhan maka yang di atas akan selalu benar, sama sekali tidak dapat disalahkan”

Contoh Teks Anekdot Ekonomi

Contoh Teks Anekdot Ekonomi

Anekdot bertema ekonomi juga sering kita lihat di berbagai media cetak, kesenjangan sosial di Indonesia mengakibatkan banyak anekdot ekonomi bermunculan. Salah satu contoh anekdot bertema ekonomi diantaranya seperti berikut ini.

Sunat Gaji

Sudah beberapa hari ini, pak Burhan seorang buruh pabrik sering terlihat termenung seperti memikirkan sesuatu. Bu Eni, sang istri pun merasa khawatir dan akhirnya memutuskan bertanya kepada suaminya itu “Pak, akhir-akhir ini, bapak kelihatan banyak pikiran dan sering kelihatan melamun, memangnya ada apa pak?”

Awalnya pak Burhan menolak untuk bercerita karena ia tidak ingin istrinya juga ikut pusing memikirkan apa yang sedang dipikirkannya itu. Namun, pada akhirnya pak Burhan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.

“Bu, gaji bapak bulan ini dipotong lagi oleh perusahaan, katanya untuk menutupi biaya pengeluaran pabrik, padahal gaji itu sudah saya siapkan untuk biaya sunat anak kita, tapi sekarang malah gaji bapak yang disunat.” Mendengar hal itu, bu Eni pun akhirnya hanya bisa ikut termenung.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Sudah beberapa hari ini, pak Burhan seorang buruh pabrik sering terlihat termenung seperti memikirkan sesuatu.

Orientasi:

Bu Eni, sang istri pun merasa khawatir dan akhirnya memutuskan bertanya kepada suaminya itu “Pak, akhir-akhir ini, bapak kelihatan banyak pikiran dan sering kelihatan melamun, memangnya ada apa pak?”

Krisis:

Awalnya pak Burhan menolak untuk bercerita karena ia tidak ingin istrinya juga ikut pusing memikirkan apa yang sedang dipikirkannya itu. Namun, pada akhirnya pak Burhan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. “Bu, gaji bapak bulan ini dipotong lagi oleh perusahaan, katanya untuk menutupi biaya pengeluaran pabrik

Reaksi:

padahal gaji itu sudah saya siapkan untuk biaya sunat anak kita, tapi sekarang malah gaji bapak yang disunat.”

Koda:

Mendengar hal itu, bu Eni pun akhirnya hanya bisa ikut termenung.

Contoh Teks Anekdot Faktual

Contoh Teks Anekdot Faktual

Teks anekdot faktual adalah sebuah anekdot yang menceritakan suatu cerita yang mengandung kebenaran. Berikut ini ada sebuah contoh anekdot faktual yang lucu dan menghibur namun juga tetap mengandung sebuah kebenaran.

Bebas Kemiskinan

Suatu hari, terjadi pertemuan antara 3 kepala pemerintahan suatu negara, yaitu Presiden Amerika Serikat, Perdana Menteri Kanada dan Presiden Indonesia. Setelah pertemuan antara ketiga kepala pemerintahan tersebut berakhir, maka tiba saatnya untuk berdoa agar masing-masing negara yang mereka pimpin itu dapat lebih maju dan berkembang.

Presiden AS : Tuhan, berapa lama lagi agar negaraku dapat bebas dari kemiskinan?
Tuhan : 35 tahun lagi
Presiden AS menangis tersedu-sedu
Perdana Menteri Kanada : Tuhan, berapa lama lagi, negaraku bisa bebas dari kemiskinan?
Tuhan : 18 tahun lagi
Perdana Menteri Kanada menangis tersedu-sedu
Presiden Indonesia : Tuhan, kapan negaraku dapat terbebas dari kemiskinan?
Tuhan tidak menjawab dan malah menangis tersedu-sedu

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Kesehatan juga sering menjadi bahan bahasan dalam sebuah anekdot. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak orang yang lalai terhadap kesehatan tubuh, oleh sebab itu diperlukan anekdot yang lucu dan menghibur namun tetap mengandung pesan moral tentang kesehatan, seperti contoh anekdot berikut ini:

Rokok Pembunuh Manusia

Suatu hari, ada seorang anak kecil yang membuat geger seluruh kampung, karena tiba-tiba ia berteriak-teriak “tolong, tolong ayahku mau bunuh diri”. Teriakan anak kecil itu tentu saja membuat warga kampung langsung berusaha menenangkan si anak dan kemudian berlarian menuju rumah si anak kecil itu.

Sesampainya di rumah, ternyata warga hanya mendapati seorang pria yang merupakan ayah dari si anak tersebut sedang duduk santai, membaca koran dan menghisap sebatang rokok. Warga pun bingung, sebab tidak ada orang yang sedang berusaha bunuh diri, kemudian salah satu warga akhirnya bertanya kepada si anak, “nak, itu ayahmu sedang bersantai, bukan mau bunuh diri”.

Si anak hanya menjawab dengan polos, “tapi ayahku merokok, kemarin aku nonton berita di tv katanya rokok bisa membunuh manusia”, warga yang mendengar jawaban polos si anak tersebut hanya bisa menahan tawa.

Pada contoh teks anekdot diatas, strukturnya adalah:

Abstraksi:

Suatu hari, ada seorang anak kecil yang membuat geger seluruh kampung, karena tiba-tiba ia berteriak-teriak “tolong, tolong ayahku mau bunuh diri”.

Orientasi:

Teriakan anak kecil itu tentu saja membuat warga kampung langsung berusaha menenangkan si anak dan kemudian berlarian menuju rumah si anak kecil itu.

Krisis:

Sesampainya di rumah, ternyata warga hanya mendapati seorang pria yang merupakan ayah dari si anak tersebut sedang duduk santai, membaca koran dan menghisap sebatang rokok. Warga pun bingung, sebab tidak ada orang yang sedang berusaha bunuh diri, kemudian salah satu warga akhirnya bertanya kepada si anak, “nak, itu ayahmu sedang bersantai, bukan mau bunuh diri”.

Reaksi:

Si anak hanya menjawab dengan polos, “tapi ayahku merokok, kemarin aku nonton berita di tv katanya rokok bisa membunuh manusia”,

Koda:

Warga yang mendengar jawaban polos si anak tersebut hanya bisa menahan tawa.

Kebanyakan teks anekdot dibuat dalam bentuk cerita singkat, jarang ditemukan contoh teks anekdot panjang. Teks anekdot singkat namun ditulis secara padat dan jelas tentunya akan lebih mudah dicerna daripada anekdot panjang yang penulisannya berbelit-belit.

Contoh Teks Anekdot : Dialog, Pendidikan, Sosial

Leave a Reply