Hujan Asam : Manfaat, Cara Mengatasi, Proses, Dampaknya (Lengkap) 3

Hujan Asam : Manfaat, Cara Mengatasi, Proses, Dampaknya (Lengkap)

Hujan Asam – Apa itu hujan asam? Hujan asam adalah hujan yang airnya mengandung tingkat keasaman atau pH di bawah 5,6. Artinya hujan yang normal pH yang dimiliki mencapai 5,6 sampai 6. Nah, hujan asam ini sebenarnya telah terjadi di beberapa daerah yang menyebabkan rusak nya ekosistem, entah itu ekosistem darat maupun laut. Lalu bagaimana proses terjadinya hujan asam? Apa dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia? Lalu apa benar hujan asam tidak memiliki manfaat? Pertanyaan semacam ini akan kami jelaskan lebih lanjut.

Manfaat Hujan Asam

Manfaat Hujan Asam

Meski memang memiliki berbagai dampak yang negative bagi kelangsungan hidup manusia, namun bukankah setiap peristiwa memiliki kerugian dan manfaatnya masing-masing? Nah, manfaat terjadinya hujan asam bagi makhluk bumi adalah pelarut berbagai mineral penting. Dimana mineral ini berguna bagi hewan maupun tumbuhan untuk melangsungkan hidup.

Cara Mengatasi Hujan Asam

Hujan asam sudah disebut sebagai hal yang berbahaya, sehingga perlu diupayakan berbagai hal untuk mencegah terjadinya hujan asam.

  1. Pemilihan bahan bakar

Pemilihan bahan bakar

Sering dibahas bahwa penyebab hujan asam adalah banyaknya hasil pembakaran dari kendaraan. Agar kita dapat mencegah terjadinya hujan asam, maka hendaklah memilih bahan bakar dengan kandungan belerang yang rendah. Anda juga bias menggunakan energy alternative seperti etanol dan hydrogen yang akan mengurangi produksi gas.

  1. Melakukan 3R

Melakukan 3R

Upaya selanjutnya adalah 3r, yaitu reduce, reuse dan recycle terhadap sampah. Pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari sampah dapat memicu terjadinya hujan asam. Oleh sebab itu mulailah membuang sampah pada tempatnya dan disesuaikan dengan bahan dari sampah tersebut. Hal tersebut dapat mengurangi pencemaran darat dan perairan.

 

Salah satu fungsi membuang sampah sesuai jenisnya adalah untuk memudahkan proses daur ulang. Dimana daur ulang sendiri merupakan pemanfaatan kembali dari suatu bahan agar menjadi barang yang dapat dimanfaatkan lagi. Contoh barang yang dapat didaur ulang adalah botol plastic, plastic kemasan, dan sebagainya.

 

Selain plastic, mendaur ulang kertas yang sudah terpakai dapat mengurangi jumlah penebangan pohon. Nah, kegiatan yang satu ini akan mengurangi terjadinya hutan gundul. Selain itu, bukankah hutan yang gundul akan menyebabkan daerah resapan air terganggu dan pencemaran udara? Dimana salah satu fungsi tumbuhan menyerap karbondioksida untuk melakukan fotosintesis yang hasilnya adalah oksigen. Apabila tidak ada tumbuhan atau hutan berkurang keberadaannya maka oksigen juga akan semakin menipis karena tidak ada lagi yang menyerap karbondioksida.

 

Sampah plastik yang akan didaur ulang dapat menjadi aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis. Biasanya mereka yang memiliki keterampilan akan berupaya menanggulangi sampah plastic

 

  1. Reboisasi

Reboisasi

Reboisasi atau penanaman kembali dapat mencegah terjadinya hujan asam. Bagaimana teknisnya? Seperti yang kita tahu hujan asam dipicu oleh gas karbondioksida yang membumbung ke tempat yang lebih tinggi. Agar mengurangi jumlah karbondioksida tumbuhan memiliki peran yang penting, yaitu menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Hel inilah yang menyebabkan daerah yang disekelilingi oleh pepohonan akan terasa lebih sejuk dan udaranya pun lebih segar dari daerah perkotaan.

 

Lalu bagaimana jika hutan gundul? Bukankah pasokan oksigen akan mengalami penurunan? Oleh sebab itu, reboisasi perlu dilakukan untuk mencegah pencemaran udara. Selain itu, reboisasi juga dapat menjadi edukasi untuk anak-anak tentang pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia.

 

  1. Penambahan zat kapur

Penambahan zat kapur

Zat yang satu ini memiliki peran membantu tanaman lebih cepat tumbuh, dimana menambahkan zat kapur ke tanah dapat mempengaruhi kesuburan tanah tersebut. Kadar asam yang tinggi paa tanah akan menyebabkan tanaman sulit untuk tumbuh, sehingga zat kapur ini akan mengendalikan kadar keasaman tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

 

  1. Pengendalian lingkungan

Pengendalian lingkungan

Perkembangan teknologi semakin pesat seiring dengan berjalannya waktu. Maka tidak heran kini telah hadir sebuah alat yang dapat mengurangi gas SO2 dan Nox. Banyak sekali teknologi yang bermunculan dari para pengamat lingkungan dan ahli teknoligi, salah satu teknologi tersebut adalah Lime Injection in Multiple Burner (LIMB). Selain teknologi tersebut ANda bias menggunakan Scrubber.

 

  1. Pengendalian setelah pembakaran

Pengendalian setelah pembakaran

Seperti yang sudah dinahas sebelumnya, bahwa hasil pembakaran yang tidak terkendali adalah pemicu utama terjadinya hujan asam. Oleh sebab itu perlu ada pengendalian hasil pembakaran. Nah, seiring dengan munculnya berbagai teknologi canggih, kini telah hadir FGD atau Fle Gas Desulfurization, dimana teknologi yang satu ini dapat mengurangi zat yang dinilai akan mencemari lingkungan. Selain menggunakan FGD, ammonia juga terbukti mampu  mengikat senyawa untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

 

  1. Hemat energy

Hemat energy

Agar Anda tidak dipusingkan dengan dampak akibat hujan asam, maka mulailah hemat energy dari sekarang. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan.

  1. Berjalan kaki

Berjalan kaki

Mulailah berjalan kaki apabila tujuan dekat, misla hanya berjarak beberapa meter dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polusi udara yang salah satunya disebabkan oleh asap kendaraan

  1. Daur ulang sampah

Daur ulang sampah

Menjaga ekosistem hutan dengan mendaur ulang sampah kertas

  1. Kurangi penggunaan sampah plastik

Kurangi penggunaan sampah plastik

Sebaiknya Anda menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, kurangi penggunaan sampah plastik. Anda bias mengganti plastic belanjaan dengan membawa tas sendiri saat berbelanja

Penyebab Hujan Asam

Setiap hal yang terjadi di bumi tentunya memiliki sebabnya masing-masing, tidak terkecuali hujan asam. Ada beberapa sebab yang memicu terjadinya hujan asam, yaitu:

  1. Sulfur dan nitrogen

Sulfur dan nitrogen

Sulfur dan nitrogen dapat diakibatkan oleh limbah industry, asap kendaraan, pembangkit listrik, serta beberapa aktivitas manusia yang menghasilkan ammonia. Apalagi beberapa kejadian seperti kebakaran hutan, atau pembakaran terbuka dapat menghasilkan  senyawa berupa sulfur dan nitrogen. Selain dari hasil kebakaran hutan, sulfur dan nitrogen dapat dipicu oleh hasil letusan gunung berapi.

Selain itu, pabrik yang bergerak di bidang penghasil minyak bumi, kelapa sawit, serta industry logam yang paling banyak menhasilkan sulfur dioksida. Meski begitu, sulfur dioksida memang dapat dipicu dari banyaknya asam kendaraan bermotor, dan hasil letusan gunung berapi.

Sedangkan untk nitrogen dioksida dapat dihasilkan dari hasil pembakaran pabrik yang bergerak di bidang pupuk kimia dan obat-obatan. Tentunya akibat yang ditimbulkan dari banyaknya kandungan nitrogen dioksida di udara akan menyebabkan hujan asam.

  1. Pencemaran udara

Pencemaran udara

Beberapa aktivitas manusia yang tidak terkendali juga dapat memunculkan beberapa zat yang memicu terjadinya hujan asam, sebut saja gas karbon dioksida dan karbon monoksida. Tentunya kita sudah sering mendengar pemicu adanya kedua senyawa tersebut, yaitu kendaraan bermotor dan hasil pembakaran. Nah, jika kedua senyawa buangan tersebut saling bertemu, akan membentuk asam karbonat atau asam lemah.

Selanjutnya ada juga senyawa yang mampu membentuk asam kuat apabila saling bertemu, yaitu hydrogen sulfide dan sulfur dioksida. Dimana keduanya merupakan senyawa hasil pembakaran belerang.

Sebenarnya hujan yang terjadi di bumi sudah mengandung asam, namun keasaman tersebut masih dalam ukuran wajar, yaitu pH 6. Sedangkan ketika hujan asam terjadi, maka kandungan asam dalam air tersebut meningkat sehingga pH keasaman pun semakin rendah.

 

  1. Aktivitas manusia

Aktivitas manusia

Pekerjaan manusia yang membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar, atau pemanfaatan minyak bumi yang tiak terkendali juga dapat memicu terjadinya hujan asam. Bahkan hasil letusan gunung berapi di bumi dapat pula menjadi pemicunya. Selain itu, beberapa proses biologis menjadi salah satu pemicunya.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Proses Terjadinya Hujan Asam

Diagram showing acid rain pathway illustration

Pada dasarnya hujan adalah proses penguapan atas air yang ada di laut menuju ke udara dan menjadi uap. Uap tersebut akan menjadi gumpalan awan yang akan menurunkan hujan. Hujan juga merupakan peristiwa alamiah yang diciptakan oleh Allah untuk menjaga keseimbangan kehidupan yang ada di bumi. Selain itu, awan yang telah terbentuk tadi akan bergerak ke segala arah mengikuti gerakan angin. Akibatnya awan yang satu dengan awan yang lain akan saling bersenggolan dan menjadi awan besar. Semakin banyak awan yang bersatu mengubah warnanya menjadi kelabu. Kemudian awan tersebut akan menurunkan rintikan air yang disebut hujan.

Setelah kita membahas mengenai peristiwa terjadinya hujan pada umumnya, lalu bagaimana dengan hujan asam? Bagaimana prosesnya? Nah, pada dasarnya hujan asam prosesnya sama dengan hujan biasanya, yang membedakan kandungan dalam airnya. Hujan asam mengandung zat asam yang dinilai berbahaya bagi kehidupan manusia. Apalagi untuk makhluk hidup yang tidak dapat segera beradaptasi dengan keadaan.

Selain itu, air hujan yang biasa akan memberi banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Selain sebagai sumber air bagi makhluk hidup, air hujan juga dapat dijadikan sebagai energy alternative pembangkit listrik, budidaya, serta sumber air bersih untuk berbagai kegiatan manusia seperti mencuci, minum, memasak dan lain sebagainya.

Untuk proses hujan asam sendiri hampir sama dengan terjadinya hujan pada umunya. Namun, saat hujan asam ada proses pertemuan antara uap air dari laut bertemu dengan gas CO2, karbon monoksida, hydrogen sulfur, dan sulfur dioksida.

Beberapa zat yang tersebut di atas tentunya merupakan zat yang tidak baik bagi kehidupan, pasalnya apabila kejadian tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan kepunahan makhluk hidup. Bahkan hujan asam yang terus terjadi akan mengurangi ketersediaan air bersih di bumi, tentunya akan berpengaruh juga pada kegiatan manusia.

Untuk lebih jelasnya, beberapa proses terjadinya hujan asam akan kami ulas lebih rinci mulai dari penguapan hingga proses akhir.

  1. Penguapan

Penguapan

Perlu dikatahui terlebih dahulu, hujan asam ini sebenarnya merupakan akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Aktivitas manusia yang kurang peduli terhadap dampak yang akan ditimbulkan menyebabkan fenomena yang bias jadi berbahaya. Seperti yang diketahui, manusia banyak melakukan aktivitas yang memicu banyaknya karbon monoksida, CO2, hydrogen sulfur serta sulfur dioksida. Beberapa zat ang mengakibatkan hujan asam tersebut bersumber dari polusi asap kendaraan, uap pabrik, pembakaran terbuka, dan sebagainya.

 

Air adalah sumber kehidupan utama yang menyokong populasi kehidupan di bumi, pasalnya hampir seluruh penyusun bumi adalah air. Sedangkan matahari adalah pemicu utama proses terjadinya hujan. Pada saat matahari sedang terik, saat itulah terjadi penguapan air laut atau air sungai. Uap yang menuju pada lapisan luar bui itulah yang akan menjadi gumpalan awan yang bertemu dengan gas hasil kegiatan manusia, dan memicu terjadinya hujan asam

 

  1. Proses penyatuan

Proses penyatuan

Seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa hujan asam terjadi karena beberapa gs yang saling menyatu. Pada proses penyatuan inilah gas CO2 dan karbon monoksida akan membentuk asam lemah. Sedangkan dua zat lainnya yaitu hydrogen sulfur dan sulfur oksida akan membentuk asam kuat. Akibat bersatunya asam lemah dan asam kuat inilah yang memicu hujan asam.

 

  1. Proses akhir

Proses akhir

Ketika proses penyatuan telah terjadi, maka baik asam kuat maupun asam lemah tersebut akan terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi. Ketika semua senyaea tersebut telah sampai pada titik jenuh, maka saat itulah hujan turun ke bumi. Jika digambarkan dalam bentuk reaksi kimia, prose terjadinya hujan asam adalah sebagai berikut

 

S(s) + O2 (g) menjadi SO2(g)

2SO2(g) + O2(g) menjadi 2SO3(g)

SO3(g) + H2O(i) menjadi H2SO4(aq)

Dampak Hujan Asam

Dampak Hujan Asam

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa hujan asam dampak paling terburuk adalah menyebabkan punahnya makhluk tertentu karena tidak dapat beradaptasi. Akibatnya ekosistem alam akan terganggu. Oleh sebab itu, sebagai penghuni bumi yang berakal, melakukan upaya pencegahan adalah yang terpenting.

Apalagi dampak untuk lingkungan hidup, baik kehidupan darat maupun kehidupan laut akan sangat berbahaya.

  1. Ekosistem laut terganggu

Ekosistem laut terganggu

Laut merupakan salah satu sumber daya alam yang harus dijaga keberadaannya. Dimana laut juga merupakan sumber ekonomi di daerah-daerah tertentu. Lalu, bagaimana jika air yang penuh dengan kandungan asam tersebut menuju ke laut? Tentunya hal ini menyebabkan ekosistem laut terganggu, yakni berkurangnya populasi ikan dalam jumlah yang tidak sedikit.

 

Air yang terkena hujan asam dapat merubah pHnya, sehingga biota laut yang tidak dapat beradaptasi lama kelamaan akan mati. Oleh sebab itu, apabila terjadi terus menerus dalam jangka panjang akan menyebabkan kepunahan. Hujan asam yang berlangsung lama juga menyebabkan terganggu nya urutan rantai makanan.

 

  1. Pertumbuhan akar terhambat

Pertumbuhan akar terhambat

Pada dasarnya air yang turun ke bumi sebagian nya akan terserap oleh akan dan menjadi air tanah. Dimana air tanah inilah yang menjadi cadangan untuk kelangsungan makhluk hidup. Maka bias dibayangkan apabila air dengan kandungan asam yang tinggi ini terserap oleh tanah akan menyebabkan terganggunya fungsi akar. Hasilnya adalah keseimbangan tanaman tidak terjaga sehingga mudah tumbang.

 

  1. Menimbulkan erosi dan menurunkan kesuburan tanah

Menimbulkan erosi dan menurunkan kesuburan tanah

Erosi adalah peristiwa pengikisan tanah akibat berbagai gejala tertentu yang menyebabkan menurunnya produktivitas tanah. Salah satu penyebab pengikisan tanah adalah hujan asam. Kandungan air dengan kadar asam yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan hilangnya mineral dan senyawa kimia penting yang ada di dalam tanah.

 

Bahkan, hujan asam juga menyebabkan tanah menjadi lebih kering dan tandus, sehingga dapat membunuh berbagai mikroorganisme tanah. Akibatnya adalah tanaman susah tumbuh di tempat tersebut.

 

  1. Mengganggu kesehatan

Hujan Asam : Manfaat, Cara Mengatasi, Proses, Dampaknya (Lengkap) 4

Hujan yang mengandung tingkat keasaman kurang dari pH 6 akan mengganggu system pernapasan. Hal ini dikarenakan saat hujan asam terjadi, akan menimbulkan bau yang akan dihirup oleh manusia. Nah, bau inilah yang dapat mengganggu pernapasan apalagi untuk mereka yang memiliki penyakit asma.

 

Bahkan kandungan asam dalam air juga dapat berpengaruh pada kesehatan kulit loh. Dimana jika berlangsung secara berkala dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda yang parahnya dapat menyebabkan kematian.

 

  1. Besi korosif

Besi korosif

Benda-benda yang terbuat dari bahan besi logam akan lebih mudah berkarat atau mudah terkena korosif akibat hujan asam.

 

  1. Menurunnya kesuburan tanah

Menurunnya kesuburan tanah

Terjadinya hujan asam dapat menghambat proses fotosintesis. Hal ini disebabkan oleh rusaknya lapisan lilin pada tumbuhan karena hujan asam. Selanjutnya tumbuhan akan lebih mudah terkena penyakit karena kekurangan nutrisi.

  1. Punahnya hewan darat dan laut

Punahnya hewan darat dan laut

Hewan yang cara adaptasinya kurang bias mengimbangi lingkungannya lama kelamaan akan punah. Selain itu, ekosistem darat dan laut juga akan terganggu karena banyak dari hewan-hewan tersebut tidak tahan dengan hujan asam yang tinggi.

 

  1. Peningkatan kandungan logam air

Peningkatan kandungan logam air

Logam berat yang bersifat toksik dapat mencemari perairan. Sehingga dapat dipastikan hal ini dapat membahayakan ekosistem perairan.

Selain kedelapan dampak di atas, terjadinya hujan asam juga dapat mempengaruhi beberapa hal berikut ini:

  • Adanya usaha industry yang merupakan salah satu pengaruh terbesar dari terjadinya hujan asam
  • Hasil pengolahan pabrik yang keluar melalui cerobong adalah pencemaran untuk udara. Lalu asap dengan berbagai kandungan gas buangan ini akan menjadi pemicu terjadinya hujan asam
  • Hujan asam sering terjadi di daerah pegunungan atau beberapa tempat dengan curah hujan yang tinggi
  • Ekosistem danau terganggu karena jumlah ikan yang semakin berkurang

Bagaimana? Apakah ulasan hujan asam di atas membantu ANda memahami lingkungan? Setiap hal yang terjadi pasti memiliki sebab yang biasanya disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Oleh karea itu, mari kita jaga Bumi dengan sebaik mungkin. Lindungi kawasan hutan dan perairannya, jangan dicemari, karena semuanya telah disediakan oleh Allah untuk kelangsungan hidup manusia.

Hujan Asam : Manfaat, Cara Mengatasi, Proses, Dampaknya (Lengkap)

Leave a Reply