Minyak Bumi : Asal Mula, Proses, Komposisi dan Kegunaannya 1

Minyak Bumi : Asal Mula, Proses, Komposisi dan Kegunaannya

Minyak Bumi – Sumber daya alam memiliki beberapa jenis dan pengklasifikasian. Klasifikasi tersebut yang membuat manusia mampu menggolongkan sumber daya alam. Sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui kembali dan juga yang bisa di perbaharui kembali. Minyak bumi sebagai sumber daya alam yang proses pencarian nya harus menggali ke bagian tanah yang paling dalam. Hingga ke bagian lapisan kerak bumi.

Minyak bumi juga memiliki sifat yang panas dan mudah terbakar. Meskipun demikian, minyak bumi merupakan sumber daya alam yang sangat mahal. Bahkan, apabila suatu negara memiliki pusat pertambangan minyak bumi yang dikelola sendiri, maka negara tersebut pasti disebut dengan negara yang kaya.

Minyak bumi menjadi pusat bahan dasar segala bentuk kebutuhan hidup. Mulai dari bahan bakar dan sebagainya. Namun, minyak bumi harus melalui beberapa tahapan sehingga dapat digunakan dan bermanfaat.

Asal Mula Minyak Bumi

Asal Mula Minyak Bumi

Apabila dilihat dari segi sejarahnya minyak bumi merupakan suatu sumber daya alam yang telah terbentuk sejak zaman dahulu. Saat zaman telah semakin berkembang hingga ditemukan berbagai alat teknologi dan juga meski pengolahan minyak. Sumber bahan ala mini menjadi salah satu komiditi utama yang pasti dibutuhkan oleh seluruh negeri. Oleh karena itu, bahan alam minyak bumi selalu menjadi bahan utama yang dicari.

Setiap orang rela mencari minyak bumi bahkan hingga ke dasar lapisan kerak bumi. Hal tersebut dikarenakan permintaan setiap negara terhadap minyak ini yang begitu besar. Oleh karena itu, minyak bumi merupakan salah atau bahan alam yang mahal.

Pada zaman dahulu telah terdapat minyak bumi. Hal tersebut diketahui dari catatan bukti sejarah yang menyebutkan bahwa tembok dan menara Babylon terbuat dari aspal. Kemudian terdapat suatu penelitian yang dilakukan oleh dua orang ahli yaitu Siclus dan Herodotus. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa di dekat suatu daerah yang berna,a Ardericca terdapat suatu sumur minyak yang kerap diambil manfaatnya.

Kemudian pada tahun 1850 masehi, minyak bumi bisa diolah menjadi minyak yang bisa digunakan untuk kehidupan keseharian. Hal tersebut dikarenakan adanya seorang ahli yang berhasil menemukan solusi dan cara yang bisa digunakan untuk melakukan distalasi pada minyak bumi. Sehingga bisa diambil manfaatnya.

Awalnya minyak bumi masih merupakan bahan bakar yang murah, namun seiring berkembangnya waktu, minyak bumi juga mengalami suatu lonjakan. Hal tersebut di karenakan besarnya permintaan dari berbagai negara maju.

Kemudian tiga tahun setelahnya tepat tahun 1853 terdapat suatu sumur minyak di daerah Polandia. Kemudian tepat pada abad ke 19, Azerbaijan menjadi penguasa minyak mentah.

Setelah sekian lama minyak bumi mengalami proses perkembangan dengan tahapan yang berbeda. Minyak bumi telah menjadi primadona dalam suatu negara. Bahkan, terdapat suatu julukan yang digunakan untuk negara terkait dengan minyak bumi. Negara yang memiliki sumber minyak bumi terbanyak merupakan negara maju dan terkaya.

Bahkan saat ini banyak negara yang awal mula menjadi negara pengekspor minyak, berubah menjadi negara impor minyak. Hal tersebut dikarenakan, permintaan minyak dalam negara sendiri semakin besar, tetapi kebutuhan minyak belum mampu terpenuhi. Sehingga meskipun di negara terdapat suatu sumber minyak bumi, tetap saja impor dilakukan. Hal tersebut merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak bumi dalam negeri.

Tahapan Pembentukan Minyak Bumi

Tahapan Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi juga mengalami tahapan pembentukan sebelum akhirnya menjadi minyak bumi mentah. Tumbuhan dan hewan yang telah mati akan mengalami penguraian suatu materi tertentu. Materi tersebut mengalami dekomposisi selama jutaan tahun lamanya. Kemudian hasil yang diperoleh dari dekomposisi tersebut dinamakan dengan minyak bumi.

Terdapat beberapa tempat yang bisa dijadikan untuk penemuan minyak bumi. Umumnya minyak bumi berada di perbatasan danau, laut, wilayah daratan hingga rawa-rawa.

Materi organic yang menjadi tahapan awal pembentukan minyak bumi mengalami suatu endapan. Endapan tersebut tersimpan dalam waktu yang lama hingga berlangsung selama jutaan tahun. Kemudian terjadilah yang namanya suatu proses pembusukan.

Terdapat suatu kondisi yang dinamakan reduksi, sirkulasi dan akumulasi hidrokarbon dalam air laut. Seiring dengan berjalan nya waktu, tempat yang menjadi lokasi dari pengendapan bakal minyak bumi akhirnya masuk ke dalam permukaan bumi.

Material bakal minyak bumi tersebut mengalami suatu penimbunan. Penimbunan tersebut membuat minyak bumi bergeser lebih dalam ke bagian dalam dari kerak bumi. Sehingga saat itu pula, terjadi perubahan secara kimiawi terhadap tekanan dan suhu yang dimiliki. Bisa dibilang bahwa perubahan tersebut termasuk perubahan material.

Kemudian terjadi suatu perubahan. Perubahan yang terjadi berawal dari material organik menjadi suatu campuran dari hidrokarbon. Campuran ini memiliki susunan dan suatu komposisi yang sangat lengkap. Selanjutnya setelah melalui tahapan tersebut, akhirnya hidrokarbon mampu membentuk berbagai zat. Mulai dari zat cair hingga zat gas.

Suhu yang terdapat pada bagian bumi memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan minyak bumi mentah. Minyak bumi mentah bisa terbentuk apabila suhu kerak bumi bisa mencapai 65 sampai 150 derajat Celsius. Suhu tersebut bisa diperoleh apabila kedalaman bumi mencapai 3 kilometer.

Minyak bumi memiliki warna yang sangat hitam pekat. Karena warna hitam dan juga harga dan manfaatnya yang penting, minyak bumi memiliki julukan sebagai emas hitam. Umumnya minyak bumi akan di endapkan dalam suatu batuan. Tetapi, tidak seluruh batuan bisa menjadi tempat pengendapan dari minyak bumi.

Batuan yang biasanya menjadi pengendapan adalah batu dengan tingkat porositas mencapai 45 persen. Adanya ruang pori-pori dalam batuan digunakan sebagai tempat penyimpanan dari gas, minyak dan juga air.

Di dalam batuan terdapat suatu pergerakan dari fluida. Pergerakan tersebut di karenakan adanya suatu tekanan yang disebut dengan tekanan grativasi. Hal tersebut yang menjadikan minyak, gas dan juga air terpisah secara fisika. Selanjutnya dari ketiga zat tersebut, gas dan minyak memiliki densitas yang bisa dibilang lebih rendah atau lebih ringan. Oleh karena itu, kedua zat tersebut bisa terangkat hingga ke permukaan.

Minyak dan gas bumi yang terangkat hingga ke permukaan akhrinya mengalami suatu jebakan. Suatu jebakan tersebut membuat minyak bumi terperangkap. Jebakan yang menjadi perangkap minyak bumi memiliki dua bagian. Bagian pertama yaitu jebakan strukturan dan bagian kedua disebut dengan jebakan stratigrafis.

Komposisi dari Minyak Bumi

Komposisi dari Minyak Bumi

Minyak bumi memiliki beragam komposisi. Komposisi tersebut yang menyebabkan minyak bumi memiliki kegunaan. Jika dilihat dari segi komposisi dari minyak bumi, sebenarnya minyak bumi merupakan minyak mentah yang telah melakukan transformasi menjadi bahan baku di setiap kehidupan sehari-hari. Karena mengalami temperature tertentu, minyak bumi berubah bentuk menjadi hidrokarbor baik berupa padat, gas atau pun cair.

Apabila ditelusuri nyata nya minyak bumi yang ada di tanah terbentuk berdasarkan dengan keadaan lingkungan dan juga kondisi permukaan nya. Tidak jarang para penambang menemukan gas alam saat melakukan galian minyak bumi. Sehingga terkadang gas alam juga keluar. Gas alam memiliki bentuk yang hampir sama dengan bensin. Sedangkan dalam minyak mentah, senyawa hidrokarbon terdapat antara 50 sampai dengan 97 persen.

Kandungan yang berada dalam minyak mentah adalah hidrokarbon. Jenis hidrokarbon yang mendominasi dalam minyak mentah adalah sikloalkana dan alkana. Kemudian selain itu, terdapat pula kandungan seperti nitrogen, sulfur dan oksigen namun dalam jumlah yang kecil. Selanjutnya logam juga menjadi salah satu penyusun serta terdapat pula suatu molekul.

Kemudian dalam minyak mentah, terdapat senyawa hidrokarbon yang juga memiliki peranan aktif. Senyawa tersebut adalah aspaltena, neptana, parafin dan juga aromatic. Namun, komposisi tersebut dapat berubah. Perubahan komposisi inilah yang menyebabkan warna dari minyak mentah berbeda-beda. Umumnya minyak mentah yang ditemukan dapat memilik warna mulai dari cokelat hingga hitam.

Proses pengolahan dari minyak bumi menghasilkan bahan bakar minyak. Minyak dengan komposisi ringan mampu menghasilkan suatu bahan bakar dengan kualitas yang tinggi. Harga minyak yang melonjak tinggi diakibatkan adanya kesulitan dalam proses pengeboran minyak. Selain itu, minyak yang diproses adalah minyak berat dan juga bitumen.

[/su_note]

Minyak Bumi Ditinjau dari Segi Kimiawi

Minyak Bumi Ditinjau dari Segi Kimiawi

Apabila dilihat secara langsung, minyak mentah yang ditemukan memiliki kondisi atau warna yang berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan kandungan atau komposisi yang terdapat dalam minyak mentah. Minyak bumi yang memiliki kandungan hidrokarbon berbeda akan memiliki ciri kimia yang berbeda pula.

Berikut ini merupakan kandungan minyak bumi jika ditinjau dari segi kimiawi.

  1. Alkana

Alkana

Salah satu kandung dari minyak bumi adalah alkana. Alkana termasuk salah satu senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai bercabang atau lurus. Alkana sendiri memiliki kandungan molekul. Kandungan tersebut adalah hidrokarbon dan karbon. Apabial Anda perhatikan bahan bakar kendaraan seperti bensin. Bensin berasal dari olahan alkana. Saat penyulingan pada alkana yang berasa dari pentana terjadi, maka menghasilkan suatu bahan bakar yaitu bensin.

Kemudian terdapat pula penyulingan alkana yang berasal dari heksadana dan nonana. Alkana tersebut akan menjadi bahan bakar dari diesel apabila dilakukan penyulingan lebih lanjut. Kemudian terdapat pula jenis alkana dengan rantai sebanyak 16 karbon. Alkana jenis satu ini, jika mengalami penyulingan maka akan terbentuk suatu zat pelumas kendaraan atau yang biasa disebut dengan oli.

Kemudian terdapat pula alkana dengan komposisi atom lebih besar. Penyulingannya bisa membentuk aspal. Gas elpiji dan juga pemantik rokok merupakan contoh lain hasil dari penyulingan alkana.

  1. Sikloalkana
Sikloalkana

youtube.com/unacademy

Sikloalkana memiliki nama lain yaitu naptena. Naptena ini juga merupakan kandung yang dimiliki oleh minyak mentah dengan ciri khas titik didih nya yang sangat tinggi. Karena merupakan hasil dari saturasi hidrokarbon, maka sikloalkana memiliki memilik ikatan rangkap yang berjumlah dua atau satu.

  1. Hidrokarbon aromatic

Hidrokarbon aromatic

Senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat karsinogenik merupakan hidrokarbon arimatic. Senyawa ini berbeda dengan hidrokarbon lain. Perbedaan terletak pada jumlah cincin planar yang dimiliki. Hasil pembakaran akan mengakibatkan timbulnya asam hitam yang pekat. Senyawa yang satu ini terbentuk dari karbon-6 cincin planar. Kemudian terdapat pula cincin benzena dalam prosesnya.

Proses penilangan minyak yang dilakukan pada masing-masing industri umumnya sama saja. Proses pemisahan yang dilakukan dalam suatu industri untuk menghasilkan bahan bakar disebut dengan distalasi fraksional. Hasil bukan hanya berupa bahan bakar saja tetapi juga berupa senyawa hidrokarbon lain yang terkandung di dalamnya. Seperti campuran yang menjadi salah satu kandungan dari bensin. Campuran tersebut dinamakan dengan isookatana.

Setiap minyak mentah selalu memiliki molekul hingga karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut dikarenakan berbeda nya kandungan dari minyak mentah. Hal ini dapat diketahui apabila terdapat seorang ahli dalam hall minyak yang melakukan penelitian di laboratorium.

Perbedaan molekul yang terdapat dalam minyak mengalami proses ekstrasi. Kemudian yang perlu diketahui, minyak mentah yang dilakukan proses pembakaran yang tidak lengkap atau tidak sempurna, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan. Berupa gas yang beracun dan berbahaya.

Karbonmonoksida yang terdapat dalam kandungan minyak disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktornya yaitu oksigen yang terdapat dan menjadi campuran dalam minyak berjumlah sangat sedikit.

Asbut pada kendaraan bermotor dapat terjadi karena adanya suatu reaksi. Bahan bakar minyak yang digunakan untuk suatu mesin dengan suhu yang tinggi.

Penggolongan dari Minyak Bumi

Penggolongan dari Minyak Bumi

Bagi yang belum mengetahui, mungkin memiliki anggapan bahwa minyak bumi terdiri dari satu jenis minyak mentah. Namun, kenyataannya, minyak mentah di masing-masing tempa memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat berasal dari komposisi minyak hingga massa yang dimiliki oleh minyak. Berikut ini penggolongan dari minyak bumi.

  1. Minyak bumi berdasarkan dengan massa jenis

Terdapat dua macam minyak bumi mulai dari yang ringan hingga berat. Minyak mentah dengan massa jenis yang kecil cenderung tergolong dalam minyak mentah yang ringan. Begitu pula sebaliknya, minyak mentah dengan massa jenis besar tergolong dalam minyak bumi berat.

  1. Minyak bumi berdasarkan keramahan lingkungannya

Minyak bumi memiliki dua jenis. Mulai dari jenis nya yang asam hingga yang manis. Dari kedua jensi tersebut, yang paling berpengaruh dalam pasar dan memiliki banyak permintaan adalah minyak mentah yang manis. Hal tersebut dikarenakan biaya yang ringan data proses pengelolaan.

Baca juga : Macam-macam Polusi
[/su_note]

Kegunaan dari Minyak Bumi

Kegunaan dari Minyak Bumi

Permintaan minyak bumi semakin lama semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya manfaat yang dimiliki oleh minyak bumi. Manfaat tersebut yang melatarbelakangi tingginya tingkat permintaan dari para konsumen.

Minyak bumi memiliki banyak komposisi yang bisa di oleh menjadi bahan bakar segala jenis mesin. Berikut ini merupakan beberapa hasil pengolahan minyak bumi disertai dengan manfaat yang dimiliki untuk kehidupan.

  1. Asam sulfat

Asam sulfat merupakann hasil dari pengolahan minyak bumi yang memiliki kegunaan dalam bidang industry. Kegunaan tersebut yang menjadikan asal sulfat banyak dicari. Mulai dari manfaatnya dalam hal bahan bakar padat dan petrokimia.

  1. BBM

Apabila Anda mengerti banyaknya jenis BBM yang ada di Indonesia. Perlu diketahui bahwa seluruh BBM terkenall di Indonesia merupakan hasil pengolahan dari minyak mentah. Mulai dari premium, solar, minyak diesel, pertaman, pertalite dan masih banyak lagi.

Industri dari Minyak Bumi yang Masih Mentah

Industri dari Minyak Bumi yang Masih Mentah

Terdapat banyak tahapan dalam industri minyak mentah. Mulai dari tahapan eksploitasi, kemudian dilakukan ekstraksi lalu pada penilangan. Kemudian yang terakhir adalah transportasi. Dalam transportasi sendiri, umumnya minyak bumi menggunakan suatu angkutan khusus. Angkutan tersebut adalah kapal tanker.

Industri minyak bumi sendiri diketahui memiliki suatu hasil yang merupakan volume terbesar dalam industri yaitu bensin dan juga bahan bakar dari minyak. Tetapi, minyak mentah juga memiliki fungsi yang lain selain dari digunakannya untuk bahan bakar. Fungsi tersebut seperti penggunaan untuk pelarut, pestisida hingga proses dari pembuatan obat-obat kimia.

Semakin berkembangnya zaman, minyak memang menjadi sumber kehidupan yang memiliki peranan penting. Mulai dari proses pembantuan segala kegiatan dan keperluan manusia. Hal tersebut menjadikan banyak negara yang memusatkan perhatiannya pada sumber daya minyak mentah ini. Bahkan, saat ini hampir di seluruh dunia, minyak mentah memiliki peranan penting dan memiliki permintaan yang sangat tinggi.

Apabila diperhitungkan, setiap negara memiliki konsumsi minyak dan tingkat penawaran yang berbeda. Seperti negara Amerika Tengah hingga selatan, penggunaan minyak mentah ini mencapai kisaran 44 persen. Kemudian untuk negara yang berada di Afrika sekitar 41 persen. Selanjutnya 40 persen untuk negara Amerika Utara. Apabila dikalkulasi secara lebih lanjut, dalam satu tahun, minyak mentah yang dibutuhkan diseluruh dunia mencapai angka 30 juta barrel.

Minyak bumi menjadi bahan dasar dari adanya bahan bakar yang saat ini telah menjadi kebutuhan primer hampir diseluruh belahan negara. Minyak mentah mengalami proses yang sangat panjang dan ketat sebelum akhir nya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Minyak yang bersumber dari alam ini, merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Semakin hari permintaan dari minyak mentah semakin meningkat. Pemerintah disetiap negara harus bisa melakukan pengelolaan pada minyak mentah. Hal ini disebabkan keteledoran dalam proses pengelolaan bisa menimbulkan kerugian yang amat besar.

Minyak Bumi : Asal Mula, Proses, Komposisi dan Kegunaannya

Leave a Reply