Arah Mata Angin : Pengertian, Komponen, Jenis, Cara Menentukan (Lengkap) 1

Arah Mata Angin : Pengertian, Komponen, Jenis, Cara Menentukan (Lengkap)

Arah Mata Angin – Alat apakah yang harus Anda bawa ketika mendaki atau melakukan ekspedisi agar tidak tersesat? Betul sekali, kompas. Alat ini berguna sebagai penunjuk arah mata angin saat Anda merasa kesulitan untuk menentukan arah jalan yang benar. Tanpa mengetahui arah mata angin, tentunya Anda akan kebingungan dalam memilih jalan yang tepat.

Dibutuhkan keahlian agar Anda dapat mengetahui sekaligus menentukan arah mata angin. Lalu bagaimanakah caranya? Silahkan simak ulasan seputar arah mata angin dan beberapa trik membaca arah mata angin di bawah ini untuk mengetahui jawabannya!

Definisi Arah Mata Angin

Definisi Arah Mata Angin

Salah satu alat yang banyak digunakan untuk menentukan arah mata angin adalah kompas. Alat ini mudah untuk dipahami sekaligus dibawa kemana-mana. Anda dapat menentukan arah mata angin dengan mudah dan tepat menggunakan kompas. Pada dasarnya, arah mata angin merupakan suatu panduan yang digunakan untuk menentukan arah pada suatu tempat.

Selain pada kompas, Anda dapat menemukan arah mata angin pada alat navigasi dan peta. Tujuan arah mata angin secara umum yaitu untuk menentukan arah pada keadaan tertentu agar tetap dapat melanjutkan perjalanan dan tidak tersesat sehingga dapat sampai ke tempat tujuan yang diharapkan.

Bagi Anda yang hobi hiking dan travelling, keberadaan arah mata angin pasti sangat penting. Hal ini untuk menghadapi kondisi dan lokasi yang baru Anda kunjungi, terlebih lagi jika tidak ada informasi penunjuk arah atau tanda arah tertentu. Jadi, bagi Anda yang suka bepergian dan berpetualang di alam bebas, jangan lupa untuk selalu membawa penunjuk arah mata angin agar tidak tersesat.

Memiliki pengetahuan untuk menentukan arah mata angin juga tak kalah penting. Membawa penunjuk arah mata angin, namun tidak dapat membacanya tentu juga akan sia-sia. Oleh karena itu, terdapat beberapa trik yang dapat digunakan untuk membaca arah mata angin. Namun sebelumnya, alangkah baiknya jika Anda mempelajari komponen-komponen arah mata angin terlebih dahulu.

Komponen Arah Mata Angin

Komponen Arah Mata Angin

Terdapat beberapa komponen pada arah mata angin. Dalam standar pembuatan alat bantu pada penunjuk arah, setidaknya terdapat empat arah utama yang selalu dipakai. Keempat arah utama tersebut yaitu utara, barat, selatan, dan timur. Beberapa alat bantu penunjuk arah yang sering digunakan yaitu peta, kompas, dan alat-alat navigasi.

Selain keempat arah utama, terdapat beberapa arah mata angin tengah yang juga sering dijadikan pedoman dan diakui. Jadi, secara umum terdapat 8 arah mata angin yang terdiri dari :

  • Utara (U) = 0°
  • Timur Maritim atau Timur Laut (TL) = 45° terletak di antara utara dan timur
  • Timur (T) = 90°
  • Tenggara (TG) = 135° terletak di antara timur dan selatan
  • Selatan (S) = 180°
  • Barat Daya (BD) = 225° terletak di antara selatan dan barat
  • Barat (B) = 270°
  • Barat Maritim atau Barat Laut (BL) = 315° terletak di antara barat dan utara

Namun secara keseluruhan, terdapat 16 arah mata angin, antara lain :

  • Utara (U) = 0°
  • Utara Timur Laut  (UTL) = 22°30’ terletak di antara utara dan timur laut
  • Timur Maritim atau Timur Laut (TL) = 45° terletak di antara utara dan timur
  • Timur-Timur Laut (TTL) = 67°30’ terletak di antara timur dan timur laut
  • Timur (T) = 90°
  • Timur Tenggara (TTG) = 122°30’ terletak di antara timur dan tenggara
  • Tenggara (TG) = 135° terletak di antara timur dan selatan
  • Selatan Tenggara (STG) = 157°30’ terletak di antara selatan dan tenggara
  • Selatan (S) = 180°
  • Selatan Barat Daya (SBD) = 202°30’ terletak di antara selatan dan barat daya
  • Barat Daya (BD) = 225° terletak di antara selatan dan barat
  • Barat-Barat Daya (BBD) = 247°30’ terletak di antara barat dan barat daya
  • Barat (B) = 270°
  • Barat-Barat Laut (BBL) = 292°30’ terletak di antara barat dan barat laut
  • Barat Maritim atau Barat Laut (BL) = 315° terletak di antara barat dan utara
  • Utara Barat Laut (UBL) = 337°30’ terletak di antara utara dan barat laut

Jenis- Jenis Arah Mata Angin

Arah mata angin terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu arah mata angin pokok, arah mata angin tengah, dan arah mata angin tambahan. Pada tiap jenis arah mata angin memiliki komponen yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasan mengenai jenis-jenis arah mata angin di bawah ini!

1.        Arah Mata Angin Pokok

1.        Arah Mata Angin Pokok

Mungkin sebagian besar dari Anda sudah mengetahui bahkan hafal dengan jenis arah mata angin yang satu ini. Memang arah mata angin pokok digunakan sebagai standar dalam membuat berbagai jenis alat penunjuk arah. Peta, kompas, dan berbagai alat navigasi lainnya akan mencantumkan keempat arah mata angin pokok ini, yaitu utara, selatan, barat, dan timur.

2.        Arah Mata Angin Tengah

2.        Arah Mata Angin Tengah

Arah mata angin yang posisinya yang berada di antara mata angin pokok dikenal dengan nama mata angin tengah. Sebagai contohnya yaitu arah mata angin timur laut (TL) yang terletak di antara arah timur dan utara. Jenis arah mata angin tengah sering digunakan untuk menentukan arah yang berada di tengah-tengah mata angin pokok.

Beberapa arah mata angin tengah, diantaranya :

  • Barat daya, yang terletak di antara arah barat dan selatan
  • Tenggara, yang terletak di antara arah timur dan selatan
  • Timur laut, yang terletak di antara arah timur dan utara
  • Barat laut, yang terletak di antara arah barat dan utara

3.        Arah Mata Angin Tambahan

3.        Arah Mata Angin Tambahan

Selain arah mata angin tengah dan pokok, terdapat juga jenis arah mata angin tambahan yang posisinya berada di antara kedua arah mata angin tersebut. Sebagai contohnya arah mata angin timur-timur laut (TTL) yang terletak di antara arah timur dan timur laut. Dengan adanya arah mata angin tambahan maka penentuan arah akan semakin akurat.

Beberapa arah mata angin tambahan, diantaranya :

  • Utara Timur Laut  (UTL) terletak di antara utara dan timur laut
  • Timur-Timur Laut (TTL) terletak di antara timur dan timur laut
  • Timur Tenggara (TTG) terletak di antara timur dan tenggara
  • Selatan Tenggara (STG) terletak di antara selatan dan tenggara
  • Selatan Barat Daya (SBD) terletak di antara selatan dan barat daya
  • Barat-Barat Daya (BBD) terletak di antara barat dan barat daya
  • Barat-Barat Laut (BBL) terletak di antara barat dan barat laut
  • Utara Barat Laut (UBL) terletak di antara utara dan barat  laut

Jadi, jika arah mata angin tersebut digabungkan secara keseluruhan maka akan terdapat 16 arah mata angin secara lengkap.

Cara Menentukan Arah Mata Angin

Cara Menentukan Arah Mata Angin

Berbagai alat-alat sederhana telah banyak digunakan oleh masyarakat sejak zaman dahulu untuk menentukan arah mata angin. Mereka menggunakan cara tradisional dengan memakai jarum, bayangan, tongkat, roda, dan lain sebagainya dengan memanfaatkan cahaya matahari untuk mengetahui arah mata angin.

Namun saat ini, ada yang cara termudah untuk mengetahui arah mata angin yaitu dengan memanfaatkan aplikasi GPS. Aplikasi yang terdapat pada smartphone ini mampu menentukan arah mata angin dengan cepat dan tepat. Namun sayangnya, saat Anda tersesat di dalam hutan, aplikasi ini tidak akan dapat dimanfaatkan dikarenakan sinyal pada ponsel yang tidak berfungsi.

Jika Anda berada pada kondisi yang demikian, maka Anda dapat memanfaatkan alat-alat sederhana seperti batu, kompas, tongkat, dan lain sebagainya untuk menentukan arah mata angin. Terdapat beberapa trik yang harus Anda pelajari saat akan menggunakan alat-alat tersebut agar dapat membaca arah mata angin dengan tepat.

1.        Trik untuk Mengetahui Arah Mata Angin Menggunakan Kompas

1.        Trik untuk Mengetahui Arah Mata Angin Menggunakan Kompas

Mungkin, sebagian besar dari Anda tidak akan asing lagi dengan alat penunjuk arah yang satu ini. Kompas memang menjadi salah satu alat termudah yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah mata angin. Namun, jika Anda tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya, tentunya membawa kompas juga tidak akan dapat mengatasi masalah Anda.

Lalu, bagaimanakah cara menggunakan kompas yang benar? Bagi Anda para petualang, cara berikut wajib untuk anda pelajari!

  • Letakkan kompas pada permukaan yang datar lalu tunggu hingga k=jarum yang terdapat pada kompas tersebut tidak bergerak lagi atau berhenti. Jarum pada kompas yang telah berhenti, secara otomatis akan menunjukkan arah selatan dan utara. Sedangkan dial pada kompas yang ditunjukkan dengan angka dan garis berguna untuk menentukan arah yang lain.

2.        Trik untuk Menentukan Arah Mata Angin dengan Kompas Bidik

2.        Trik untuk Menentukan Arah Mata Angin dengan Kompas Bidik

Cara pertama yang harus Anda lakukan saat menggunakan kompas bidik yaitu pegang kompas dengan posisi mendatar dan tenang. Kemudian, melalui celah yang terdapat pada kaca pembesar, visir akan membidik sasaran. Miringkan hingga membentuk sudut 50 derajat antara kaca dial dengan kaca pembesar.

Dengan melihat derajat pada dial yang ditunjukkan oleh garis dan angka maka Anda dapat menentukan arah mata angin tersebut.

3.        Trik untuk Mengetahui Arah Mata Angin Dengan Bayangan Tongkat

3.        Trik untuk Mengetahui Arah Mata Angin Dengan Bayangan Tongkat

Tongkat ternyata juga dapat Anda manfaatkan untuk mengetahui arah mata angin. Dengan sinar matahari yang cukup dan cuaca yang mendukung, cara ini baru dapat Anda gunakan. Hal ini dikarenakan, bayangan tongkatlah yang digunakan untuk menentukan arah mata angin. Jadi, jika sinar matahari kurang serta cuaca tidak mendukung, cara ini tidak dapat diterapkan.

Pada dasarnya, sinar matahari yang mengenai benda akan memantul sehingga membentuk sebuah bayangan. Mulai dari terbit hingga terbenam, akan terdapat perbedaan bayangan yang terbentuk akibat pantulan sinar matahari. Hal ini dikarenakan matahari akan selalu bergerak dari arah timur menuju ke arah barat.

Pergerakan dan pembentukan bayangan inilah yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan arah mata angin yaitu timur dan barat. Terdapat beberapa alat yang harus Anda persiapkan, yaitu :

  • Tongkat lurus dengan panjang 60 hingga 150 cm
  • Tongkat lurus dengan anak panah sepanjang 30 cm
  • Batu sebanyak 2 buah atau bisa diganti dengan benda lain yang serupa dan mampu menahan hembusan angin karena berfungsi sebagai pemberat

Langkah-langkahnya :

  1. Tancapkan tongkat yang memiliki ukuran yang lebih panjang dengan posisi lurus di atas permukaan tanah
  2. Ambillah sebuah batu untuk menandai ujung bayangan yang terbentuk dan tegakkan di atas permukaan tanah
  3. Kemudian, tunggu hingga 15 atau 20 menit sehingga akan terbentuk bayangan baru yang berbeda dengan arah bayangan sebelumnya.
  4. Tandai bayangan baru yang terbentuk menggunakan tongkat lurus dengan anak panah yang memiliki panjang 30 cm
  5. Anda dapat mengulangi langkah di atas setiap 15 menit sekali agar lebih yakin
  6. Kemudian, dari kedua ujung bayangan yang terbentuk hubungkan menggunakan garis lurus.
  7. Bayangan tersebut akan berpindah berlawanan arah dengan posisi matahari.
  8. Jadi, melalui garis yang terbentuk dapat diketahui jika matahari bergerak dari timur ke barat. Sehingga dapat disimpulkan jika ujung bayangan yang pertama menunjukkan arah barat sedangkan ujung bayangan yang kedua menunjukkan arah timur.

4.        Trik Untuk Mengetahui Arah Mata Angin Menggunakan Roda atau Cakra Bayangan

4.        Trik Untuk Mengetahui Arah Mata Angin Menggunakan Roda atau Cakra Bayangan

Selain tongkat, alat yang dapat digunakan untuk menentukan arah mata angin berikutnya adalah cakra dan roda. Caranya hampir sama dengan metode menggunakan tongkat, namun waktu yang diperlukan jauh lebih lama. Hal inilah yang membuat metode ini jauh lebih meyakinkan dibandingkan metode menggunakan tongkat.

Alat-alat yang dibutuhkan :

  • Tiang atau tongkat sepanjang 60 hingga 150 cm
  • Batu berukuran kecil
  • Tali dan benang yang panjang
  • Benda kecil yang runcing

Langkah-langkah :

  1. Tancapkan tongkat atau tiang di atas tanah yang datar sebelum tengah hari
  2. Tandai ujung bayangan yang terbentuk menggunakan salah satu batu
  3. Ikatkan salah satu ujung tali pada tiang dan ujung tali lainnya pada batang kecil yang runcing
  4. Pastikan panjang tali tersebut mampu menjangkau batu yang digunakan untuk menandai bayangan yang terbentuk sebelumnya
  5. Dengan menggunakan batu tersebut sebagai titik awal, gambarlah sebuah lingkaran yang mengelilingi tongkat atau tiang
  6. Nantinya akan terbentuk bayangan kedua yang bersinggungan dengan lingkaran lalu tandai posisi bayangan tersebut menggunakan batu yang kedua
  7. Buatlah sebuah garis lurus yang menghubungkan antara batu kedua dan batu pertama
  8. Melalui garis tersebut dapat diketahui jika arah timur diwakili batu kedua dan arah barat diwakili oleh batu pertama
  9. Untuk mengetahui arah selatan dan utara maka tarik garis tegak lurus dengan arah barat dan timur yang terbentuk. Jika titik tersebut searah jarum jam dari posisi barat maka arah tersebut adalah utara, begitu juga sebaliknya.

5.        Trik untuk Menentukan Arah Mata Angin dengan Navigasi Bantuan Lingkungan Alam

5.        Trik untuk Menentukan Arah Mata Angin dengan Navigasi Bantuan Lingkungan Alam

Ketika matahari berada tepat di atas kepala, maka waktu inilah yang tepat bagi Anda untuk menentukan arah mata angin menggunakan navigasi bantuan lingkungan alam. Melalui cara ini, akan diketahui arah utara dan selatan, kemudian arah barat dan timur pun akan mudah ditentukan.

Namun pada dasarnya, arah yang terbentuk bukanlah arah selatan dan utara yang sebenarnya tetapi menunjuk pada arah sumbu bumi. Jika Anda berada pada belahan bumi bagian selatan, matahari akan bergerak ke arah utara saat tengah hari. Jadi, ketika Anda berjalan mendekati matahari, itu artinya Anda menuju ke arah utara.

Sedangkan jika Anda berada di belahan bumi bagian utara maka akan berlaku kebalikannya, yaitu jika Anda berjalan mendekati matahari saat tengah hari, itu artinya Anda bergerak menuju arah selatan. Namun jika anda berjalan menjauhi matahari artinya Anda bergerak ke arah utara.

Sedangkan untuk arah mata angin barat dan timur dapat Anda tentukan dengan melihat posisi terbit dan terbenamnya matahari. Saat badan Anda menghadap posisi terbitnya matahari, itu artinya Anda sedang menghadap ke arah timur. Jadi, arah selatan berada pada sisi kanan Anda dan arah utara berada pada sisi kiri Anda.

Begitu juga saat badan Anda menghadap ke arah terbenamnya matahari. Itu artinya Anda sedang menatap ke arah barat. Dimana arah yang berada di belakang Anda adalah arah timur. sedangkan arah selatan berada pada sisi kiri Anda dan pada sisi kanan Anda adalah arah utara. Cukup mudah bukan menentukan arah mata angin menggunakan cara ini?

Sedangkan cara berikutnya yaitu dengan mengamati pertumbuhan pepohonan. Namun, cara ini tidak cukup akurat untuk menentukan arah mata angin tetapi sering digunakan sebagai gambaran dasar arah mata angin. Matahari akan berada di langit selatan saat Anda berada di wilayah bumi bagian utara, dan berlaku kebalikannya untuk belahan bumi selatan.

Pada pepohonan yang berada di belahan bumi bagian utara maka pada sisi selatan pohon tersebut akan memiliki daun yang cenderung lebih lebat dan tebal. Sedangkan pada belahan bumi bagian selatan, maka pada sisi utara pepohonan tersebut akan tumbuh jauh lebih subur.

Manfaat Arah Mata Angin

Manfaat Arah Mata Angin

Banyak manfaat yang dapat kita dapatkan dengan adanya arah mata angin, diantaranya :

1.        Membantu mendeteksi cuaca sekitar

2.        Sebagai patokan saat akan mendirikan tempat ibadah untuk menentukan arah kiblat bagi umat muslim

3.        Membantu menentukan arah yang benar dan tepat untuk menuju suatu tempat

4.        Membantu perjalanan agar tidak tersesat

5.        Mengetahui perkiraan waktu

6.        Meminimalisasi terjadinya kecelakaan bagi pesawat dan kapal maritim karena arah dapat ditentukan dengan sempurna dan tepat

7.        Membantu nelayan dalam memahami arah ombak sehingga dapat memilih lokasi dan waktu berlayar yang lebih kondusif

Mempelajari cara membaca arah mata angin memang sangat diperlukan meskipun saat ini telah banyak aplikasi GPS pada smartphone yang dapat dimanfaatkan. Aplikasi tersebut tidak selamanya dapat membantu dikarenakan banyaknya kendala, terlebih lagi jika posisi Anda sedang di dalam hutan. Di wilayah ini, Anda tentu akan kesulitan untuk mendapatkan sinyal.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mempelajari trik menentukan arah mata angin secara tradisional. Sebab, hal ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan arah yang tepat pada kondisi yang tak terduga. Dengan alat sederhana dan cara yang mudah, dapat membantu Anda menentukan arah jalan yang tepat agar tidak tersesat.

Arah Mata Angin : Pengertian, Komponen, Jenis, Cara Menentukan (Lengkap)

Leave a Reply