Tata Cara Sholat Jenazah: Keutamaan, Doa, Rukun, Niat (Terlengkap)

Tata Cara Sholat Jenazah – Pengurusan jenazah dalam agama Islam merupakan suatu hal yang diatur dengan sangat mendetail. Salah satu rangkaian dari dari pengurusan jenazah adalah dilakukannya sholat jenazah. Pelaksanaan sholat ini berbeda dari sholat wajib lainnya.  Hukum pelaksanaan shalat ini adalah wajib. Oleh karenanya, setiap muslimin wajib mengetahui tata cara sholat jenazah.

Apa itu Sholat Jenazah?

Apa itu Sholat Jenazah?

Sholat jenazah merupakan sholat yang dilaksanakan bagi jenazah muslim. Hukum dari sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Akan tetapi, jika sholat ini telah dilaksanakan oleh beberapa orang muslim, maka gugurlah kewajiban muslim lainnya untuk menjalankan sholat tersebut. Namun, jika seorang muslim meninggal dan tidak ada seorang pun yang mensholatkannya, maka semua kaum muslim telah berdosa.

Tata cara sholat jenazah yang berbeda dari sholat wajib atau sholat sunnah lainnya. Selain itu, pelaksanaan sholat jenazah bagi jenazah laki-laki dan perempuan juga berbeda. Satu hal yang membedakannya adalah doa yang dipanjatkan.

Hadits Mengenai Sholat Jenazah

Hadits Mengenai Sholat Jenazah

Karena pentingnya sholat jenazah bagi muslimin yang telah meninggal, maka tak heran jika ada banyak hadits mengenai sholat jenazah. Berikut ini beberapa diantaranya,

  • Hadits dari Abu Hurairah RA berbunyi, “barang siapa yang mensholatkan jenazah maka ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Dan barang siapa menghadiri pemakannya, maka ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath.”
  • Hadits dari Abu Hurairah RA yang diriwayatkan kepada Muttafaq ‘Alaih berbunyi, “bersegeralah kamu dalam mengurusi jenazah, karena ia termasuk jenazah yang shalih, berarti kamu telah menyegerakan kebaikan untuknya. Namun, jika ia bukanlah jenazah yang shalih, maka kamu telah meletakkan keburukan di atas pundakmu.”
  • HR Ibnu Majah berbunyi, “sholatkanlah mayat-mayatmu.”

Kisah Rasulullah Tidak Mau Melaksanakan Shalat Jenazah

Kisah Rasulullah Tidak Mau Melaksanakan Shalat Jenazah

Beberapa hadits telah meriwayatkan cerita tentang penolakan Rasulullah untuk melaksanakan shalat jenazah untuk jenazah tertentu. Penolakan ini dilakukan dua kali oleh Rasulullah. Dua kisah tersebut telah diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Jabir bin Samurah.

Dalam kisah yang pertama, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, diceritakan bahwa para sahabat membawa jenazah seorang pria kepada Rasullullah. Jenazah tersebut masih memiliki hutang yang belum dilunasi pada masa hidupnya. Kemudian beliau bertanya kepada mereka, “Apakah jenazah ini meninggalkan harta yang dapat digunakan untuk melunasi hutangnya?”

Apabila jenazah tersebut memiliki harta untuk melunasi hutangnya, maka Rasulullah bersedia mensholatkannya. Namun, apabila jenazah tersebut tidak meninggalkan harta untuk melunasi hutangnya, maka Rasulullah tidak bersedia melaksanakan sholat jenazah baginya. Beliau kemudian berkata, “Sholatkanlah jenazah sahabat kalian tersebut.”

Dalam kisah lainnya, diriwayatkan dari Jabir bin Samurah, diceritakan bahwa para sahabat membawa jenazah seorang pria kepada Rasulullah. Pria tersebut meninggal karena bunuh diri dengan cara menusukkan tombak pada tubuhnya. Rasulullah yang mengetahui hal ini tidak bersedia mensholatkan jenazah tersebut. Namun, beliau tetap menyuruh para kerabatnya untuk mensholatkan jenazah tersebut.

Penolakan-penolakan yang dilakukan Rasulullah tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memperingatkan umat muslim agar menjauhi berhutang dan tidak melakukan bunuh diri. Kaum muslim biasa tetap dianjurkan untuk melaksanakan sholat jenazah bagi golongan jenazah tersebut.

Namun, para tokoh masyarakat atau pemuka agama sebaiknya tidak melakukannya. Hal ini dilakukan sebagai semacam sanksi sosial.

Keutamaan Sholat Jenazah

Kisah Rasulullah Tidak Mau Melaksanakan Shalat Jenazah

Sholat jenazah akan memberikan beberapa keutamaan bagi muslimin yang melaksanakannya. Berikut ini keutamaa-keutamaan sholat jenazah.

1. Orang yang melaksanakannya akan memperoleh pahala

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya, orang-orang muslim yang melaksanakan sholat jenazah akan memperoleh pahala sebesar 1 qirath. Apakah artinya 1 qirath tersebut? Satu qirath berarti kebaikan yang berukuran satu gunung besar. Jadi, orang yang melaksanakan sholat ini seolah-olah ia telah mengerjakan kebaikan yang amat besar.

Dengan melihat keutamaan ini, Anda tentu tidak boleh lagi melewatkan pelaksanaan sholat jenazah bagi tetangga atau saudara yang meninggal. Kesempatan untuk memperoleh bekal akhirat yang sangat besar dari hal yang sederhana ini tentu tidak boleh disia-siakan.

2. Menyegerakan kebaikan bagi muslimin yang meninggal

Seperti juga yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya, melaksanakan shalat jenazah berarti sama saja menyegerakan kebaikan bagi orang yang telah meninggal tersebut. Namun, kebaikan ini hanya berlaku bagi mereka yang meninggal dalam keadaan beriman.

3. Memberi syafaat bagi muslimin yang meninggal

Melaksanakan sholat jenazah dapat memberi syafaat bagi muslimin yang meninggal jika jumlah jamaah yang mensholatkannya berjumlah 40 orang atau lebih. Dengan jumlah jamaah sebanyak ini, Allah akan menyetujui doa yang dipanjatkan oleh para jamaah.

Apabila jumlah jamaah sholat jenazah tersebut kurang dari 40 orang, syafaat tersebut dapat tetap diberikan kepada jenazah. Syarat pemberian syafaat ini adalah terdapat tiga shaf dalam pelaksanaan sholat ini. Sehingga, meski jumlahnya kurang dari 40 orang, namun karena terbagi dalam tiga shaf, maka, inshaallah, syafaat tersebut tetap akan didapatkan oleh jenazah tersebut.

Tata Cara Sholat Jenazah

Tata Cara Sholat Jenazah

Dengan mempertimbangkan hukum serta keutamaan shalat jenazah yang sangat besar, setiap muslim harus mengetahui tata cara sholat jenazah yang benar. Semua keutamaan dari sholat ini tidak akan diperoleh jika terdapat kesalahan dalam melaksanakan sholat jenazah. Oleh karenanya, Anda benar-benar harus sempurna dalam melakukannya.

Berikut ini tata cara melaksanakan sholat jenazah.

1.     Niat

Setiap amalan tentu harus dimulai dengan niat, begitu pula sholat jenazah. Pengucapan niat sholat ini tidak perlu dilafalkan. Para jamaah sebaiknya mengucapkannya di dalam hati saja. Niat tersebut berbeda untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Niat makmum sholat jenazah bagi jenazah laki-laki:

Usholli ‘alaa haadzalmayyiti arba’a takbiraatin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aala.

Artinya: saya niat shalat atas mayit laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Niat makmum sholat jenazah bagi jenazah perempuan:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiraatin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aala.

Artinya: Saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah ta’ala.

2 . Takbir pertama

Takbir pertama dilakukan setelah niat dibaca dalam hati. Gerakan ini sama seperti gerakan takbir pada sholat biasa. Pada gerakan ini, Anda berdiri, tangan di angkat sejajar telinga, dan kemudian tangan bersedekap di antara perut serta dada. Setelah bacaan takbir dibaca, Anda membaca surat Al-fatihah.

3. Takbir kedua

Takbir kedua ini dilakukan seperti pada takbir yang pertama, yaitu dengan mengucap takbir sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Setelah bacaan takbir diucapkan dan tangan bersedekap di depan dada, Anda sebaiknya membaca shalawat Nabi Muhammad SAW.

Bacaan shalawat:

“Allahumma shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad. kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim, wa ‘alaa ali ibraahiim. wabaarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad. kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim, wa ‘alaa ali ibraahiim. Fil ‘alaamiina innaka hamiidummajiid”.

Artinya:

“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, beserta dengan keluarganya. Sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad SAW beserta dengan keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkat atas Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.

4. Takbir ketiga

Gerakan takbir ketiga sama seperti takbir kedua. Setelah membaca takbir, Anda harus membaca doa bagi jenazah. Lafal doa bagi jenazah laki-laki tidak sama dengan lafal doa bagi jenazah perempuan. Untuk jenazah laki-laki menggunakan akhiran “hu” sedangkan untuk jenazah perempuan menggunakan akhiran “ha.”

Lafal doa bagi jenazah laki-laki:

“Allaahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.”

Lafal doa bagi jenazah perempuan:

“Allaahummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu ‘anha.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia.”

5. Takbir keempat

Takbir keempat juga dilakukan seperti takbir sebelumnya. Setelah membaca takbir, Anda membaca doa berikut ini.

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.”

Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

Untuk jenazah perempuan, kata “hu” dalam doa tersebut diganti menjadi “ha.”

6. Salam

Syarat Sah Sholat Jenazah

Syarat Sah Sholat Jenazah

Agar sholat jenazah yang dilakukan itu sempurna, Anda harus memenuhi syarat sah sholat ini. Syarat sah sholat jenazah terdiri dari beberapa poin. Jika salah satu syarat tersebut tidak dipenuhi, maka sholat jenazah yang dilaksanakan tidak sah. Berikut ini syarat sah sholat jenazah.

1. Beragama Islam

Orang yang melaksanakan sholat jenazah haruslah orang yang beragama Islam. Jenazah yang disholatkan juga harus jenazah muslim.

2. Baligh

Orang yang melaksanakan shalat jenazah hendaknya sudah baligh. Jika sholat ini hanya dilaksanakan oleh anak-anak yang belum baligh, maka kewajiban mensholatkan jenazah belum gugur. Akan tetapi, jika jenazah telah disholatkan oleh muslim yang sudah baligh, maka gugurlah kewajiban muslim lainnya untuk mensholatkan jenazah tersebut.

4. Suci

Suci dari hadats dan najis merupakan salah satu syarat sah sholat pada umumnya dan juga syarat sholat jenazah. Orang yang akan melaksanakan sholat jenazah hendaknya mensucikan diri terlebih dahulu serta mengenakan pakaian yang bersih dari hadats dan najis. Tempat yang akan digunakan untuk melaksanakan sholat ini juga harus bersih dari najis atau kotoran.

5. Menutup aurat

Sholat jenazah yang dilakukan oleh seseorang tidak akan dianggap sah jika ia tidak menutup auratnya dengan benar. Untuk perempuan, aurat yang boleh terlihat hanyalah telapak tangan serta wajah. Sedangkan untuk laki-laki, aurat yang harus ditutup adalah pusar sampai lutut.

6. Menghadap kiblat

Seperti juga sholat lainnya, sholat jenazah harus dilakukan dengan menhadap ke arah kiblat. Apabila tidak dilakukan dengan menghadap ke kiblat, maka tidak sah sholat tersebut.

7. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani

Sebelum disholatkan, jenazah hendaknya sudah dimandikan dan dikafani. Setelah proses menyucikan jenazah serta mengkafaninya selesai, sholat jenazah baru boleh dimulai.

8. Jenazah diletakkan di depan orang yang mensholatkan

Jenazah yang akan disholatkan harus diletakkan di depan orang-orang yang akan mensholatkannya. Sholat jenazah yang dilaksanakan tanpa ada jenazah di hadapan orang-orang yang mensholatkannya tidak bisa disebut sebagai sholat jenazah. Sholat ini lebih tepat disebut sholat ghoib dan hanya boleh dilakukan untuk jenazah yang ada di tempat yang jauh.

Rukun Sholat Jenazah

Rukun Sholat Jenazah

Berikut ini delapan rukun sholat jenazah.

  1. Niat
  2. Sholat jenazah harus dilakukan dengan berdiri bagi yang mampu. Jika tidak mampu berdiri, orang tersebut dapat melakukan sholat jenazah sambil duduk.
  3. Mengucapkan takbir sebanyak empat kali.
  4. Mengangkat tangan pada takbir yang pertama
  5. Membaca surat Al-fatihah
  6. Membaca shalawat nabi
  7. Berdoa bagi jenazah yang disholatkan
  8. salam

Sunnah dalam Sholat Jenazah

Sunnah dalam Sholat Jenazah

Selain syarat serta rukun sholat jenazah, ada pula beberapa sunnah sholat jenazah yang dapat dilakukan. Sunnah ini tentu baru boleh dilaksanakan jika rukun dan syarat sholat jenazah telah terpenuhi. Dengan melakukan sunnah-sunnah tersebut, Anda akan memperoleh pahala tambahan. Akan tetapi, Anda tidak akan berdosa bila tidak mengerjakannya.

Berikut ini sunnah yang dapat dilakukan saat melaksanakan sholat jenazah.

1. Kedua tangan diangkat setiap kali takbir

Dalam melaksanakan sholat jenazah, Anda sebenarnya tidak diharuskan untuk mengangkat tangan anda sejajar telinga setiap kali melafalkan takbir. Namun, bila Anda mengangkat kedua tangan anda setiap kali melakukan takbir, maka Anda akan memperoleh pahala.

2. Membaca ta’awudz sebelum melafalkan surat Al-fatihah

Membaca surat Al-fatihah merupakan salah satu rukun dalam melaksanakan sholat jenazah. Surat ini dilafalkan ketika takbir pertama telah dilakukan. Sebelum membaca surat ini, disunnahkan untuk melafalkan bacaan ta’awudz.

3. Membaca shalawat untuk keluarga Rasulullah

Shalawat untuk nabi Muhammad SAW adalah salah satu rukun dalam sholat jenazah. Selain melafalkan shalawat tersebut, Anda juga disunnahkan untuk melafalkan shalawat bagi keluarga Rasulullah. Shalawat ini dibaca setelah shalawat untuk nabi selesai dilafalkan

4. Mengucapkan doa keselamatan bagi diri sendiri serta semua mukmin

Selain mendoakan jenazah, Anda juga disunnahkan untuk melafalkan doa keselamatan bagi diri sendiri serta semua mukmin. Dengan melafalkan doa ini, Anda akan memperoleh lebih banyak pahala.

5. Berdiam sejenak antara takbir keempat serta salam

Setelah melakukan takbir keempat serta mendoakan jenazah, Anda sebaiknya berdiam diri sejenak sebelum mengucapkan salam. Anda tidak perlu lama-lama dalam melakukannya. Cukup berdiam selama dua atau tiga detik saja  sudah memberi Anda lebih banyak kebaikan.

6. Salam ke sisi kiri

Mengucapkan salam sambil menoleh ke sisi kanan merupakan sebuah keharusan dalam melaksanakan sholat jenazah. Akan tetapi, mengucap salam sambil menoleh ke sisi kiri merupakan sunnah. Jika melakukan sunnah ini, tentu amalan sholat jenazah anda akan semakin sempurna.

7. Banyak shaf dan banyak makmum

Seperti yang telah disinggung pada paragraf sebelumnya, semakin banyak makmum serta semakin banyak shaf dapat memberi syafaat kepada jenazah yang disholatkan. Sedangkan, banyaknya makmum juga akan menambah pahala sholat tersebut. Jumlah shaf yang disunnahkan adalah 3.

8. Bacaan takbir direndahkan

Dalam pelaksanaan sholat jenazah, disunnahkan bahwa imam maupun makmum untuk merendahkan suara mereka ketika melakukan takbir. Selain itu, surat Al-fatihah, shalawat, dan doa untuk jenazah juga sebaiknya dilafalkan dengan suara yang lebih pelan daripada takbir.

Menjadi Imam Sholat Jenazah

Menjadi Imam Sholat Jenazah

Tidak semua mukmin berhak menjadi imam dalam sholat jenazah. Yang lebih berhak menjadi imam dalam sholat ini adalah keluarga laki-laki dari jenazah tersebut. Beberapa diantaranya adalah ayah, kakek, paman, kakak atau adik laki-laki, suami, anak laki-laki, dan keponakan laki-laki dari jenazah tersebut.

Akan tetapi, bila kerabat yang berhak tidak memungkinkan untuk menjadi imam, ia boleh menunjuk orang lain untuk menjadi imam. Orang yang dianggap baik agamanya, takmir masjid, atau kepala desa boleh menjadi imam jika tidak ada kerabat laki-laki yang dapat melakukannya.

Imam dalam sholat jenazah berdiri pada posisi yang berbeda pada shalat jenazah untuk laki-laki dan perempuan. Apabila jenazah yang disholatkan adalah laki-laki, maka imam berdiri di belakang kepala jenazah tersebut, dengan posisi kepala jenazah di sisi kiri imam. Apabila  jenazahnya adalah perempuan, imam berdiri di belakang pinggang jenazah, dengan posisi kepala jenazah di sisi kanan imam.

Makmum Masbuk pada Sholat Jenazah Berjamaah

Makmum Masbuk pada Sholat Jenazah Berjamaah

Apabila Anda datang terlambat pada pelaksanaan sholat jenazah, Anda sebaiknya langsung masuk ke shaf yang ada serta melakukan takbir. Kemudian, Anda harus mengikuti imam. Setelah imam mengucapkan salam, anda perlu melanjutkan sholat dengan melakukan takbir yang kurang.

Ada dua pendapat tentang doa yang harus dibaca oleh makmum masbuk dalam sholat jenazah. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa makmum hanya wajib mengikuti gerakan imam namun bacaannya harus sesuai dengan urutan tata cara sholat jenazah. Setelah salam, makmum tersebut menggenapkan takbirnya yang kurang sambil membaca doa setelah takbir yang sesuai.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa makmum harus mengikuti gerakan serta bacaan imam. Setelah imam mengucap salam, ia harus menggenapkannya dengan takbir yang kurang sambil membaca alfatihah dan doa lain yang tadi belum dilafalkannya.

Semoga artikel tentang tata cara sholat jenazah dan semua yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat ini dapat bermanfaat bagi Anda. Dan semoga pengetahuan yang ada dalam artikel ini dapat menjadikan kita semua sebagai mukmin yang lebih baik.

Tata Cara Sholat Jenazah: Keutamaan, Doa, Rukun, Niat (Terlengkap)

Leave a Reply