Taubat Nasuha : Hukum, syarat, dalil, Mandi Taubat, sholat taubat 1

Taubat Nasuha : Hukum, syarat, dalil, Mandi Taubat, sholat taubat

TAUBAT NASUHA – Setiap insan manusia pasti memiliki dosa Karena manusia tempat salah dan dosa itu membuat menjadikan orang gelisah, cemas dan tidak tenang dalam menjalani hidup. Hal ini mengakibatkan terganggunya jiwa seseorang. Namun apabila ia langsung mengambil jalan taubat maka itu sebuah kesempatan yang tidak boleh ditunda untuk membuat jiwanya merasa tenang, dan damai.

Sesungguhnya Allah menghendaki hambanya untuk segera bertaubat, memohon hidayah dan ampunan serta kasih sayang-Nya. supaya manusia tidak terbentuk oleh karakter kemaksiatan dalam kehidupan nya, dan tidak pula jauh dari lindungan dan naugan-Nya. dan Allah maha menerima taubat hamba-hamba-Nya sebagai mana firman-Nya dalam al-Qur’an surat Ash-Shura ayat 25:

وَهُوَ ٱلَّذِي يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَعۡفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِ وَيَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ (الشورى : 25)

Artinya : Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, (Q.S. Ash-Shura : 25)

Pengertian taubat nasuha

Pengertian taubat nasuha

Dalam kamus Al-Munawir (1984 :152), taubat dilihat secara etimologi adalah (تاب الى الله : bertaubat); (عن عمل: نوى نبذه: bermaksud berjanji, bersumpah tidak mengerjakan lagi); (ندم: menyesal)…. (1)

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Definisi taubat adalah sadar dan menyesal dari perbuatan dosa dan berniat untuk tidak melakukan dosa lagi.

Sedangkan dalam Riyadhus Shalihin taubat ialah berhenti dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT menuju taat kepadanya…..(2)

Dari pengertian diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa Taubat bisa juga diartikan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa karena mengetahui hinanya perbuatan dosa di hadapan Allah dan di hadapan manusia, menyesal dengan sepenuh hati kerana pernah melakukannya dan mempunyai niat yang kuat dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi sebisa mungkin. Disamping itu kita harus mengganti perbuatan dosa dengan perbuatan yang baik, karena perbuatan baik bisa menghapus perbuatan jelek dengan mengharapkan ridlo, hidayah dan ampunan dari Allah SWT.

 

Hukum dan Syarat Taubat

Hukum dan Syarat Taubat

  1. Hukum bertaubat

Semua ulama sepakat bahwa hukum taubat adalah wajib sebagaimana perintah Allah dalam al-Qur’an surat at-tahrim:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةٗ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيُدۡخِلَكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِي ٱللَّهُ ٱلنَّبِيَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥۖ نُورُهُمۡ يَسۡعَىٰ بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَآۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ (التجريم : 8)

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(Q.S At-Tahrim: 8)

  1. Syarat bertaubat

Adapun syarat taubat menurut Ahmad Muhammad yusuf Lc. MH dalam Ensiklopedi Tematis Ayat al-Qur’an dan Hadist mengemukakan :

Perbuatan kesalahan secara vertikal (antara hamba dan Allah harus memenuhi tiga syarat antara lain :

  • Niat di dalam hati dengan sungguh-sungguh berhenti dari perbuatan dosa
  • Menyesali perbuatannya
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya lagi…..(3)

Sedangkan menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Kitab Al-Ghunyah menjelaskan ada tiga syarat tobat:

أما شروطها فثلاثة: أولها الندم على ما عمل من المخالفات وهو قول النبي صلى الله عليه وسلم الندم توبة. وعلامة صحة الندم رقة القلب وغزارة الدمع ولهذا روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: جالسوا التوابين فإنم أرق أفئدة. والثاني ترك الزلات في جميع الحالات والساعات. والثالث العزم على ألا يعود إلى مثل ما اقترف من المعاصى والخطيئات

Artinya, “adapun Syarat tobat ada tiga: pertama, menyesali atas kesalahan dan kekeliruan yang pernah dilakukan pada masa lampau, ini berdasarkan hadis Rasulullah, ‘Menyesali kesalahan adalah tobat’. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, ‘Berkumpullah bersama orang yang bertobat, karena hati mereka lembut’. Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun. Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali pada dosa dan kesalahan. ….(4)

 

Sedangkan jika kesalahan berhubungan dengan orang lain maka syarat taubatnya ada 4 :

  • Niat di dalam hati dengan sungguh-sungguh berhenti dari perbuatan dosa
  • Menyesali perbuatannya
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya lagi
  • Meminta maaf kepada yang bersangkutan
  • Apabila kesalahan itu berupa harta benda maka dia harus mengembalikannya
  • Apabila dia pernah menuduh zina maka dia harus menyerahkan diri dan rela untuk di kenai hukuman.
  • Jika dia mengumpat maka hendaklah dia minta untuk dimaafkan

 

Dalil Perintah Untuk Bertaubat

Dalil Perintah Untuk Bertaubat

  1. Al-Qur’an

Allah SWT mencintai semua hamba-hambanya, karena itu Allah menyuruh kita untuk senantiasa bertaubat : firman Allah dalam al-Qur’an

  • An-Nur ayat 31

وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya : Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

  • At-Tahrim ayat 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةٗ نَّصُوحًا

Artinya : Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).

  • An-Nuh ayat 10

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا

Artinya : maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

  • Al-Maidah ayat 74

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسۡتَغۡفِرُونَهُۥۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya : Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  • At-Taubah ayat 104

أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya : Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

  • Al-Hud ayat 52

وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ

Artinya : Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. ……(5)

 

  1. Hadits
  • Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Khurairah,

وَعَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ : وَاللهِ إِنِّيْ لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِيْ الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً (رواه البخاري)

Artinya : dari Abu Hurairah Ra, berkata “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah sesungguhnya saya memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali. (HR. Abu Hurairah)

  • Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

وَعَنْ الأَغَرِّ بِنْ يَسَارِ المُزَنِّيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : يَا أَيُّهَاالنَّاسُ، تُوْبُوا إِلَى اللِه وَاسْتَغْفِرُوْهُ، فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِئَةَ مَرَّةِ (رواه مسلم)

Artinya : dari Aghar bin Yassar Al-Muzni Ra, berkata, “Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sekalian bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah ampunan kepada-Nya, karena sesungguhnya saya (Nabi Muhammad) bertaubat seratus kali dalam sehari, (HR. Muslim) ……(6)

 

Mandi Taubat

Mandi Taubat

Sebelum melaksanakan sholat taubat di sunnahkan untuk mandi taubat, sama halnya dengan sholat taubat, menurut imam syafi’I, ulama syafi’iyah dan imam hanifah: mandi taubat adalah mandi bagi hamba yang baru masuk islam atau hamba yang telah melakukan kefasikan atau kemaksiatan dan bertaubat.

Adapaun niat mandi taubat sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ للِتَّوْبَةِ عَنْ جَمِيْعِ الذُّنُوْبِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : saya niat mandi taubat dari segala dosa karena Allah taala.

 

Sedangkan tatacara mandi taubat sebagai berikut:

  1. Niat mandi taubat, baik secara lisan dan hati
  2. Menuangkan air ke kedua tangan.
  3. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
  4. Mencuci semua area kemaluan dengan tangan sebelah kiri
  5. Membersihkan dan meratakan air keseluruh badan seperti halnya mandi besar.
  6. Lalu berwudlu.

 

Sholat Taubat

Sholat Taubat

Sholat taubat adalah cara hamba untuk meraih hidayah, ampunan dari Allah SWT, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa-dosanya.

Dalam pengertiannya Sholat Taubat (صلاة التوبة اوصلاةالتوابين) adalah sholat sunnah yang dikerjakan oleh seorang hamba dengan tujuan untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas semua kesalahan dan kemaksiatan yang pernah dilakukan di masa lampau.

Selain itu sholat taubat juga disebut dengan sholat istghfar (صلاة الأستغفار) atau sholat untuk minta ampunan dari semua dosa yang perbah dilakukannya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, dari Abu bakar Ra, berkata:

سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَامِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُوْمُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُاللهَ اِلاَّ غَفَرَلَهُ، ثُمَّ قَرَأَهَذِهِ الْاَيَةَ وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ(135) أُوْلَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَجَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ وَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ (136) (رواه ابودواد والنساء وابن ماجه والبيهقى والترمذى)

Artinya: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tidak lah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia mengambil wudlu, lalu ia mengerjakan sholat serta memohon ampunan kepada Allah SWT, melainkan ia diampuni oleh Allah SWT, kemudian beliau membaca ayat al-Qur’an, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (135) Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal (136). (Diriwayatkan oleh Ibnu Daud, Dan An-Nasa’I, Ibu Majah, Baihaqi, dan Turmudzi, yang berkata hadits ini hasan)….(7)

 

Adapun tatacara sholat taubat sebagai berikut:

Tata cara mengerjakan sholat taubat tidak jauh beda dengan tata cara mengerjakan sholat fardlu atau mengerjakan sholat Sunnah pada umumnya, perbedaan terletak pada niat, waktu, dan bacaannya.

Untuk bilangan rakaat sholat taubat ini dikerjakan boleh dikerjakan dua rakaat satu salam, empat rakaat dan juga enam rakaat.

Sedangkan waktu yang lebih utama dalam mengerjakan sholat taubat adalah di waktu seprtiga malam, seperti halnya mengerjakan sholat tahajjud, yaitu dari pukul 01.00 sampai menjelang subuh.

Adapun untuk syarat yang harus di penuhi untuk melaksanakan sholat taubat sama seperti syarat akan melaksanakan sholat fardlu, sebagai berikut syarat sebelum melaksanakan sholat taubat :

  1. Suci dari hadas kecil dan juga hadas besar
  2. Suci Pakaian, suci badan, serta suci tempat dari najis
  3. Menutup aurat bagi laki-laki dari pusar sampai lutut, perempuan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kuku, kecuali wajah dan telapak tangan
  4. Menghadap ke kiblat.

 

Sedangakan Tata cara sholat taubat sebagai berikut:

  1. Rakaat Pertama:
  • Membaca niat sholat taubat, baik secara lisan dan wajib niat dalam hati.

Adapun niat sholat taubat sebagai berikut :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : saya niat sholat Sunnah taubat dua rakaat menghadap ke kiblat karena Allah taala

  • Melakukan takbiratul ihram الله اكبر
  • Sunnah membaca doa iftitah
  • Membaca surat al-fatihah
  • Membaca surat pendek dalam al-Qur’an
  • Rukuk dengan diam sejenak (tuma’ninah), minimal tangan menyentuh lutut kaki
  • I’tidal dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Sujud dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Duduk diantara dua sujud dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  1. Pada Rakaat kedua:
  • Membaca surat Fatihah
  • Membaca surat pendek yang di dalam Al Qur’an
  • Ruku dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • I’tidal dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Sujud dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Duduk diantara dua sujud dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Sujud kedua dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Tasyahud Akhir dengan diam sejenak (tuma’ninah)
  • Mengucapkan Salam

 

Adapun bacaan dzikir setelah taubat di anjurkan memperbanyak membaca kalimat thayyibah antara lain:

  1. Kalimat tauhid sebagaiman sabda Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut :

قُلْتُ يَارَسُوُلَ اللهِ كَلِّمْنِيْ بِعَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِيْ مِنَ النَّارِ، قَالَ اِذَا عَمَلْتُ سَيِّئَةِ فَاعْمَلْ حَسَنَةً فَاِنَّهَا عَشْرَ اَمْثَالِهَا، قُلْتُ ياَرَسُوْلَ اللهِ لَااِلَهَ اِلاَّاللهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ، قَالَ هِيَ اَحْسَنُ الْحَسَنَاتِ وَهِيَ تَمْحُوْ الذُّنُوْبَ وَالْخَطَايَا

Artinya : “katakanlah pada ku wahai Rasulullah, ajarilah aku dengan amalan yang dapat mendekatkan diriku pada surga dan menjauhkan diriku dari api neraka.” Nabi Muhammad SAW bersabda, “jika engkau melakukan perbuatan yang jelek (dosa), maka lakukanlah perbuatan yang baik karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh kebaikan semisal itu. “Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, katakanlah pada ku, “apakah kalimat laa ilaha illallah merupakan kebaikan? “Nabi Muhammad SAW bersabda, “kalimat laa ilaha illallah merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu (laa ilaha illallah ) dapat menghapus berbagai dosa dan kesalahan.” (dinilai hasan oleh syaikh Al Abani dalam tahqiq beliau terhadap kalimat ikhlas, 55)

  1. Memperbanyak membaca istighfar hendaknya minimal 100 kali,

Kalimat istighfar adalah kalimat dzikir untuk meminta ampunan kepada Allah SWT,

Kalimat istighfar antara lain :

اَسْتَغْفِرَ اللهَ الْعَظِيْمَ

Artinya: saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung

 

اَسْتَغْفِرَ اللهَ الْعَظِيْمَ اَلَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

Artinya : saya minta ampun kepada Allah yang maha agung yang tdak ada tuhan yang patut di sembah selain Dia yang maha hidup dan maha berdiri sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya

 

Menurut Imam Ahmad dan Bukhari yang di kutip oleh Ust Labib MZ-Ust Moh. Ridlo’I Ali dalam bukunya Terjemah Irsyadul Ibad, bacaan istighfar yang paling utama sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ لَااِلَهَ اِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَاَنَاعَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَاصَنَعْتُ اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىى وَاَبُوْءُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى فَاِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ (رواه احمد والبخارى)

Artinya : “Wahai Tuhanku, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut di sembah kecuali hanya Engkau, Engkau yang menciptakan aku sedang aku adalah hanya hamba-Mu, aku terikat dengan janji-Mu dan melaksanakannnya dengan sekuat tenagaku, Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengakui dosa-dosaku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa ku kecuali hanya Engkau. (HR. Ahmad dan Bukhori) …..(8)

  1. Memperbanyak membaca tasbih, sebagaiman sabda Nabi Muhmmad SAW

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ (رواه ابن حبان والحكم)

Artinya : “Maha Suci Allah dan aku memuji kepadanya”. maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah meskipun sebanyak buih di lautan. (HR Ibnu Hibbban dan Hakim)

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (رواه ابن حبان والحكم)

Artinya : “Maha Suci Allah yang maha agung dan aku memuji kepadanya. (HR Ibnu Hibbban dan Hakim) ….(9)

  1. Memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca shalawat adalah perintah dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya surat Al-Ahzab ayat 56

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا (الاحزاب : 56)

Artinya : sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya juga bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Q.S Al-Ahzab: 56)

 

Allah juga bershalawat sepuluh kali lipat kepada hambanya yang membaca shalawat walau hanya satu kali, sabda Nabi Muhammad SAW

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرً

Artinya : “Barang siapa yang membaca shalawat kepada ku (Nabi Muhammad) sekali, maka karena shalawatnya tersebut Allah akan bershalawat kepadannya sepuluh kali. …(10)

Manfaat membaca sholawat terhadap Nabi Muhammad SAW, banyak sekali salah satu yaitu kita bisa mendapatkan Syafaat di hari kiamat kelak, dan juga melalui sholawat, para malaikat selalu memintakan ampunan kepada Allah terhadap dosa-dosa kita, Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابِ لَمْ تَزَلِ الْمَلَا ئِكَةَ تَسْنَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ اِسْمِيْ فِي ذَالِكَ الْكِتَابِ

Artinya: “Barang siapa yang menulis Shalawat kepadaku dalam buku maka para malaikat akan selalu memintakan ampun kepada Allah pada orang itu selama namaku masih ada tertulis di dalam buku itu.

 

مَا أَكْثَرَ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي حَيَاتِهِ اَمَرَاللهُ جَمِيْعَ مَخْلُوْقَاتِهِ اَنْ يَسْتَغْفِرُوا لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Artinya : “Barang siapa yang banyak membaca sholawat kepada ku di dalam hidupnya, maka Allah memerintahkan semua makhluk-Nya untuk memohonkan ampun kepada-Nya setelah dia (pembaca sholawat) wafat. ……(11)

 

Doa Setelah Sholat Taubat

Adapun tatacara berdoa dalam Sholat Taubat yaitu yaitu:

  1. Merendahkan diri kepada Allah SWT
  2. Memuji kepada Allah SWT
  3. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Di bawah ini doa setelah sholat taubat :

اَلْحَدَ الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكاَفِئُ مَزِيْدَه. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّيْ لَااِلَهَ اِلَّا اَنْتَ، خَلَقْتَنِى وَاَنَاعَبْدُكَ، وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ، وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ، اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَاصَنَعْتُ، اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَاَبُوْءُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى فَاِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ

Artinya : “Segala puji hanya bagi Allah, tuhan yang memelihara dan menguasai semesta alam, segala pujian bagi-Nya atas karunia nikmat–Nya yang diberikan kepada kami, semoga Allah selalu mencurahkan shoalwat dan kesejahteraan ke atas penghulu kami Nabi Muhammad SAW, beserta semua keluarga ahli bait dan juga kepada para sahabat-sahabatnya, Wahai Tuhanku, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut di sembah kecuali hanya Engkau, Engkau yang menciptakan aku sedang aku adalah hanya hamba-Mu, aku terikat dengan janji-Mu dan melaksanakannnya dengan sekuat tenagaku, Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang telah Engkau berikan kepada ku dan aku mengakui dosa-dosaku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa ku kecuali hanya Engkau.

 

Taubat Nasuha : Hukum, syarat, dalil, Mandi Taubat, sholat taubat

 

Sumber Video channel Yufid.Tv

 

 

Penulis:

Moh. Nasirudin 

Daftar pustaka

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus al-Munawir, Krapyak Yogyakarta: Al-Munawwir, 1984, hal 152
  2. Imam An Nawawi, Riyadhus Shalihin dan penjelasannya, Jakarta: Ummur Qura, 2014, hal 35
  3. Ahmad Muhammad yusuf Lc. MH dalam Ensiklopedi Tematis Ayat al-Qur’an dan Hadist, Jakarta: Widya Cahaya, hal 95.
  4. https://islam.nu.or.id/post/read/101059/ini-tiga-syarat-tobat-menurut-syekh-abdul-qadir-al-jailani
  5. al-Qur’an dan terjemahannaya, Departemen Agama RI, Semarang: CV Asy Syifa’ 2007,
  6. Imam An Nawawi, Riyadhus Shalihin dan penjelasannya, Jakarta: Ummur Qura, 2014, hal 36
  7. Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, (Bandung, Al-Ma’arif, 1990) Cet ke 9, hal 73
  8. Ust Labib MZ-Ust Moh. Ridlo’I Ali, Terjemah Irsyadul Ibad, Surabaya: Pustaka Agung Harapan, hal 290
  9. Ust Labib MZ-Ust Moh. Ridlo’I Ali, Terjemah Irsyadul Ibad, Surabaya: Pustaka Agung Harapan, hal 298-299
  10. http://islam.nu.or.id/post/read/16126/definisi-dan-keutamaan-membaca-shalawat.
  11. M. Syarwani Abdan, Peingatan Maulid Nabi, Keutamaan, Faedah, Dan Hukum Berdiri, (PP. Datuk Kalampayan Bangil, Pasuruan, 2016) Cet ke 2, hal 12

Leave a Reply