99 Nama Nama Allah (Asmaul Husna) Beserta Keterangan Lengkap 1

99 Nama Nama Allah (Asmaul Husna) Beserta Keterangan Lengkap

Nama Nama Allah – Allah SWT, Zat Maha Pencipta telah diketahui umat Islam memiliki 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) beserta keterangannya. Ke-99 nama tersebut tidak jarang menjadi inspirasi para orang tua untuk menamai buah hati mereka. Selain memang artinya mulia, menjadi doa pula untuk setiap jiwa manusia.

Asmaul husna sebenarnya nama-nama Allah yang tidak sulit untuk dihafalkan, terlebih ada berbagai nada untuk mengingat nama-nama Allah ini. Jika ingin penjelasan detail bukan hanya terkait makna, namun juga pengertian dari ke-99 nama tersebut, dapat Anda simak dari penjelasan lengkap di bawah.

99 Nama Allah (Asmaul Husna)

1. Ar Rahman Yang Maha Pengasih

Ar Rahman Yang Maha Pengasih

Ar-Rahman merupakan nama Allah yang pertama kali akan kita baca ketika membuka halaman awal dan akhir Al-Quran. Ar-Rahman merupakan sikap Maha Pengasih yang diberikan Allah kepada semua makhluk-Nya tanpa terkecuali. Allah tidak menyeleksi semua makhluknya untuk diberikan rezeki, dari manusia hingga tanaman kemudian dari Muslim hingga Non Muslim, semua diberikan rezeki oleh Allah.

Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari semua makhluk hidup, mulai dari manusia sampai tanaman, mulai dari Muslim dan non Muslim, mendapatkan kenikmatan dari Allah. Semua yang hidup di dunia diberikan rezeki berupa napas, kedipan mata, jantung yang berdetak, darah yang mengalir, dsb.

2. Ar Rahiim Yang Maha Penyayang

Ar Rahiim Yang Maha Penyayang

Ar Rahiim adalah nama Allah kedua yang dituangkan dalam Asmaul husna, artinya Allah Maha Penyayang. Rahman dan Rahiimnya Allah itu berbeda, Rahiim atau penyayangnya Allah itu diberikan kepada para makhluk-Nya yang terpilih. Tidak sembarang makhluk mendapat kasih sayang Allah.

Untuk mendapatkan kasih sayang dari Allah, selain menurut kehendak yang ditetapkan Allah, namun sebagai makhluk juga kita wajib berusaha dengan menaati aturan-Nya. Bukti kasih sayang Allah yang nyata dapat kita lihat kepada Nabi Muhammad SAW dengan jaminan Rasul akhir zaman tersebut masuk surga. Konon melafalkan Ya Rahiim 100 kali setelah solat Subuh akan menjauhkan kita dari penyakit.

3. Al Malik Yang Maha Merajai

Al Malik Yang Maha Merajai

Allah SWT adalah Maha Pemilik Kerajaan di seluruh jagat raya ini. Semua diciptakan Allah dan otomatis berada di bawah kekuasaan Allah. Orang paling kaya, raja paling masyhur, pemimpin paling bijaksana, semuanya sama di mata Allah. Sebab sebenar-benarnya Maha Pemilik Segala adalah Allah SWT.

Jika diibaratkan sebagai sebuah kerajaan, maka tidak ada satu pun seluruh isi di jagat raya ini yang bukan milik Allah. Dia adalah pemilik kekuasaan mutlak atas setiap nyawa, atas setiap benda. Kandungan lafaz Al Malik yang diucapkan sebanyak 100 kali ketika matahari terbenam konon bermanfaat untuk membersihkan hati. Jika dibaca 120 kali ketika terbit fajar, niscaya bertambahlah rezekinya.

4. Al Quddus Yang Maha Suci

Al Quddus Yang Maha Suci

Allah adalah Zat Yang Maha Suci, tidak ada satu pun noda melekat pada pemilik segala kuasa tersebut. Allah berbeda dengan makhluk, yang memiliki dosa, baik itu tingkatnya kecil ataupun besar. Allah itu bersih dan sifat seperti ini yang harus kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun pasti tidak sempurna sebab manusia tidak luput dari dosa, namun berusaha menjadi bersih putih itu wajib.

Konon, ketika kita melafalkan Yaa Quddus sebanyak 100 kali dalam sehari akan diberikan kebersihan hati dan kebebasan dari berbagai beban pikiran. Hilanglah penderitaan dan kekhawatiran kita sebagai manusia. Seraya kita dapat mendekatkan diri kepada Allah, menyadari betapa sucinya Dia.

5. As Salaam Yang Maha Memberi Kesejahteraan

As Salaam Yang Maha Memberi Kesejahteraan

Sebagai Zat Yang Maha Merajai, Allah SWT berkuasa untuk memberikan kesejahteraan kepada makhluk-Nya. Allah adalah Zat dengan segala kesejahteraan berlimpah. Contohnya saja di bumi ini kita menyaksikan betapa kayanya alam dari berbagai negara. Betapa makmurnya berbagai wilayah yang Allah kehendaki. Dari sana kita seharusnya paham, kepemilikan Allah melebihi dari itu semua.

Banyak orang menginginkan kesejahteraan, hal ini dapat Anda peroleh dengan cara mengamalkan Yaa Salaam sebanyak 100 kali sehari. Amalan ini akan membantu Anda untuk menjauhkan berbagai bencana sekaligus penyakit yang mengganggu. Semua terjadi senantiasa hanya atas izin Allah SWT semata.

6. Al Mu’min yang Maha Memberi Keamanan

Al Mu’min yang Maha Memberi Keamanan

Al Mu’min adalah nama-nama Allah (Asmaul husna) yang mengindikasikan bahwa Dia memiliki sifat mengamankan. Aman, dalam artian damai sejahtera ketika kita mendekatkan diri kepada-Nya. Jika diibaratkan di dalam kehidupan itu kita mengenal polisi atau siapa pun yang membuat kita nyaman dan aman. Allah adalah tempat teraman untuk berkeluh kesah setiap waktu.

Manusia tidak lepas dari rasa takut, itu sebabnya konon dengan mengamalkan lafaz ini selama 630 kali sehari membuat kita terbebas dari rasa takut. Allah akan senantiasa melindungi kita di mana dan kapan pun berada. Semua perlindungan Allah dapat diwujudkan melalui perantara manusia lainnya.

7. Al Muhaimin Yang Maha Mengatur

Al Muhaimin Yang Maha Mengatur

Allah adalah Zat Yang Maha Mengatur, semua yang ada di bumi ini diatur oleh Allah, termasuk napas kita, masih berembus hingga detik ini karena Allah sudah atur. Bukan tidak mungkin sesederhana angin pun tidak akan bertiup jika Allah tidak mengatur hal tersebut. Semua hal dari terkecil sampai terbesar berada dalam pusara aturan Allah. Itu sebabnya kita wajib taat pada aturan-aturan hidup dari Allah.

Konon, ketika kita istiqomah atau konsisten melafalkan nama Allah satu ini setelah mandi lalu solat dua rakaat, niscaya Allah akan memberikan kesucian pada lahir serta batin kita. Semua mungkin saja kita dapatkan sebab tidak ada yang tidak mungkin jika sudah berhubungan dengan kekuasaan Allah SWT.

8. Al ‘Aziiz Yang Maha Perkasa

Al ‘Aziiz Yang Maha Perkasa

Kita kerap mendengar istilah perkasa dan memahaminya sebagai sesuatu yang sehat, fit, berkuasa, dan kuat. Demikianlah sifat yang dimiliki Allah SWT dari ke-99 nama yang dimiliki Allah. Perkasa ini artinya Allah berkuasa, secara lahir dan batin. Allah memiliki kekuatan di atas kekuatan paling hebat dari makhluk-Nya. Contohnya, Allah ibarat dapat menjentikkan jari untuk membuat bumi dan isinya hancur.

Keutamaan melafalkan nama Allah ini setiap 40 kali dalam 40 hari konon membantu siapa saja untuk mendapatkan kemungkinan tidak bergantung pada orang lain. Allah dapat mengabulkannya dengan berbagai cara, seperti kecukupan rezeki, kesehatan fisik, kemampuan mengelola apa yang Allah berikan.

9. Al Jabbar Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

Al Jabbar Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

Definisi gagah adalah kondisi tubuh proporsional dengan kekuatan yang tidak main-main. Gagah versi manusia bukanlah apa-apa dibandingkan dengan gagah versi Allah SWT. Jika Anda mudah takjub pada kegagahan seseorang, maka kegagahan Allah melebihi itu semua. Sebab Allah lah yang berkuasa membuat manusia tertentu menjadi gagah. Allah melebihi apa-apa yang sudah luar biasa tersebut.

Konon, ketika kita istiqomah atau konsisten melafalkan Yaa Jabbar sebanyak 21 kali saat pagi dan sore hari, kita akan terhindar dari orang-orang yang zalim. Kekuasaan Allah lah yang membuat kita terbebas dari ancaman tidak menyenangkan dari orang lain. Ini definisi kegagahan yang dimiliki Allah SWT.

10. Al Mutakabbir Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran

Al Mutakabbir Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran

Allah itu akbar atau besar, Allah lah yang memiliki segala kemegahan dan kebesaran seluruh bumi dan isinya ini. Ketika kita melirik rumah salah satu orang begitu besar, memiliki kolam renang dan lengkap dengan berbagai fasilitas mewahnya, semua bukan apa-apa dibandingkan kemegahan Allah SWT. Jika dihitung kekayaan alam dari ujung dunia ke ujung lainnya, bahkan hal itu hanya sebagian harta Allah.

Allah Maha Pemilik apa-apa yang dapat terlihat oleh manusia dan apa-apa yang tidak terlihat oleh manusia. Allah yang menguasai kerajaan jin dan kerajaan manusia. Konon, ketika suami istri melafalkan ini sebelum bersetubuh sebanyak 10 kali, akan dikaruniai anak yang saleh atas kehendak Allah SWT.

11. Al Khaliq Yang Maha Pencipta

Al Khaliq Yang Maha Pencipta

Allah SWT adalah Khaliq atau yang menciptakan bumi dan langit serta apa-apa yang ada di sekeliling keduanya. Analoginya seseorang menciptakan penemuan, otomatis orang tersebut dinobatkan sebagai pemilik penemuan tersebut. Demikian juga dengan Allah. Yang membedakan adalah manusia dapat saja ditandingi siapa dan kapan saja, namun tidak demikian halnya dengan Allah yang tanpa ada tandingan.

Konon, ketika kita meresapi maknanya dan melafalkannya setiap malam di dalam hati, senantiasa malaikat akan berdoa untuk orang tersebut hingga akhir hayatnya tiba. Orang yang mengamalkan lafaz salah satu 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) ini harus senantiasa konsisten.

12. Al Baari’ Yang Maha Melepaskan

Al Baari’ Yang Maha Melepaskan

Yang Maha Melepaskan dalam hal ini berkenaan dengan kekuasaan Allah untuk membentuk, membuat, serta menyeimbangkan apa-apa yang ada di alam semesta. Allah berkuasa atas waktu matahari terbit dan terbenam. Allah pula yang berkuasa untuk menitahkan bulan hadir di malam hari di langit malam.

Untuk perempuan yang sudah menikah dan mengharapkan anak laki-laki, konon amalan berpuasa 7 hari, berbuka dengan air putih dan mengucap Yaa Baari’ Yaa Mushawwir akan memperlancar keinginan. Semua hal ini tentu dapat terjadi dan tidak terjadi, bergantung pada kehendak Allah SWT. Tugas manusia yang memiliki keinginan adalah mengusahakannya melalui doa dan tindakan kepada Allah.

13. Al Mushawwir Yang Maha Membentuk Rupa

Al Mushawwir Yang Maha Membentuk Rupa

Setiap hal, tidak ada satu apa pun di dunia ini yang benar-benar mirip sama persis satu sama lain. Semua itu atas kekuasaan Allah yang membentuk rupa seluruh makhluknya dengan keunikan. Bahkan sepasang anak kembar identik pasti memiliki pembeda yang Allah tetapkan. Mulai dari hal paling sederhana hingga hal paling rumit, Allah telah membentuknya sesuai dengan rupa yang beragam.

Konon, mengucapkan Yaa Khaliq Yaa Baarii’ Yaa Mushawwir merupakan amalan yang dapat mempermudah Anda memiliki anak. Dilengkapi dengan amalan berpuasa selama 7 hari, kemudian membacakan lafal tersebut di atas air lantas meminumnya dapat menjawab keinginan Anda, inshaAllah.

14. Al Ghaffaar Yang Maha Pengampun

Al Ghaffaar Yang Maha Pengampun

Manusia adalah makhluk paling sempurna, namun tidak pernah luput dari salah serta khilaf. Beruntungnya kita memiliki Allah, sebagai Zat yang selalu memberikan pengampunan. Sebesar apa pun dosa kita, inshaAllah jika kita bersungguh-sungguh bertaubat, Allah SWT akan mengampuninya.

Konon, ketika kita melafalkan asmaul husna ini sebanyak 100 kali ketika hari Jumat, niscaya dosa-dosa kita seminggu ke belakang akan diampuni oleh Allah SWT. Wallahualam, hanya Allah SWT yang mengetahui segalanya dan Dia pula yang memutuskan berbagai kehendak. Yang terpenting adalah niatan tulus kita untuk senantiasa memohonkan ampun dan melakukan sebenar-benarnya taubat.

15. Al Qahhaar Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

Al Qahhaar Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

Tidak ada satu pun hal di dunia ini yang terjadi bukan atas kehendak Allah SWT, semua seyogyanya takluk di hadapan Allah. Seluruh alam semesta dan isinya harus tunduk dan patuh pada Allah karena Allah lah Maha Pemilik Segala. Allah adalah komando untuk berbagai hal, kecil dan besar di alam ini.

Sebagai manusia, musuh terbesar kita adalah hawa nafsu. Tidak sedikit orang terjerumus kepada hal-hal tidak diinginkan karena hawa nafsu yang tidak terbendung. Kapasitas kita sebagai manusia di sini adalah berusaha menundukkan hawa nafsu tersebut. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan melafalkan salah satu nama Allah ini setiap hari dengan konsisten. InshaAllah hawa nafsu akan tertahan.

16. Al Wahhaab Yang Maha Pemberi Karunia

Al Wahhaab Yang Maha Pemberi Karunia

Karunia Allah tidak akan terhitung sekalipun kita berusaha keras menghitung-hitungnya. Sedari ditiupkan ruh, sedari di dalam kandungan, kita sudah diberikan karunia luar biasa oleh Allah SWT. Bahkan ketika kita meninggal pun, jika Allah berkehendak, kita akan mendapatkan kenikmatan di alam lain. Karunia Allah banyak bentuknya, dapat berupa harta, istri dan suami yang saleh saleha, dan anak yang berbakti.

Konon, dengan kita melafalkan salah satu 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) beserta keterangannya selama 40 kali saat sujud Duha, niscaya dibebaskan dari kemiskinan. Jalan Allah ada banyak, kita wajib mempercayainya, namun tidak dapat takabur dengan kehendaknya. Semua terjadi atas izin Allah SWT.

17. Ar Razzaaq Yang Maha Pemberi Rezeki

Ar Razzaaq Yang Maha Pemberi Rezeki

Tidak perlu bingung untuk menentukan apa saja rezeki Allah kepada seluruh makhluk-Nya. Manusia hanya segelintir makhluk Allah yang diberikan kenikmatan rezeki lahir maupun batin. Di luar dari itu, ada makhluk lainnya yang turut merasakan pemberian rezeki dari Allah SWT, seperti halnya binatang.

Dengan kepercayaan dan usaha kuat, mengamalkan bacaan Yaa Razzaaq sebanyak 100 kali sehari konon membantu kita menghilangkan stress dan depresi. Logikanya, kita akan ingat bahwa selama hidup di dunia ini tidak mungkin Allah tidak memberikan rezeki. Bisa jadi hari ini ada kesulitan keuangan, namun esok hari tidak ada yang tahu dari mana Allah membukakan pintu rezeki untuk makhluk-Nya.

18. Al Fattaah Yang Maha Pembuka Rahmat

Al Fattaah Yang Maha Pembuka Rahmat

Definisi rahmat tidak jauh berbeda dengan karunia, rezeki, berkat, dan sebagainya yang Allah anugerahkan kepada setiap makhluk. Allah lah satu-satunya yang paling berkuasa untuk menentukan kepada siapa rahmat itu dilimpahkan. Allah yang membuka rahmat, lantas tugas kita adalah membujuk Allah membukakan pintu rahmat tersebut. Caranya? Senantiasa berbakti pada Allah SWT semata.

Asma Allah ini jika diucapkan sebanyak 70 kali selepas salat Subuh dengan meletakkan tangan di dada, konon ada faedahnya. Keutamaan tersebut adalah hati kita akan terhindar dari keegoisan, khayalan, kejahatan, amarah, dan berbagai pikiran serta perasaan kotor lainnya yang tumbuh di dalam hati.

19. Al ‘Aliim Yang Maha Mengetahui

Al ‘Aliim Yang Maha Mengetahui

Aliim atau ilmu adalah salah satu asma Allah yang juga wajib kita aplikasikan dalam kehidupan. Dengan adanya ilmu, segala sesuatu dapat terarah dengan benar. Bahkan ibadah sekalipun tidak cukup jika kita tidak memahami ilmunya. Tidak jarang kita bertindak tanpa sesuai dengan ketentuan ilmu dalam ibadah.

Konon, ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 100 kali sehabis salat fardu, otomatis Allah akan memberikan kemuliaan untuk pengetahuan dan ketebalan iman kita. Anda pasti tidak asing dengan peribahasa menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Ilmu memang sepenting itu untuk selalu dicari dari mulai kita bisa mencarinya hingga sebelum kita masuk ke liang lahat. Ilmu adalah perisai hidup.

20. Al Qaabidh Yang Maha Menyempitkan

Al Qaabidh Yang Maha Menyempitkan

Allah adalah Zat Yang Mahakuasa, Allah berkehendak untuk melapangkan serta Allah berkehendak untuk menyempitkan. Definisi menyempitkan di sini beragam, dapat menyempitkan rezeki, menyempitkan ilmu, menyempitkan kubur juga. Semua kehendak Allah SWT bergantung pada usaha kita masing-masing. Jika kita senantiasa taat, inshaAllah berbagai kondisi akan terasa ringan karena percaya Allah.

Yaa Qaabidh ini konon merupakan zikirnya Malaikat Izrail yang dianjurkan ketika kita menerima kezaliman. Dengan mengamalkan asma Allah ini sebanyak 903 kali, kezaliman tersebut akan terhenti dan hancur lebur. Kita niscaya akan mendapatkan perlindungan dari hal-hal yang mengganggu tersebut.

21. Al Baasith Yang Maha Melapangkan

Al Baasith Yang Maha Melapangkan

Berbeda dengan Al Qaabidh, salah satu dari 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) ini memiliki makna melapangkan. Definisi melapangkan dapat beragam, bisa berkaitan dengan rezeki, ilmu, dan berbagai hal lainnya. Semua kemudahan yang kita dapatkan semata karena kuasa Allah SWT. Tidak ada satu pun hal di dunia ini yang terjadi di luar kekuasaan Allah SWT.

Mengharapkan kelapangan dalam berbagai hal adalah hal manusiawi untuk setiap orang. Konon, asma Allah yang satu ini merupakan zikirnya Malaikat Israfil. Dengan mengamalkan bacaan ini setiap salat Duha selama 10 kali dipercayai dapat melapangkan pintu rezeki atau memudahkan jalan kekayaan.

22. Al Khaadifh Yang Maha Merendahkan

Al Khaadifh Yang Maha Merendahkan

Allah lah yang berkuasa untuk meninggikan atau memuliakan derajat seseorang, Allah pula yang berkuasa sebaliknya. Tinggi rendahnya derajat kita di hadapan Allah bergantung dari seberapa besar ketakwaan kita terhadap Allah. Jika amalan kita terlalu banyak negatifnya, dapat saja Allah sewaktu-waktu merendahkan kita sebagai manusia. Dapat melalui jabatan, harta, anak istri, dan sebagainya.

Tidak ada orang yang mau menempati posisi ini, untuk itu ada amalan berkaitan dengan asma Allah Al Khaadifh. Konon, ketika kita melafalkan Yaa Khaadifh sebanyak 500 kali, niscaya Allah SWT akan melepaskan segala kesulitan yang menghimpit kita serta semua hajat akan terpenuhi dengan baik.

23. Ar Raafi’ Yang Maha Meninggikan

Ar Raafi’ Yang Maha Meninggikan

Berkebalikan dari Al Khaadifh, di mana Allah berkuasa untuk merendahkan, Allah juga memiliki kekuasaan untuk meninggikan derajat setiap makhluk-Nya. Kehendak Allah ini bergantung pada seberapa tebal keimanan makhluk-makhluk Allah tersebut. Hanya ketaatan terhadap Allah yang dapat menaikkan derajat seseorang atau menurunkan derajat seseorang. Semua terjadi atas kuasa Allah.

Konon, dengan Anda melafalkan asma Allah yang satu ini ketika malam selama 100 kali niscaya Allah akan meninggikan derajat Anda dan senantiasa mendapatkan kekuatan. Anda akan terhindar dari orang-orang yang bertujuan untuk menganiaya, baik itu secara fisik maupun psikis atas pertolongan Allah.

24. Al Mu’izz Yang Maha Memuliakan

Al Mu’izz Yang Maha Memuliakan

Asma Allah yang satu ini memiliki makna memuliakan atau memberikan kemuliaan kepada makhluk yang dikehendaki Allah. Ketika kita mendapatkan kemuliaan, baik itu dari jabatan, penghargaan, atau hal lainnya, semua semata atas karunia Allah. Allah taala yang memberikan gemercik pada hati setiap orang untuk senantiasa memuliakan Anda. Seyogyanya, Anda pun memuliakan Allah SWT sebagai makhluk.

Percaya atau tidak, apabila Anda mengamalkan asma Allah ini sebanyak 40 kali setiap selesai salat Magrib, niscaya Allah akan menganugerahkan kemuliaan terhadap Anda. Allah berkuasa untuk menanamkan rasa segan atau takut pada setiap orang yang menemui Anda. InshaAllah, wallahualam.

25. Al Mudzil Yang Maha Menghinakan

Al Mudzil Yang Maha Menghinakan

Sebaliknya dari memuliakan, Allah juga memiliki kuasa untuk menghinakan makhluk-Nya. Hendak memuliakan atau menghinakan bergantung seberapa bagus amalan kita. Di luar kekuasaan Allah, kita sebagai manusia wajib berusaha untuk mendapatkan rahmat dan keikhlasan dari Allah Mahakuasa.

Sama seperti asma Allah lainnya, ketika kita mengamalkan asma Allah Yaa Mudzillu sebanyak 75 kali lantas berdoa dalam sujud untuk dijauhkan dari kejahatan seseorang, niscaya Allah mengabulkannya. Orang yang percaya dan konsisten melafalkan asma Allah satu ini akan diberikan keberkahan berupa kebebasan aniaya dari si Fulan dan terhindar dari berbagai perasaan iri dengki orang-orang zalim.

26. Al Samii’ Yang Maha Mendengar

Al Samii’ Yang Maha Mendengar

Allah bukanlah manusia yang memiliki telinga, sungguh tidak dapat tergambarkan wujud Allah oleh makhluk-Nya. Namun, yang pasti adalah Allah memiliki sifat Maha Mendengar. Ini kenapa ketika kita berdoa kepada Allah lantas Allah mengabulkan, itu semata karena Allah adalah Zat Yang Maha Mendengar. Tidak ada satu pun doa yang tidak didengarkan Allah, hanya waktu pengabulannya beda.

Konon ketika kita mengaplikasikan salah satu dari 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) berikut keterangannya ini selama 50-500 kali saat Duha, niscaya Allah akan memakbulkan doa kita. Asma Allah yang satu ini juga dapat menjadi pengharapan agar kita didengarkan publik, misal ketika berpidato.

27. Al Bashiir Yang Maha Melihat

Al Bashiir Yang Maha Melihat

Sama seperti kita tidak dapat membayangkan Allah memiliki telinga, demikian juga kita tidak dapat membayangkan Allah memiliki mata. Allah merupakan Zat Yang Maha Melihat, sehingga di mana pun kita bersembunyi, niscaya Allah mengetahuinya. Apa pun yang kita lakukan, Allah SWT tidak pernah tidur dan mengetahui apa yang kita sembunyikan. Penglihatan Allah adalah penglihatan yang paling awas.

Konon, ketika kita mengamalkan asma Allah satu ini setelah salat Jumat selama 100 kali secara konsisten, niscaya Allah akan menajamkan penglihatan dan cahaya dalam hati kita. Bukan hanya mata kita secara fisik yang diberikan kesehatan, namun juga kesehatan hati secara mental dapat dimiliki.

28. Al Hakam Yang Maha Menetapkan

Al Hakam Yang Maha Menetapkan

Selama ini kita kerap mendengar profesi hakim sebagai salah satu tokoh yang menegakkan keadilan atas sebuah perkara. Allah adalah hakim di atas hakim, Allah yang menetapkan setiap perkara berdasarkan pada pertimbangan tertentu. Sama seperti hakim, Allah juga telah jelas menetapkan hal-hal yang merupakan benar dan hal-hal yang merupakan salah. Semua tidak dapat dicampuradukkan.

Konon, ketika kita berwudu di malam hari kemudian melafalkan asma Allah ini sebanyak 99 kali maka niscaya Allah akan memenuhi hatinya dengan cahaya. Cahaya tersebut yang akan membawa orang konsisten itu untuk melangkah memenuhi tuntunan Allah hingga akhir hayatnya bermuara di Surga.

29. Al ‘Adl Yang Maha Adil

Al ‘Adl Yang Maha Adil

Allah adalah hakim di atas semua hakim dunia. Keadilan Allah adalah keadilan mutlak atas segala kuasa yang digenggam-Nya. Adil adalah hal yang sulit sekali direalisasikan oleh manusia biasa, membutuhkan anugerah luar biasa untuk setiap orang dapat berlaku adil dalam memutuskan antara satu dan lebih hal.

Pengertian adil untuk dua perkara bukan berarti membagi dua hal menjadi sama porsinya secara kasat mata. Pengertian adil adalah diantara dua perkara adalah membagi segala sesuatu berdasarkan pada kapasitas kebutuhan keduanya. Adil bukan hanya perkara porsi, namun mengenai perasaan serta kepuasan. Seperti halnya tidak mungkin uang saku anak SD sama dengan uang saku anak kuliahan.

30. Al Lathif Yang Maha Lembut

Al Lathif Yang Maha Lembut

Sebagai manusia, seyogyanya kita tidak bersikap kasar terhadap siapa pun, sekalipun itu kepada tanaman. Sebab Sang Pemilik Segala, Allah SWT pun tidak memiliki sifat kasar, melainkan terkenal dengan sifat lembutnya. Bukti kelembutan Allah dapat dilihat dari seberapa sering Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat atas segala kesalahan, khilaf, dan dosa sebesar apa pun.

Konon, ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 133 kali sehari, niscaya Allah SWT akan menganugerahkan rezeki berlimpah. Lembut bukan berarti lembek. Lembut adalah sopan santun, sikap ramah yang harus kita realisasikan kepada siapa pun tanpa kecuali, baik orang tua ataupun anak muda.

31. Al Khabiir Yang Maha Mengenal

Al Khabiir Yang Maha Mengenal

Ada istilah tak kenal maka tak sayang, demikian halnya yang tidak akan Anda dapatkan dari Allah Sang Pencipta. Dia adalah asal dari segala asal, sehingga sudah pasti mengenal setiap makhluk-Nya. Jika ada kata-kata bijak mengutarakan bahwa Allah lebih mengenal diri kita dibandingkan kita sendiri. Ungkapan tersebut ada benarnya sebab Allah Mahatahu jalan hidup setiap makhluk-Nya dari lahir sampai mati.

Seperti halnya 99 nama-nama Allah (Asmaul husna) yang lain, Al Khabiir ini juga merupakan asma Allah yang berfaedah untuk meminimalisir sifat buruk kita. Dengan menyadari betapa Allah mengenal kita, kita akan menjadi lebih malu apabila terus-menerus berperangai tidak baik.

32. Al Haliim Yang Maha Penyantun

Al Haliim Yang Maha Penyantun

Al Haliim merupakan nama Allah yang bermakna Maha Penyantun, artinya Allah memberikan kesempatan luas bagi tiap hamba-Nya untuk bertaubat. Padahal Allah berkuasa untuk segera menurunkan hukuman, namun hal tersebut jarang dilakukan Allah. Allah memberikan waktu untuk manusia senantiasa memperbaiki diri, terutama kaum kafir yang diberikan kesempatan beriman.

Dari zaman para nabi, kita sudah dapat menyaksikan betapa Maha Penyantunnya Allah melalui kisah Firaun dan Nabi Musa AS, misalnya. Sayang, Allah memberikan hukuman kepada Firaun meskipun ia telah berusaha bertaubat di ujung ajalnya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk ampunan.

33. Al ‘Azhiim Yang Maha Agung

Al ‘Azhiim Yang Maha Agung

Allah adalah Zat Yang Maha Agung atau besar atau berkuasa atas segala sesuatu. Melafalkan nama Allah yang satu ini dapat menyadarkan kita betapa kecilnya kita di hadapan Allah. Tidak patut kita menyombongkan apa yang Allah titipkan sebagai rezeki harta, keluarga, jabatan, dan sebagainya.

Allah Maha Agung, atas kehendak-Nya, konon jika kita melafalkan asma Allah ini secara konsisten, inshaAllah Allah akan menjauhkan kita dari berbagai marabahaya. Memaknai asma Allah Al ‘Azhiim ini menandakan bahwa kita berada dalam pusaran kekuasaan Allah, kerajaan di atas kerajaan yang memuat aturan. Senantiasa kita harus menaati aturan itu hingga nanti akhirnya maut menjemput.

34. Al Ghafuur Yang Maha Memberi Pengampunan

Al Ghafuur Yang Maha Memberi Pengampunan

Allah bukan Tuhan yang kejam, melainkan Tuhan yang penuh dengan kasih sayang bahkan kepada seluruh makhluk-Nya tanpa kecuali. Allah memberikan pengampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Ketika kita senantiasa beristigfar, secara tidak langsung kita meminta pengampunan dari Allah SWT. Allah akan meluaskan ampunannya selama Dia berkehendak, terhadap siapa saja.

Namun, penting untuk diingat bahwa bukan karena Allah Maha Pengampun, lantas kita bebas berbuat dosa kapan saja lalu bertaubat lagi. Semestinya kita menjadi pribadi lebih baik karena Allah selaku Sang Mahakuasa sudah memberikan pintu ampun seluas-luasnya. Mintalah ampun sebelum terlambat nanti.

35. As Syakuur Yang Maha Pembalas Budi

As Syakuur Yang Maha Pembalas Budi

As syakuur adalah salah satu asma Allah yang apabila dikaitkan dengan manusia, seyogyanya manusia selalu bersyukur atas semua pemberian Allah dalam hidupnya. Allah juga tidak akan tinggal diam terhadap makhluk-Nya yang taat dan senantiasa beribadah kepada-Nya. Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan hidup dan keberkahan rezeki. Bersyukur adalah hal yang wajib dilakukan manusia.

Analogi jika diterapkan dalam hubungan sesama manusia, ketika A membutuhkan bantuan dan B dengan sukarela membantu, seyogyanya A membalas kebaikan B. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah contoh balas budi paling abadi, bukan dibayang-bayangi balutan materi atau hal-hal lain yang nampak.

36. Al ‘Aliy Yang Maha Tinggi

Al ‘Aliy Yang Maha Tinggi

Allah SWT adalah Zat Yang Maha Tinggi, tidak ada tandingan yang mampu menyamai derajat-Nya. Dia adalah Maha Pemilik Semesta yang pada tangan-Nya lah segala sesuatu terjadi. Maha Tinggi di sini bermakna juga sebagai sesuatu yang mulia, melebihi apa pun yang ada di sekitarnya. Bahkan nalar manusia sekalipun akan kesulitan untuk menerka seberapa tinggi derajat Allah di bumi serta isinya ini.

Konon, ketika umat Muslim secara konsisten mengamalkan asma Allah ini setiap hari, niscaya kemuliaan akan datang kepadanya. Pengamalan tersebut akan berbalas dengan kemakmuran, hajat yang terpenuhi, dan keinginan yang menjadi kenyataan. InshaAllah, semua atas kehendak Allah SWT saja.

37. Al Kabiir Yang Maha Besar

Al Kabiir Yang Maha Besar

 

Kebesaran Allah SWT tidak dapat kita bayangkan dengan besar fisik atau wujud-Nya, sebab tidak ada satu pun orang yang tahu seperti apa Allah Taala. Kebesaran yang dapat kita bayangkan adalah kebesaran Allah secara nyata. Kebesaran-Nya terbukti dari seberapa besar alam semesta ini diciptakan. Begitu banyak hal yang kita ketahui dan belum kita ketahui. Alam semesta menyimpan segala milik Allah.

Berzikir dengan menyebutkan asma Allah yang satu ini konon akan membuat pengamalnya memperoleh ilmu pengetahuan serta makrifat dari Allah. InshaAllah, atas kehendak Allah SWT, orang yang istiqomah melafalkan asma Allah ini akan senantiasa diberkahi kemuliaan dan kehormatan dalam pekerjaannya

38. Al Hafizh Yang Maha Memelihara

Al Hafizh Yang Maha Memelihara

Allah adalah Zat Yang Maha Memelihara, terbukti dengan Dia memberikan apa-apa yang kita butuhkan di dunia ini, mulai dari hal terdetail sekalipun. Definisi memelihara sama dengan melindungi, itu sebabnya kita diminta untuk senantiasa berlindung kepada Allah. Karena hanya Dia lah yang dapat mengabulkan segala permintaan. Hanya Dia pula yang berkuasa untuk membolak-balikkan suasana hati manusia.

Dalam kondisi apa pun, kita harus senantiasa meminta perlindungan Allah dari berbagai marabahaya. Manusia mana saja tidak akan merasa sendirian atau ketakutan ketika sadar bahwa Allah adalat Zat Maha Melindungi. Asalkan kita taat pada Allah, inshaAllah Allah SWT akan memberikan perlindungan.

39. Al Muqiit Yang Maha Pemberi Kecukupan

Al Muqiit Yang Maha Pemberi Kecukupan

Kita tidak jarang mengeluh tentang kesulitan, baik itu ekonomi atau non ekonomi. Padahal, jika dipikir kembali, dengan kita masih dapat bernapas hingga detik ini, artinya Allah telah mencukupi segala kebutuhan kita. Terkadang bukan keadaan yang membuat kita kesulitan dan selalu merasa kurang. Melainkan, berbagai keinginan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang membuat kita terjatuh sakit.

Rezeki bukan selalu berkaitan dengan uang, namun rezeki juga berkenaan dengan keluarga, kesehatan, pertemanan, dan sebagainya. Allah Taala telah menjamin rezeki setiap umat-Nya, bahkan ketika mendekati sakaratul maut. Sesakit apa pun manusia, apabila air masih masuk ke tenggorokannya, artinya rezeki masih Allah limpahkan kepadanya.

40. Al Hasiib Yang Maha Membuat Perhitungan

Al Hasiib Yang Maha Membuat Perhitungan

Allah Taala adalah Zat Yang Penuh Kasih Sayang, namun bukan berarti kita bisa bebas hidup tanpa aturan. Justru karena Allah telah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, seyogyanya kita sadar diri untuk selalu beribadah kepada-Nya. Sebab kelak di akhirat, segala amal perbuatan kita, baik atau buruknya akan diperhitungkan untuk kemudian ditimbang, masuk ke neraka atau masuk ke surga.

Banyak orang menginginkan surga, namun amalannya tidak sampai ke sana sehingga harus singgah di neraka dulu. Hanya atas rahmat pertolongan Allah lah kita dapat masuk ke surga. Untuk mendapatkan keikhlasan Allah SWT tersebut, sebagai umat-Nya kita harus senantiasa membuat Allah ridho.

41. Al Jaliil Yang Maha Luhur

Al Jaliil Yang Maha Luhur

Allah adalah Zat Yang Maha Luhur, artinya saking tidak ada cela pada diri-Nya, Allah menempati posisi paling mulia di atas yang mulia lainnya. Misal, dalam negara kita meninggikan derajat presiden, maka Allah memiliki kedudukan jauh lebih tinggi berkali lipat dari posisi tersebut. Semua manusia bahkan bumi serta isinya, yang nyata dan yang gaib adalah semua hal yang tunduk di bawah kekuasaan Allah SWT.

Zikir dengan asma Allah yang satu ini akan membuat kita memperoleh kewibawaan atau kebesaran. Semua terjadi atas kehendak Allah SWT. Tidak ada satu pun di dunia ini yang berlangsung bukan atas karunia Allah. Jadi, semulia apa pun kita di mata manusia, tetap harus tunduk pada Allah SWT.

42. Al Kariim Yang Maha Pemurah

Al Kariim Yang Maha Pemurah

Salah satu asma dari ke-99 nama-nama Allah (Asmaul husna) yang lain adalah Al Kariim atau Yang Maha Pemurah. Artinya, Allah telah mengatur berbagai rezeki yang ada pada setiap makhluk, bahkan sebelum makhluk-Nya meminta. Tak jarang kita menemukan di kehidupan sehari-hari, seperti rezeki yang tidak terduga. Ini tidak mungkin sampai ke tangan kita jika bukan karena kuasa Allah.

Orang yang mengamalkan asma Allah ini secara rutin setiap hari konon akan dilimpahi sifat berkasih sayang di dalam hatinya. Sifat berkasih sayang ini sangat mungkin untuk kita dapatkan asalkan kita yakin dan konsisten melakukan pengamalan. Tidak ada satu pun hal dapat terjadi di luar kekuasaan Allah.

43. Ar Raqiib Yang Maha Mengawasi

Ar Raqiib Yang Maha Mengawasi

Allah adalah Maha Mengawasi, artinya tidak ada satu pun hal di dunia ini yang luput dari pengawasan Allah. Bahkan sekecil semut yang sedang bersembunyi pun akan terpantau oleh Allah sebab Allah lah pemilik segala sesuatu di bumi dan isinya ini. Orang yang memiliki iman di hatinya pasti tahu bahwa setiap gerak dan geriknya dipantau oleh Allah SWT sehingga tidak akan berani berbuat tidak baik.

Indonesia merupakan negara yang kental dengan aroma mistis, termasuk sihir dan tenung. Konon, ketika kita berlindung pada Allah dengan melafalkan asma Allah ini sebanyak 312 kali seminggu, sihir itu akan terempas. Wallahualam, namun tidak ada satu pun hal di dunia ini yang melebihi kekuatan Allah SWT.

44. Al Mujiib Yang Maha Mengabulkan

Al Mujiib Yang Maha Mengabulkan

Allah adalah tempat bermuaranya segala doa, semua keluhan kita selaku makhluk hanyalah tepat jika diajukan kepada Allah semata. Allah pasti mengabulkan doa, hanya saja kita diberi ujian apakah bisa bersabar atau tidak dalam menunggu pengabulan Allah SWT tersebut. Ada yang berdoa langsung dikabulkan, ada pula yang berdoa, namun membutuhkan waktu untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

InshaAllah, konon ketika orang mengamalkan asma Allah ini sebanyak 55 kali ketika selepas salat Sunat dan terutama saat matahari terbit, Allah akan mengabulkan permintaannya. Namun, tentu saja pengamalan harus didasarkan pada ketulusan, bukan maksud meminta hal-hal lain dari Allah SWT.

45. Al Waasi’ Yang Maha Luas

Al Waasi’ Yang Maha Luas

Ketika kita ke pantai, dari mulut pantai saja kita semua mengakui bahwa lautan itu maha luas. Ujungnya tidak terlihat dan dalamnya tidak terukur. Kekuasaan Allah melebihi hal itu, sebab lautan hanyalah bagian kecil dari kerajaan Allah. Allah memiliki teritorial yang luas dan juga sifat terpuji yang Mahaluas.

Diceritakan ketika orang membaca asma Allah Yaa Waasi’ sebanyak 170 kali maka berbagai keluhan, selayaknya depresi akan meluntur dari dirinya. Allah akan meluaskan hatinya untuk senantiasa menjadi pribadi yang lebih tabah dan lebih tangguh. Asalkan kita mau yakin terhadap Allah dan istiqomah mengamalkannya, inshaAllah Allah akan mengempas segala kesulitan yang melekati diri kita sendiri.

46. Al Hakim Yang Maha Bijaksana

Al Hakim Yang Maha Bijaksana

Allah adalah Zat Yang Bijaksana, Dia contoh dari segala contoh kebaikan di muka bumi ini. Allah bijaksana dalam memutuskan berbagai perkara, jika salah maka salah dan jika benar pasti benar. Tidak ada antara bagi Allah, semua diputuskan dengan mutlak. Ibarat menjadi hakim atas perkara, Allah akan memutuskannya dengan adil bijaksana. Tidak ada beda di mata Allah, kecuali takwa pada setiap orang.

Konon, ketika orang secara konsisten berzikir dengan melafalkan nama Allah, Yaa Hakim ini niscaya Allah akan melimpahkan ilmu serta hikmah bagi-Nya. Ketika orang percaya dan taat kepada Allah, Allah pun akan membuat segala marabahaya dan bencana menghindar darinya, semua atas kehendak Allah.

47. Al Waduud Yang Maha Mengasihi

Al Waduud Yang Maha Mengasihi

Allah Taala tidak pernah mengharapkan keburukan bagi seluruh makhluk-Nya, sebaliknya, Allah justru mengharapkan kebaikan untuk semua orang tanpa terkecuali. Terbukti dengan Allah selalu memberi kesempatan kepada setiap hamba-Nya yang mau bersungguh-sungguh bertaubat. Allah memberikan waktu, sementara kita sendiri sebagai manusia yang bijaksana membaca kapan waktunya taubat.

Jika kita berbuat baik terhadap sesama, berkasih sayang tanpa pilih kasih, kemudian melafalkan asma Allah ini secara konsisten, niscaya Allah akan memercikkan rasa cinta pada hati setiap orang. Kita akan menjadi sosok yang dicintai dan tidak akan sulit ke mana pun melangkah sebab kasih sayang di mana-mana.

48. Al Majiid Yang Maha Mulia

Al Majiid Yang Maha Mulia

Allah adalah Zat Yang Maha Mulia, tidak ada yang dapat menghinakan Allah karena Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Konon, ketika kita melafalkan asma Allah ini secara rutin, berbagai penyakit yang mengganggu dapat diatasi. Termasuk diantaranya penyakit yang berhubungan dengan depresi. Allah Taala menjamin kesehatan setiap manusia, asalkan manusianya dapat mengelola.

Bagaimanapun Allah tidak semerta-merta memuliakan manusia tanpa ada usaha dari manusia itu sendiri. Artinya, ketika kita semua lahir ke dunia, Allah telah memberikan kelebihan dibanding makhluk lain. Hanya saja apakah kita dapat semulia apa sampai maut menjelang, hal tersebut bergantung amal kita.

49. Al Baa’its Yang Maha Membangkitkan

Al Baa’its Yang Maha Membangkitkan

Allah adalah Zat Yang Berkuasa untuk Membangkitkan setiap umat manusia di saat hari kiamat nanti tiba. Ketika setiap orang meninggal, Allah akan membangkitkan kembali umat-umat-Nya untuk digiring ke tempat yang di mana amal baik serta buruk umat-Nya akan ditimbang. Tidak ada satu pun yang dapat mengelak karena Allah sudah merekam seluruh amal perbuatan kita lengkap dalam catatan amal.

Definisi Al Baa’its lainnya adalah Allah berkuasa untuk membangkitkan semangat pada diri setiap orang. Pada siapa pun yang Dia kehendaki, Allah memiliki kekuasaan otoriter untuk menumbuhkan atau tidak menumbuhkan semangat. Sebagai manusia, kita harus berbaik sangka dan berusaha kepada Allah SWT.

50. As Syahiid Yang Maha Menyaksikan

As Syahiid Yang Maha Menyaksikan

Allah menyaksikan, Allah mengetahui semua keadaan makhluk-Nya tanpa terkecuali. Jika kita memiliki mata dengan sudut pandang terbatas, maka tidak demikian halnya dengan Allah. Dia adalah Zat Yang Memiliki Kuasa atas segala hal. Allah tahu ketika manusia berbuat baik dan sebaliknya, ketika manusia berbuat buruk. Segala amal perbuatan tersebut akan terekam dan Allah tidak dapat dibohongi.

Sekecil apa pun dosa yang kita perbuat atau sekecil apa pun amalan baik yang kita aplikasikan, semua diketahui Allah SWT. Sebagai manusia, segala hawa nafsu tidak melepaskan kita dari dosa dan salah. Untuk itu, demi menghindari berbagai perbuatan dosa, dapat dilakukan dengan membaca asma Allah ini sebanyak 21 kali.

51. Al Haqq Yang Maha Benar

Al Haqq Yang Maha Benar

Di dunia ini hanya ada dua hukum, yakni benar dan salah. Allah adalah Zat Yang Maha Benar, segala sesuatu bergantung pada hukum Allah. Konon ketika kita melafalkan Laa ilaaha illaa Allaah Al Malik Al Haqq Al Mubiin, sebanyak 100 kali niscaya Allah akan memberikan rezeki tidak terduga kepada kita.

Jika pun kita mengamalkan bacaan ini sebanyak 1000 kali sehari, inshaAllah Allah akan melimpahkan segala kebaikan bagi kehidupan kita. Semua dapat saja kita lakukan jika menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Tidak patut kita berburuk sangka pada Allah sebab segala sesuatu dari Allah pasti benar.

52. Al Wakiil Yang Maha Memelihara

Al Wakiil Yang Maha Memelihara

Sifat Allah yang berikutnya adalah Maha Memelihara, artinya Allah yang menjamin kecukupan atas semua kebutuhan makhluk-Nya. Seperti halnya kita memelihara anak, seperti itu gambarannya Allah memelihara kita. Memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan, namun tidak dibutuhkan. Tidak jarang kita seakan merasa mendapat rezeki tidak terduga, semua karena Allah.

Konon, ketika umat Islam mengamalkan asma Allah ini sebagai bentuk zikir di kehidupan sehari-hari, otomatis berbagai pintu rezeki akan menghampiri dirinya. Semua faedah bergantung kepada Allah. Allah yang menentukan apakah seseorang layak atau tidak mendapatkan kemudahan pintu rezeki dari-Nya.

53. Al Qawiyyu Yang Maha Kuat

Al Qawiyyu Yang Maha Kuat

Allah adalah Zat Yang Maha Kuat, terbukti dengan sempurnanya seluruh kekuasaan Allah di bumi serta isinya ini. Tidak ada satu pun yang luput dari naungan kekuasaan Allah, bahkan apa-apa yang dapat kita lihat selama ini hanya sebagian dari bentuk kekuasaan Allah. Banyak lagi kekuasaan Allah yang menandakan bahwa Allah itu Mahakuat melebihi segala sesuatu yang kekuatannya sangat hebat.

Konon, ketika kita mau percaya dan mengamalkan zikir dengan asma Allah ini, niscaya segala bentuk kezaliman akan sirna. Allah juga akan memberikan kekuatan ketika kita mau mengaplikasikan sebanyak 116 kali lafaz Al-Qawiyyu selepas salat fardu lima waktu. Wallahualam, semua terjadi atas kehendak Allah.

54. Al Matiin Yang Maha Kokoh

Al Matiin Yang Maha Kokoh

Allah adalah Zat Yang Maha Kokoh, tidak goyah meskipun berbagai hal menerjang. Tidak ada yang mampu menghancurkan Allah karena Allah berkuasa atas segala hal. Ibarat kekuasaan di atas kekuasaan, maka Allah adalah puncaknya. Tidak ada lagi tandingan untuk menyamai keperkasaan Allah.

Konon, ketika kita melafalkan asma Allah ini sebanyak 500 kali dalam sehari secara konsisten, inshaAllah Allah akan membantu menjadikan dirinya sebagai sosok yang lebih baik. Tidak ada satu pun yang dapat terjadi di luar kekuasaan Allah, termasuk membolak-balikkan hati manusia. Kita tidak jarang merasa diri kurang sempurna, namun kesulitan untuk memperbaiki diri karena satu dan lain hal, diantaranya godaan.

55. Al Waliyy Yang Maha Melindungi

Al Waliyy Yang Maha Melindungi

Allah adalah sebaik-baiknya perlindungan bagi seluruh makhluk hidup. Hanya kepada Allah kita berserah, mengadukan segala susah dan berterima kasih ada segala senang. Ketika sakit, kita minta disembuhkan atas kehendak Allah, ketika sehat kita minta agar kesehatan tersebut menjadi berkah.

Salah satu faedah dari pengucapan asma Allah satu ini ialah ketika kita berumah tangga, tidak jarang perbedaan pendapat itu ada. Namun, ketika pasangan sadar diri dan mau mengamalkan lafal Allah ini secara rutin, inshaAllah rumah tangga akan terhindar dari pertengkaran. Segala bentuk perselisihan akan mereda atas perlindungan Allah SWT. Baik istri maupun suami insyaf atas khilafnya masing-masing.

56. Al Hamiid Yang Maha Terpuji

Al Hamiid Yang Maha Terpuji

Allah adalah Zat Yang Maha terpuji, artinya tidak ada sedikitpun cela bagi Allah. Lain dengan manusia yang memiliki cela, seberapa sempurna pun sifat baiknya. Allah adalah contoh segala sikap terbaik dan terpuji yang pernah ada. Ketika kita menamai anak sebagai Hamid, memiliki harapan hidupnya terpuji.

Jika kita mau percaya dan istiqomah mengamalkan asmaul husna ini sebanyak 93 kali selama 45 hari, niscaya Allah akan menghilangkan sifat tercela kita perlahan-lahan. Logikanya adalah ketika kita melafalkan asma Allah ini, kita otomatis tahu apa maknanya. Ketika mengucapkan sambil meresapi maknanya maka tersiratlah di benak kita untuk menjadi pribadi lebih baik. Itulah alasan menjadi terpuji.

57. Al Muhshii Yang Maha Mengalkulasi

Al Muhshii Yang Maha Mengalkulasi

Allah adalah Zat Yang Maha Menghitung Amalan, Dia mengalkulasikan segala amal perbuatan kita, berupa amalan baik dan juga amalan buruknya. Tidak ada satu pun perhitungan Allah yang meleset, sebesar atau sekecil apa pun perbuatan yang kita lakukan. Semua telah dijamin oleh Allah dan yakin mendapatkan pembalasan di hari ini atau di suatu hari nanti. Semua bergantung kebijakan Allah.

Sama seperti asma Allah lainnya, lafal ini juga jika diucapkan secara konsisten kurang lebih sebanyak 148 kali, inshaAllah akan memberikan dorongan kepada setiap manusia agar senantiasa bersikap kritis. Diri sendiri yang membaca lafal Allah ini akan memiliki dorongan untuk menjadi pribadi lebih baik lagi.

58. Al Mubdi’ Yang Maha Memulai

Al Mubdi’ Yang Maha Memulai

Allah adalah awal dari segala awal, Allah yang memulai segala perkara, termasuk jauh sebelum alam semesta ini ada. Sebagai manusia, kita kerap dilanda keragu-raguan dalam memutuskan suatu perkara. Konon, dengan membaca asma Allah ini sebanyak 1000 kali, Allah akan memercikkan keteguhan kepada hati kita. Tidak ada lagi keragu-raguan karena asma Allah ini akan membantu kita memutuskan perkara.

Hal lebih detail lagi tentang faedah asma Allah ini ialah konon ketika suami membacakan Yaa Mubdi’ sebanyak 99 kali ketika sahur kepada istrinya, niscaya kandungannya akan selamat. Artinya, istrinya tidak akan mengalami keguguran dan bayi akan terlahir secara sehat, tidak akan lahir secara prematur.

59. Al Mu’iid Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

Al Mu’iid Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

Allah kapan saja berkuasa untuk mencabut segala nikmat dan kehidupan setiap orang tanpa terkecuali. Allah pula yang memiliki kuasa untuk mengembalikan nikmat dari kehidupan tersebut. Tatkala kita merasa kejadian berulang di dalam hidup, semua itu tidak lain merupakan bentuk kekuasaan Allah.

Konon, ketika kita dilanda kebingungan, lafalkan saja asma Allah ini sebanyak 1000 kali secara konsisten, niscaya Allah akan menghilangkan kebingungan tersebut. Ketika kita melafalkan asma Allah ini secara rutin pula Allah akan menajamkan daya ingat kita terhadap suatu hal. Semua yang dijanjikan bergantung pada kuasa Allah. Allah yang berkehendak dan Allah pula yang memutuskan setiap perkara.

60. Al Muhyii Yang Maha Menghidupkan

Al Muhyii Yang Maha Menghidupkan

Allah adalah Zat Yang Mahakuasa dan memiliki wewenang untuk menghidupkan makhluk-Nya. Allah berkehendak untuk memberikan kehidupan kepada beberapa orang dan berkehendak untuk menyudahi kehidupan beberapa orang lainnya. Semua yang terjadi sudah pasti atas kehendak Allah SWT semata.

Konon, ketika kita mau percaya dan mengamalkan bacaan ini sebanyak 68 kali secara rutin, inshaAllah Allah akan menerangi hatinya dengan cahaya iman serta cahaya ilmu. Orang yang bersungguh-sungguh memaknai lafal ini juga akan diberikan kekuatan oleh Allah agar senantiasa membantu satu sama lain. Semua terjadi atas kehendak Allah semata. Tidak ada satu pun hal di dunia ini luput dari kuasa Allah.

61. Al Mumiitu Yang Maha Mematikan

Al Mumiitu Yang Maha Mematikan

Sebaliknya dari Maha Menghidupkan, Allah juga memiliki kuasa untuk mematikan siapa pun makhluk yang dikehendaki-Nya. Konon, ketika setiap manusia berzikir mengucapkan asma Allah yang satu ini maka niscaya Allah akan memberikan jiwanya gemericik kebaikan dan senantiasa ketaatan.

Sebagai manusia, tentu kita tidak pernah lepas dari ketidakmampuan menahan hawa nafsu, seperti halnya amarah. Konon, jika kita bersungguh-sungguh dan membaca asma Allah ini ketika emosi tidak terbendung sebanyak mungkin, Allah akan menenangkan hati kita. Membaca hingga kita tertidur pulas akan membantu jiwa dan raga untuk kembali terbangun dengan pribadi yang tenang di kemudian hari.

62. Al Hayyu Yang Maha Hidup

Al Hayyu Yang Maha Hidup

Allah adalah Sang Pemilik Kehidupan, Dia tidak akan musnah seperti halnya makhluk-Nya. Tatkala kita semua dimatikan saat kiamat, Allah berkuasa atas segala kehidupan. Sebagai manusia, kita pasti sesekali dilanda rasa sakit, baik itu keluhan yang sifatnya ringan atau yang sifatnya parah sama sekali.

Jika kita hendak mengharapkan kesembuhan atas kehendak Allah, amalkan saja bacaan ini sebanyak 3000 kali secara rutin. InshaAllah Allah akan mengabulkan permintaan kita untuk kembali sehat walafiat. Semua yang terjadi ketika kita melafalkan asmaul husna kembali ke diri masing-masing, apakah sudah benar dan memaknai lafaznya atau belum. Tidak ada satu pun kehendak di luar kehendak Allah SWT.

63. Al Qayyum Yang Maha Mandiri

Al Qayyum Yang Maha Mandiri

 

Allah adalah Zat Yang Maha Mandiri, Allah tidak bergantung pada apa pun, melainkan dapat berdiri sendiri dan justru semua makhluk-Nya yang bergantung hidup pada Allah. Konon, ketika kita melafazkan asma Allah ini ketika sedang sendiri dan menyepi, niscaya Allah akan memberikan kesejahteraan dan kekayaan. Semua atas kehendak Allah, maka Allah yang memutuskan kekayaan atas setiap orang.

Apabila kita konsisten melafalkan Yaa Hayyu Yaa Qayyum tatkala matahari baru saja hendak terbit hingga posisinya sudah meninggi, inshaAllah Allah akan melimpahkan rasa senang dalam hati. Mungkin seraya takjub akan kuasa Allah dan menginsyafkan diri atas kuasa-Nya, rasa syukur itu akan datang.

64. Al Waajid Yang Maha Penemu

Al Waajid Yang Maha Penemu

Dalam dunia keilmuan, kita kerap dihadapkan pada beberapa sejarah ahli yang tercatat sebagai penemu ini dan itu. Ternyata, di atas segala penemu andal tersebut, tercatat nama Allah SWT. Jika manusia dapat menemukan berbagai hal yang berkenaan dengan pengetahuan serta teknologi, Allah lebih dari itu. Yang membuat alam semesta beserta isinya adalah Allah, jadi Allah Mahatahu atas segala sesuatu.

Konon, ketika setiap orang melafalkan asma Allah ini sesering mungkin, inshaAllah Allah taala akan membantunya menemukan sesuatu. Lebih tinggi lagi, Allah akan membantu kita dalam mempertahankan segala apa yang kita dapatkan dengan jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

65. Al Maajid Yang Maha Mulia

Al Maajid Yang Maha Mulia

 

Allah adalah Zat Yang Maha Mulia, tidak ada kemuliaan di atas Allah atau bahkan dapat menyamai kemuliaan-Nya. Bahkan seorang raja yang begitu adil bijaksana dan dicintai oleh seluruh rakyatnya pun tidak dapat menandingi kemuliaan Allah. Allah adalah Zat yang ditunduki oleh manusia dan berbagai makhluk hidup lainnya. Allah dimuliakan oleh semua yang kasat mata dan yang tidak kasat mata.

Konon, ketika kita sedang melangsungkan kesibukan dan terus-menerus konsisten membaca asma Allah yang satu ini maka Allah akan melimpahkan cahaya dalam hati kita. Terbukti betapa Allah melimpahkan jalan mendapatkan pahala begitu luas, bahkan tatkala kita sedang sibuk mengerjakan berbagai urusan.

66. Al Wahid Yang Maha Tunggal

Al Wahid Yang Maha Tunggal

 

Allah itu Esa atau tunggal, Allah adalah satu-satunya Zat yang wajib kita sembah karena tidak ada satu pun kekuasaan yang menyandingi kekuasaan Allah. Sebagai manusia, kita semua memang tidak mungkin terlepas dari ketergantungan atas makhluk satu sama lain. Hal tersebut wajar, namun kerap kali mengganggu dalam beberapa situasi. Dengan asma Allah ini, kita dapat menjadi pribadi lebih mandiri.

Konon, apabila kita konsisten melafalkan nama Allah satu ini sebanyak 1000 kali setiap harinya niscaya ketergantungan kita kan makhluk akan berkurang. Memang seyogyanya kita tidak merepotkan, sekalipun sebagai makhluk sosial. Sebab hanya kepada Allah SWT lah kita harus bergantung dan berserah diri.

67. Al Ahad Yang Maha Esa

Al Ahad Yang Maha Esa

Senada dengan pengertian tunggal, Allah juga Esa atau satu-satunya. Allah berdiri sendiri dan tidak akan membutuhkan makhluk-Nya, kecuali makhluk-Nya yang membutuhkan Dia. Dalam pedoman negara sendiri, yakni butir satu pancasila, kita sudah ditegaskan dengan kepercayaan bahwa Tuhan itu Esa.

Tatkala kita baru selesai salat Subuh dan otomatis dalam kondisi berwudu, lantas menyebutkan asma Allah ini sebanyak 19 kali, inshaAllah Allah akan mengabulkan setiap doa-doa kita. Kala kita sedang menyendiri pun, lantas dilafalkan asma Allah ini sebanyak 1000 kali maka niscaya Allah akan memanifestasikan isi batin kita. Semua dapat terjadi semata atas kehendak dan kuasa Allah SWT saja.

68. As Shamad Yang Maha Dibutuhkan

As Shamad Yang Maha Dibutuhkan

Allah itu tidak membutuhkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh makhluk tanpa terkecuali. Kepada Allah lah kita bersandar, berharap segala kebaikan dan berharap terhindar dari segala keburukan. Atas kehendak Allah pula kita dapat hidup secara damai dan atas kehendak Allah kita hidup dengan sebaliknya. Ketika susah maupun senang, kita membutuhkan usaha untuk keluar dan berdoa pada Allah.

Konon, ketika kita membaca asma Allah ini sebanyak 125 kali setelah salat Subuh dan sebelum terbitnya matahari, niscaya Allah akan menampakkan kebenaran hakiki pada diri kita. Akan sedikit pula rasa ketergantungan kita terhadap makhluk karena sadar betapa diharuskannya kita yang menjadi berdaya.

69. Al Qaadir Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

Al Qaadir Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

Allah adalah penyeimbang bagi seluruh yang ada di alam semesta ini. Tidak ada satu pun yang diciptakan Allah tanpa pasangan, sekalipun itu benda terkecil. Tujuan dari pemasangan makhluk maupun sifat itu agar manusia dapat melihat mana contoh baik dan mana contoh buruk. Semisal kebaikan selalu dapat dibandingkan dengan kejahatan dengan tujuan manusia dapat menghindari kejahatan itu sendiri.

Kunci utama menjadi manusia yang dikabulkan doanya oleh Allah adalah tidak menzalimi manusia lain. Konon, ketika kita mengamalkan asma Allah ini sebanyak 100 kali maka Allah akan merendahkan orang-orang yang membenci kita. Asalkan kita tidak meminta doa buruk bagi mereka, inshaAllah Allah kabulkan.

70. Al Muqtadir Yang Maha Berkuasa

Al Muqtadir Yang Maha Berkuasa

Tidak ada satu pun penguasa atau kekuasaan yang berdiri di atas kekuasaan Allah sebab Allah lah pemilik kekuasaan mutlak atas segala hal. Kuasa Allah tidak hanya berlaku di dunia, namun juga berlaku di akhirat kelak. Allah memiliki kekuasaan tidak terbatas pada semua hal yang bahkan di luar nalar manusia. Sirnalah kejayaan para raja teragung sekalipun ketika berhadapan dengan Zat Mahakuasa.

Konon, ketika orang secara konsisten membaca asma Allah ini sebanyak 744 kali ketika baru bangun tidur, niscaya Allah akan memudahkan segala urusannya. Tanpa perlu repot mengatur segala urusan yang akan diperbuat, inshaAllah dengan bantuan Allah segala urusan tersebut akan selesai lancar.

71. Al Muqaddim Yang Maha Mendahulukan

Al Muqaddim Yang Maha Mendahulukan

Konon, ketika seseorang dalam kondisi perang dan membaca asma Allah ini sambil meresapi maknanya di dalam hati, inshaAllah Allah akan memercikkan keberanian dalam dirinya. Keberanian tersebut yang akhirnya membantu orang itu untuk mendapatkan kemenangan hanya di jalan Allah dan karena Allah.

Sebagai manusia, kita kerap dilanda kesulitan mengatur hawa nafsu padahal sadar bahwa nafsu hanya menjerumuskan kita ke lubang gelap. Kita dapat saja mengontrol hawa nafsu tersebut dengan mengamalkan bacaan Yaa Muqaddim ini sebanyak 148 kali sehari. InshaAllah segala kebaikan yang atas kehendak Allah akan menghampiri kita dan membuat kita menjadi pribadi lebih pandai mengatur nafsu,

72. Al Mu’akkhir Yang Maha Mengakhirkan

Al Mu’akkhir Yang Maha Mengakhirkan

 

Berkebalikan dengan makna asmaul husna sebelumnya, Allah juga memiliki kendali untuk mengakhirkan segala sesuatu. Allah kuasa untuk mengawali segala hal dan kuasa pula untuk mengakhirkan segala hal. Misal, awal mula alam semesta ini tercipta dalam kekuasaan Allah. Hingga nanti ketika kiamat tiba dan Allah meluluhlantakan seluruh isi dunia maka itu bukti bahwa Allah berkuasa untuk mengakhirkan hidup.

Konon, ketika manusia yang tidak luput dari dosa mengaplikasikan lafaz ini sebanyak 1000 kali sehari secara konsisten, inshaAllah Allah akan menerima taubatnya. Yang mesti diusahakan manusia bukan hanya melafalkan asma Allah, namun juga harus mempraktikkan perubahan kebaikan setiap detiknya.

73. Al Awwal Yang Maha Awal

Al Awwal Yang Maha Awal

 

Allah adalah nomor satu dan satu-satunya yang mengawali segala kehidupan dan segala sesuatu di dalamnya. Ada orang yang percaya bahwa ketika kita mengharapkan dianugerahi anak laki-laki maka upaya yang dapat ditempuh adalah melafalkan asma Allah ini sebanyak 40 kali selama 40 hari. InshaAllah Allah akan mengabulkan permintaan kita, asalkan kita imbangi doa kita dengan usaha juga.

Terlepas dari faedah yang kesannya menjanjikan suatu hal secara mendetail, sebenarnya melafalkan zikir dengan menyebut asma Allah semestinya datang dari diri sendiri, bukan atas tujuan lainnya. Sebab menjadi taat merupakan kewajiban kita sebagai manusia, tanpa harus melihat apa pahala di baliknya.

74. Al Aakhir Yang Maha Akhir

Al Aakhir Yang Maha Akhir

Allah adalah Yang Maha Akhir, artinya di mana Dia mengawali maka Dia pula yang akan mengakhiri. Jika dilekatkan maknanya pada makhluk, maka terbukti dengan adanya kehidupan sebagai awal dan kematian sebagai akhir. Allah berkuasa untuk mengedepankan sesuatu dan membuat sesuatu lain jadi akhir. Semua diatur Allah sudah dalam pertimbangan tertentu dan Allah memang lebih mengetahui.

Konon, ketika kita mengamalkan lafaz Allah ini sebanyak 800 kali secara rutin, inshaAllah jika kondisinya perang maka musuh akan mundur. Kemudian jika kita melafalkan asma Allah ini sebanyak 1000 kali setiap hari Jumat, inshaAllah Allah akan memudahkan jalan masuknya rezeki untuk kita semua.

75. Az Zhaahir Yang Maha Nyata

Az Zhaahir Yang Maha Nyata

Keberadaan Allah itu nyata, bukan angan-angan. Terbukti dengan segala bukti kekuasaan yang Allah miliki. Berbagai bentuk fisik makhluk Allah telah diperlihatkan kepada semua manusia. Tinggal manusianya saja yang mau menyadari atau insyaf terhadap hal tersebut. Manusia wajib mencari kebenaran, namun jangan sampai takabur dan menisbatkan bahwa Allah itu tidak ada, naudzubillah.

Konon, ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 145 kali maka inshaAllah Allah akan mempermudah kesempatan kita untuk mendapatkan berbagai hal. Ketika kita mengamalkan asma Allah ini sebanyak 500 kali setelah matahari terbit, inshaAllah Allah akan menerangi hati kita dengan cahaya.

76. Al Baathin Yang Maha Ghaib

Al Baathin Yang Maha Ghaib

 

Yang dimaksud dengan Maha Ghaib di sini ialah pasangan dari Zhaahir atau nyata. Artinya, jika kita mau membayangkan dalam kehidupan saja kita memiliki fisik yang dapat diraba dan dirasakan ketika mengenai suatu benda. Sebaliknya, di dalam diri kita ada perasaan dan pikiran yang sifatnya tidak terlihat, namun nyata adanya. Kedua hal tersebut berkomitmen menjadi satu dalam kehidupan.

Konon, ketika kita istiqomah melafalkan asma Allah ini sebanyak 33 kali sehari, inshaAllah Allah akan melimpahkan batin yang terang, mata hati yang terbuka, dan atas izin Allah segala sesuatu akan jelas. Wallahualam, semua dapat saja terkabulkan atas berkat dan rahmat dari Allah SWT kepada kita.

77. Al Waali Yang Maha Memerintah

Al Waali Yang Maha Memerintah

Allah lah yang memerintahkan segala sesuatu di muka bumi ini, misal dari perintah untuk matahari terbit dan tenggelam, semua atas titah Allah. Bahkan seekor nyamuk tidak akan menggigit siapa pun jika bukan atas izin Allah. Apa yang Allah perintahkan untuk dipelajari oleh semua makhluk hidup di dunia.

Konon, ketika kita percaya dan mau konsisten melafalkan asma Allah yang satu ini, inshaAllah Allah akan melimpahkan keselamatan kepada kita. Terhindarlah kita dari segala marabahaya dan bencana yang tidak kita inginkan. Semua terjadi atas izin Allah, jadi kita tidak diizinkan untuk menyombongkan diri.

78. Al Muta’aalii Yang Maha Tinggi

Al Muta’aalii Yang Maha Tinggi

 

Allah adalah Zat Yang Maha Tinggi, hal itu ditegaskan dalam salah satu asmaul husna atau nama-nama Allah satu ini. Tidak ada satu pun kekuasaan atau kedudukan yang menandingi ketinggian kedudukan Allah. Sebab Allah lah yang menjadi Tuan atas segala tuan di muka bumi dan seluruh isinya ini. Jika sekarang kita takluk akan jabatan, maka di mata Allah semua hal itu sama sekali tidak akan berlaku.

Ketika mencari pekerjaan, niscaya kita mengharapkan Allah membantu kita untuk mengabulkan permintaan kita supaya menempati jabatan yang dilamar. Anda dapat berikhtiar dengan perbuatan dan dapat tawakal dengan melafalkan asma Allah ini sebanyak kurang lebih 540 kali secara konsisten.

79. Al Barri Yang Mana Penderma

Al Barri Yang Mana Penderma

Penderma di sini memiliki makna sebagai pemberi kebaikan kepada setiap orang tanpa perlu pandang bulu. Itulah yang Allah lakukan kepada seluruh makhluk-Nya di dunia tanpa terkecuali. Terkadang kita sebagai manusia sadar bahwa banyak perbuatan kita yang mendekati zinah dan hal terlarang. Hanya saja sebagai manusia, kita kerap kalah oleh hawa nafsu. Kita patut mengusahakan menghilangkannya.

Konon, dengan melafalkan asma Allah satu ini sebanyak 700 kali dengan konsisten, inshaAllah Allah akan menjauhkan kita dari berbagai bencana atas perbuatan tercela tersebut. Orang yang bersungguh-sungguh melafalkan asma Allah ini akan menyadarkan kita bahwa kecintaan terhadap dunia itu bahaya.

80. At Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat

At Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat

 

Allah adalah Zat Maha Penerima Taubat, di mana segala kekhilafan kita dapat saja terhapuskan karena kebijaksanaan dari Allah SWT. Itu kenapa dalam Islam kita mengenal salat taubat, ucapan istigfar, dan berbagai tata cara taubat lainnya yang dapat saja menghapuskan dosa-dosa kita, atas rahmat Allah.

Jika kita mengharapkan taufik dari Allah SWT, aplikasikan saja lafal Allah ini sebanyak 360 kali secara konsisten. Kemudian apabila kita mengharapkan diri terhindar dari segala ancaman orang-orang yang zalim maka baca saja lafal Allah ini sebanyak 10 kali secara konsisten. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan percaya bahwa segala sesuatu pasti amat mungkin di sisi Allah SWT.

81. Al Muntaqim Yang Maha Pemberi Balasan

Al Muntaqim Yang Maha Pemberi Balasan

Segala sesuatu yang kita lakukan akan mendapatkan balasan, hal itu nyata karena Allah telah menegaskannya dalam salah satu nama milik-Nya. Baik dan buruk amal perbuatan kita akan mendapatkan ganjaran, entah itu di dunia atau di akhirat kelak. Berbagai balasan yang diberikan Allah setimpal dengan amal perbuatan kita, apabila baik akan dibalas baik dan apabila buruk dibalas buruk.

Konon, banyak orang percaya bahwa ketika kita mengaplikasikan asma Allah ini secara rutin, kita akan selamat dari segala keburukan yang menghampiri diri kita. Semua yang zalim atau hendak berbuat buruk terhadap kita akan menjauh dan bahkan Allah sendiri yang akan membalaskan perbuatan buruk mereka.

82. Al Afuww Yang Maha Pemaaf

Al Afuww Yang Maha Pemaaf

Islam selalu memerintahkan setiap umat-Nya untuk senantiasa memaafkan kesalahan orang lain sebab Allah sendiri saja Maha Pemaaf. Hal tersebut nyata adanya karena sifat Allah itu termaktub dalam asmaul husna. Jika Allah, Zat Yang Menciptakan saja memiliki kelapangan untuk memaafkan, maka kita sebagai manusia atau makhluk hidup sama sekali tidak berhak untuk mengeraskan hati pada siapa pun.

Konon, ketika kita istiqomah dengan membaca nama Allah ini sebanyak 166 kali secara rutin, inshaAllah Allah akan membantu kita mengendalikan hawa nafsu dalam diri. Allah juga akan melapangkan orang-orang yang memiliki kekesalan kepada kita agar senantiasa memberikan pintu maaf pada diri kita sendiri.

83. Ar Ra’uuf Yang Maha Pengasuh

Ar Ra’uuf Yang Maha Pengasuh

 

Allah adalah Zat Yang Maha Pengasuh, artinya Allah selalu peduli dan murah hati untuk mengurus segala kepentingan makhluk-Nya. Jika kita sebagai manusia ingin dilimpahi sifat Allah yang satu ini, konsistenlah untuk menzikirkan asma Allah ini sebanyak 286 kali sehari, inshaAllah hati akan mudah peduli. Sifat murah hati akan tercurah limpah pada diri ktia semua atas kehendak dari Allah semata.

Ketika kita sedang marah, kita dapat berusaha untuk meredakan amarah tersebut dengan membaca asma Allah ini sebanyak 10 kali. Anda dapat melengkapi usaha untuk menyembuhkan hati yang dilanda amarah dengan melafalkan salawat nabi sebanyak 10 kali juga. Semua dapat terjadi atas rahmat Allah.

84. Malikul Mulk Yang Maha Menguasai Kerajaan

Malikul Mulk Yang Maha Menguasai Kerajaan

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa Allah itu Maha Merajai, Allah Maha Kuasa, Allah juga Pemilik Kerajaan di alam semesta ini. Dengan berbagai asma dan makna tersebut, jelas sudah bahwa Allah adalah Zat Penguasa Kerajaan bagi setiap makhluk. Tidak ada tandingan kekuasaan yang dapat menyamai Allah SWT. Allah adalah raja atas segala raja di dunia dan di luar hal-hal yang nyata ini.

Konon, ketika kita melafalkan asma Allah ini sebanyak 212 kali secara konsisten, inshaAllah Allah akan melimpahkan rezeki tidak terduga kepada setiap pelafalnya. Dalam setiap usaha, kita harus mengimbanginya dengan doa dan perbuatan. Salah satu doa adalah dengan asma Allah yang satu ini.

85. Dzul Jalaali Walikraam Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Dzul Jalaali Walikraam Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Allah adalah pemilik kebesaran dan kemuliaan dengan pembuktian apa-apa yang ada di dunia serta isinya serta di luar itu semua. Sesuai dengan maknanya maka tatkala kita isriqomah melafalkan asma Allah ini inshaAllah Allah akan memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada kita sebagai manusia.

Konon ketika kita dilanda beban, seperti halnya keraguan, kesulitan, dan berbagai hal tidak menyenangkan lainnya, dengan 100 kali membaca asma Allah ini semua akan luntur. Berbagai hal yang merupakan kecemasan, entah itu khayalan atau hal yang sia-sia akan meluntur dengan sendirinya atas kuasa Allah. Yang patut kita lakukan adalah mengistiqomahkan diri untuk senantiasa berdoa pada Allah.

86. Al Muqsith Yang Maha Pemberi Keadilan

Al Muqsith Yang Maha Pemberi Keadilan

Dalam kehidupan di dunia kita mengenal hakim sebagai orang yang menegakkan keadilan atas segala perkara. Di atas itu ternyata ada hakim yang lebih bijaksana dan lebih adil untuk berbagai hal. Dia adalah Allah SWT, yang menentukan mana terbaik dan tidak baik untuk setiap makhluk-Nya. Allah tidak akan luput atau silap dengan iming-iming uang seperti halnya beberapa oknum penegak keadilan di dunia.

Secara tidak sadar kita kerap dilanda rasa tidak yakin atau was-was dalam menghadapi suatu hal. Konon, apabila kita melafalkan asma Allah ini sebanyak 239 kali secara rutin, Allah akan menghilangkan rasa was-was tersebut. Allah berkuasa untuk membolak-balikkan hati seluruh manusia di dunia ini.

87. Al Jamii’ Yang Maha Mengumpulkan

Al Jamii’ Yang Maha Mengumpulkan

Pengertian dari Al Jamii’ adalah kekuasan Allah untuk mengumpulkan semua yang tadinya tidak menyatu atau terpisah. Allah memiliki kekuasaan untuk mengumpulkan keluarga yang terpisah, mengumpulkan umat yang bercerai berai, dan berbagai bentuk pengumpulan lainnya lagi. Jika kita rindu terhadap keluarga, ucapkan saja asma Allah ini sebanyak 10 kali, niscaya atas pertolongan Allah semua kumpul.

Tidak ada satu pun yang berkelompok atau bersatu padu di dunia ini jika bukan atas kehendak Allah. Misalkan ketika kita bersilaturahmi dengan teman lama, semua terjadi atas kehendak dari Allah SWT. Patutlah kita bersyukur kepada Allah atas segala izinnya untuk mempertemukan kita dengan sanak saudara.

88. Al Ghaniyy Yang Maha Kaya

Al Ghaniyy Yang Maha Kaya

Allah adalah Zat Yang Maha Kaya, Dia pemilik seluruh harta di dunia dan isinya, termasuk dengan embusan napas kita sendiri, semua ada di bawah naungan kekuasan Allah semata. Allah yang memiliki hal termegah sekaligus Allah pula yang memiliki hal tersederhana di alam semesta ini. Faktanya, jika Allah tidak kaya, semua yang ada di dunia dan isinya ini tidak mungkin ada dan direzekikan kepada kita.

Konon, ketika kita melafalkan asma Allah ini sebanyak 70 kali secara konsisten, inshaAllah Allah akan melimpahkan keberkahan dan kekayaan kepada kita. Asalkan kita juga menyeimbangi semuanya dengan usaha. Tidak hanya berdiam diri, namun harus terus berusaha sambil berdoa kepada Allah SWT.

89. Al Mughnii Yang Maha Pemberi Kekayaan

Al Mughnii Yang Maha Pemberi Kekayaan

Allah Maha Kaya dan Allah yang memberikan kekayaan kepada setiap makhluk-Nya. Tidak heran jika kita kerap menemukan istilah semua yang dimiliki kita adalah titipan dari Allah SWT. Sungguh tidak patut kita menyombongkan harta kekayaan yang sebenarnya hanya berupa titipan dari Allah. Ketika kita sadar semua adalah titipan, ketika Allah memintanya kembali, kita tidak akan terpuruk dan berlarut sedih.

Konon, ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 1000 kali, inshaAllah Allah akan melimpahkan kekayaan kepada kita. Syaratnya asal kita mau berusaha dan bekerja keras selain mengharapkan kebaikan dari Allah SWT. Ikhtiar dan tawakal memang harus dilakukan berbarengan.

90. Al Maani Yang Maha Mencegah

Al Maani Yang Maha Mencegah

Pernahkah kita mengalami sesuatu yang hampir mencelakakan diri? Bisa jadi, itu adalah salah satu bentuk dari pengaplikasikan salah satu asmaul husna, yakni Al Maani. Allah berkuasa untuk mencegah segala hal buruk terjadi pada setiap kehidupan manusia. Allah berkuasa untuk meniadakan hal-hal yang hampir saja terjadi. Misal, hampir kecelakaan dan tiba-tiba atas izin Allah semua itu tidak terjadi.

Konon, ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini setiap hari, inshaAllah Allah akan menghindarkan segala bentuk kejahatan pada diri kita. Kemudian apabila kita membaca asma Allah ini sebanyak 161 kali inshaAllah Allah akan menghilangkan rasa takut yang melanda kita dan mengganggu aktivitas kita.

91. Ad Dhaar Yang Maha Menimpakan Kemudharatan

Ad Dhaar Yang Maha Menimpakan Kemudharatan

Tidak berkaitan dengan mencegah, justru dalam pengertian salah satu asmaul husna atau nama Allah ini, Allah berkuasa untuk menimpakan kemudharatan atau musibah bagi siapa saja. Atas kehendak Allah, musibah akan datang pada setiap makhluk dan akan dimaknai berdasarkan keimanan makhluk-makhluk tersebut. Semua bergantung pada lapisan keimanan kita, seberapa tebal dalam memaknainya.

Konon ketika kita konsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 100 kali ketika malam Jumat, inshaAllah akan selamatlah jasmani serta rohani kita dari berbagai kemudharatan. Ketika kita memaknai bacaan ini secara mendalam, kita juga akan diberikan kekuatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

92. An Nafii’ Yang Maha Memberi Manfaat

An Nafii’ Yang Maha Memberi Manfaat

 

Allah adalah pemberi manfaat untuk semua makhluk hidup di muka bumi ini. Bahkan Allah tiada satu pun membuat suatu hal tanpa manfaat yang mengiringinya. Kita dapat saja berkeluh kesah ketika Allah ciptakan babi yang Allah sendiri haramkan untuk disentuh apalagi untuk dikonsumsi oleh umat Islam.

Namun, tidak sama sekali Allah menciptakan babi ini tanpa manfaat, diantaranya manfaat yang dapat Allah berikan adalah menguji seberapa besar keimanan kita selaku umat Islam. Seberapa mampu kita menahan diri untuk tidak menyentuh hal-hal yang dilarang Allah dan senantiasa taat kepada Allah.

93. An Nuur Yang Maha Bercahaya

An Nuur Yang Maha Bercahaya

An Nuur adalah salah satu nama Allah yang artinya bercahaya, artinya Allah memiliki kekuasaan untuk menerangi segala hal. Menerangi dalam hal ini artinya memberikan jalan hidup yang terang terhadap segala hal. Contoh, ketika kita diterpa kesulitan, Allah senantiasa membukakan pintu solusi. Jika diibaratkan, kita berjalan dari lorong kegelapan menuju ruangan yang terang benderang karena Allah.

Definisi nuur atau terang benderang adalah ketika kita berusaha mendapatkan solusi atas segala masalah dengan membaca surat An Nuur sebanyak 7 kali ditambah melafalkan Yaa Nuur 1000 kali. InshaAllah atas kekuasaan Allah, kita akan diberikan solusi terbaik, jalan yang terang benderang.

94. Al Haadii Yang Maha Memberikan Petunjuk

Al Haadii Yang Maha Memberikan Petunjuk

Allah adalah Zat Yang Maha Memberikan Petunjuk kepada setiap makhluk-Nya. Al-Quran jelas menjadi pedoman hidup umat Muslim yang kemurniannya tidak pernah berubah dari dulu kala. Hanya saja kita tidak dapat menafsirkan bahasa Al-Quran tanpa bantuan orang lain. Itu kenapa ada perkumpulan selayaknya pengajian dan ceramah untuk bersama-sama menelaah isi dari Al-Quran itu sendiri.

Sama halnya seperti asmaul husna lain, nama Allah yang satu ini juga memiliki faedah apabila diucapkan konsisten selama 200 kali, inshaAllah Allah akan melimpahkan keberhasilan kepada setiap umat-Nya. Kuncinya kita tidak boleh takabur dan mengharapkan konsistensi zikir tersebut hanya untuk satu urusan.

95. Al Badii’ Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

Al Badii’ Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

Allah adalah sebaik-baiknya pencipta, bukan seperti penemu hal-hal ilmiah di dunia ini yang menemukan suatu hal dan diperbaiki oleh ilmuwan lainnya. Segala apa yang diciptakan Allah taala itu sempurna, tidak akan ada pengulangan atau bahkan disempurnakan oleh pihak lain. Allah SWT adalah pencipta alam semesta beserta isinya yang tiada bandingan untuk diri-Nya. Kita adalah bentuk kekuasaan dari Allah.

Konon, apabila kita berusaha untuk berkonsisten melafalkan asma Allah ini sebanyak 1000 kali, inshaAllah Allah akan mengeluarkan kita dari segala kesulitan yang menghimpit. Selama kita konsisten untuk meyakini dan berusaha, inshaAllah Allah akan melimpahkan keberkahan pada hidup kita.

96. Al Baaqii Yang Maha Kekal

Al Baaqii Yang Maha Kekal

 

Kekal adalah salah satu sifat Allah yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Kekal adalah lawan dari fana, dan fana itulah yang menjadi sifat melekat makhluk. Kita adalah makhluk yang fana, artinya suatu saat keberadaan kita akan memudar bergantung pada keinginan Allah SWT untuk meniadakan kita.

Konon, jika kita ingin mendapatkan perlindungan sekaligus diterima semua amalan saleh kita oleh Allah, inshaAllah dengan membaca asma Allah ini setiap 1000 kali, Allah akan mengabulkannya. Zikir atas nama Allah yang satu ini akan membantu kita terlepas dari segala himpitan kesulitan yang melilit dan menyusahkan. Wallahualam, semua dapat saja terjadi dan tidak terjadi hanya atas kehendak Allah.

97. nama nama allah “Al Waarits Yang Maha Pewaris”

97. nama nama allah "Al Waarits Yang Maha Pewaris"

Arti dari Maha Pewaris adalah Allah mewarisi seluruh kehidupan makhluk, artinya ketika semua makhluk dimatikan, Allah tetap memiliki kekekalannya. Konon, ketika kita mengamalkan nama Allah ini saat matahari terbit sebanyak 100 kali maka Allah akan menyelamatkan kita dari berbagai duka cita dan bencana. Jika kita meninggal dalam mengucapkan asma Allah ini, inshaAllah kita tercatat beriman.

Apabila di waktu Magrib dan Isya Anda berkonsisten untuk melafalkan asma Allah ini sebanyak 1000 kali inshaAllah Allah akan melimpahkan keselamatan. Anda akan terbebas dari kebimbangan, kebingungan, dan berbagai hal lainnya yang tidak menyenangkan dan senantiasa merugikan dalam kehidupan kita.

98. Ar Rasyiid Yang Maha Pandai

Ar Rasyiid Yang Maha Pandai

Salah satu nama Allah yang ke-98 ini memiliki makna Maha Pandai. Allah adalah sosok cendekia yang bijaksana dalam memimpin apa-apa yang ada di dunia dan isinya ini. sifat Allah yang Maha Pandai ini kemudian dilimpahkan kepada seluruh makhluk-Nya dalam berbagai bentuk kepandaian dan kebijaksanaan. Tatkala kita dicap pandai oleh beberapa orang, tidak lain itu adalah pemberian dari Allah.

Seyogyanya kepandaian tersebut ditularkan pula kepada manusia lainnya agar ilmu dan pengetahuan yang dimiliki tidak sia-sia. Bagaimanapun pandainya kita jika tidak disebarkan maka akan percuma pula ilmu tersebut. Sebab sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang dialirkan kepada sebanyak-banyak orang.

99. As Shabuur Yang Maha Sabar

As Shabuur Yang Maha Sabar

Terakhir, asma Allah yang wajib kita resapi dan pahami maknanya adalah As Shabuur yang artinya Allah itu Maha Sabar. Jika Allah saja sabar terhadap segala sesuatu maka kita pun selaku makhluk-Nya harus senantiasa seperti demikian. Manusia memang kerap identik dengan kesabaran berbatas, namun batasan itu kita sendiri yang membuatnya. Semakin tebal iman kita, semakin luas pula kesabaran kita.

Konon apabila kita sedang berusaha untuk mengindar dari bencana, baca saja asma Allah ini sebanyak 100 kali sebelum matahari terbit. InshaAllah dengan kekuasaan Allah, semua yang membahayakan bagi kita akan terhindar. Bencana datangnya dari Allah dan hanya Allah yang dapat mencegah bencana itu.

Dari ke-99 nama-nama Allah (Asmaul husna) di atas, kita dapat mempelajari apa saja sifat Allah SWT. Menghafal nama-nama berikut artinya saja rasa-rasanya belum cukup, sampai akhirnya Anda meneladani berbagai sifat Allah di atas. Merupakan hal mulai ketika kita selaku umat Muslim mengaplikasikan apa yang sudah Allah SWT contohkan dalam kehidupan sehari-hari di dunia.

 

99 Nama Nama Allah (Asmaul Husna) Beserta Keterangan Lengkap

Leave a Reply