Doa Nurbuat: Khasiat, Keutamaan, Bahasa Arab, Latin dan Artinya (Lengkap) 1

Doa Nurbuat: Khasiat, Keutamaan, Bahasa Arab, Latin dan Artinya (Lengkap)

Doa Nurbuat – Dalam Islam ada banyak sekali amalan maupun doa yang memiliki keutamaan tertentu. Salah satunya adalah doa nurbuat atau biasa disebut doa Nurun Nubuwwah yang juga sering menjadi amalan bagi sebagian muslim. Mungkin beberapa diantara Anda masih belum mengetahui bahkan baru mendengar nama doa ini. Oleh karena itu, disini tersaji doa Nurbuat: keutamaan, khasiat, bahasa Arab, Latin (lengkap).

Apa Itu Doa Nurbuat?

Apa Itu Doa Nurbuat?

Doa Nurbuat juga sering disebut dengan doa Nubuwwah. Dilihat dari segi harfiah, nama doa ini berasal dari dua kata yaitu “Nurun” dan “Annubuwwah” atau jika digabung satu menjadi Nurun Nubuwwah yang berarti “Cahaya Kenabian”.

Sedangkan menurut istilah salah satu doa yang mempunyai khasiat tertentu seperti supaya terhindar dari sihir, santet, disayang oleh musuh, sampai sering dibaca ketika hendak keluar rumah.  Doa ini bisa diamalkan atau dibaca oleh siapa saja sesuai dengan tuntutan yang ada.

Sunan Bonang pernah mengijazahkan doa ini secara langsung kepada Sunan Kalijaga. Kala itu, Sunan Kalijaga sedang bersemedi di tengah sungai sedangkan Sunan Bonang mengajarkannya di atas perahu dalam situasi yang ramai. Jadi, itu bisa diketahui oleh banyak orang yang ada di sekitar sungai sehingga beruntung pula mereka yang mengetahuinya langsung.

Lalu Sejak Kapan Doa Ini Dianjurkan dan Diajarkan oleh Nabi Muhammad?

Lalu Sejak Kapan Doa Ini Dianjurkan dan Diajarkan oleh Nabi Muhammad?

Berdasarkan apa yang sudah dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa pada suatu ketika Nabi Muhammad sedang sedih karena cucunya, Hasan dan Husain sakit mata. Saat itu pula Malaikat Jibril turun dan menanyakan alasan kesedihan Nabi tersebut.

Setelah menceritakan penyebabnya, Jibril kemudian mengajarkan Nabi Muhammad untuk membaca sebagian awal doa Nurbuat ini untuk kesembuhan mata cucunya. Setelah Nabi mengucapkan doa tersebut dan tidak lama kemudian, cucunya sembuh. Seketika beliau bersabda “Mintalah perlindungan bagi istri dan anak-anakmu dengan doa ini (doa Nubuwwah)”.

Itulah yang menjadi dasar atau dalil tentang keutamaan membaca dan mengamalkan doa Nurbuat. Namun, masih ada perselisihan mengenai hukum mengamalkannya. Pasalnya, doa tersebut bukan berasal dari Rasulullah langsung dan sudah mendapat tambahan dari pendahulunya.

Pada dasarnya tidak ada larangan ataupun anjuran khusus untuk membaca doa tersebut. Jadi, sah-sah saja jika Anda menjadikannya sebagai bacaan doa biasa. Mengingat doa itu banyak sekali bentuk dan macamnya. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan atau selera.

Jika Anda ingin menjadikannya sebagai amalan khusus, sebaiknya harus tetap di bawah pengawasan atau pendampingan dari yang ahlinya. Tujuannya agar tidak timbul kesesatan atau semacamnya. Anda bisa bertanya kepada ulama atau kyai yang paham betul tentang seluk-beluk mengamalkan doa tersebut. Selain itu juga Anda harus memikirkannya lebih dalam sebelum melakukan pengalaman.

Hal itu mengingatkan pula ada cukup banyak orang yang mengamalkan bacaan tertentu tanpa adanya bimbingan atau dampingan dan akhirnya bisa salah paham. Tak sampai di situ beberapa orang juga tidak kuat selama mengamalkan suatu hal, sehingga bisa membahayakan pemikiran maupun psikisnya.

Jadi, Anda harus tetap hati-hati jika ingin melakukan amalan tertentu. Tentu saja iman sangat penting sebagai pondasi dan pedoman kuat bagi Anda dalam menjalankan setiap amalan khusus ataupun ibadah biasa.

Baca : Doa Tahlil

Doa Nurbuat dan Artinya (Arab dan Latin)

Doa Nurbuat: Khasiat, Keutamaan, Bahasa Arab, Latin dan Artinya (Lengkap) 2

Diantara Anda mungkin masih belum mengetahui bahkan belum hafal doa Nurbuat. Pada dasarnya doa ini cukup mudah diucapkan bahkan dihafalkan jika Anda sudah sering membacanya. Anda bisa menemukannya di majmu’ syarif serta beberapa doa penting lainnya.

Berikut adalah lafalnya baik dalam bentuk Arab maupun Latin beserta artinya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ َ

اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ ، وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ ، وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ ، وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّآمَّاتِ ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ ، عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ ، عَيْنِ الْقُدْرَةِ والنَّاظِرِيْنَ ، وَعَيْنِ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ ، وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنَ ، وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِيْنَ ، وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانَ الْحَكِيْمِ ، وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ ، طَوِّلْ عُمْرِيْ ، وَصَحِّحْ اَجْسَادِيْ ، وَاقْضِ حَاجَتِيْ ، وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ ، وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ ، وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَي الْكَافِرِيْنَ ، وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ، اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ، وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَاهُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ، وَلَايَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 

Allaahumma dzis-sultaanil ‘adziimi wa dzil-mannil qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit taammati wadda’awaatil mustajaabaati ‘aaqilil hasani wal-husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.

Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnuunuw wa maa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wa mustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wa waritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimas salaam, al-wuduudu dzul ‘arsyil-majiid.

Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbibnii lin-naasi ajma ‘iina wa tabaa ‘adil ‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyaw wa yahiqqal-qaulu ‘alal kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wa salaamun ‘alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a Luqmanul Hakim dan mewariskan Sulaiman bin Daud A.S. Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatlah jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam A.S., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”.

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Sebelum membaca doa ini dianjurkan untuk berwasilah kepada Nabi Muhammad Saw., para sahabat, tabi’in, tabiinat tabi’in, dan ulama. Kemudian juga kepada Syekh Mahfudin Karmani dan Syekh Abdul Qodir Jilany. Baru kemudian membaca surat Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali, dan An Naas 1 kali. Lalu membaca sholawat Nabi sebanyak 21 kali baru membaca doa Nurun  Nubuwwah.

Keutamaan Doa Nurbuat

Membaca doa Nurbuat akan mendatangkan banyak sekali kebaikan baik di dunia maupun akhirat. Tak heran jika beberapa wali hingga orang biasa mengamalkannya. Berikut adalah beberapa keutamaannya:

1. Senantiasa mengingatkan kita pada keagungan dan kekuasaan Allah

1. Senantiasa mengingatkan kita pada keagungan dan kekuasaan Allah

Sebagaimana bacaan doa tersebut terdapat beberapa kalimat yang menyebut tentang keagungan Allah yaitu di kalimat awal. Jika Anda sering membacanya maka akan selalu mengingat keagungan serta kekuasaannya yang tiada duanya. Dengan begitu pula menjadikan kita selalu rendah hati dan senantiasa beribadah kepada Allah.

2. Malaikat senantiasa memohonkan ampunan kepada Allah

2. Malaikat senantiasa memohonkan ampunan kepada Allah

Begitu pula Malaikat senantiasa akan memohonkan ampun kepada Allah atas beberapa dosa kita. Permohonan malaikat sendiri seringkali dikabulkan oleh Allah, sehingga kita juga bisa mendapatkan efeknya. Tentu saja hal itu bisa terjadi jika Anda sering membaca doa Nurbuat di beberapa kesempatan, misalnya saat malam maupun pagi hari.

3. Disukai banyak orang

3. Disukai banyak orang

Dalam doa itu pula terdapat lafal permohonan agar terhindar dari musuh, sehingga membuat Anda akan disukai banyak orang. Sebaiknya dibaca secara rutin dalam beberapa kesempatan agar terkabul apa yang Anda inginkan. Tentu saja semua itu juga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Untuk khasiat yang satu ini lebih baik dibaca ketika keluar rumah. Memang sudah ada doa keluar rumah tersendiri, sebagaimana yang sudah sering Anda dengar dan ketahui. Apabila Anda mempunyai hajat khusus seperti agar disukai banyak orang, bisa menambahkannya dengan doa Nurun Nubuwwah.

4. Terlindung dari gangguan jin dan semacamnya

4. Terlindung dari gangguan jin dan semacamnya

Khasiat lain dari membaca doa Nurbuat adalah terlindung dari gangguan jin maupun setan. Mengingat jin bisa menggoda siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Bahkan setan sering kali menjerumuskan manusia pada hal-hal terlarang atau dosa. Jadi, jika Anda tidak mengupayakan perlindungan diri, bisa mudah terjerumus di dalamnya.

5. Terhindar dari upaya sihir dan semacamnya

5. Terhindar dari upaya sihir dan semacamnya

Begitu pula jika Anda membaca doa Nurbuat dengan benar dan rutin, maka akan terhindar dari upaya sihir, santet, atau semacamnya. Terlebih jika di lingkungan masyarakat Anda masih kental dengan tradisi semacam itu, sehingga seringkali ada kasus upaya sihir dan sebagainya dengan berbagai tujuan.

Untuk khasiat agar terhindar dari sihir, santet, hingga gangguan jin ini umumnya dilakukan dengan cara menulis bacaan doa Nurbuat dalam kertas. Kemudian ditaruh dan disimpan pada tempat yang Anda anggap penting seperti kamar hingga taman.

Hal itu didasarkan pada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa suatu saat Nabi Muhammad dan para sahabat sedang duduk di depan Masjidil Haram pasca sholat subuh. Tiba-tiba datang Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan doa Nurun Nubuwwah.

Beberapa saat kemudian Rasulullah bersabda, “Doa Nurun Nubuwwah ini mempunyai banyak sekali manfaat jika dibaca dan diamalkan. Jika tidak bisa membaca ataupun menghafalkannya, cukup menulisnya lalu menyimpan dalam rumah. Niscaya Allah akan melindungi penghuni rumah tersebut dari gangguan sihir ataupun penyakit.

6. Dikabulkan doa dan hajatnya

6. Dikabulkan doa dan hajatnya

Dalam doa Nurbuat juga terdapat lafal “waqdlil haajatii” yang berarti semoga Engkau mengabulkan hajatku. Oleh sebab itu, jika doa itu diucapkan secara berulang-ulang maka Allah senantiasa mengabulkan doa dan hajat Anda. Tentu saja semua dibarengi pula dengan usaha lahiriyah.

Mengingat pula Allah Maha Kuasa juga Maha Pengasih. Dia tentu akan memberikan anugerah bagi hamba-nya yang beriman dan bersungguh-sungguh. Bahkan jika Anda membacanya sekali saja hajat Anda akan dikabulkan oleh Allah.

7. Senantiasa ingat tentang keagungan Al Qur’an

7. Senantiasa ingat tentang keagungan Al Qur'an

Al Qur’an merupakan mukjizat nabi Muhammad yang diturunkan oleh Allah melalui Malaika Jibril. Tentu saja mukjizat itu bukan hal yang biasa tanpa adanya keistimewaan dan sebagainya. Anda akan senantiasa mengingat dan mengetahui tentang keagungan Al Qur’an yang tidak ada bandingannya dengan makhluk Allah maupun buatan manusia di dunia ini.

Begitu banyak pahala yang Anda dapatkan jika membacanya dengan baik dan benar, terlebih jika Anda memahami maknanya pula. Membaca satu huruf saja sudah mendapat 10 pahala dan seterusnya. Bahkan Anda yang hanya mendengarkan pun sudah diganjar pahala oleh Allah.

Al Qur’an sendiri diturunkan Allah bukan hanya sebagai mukjizat Rasulullah Muhammad saw., namun juga sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat muslim di dunia. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah yang tercantum di dalamnya. Ada pula dalil atau dasar hukum Islam yang berlaku sepanjang zaman.

8. Membantu bertemu dengan Nabi dalam mimpi

8. Membantu bertemu dengan Nabi dalam mimpi

Ada pula yang mengatakan bahwa membaca dan mengamalkan doa Nurbuat bisa membantu Anda bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. dalam mimpi. Itu merupakan hak yang sangat jarang, sehingga menjadi kebanggaan dan keistimewaan tersendiri. Tentu saja itu sangat sulit sebab tidak semua orang bisa mendapatkannya, terlebih kita merupakan manusia biasa dan maqamnya masih rendah.

Supaya mendapat keutamaan ini, sebaiknya dibaca 100 kali sebelum tidur. Namun, tidak ada salahnya jika Anda tetap membacanya sebagai bentuk amalan. Jika tidak memperolehnya, Anda akan tetap mendapat khasiat lain selain pahala.

9. Ditambah rizkinya oleh Allah

9. Ditambah rizkinya oleh Allah

Dalam doa Nurbuat terdapat pula lafal sekaligus doa yang berbunyi “waktsir amwaalii” yang berarti semoga Engkau memperbanyak hartaku. Jadi, jika Anda sering membacanya dalam beberapa kesempatan, Allah akan menambahkan rizki dan harta bagi Anda termasuk pula harta berupa keturunan atau anak.

Hal itu mengingatkan kepada Anda bahwa Allah Maha Kaya. Hanya kepada-nya kita menggantungkan berbagai hal, termasuk pula urusan rizki dan harta kekayaan. Anda juga tidak harus khawatir akan setiap hal yang sifatnya duniawi. Sebab, Allah pasti memberikannya kepada Anda entah itu cukup ataupun lebih, tergantung usaha dan takdir yang dikehendaki Allah.

10. Bagi yang sakit, Allah segera menyembuhkannya

10. Bagi yang sakit, Allah segera menyembuhkannya

“Wa shohhih ajsaadii” juga ada dalam rangkaian doa Nurbuat yang mempunyai arti semoga Engkau memberikan kesehatan badanku. Apabila Anda sering membaca doa tersebut, maka Allah akan segera menyembuhkan penyakit yang Anda derita. Hal itu menunjukkan bahwa Allah lah yang memberi obat atas berbagai jenis penyakit dan dokter, tabib, dan semacamnya adalah perantara.

Cara mengamalkan doa ini agar diberi kesembuhan oleh Allah yaitu dengan membacakannya pada minyak kelapa kemudian usapkan minyak tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Tentu saja hal itu juga harus disertai dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh baik usaha lahir maupun batin.

11. Diberi umur panjang

11. Diberi umur panjang

Khasiat lain dari membaca doa ini adalah diberi umur yang panjang. Terlebih jika Anda membacanya setiap malam Ahad secara rutin, maka akan Anda bisa awet muda walaupun usia sudah tua. Sedangkan jika Anda rutin membacanya setiap malam, akan mendapat keselamatan hidup di dunia.

Tak hanya itu, doa ini juga bisa membantu menyembuhkan penyakit mata. Caranya dengan membaca dan lalu meniupkan pada bagian mata Anda yang sakit. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa membaca doa ini dapat menguatkan gigi hingga disembuhkan dari sakit gigi.

12. Senantiasa terhindar dari sifat kufur

12. Senantiasa terhindar dari sifat kufur

Membaca doa ini setiap malam Jumat sebanyak 50 kali akan membuat Anda terhindar dari sifat kufur. Namun, sebaiknya tidak hanya satu kali Jumat saja tetapi harus rutin sesuai dengan anjuran dan caranya.

Kufur sendiri merupakan sifat tercela dan bahaya jika tidak segera diperangi, dimana seseorang tidak mau mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Mereka selalu merasa kurang dan menginginkan lebih dari apa yang sudah diberikan Allah. Akhirnya, berapapun banyak nikmat dan rizki yang diberikan kepadanya tidak akan memberi kepuasan dan kebahagiaan.

13. Menghindarkan diri dari permusuhan

13. Menghindarkan diri dari permusuhan

Mengamalkan doa Nurbuat juga dapat menghindarkan diri dari permusuhan baik dengan tetangga, teman, atau bahkan kerabat. Dengan begitu, Anda akan menjadi orang yang mudah memaafkan terhadap kesalahan yang dilakukan orang lain. Kemudian, secara tidak langsung juga bisa menghindarkan diri dari dosa.

14. Mendapat kasih sayang dari pembesar

14. Mendapat kasih sayang dari pembesar

Bagi Anda yang sering berkumpul dengan orang besar seperti pejabat dan semacamnya, sebaiknya membaca doa Nurbuat. Baca dan amalkan secara rutin kala Anda sedang bersama mereka dalam berbagai kondisi ataupun situasi. Niscaya Anda akan mendapat kasih sayang dari mereka karena banyak alasan.

Tak sampai di situ, membaca doa ini secara rutin juga membuat Anda mendapat kemuliaan dari orang-orang terdekat atau masyarakat sekitar. Anda akan lebih dihargai dan dihormati. Dengan begitu, tidak akan muncul sifat saling benci dan permusuhan antar sesama. Akhirnya bisa hidup harmonis di lingkungan masyarakat dengan saling tolong menolong, saling menghargai dan mengasihi.

15. Dipermudah proses persalinan

15. Dipermudah proses persalinan

Bagi perempuan yang akan melahirkan bisa membaca doa ini supaya dipermudah selama proses persalinan. Caranya dengan membacakannya pada segelas air putih kemudian diminum ketika hendak melakukan persalinan. Dengan kehendak Allah, Anda akan selamat dan tanpa mengalami kesakitan yang berarti. Selain itu, bayi Anda juga bisa  terlahir dengan selamat.

Membaca maupun mengamalkan doa Nurbuat harus dilakukan dengan ikhlas. Sertai pula dengan iman yang kuat, pemahaman tentang Islam secara mendalam agar tidak mudah tergoyahkan dengan berbagai hal yang akhirnya menuju pada jalan yang sesat. Jadi, boleh saja membacanya secara rutin ataupun pada saat tertentu saja sebagai doa.

Doa Nurbuat: Khasiat, Keutamaan, Bahasa Arab, Latin dan Artinya (Lengkap)

Leave a Reply