Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Beserta Tata Caranya (paling lengkap) 1

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Beserta Tata Caranya (paling lengkap)

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu – Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi tiang agama Islam. Oleh sebab itu sholat tidak boleh ditinggalkan kecuali dalam keadaan udzur (berhalangan yang sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan. Sebelum sholat hendaknya umat Islam bersuci terlebih dahulu dengan cara berwudhu.

Supaya wudhu yang dilakukan sah dan afdhol, maka pengetahun terkait doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata caranya harus dipahami dengan baik.

Wudhu merupakan salah satu syarat yang harus dilakukan sebelum melaksanakan sholat. Wudhu bukan hanya sekedar membasuk anggota badan melainkan terdapat tujuan tertentu dari wudhu. Tujuan dari wudhu adalah membersihkan diri dari hadas kecil. Selain untuk tujuan hendak melaksanakan ibadah seperti sholat dan membaca Al-Quran, berwudhu ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kita.

Pengertian Wudhu

Pengertian Wudhu

Wudhu merupakan salah satu ritualuntuk mensucikan diri dari hadast kecil. Biasanya wudhu dilakukan sebelum melaksanakan ibadah sholat karena ibadah sholat mensyaratkan untuk seseorang melaksanakan wudhu terlebih dahulu. Inti dari wudhu yang sesungguhnya adalah bersuci (Thoharoh) yang berafiliasi dengan kebersihan dan keindahan sebagai syarat sebelum menghadap Allah ketika Sholat.

Perintah melaksanakan wudhu sebelum shalat terdapat dalam Surat Al-Maidah ayat 6:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.”

Berdasarkan perintah tersebut memang wudhu dikhususkan sebagai thoharoh atau bersuci sebelum sholat. Namun Anda boleh melaksanakan wudhu di berbagai kesempatan dengan tujuan kebersihan, kesucian dan keindahan sesuai dengan asal kata wudhu yaitu wadha’ah yang memiliki arti bagus dan elok.

Syarat Wudhu

Syarat Wudhu

Berwudhu yang diartikan sebagai kegiatan membasuh anggota bada untuk mensucikan diri dari hadast kecil ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarang.

Mungkin setiap orang dapat melaksanakan gerakan atau tata cara wudhu, namun tidak semua sesuai dengan syarat sehingga menjadikannya wudhhu yang sah.

 

Syarat berwudhu menurut kitab Safinatun Najjah antara lain sebagai berikut:

1. Islam

Gerakan wudhu mungkin dapat ditirukan oleh siapa saja, namun semua rukun wudhu dapat menjadi sah apabila yang melakukannya adalah seorang muslim.

2. Tamyiz (dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk)

Seseorang yang dapat menjadikan sah dalam berwudhu adalah ketika ia telah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

3. Bersih dari Haid dan Nifas

Seseorang yang haid atau nifas artinya dia sedang dalam keadaan hadast besar yang tentunya tidak dapat disucikan dengan cara berwudhu. Seseorang yang sedang berada dalam keadaan hadast besar hanya dapat disucikan dengan mandi besar kemudian baru dia dapat berwudhu sesuai syarat.

4. Bersih dari sesuatu yang menghalangi air meresap ke kulit

Setiap seseorang yang hendak melaksanakan wudhu diupayakan untuk memastikan bahwa anggota badan yang harus dibasuh ketika wudhu bersih dari sesuatu yang menghalangi air meresap ke kulit. Salah satu hal yang seringkali menghalangi air masuk ke kulit adalah kutek. Oleh sebab itu seorang muslimah yang memiliki kewajiban untuk sholat dan berwudhu sebaiknya tidak memakai kutek / cat kuku. Hal ini tentunya berbeda jika anggota badan yang mengalami luka dan harus ditutupi sesuatu yang menghalangi masuknya air. Apabila anggota badan terluka dan tidak memungkinkan terkena air, maka dapat dilakukan tayammum.

5. Tidak ada anggota wudhu yang mengubah air suci

Apabila salah satu anggota badan Anda terdapat najis, sebaiknya najis tersebut disucikan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan berwudhu. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan kesucian air.

6. Mengetahui wajib wudhu

Seperti kata pepatah tentang ketinggian ilmu dibandingkan amal. Maka ketika kita sudah melaksanakan wudhu, sebaiknya sudah mengetahui bahwa wudhu terutama sebelum sholat hukumnya wajib.

7. Tidak meyakini sunnah sebagai wajib wudhu

Dalam wudhu terhadap sesuatu yang wajib dan sunnah yang keduanya tidak boleh dicampur hukumnya dalam keyakinan kita. Apabila membasuh telinga hukumnya sunnah maka tidak boleh dalam hati kita berikrar bahwa membasuh telinga hukumnya wajib.

8. Menggunakan air yang suci

Berwudhu artinya mensucikan diri dari hadast kecil yang kerenanya air yang digunakan pun harus dalam keadaan suci mensucikan. Air bekas berwudhu yang hukumnya musta’mal maka tidak boleh digunakan kembali untuk berwudhu. Selain itu air yang digunakan bukan hanya harus suci dari najis melainkan suci dari hukum haram. Air yang digunakan tidak boleh hasil ghosob atau curian.

9. Masuk waktu Sholat

Syarat ini hanya dikhususkan apabila seseorang yang berwudhu untuk sholat fardhu. Selain itu syarat ini juga dikhususkan bagi seseorang yang sering berhadast. Maka sebaiknya berwudhu setelah masuk waktu sholat.

10. Muwalah bagi yang sering berhadats

Muwalah berarti terus-menerus yakni tidak boleh ada jeda terlalu lama ketika membasuh salah satu anggota wudhu dengan anggota wudhu yang lain. Hal ini merupakan syarat khusus bagi seseorang yang sering berhadats khususnya hadats besar seperti seseorang yang mengalami istihadho. Istihadho adalah keluarnya darah seperti haid tetapi di luar waktu haid yang artinya hal ini merupakan darah penyakit. Maka seseorang yang mengalami istihadho tetap diwajibkan untuk sholat fardhu.

Rukun Berwudhu

Rukun Berwudhu

Rukun dalam berwudhu berarti hal-hal yang harus dilakukan ketika berwudhu untuk mencapai kesempurnaan wudhu yang sah. Dalam berwudhu terdapat enam rukun yang harus dilakukan oleh orang yang berwudhu. Rukun-rukun tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Niat

Niat dilakukan ketika pertama kali membasuh muka. Jadi ketika Anda membasuh muka Anda yang pertama, sertakan hati Anda untuk membaca niat. Apabila Anda khawatir, Anda dapat membaca niat secara lisan terlebih dahulu supaya tidak terlupakan ketika membasuh muka.

2. Membasuh muka

Ketika membasuh muka upayakan Anda membasuh muka secara sempurna. Membasuh muka dengan batasan dari tempat tumbuhnya rambut pada wajah ke bagian samping batas kedua telinga kemudian ke bawah hingga ujung rahang. Untuk rambut-rambut yang tumbuh pada wajah seperti jenggot, kumis, dan sebagainya dapat dibasuh hingga mengenai kulitnya.

3. Membasuh kedua tangan hingga ke siku

Membasuh kedua tangan harus sampai bagian siku. Basuhlah tangan dengan arah dari telapak tangan dan air dialirkan hingga sampai ke bagian siku.

4. Mengusap sebagian kepala

Mengusap sebagian kepala dapat dilakukan dengan membasuh sebagian rambut. Diupayakan rambut yang dibasuh tetap mengenai kulit kepala. Diupayakan untuk tidak membasuh bagian kepala tapi hanya bagian ujung rambut bagi yang memiliki rambut panjang. Syarat sahnya membasuh sebagian kepala ini harus mengenai kulit kepala.

5. Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki

Membasuh kedua kaki harus sampai ke bagian mata kaki secara penuh. Ketika membasuh kaki upayakan untuk membasuh juga bagian sela-sela jari kaki supaya terhindar dari kotoran yang terselip diantaranya.

6. Dilaksanakan dengan tertib atau berurutan

Melaksanakan rukun dalam berwudhu harus secara tertib atau berurutan. Tidak dibenarkan apabila melaksanakan rukun wudhu dengan mendahulukan membasuh kaki atau sebagian kepala terlebih dahulu. Anda harus mendahulukan untuk membasuh muka terlebih dahulu. Karena apabila berwudhu tidak tertib maka wudhunya tidak akan sah.

Bacaan Doa sebelum Berwudhu

Apabila Anda telah mengetahui syarat-syarat untuk berwudhu, maka selanjutnya Anda dapat mempelajari doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata caranya. Hal ini akan mempermudah Anda ketika sudah praktik dalam berwudhu supaya wudhu yang Anda lakukan menjadi sah dan bernilai ibadah.

Sebelum memulai untuk berwudhu alangkah baiknya jika Anda melafalkan basmallah. Seperti yang kita ketahui, menyertakan Allah dalam setiap kegiatan kita merupakan hal baik yang harus selalu dilakukan oleh seorang muslim. Salah satu cara melibatkan Allah selain dalam hati dan pikiran yaitu dengan melafalkan kalimat basmallah.

Setelah melafalkan basmallah, maka selanjutnya Anda dapat membaca niat berwudhu.Berikut adalah niat untuk melaksanakan wudhu.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan sebelum wudhu latin

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

Terjamahan arti doa sebelum wudhu

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Niat berwudhu dibaca ketika anda pertama kali membasuh wajah. Niat ini sebaiknya dilantunkan dalam hati Anda dengan penuh keyakinan.

Bacaan Doa Ketika Membasuh Masing-Masing Anggota Badan

Bacaan Doa Ketika Membasuh Masing-Masing Anggota Badan

Mensucikan badan dari hadats kecil dengan cara berwudhu ternyata tidak hanya sekedar diawali dengan niat dilanjutkan dengan membasuh semua anggota wudhu dengan tertib hingga selesai. Ternyata masih banyak hal-hal lain yang Anda lakukan untuk menyempurnakan wudhu selain doa sebelum dan sesudah wudhu.

Salah satu hal yang dapat menyempurnakan wudhu adalah dengan membaca doa di setiap kita membasuh anggota wudhu baik yang wajib maupun sunnah. Anjuran untuk menyempurnakan wudhu terdapat pada hadist yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini.

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسِنُ الوُضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجُ مِنْ تَحْتَ أَظْفَارَهَ

 

Artinya:

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai kuku jari-jemarinya”. (HR. Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut maka Anda dapat mulai mempelajari doa-doa ketika membasuh anggota wudhu sehingga Anda dapat mengamalkannya dengan baik. Berikut doa-doa membasuh anggota wudhu secara lengkap.

1. Doa yang dilafalkan ketika melihat air

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

Al-hamdu lillahilladzi ja’alal-ma’a tahuran

Artinya :

“Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menjadikan Air suci lagi mensucikan”

2. Doa yang dilafalkan ketika membasuh telapak tangan

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِكَ كُلِّهَا

Allohummahfadz Yadayya Min Ma’asyika Kulliha

Artinya :

“Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat pada-Mu”

3. Doa ketika berkumur

اَللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 

Allohumma a’inni ‘Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni ‘Ibadatika

Artinya:

“Ya Allah bantulah aku untuk selalu berdzikir kepadamu dan selalu memperbaiki ibadah kepadamu”

4. Doa ketika menghirup air

اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الجَـنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّي رَاضٍ

 

Allohumma Arihni Roihatal Jannati wa anta annii rodliin

Artinya:
“Ya Allah berikan aku penciuman wewangian syurga dan keadaan Engkau terhadap diriku yang selalu meridhoi”

5. Doa ketika membasuh wajah

اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Allohumma bayyid wajhiy yauma tabyadu wujuuh wa taswaddu wujuuh

Artinya:
“Ya Allah putihkan wajahku pada hari menjadi putih berseri wajah-wajah kaum muslimin dan menjadi hitam legam wajah-wajah orang kafir”

6. Doa ketika membasuh tangan kanan

اَللّٰهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا

Allohumma A’thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro

Artinya:
“Ya Allah berikanlah kepadaku kitab amalku dari dari tangan kananku dan hisablah aku dengan penghisaban yang ringan”

7. Doa ketika membasuh tangan kiri

اَللّٰهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَلاَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

Allohumma Laa Ta’thini Kitabi bisyimali walaa min waro’i dzohri

Artinya:

“Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku kitab amal dari tangan kiriku atau pada belakang punggungku”

8. Doa ketika membasuh rambut kepala

اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

Allohumma harrim sya’ri wabasyari ‘Alannari

Artinya:
“Ya Allah haramkan rambutku dan kulitku atas api neraka” 

9. Doa ketika membasuh kedua telinga

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Allohummaj’Alni minalladzina yastami’unal Qoula fayattabi’una ahsanahu

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti sesuatu yang terbaik” 

10. Doa ketika membasuh kaki kanan

اَللّٰهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِينَ

Allohumma Tsabbit Qodamayya ‘Alaas Syirothi yauma tutsabbitu fiihi Aqdama ‘ibaadikas shoolihiin

Artinya:

“Ya Allah, mantapkan kedua kakiku di atas titian (shirothol mustaqim) pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir”

11. Doa ketika membasuh kaki kiri

اَللّٰهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِينَ

Allohumma laa tazillu Qodamayya ‘Alaa Syirothi fin naar yauma tazillu fiihi Aqdamul munaafiqiina wal musyrikiina

Artinya:

“Ya Allah jangan kau gelincirkan langkah (pendirianku) pada jalan neraka pada hari digelincirkannya langkah (pendirian) orang-orang munafik dan orang-orang musyrik”

Bacaan Doa setelah Berwudhu

Bacaan Doa setelah Berwudhu

Usai melaksanakan bersuci dari hadast kecil dengan berwudhu, alangkah baiknya jika diakhiri dengan membaca doa setelah wudhu. Oleh sebab itu mempelajari doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata caranya (lengkap) dengan seksama.

Membaca doa setelah berwudhu dimaksudkan supaya dalam wudhu yang telah kita lakukan dapat diperoleh keberkahan dan kesempurnaan. Selain itu, doa setelah berwudhu juga dilafalkan untuk memohon ampun serta memohon kesempurnaan kesucian setelah berwudhu dari allah SWT. Berikut adalah lafadz bacaan doa setelah berwudhu.

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina

Artinya:
“Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci”

Baca : Doa untuk Anak/su_note]

Sunnah-sunnah berwudhu

Sunnah-sunnah berwudhu

Dalam berwudhu terdapat beberapa gerakan atau tahapan yang menjadi kewajiban ada pula yang menjadi sunnah. Sunnah dalam berwudhu sifatnya untuk menyempurnakan wudhu Anda supaya mencapai kebersihan dan kesucian. Adapun sunnah sunnah berwudhu antara lain sebagai berikut.

1. Menyela-nyela antara jari-jemari

Ketika membasuh tangan dan kaki, seseorang yang sedang berwudhu disunnahkan untuk membasuh sela-sela jari. Sela-sela jari adalah bagian yang cukup tersembunyi sehingga ketika terdapat kotoran seringkali tidak terlihat dengan jelas. Oleh sebab itu supaya wudhu yang Anda laksanakan menjadi lebih sempurna, Anda sebaiknya membersihkan sela-sela jari Anda.

2. Menghirup air dengan sungguh-sungguh kecuali bagi yang berpuasa

Menghirup air melalui hidung bertujuan untuk membersihkan hidung dari kotoran dan lender. Menghirup air masuk ke hidung kemudian dikeluarkan lagi dengan tekanan udara darihidung untuk mengeluarkan kotoran-kotorannya. Selain supaya lebih bersih, hal ini bertujuan supaya kotoran di hidung tidak mengganggu Anda ketika sholat.

3. Mendahulukan anggota wudhu bagian kanan

Mendahulukan anggota bagian kanan untuk dibasuh adalah sunnah ketika berwudhu. Namun hal ini tidak hanya dianjurkan ketika berwudhhu sjaa melainkan dalam kehidupan sehari-hari pun dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan.

4. Bersiwak

Bersiwak sebelum berwudhu bertujuan supaya kebersihan mulut benar-benar sempurna. Selain itu, bersiwak juga membantu menjaga kebersihan mulut supaya tidak ada kotoran yang terselip di antara gigi-gigi. Ketika gigi dan mulut bersih maka Anda tidak akan terganggu ketika melaksanakan sholat.

5. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali

Sebelum memulai berwudhu, membasuh telapak tangan adalah bagian dari sunnah. Membasuh telapak tangan ini juga dianjurkan untuk dilakukan sebanyak 3 kali. Hal ini dikarenakan telapak tangan digunakan untuk membasuh seluruh anggota wudhu sehingga harus bersih dan suci terlebih dahulu.

6. Mengulangi setiap basuhan sebanyak tiga kali

Setiap basuhdan mulai dari wajah hingga kaki disunnahkan untuk diulang sebanyak 3 kali. Hal ini sebagai kehati-hetian supaya kotoran yang ada di anggota wudhu bersih secara sempurna.

7. Menyela-nyela jenggot

Membasuh wajah dengan disertai dengan menyela-nyela jenggot adalah salah satu bagian dari sunnah. Terutama pada jenggot yang tebal tentunya harus membersihkan hingga ke sela-sela supaya air dapat mengenai dan membersihkan kulit.

Menyempurnakan wudhu dengan mempelajari doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata caranya merupakan salah satu langkah untuk menjalankan perintah untuk lebih mendahulukan ilmu dibandingkan amal. Hal ini tentu bertujuan untuk suatu amal ibadah yang lebih sempurna bagi Anda.

 

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Beserta Tata Caranya (paling lengkap)

Leave a Reply