Kumpulan Doa Nabi Sulaiman Beserta Arab, Latin, Arti (lengkap) 1

Kumpulan Doa Nabi Sulaiman Beserta Arab, Latin, Arti (lengkap)

Doa Nabi Sulaiman – Nabi Sulaiman alaihis salam adalah seorang nabiyullah dan rasulullah yang sangat taat dan telah diberikan hikmah berupa pemahaman ilmu yang mendalam bahkan sejak ia berusia muda. Beragam kumpulan doa Nabi Sulaiman beserta arab, latin, arti pun banyak beredar di masyarakat yang menginginkan kekayaan atau berlimpahnya rezeki.

Beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, merupakan putra dari nabiyullah yang juga memiliki kedudukan tinggi yakni Nabi Daud alaihis salam yang saat itu memerintah kerajaan Bani Israil. Bagi Anda yang memang sedang menginginkan kelapangan rezeki dan berusaha mengamalkan doa dari Nabi Sulaiman, ada baiknya Anda memahami perkara tersebut dengan lengkap di bawah ini.

Amalan Kumpulan Doa Nabi Sulaiman

Amalan Kumpulan Doa Nabi Sulaiman

Di masyarakat kita berkembang satu doa yang memang merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman alaihis salam ketika beliau sedang tertimpa musibah yang cukup besar. Seperti kita ketahui bahwa beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, adalah seorang Nabi yang juga mewarisi kerajaan Bani Israil yang sangat besar baik di masa itu ataupun hingga saat ini.

Bahkan, kebesaran dari kerajaan Nabi Sulaiman alaihis salam dan juga kekayaannya tidak dapat ditandingi oleh orang-orang hingga saat ini. Dalam sejarahnya, beliau memiliki beberapa orang istri yang kemudian beliau menggilir mereka agar tercipta keadilan di antara istri-istri beliau. Saat itu, beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, telah bersumpah sebelumnya bahwa beliau akan menggilir istri-istrinya.

Beliau benar-benar melaksanakan sumpahnya yang akan menggilir istri-istrinya. Namun, beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, terlupa untuk mengucapkan insya Allah yang berarti jika Allah mengizinkan. Hal ini menyebabkan tidak seorang pun dari istri-istri beliau yang kemudian mengandung meski beliau telah menggilir setiap istri-istrinya.

Padahal, pada saat beliau mengucapkan sumpahnya, beliau berharap agar dari istri-istrinya ini akan terlahir keturunan yang kemudian akan menjadi seorang penunggang kuda yang handal. Para penunggang kuda yang diharapkan lahir dari istri-istri Nabi Sulaiman alaihis salam sebagai keturunannya diharapkan akan membesarkan kerajaannya dengan berjihad di jalan Allah.

Namun, pada kenyataannya, hanya satu saja dari istri beliau yang mengandung. Hal yang lebih menyedihkan adalah satu-satunya istri beliau yang mengandung ini ternyata justru melahirkan separuh dari jasad seorang bayi. Pada saat itulah Nabi Sulaiman alaihis salam kembali menghadap kepada Rabbnya dan bertaubat atas dosa yang telah beliau lakukan, yakni kelupaan beliau mengucapkan Insya Allah.

Kisah taubatnya Nabi Sulaiman alaihis salam atas dosa yang tidak sengaja beliau lakukan ini tercatat dengan jelas di berbagai literature Islam sebagai penjelas Quran Surah Shad ayat 34 hingga 36. Beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, saat bertaubat menghadap Rabbnya mengucapkan doa yang tertera di Quran Surat Shad ayat 35 sebagai berikut ini:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

Terjemah Arti:

Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.

Setelah beliau, Nabi Sulaiman alaihis salam, berdoa dengan doa yang tercatat di Al Quran di atas, Allah pun mengabulkan permintaan beliau. Allah menundukkan angin untuk beliau yang kemudian akan bertiup sesuai dengan kehendak beliau. Angin tersebut taat pada perintah Nabi Sulaiman alaihis salam meskipun angin tersebut berhembus dengan kuat dan keras.

Selain kemampuan beliau menguasai angin yang berhembus, Allah juga menganugerahkan beliau dengan kemampuan untuk mengendalikan bangsa jin dan memerintahkan mereka melaksanakan hal yang beliau inginkan. Jin ini pun patuh serta tunduk kepada keinginan Nabi Sulaiman alaihis salam. Tidak hanya bangsa jin, bahkan beliau mampu memahami perkataan hewan.

Semua kemampuan dan kelebihan beliau ini adalah perwujudan dari mukjizat yang memang dikhususkan Allah bagi hambanya yang mulia yakni Nabi Sulaiman alaihis salam. Semua kemampuan menakjubkan ini semata-mata sebagai ayat atau tanda bagi manusia mengenai kebesaran Allah yang memang berkuasa atas suatu apapun. Dengan begitu, mukjizat ini tidak akan diberikan oleh manusia lain setelah beliau.

Makna dan Tafsir dari Doa Nabi Sulaiman

Makna dan Tafsir dari Doa Nabi Sulaiman

Kisah ashbabun nuzul atau kisah mengenai ayat Al Quran surat Shad 34 sampai 36 adalah kisah yang memang sudah diakui oleh para ulama karena bersumber dari riwayat yang kuat. Mengenai makna dari doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman alaihis salam, para ulama terbagi menjadi dua bagian terkait pemahaman doa tersebut. Kita bisa melihatnya dari hal berikut ini:

Terkait perkataan beliau untuk menganugerahkan kepada beliau kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun orang sesudah masa beliau, maka ulama terbagi kedalam dua pendapat utama yakni:

  1. Pendapat yang pertama dari para ulama menyatakan bahwa doa beliau ini menunjukkan pengharapan beliau Nabi Sulaiman alaihis salam, kepada Allah subhanahu wa taala. Beliau meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar menguatkan kerajaan beliau sehingga tidak ada satu orang pun atau satu makhluk pun yang mampu menggulingkan kerajaannya hingga beliau meninggal dunia.
  2. Sementara pendapat kedua dari para jumhur ulama menyatakan bahwa beliau Nabi Sulaiman alaihis salam berharap agar Allah subhanahu wa taala memberikan beliau kekuasaan yang besar. Kekuasaan besar yang beliau harapkan diberikan Allah kepada beliau ini kemudian tidak layak jika dimiliki oleh orang lain sesudah masa beliau.

Mengenai pendapat kedua ini kemudian dikuatkan oleh pendapat Ibnu Katsir yang menyatakan bahwa beliau Nabi Sulaiman alaihis salam, meminta kepada Allah kekuasaan yang tidak akan diberikan kepada siapa pun sesudah masa beliau. Pendapat beliau ini tertera di dalam kitab Al-Hafidz Ibnu Katsir yang terkenal yakni Tafsir Ibnu Katsir 7/70.

Bukti yang Menguatkan Terkait Mukjizat Nabi Sulaiman AS

Bukti yang Menguatkan Terkait Mukjizat Nabi Sulaiman AS

Melihat tafsir dari doa beliau Nabi Sulaiman alaihis salam di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa harapan beliau ini bahwa tidak ada satupun manusia yang kemudian diberikan kekuasaan dan kemampuan seperti beliau. Oleh karenanya tidak akan ada satu manusia pun yang memiliki kemampuan seperti beliau Nabi Sulaiman alaihis salam. Bahkan, hal tersebut termasuk Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam.

Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam sebenarnya dapat menguasai jin dan hal ini dikuatkan di sebuah hadits. Namun, beliau Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam memang tidak mau melangkahi doa Nabi Sulaiman alaihis salam yang memang menjadi keistimewaan Nabiyullah ini.

Mengenai hadist ini ada di Hadist Riwayat Bukhari nomor 461 dan juga Hadist Muslim nomor 541. Isi hadist ini menceritakan bahwa saat Rasulullah Muhammad shalalahu alaihi wa sallam sedang mengimami sholat di malam harinya, beliau melakukan suatu gerakan yang tidak umum beliau lakukan. Hal tersebut pun beliau jelaskan kepada para sahabat di pagi harinya.

Beliau Rasulullah Muhammad shalalahu alaihi wa sallam menceritakan bahwa pada malam sebelumnya ada jin ifrit yang muncul di hadapan beliau saat beliau sholat dengan niat untuk mengganggu kekhusukan sholat beliau. Allah pun mengizinkan Rasulullah Muhammad shalalahu alaihi wa sallam untuk menguasai jin tersebut dan beliau pun mampu untuk memegang jin ifrit tersebut.

Beliau Rasulullah Muhammad shalalahu alaihi wa sallam kemudian berniat untuk mengikat jin ifrit tersebut di tiang masjid agar sahabat kemudian dapat melihatnya di pagi harinya. Namun, beliau Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam kemudian mengingat doa Nabi Sulaiman alahis salam yang ada di Quran Shad ayat 35, maka beliau Rasulullah shalalahu alaihi wa sallam pun melepas jin itu dalam keadaan terhina.

Alasan beliau yang mulia Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam tidak mau mengikat jin ifrit tersebut tidak lain karena beliau menghormati saudaranya Nabi Sulaiman alaihis salam yang diberikan keistimewaan tersebut. Krena apabila beliau Nabi Muhammad shalalahu alaihi wa sallam mampu mengikat jin di tiang, artinya beliau telah mampu menguasai jin sebagaimana Nabi Sulaiman alaihis salam.

Cara Nabi Sulaiman alaihis salam Bersyukur Kepada Allah

Cara Nabi Sulaiman alaihis salam Bersyukur Kepada Allah

Saat Allah memberikan kelapangan dan keluasan kekuasaan kepada Nabi Sulaiman alaihis salam yang sebelumnya belum pernah dimiliki oleh orang dan juga tidak akan dimiliki oleh orang setelahnya, maka Nabi Sulaiman alaihis salam pun memanjatkan doanya kepada Allah. Ucapan syukur yang kemudian diucapkan oleh Nabi Sulaiman alaihis salam ini tercatat di dalam Quran Surah An-Naml ayat 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Arab-Latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Terjemah: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Ada berbagai hikmah dari kisah hidup sosok manusia mulia Nabi Sulaiman alaihis salam yang telah diberkahi oleh Allah berupa kekuasaan, kekayaan dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain selain dirinya.

Petikan ayat Al Quran di atas adalah ungkapan doa Nabi Sulaiman alaihis salam ketika beliau dan bala tentaranya sedang melewati sebuah lembah yang terdapat sarang semut di dalamnya. Ketika itu beliau yang memang telah diberikan kemampuan oleh Allah untuk memahami perkataan hewan kemudian menghentikan bala tentaranya dan menunggu semut-semut tersebut masuk ke dalam sarang.

Sebelumnya beliau Nabi Sulaiman alaihis salam mendengar salah seekor semut memerintahkan teman-temannya untuk masuk ke sarang semut agar tidak terinjak oleh bala tentara Nabi Sulaiman alaihis salam. Beliau pun tersenyum dan menghentikan pasukannya. Saat itulah beliau merasakan sangat besarnya kenikmatan yang dihadiahkan Allah bagi salah satu hambanya yang taat yakni dirinya.

Beliau pun kemudian menghadapkan hatinya kepada Rabbnya dengan berdoa seperti yang tertera di Quran Surah An-Naml ayat 19 di atas. Dari sini kita bisa melihat kerendahan hati seorang pemimpin besar yang memiliki kekuasaan sangat besar dan kenikmatan yang tak terhitung. Beliau meski memiliki kekuasaan besar tetap menyadari bahwa semua itu adalah nikmat yang diberikan Allah padanya.

Kerendahan diri dan kesadaran untuk selalu mengikatkan diri kepada Allah adalah satu hal yang harus dimiliki oleh setiap hamba Allah tatkala diberikan kenikmatan dalam hidup. Setiap detik dan setiap harinya kita selalu diberikan kenikmatan baik yang kita sadari maupun terkadang luput dari pandangan oleh Allah yang Maha Besar dan Maha Penyayang kepada hambanya.

Untuk itu atas setiap kemampuan dan kenikmatan yang kita rasakan, sangatlah penting untuk selalu mengingat bahwa semua itu semata-mata dari Allah. Dengan terus terikat pada pemahaman ini, seseorang, tak peduli seberapa besar kekuasaan dan kekayaannya, dia akan terus merendah di hadapan Tuhannya dan tidak sombong terhadap manusia karena itu semua semata dari Allah subhanahu wa taala.

Lantas, Bolehkah Kita Berdoa dengan Doa Nabi Sulaiman AS

Lantas, Bolehkah Kita Berdoa dengan Doa Nabi Sulaiman AS

Bagian ini adalah bagian terpenting dari pembahasan mengenai kumpulan doa Nabi Sulaiman beserta arab, latin, arti. Pasalnya, banyak masyarakat yang kemudian dengan bebas tanpa dasar menggunakan doa Nabi Sulaiman alaihis salam yang tertera di Al Quran surah Shad ayat 35 ini dan menambah-nambahkannya dengan ritual tertentu.

Beberapa orang bahkan mengajarkan bahwa untuk mendapatkan kekayaan, maka seseorang harus mengulang-ulang doa Nabi Sulaiman alaihis salam yang ada di Al Quran surah Shad ayat 35 hingga beberapa puluh atau ratus kali. Terkadang waktu untuk mengulang-ulang doa ini bahkan sudah ditentukan entah itu setelah sholat maupun pada malam hari setelah sholat Tahajud.

Selama hal tersebut tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, maka sangat diharuskan bagi umatnya untuk menjauhi amalan tersebut. Hal ini dikarenakan amalan ibadah dengan adanya keyakinan tertentu, misal dalam hal ini mendatangkan kekayaan, tanpa didasarkan oleh petunjuk Sunnah Rasul, dikhawatirkan justru menjadi jalan masuknya gangguan jin ke seseorang.

Mengenai posisi doa ini sendiri sudah sangat jelas bahwa doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman alaihis salam ini adalah doa yang menjadi kekhususan beliau. Beliau meminta diberikannya mukjizat berupa kebesaran dan kekuasaan yang tidak akan diberikan oleh Allah kepada orang-orang setelahnya. Dengan begitu, doa ini hanya berlaku bagi beliau dan tidak akan diberikan mukjizat ini kepada orang lain.

Hal ini sama dengan doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Allah yang mulia yakni Nabi Isa alaihis salam untuk diturunkannya hidangan dari langit. Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Isa alaihis salam ini terekam di dalam Al Quran surah Al-Maidah ayat 114.

Di dalam doa ini Nabi Isa alaihis salam meminta agar diturunkan hidangan dari langit yang kemudian hari diturunkannya tersebut dijadikan sebagai hari raya bagi beliau dan pengikutnya. Diturunkannya hidangan dari langit ini pun akan menjadi salah satu tanda dari kekuasaan Allah. Jika melihat doa ini, tentu sangat tidak mungkin jika doa ini dipanjatkan oleh selain beliau apalagi orang biasa seperti kita.

Selanjutnya ada lagi doa dari Nabi Ibrahim alaihis salam yang menjadi bapaknya para Nabi agar Allah memperlihatkan padanya bagaimana Allah menghidupkan orang yang mati. Hal ini tercatat di dalam Quran Surah Al Baqarah ayat ke 260 dimana Nabi Ibrahim alaihis salam meminta kepada Allah ditunjukkan cara Allah menghidupkan orang mati.

Atas permintaannya ini, Allah pun berfirman kepada Nabi Ibrahim alaihis salam apakah beliau, Nabi Ibrahim alaihis salam, belum yakin akan kebesaran Allah? Maka Nabi Ibrahim alaihis salam pun menjawab bahwa beliau sudah yakin namun agar beliau lebih manta saja dengan keyakinannya. Selanjutnya Allah pun menunjukkan kekuasaannya di hadapan beliau.

Jika melihat beberapa contoh di atas, bisa dikatakan bahwa doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman alaihis salam adalah doa yang khusus untuk dirinya. Hal ini dikarenakan apa yang beliau minta adalah mukjizat yang memang tidak akan diberikan kepada orang lain.

Untuk itu orang lain tidak boleh menjadikan kumpulan doa Nabi Sulaiman beserta arab, latin, arti yang mana doa tersebut memang dijadikan sebagai mukjizat beliau, yang khusus hanya untuk beliau saja. Apakah sifat doa khusus milik beliau ini bersifat mutlak? Ya, sifatnya mutlak dalam artian bahwa terlepas dari tujuan apapun Anda menggunakan doa Nabi Sulaiman alaihis salam, hal tersebut tetap terlarang.

Adakah Doa yang Boleh Anda Tiru dari Seorang Nabi?

Adakah Doa yang Boleh Anda Tiru dari Seorang Nabi?

Ada banyak doa yang diucapkan oleh para Nabi yang bisa ditiru oleh umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam hari ini. Doa-doa ini terdapat di dalam Al Quran yang mulia dimana Anda bisa membacanya setiap hari. Beberapa contoh doa yang kerap diucapkan oleh umat Muslim ketika akan menyampaikan pidato, ceramah, dakwah dan sebagainya adalah doa yang disebutkan oleh Nabi Musa alaihis salam.

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي  وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي

Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku

Doa ini disampaikan oleh Nabi Musa alaihis salam saat akan menghadapi Firaun yang zalim. Doa yang bagus ini terdapat di dalam Al Quran surat Thaha ayat 25 sampai 28. Doa ini sangat umum dan memang dapat digunakan oleh manusia pada umumnya terutama ketika Anda sedang ingin menyampaikan suatu kalimat atau penjelasan kepada orang lain. Tujuannya agar ucapan itu dapat lebih dipahami orang tersebut.

Selain doa Nabi Musa alaihis salam di atas, masih ada beberapa doa lagi yang boleh Anda gunakan setiap hari baik setelah sholat ataupun ketika sedang menjalani aktivitas tertentu. Yang terpenting adalah Anda memahami bahwa doa tersebut bukanlah doa mukjizat yang memang dikhususkan bagi seorang rasul dan nabi Allah di masanya.

Selain doa Nabi Musa alaihis salam di atas, masih ada lagi beberapa doa para Nabi Allah yang mulia yang dicatat di dalam Al Quran. Contohnya saja doa Nabi Yunus alaihis salam tatkala beliau sedang ditelan di dalam perut ikan paus yang sangat gelap.

Doa Nabi Yunus alaihis salam ini sangat baik untuk diucapkan setiap hari mengingat kita yang memang sering berbuat dosa. Oleh karena itu, doa Nabi Yunus alaihis salam ini adalah doa dimana kita memohon ampunan kepada Allah atas dosa yang telah kita lakukan.

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Arab-Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Terjemah Arti: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.

Selain doa di atas, doa Nabi Sulaiman alaihis salam tatkala bertemu dengan kawanan semut yang bersembunyi di dalam sarang juga bisa Anda amalkan. Pasalnya, doa ini bersifat umum dan bukanlah doa yang berisi mukjizat tertentu bagi seorang Nabi alaihis salam. Doa tersebut seperti di bawah ini:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Arab-Latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Terjemah: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Lantas Bagaimana Memahami Konsep Rezeki dalam Islam?

Lantas Bagaimana Memahami Konsep Rezeki dalam Islam?

Patut dipahami sebelumnya bahwa dalam Islam kita memahami konsep qada’ wa qadar atau takdir yang baik dan buruk semuanya dari Allah. Bahwa takdir manusia sudah diatur oleh sehingga tidak ada gunanya terlalu bersedih ketika tertimpa musibah atau terlalu mengejar-ngejar sesuatu yang diluar kuasa seseorang.

Takdir yang sudah ditentukan ini termasuk besaran atau rezeki yang memang sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa taala. Oleh karena itu, seorang muslim diwajibkan untuk bertebaran di muka bumi mencari rahmat dan rezeki dari Allah yang tersebar di seluruh tempat di muka bumi.

Namun, sebagai muslim tentu harus dipahami bahwa ketika mencari rezeki tersebut maka seberapa besaran yang diperoleh semua itu dari Allah semata. Terlepas dari apakah rezeki tersebut besar ataukah kecil menurut pandangan manusia, semuanya sudah diatur oleh Allah. Sehingga tugas kita hanyalah mencari dan berikhtiar karena kita sendiri belum mengetahui berapakah rezeki tersebut untuk kita.

Meski begitu, bukan berarti dalam Islam seorang muslim tidak boleh meminta kepada Allah dilapangkan rezekinya. Ada beberapa amalan yang memang sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk dilakukan agar Allah lapangkan rezekinya. Berikut adalah amalan yang memang sudah dicontohkan dan diperintahkan oleh Allah di dalam Al Quran:

1. Perbanyak Istighfar

Perintah untuk perbanyak memohon ampun kepada Allah terdapat di dalam Al Quran surah Nuh ayat 10 sampai 12. Bahkan faedah istighfar sendiri memang sangat luas. Hal ini juga dikuatkan dengan perkataan Hasan Al Bashri saat seseorang mengadukan musim paceklik. Maka beliau, Al Hasan memerintahkan agar orang tersebut perbanyak istighfar pada Allah.

2. Menjalin Hubungan Silaturahim

Bersilaturahim atau menyambung hubungan tali persaudaraan yang pernah putus sebelumnya dengan anggota kerabat dapat menambah atau melapangkan rezeki seseorang. Hal tersebut bahkan terdapat secara langsung di dalam hadist Rasulullah shalallahu alai wa sallam bahwa siapa yang ingin agar rezekinya dilapangkan dan umurnya dipanjangkan maka disarankan untuk menyambung silaturahim.

3. Bersedekah

Jika ingin dilapangkan rezekinya, maka seorang muslim justru sangat disarankan untuk memperbanyak sedekah. Hal ini terdapat di dalam hadist Riwayat Muslim nomor 2588 bahwa sedekah sekali-sekali tidaklah mengurangi harga seseorang. Sebaliknya, dari harta yang disedekahkan tersebut akan dihilangkan kemungkinan bahaya darinya. Harta tersebut pun lebih berkah.

4. Berdoa Memohon Rezeki

Rasulullah mencontohkan doa untuk memohon rezeki kepada Allah yang ada di hadist Riwayat Ibnu Majah nomor 925 serta hadist Riwayat Ahmad. Doa yang diriwayatkan oleh istri beliau Ummu Salamah ini sangat baik untuk diamalkan. Doa ini dipanjatkan beliau secara rutin setelah salam sholat Subuh.

هُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

Selain empat poin di atas, Anda juga harus bertakwa kepada Allah. Kesimpulannya adalah Anda harus menghindari untuk mengamalkan kumpulan doa tersebut beserta arab, latin, arti sebagai doa apabila doa tersebut memang dikhususkan hanya untuk beliau saja. Sebaliknya, jika Anda berdoa dengan doa seperti surah An-Naml ayat 19, maka hal tersebut diperbolehkan karena sifatnya yang umum.

Kumpulan Doa Nabi Sulaiman Beserta Arab, Latin, Arti (lengkap)

Leave a Reply