Doa Penutup Majelis : Adab, Terjemahan serta Keutamaannya 1

Doa Penutup Majelis : Adab, Terjemahan serta Keutamaannya

Doa Penutup Majelis – Majelis atau pertemuan dalam agama Islam merupakan suatu kegiatan keagamaan yang mencari ridha Allah SWT. Dalam kegiatan keagamaan ini, pastinya ada doa-doa yang wajib diucapkan untuk menambah keberkahan. Salah satunya adalah doa penutup majelis: keutamaan, adab, dan terjemahannya yang biasanya diucapkan pada bagian akhir kegiatan.

Dalam setiap majelis, tentu terdapat pemateri dan pendengar yang dalam hal ini saling berdiskusi satu sama lain membicarakan tentang keagamaan. Dalam proses diskusi, kedua belah pihak ini pasti memiliki beberapa kesalahan sebagai manusia, baik dalam berucap maupun berperilaku. Oleh karena itu hendaknya membaca doa penutup majelis atau yang biasa disebut sebagai doa kafaratul majelis.

Doa Penutup Majelis Beserta Artinya

Doa Penutup Majelis Beserta Artinya

Doa penutup majelis memiliki dua versi, yaitu yang panjang dan yang pendek. Dalam hal ini, Anda diberi kebebasan untuk melafazkan yang lebih panjang atau yang lebih pendek sesuai dengan kemampuan. Karena pada dasarnya tidak pernah ada paksaan, yang membedakan adalah doa yang dipanjatkan dari kedua doa tersebut. Simak salah satunya di bawah ini :

1. Doa penutup majelis 1

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِك
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ.

 

Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

2. Doa penutup majelis 2

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

 

Artinya : Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR Abu Dawud).

Kedua doa di atas pada dasarnya sama, merupakan doa penutup majelis yang dapat Anda baca di akhir kegiatan majelis. Namun Anda dapat memilih menghafalkan salah satu doa di atas untuk mempermudah dalam melafadzkannya dalam kegiatan majelis sehari-hari.

Makna Doa Penutup Majelis

Makna Doa Penutup Majelis

Ketika berada di dalam suatu majelis, biasanya membahas tentang berbagai tema keisalaman yang memang sangat luas dan dalam. Sifat manusia memang tidak luput dari suatu kesalahan. Karenanya, pada saat berada pada dalam suatu majelis harus menjalankan adab-adab serta doa penutupnya untuk meminta ampunan dari dosa yang mungkin dilakukan.

Makna dari doa penutup majelis di atas merupakan permohonan maaf dari seorang hamba kepada Allah SWT dari setiap kesalahan yang dilakukan pada saat berada di dalam majelis tersebut. Ketika berada dalam suatu majelis, apakah Anda pasti berfokus pada pemateri? Sebagai manusia, tentu tidak. Sebagian besar dari Anda pasti memiliki jangka waktu konsentrasi yang berbeda-beda.

Oleh karenanya, dianjurkan untuk beristighfar sebelum memulai majelis untuk memohon ampunan dari dosa yang dimiliki. Agar memudahkan materi keagamaan masuk ke dalam otak, terutama relung hati karena yang menjalankan dimulai dari hati terlebih dahulu. Ketika hati mulai terketuk, maka Anda akan semakin mudah untuk menjalankannya.

Ketika berada di suatu majelis, terdapat beberapa kesalahan yang tidak disengaja. Salah satunya seperti memikirkan hal duniawi atau permasalahan yang terjadi dalam kehidupan. Sehingga tubuhnya berada dalam majelis, namun pikirannya berjalan kemana-mana. Sehingga tidak fokus dan menyebabkan materi yang disampaikan tidak masuk ke dalam jiwa.

Selain itu, apabila suatu majelis yang Anda datangi memiliki jamaah yang banyak, tentu akan terkesan lebih ramai. Sehingga memudahkan untuk memalingkan diri baik dalam bentuk berbicara dengan sesama teman, bermain hp, maupun memfokuskan diri ke arah yang lain. Hal ini tentu mengganggu jalannya proses penyampaian pesan dari pemateri kepada jamaah yang hadir.

Kesalahan yang tidak disengaja seperti di atas terkadang disadari maupun tidak, pasti terjadi pada diri Anda. Karena itu Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa penutup majelis sebagai upaya untuk memohon ampunan dari kesalahan yang dilakukan ketika berada dalam suatu majelis.

Ketika berada di dalam suatu majelis, hendaknya memiliki sifat tenang dan khusyuk untuk menerima materi dari pembicara. Sehingga dapat diterima secara keseluruhan oleh otak dan dimasukkan ke dalam hati, sehingga dapat menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika membaca dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan memberikan ampunan kepada Anda. Ampunan tersebut dapat membantu untuk memperlancar segala niat serta aktivitas yang Anda lakukan setelah menjalankan aktivitas di majelis tersebut.

Adab Membaca Doa Penutup Majelis

Adab Membaca Doa Penutup Majelis

Ketika membaca doa kafaratul majelis, ada beberapa adab yang harus Anda penuhi. Hal ini dilakukan untuk memperlancar serta memberikan keberkahan bagi Anda untuk menjalankan aktivitas setelahnya maupun pada saat kegiatan majelis berlangsung. Adapun beberapa adab yang wajib dilakukan ketika membaca doa kafaratul majelis adalah sebagai berikut :

1. Membaca dengan khusyuk’

Membaca doa dengan khusyuk’ memang bukanlah sebuah kiasan, melainkan hal yang harus dilakukan sebagai umat muslim terhadap Lillah. Ketika melafazkan doa kafaratul majelis, Anda perlu melafazkan dengan penuh harap kepada Allah SWT.

2. Memahami makna doa

Arti dari doa kafaratul majelis memiliki berbagai makna yang dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan keimanan. Ketika mengerti dan memahami makna dari suatu doa, maka Anda akan lebih khusyuk dalam membacanya. Bacaan yang khusyuk ini akan mempercepat doa Anda diijabah oleh Allah SWT.

Ketika memahami makna dari doa, maka Anda akan berkeyakinan bahwa doa tersebut akan diijabah. Sehingga dalam setiap majelis, pasti akan dibaca berulang-ulang agar terwujud keinginan dalam sebuah doa tersebut.

3. Menengadahkan tangan

Meskipun bacaan doa kafaratul majelis sangat pendek, namun ketika membacanya alangkah baiknya dengan menengadahkan kedua tangan. Kemudian bacakan doa tersebut baik secara lirih maupun di dalam hati. Menengadahkan tangan ketika membaca doa ini juga dilakukan agar menambah kekhusyuk’an.

4. Membaca dengan perlahan

Bacaan doa kafaratul majelis ini berada di akhir pertemuan. Meskipun pada saat itu Anda memiliki jadwal yang padat untuk beralih aktivitas, namun pada saat pembacaan doa harus secara perlahan agar meningkatkan kekhusyuk’an. Selain itu, pada dasarnya isi doa adalah memohon kepada Allah SWT. Adab membaca doa adalah dilakukan secara perlahan.

Keutamaan Doa Penutup Majelis

Doa penutup majelis memiliki keutamaan yang dapat meningkatkan derajat seorang muslim atau muslimah yang secara konsisten melakukannya. Adapun keutamaan ketika membaca doa penutup majelis adalah sebagai berikut :

1. Menghapuskan dosa

doa untuk Menghapuskan dosa

Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu berkata: “Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.”

Bacaan tersebut merupakan doa yang diajarkan Rasulullah setelah selesai pada sebuah majelis. Selanjutnya  seorang sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR Abu Dawud).

Pada saat berada di dalam majelis, bisa saja Anda melakukan beberapa hal yang tidak diperbolehkan, seperti bercanda, menyampaikan kata-kata yang sia-sia, tidak hormat kepada orang tua, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, Allah SWT memberikan kesempatan bagi Anda sebagai anggota dari sebuah majelis ilmu untuk meminta ampunan atas dosa-dosa kecil yang tidak sengaja dilakukan tersebut. Karena itu pembacaan doa penutup majelis ini dilakukan di akhir.

Penjelasan di atas dapat mencerminkan bahwa doa kafaratul majelis ini dapat menjadi penghapus dosa bagi orang yang berada pada majelis tersebut. Baik dosa kecil maupun dosa besar, baik disengaja maupun tidak, doa ini dapat membantu menghapuskan dosa tersebut.

2. Memudahkan memahami ilmu

Memudahkan memahami ilmu

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَامِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak zikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Menerima ilmu dan hidayah merupakan kehendak dari Allah SWT sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada seorang hamba. Apabila Anda membaca doa kafaratul majelis, maka ilmu yang didapatkan ketika mengikuti majelis tersebut akan masuk dan meresap pada diri Anda. Sehingga akan memudahkan untuk mengaplikasikan dalam kehidupan.

Baca Juga: https://sekolahnesia.com/doa-sebelum-dan-sesudah-belajar/

3. Memperkuat keimanan

Memperkuat keimanan

Ketika mengetahui arti kemudian memahami arti dari doa penutup majelis tersebut, Anda akan memperoleh berbagai macam kebaikan, mulai dari diri sendiri maupun di sekitar tempat tinggal. Memahami arti dari doa tersebut tentu akan memberikan kesadaran bagi Anda untuk terus mengharap kepada Allah SWT.

Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah tidak menutup sebuah majelis dengan pembacaan Al-Qur’an maupun shalat, namun menutup kegiatan majelis dengan bacaan doa kafaratul majelis.

Pada saat itu Rasulullah SAW menjawab, bahwa barang siapa yang berkata baik, maka akan ditutup pula dengan kebaikan. Doa kafaratul majelis ini dapat menjadi penutup atas kebaikan yang dilakukan pada saat di dalam majelis.

Pada dasarnya, sebagai manusia tentu memiliki khilaf dan salah. Terkadang hal tersebut merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar, maupun tidak sadar. Hal inilah yang dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan keimanan.

Dari Aisyah RA ia berkata, “Tidaklah Nabi duduk di majelis, tidak pula membaca al qur’an dan tidak pula sholat kecuali menutupnya dengan kalimat-kalimat tersebut. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca Al qur’an dan juga tidak sholat kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut?”

Kemudian, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Iya, siapa yang berkata baik akan ditutup dengan stempel kebaikan, dan siapa yang berkata buruk, akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika” (HR An Nasa’i).

4. Membuka pintu surga

Membuka pintu surga

Allah SWT sangat menghargai orang yang berilmu. Sebagai umat muslim, Anda tentu mengharapkan surga sebagai tujuan terakhir. Oleh karena itu, segala perilaku dan ibadah yang dijalankan dikhususkan untuk memperoleh pahala untuk memasuki surga Allah SWT.

Mencari ilmu merupakan salah satu upaya untuk memperoleh surga. Berbagai manfaat yang diperoleh dari ilmu, baik untuk mencukupi kebutuhan di dunia maupun mencukupi kebutuhan di akhirat melalui amal jariyah.

Ketika membahas tentang ilmu agama secara menyeluruh, hendaknya dimulai dengan doa dan diakhiri dengan doa pula. Ketika dibuka dengan doa, maka seharusnya ditutup dengan doa penutup. Dimana doa kafaratul majelis ini merupakan doa untuk memudahkan masuk surga.

5. Menghindari murka Allah SWT

Menghindari murka Allah SWT

Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa Allah SWT sangat menyukai permintaan dari hamba-hamba-Nya. Apabila tidak meminta, justru hamba tersebut tergolong menjadi hamba yang sombong karena merasa mampu memperoleh semuanya tanpa bantuan Allah SWT.

Dalam doa penutup majelis ini, Anda sebagai hamba-Nya meminta ampunan dari perbuatan dosa baik disengaja maupun tidak. Karena pada dasarnya Allah SWT Maha Mengetahui apapun yang kita perbuat.

Adanya doa penutup majelis ini dijadikan sebagai sarana untuk meminta ampunan atas segala hal yang dilakukan baik dalam majelis maupun aktivitas dalam satu hari yang dilakukan pada saat itu. Hal ini dilakukan untuk menghindari murka Allah SWT.

6. Menenangkan jiwa

Menenangkan jiwa

Anda sebagai umat muslim tentu harus mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas agar apapun yang dilakukan mendapat ridho dan keberkahan. Bagi orang beriman yang selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkahnya, maka akan diberi ketenangan hati dan pikiran.

Bahwa hamba tersebut senantiasa menanamkan dalam jiwa bahwa Allah melihat, Allah bersama, dan Allah mendampinginya. Sehingga Anda perlu membaca doa kafaratul majelis maupun selalu menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dijalankan.

7. Menjalankan perintah Allah SWT

Menjalankan perintah Allah SWT

Allah SWT selalu memerintahkan umat untuk berzikir, memuji, serta memohon ampunan. Adapun semua aktivitas yang dilakukan dimulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, harus berzikir untuk memperoleh ampunan-Nya.

Berzikir dan berdoa merupakan salah satu bentuk penghormatan yang dikhususkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, membaca doa penutup majelis digunakan sebagai salah satu upaya untuk menjalankan perintah Allah SWT dalam hal berzikir.

Ketika mengawalinya dengan ucapan basmallah, alangkah baiknya untuk mengucapkan doa penutup sebagai stempel untuk menutup hal-hal yang baik. Karena pada dasarnya ucapan basmallah merupakan bentuk kebaikan.

Dalam pengertian doa penutup majelis ini, berisi tentang permohonan ampun yang ditujukan kepada Allah SWT. Karena pada dasarnya Allah SWT menyukai majelis ilmu, bahkan disebutkan bahwa dalam majelis ilmu terdapat malaikat yang bergabung.

Penjelasan tentang pentingnya membaca doa penutup majelis di atas dapat menjadi salah satu ilmu bermanfaat bagi Anda untuk melaksanakannya ketika hadir pada suatu majelis. Pada dasarnya semua doa adalah baik, namun doa penutup majelis merupakan salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai penutup dari sebuah majelis ilmu.

Doa Penutup Majelis : Adab, Terjemahan serta Keutamaannya

Leave a Reply