Bacaan Doa Tahlil: Arab, Urutan serta Tata cara Serta Terjemahan 1

Bacaan Doa Tahlil: Arab, Urutan serta Tata cara Serta Terjemahan

Bacaan Doa Tahlil – Sebagian besar umat Islam melakukan tahlil di waktu-waktu tertentu. Umat Islam yang memiliki ajaran Nahdlatul Ulama (NU) yang sering melakukan pembacaan do’a tahlil.

Para ulama menyetujui bahwa pembacaa tahlil merupakan pahala sedekah yang dikirimkan oleh keluarga kepada orang yang telah meninggal. Do’a tahlil biasanya dilakukan saat memperingati hari khusus orang yang meninggal.

Namun demikian, do’a tahlil ini biasa dilakukan rutin setiap hari malam jum’at. Baik dilakukan pada oleh keluarga sendiri, para jama’ah di masjid, maupun bersama dengan tetangga.

Setiap do’a yang disampaikan adalah bentuk sedekah yang bisa diniatkan untuk diberikan oleh keluarga kepada orang yang telah meninggal. Kalimat tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil yang diucapkan pada saat pembacaan tahli merupakan sedekah.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً

Inna bikul li tasbiikhati wa kulli takbiirati shodaqoh wa kulli takhmiidati shodaqoh wa kulli tahlillah

 

Artinya: “Sesungguhnya pada setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Tata Cara dan Urutan Pembacaan Do’a Tahlil

Sebenarnya dalam pelaksanaannya, pembacaan do’a tahlil tidak terdapat tata cara semacam rukun yang wajib untuk dipenuhi. Namun, alangkah lebih baik jika Anda melaksanakan do’a tahlil dengan menetapkan hati yang ikhlas kepada Allah, berdo’a  dengan menghadap kiblat, dan dalam kondisi yang suci dengan berwudhu.

Adapun urutan do’a-do’a yang telah disusun untuk melakukan pembacaan do’a tahlil yang semata-mata ditujukan kepada Allah SWT. Berikut bisa Anda gunakan sebagai alternatif pembacaan do’a tahlil:

1. Pengantar Al-Fatihah

Pengantar Al-Fatihah

Tahlil di awali dengan membaca tawasul sebelum membaca Q.S Al-Fatihah ayat 1-7. Tawasul ini ditujukan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, para sahabat Nabi, para ulama, arwah orang yang telah meninggal, dan khususnya pada arwah yang dikirim do’a tahlil ini. Biasanya nama-nama orang yang sudah meninggal disebutkan satu persatu sebelum mengirimkan surat Al-Fatihah.

Berikut adalah bacaan tasawul yang bisa Anda baca berserta latin dan terjemahannya:

Bismillaa hirrahmaanir rahiim

Ilaahadharatin nabiyyil musthofaa shollallahu ‘alaihi wa sallama, wa aahlihi wa azwajihii wa aulaadihi wa dzurriyyatihi (menyebutkan nama-nama arwah yang sudah mendahului). Al fatihah….

Artinya : “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, kepada yang terhormat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpilih, kepadanya segenap keluarga para istri dan anak cucu beliau, bacaan al fatihah kami tujukan untuk beliau…(menyebutkan nama-nama arwah yang sudah mendahului)”

2. Al-Fatihah

Al-Fatihah

Sama seperti pada saat akan melakukan suatu kegiatan yang baik harus didahului dengan basmalah atau AL-Fathah. Ummul Qur’an ini juga dibaca dalam pembukaan do’a tahlil. Al-Fatihah ibarat do’a yang memiliki keistimewaan-keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh Ummul Qur’an ini adalah kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan diterima oleh Allah SWT.

Diharapkan dengan membaca Al-Fatihah kebaikan dalam membaca tahlil akan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah bacaan dari Q.S Al-Fatihah beserta latin dan terjemahannya:

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

.الدِّيْنِ اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . مَلِكِ يَوْمِ

الَّمُسْتَقِيْمَ الصِّرَاطَ اِهْدِنَا. كَنَسْتَعِيْنُ وَاِيَّا كَنَعْبُدُ اِيَّا

اَمِينْ .الضَّالِّيْنَ وَلَا عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوْبِرِغَيْعَلَيْهِمْ اَنْعَمْتَ يْنَ الَّذِ صِرَاطَ

Alhamdulillaahi rabbill’aalamiin. Arrohmaanir rahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin. Aamiinn

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami.” (Al-Fatihah: 1-7)

3. Pembacaan surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali

Pembacaan surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali

Urutan selanjutnya pembacaan do’a tahlil adalah membaca surat pendek. Surat pendek Al-Qur’an yang dibaca pertama kali adalah Q.S Al-Ikhlas. Surat Al-Ikhlas ini adalah salah satu surat Al-Qur’an yang menjadi favorit para umat muslim.

Selain itu, surat ini memiliki khasiat dan hikmah yang luar biasa. Dengan membaca Al-Ikhlas 80.000 malaikat berdoa kepada Allah agar pahala orang yang membaca surat Al-Ikhlas diberikan.

Dengan diberikannya pahala kepada orang yang membaca surat Al-Ikhlas diharapkan setiap kebaikan yang dilakukan juga bisa menjadi sedekah kepada arwah yang dikirim do’a tahlil. Berikut adalah bacaan Q.S Al-Ikhlas:

. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
.ا اَحَدٌلَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوً

Bismillahirrahmanirrahim. qul huwallahu ahad. allahu somad. lam yalid wa lam yụlad. wa lam yakul lahụ kufuwan ahad

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’”
(Al-Ikhlas 1-4)

3. Tahlil dan takbir

Tahlil dan takbir

Membaca tahlil dan takbir adalah salah satu amalan dzikir yang harus selalu di amalkan oleh seorang mukmin. Tidak lengkap rasanya jika dalam pembacaan do’a tahlil tidak ada kalimat tahlil dan takbir. Berikut adalah tahlil dan takbir yang diucapkan:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Laa illaha illallah wallahu akbar

 

Artinya: “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

4. Pembacaan surat Al-Falaq sebanyak 1 kali

Pembacaan surat Al-Falaq sebanyak 1 kali

Urutan bacaan doa tahlil selanjutnya adalah membaca surat pendek Al-Falaq. Q.S Al-Falaq memiliki keistimewaan, yaitu melindungi dari segala bentuk sihir dan kedengkian. Dengan membaca surat ini akan menghindarkan kedengkian-kedengkian setan sehingga hati Anda tetap menuju kepada Allah. Berikut adalah firman Allah SWT Q.S Al-Falaq berserta latin dan terjemahannya:

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ .بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ.

شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillahirrahmanirrahim. qul a’uzu birabbil-falaq. min syarri maa khalaq. wa min syarri gaasiqin izaa waqab. wa min syarrin-naffaasaati fil-‘uqad. wa min syarri haasidin izaa hasad

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang- orang yang dengki apabila ia mendengki.’” (Al-Falaq: 1-5)

5. Tahlil dan takbir

Tahlil dan takbir

Dengan senantiasa mengucapkan tahlil dan takbir maka hidup orang yang membacanya akan diberkahi. Seorang mukmin berlomba-lomba untuk mengerjakan ibadah yang satu ini karena sangat mudah untuk dilaksanakan. Dalam pembacaan do’a tahlil, bacaan kalimat ini diulang beberapa kali.

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Laa illaha illallah wallahu akbar

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

6. Pembacaan surat An-Naas sebanyak 1 kali

Pembacaan surat An-Naas sebanyak 1 kali

Surat pendek Al-Qur’an selanjutnya yang juga dibaca pada saat pembacaan do’a tahlil adalah surat An-Naas. Dengan membaca surat An-Naas Anda sama dengan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Karena keistimewaan yang terkandung dalam surat An-Naas yang Anda baca adalah Anda akan diberikan perlindungan dan dihindarkan dari godaan syetan baik dalam bentuk manusia maupun bentuk jin. Sehingga Anda selalu dalam perlindungan-Nya.

Berikut adalah bacaan surat An-Naas beserta latin dan terjemahannya:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bismillahirrahmanirrahim. qul a’uzu birabbin-naas. malikin-naas. ilaahin-naas. min syarril-waswaasil-khannaas. allazii yuwaswisu fii sudurin-naas. minal-jinnati wan-naas.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’”

7. Pembacaan Al-Fatihah

Pembacaan Al-Fatihah

Urutan selanjutnya pada bacaan Doa Tahlil: Tata cara, urutan, arab, latin, terjemahan adalah pembacaan Al-Fatihah sekali lagi untuk membuka pembacaan do’a tahlil karena setiap amalan yang akan Anda lakukan didahului dengan membaca Al-Fatihah. Bacaan Ummul Qur’an yaitu firman Allah SWT  Al-Fatihah ayat 1-7 sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

.الدِّيْنِ اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . مَلِكِ يَوْمِ

الَّمُسْتَقِيْمَ الصِّرَاطَ اِهْدِنَا. كَنَسْتَعِيْنُ وَاِيَّا كَنَعْبُدُ اِيَّا

اَمِينْ .الضَّالِّيْنَ وَلَا عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوْبِرِغَيْعَلَيْهِمْ اَنْعَمْتَ يْنَ الَّذِ صِرَاطَ

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillaahi rabbill’aalamiin. Arrohmaanir rahiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin. Aamiinn

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami.” (Al-Fatihah: 1-7)

8. Tahlil dan takbir

Tahlil dan takbir

Pembacaan kalimat tahlil dan takbir di baca berselang-seling setelah salah satu urutan tata cara pembacaan do’a tahlil ini dilakukan. Kalimat tahlil dan takbir yang mudah diucapkan namun terdapat keberkahan yang luar biasa di dalamnya.

Dzikir kepada Allah SWT mampu menguatkan dan memantapkab hati kepada Allah SWT dan membuat berdo’a semakin khusyuk menyembah Allah. Berikut adalah kalimat tahlil dan takbir yang dibaca:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Laa illaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

9. Pembacaan awal surat Al-Baqarah

Pembacaan awal surat Al-Baqarah

Surat kedua Al-qur’an yaitu Surat Al-Baqarah dibaca pada pembacaan do’a tahlil. Keutamaan yang dimiliki ayat-ayat pertama surat ini adalah dilindungi dan dijauhkan diri dari godaan dan tipu daya setan. Memohon pertolongan kepada Allah agar setan-setan tidak memasuki rumah-rumah dengan membaca awal Surat Al-Baqarah ini.

Berikut adalah bacaan Surat Al-Baqarah lengkap dengan latin dan terjemahannya:

Alif laammiim. Dzaalikal kitaabu laaroiba fiihi hudan lil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bilghoibi wayuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaknaa hum yunfiquuna. Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun. Ulaa’ika ‘alaahudan mirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif laammiim. Demikian itu kitab Al Quran tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghoib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu Muhammad dan kitab kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat, mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya, dan merekalah, orang orang yang beruntung.” (Al-Baqarah: 1-5)

10. Surat Al-Baqarah ayat 163

Surat Al-Baqarah ayat 163

Q.S Al-Baqarah ayat 163 berbunyi:

وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Wa ilahukum waahid laa ilahailla huwarrohmanirrahim

Artinya: “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih dan maha penyayang.” (Al-Baqarah: 163)

Ayat ke 163 Surat Al-Baqarah ini menegaskan mengenai keesaan Allah SWT. Tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya Allah lah yang berhak atas segala ibadah yang dilakukan kaum mukmin, dan tiada yang bisa menandingi akan kekuasaan-Nya sebagai pencipta bumi dan seisinya.

Membaca ayat ini berarti Anda bersaksi atas keesaan Allah dan Allah akan menambah nikmat kepada umat yang senantiasa memuji-Nya

11. Surat Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi)

Surat Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi)

Ayat kursi merupakan ayat yang paling mulia di dalam Al-Qur’an karena pada kandungan ayat ini menjelaskan tentang keesaan dan kekuasaan mutlak khusus yang dimiliki oleh Allah SWT. Saat membaca ayat kursi maka akan merasa tentram dan damai. Pembacaan ayat kursi atau Q.S Al-Baqarah ayat 255 ini setara dengan kita membaca dzikir yang menjunjung tinggi Allah SWT.

Limpahkanlah semua kepada-Nya dengan berdoa memohon ampunan serta memohon atas petunjuk-Nya. Tiada dzat yang sempurna dan layak disembah melainkan Allah SWT. Allah adalah satu, Allah Maha Esa. Pembacaan do’a tahlil tidak akan lengkap jika tidak memuji Allah SWT dengan membaca ayat yang paling mulia ini yaitu ayat kursi.

Berikut adalah bacaan ayat kursi yang dibaca pada pembacaan do’a tahlil, Q.S Al-Baqarah ayat 255:

Allahu laailaaha illa huwal hayyul qoyyuumulaa ta’khudzuhuu sanatuwwalaa naum. Lahuumaa fissamaawaati wamaa fil ardhi magdzal ladzii yasyfa’u ingdahu illaa bi idznihii. Ya’lamumaa bainaaidiihim wamaa kholfahumwa laa yuhiithuuna bisyai’in min ilmihi illaa bimaasyaa’a wasi’a kursiyyuhus samaa waati wal ardho walaa ya’uudhuhu hifzhuhumaa wahuwal aliyyul’azhiim.

Artinya: “Allah, tiada yang patut disembah kecuali hanya Dia. Yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur kepunyaannya apa yang ada di langit dan di bumi, siapakah yang akan dapat memberikan syafaat disisinya tanpa mendapat izin darinya? Dia mengetahui apa apa yang ada di hadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmunya kecuali apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan dia maha tinggi lagi maha agung.” (Al-Baqarah: 255)

12. Surat Al-Baqarah ayat 285-286

Surat Al-Baqarah ayat 285-286

Urutan selanjutnya adalah dengan membaca dua ayat terakhir dari Q.S Al-Baqarah yaitu ayat 285 dan 286. Keistimewaan yang dimiliki dua ayat terkahir surat kedua Al-Qur’an ini adalah seperti melakukan ibadah pada malam hari. I’tikad seseorang yang membacanya juga akan dikuatkan karena kedua ayat ini memiliki kandungan iman dan amal secara bersamaan.

Do’a tahlil yang hendak dilakukan sebaiknya mampu menguatkan iman dan amal untuk Allah SWT. Berikut bacaan arab, latin, dan terjemahan dari Q.S Al-Baqarah ayat 285-286:

Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardli, wa in tubduu maa fii anfusikum autukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah. Fa yaghfiru limay yasyaau wa yu’adzdzibu may yasyaau wallaahu ‘alaakulli syai-in qadiir. Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal muu’minuun kullun aamana billahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaa-luu sami’naa wa atha’naa ghuufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifullaahu nafsaan illaa wus ‘ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishraan kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qabliinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laathaaqata lanaa bihii. (Wa’fu ‘annaa, waghfir-lanaa warhamnaa) 7X anta maulaanaa fanshuur-naa ‘alal qaumil kaafiriin. (Al-Baqarah : 284 – 286).

Artinya: “Hanya bagi Allah segala yang ada di langit san yang ada di bumi. Apabila kamu sekalian melahirkan apa saja yang di hatimu atau kamu sekalian merahasiakannya, tetap akan di hisap (diperhitungkan) oleh Allah. Maka Dia akan memberi ampunan kepada orang yang dikehendaki, dan akan menyiksa orang yang dikehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasulullah telah beriman pada apa saja yang di turunkan kepadanya dari Rabbnya, dan orang – orang yang beriman semuanya telah beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab – kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. Kami tidak membeda – bedakan di antara satu utusan dengan utusan – utusan lainnya. Mereka berkata : “Kami mendengar dan kami menaati, ampunan Engkau yang kami harapkan, Tuhan kamu, dan hanya kepada Engkau tempat kembali. Allah tidak memaksa seseorang, kecuali (orang itu) dengan kekuasaannya. Baginya balasan apa yang dia perbuat dan baginya siksaan dari apa yang dia lakukan. Tuhan kami, janganlah kiranya Engkau menyiksa kami, apabila kami terlupa atau salah; Tuhan kami, janganlah kiranya Engkau memberi beban (berat) kepada kami terus menerus, sebagaimana Engkau bebankan kepada mereka sebelum kami. Dan janganlah pula Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu. (maafkan kami, ampunilah kami dan kasihanilah kami) 7x. Engkau pemimpin kami, maka tolonglah kami menghadapi golongan kafir.” (Al-Baqarah : 284 – 286).

13. Surat Hud ayat 43

Surat Hud ayat 43

Urutan bacaan selanjutnya adalah firman Allah pada Q.S Hud ayat 43 yang berbunyi:

Irhamnaa yaa arhamar raahimiin 7x. Rahmatullaahi wabarakaatuh. Alaikuumaahlal baiti innahuu ha-miidum majiid. (Huud : 73)

Artinya : “Belas kasihanilah kami, wahai Tuhan yang Maha Belas kasih. 7x. Dan rahmat Allah serta berkah Nya (kami harapkan). Sesungguhnya Dia (Allah) Maha terpuji lagi Maha Pemurah.” (Hud : 73)

Pelajaran dari makna surat ini yang dapat diambil adalah penyebab hancurnya anak di dunia dan azab yang akan diterima di akhirat nanti adalah karena durhaka kepada orang tua.

Surat ini mengingatkan agar selalu berbakti dan tidak durhaka kepada kedua orangtua karena kedua orangtua adalah orang yang sangat menyayangi dan memberikan kasih sayang yang tidak terkira kepada anaknya.

Allah SWT memuliakan dan menjunjung derajat orangtua di atas anak-anaknya di Q.S Hud ayat 43 yang juga merupakan bacaan pada do’a tahlil. Agar anak-anak yang masih hidup mampu memuliakan, menghargai, menghormati, dan menyayangi orangtuanya.

14. Surat Al-Ahzab ayat 33

Surat Al-Ahzab ayat 33

Surat Al-Ahzab ayat 33 juga dibaca pada saat pembacaan do’a tahlil. Berikut adalah Q.S Al-Ahzab ayat 33:

Innamaa yuriidullaahu liyudzhiba ‘ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakuum tathhiiraan.

Artinya: “Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan segala kotoran padamu, hai ahlul bait (penghuni rumah) dan membersihkan kami sebersih – bersihnya.” (Al – Ahzab : 33).

Ayat ini menceritakan mengenai perbuatan wanita yang dilarang oleh Allah SWT yaitu melakukan sesuatu yang dikerjakan oleh kaum jahiliyah pada masa lalu. Hendaknya wanita mampu menjaga kehormatannya, menjauhi larangan Allah SWT, dan menjalankan segala perintah-perintah-Nya.

Bagi wanita-wanita yang beriman Allah telah menjadikannya makhluk yang mulia dan sempurna. Bagi wanita yang mampu menjaga kehormatannya kelak akan dimasukkan ke dalam surga Allah SWT.

15. Surat Al-Ahzab ayat 56

Surat Al-Ahzab ayat 56

Surat Al-Ahzab ayat 56 merupakan urutan do’a dalam pembacaan tahlil. Surat ini mengandung perintah untuk bershalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Di dalam kalimat ayat surat ini Allah juga bershalawat kepada Nabi dan diikuti oleh paran malaikat, oleh karena itu Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah bacaan Q.S Al-Ahzab ayat 56:

تَسْلِيْمًا وَسَلِّمُوا عَلَيْهِ صَلُّوْا ااَمَنُوْ يْنَ الَّذِ ايُّهَا يَا النَّبِيِّ عَلَى يُصَلُّونَ ئِكَتَهُ وَمَلاَ اللهَ اِنَّ

Innallaha wa malaa ikatahuu yusholluuna alan nabiyyi yaa ayyuhal ladziina aamanu shollu alaihiwa sallimu tasliiman.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk mereka dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al – Ahzab : 56).

Setelah ada ayat Al-Qur’an yang menuntun umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, selanjutnya dalam  bacaan doa tahlil: tata cara, urutan, arab, latin, terjemahan dilantunkan shalawat serta salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW.

 

16. Shalawat Nabi dan salam Nabi Muhammad SAW

Shalawat Nabi dan salam Nabi Muhammad SAW

Pada bacaan doa tahlil ini tdak lupa membaca shalawat dan salam untuk junjungan besar Nabi Muhammad SAW yang menyambung dari perintah yang tertulis pada Q.S Al-Ahzab ayat 56. Shalawat yang Anda baca bisa membantu dalam memperoleh pertolongan atau syafaat Nabi Muhammad SAW baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Pahala yang akan diperoleh dengan membaca shalawat adalah akan diangkat derajatnya, ditambahkan kebaikan kepadanya, dan dihapuskan dosa atas keburukannya. Selain pada do’a tahlil, Anda bisa menerapkan bersholawat setiap hari untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dari shalawat. Berikut adalah shalawat yang bisa Anda baca:

عَدَدَ مُحَمَّدٍ سَيِّدِنَا اَلِ وَّعَلَى مُحَمَّدٍ مَوْلَانَا نَاسَيِّدِ الْهُدَى نُوْرِ تِكَ مَخْلُوْقَا اَسْعَدِ عَلَى الصَّلَاةِ اَفْضَلَ صَلِّ اَلَّلهُمَّ

الْغَافِلُوْنَ ذِكْرِكَ عَنْ وغَفَلَ كِرُوْنَ الذَّا ذَكَرَكَ كُلَّمَا كَلِمَاتِكَ وَمِدَادَ تِكَ مَا مَعْلُوْ

Allaahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika nuuril hudaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadin ‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaakiruuna wa ghafala ‘an dzikrikal ghaafiluun.

Artinya : “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi sinar petunjuk, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Nabi Muhammad sebanyak tinta kalimat – kalimat Engkau, tatkala orang – orang yang ingat berdzikir dan tatkala orang – orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau.”

مَعْلُوْ عَدَدَ مُحَمَّدٍ نَا سَيِّدِ اَلِ وَّعَلَى مُحَمَّدٍ وَمَوْلَانَا نَا سَيِّدِ الضُّحَى شَمْسِ قَاتِكَ مَخْلُوْ اَسْعَدِ عَلَى الصَّلَاةِ اَفْضَلَ صَلِّ اَلَّهُمَّ

.فِلُوْنَ كْرِكَ الْغَا عَنْذِ وْنَ وَغَفَلَ الذَّاكَرُ ذَكَرَكَ كُلَّمَا كَلِمَاتِكَ وَمِدَادَ مَاتِكَ

Allahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika syamsidl dluhaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin. ‘adada ma’luumaatika wamidaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaakiruuna wa ghafala’an dzikrikal ghaafiluun.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi penerang laksana matahari di waktu dhuha, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Muhammad, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, ketika orang-orang yang ingat berdzikir dan tatkala orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau.”

تِكَ مَا مَعْلُوْعَدَدَ مُحَمَّدٍ سَيِّدِنَا اَلِ وَّعَلَى مُحَمَّدٍ وَمَوْلَانَا سَيِّدِنَا رِالدُّجَى بَدْ قَاتِكَ مَخْلُوْ اَسْعَدِ الضَّلَاةِعَلَى اَفْضَلَ صَلِّ الَّلهُمَّ

اَجْمَعِيْنَ اللهِ رَسُوْلِ اَصْحَبِ سَادَاتِنَا عَنْ تَعَلَ اللهُ وَرَضِىَ وَسَلِّمْ .الْغَافِلُوْنَ كْرِكَ عَنْذِ وَغَفَلَ كِرُوْنَ الذَّا ذَكَرَكَ كُلَّمَا كَلِمَاتِكَ وَمِدَادَ

Allaahumma shalli afdlalash shalaati ‘alaa as’adi makhluuqaatika badrid dujaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin ‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarakadz dzaakiruuna waghfala ‘andzikrikal ghaafiluun. Wasallim waradliallaahu ta’aalaa ‘an saadaatinaa ashhaabi rasuulillaahi ajma’iin.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang menjadi penerang laksana bulan purnama di waktu gelap, penghulu, dan pemimpin kami yaitu Nabi Muhammad, sebanyak bilangan yang Engkau ketahui dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, ketika orang-orang yang ingat berdzikir kepada Engkau dan ketika orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau, dan tambahkanlah keselamatan. Mudah-mudahan Allah memberi keridlaan kepada para penghulu kami, yaitu semua para sahaba Rasulullah.”

17. Surat Al-Imran ayat 173 dan surat Al-Anfal ayat 40

Bacaan Doa Tahlil: Arab, Urutan serta Tata cara Serta Terjemahan 2

Ayat-ayat suci Al-Qur’an banyak dibaca pada do’a tahlil karena memang salah satu sunnah Nabi Muhammad adalah memahami dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ayat yang dibaca adalah Q.S Al-Imran ayat 173 dan Q.S Al-Anfal ayat 40 yang memiliki keistimewaan doa dzikir kunci meraih rezeki. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung untuk hamba-Nya.

Surat yang dibaca terlebih dahulu adalah surat Al-Imran ayat 173 dan dilanjutkan dengan surat Al-Anfal ayat 40:

.النَّصِيْرُ وَنِعْمَ الْمَوْلَى نِعْمَ .الْوَكِيْلُ وَنِعْمَ اللهُ حَسْبُنَا

Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil (Ali Imran : 173). Ni’mal maulaa wa ni’man nashiir. (Al-Anfal : 40).

Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah, menjadi tuhan kami dan Dialah sebaik-baik wakil (yang membereskan semua urusan).” (Ali Imran : 173). “Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong.” (Al-Anfal : 40).

18. Membaca kalimat Tayyibah Hauqalah

Membaca kalimat Tayyibah Hauqalah

Hauqalah adalah penekanan terhadap kata haula dan quwwata yang sama-sama memiliki makna kekuatan khusus yang dimiliki oleh Allah SWT. Makna dari kekuatan Allah SWT disini adalah kekuatan Allah yang Maha Dahsyat karena hanya dengan kehendak dan kekuatan-Nya maka manusia mampu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kalimat ini menegaskan bahwa Allah SWT adalah sumber dari segala sesuatu. Tidak akan terjadi apabila bukan karena kehendak-Nya. Sehingga orang yang sering mengucapkan kalimat ini akan dengan mudah merasa rendah hati dan tidak sombong atas segala pencapaian. Karena jika bukan dengan kehendak Allah maka tidak akan orang mencapai sesuatu yang sulit baginya.

Kalimat tayyibah hauqalah ini adalah kalimat baik dan diulang-ulang yang diucapkan pada saat pembacaan do’a tahlil. Kalimat tayyibah hauqalah berbunyi:

Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adziim.

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung.”

19. Istighfar sebanyak 3 kali

Istighfar sebanyak 3 kali

Kalimat dahsyat yang baik diucapkan juga menjadi urutan tata cara pembacaan do’a tahlil. Banyak keutamaan yang bisa Anda rasakan saat membaca kalimat istighfar ini, di antaranya adalah:

  • Ditenangkan hati Anda
  • Dimudahkan pintu menuju rejeki yang halal
  • Mendapat ampunan Allah, ditambahkan kekuatan
  • Diberi kenikmatan secara terus-menerus
  • Dimudahkan segala urusan, dan masih banyak keutamaan yang lain.

Bacalah istighfar ini sebanyak 3 kali, namun Anda juga memperbanyak membaca istrighfar untuk memohon ampunan Allah. Berikut adalah istighfar pada urutan pembacaan do’a tahlil:

3x اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal’adhiim. 3x

Artinya  : “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. 3x”

20. Pembacaan hadits atas keutamaan tahlil

Pembacaan hadits atas keutamaan tahlil

Di dalam urutan bacaan doa tahlil ini pembacaan atas keutamaan tahlil dengan berniat berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Mengakui atas keesaan Allah SWT. Tiada tuhan selain Allah dan Allah adalah satu-satunya dzat yang pantas untuk disembah tidak ada sekutu bagi-Nya. Bacaan keutamaan tahlil yang bisa Anda lafadzkan adalah sebagai berikut.

اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ :

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَيٌّ مَوْجُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ, حَىٌّ بَاقٍ

Afdlaludz dzikri fa’lam annahuu :

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum maujuud.

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum ma’buud.

Laa ilaaha illaallaahu, hayyum baaqin.

Artinya  :

“Ketahuilah bahwa dzikir yang paling utama ialah:

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Ada.

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Disembah.

Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Hidup lagi Kekal.”

21. Mengucapkan kalimat tahlil sebanyak 160 kali

Mengucapkan kalimat tahlil sebanyak 160 kali

Pembacaan tahlil membukakan pintu rejeki pahala karena membaca tahlil sebanyak 100 kali maka dicatat sebagai 100 buah kebaikan dan menghapus 100 buah keburukan. Sehingga jika Anda membaca tahlil sebanyak 160 kali maka dicatat sebagai 160 buah kebaikan. Dan dihapuskannya 160 keburukan dari siksa api neraka.

Selanjutnya, membaca tahlil bisa membukakan pintu surga untuk Anda. Orang yang membaca tahlil doa-doanya akan dikabulkan dan diterima amalan sholatnya. Kalimat tahlil menyimpan banyak keutamaan. Ucapkan kalimat ini dengan penuh keikhlasan dan ketulusan agar diterima oleh Allah SWT.

Berikut adalah bacaan tahlil beserta arti, latin, dan terjemahannya:

160 x لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Laa ilaaha illaallaahu 100x

Laa ilaaha illaallaahu Muhammadur rasuulullaah.

Artinya  :

“Tidak ada Tuhan selain Allah 100x

Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah.”

Dalam urutan bacaan ini, Anda bisa menambahkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

3x اللهُمَّصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اللهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Allahumma shalli alaa muhammadin. Allahumma sholli alaihi wasallim  3x

Artinya: “Wahai tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada (nabi) Muhammad. Wahai tuhanku limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada beliau. 3x”

33x سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Subhaanallahi wa bihamdzihi subhaanallahil adhiimi. 33x

Artinya: “Maha suci Allah dan dengan memuji kepada Nya. Maha suci Allah yang maha agung. 33x”

3x اَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allaahumma shalli ‘alaa habiibika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallim 3x, ajma’iin.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada kekasih Engkau penghulu kami Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabat semuanya. 3x”

22. Mengucapkan dua kalimat syahadat

Mengucapkan dua kalimat syahadat

Kalimat syahadad merupakan rukun Islam yang pertama. Kalimat ini ternyata juga menjadi dari bagian dari urutan pembacaan do’a tahlil. Kalimat ini selain kalimat sakti untuk masuk Islam juga memiliki keutamaan yang lain. Kalimat ini akan membawa orang masuk ke surga karena dengan mengucapkan kalimat ini maka telah mengerjakan kebaikan yang pertama dengan bersaksi kepada Allah dan Nabi.

Dzikir ini digunakan untuk mengingat Allah sehingga dalam do’a tahlil tidak boleh sampai tertinggal. Pahala yang akan diperoleh Insya Allah akan berlipat ganda jika menggunakan niat yang tulus dan ikhlas. Bersaksilah atas nama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW agar mendapatkan kebaikan-kebaikan-Nya. Berikut adalah bacaan dua kalimat syahadad dengan latin dan terjemahannya:

لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Laa illaha illallah muhammadurrosulullahu ‘alaihi wasalam

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.”

23. Memanjatkan do’a tahlil kepada Allah SWT

Memanjatkan do’a tahlil kepada Allah SWT

Dalam bacaan doa tahlil, urutan yang tidak boleh ditinggalkan adalah dengan membaca do’a tahlil sebagai penutup serangkaian pembacaan do’a tahlil. Do’a penutupan tahlil ini dimaksudkan untuk meminta pengampunan, memohon pertolongan, dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Disepanjang pembacaan do’a tahlil sebenarnya adalah hanya semata-mata untuk memuja Allah SWT.

Untuk melengkapi urutan pembacaan tahlil, berikut adalah do’a tahlil yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT.

Alhamdulillahirabbil aalamiin hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaa fii a madziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdukamaa yambaghii lijalaaliwajhika wa adziimi sulthonik. Subhaanaka laa nuhsyisanaa ‘alaika anta kamaa atsanaita ‘alaa nafsikh. Falakalhamdu koblaridho walakalhamdu ba’du idzaa radhiita ‘annaa daaimaa abadaa.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kaupuji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridhai kami selamanya.”

Biasanya pembacaan do’a tahlil ditutup dengan do’a tambahan yang ingin disampaikan oleh para hamba kepada penciptanya. Contoh do’a yang biasa dipanjatkan adalah do’a untuk arwah, shalawat zat mukammalah, do’a kebaikan lahir batin, do’a keselamatan dunia akhirat, do’a wabbah untuk para sahabat rasul dan wali Allah, dan do’a do’a yang lain dengan ditutup dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.

Gabungan dari pembacaan do’a tahlil adalah Surat Yasin. Biasanya orang Islam pada saat mengirim do’a sebagai sedekah atau berdo’a di malam jum’at di dahului dengan pembacaan Surat Yasin sebelum membaca do’a tahlil. Surat Yasin mengingatkan tentang keimanan, kekuasaan Allah, peringatan kematian, dan peringatan hari akhir. Oleh sebab itu, Surat Yasin erat hubungannya dengan pembacaan tahlil.

Uraian bacaan doa tahlil di atas, diharapkan para kaum muslimin selalu memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan tulisan ini sebagai panduan. Niat yang baik akan mendapatkan pahala yang baik juga dari Allah SWT. Semoga Allah menerima semua amalan dzikir dan tahlil yang sudah dipanjatkan. Aamiin ya Robbal Aalamiin.

Bacaan Doa Tahlil: Arab, Urutan serta Tata cara Serta Terjemahan

Leave a Reply