25 Senjata Tradisional dari Semua Wilayah di Indonesia (Terlengkap) 1

25 Senjata Tradisional dari Semua Wilayah di Indonesia (Terlengkap)

Senjata Tradisional – Penggunaan senjata memang telah dilakukan oleh nenek moyang kita secara turun-temurun sejak zaman dahulu kala. Pada saat itu, senjata yang digunakan masih bersifat sederhana karena terbuat dari kayu, tulang belulang dan batu. Saat ini, kita mengenal beberapa peninggalan senjata tersebut sebagai senjata tradisional.

Peradaban manusia terus berkembang dari waktu ke waktu. Mereka mulai mengenal dan mengerti cara membuat senjata dari logam seperti perunggu, baja, dan besi. Bentuk senjata yang mereka buat pun semakin bervariasi. Meskipun demikian, bukan berarti senjata tradisional harus kita lupakan dan kesampingkan begitu saja.

25 Senjata Tradisional dari Berbagai Wilayah Indonesia

Senjata Tradisional dari Berbagai Wilayah Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak suku bangsa, membuat Indonesia kaya akan budaya daerah. Hal ini meliputi tarian daerah, bahasa daerah, pakaian daerah, lagu daerah, rumah adat, hingga senjata tradisional. Terdapat setidaknya 24 senjata tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

1. Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata tradisional yang pertama yaitu Piso Gaja Dombak dari Provinsi Sumatera Utara. Senjata tradisional ini memiliki fungsi untuk menusuk dan memotong karena bentuknya yang menyerupai pisau. Pada sisi gagangnya terdapat ukiran berbentuk gajah sehingga membuat Piso Gaja Dombak terlihat unik dan menarik.

Piso Gaja Dombak merupakan salah satu pusaka peninggalan Raja Sisingamangaraja I ketika memimpin Kerajaan Batak. Disamping sebagai pusaka kerajaan, senjata tradisional ini juga diperkirakan sebagai alat untuk membunuh. Senjata yang diwariskan secara turun temurun ini, juga dipercaya memiliki kekuatan supranatural.

Hal ini terbukti dari pemilik Piso Gaja Dompak yang akan memiliki kekuatan supranatural bersumber dari senjata tradisional tersebut. Oleh karena itu, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memiliki Piso gaja Dombak.

2. Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Ternyata bukan hanya pempek saja yang terkenal dari Provinsi Sumatera Selatan, banyak warisan budaya yang dapat Anda temukan di provinsi ini. Salah satunya adalah Keris yang merupakan salah satu dari beberapa senjata tradisional Provinsi Sumatera Selatan. Keunikan dari senjata tradisional ini adalah memiliki lekukan yang jumlahnya ganjil misalnya 13, 7, atau 9.

Memang tidak bisa dipungkiri jika senjata tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang banyak diperbincangkan selain pakaian adat maupun tarian daerah. Pasalnya, senjata tradisional ini patut untuk dijaga kelestariannya. Terdapat juga Tombak Trisula yang juga merupakan senjata tradisional khas Sumatera Selatan.

Tombak Trisula mirip dengan Mandau dari Kalimatantan dan Kujang dari Sunda. Meskipun belum diketahui secara pasti, namun senjata tradisional ini dipercaya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Tombak Trisula diduga berkembang pada zaman kejayaan kerajaan Hindu yaitu Sriwijaya berdasarkan pendapat para ahli.

3. Senjata Tradisional Sumatera Barat

Senjata Tradisional Sumatera Barat

Terdapat beberapa senjata tradisional yang berkembang dan dikenal di kalangan masyarakat Sumatera Barat. Senjata tradisional tersebut ada yang dipergunakan untuk mempertahankan diri, sebagai alat untuk berburu, maupun hanya sekedar sebagai aksesoris atau kelengkapan. Salah satunya yaitu Karih yang memiliki bentuk menyerupai keris.

Senjata tradisional yang mirip dengan belati ini, memiliki ukiran yang indah pada sarung dan bagian gagangnya. Karih biasanya digunakan sebagai aksesoris atau kelengkapan yang dipakai oleh kaum pria. Pada acara resmi seperti pengukuhan gelar atau Malewa Gawa, Karih biasanya dipakai oleh para penghulu.

4. Senjata Tradisional Lampung

Senjata Tradisional Lampung

Bukan hanya Karih saja yang memiliki bentuk menyerupai keris namun Terapang juga. Senjata tradisional Provinsi Lampung ini biasanya digunakan oleh para kaum bangsawan untuk melindungi diri dari musuh. Namun saat ini, penggunaan Terapang akan lebih sering Anda lihat pada acara ritual adat ataupun pelengkap pakaian adat pengantin laki-laki.

Terdapat bulu unik yang terbuat dari kayu yang dapat Anda temukan pada Terapang. Hal inilah yang membuat senjata tradisional ini memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, kayu ini melambangkan keberanian jadi, bukan hanya sekedar sebagai hiasan. Anda hanya dapat menemukan senjata tradisional Terapang di Kabupaten Lampung Utara dan Tulang Bawang.

Mengapa demikian? Karena, meskipun Terapang merupakan senjata tradisional yang populer di Provinsi Lampung namun, Terapang merupakan kebudayaan asli masyarakat Lampung Abung saja. Senjata tradisional ini telah ada sejak zaman Kerajaan Tulang Bawang sekitar abad 12. Hal ini sesuai dengan penelusuran yang dilakukan oleh para arkeologis.

Sebagian besar orang mengenal Terapang dengan nama Keris Gabus. Menurut sejarah, Keris Gabus ini pernah dihadiahkan oleh Sultan Iskandar Muda kepada King James I sekitar tahun 1613. Keris Gabus yang dimaksud tersebut dibuat di daerah Minangkabau.

5. Senjata Tradisional Riau

Senjata Tradisional Riau

Pada zaman dahulu, masyarakat Riau menggunakan Pedang Jenawi sebagai alat untuk melindungi diri dari ancaman lingkungan luar. Misalnya, digunakan sebagai alat untuk berperang dengan suku lain ataupun melindungi diri dari serangan binatang buas. Saat ini, Pedang Jenawi akan lebih sering Anda lihat pada aksesoris pakaian adat.

Sesuai dengan namanya, Pedang Jenawi memiliki bentuk layaknya sebuah pedang yaitu lurus memanjang dan pada bagian ujung pegangannya terdapat sebuah tonjolan kecil. Pedang Jenawi memiliki panjang hingga mencapai satu meter. Selain Pedang Jenawi, terdapat pula Badik Tumbuk yang memiliki bentuk menyerupai keris serta Kelewang yang merupakan senjata tradisional Riau.

Hanya orang yang dihormati serta memiliki kecerdasan yang mampu memiliki Pedang Jenawi. Hal ini dimaksudkan agar orang tersebut mampu menjadi panutan masyarakat sekitarnya. Terdapat tiga sisi pada Pedang Jenawi yaitu depan, kanan, dan kiri. Pada tahun 1947 hingga 1949, masyarakat Melayu Riau menggunakan Pedang Jenawi untuk melawan penjajah Belanda.

6. Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu

Pada zaman dahulu, kebudayaan sub etnis Melayu berkembang dan tumbuh dengan pesat di kalangan masyarakat Bengkulu. Oleh karena itulah, terdapat banyak senjata tradisional yang dipengaruhi oleh kebudayaan tersebut. Seperti halnya senjata tradisional dari daerah lain, senjata tradisional Bengkulu pun juga memiliki keunikan tersendiri.

Beberapa senjata tradisional Bengkulu yang populer adalah Sewar Dodong, Rambai Ayam, Rudus, dan Keris. Dari beberapa senjata tersebut, Kerislah yang paling melekat kuat di kebudayaan adat masyarakat Bengkulu. Keris ini berbentuk lurus dengan panjang sekitar 13 jari. Senjata tradisional ini dimanfaatkan untuk berperang dan membela diri oleh hulu balang beserta kepala adatnya.

Selain itu, penggunaan keris juga dapat Anda temui pada saat perayaan upacara adat Bengkulu. Sebagian besar masyarakat beranggapan jika pemegang Keris adalah seorang pemberani karena senjata tradisional ini termasuk salah satu barang yang dikeramatkan.

7. Senjata Tradisional Bangka Belitung

Senjata Tradisional Bangka Belitung

Salah satu Provinsi di Indonesia yang merupakan pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan adalah Provinsi Bangka Belitung. Provinsi yang biasa disingkat dengan nama Babel ini terbentuk pada tahun 2000, bersamaan dengan terbentuknya Provinsi Gorontalo dan Banten. Provinsi ini memiliki banyak kebudayaan, dan salah satunya adalah Siwar Panjang yang merupakan senjata tradisionalnya.

Senjata tradisional ini memiliki bentuk runcing pada bagian ujungnya dan lurus memanjang seperti pedang. Pada bagian ujung gagangnya menonjol serta dilengkapi sarung panjang seperti tongkat. Selain itu, terdapat pula Kedik dan Parang Bangka yang juga merupakan senjata tradisional khas Bangka Belitung.

8. Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Masyarakat Kepulauan Riau khususnya kaum laki-laki, pada zaman dahulu menggunakan sebuah senjata tradisional untuk perlengkapan melindungi diri dan berburu. Senjata tersebut memiliki lebar sekitar 3.5 hingga 4 cm dengan panjang 27 hingga 29 cm. Senjata tersebut berbentuk seperti belati dan saat ini kita mengenalnya dengan nama Badik Tumbuk Lado.

Seiring dengan perkembangan zaman, senjata tradisional tersebut beralih fungsi menjadi aksesoris pada pakaian adat Kepulauan Riau. Pakaian adat tersebut biasanya dikenakan pada saat upacara pernikahan maupun upacara besar lainnya. Badik Tumbuk Lado ini melambangkan kegagahan dan keperkasaan seorang laki-laki.

Seperti halnya filosofi keris, filosofi Badik Tumbuk Lado pun juga dikaitkan sebagai simbol pemersatu Bangsa Melayu. Pada dasarnya, pembuatan senjata digunakan sebagai lambang keberanian, serta untuk memudahkan manusia, bukan sebagai lambang permusuhan.

9.  Senjata Tradisional Aceh

Senjata Tradisional Aceh

Dari sekian banyak senjata tradisional yang dimiliki oleh Provinsi Aceh, Renconglah yang paling dikenal oleh masyarakat luas. Rencong memiliki mata pisau dengan panjang mencapai 10 hingga 50 cm. Mata pisau Rencong ada yang berbentuk melengkung dan ada juga yang lurus. Namun, mata pisau yang lurus seperti pedang jauh lebih banyak dibanding yang melengkung seperti keris.

Keunikan dari senjata tradisional yang menyerupai huruf L ini adalah memiliki mata pisau yang terbuat dari emas dan hanya rajalah yang dapat memilikinya. Sedangkan sarung Rencong biasanya terbuat dari tanduk kerbau, kayu, gading gajah, bahkan ada juga yang terbuat dari emas. Namun, sarung rencong yang paling umum digunakan adalah yang terbuat dari kayu.

Berdasarkan bentuknya, Rencong dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Rencong Meupucok dan Rencong Meuncugek. Rencong Meupucok yaitu rencong yang gagang bagian atasnya membesar sedangkan bagian bawahnya terlihat kecil. Sedangkan Rencong Meuncugek yaitu Rencong yang memiliki ujung gagang berbentuk melengkung.

10.  Senjata Tradisional Jambi

Senjata Tradisional Jambi

Senjata tradisional Jambi yang paling populer adalah badik Tumbuk Lada. Bentuk senjata tradisional ini hampir menyerupai keris namun sedikit lebih pendek. Wilahan Badik Tumbuk Lada ada yang melengkung dan ada juga yang lurus serta bagian kepala senjata terbuat dari kayu atau tanduk.

Ciri khas yang dimiliki oleh senjata tradisional ini adalah pada bagian pangkal sarungnya berbentuk bulan sabit. Senjata tradisional ini merupakan senjata khas Melayu yang tersebar di Semenanjung Melayu, Kepulauan Riau, dan Pulau Sumatera. Terlebih lagi di kalangan masyarakat Semenanjung Melayu, nama Badik Tumbuk Lada sangat dikenal dengan baik.

Kata Badik berasal dari kata serapan yang diambil dari masyarakat Bugis yang memiliki arti senjata. Sedangkan secara harfiah, Tumbuk Lada berasal dari Bahasa Melayu yang memiliki arti seperti pelafalannya. Dengan kata lain, Badik Tumbuk Lado merupakan sebuah alat yang sangat mendukung kehidupan masyarakat Melayu sehari-harinya.

11. Senjata Tradisional Jawa Barat

Senjata Tradisional Jawa Barat

Mungkin sebagian besar dari Anda telah mengetahui senjata tradisional khas Jawa Barat ini. Kujang memang telah dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. Lekukannya yang sangat indah menjadi ciri khas tersendiri bagi senjata tradisional ini. Terdapat hiasan berupa lubang-lubang kecil yang berjumlah 1 hingga 5 buah yang terdapat pada bagian mata pisaunya.

Ada yang berpendapat jika Kujang mulai dibuat sekitaran abad ke delapan atau sembilan. Namun, ada juga yang berpendapat jika Kujang dibuat pada masa Prabu Siliwangi saat memimpin Kerajaan Padjajaran yaitu sekitar abad ke-14. Kujang memiliki panjang sekitar 20 hingga 25 cm dengan bentuk melengkung dan agak pendek.

Pada mulanya, Kujang hanya berfungsi sebagai alat pertanian namun saat ini, Kujang beralih fungsi menjadi benda pusaka. Senjata tradisional yang melambangkan keagungan ini memiliki jenis yang beragam mulai dari Kujang Jago, Kujang Kuntul, Kujang Ciung, Kujang Naga, Kujang Badak, hingga Kujang Bangkong.

12. Senjata Tradisional Jakarta

Senjata Tradisional Jakarta

Salah satu suku bangsa yang mendiami Provinsi Jakarta adalah Suku Betawi. Suku ini mempunyai senjata khas yang bernama Golok. Selain sebagai senjata tradisional, Golok juga berfungsi sebagai kelengkapan pakaian adat Betawi. Terdapat dua bagian sisi pada golok yaitu sisi yang tidak bermata tajam dan sisi lainnya yang bermata tajam.

Sejak zaman batu atau biasa dikenal dengan nama zaman Neolitikum, senjata tradisional penduduk natif Sunda Kelapa ini belum pernah mendapat pengaruh dari kebudayaan asing. Pendapat ini dikemukaan oleh Uka Tjandrasasmita yang merupakan seorang arkeologi. Bukti arkeologi tersebut diperkuat dengan ditemukannya senjata tradisional ini di sekitar aliran sungai Cisadane dan Ciliwung.

Golok dibedakan ke dalam dua jenis berdasarkan fungsinya yaitu Golok Gablongan dan Golok Sorenan. Golok Sorenan merupakan golok yang biasa digunakan sebagai alat untuk melindungi diri ataupun menyembelih hewan. Sedangkan Golok Gablongan merupakan golok yang digunakan untuk bekerja. Orang Betawi biasanya akan memisahkan kedua golok tersebut berdasarkan kegunaannya.

Masyarakat Betawi pada umumnya akan menyelipkan Golok di dalam ikat pinggang berwarna hijau ketika mereka hendak bepergian untuk menjaga diri maupun ketika mereka akan bekerja.

13. Senjata Tradisional Banten

Senjata Tradisional Banten

Banten dikategorikan ke dalam salah satu provinsi yang kaya akan budaya dan adat istiadat mulai dari tarian adat hingga senjata tradisional. Karena masih dalam wilayah Pulau Jawa bagian Barat, senjata tradisional Banten pun sama sengan senjata tradisional Provinsi Jawa Barat yaitu Serambit dan Kujang. Namun, Banten memiliki Golok Ciomas yang merupakan senjata khas provinsi ini.

Nama Ciomas diambil dari nama salah satu daerah di Provinsi Banten yang terletak sekitar 20 km dari Kota Serang. Selain karena ketajamannya, Golok Ciomas ini juga dikenal memiliki banyak keistimewaan. Pasalnya, golok yang digunakan sebagai alat untuk melawan para penjajah ini mengandung nilai mistis di dalamnya.

Ada sebagian masyarakat yang menyebut Golok Ciomas dengan sebutan Bedog. Namun, kedua alat ini memiliki perbedaan dari segi fungsinya. Untuk Golok Ciomas biasanya digunakan sebagai senjata sedangkan Bedog digunakan sebagai peralatan. Untuk membedakan diantara keduanya maka bedog tersebut dinamakan Bedog Ciomas.

14. Senjata Tradisional Jawa Tengah

Senjata Tradisional Jawa Tengah

Keris merupakan salah satu senjata tradisional khas Provinsi Jawa Tengah yang paling dikenal masyarakat luas. Senjata tradisional ini digunakan sebagai penunjuk kedudukan sosial seseorang di masyarakat, disamping sebagai senjata tradisional. Keris juga merupakan senjata tradisional yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa Tengah.

Pada bagian sarung dan gagang Keris pada umumnya terdapat ukiran. Senjata tradisional ini juga sangat dihormati di kalangan masyarakat. Keris juga digunakan sebagai simbol kedewasaan seseorang. Sebagai salah unsur budaya daerah, senjata tradisional ini patut untuk dijaga kelestariannya.

Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, kaum pria Suku Jawa dari kalangan bangsawan senantiasa memakai Keris. Senjata tradisional ini digunakan sebagai kelengkapan pakaian adat yang mereka kenakan. Untuk setiap pria, mereka pasti memiliki dua keris yang salah satunya digunakan untuk acara resmi sedangkan yang lainnya digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

15. Senjata Tradisional Yogyakarta

Senjata Tradisional Yogyakarta

Jika berbicara tentang Provinsi Yogyakarta, Anda pasti akan langsung teringat akan Malioboro dan beberapa objek wisata lainnya. Provinsi ini memang menyuguhkan destinasi wisata yang unik dan beragam bagi para pengunjungnya. Yogyakarta juga terkenal sebagai provinsi yang masih kental memegang adat istiadat budayanya.

Seperti halnya provinsi yang lain di Indonesia, Yogyakarta juga memiliki senjata tradisional yang sarat akan sejarah. Keris adalah senjata tradisional khas Provinsi Yogyakarta. Sebagian besar masyarakat Jogja menganggap Keris sebagai benda yang dikeramatkan dan dihormati. Bahkan, mereka memberi gelar dan nama pada masing-masing Keris tersebut.

Beberapa gelar yang diberikan kepada senjata tradisional tersebut antara lain Kanjeng Kyai Gadapatan, Kanjeng Kyai Ageng Kopek, Kanjeng Kyai Ageng Baru, dan Kanjeng Kyai Agung. Diantara beberapa Keris yang terdapat di Keraton Yogyakarta, Kanjeng Kyai Ageng Kopek merupakan Keris yang menduduki tempat terpenting.

Kanjeng Kyai Ageng Kopek melambangkan pemimpin duniawi dan rohani yang hanya boleh dikenakan oleh Kanjeng Sultan sendiri.

16. Senjata Tradisional Jawa Timur

Senjata Tradisional Jawa Timur

Salah satu instrumen budaya Indonesia yang seringkali menjadi sorotan publik adalah senjata tradisional. Senjata ini memiliki peran dan fungsi yang penting bagi kehidupan manusia pada masa lampau. Salah satu senjata tradisional tersebut adalah Clurit yang merupakan senjata khas masyarakat Jawa Timur.

Layaknya Arit, Clurit memiliki bentuk melengkung dengan mata yang tajam dan runcing. Oleh karena itulah, kita harus berhati-hati jika ingin menggunakan senjata tradisional ini. Sedangkan pada bagian gagangnya, biasanya menggunakan bahan logam atau kayu.

Berdasarkan legenda, Clurit merupakan senjata yang digunakan untuk melawan penjajah Belanda oleh Pak sakerah atau Sakera. Beliau merupakan seorang mandor tebu yang bersal dari Pasuruan, Jawa Timur. Beliau senantiasa membawa Clurit dan tidak pernah meninggalkannya saat beraktivitas sehari-hari.

17. Senjata Tradisional Maluku

Senjata Tradisional Maluku

Pada saat zaman penjajahan, masyarakat Maluku menggunakan Parang Salawaku sebagai senjata. Saat ini, senjata tersebut menjadi salah satu senjata tradisional khas Maluku. Parang Salawaku terdiri atas dua bagian yaitu pisau besar atau Parang dan perisai atau Salawaku. Senjata tradisional ini melambangkan kemerdekaan rakyat Maluku dan melambangkan pemerintahan Kota Ambon.

Jika Anda menyaksikan Tarian Cakalele, Anda dapat menemukan Parang Salawaku sebagai salah satu properti yang digunakan pada tarian daerah tersebut. Selain itu, Parang Salawaku juga sering digunakan sebagai kelengkapan saat upacara perkawinan.

Selain Parang Salawaku, terdapat juga Kalawai yang juga tidak kalah uniknya. Senjata tradisional ini memiliki bentuk yag hampir mirip dengan tombak namun lebih panjang. Kalawai memiliki mata berjumlah tiga layaknya sebuah Trisula. Berbeda dengan tombak yang pada umumnya hanya bermata satu. Senjata tradisional ini dimanfaatkan untuk menangkap berbagai satwa air.

18. Senjata Tradisional Papua

Senjata Tradisional Papua

Salah satu senjata tradisional Papua adalah Kapak Batu yang telah digunakan oleh masyarakat pedalaman sejak zaman lampau. Kapak ini terbuat dari batu yang memiliki pegangan sepotong kayu dan diikatkan menggunakan rotan. Senjata tradisional ini diduga tidak lagi digunakan dan hampir mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman.

Kapak Batu saat ini hanya digunakan oleh beberapa kelompok terisolir yang tinggal di dalam hutan. Selain kapak Batu, terdapat juga Pisau Belati yang juga senjata tradisional khas Papua. Keunikan dari Pisau Belati ini adalah tidak terbuat dari logam melainkan dari tulang Burung Kasuari yang merupakan satwa endemik khas Papua.

Disamping Kapak Batu dan Pisau Belati, ada juga Tombak dan Busur Panah. Diantara keempat senjata tradisional tersebut, Busur Panah merupakan senjata tradisional Papua yang paling dikenal masyarakat. Biasanya, mata panah yang digunakan terbuat dari tulang hewan yang telah diruncingkan sebelumnya.

19. Senjata Tradisional Kalimantan Barat

Senjata Tradisional Kalimantan Barat

Salah satu senjata tradisional yang merupakan senjata tertua di Provinsi Kalimantan Barat adalah Dohong. Senjata tradisional ini dapat berfungsi sebagai pisau karena bentuknya yang menyerupai mata tombak. Dohong sangat populer di kalangan Suku Dayak Ngaju.

Dohong digunakan oleh masyarakat Dayak Ngaju sebagai alat tusuk atau senjata tikam. Jadi, senjata tradisional ini digunakan untuk melakukan serangan dalam jarak dekat. Berbeda dengan penggunaan Dohong pada zaman dahulu yang digunakan untuk berperang saat ini, Dohong hanya berfungsi sebagai alat.

Pada dasarnya, orang yang berhak memiliki Dohong adalah seorang Pisur atau ketua suku. Biasanya mereka akan menggunakannya sebagai alat untuk memotong tali pusar ataupun menyembelih hewan kurban.

20. Senjata Tradisional Kalimantan Timur

Senjata Tradisional Kalimantan Timur

Salah satu senjata tradisional khas kalimantan Timur yang memiliki bentuk menarik adalah mandau. Terdapat hiasan rambut manusia dan ukiran burung Enggang pada senjata tradisional ini. mandau dibuat oleh seorang pandai besi dan dipercaya memiliki kekuatan mistis. Berdasarkan fungsinya, Mandau dibedakan ke dalam dua jenis.

Mandau yang pertama berfungsi sebagai alat untuk membantu aktivitas sehari-hari. Sedangkan mandau yang kedua atau biasa disebut Mandau Tampilan berfungsi sebagai senjata untuk berperang melawan suku lain maupun untuk upacara adat atau acara resmi. Mandau memiliki bentuk seperti parang namun sedikit berbeda.

Pada bagian bilahnya yang tidak tajam, biasanya terdapat ukiran sebagai hiasan. Untuk menambah nilai estetikanya, pada bagian bilah juga dihiasi dengan lubang-lubang yang ditutup dengan tembaga atau kuningan. Selain itu, beberapa senjata khas Provinsi Kalimantan Timur adalah Bujak, Sumpit, dan Gayang.

21. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Badik Raja merupakan senjata khas Provinsi Sulawesi Selatan yang dianggap sebagai salah satu benda paling sakral. Senjata yang berasal dari Kabupaten Bone tepatnya di Kajuara ini memiliki panjang sekitar 20 hingga 25 cm. Pasalnya, Badik Raja dibuat oleh makhluk halus atau makhluk ghaib. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa senjata ini dianggap mempunyai nilai sakral yang tinggi.

Badik Raja terbuat dari logam yang berkualitas tinggi dan memiliki beberapa nama diantaranya adalah Bontoala, Kawali Raja, dan Gecong Raja. Senjata yang dianggap keramat ini, dulunya hanya digunakan oleh raja dan para bangsawan. Asal usulnya yang misterius membuat Badik Raja memiliki keistimewaan tersendiri yaitu akan selalu ada di setiap upacara masyarakat Bone.

Selain itu, terdapat beberpa senjata tradisional khas Sulawesi Selatan, diantaranya adalah Badik Lompo Battang, Badik Lagecong, dan Badik Luwu. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri baik dari segi bentuk, fungsi, maupun hiasannya.

22. Senjata Tradisional Gorontalo

Senjata Tradisional Gorontalo

Seperti halnya provinsi yang lainnya, Gorontalo juga memiliki beberapa jenis senjata tradisional yang unik. Salah satunya adalah Wamilo yang memiliki bentuk menyerupai golok. Namun, terdapat perbedaan diantara keduanya yaitu ujung bilah Wamilo berbentuk lengkung dan agak turun ke bawah. Senjata tradisional ini memiliki sarung atau Ta’upo yang terbuat dari kayu kuning.

Selain Wamilo, terdapat juga Banggo, Aliyawo, Balado, Badi, Eluto, Sabele, dan beberapa macam senjata tradisional lainnya yang memperkaya budaya masyarakat Gorontalo. Selain digunakan untuk melindungi diri, senjata tradisional tersebut juga menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari seperti bertani dan berkebun.

23. Senjata Tradisional Bali

Senjata Tradisional Bali

Jika berbicara tentang provinsi yang satu ini, pasti kita akan langsung teringat akan panoramanya yang sangat luar biasa. Keindahan Pulau Bali mampu menarik banyak wisatawan asing untuk mengunjunginya. Ternyata Provinsi Bali juga menyimpan berbagai senjata tradisional yang unik, diantaranya adalah taji, panah, trisula, tombak, keris, udud, caluk, tik, dan lain sebagainya.

Dari beberapa senjata tradisional tersebut, Keris Bali merupakan salah satu senjata tradisional yang menarik. Pada setiap bagian bilah Keris Bali terdapat ukiran yang sangat indah. Selain itu, pada bagian sarung serta gagangnya pun terdapat ukiran yang unik. Tidak sedikit orang yang berusaha mencari senjata tradisional ini, baik untuk koleksi maupun kepentingan spiritual.

Seperti halnya keris jawa, dalam proses penempaan, pada keris Bali juga diberikan beberapa lekukan. Jumlah lekukan tersebut sesuai dengan pakem selalu berjumlah ganjil. Menurut filosofi tertentu, sang pembuat berasumsi jika keris yang jumlah lekukannya ganjil merupakan keris yang sempurna.

24. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat

Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat

Tulup merupakan senjata tradisional khas Nusa Tenggara Barat yang sangat unik. Senjata tradisional ini sering digunakan untuk berburu oleh Suku Sasak. Bahan dasar pembuatan Tulup adalah kayu meranti yang sebelumnya telah dilubangi. Peluru yang biasa digunakan untuk senjata tradisional ini adalah pelepah pohon enau atau potongan lidi yang memiliki bentuk seperti mata panah.

Sebelumnya, ancar atau pelepah pohon enau tersebut akan diolesi getah pohon tatar yang mengandung racun. Tulup dikenal sebagai alat untuk berburu dari jarak jauh oleh nenek moyang Suku Sasak. Tulup tidak hanya sekedar digunakan sebagai senjata namun juga berfungsi sebagai benda yang disakralkan.

25. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur

Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, Sundu merupakan senjata khas yang dianggap sakral. Senjata tradisional ini memiliki bentuk menyerupai burung, lurus, dan mirip dengan keris. Pada sarung Sundu terdapat motif melingkar yang unik. Sedangkan pada bagian senjatanya terdapat motif berbentuk horizontal.

Sundu merupakan senjata yang biasa digunakan untuk menyerang jarak dekat karena sejenis senjata tikam. Selain Sundu, terdapat beberapa senjata tradisional lainnya dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, diantaranya adalah Senapan Tumbuk, kampak, Parang, Pisau, dan Parang Pingang atau Kabeala.

Sebagai warga negara Indonesia, sudah sepatutnya jika kita menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Keanekaragaman budaya daerah berfungsi untuk memperkaya kebudayaan nasional tak terkecuali dengan senjata tradisional. Dengan mengenal berbagai jenis senjata tradisional, pasti nya akan membuat kita lebih bangga dengan bangsa kita tercinta, Indonesia.

25 Senjata Tradisional dari Semua Wilayah di Indonesia (Terlengkap)

Leave a Reply