7 Tokoh Proklamasi Dan Bunyi Teks Proklamasi (SIAP UPLOAD) 1

7 Tokoh Proklamasi Dan Bunyi Teks Proklamasi (SIAP UPLOAD)

Tokoh Proklamasi Dan Bunyi Teks Proklamasi – Hallo sahabat sekolahnesia, taukah kalian siapa saja tokoh proklamasi dan Bunyi teks proklamasi? Jika belum tahu mari kita simak ulasan di bawah ini tentang 7 Tokoh Proklamasi Dan Bunyi Teks Proklamasi agar sahabat semua tahu.

IR. SOEKARNO

IR. SOEKARNO

Nama                           : Ir.Soekarno

Nama Kecil                 : Kusno.

Tempat Lahir              : Blitar, Jatim

Tanggal Lahir             : 6 Juni 1901

Agama                         : Islam

Kebangsaan                 : Indonesia

Meninggal                   : Jakarta, 21 Juni 1970

Dimakamkan : Blitar, Jawa Timur

Pendidikan:

☆ HIS di Surabaya

☆ HBS (Hoogere Burger School) lulus tahun 1920

☆ THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ‘ITB) di Bandung lulus 25 Mei 1926

 

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionaIismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau seko.Iah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 254 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. SeteIah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau’kembaii ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat yang menghasilkan keputusan untuk membawa Soekarno dan Hatta ke luar kota agar tidak terkena pengaruh Jepang. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta diculik oleh Soekarni, YUSuf Kunto, dan Syodanco Singgih ke Rangasdengklok. Pada sore harinya Ahmad Soebarjo memberi jaminan bahwa selambat-Iambantnya esok hari tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, maka Cudanco Subeno (komandan kompi tentara PETA di Rengasdengklok) memperbolehkan Soekarna Hatta kembali ke Jakarta.

Teks proklamasi yang sudah sepakat dirumuskan dan disepakati akhirnya diketik oleh Sayuti Melik. Setelah teks proklamasi beres di ketik, mereka sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ini pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Tempat dan pelaksanaannya akan diadakan di Lapangan Ikada, tapi demi keamanan diubah menjadi di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta, yaitu rumah Ir. Soekarno.

Akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno. Setelah itu dilanjutkan oleh pen~ gibaran bendera merah putih yang dijahit oleh istri Ir. Soekarno, Ibu Fatmawati. Lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R Supratman dinyanyikan bersamaan dengan pengibaran bendera merah-putih. Bendera Indonesia yang berwarna merah-putih memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan raga manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga manusia untuk membangun Indonesia.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik lndonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.Pemberontakan G30-S/PKl melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. la disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”!

TOKOH PROKLAMASI MOH. HATTA

TOKOH PROKLAMASI MOH. HATTA

Nama                           : Dr. Mohammad Hatta

Nama Alias                 : Bung Hatta

Tempat Lahir              : Bukittinggi

Tanggal Lahir             : 12 Agustus 1902

Agama                         : Islam

Kebangsaan                 : Indonesia

Meninggal                   : Jakarta, 14 Maret 1980

Dimakamkan               : Tanah Kusir, Jakarta

Pendidikan :

* Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)

* Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)

* Handel Middiebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)

* Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)

Pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan.

Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925.Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul “Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan’ Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut : terpilih menjadi ketua Pl sampai tahun1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat lndonesia.

Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Iamulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasiinternasional. Pada tahun 1927; Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru. Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak Ali Sastroamidjojo, dan Abdul Madjid Djojodiningrat sebelum akh imya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berJudul: Indonesia Free.

Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembahi ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat lndone~ sia dengan adanya pelatihan-pelatihan. Pada tahun 1933, Sukarno diasingkan ke Ende, Flores, Aksi Iini menuai reaksi keras oleh Hatta. la mulai menulis mengenai pengasingan Sukarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah colonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasing kan ke Digul, Papua.

Pada awal Agustus 1945, nama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Sukarno sebagal Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua. Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Laksamana Maeda. Panitia tersebut merumuskan teks ‘proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tans gan Sukarno dan Hatta atas usul Soekami.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur’ 56, tepat pukul 10.00, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Sukarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagal Wakil Presiden.

Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Yogyakarta. Hal ini karena Belanda kembali berupaya menguasai Indonesia dengan melakukan Agresi Militer I dan II. Selain melakukan pejuangan bersenjata, jalan diplomasi juga ditempuh melalui Perjanjian Linggarjati dan Renville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.

Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan membawa masalah ini ke PBB. Di sisi lain, TNI bersama rakyat berjuang bahu membahu melawan pasukan Belanda. Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia sia. Pada tanggal 27 Desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia.

ACHMAD SOEBARJO

ACHMAD SOEBARJO

Nama                           : Ach. Soebardjo Djojoadisurjo

Tempat Lahir              : Karawang, Jawa Barat

Tanggal Lahir             : 23 Maret 1896

Agama .                       : Islam

Kebangsaan                 : Indonesia

Meninggal                   : Jakarta, 2009

Dimakamkan               : Cipayung, Bogor

 

HBS (Sekolah Menegah Atas) dii Jakarta pada tahun 1917 kemudian memperoleh gelar “Meester in de Rechten” disingkat “Mr” atau disebut juga Sarjana Hukum (SH) pada tahun 1933 di Universitas Leiden, Belanda.

Semasa pendudukan Jepang Achmad Soebardjo menjadi pembantu “kantor penasihat Angkatan Darat Jepang dan kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksamana Maeda. Menjelang proklamasi kemerdekaan, ia duduk dalam keanggotaan Badan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bersama Mr. Dr. Soepomo dan Mr. A.A. Maramis ia merancang Undang-undang Dasar negara Indonesia. Ia pun dikenal sebagai salah seorang penanda tangan Piagam Jakarta.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana,. Shodanco Singgih, dan pemuda lain, membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Peristiwa ini dinamakan Peristiwa Rengasdengklok.

Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Achmad Soebardjo melakukan perundingan. Achmad Soebardjo menyetuj’ui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Soekarno dan Moh. Hatta kem_bali ke Jakarta. Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburufburu memproklamasikan kemerdekaan.

Setelah lndonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Achmad Soebardjo diangkat menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Presidensial periode 19 Agustus 1945 14 November 1945 dan kembali menjabat Menteri Luar Negeri pada Kabinet Sukiman-Suwirjo periode 1951-1952.

FATMAWATI

FATMAWATI

Nama                           : Fatmawati .

Nama Lain                  : Fatimah

Tempat Lahir              : Bengkulu, 5 Februari 1923

Agama                         : Islam

Kebangsaan                 : Indonesia

Meninggal                   : Kuala Lumpur, 14 Mei 1980

Dimakamkan               : —

Fatmawati yang bernama asli Fatimah la dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Fatmawati lahir dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah. Orang tuanya merupakan keturunan Puti Indrapura. salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura. Pesisir Selatan. Sumatera Barat.-Ayahnya merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.

Dalam masa perjuangan menjelang Proklamasi Kemerdekaan. Fatmawati ikut merasakan gelora perjuangan bangsa Indonesia. Saat kemerdekaan akhirnya tiba. Setelah Bung Kamo membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, diadakan upacara pengibaran bendera yang sederhana. Bendera Merah Putih yang kemudian berkibar gagah itu dijahit sendiri oleh Fatmawati Soekarno. Kini. Bendera Merah Putih tersebut disimpan dan dikenal sebagai Bendera Pusaka.

Pada tanggal 4 Januari 1946. pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, menyusul hadimya tentara NICA yang membonceng kedatangan tentara sekutu. Fatmawati Soekarno yang selalu mendampingi Bung Karno mendapatkan banyak simpati karena sikapnya yang ramah dan mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Sebagai seorang Ibu Negara, Ibu Fatmawati kerap mendampingi Bung Karno dalam kunjungan ke berbagai wilayah Republik Indonesia dan mengikuti kunjungan Presiden Sukarno ke berbagai Negara sahabat. Peran serta wanita dalam pembangunan telah ditunjukkan Ibu Fatmawati dengan melakukan kegiatan sosial. seperti aktif melakukan pemberantasan buta huruf dan mendorong kegiatan kaum perempuan.

SAYUTI MELIK

SAYUTI MELIK

Nama                           : Sayuti Melik

Tempat Lahir              : Sleman Yogyakarta

Tanggal Lahir             : 25 November 1908

Agama                         : Islam

Kebangsaan                 : lndonesia

Meninggal                   : Jakarta, 2 Maret1989

Dimakamkan               : TMP, Kalibata Jakarta

Sayuti Melik lahir di Kadisobo, Rejodani, Sleman Yogyakarta. 25 November 1908 dan meninggal di Jakarta, 2 Maret 1989. Ayahnya bernama Abdul Muin alias Partoprawito, sedang ibunya bernama Sumilah. Pendidikan dimulai dari Sekolah Ongko Loro (Setingkat SD) di desa Srowolan, hingga kelas IV dan diteruskan sampai mendapat ijazah di Yogyakarta.

Tahun 1920-1924 Sayuti Melik melanjutkan pendidikan Sekolah Guru di Solo. Di sana ia belajar nasionalisme dari guru sejarahnya yang berkebangsaan Belanda, H.A. Zurink. Pada usia belasan tahun itu, ia sudah tertarik membaca majalah Islam Bergerak pimpinan K.H. Misbach di Kauman, Solo, ulama yang berhaluan kiri. Ketika itu banyak orang, termasuk tokoh Islam, memandang Marxisme sebagai ideologi perjuangan untuk menentang penjajahan. Dari Kiai Misbach ia belajar Marxisme. Perkenalannya yang pertama dengan Bung Kamo terjadi di Bandung pada 1926.

Pada tahun 1926 ditangkap ‘Belanda karena dituduh membantu PKI dan selanjutnya dibuang ke Boven Digul (1927-1933). Tahun 1936 ditangkap lnggris, dipenjara di Singapura selama setahun. Setelah diusir dari wilayah lnggris ditangkap kembali oleh Belanda dan dibawa ke Jakarta, dimasukkan sel di Gang Tengah (1937-1938). Kemudian tahun 1939-1941 dipenjarakan di Sukamiskin Bandung dan tenibat “‘Pers delict”. Ketika Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942 ia dipenjarakan Iag’i karena dituduh menyebarkan pamflet gelap PKI akhirnya menjelang proklarriasi kemerdekaan Indonesia ia dibebaskan. Ia menjadi anggota susulan PPKI dan turut hadir dalam peristiwa pemmusan naskah Proklamasi. Teks proklamasi tulisan tangan Bung Kamo diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kata.

Saat konsep proklamasi Kemerdekaan dibuat oleh Bung Kamo. Bung Hatta, dan Achmad Subarjo di rumah Laksemana Muda Maeda, Sayuti bersama Sukarni menjadi wakil dari golongan pemuda. Saat

konsep itu selesai dan dibacakan, terjadi perdebatan diantara mereka, terutama dari golongan pemuda yang kurang bisa menerima kalimat. nya yang oleh mereka dianggap terpengaruh oleh Jepang. Dalam suasana tegang itu, Sayuti memberi gagasan, yakni agar teks proklamasi ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta saja, atas nama bangsa Indonesia. Usulnya diterima, Bung Karno pun segera memerintahkan Sayuti untuk mengetiknya. la mengubah kalimat “WakiI-wakil bangsa Indonesia” mejadi “Atas nama bangsa Indonesia”

Setelah kemerdekaan Sayuti Melik menjadi anggota Komite Nasional lndonesia Pusat (KNIP). Pada tahun 1946 atas perintah Mr. Amir Syarifudin, ia ditangkap oleh Pemerintah RI karena dianggap sebagai orang dekat “Persatuan Perjuangan” serta dianggap bersekongkol dan turut terlibat dalam “Peristiwa 3 Juli 1946” namun setelah diperiksa oleh Mahkamah Tentara, ia dinyatakan tidak bersalah. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda ll, ia ditangkap Belanda dan dipenjarakan di Ambarawa. Setelah selesai KMB, ia dibebaskan. Tahun 1950 ia diangkat menjadi anggota MPRS dan DPR-GR sebagai Wakil dariAngkatan ‘45 dan menjadi Wakil Cendekiawan. Tahun 1961 ia menerima Bintang Maha Putera Tingkat V. Sebagai kolumnis beberapa surat kabar, ia mencoba menulis artikel yang berjudul “Belajar Memahami Soekarnoisme”. Artikel bersambung itu menjelaskan perbedaan Marhaenisme ajaran Bung Karno dan Marxisme-Leninisme doktrin PKI. Ketika itu Sayuti melihat PKI hendak membonceng kharisma Bung Karno. Akhirnya pada tahun ia 1965 ditangkap dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung.

Pada jaman Orde Baru, Sayuti Melik diangkat menjadi anggota MPR dan DPR (1971-1977), sebagai Wakil dari Golongan Karya. Pada tanggal 11 Maret 1984 ia mendapat penghargaan selaku Pinisepuh Golongan Karya dan sebelumnya ia telah menerima tanda penghargaan antara lain tanggal 19 Mei 1973 tanda Bintang Mahaputra Adipradana II dari Presiden Soeharto, tanggal 1977 Piagam dalambidang Jurnalistik dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tanggal 23 Desember 1982 mendapat penghargaan Satya Penegak Pers dari PWI Pusat. Kunjungannya ke luar negeri llebih banyak dilakukan sewaktu menjalankan tugas kewartawanan, antara lain Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika Serikat, Australia dll.

TOKOH PROKLAMASI SOEKARNI

TOKOH PROKLAMASI SOEKARNI

Nama                           : Soekarni

Tempat Lahir              : Blitar, Jawa Timur

Tanggal Lahir             : 14 Juli 1916

Agama                         : Islam

Kebangsaan                 : lndonesia

Meninggal                   : Jakarta, 7 Mei 1971

Dimakamkan               : TMP, Kalibata Jakarta

Sukarni Kartodiwirjo memang tidak memegang peranan sentral dalam perjuangan kemerdekaan, namun peranannya sangat menentukan. indonesia mungkin tak akan memproklamasikan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, jika tidak ada Sukarni. Ia menculik Soekamo -Hatta dan memaksa kedua pemimpin itu menyatakan bahwa Indonesia sudah merdeka.

Saat itu Sukarni yang mewakili generasi muda merasa gerah dengan sikap wait and see yang dipilih Bung Karno dan Bung Hatta menyikapi menyerahnya Jepang terhadap Sekutu. Kelompok anak muda itu kemudian menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat. Setelah ide memanfaatkan vacuum of power untuk menyatakan kemerdekaan disetujui, maka kedua pemimpin tersebut dibebaskan kembali ke Jakarta untuk memimpin rapat penyusunan teks proklamasu.

Setelah menculik dan memaksa Soekarno Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI, Sukarni juga aktif dalam berbagai episode perjuangan. Tokoh revolusioner pemberani ini berperan besar dalam perjalanan parlemen Indonesia. Saat negara masih belia, sehingga belum sempat dilaksanakan Pemilihan Umum, Sukarni mengusulkan agar sebelum terbentuk DPR dan MPR, tugas legislatif dijalankan oleh KNIP. Sukarni pulalah yang memperjuangkan pembentukan Badan Pekerja KNIP sebagai lembaga negara yang mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus pemimpin rakyat. Ia kemudian diangkat menjadi anggota DPRD dan Konstituante.

Namun hubungannya dengan Bung Karno tidak mulus. Melalui Partai Murba, Sukarni menentang kebijakan-kebijakan Soekarno. Sikap itu harus dibayar mahal dengan kebebasannya. Sukarni keluar dari penjara setelah Orde Baru berkuasa. |a wafat pada 7 Mei 1971 sewaktu menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung RI.

LAKSAMANA TADASHI MAEDA

LAKSAMANA TADASHI MAEDA

Nama                           : Tadashi Maeda

Tempat Lahir              : Kagoshima, Jepang

Tanggal Lahir             : 3 Maret 1898

Agama                         : lslam

Kebangsaan                 : Jepang

Meninggal                   : 13 Desember 1977

Dimakamkan               : —

Nama lengkapnya Tadashi Maeda. Lahir di Kagoshima, Jepang 3 Maret 1898. Ia adalah perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Tugas pokoknya adalah sebagai Kepala Kantor Penghubung Rikugun (AD) dan Kaigun (AL) di Jakarta. Maeda memang perwira Jepang yang notabene menjajah Indonesia ketika itu. Namun ia memiliki keyakinan bahwa kemerdekaan merupakan aspirasi alamiah. Maka iapun memberikan dukungannya kepada tujuan kebebasan lndonesia.

Tadashi Maeda pernah dihukum selama 1 tahun. Ia disalahkan karena dianggap melanggar perintah Angkatan Perang Sekutu dalam mempertahankan status quo Hindia Belanda. Melalui Ahmad Soebardjo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Riset AL Jepang, Tadashi Maeda meminta agar Bung Karno segera kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ia memberikan jaminan keamanan serta menyediakan rumah dinasnya di J. Nassan Boulevard (sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1) Jakarta untuk dimanfaatkan.

Tanggal 16Agustus 1945 sore hari rombongan Mr. Soebardjo menjemput Bung Karno dan Bung Hatta di Rengasdengklok untuk dibawa ke rumah dinas Tadashi Maeda, diikuti oleh Soekarni, Soetardjo, dan Soedirb (Barisan Banteng). Di rumah Laksamana Tadashi Maeda rupanya sudah menunggu tokoh-tokoh pergerakan, anggota BPKI, dan beberapa pimpinan gerakan pemuda.

Maka mulai dilangsungkanlah rapat membahas naskah proklamasi. Sayuti Melik lalu mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik kantor Maeda, di ruang kecil dekat dapur. Tak lama kemudian naskah Proklamasi ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia di” ruang tamu Laksamana Tadashi Maeda. Naskah Proklamasi dibacakan Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dan tanggal 8 Ramadan 1364 menurut Kalender Hijriah, [1] yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs.Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

P R O K L A M A S I Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan lndonesia. Hal-ha| jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta.

 

7 Tokoh Proklamasi Dan Bunyi Teks Proklamasi

Leave a Reply