43 Cerita Islam Penuh Makna dan Paling Populer (blm gambar) Sekolahnesia

43 Cerita Islam Penuh Makna dan Paling Populer (blm gambar)

Cerita Islam – Tentu kita semua tahu bahwa ada begitu banyak Cerita Islam yang penuh makna dan syarat akan hikmah. Cerita islam sangat bermanfaat supaya kita bisa mengambil hikmah dibalik cerita tersebut. nah disini kami akan memberikan ulasan tentang 43 cerita islam yang syarat akan makna dan paling Populer untuk bisa anda jadikan sebagai bahan renungan.

 

Table of Contents

CERITA ISLAM : ABDULLAH PENEBUS TAWANAN

CERITA ISLAM ABDULLAH PENEBUS TAWANAN

Namanya Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy. Dia adalah seorang sahabat yang beruntung lantaran pemah menemui dua raja besar di zamannya; Kisra, Raja Persia dan KaisarAgUng, Raja Romawi.

Suatu ketika Rasulul|ah mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk mengirimkan surat beliau yang berisi ajakan masuk Islam kepada Kisra Abrawis, Raja Persia. Ia pun mempersiapkan segala keperluanhya. Anak-anak dan keluarganya ia titipkan kepada para sahabat Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Abdullah-bin Hudzafah tiba di ibukota Persia. Setelah mendapat sedikit kesulitan, ia dipersilakan menghadap Kisra. Abdullah menghadap sang Raja dengan pakaian sederhana, sebagaimana kesederhanaan orang orang Islam. Namun kepalanya tetap tegak dan jalannya pun tegak penuh wibawa.

Tatkala Kisra melihat Abdullah menghadap, dia memberi isyarat kepada pengawalnya supaya menerima surat yang dibawa Abdullah. Namun Abdullah menolak memberikannya kepada pengawal. “Rasulullah memerintahkan supaya memberikan surat ini langsung ke tangan Kisra tanpa perantara. Saya tida“Biarkan dia mendekat kepadaku!” bentak Kisra dengak mau menyalahi perintah Rasulullah,” kata Abdullah.

n hati mendongkol. la menerima surat yang diberikan Abdullah dan memerintahkan sekretarisnya untuk membaca isinya: “Dari Muhammad, kepada Kisra, Raja Persia. Berbahagialah siapa saja yang mengikuti petunjuk… ”

Baru sampai di situ sekretaris membaca surat, api kemarahan menyala di dada Kisra. Mukanya berubah merah. “Kurang ajar, berani-beraninya dia menulis namanya lebih dahulu dari namaku. Padahal dia adalah budakku,” umpat Kisra geram. Surat yang sedang dibaca sekretarisnya itu ia sambar dan robek-robek. Lalu ia memerintahkan pengawalnya untuk mengusir Abdullah dari ruang pertemuan.

Setibanya di hadapan Rasulullah, Abdullah bin Hudzafah segera melaporkan segala kejadian yang dilihat dan dialaminya, diantaranya perbuatan Kisra yang merobek surat beliau.

Mendengar laporan tersebut, Rasulullah bersabda, “Semoga Allah merobek-robek kerajaannya pula!”

PertemuanAbdulIah bin Hudzafah dengan KaisarAgung terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khathab. Pada tahun 19 Hijriyah, Khalifah Umar mengirim angkatan perangnya . untuk menyerang Romawi. Dalam pasukan itu terdapat seorang perwira senior; Abdullah bin Hudzafah.

Kaisar Romawi telah mengetahui keunggulan dan sifat-sifat tentara Muslim. Sumber kekuatan mereka adalah iman yang membaja dan keyakinan yang dalam, serta keberanian mereka menghadapi maut. Jihad di Allah menjadi tekad dan cita-cita hidup mereka. ‘

Kaisar Romawi memerintahkan kepada para perwiranya, “Jika

kalian berhasil menawan tentara Muslim, jangan kalian bunuh, tapi bawa ke hadapanku!”

Ditakdirkan Allah, Abdullah bin Hudzafah tertawan. Ia dibawa menghadap sang Kaisar. Setelah memerhatikan Abdullah bin ‘ Hudzafah agak lama, Kaisar berkata, “Aku ingin menawarkan sesuatu kepadamu.“ “Apa yang hendak anda tawarkan?” tanya Abdullah. “Maukah kau masuk agama Nasrani? Jika mau, aku akan membebaskanmu dan“ memberikan hadiah yang besar,” kata Kaisar.

Abdullah menjawab lantang, “Aku Iebih suka mati seribu kali daripada menerima tawaran anda.”

Kaisar tersenyum. “Aku lihat kau adalah seorang perwira-yang pintar. Jika kau mau menerima tawaranku, aku akan mengangkatmu menjadi pembesar kerajaan.”

Abdullah membalas tersenyum dan berkata, “Demi Allah, seandainya anda berikan padaku seluruh kerajaan anda, ditambah semua kerajaan yang ada di tanah Arab ini, agar aku keluar dari

agama Muhammad walau sekejap mata, aku tetap tidak akan menerimanya!”

“Kalau begitu, kau akan kubunuh!” bentak Kaisar marah.

“Silakan, lakukanlah apa saja yang anda suka!”jawab AbduIlah mantap.

Tubuh Abdullah ,bin Hudzafah akhirnya diikat di kayu salib. Kemudian Kaisar memerintahkan tukang panah untuk memanah lengan Abdullah. Setelah itu Kaisar bertanya lagi, “Bagaimana? Maukah kau masuk agama Nasrani?”

“Tidak!” jawab Abdullah. “Panah kakinya!” perintah Kaisar. Maka anak panah kembali meluncur mengenai kakiAbdullah.

“Maukah kau pindah agama?” bujuk Kaisar.

Abdullah tetap menolak. Karena tidak berhasil, Kaisar menyuruh menghentikan siksaan dengan panah. Abdullah diturunkan dari tiang salib. Kaisar kemudian meminta sebuah kuali’ besar, lalu dituangkan minyak ke dalamnya. Setelah minyak menggelegak, Kaisar meminta dua orang tawanan Muslim, Seorang diantaranya dilemparkan ke dalam kuali. Sebentar kemudian, daging orang itu hancur hingga tulang-beiuiangnya keluar.

Kaisar kembali membujuk Abdullah agar mau ”pindah agama namun ia tetap menolak Akhirnya Kaisar memerintahkan pengawal untuk melemparAbdullah ke dalam kuali.

Ketika pengawal menggiring Abdullah. mendekati kuali, ia menangis. Kaisar mengira Abdullah menangis karena takut. Temyata dugaannya salah. Abdullah tetap tak mau pindah agama.

“Kurang ajar, Lalu apa yang menyebabkan kamu menangis?” bentak Kaisar.

“Aku menangis karena keinginanku selama ini tidak terkabul. Aku ingin mati di medan tempur. Ternyata kini aku akan mati konyol dalam kuali,”jawab Abdullah.

“Kalau begitu, maukah kau mencium kepalaku?” tanya Kaisar tiba-tiba. “Kalau kau mau, aku akan membebaskanmu dan seluruh tawanan.“

Abdullah berpikir sejenak. “Aku harus mencium kepala musuh Allah, tapi aku dan kawan-kawanku bebas. Ah, tidak ada ruginya.”

Ia pun menghampiri Kaisar dan mencium kepalanya. Kaisar kemudian memerintahkan para pengawal membebaskan’semua tawanan Muslim.

Setibanya di hadapan Khalifah Umar, Abdullah bin Hudzafah melaporkan semua peristiwa yang dialaminya. Khalifah Umar sangat gembira mendengar laporanAbdullah tersebut.

Ketika memeriksa pasukan Muslim yang tertawan dan bebas bersama-sama Abdullah, Umar berkata, “Sepantasnyalah setiap Muslim mencium kepala Abdullah bin Hudzafah. Nah, aku yang memulai!”

 

CERITA ISLAM : ABDURRAHMAN BIN AUF YANG DERMAWAN

CERITA ISLAM ABDURRAHMAN BIN AUF YANG DERMAWAN

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. la juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup.

Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman binAuf. la memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu BakarAsh-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masak Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys..

Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin RabiAIAnshari.

Sa’ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. la hanya berkata, “Tunjukkanlah padaku di mana Ietak pasardi kota ini!”

Sa’ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. la pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, “Saya ingin menikah, ya Rasulullah,” katanya. ‘

“Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?” tanya RasulSAW.

“Emas seberat biji kurma,”jawabnya.

Rasulullah bersabda, “Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.”

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki Sahabat Bertangan Emas.

Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Aufturut berjihad fi sabilil|ah. Dalam perang ‘itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab AtTaimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling. kaya dan dermawan.’la tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, “Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganyai”

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, “Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”

“Ya,” jawabnya. ‘”Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan.”

“Berapa?” tanya Rasulullah.

“Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.”

Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.

Setelah Rasului|ah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, “Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?”

“Abdurrahman bin Auf,” jawab si petugas.

Aisyah berkata, “Rasulullah pernah bersabda, ‘Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orangorang yang sabar.”

Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju; Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa’ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.”Amin

CERITA ISLAM : ABU HURAIROH SANG BAPAK KUCING

CERITA ISLAM ABU HURAIROH SANG BAPAK KUCING

Semua ahli hadits sepakat, bahwa Abu Hurairah Ad Dausi

adalah sahabat yang paling banyak menghapal dan meriwayatkan hadis.

Abu Hurairah Ad Dausi perawi’aguhg yang telah meriwayatkan sekitar 5300 hadits.

Sementara itu ada 800 orang yang meriwayatkan hadist Abu  Hurairah Ad Dausi.

Hadits-hadits Abu Hurairah Ad Dausi termasuk jenis hadits Shahih.

Nama asli Abu Hurairah Ad Dausi adalah Abdu Syamsi. bin Shakhr ad Dausi. la dipanggilAbu Hurairah, artinya bapak kucing.

Karena Abu Hurairah Ad Dausi memiliki seekor kucing kecil yang sangat disayangnya. Kucing itu sering diajaknya main pada saat Abu Hurairah Ad Dausi menggembalakan kambing di siang hari. ‘

Saat malam hari, kucing Abu Hurairah Ad Dausi disimpan di atas pohon. Kemanapun Abu Hurairah Ad Dausi pergi, si kucing selalu menyertainya.

Sehingga mimpi bayang-bayang diri Abu Hurairah Ad Dausi. Hidup Abu Hurairah Ad Dausi teramat sederhana.

Bahkan Abu Hurairah Ad Dausi sering menahan lapar dengan mengikatkan batu ke perutnya.

Abu Hurairah Ad Dausi termasuk sahabat nabi saw. yang kekurangan.Abu Hurairah Ad Dausi tidak punya rumah, tidak punya lahan untuk bercocok tanam, dan tidak punya barang untuk dijual.

Namun meski hidup kekurangan, Abu Hurairah Ad Dausi dan keluarganya dikenal sebagai ahli ibadah. Mereka biasa bangun pada malam hari secara giliran.

Abu Hurairah Ad Dausi bangun pada sepertiga malam kedua.Sementara putra Abu Hurairah Ad Dausi bangun pada sepertiga malam terakhir. ‘

Abu Hurairah Ad Dausi memiliki daya ingat dan penghapal yang luar biasa berkat doa Rasul saw..

Hampir Abu Hurairah Ad Dausi tidak pernah melupakan satu kata atau satu huruf pun dari yang pernah ia dengar.

Sekalipun usia Abu Hurairah Ad Dausi bertambah senja. Abu Hurairah Ad Dausi selalu menyertai Rasul saw. ke mana pun Rasul pergi.

 

CERITA ISLAM : AHLI IBADAH KALAH DENGAN IBLIS

CERITA ISLAM AHLI IBADAH KALAH DENGAN IBLIS

Di suatu daerah terdapat seorang yang dalam waktu cukup lama dikenal sebagai ahli ibadah (‘abid). Suatu hari sekelompok orang datang kepadanya seraya memberi tahu bahwa di sekitar tempat itu ada segolongan orang yang menyembah pohon, bukannya menyembah Allah. Mendengar informasi demikian, Sang ‘abid marah. Kemudian dia mengambil kapaknya dan pergi menuju pohon dimaksud untuk menebangnya.

Tetapi lblis yang menampakkan dirinya sebagai seorang Syekh menghadang Iangkah si ahli ibadah.

“Ke mana kamu akan pergi,” tanya Iblis.

“Aku akan menebang pohon-yang disembah itu,” kata si ahli ibadah.

“Apa kepentinganmu dengan pohon “itu? Kamu telah meninggalkan ibadah dan kesibukanmu dengan dirimu sendiri, lalu kamu meluangkan waktu untuk selain itu,” selidik Iblis.

“Ini adalah bagian dari ibadahku juga,”]awab si ‘abid.

“Kalau begitu aku tidak akan membiarkanmu untuk menebangnya.”

Lalu Iblis menyerang sang ahli ibadah. Tanpa kesulitan sang ‘abid berhasil mengalahkan Iblis, membantingnya ke tanah dan akhirnya dapat menduduki dadanya.

“Lepaskanlah aku, agar aku dapat berbicara kepadamu,” pinta iblis.

Sang ‘abid pun berdiri. Lalu Iblis berkata:

“Wahai si ‘abid, sesungguhnya Allah telah melepaskan urusan ini darimu dan tidak mewajibkannya atasmu. Kamu tidak akan menanggung dosa orang lain; Allah pun mempunyai para nabi di segala penjuru bumi. Seandainya Allah menghendaki, niscaya dia akan mengutus mereka kepada para penyembah pohon ini dan memerintahkan mereka untuk menebangnya.”

“Aku tetap harus menebangnya,” tutur ahli ibadah bersikukuh.

Iblis pun kembali menyerang si ‘abid. Namun kembali dengan mudah si ‘abid dapat mengatasi perlawanan Iblis, dibantingnya ke tanah lalu diduduki dadanya. Akhirnya Iblis tidak berdaya dan berkata kepada sang ‘abid

“Apakah kamu mau menerima penyelesaian antara aku dan kamu yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagimu.

“Apa itu?” Tanya sang ahli ibadah. “Lepaskanlah aku suapaya aku dapat mengatakannya.” Sang “abid pun melepaskannya. Lalu iblis berkata:

“Kamu adalah seorang laki-laki miskin. Kamu tidak memiliki apa-apa. Kamu hanyalah beban yang memberatkan manusia. Barangkali kamu akan berbuat baik kepada kawan-kawanmu, membantu tetangga-tetanggamu, dan tidak lagi membutuhkan oranglain.

“Benar,” si “abid mengiyakan. “Pulang dan tinggalkanlah urusan ini. Setiap malam aku akan meletakkan dua dinar di bawah kepalamu. Saat pagi hari kamu bisa mengambilnya lalu membelanjakannya untuk dirimu dan keluargamu, serta menyedekahkan untuk teman-temanmu. Hal itu akan lebih bermanfaat bagimu dan bagi kaum muslimin ketimbang menebang pohon yang disembah ini. Apabila kamu menebangnya, hal itu tidak akanmembahayakan mereka dan tidak pula memberi manfaat atas teman-teman muslim kamu,” ujar Iblis menjelaskan.

Sang ‘abid merenungkan apa yang diucapkan Iblis, lalu berkata, “Syekh ini benar. Aku memang bukanlah seorang nabi sehingga aku tidak wajib menebang pohon ini. Lagi pula Allah pun tidak memerintahkan aku untuk menebangnya sehingga aku tidak akan berdosa apabila membiarkannya. Dan apa yang disampaikannya memang lebih banyak manfaatnya.”

Setelah itu, Iblis bersumpah dan berjanji kepada sang “abid akan memenuhi komitmennya itu. Sang “abid pun pulang ke tempat ibadahnya. Pada pagi harinya dia melihat dua dinar di bawah kepalanya. Dia pun mengambilnya. Begitu pula pada keesokan harinya. Tetapi pada pagi hari ketiga dan pagi hari setelahnya dia tidak mendapati sesuatu apa pun. Merasa kecewa atas kejadian itu, ahli ibadah menjadi marah dan mengambil kapaknya. Iblis kembali menghadangnya dalam bentuk seorang Syekh.

“Mau ke mana kamu?” “Aku akan menumbangkan pohon itu.”

“Demi Allah, kamu tidak akan mampu melakukannya. Dan kamu tidak akan mendapatkan jalan menuju pohon itu.”

Sang ‘abid menyergap Iblis sebagaimana ia melakukannya pada kejadian pertama.

“Tidak mungkin,” kata iblis.

Lalu Iblis membekuk sang ‘abid dan membantingnya. Dalam sekejap dia menjadi seperti burung kecil di antara dua kaki Iblis. Iblis duduk di atas dadanya dan berkata, “Berhentilah dari urusan ini.Apabila tidak, aku akan membunuhmu.”

Kini sang “abid tidak memiliki kekuatanuntuk melawan Iblis.

‘Wahai Syekh, kamu sekarang telah mengalahkanku. Lepaskanlah aku dan beritahukanlah kepadaku mengapa dulu aku bisa mengalahkanmu, tapi sekarang kamu yang mengalahkanku,” tanya ahli ibadah.

“Karena pada kali pertama kamu marah, kamu melakukan itu karena demi Allah, dan niatmu adalah akhirat sehingga Allah menundukkanku untukmu. Tetapi kali ini kamu marah demi dirimu sendiri dan demi dinar-dinar yang aku hentikan untukmu,” pungkas Iblis.

 

CERITA ISLAM : AISYAH MIMPI 3 BULAN JATUH

CERITA ISLAM AISYAH MIMPI 3 BULAN JATUH

Suatu malam, Aisyah binti Abu Bakar Siddiq pernah bermimpi melihat tiga bulan jatuh ke dalam kamarnya.

Arti mimpi itu bahwa nanti akan ada 3 orang mulia yang dimakamkan di dalam kamar Aisyah bintiAbu Bakar.

Di kemudian hari, mimpi itu terbukti benar.

Di kamarAisyah binti Abu Bakar dimakamkan Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar bin Khattab.

Aisyah binti Abu Bakar adalah putri Khalifah Abu Bakar Siddiq dan menjadi salah satu istri kesayangan Rasullah saw..

Pernikahan Rasulullah saw. dengan Aisyah binti Abu Bakar adalah perintah langsung Allah swt..

Aisyah binti Abu Bakar terkenal cerdas dan berwawasan luas. Aisyah binti Abu Bakar mampu mengingat dengan baik apa yang terjadi pada masa kecilnya, termasuk hadist-hadist yang didengarnya dari Rasulullah saw..

Aisyah binti Abu Bakar mampu memahami, meriwayatkan menarik kesimpulan, serta memberikan penjelasan detail hukum fiqih yang terkandung di dalam hadist.

Aisyah binti Abu Bakar juga sering menjelaskan hikmahhikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil.

Kenapa Rasulullah Saw. Sering Memanggil Aisyah binti Abu Bakar dengan Panggilan Humaira?

Aisyah binti Abu Bakar orang yang paling dicintai Rasul saw. dari kalangan wanita.

Aisyah binti Abu Bakar adalah wanita paling alim dari semua wanita.

Aisyah binti Abu Bakar adalah wanita yang dibela kesuciannya ‘ dari langit ketujuh.

Rasul saw. pun wafat dalam dekapan Aisyah binti Abu Bakar dan dimakamkan di kamarAisyah bintiAbu Bakar.

Aisyah binti Abu Bakar sering dipanggil “humaira” karena berparas cantik dan berkulit putih.

Aisyah binti Abu Bakartermasuk salah satu orang yang banyak meriwayatkan hadits.

Ada 1210 hadis yang telah diriwayatkannya.

Aisyah binti Abu Bakar’ Juga memiliki kepandaian dalam ilmu fikih, kesehatan, dan syairArab.

Aisyah bintiAbu Bakarwafat pada Usia 66 tahun.

Amat jarang orang yang meninggal dilayat sebanyak pelayat pada saatAisyah binti Abu Bakar wafat.

 

CERITA ISLAM : ALADIN DAN LAMPU AJAIB

CERITA ISLAM ALADIN DAN LAMPU AJAIB

Aladin adalah seorang Iaki-laki yang berasal dari Persia. la tinggal berdua dengan ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Suatu hari, seorang laki-laki datang ke rumah Aladin. Laki-Iaki tersebut mengaku sebagai saudara lakilaki almarhum bapaknya yang sudah lama merantau ke negara tetangga. Aladin dan ibunya sangat senang sekali, karena ternyata mereka masih memiliki saudara.

“Malang sekali nasibmu saudaraku,” kata laki-laki itu kepada .Aladln dan ibunya.

Karena merasa prihatin dengan keadaan saudaranya tersebut, maka laki-laki itu bermaksud untuk mengajak Aladin ke luar kota. Dengan seijin ibunya, laluAladin mengikuti pamannya pergi ke luar kota.

Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh sekali, dan pamannya tidak mengijinkan Aladin untuk beristirahat. Hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat di tengah hutan. Aladin diperintahkan pamannya untuk mencari kayu bakar. Alandin ,mengatakan jika ia ingin istirahat tetapi sang Paman sangat marah mendengarjawabanAladin. .Ia pun bergegas mencari kayu.

Setelah mendapatkan kayu, pamannya lalu membuat api dan mengucapkan mantera. Aladin sangat terkejut sekali, karena setelah pamannya membacakan mantera, tiba-tiba tanah meniadi retak dan membentuk lubang Aladin mulai bertanya pada dirinya sendiri apakah dia benar pamannya? Atau seorang penyihir yang mgin memanfaatkannya saja?

“Aladin, turunlah kamu kelubang itu. Ambilkan lampu antik di dasar gua itu,” suruh pamannya.

“Aku takut, paman,” kata Aladin.

Pamannya iaiu memberikan cincin kepada Aladin. “Pakailah ini cincin ini akan melindungimu”, kata pamannya Kemudian Aladin mulai turun kebawah

Sete!ah sampai di bawah, Aladin sangat takjub dengan keadaan dalam gua. Di dasar gua tersebut Aladin menemukan banyak sekali pohon yang berbuah permata?

Cepat kau bawa lampu antiknya  padaku,Aladin. Jangan perdulikan “yang lain,“ teriak pamannya dariatas.

Aladin lalu mengambil lampu antik itu dan mulai memanjat ke atas. Tetapi ketika hampir sampai di ‘ atas Aladin melihat pintu ” gua mulai tertutup dan hanya terbuka sedikit. Aladin mulai berpikir kalau pamannya akan menjebaknya.

CepatAladin lemparkan saja lampunya,” teriak pamannya.

‘tidak. aku tidak akan memberikan lampu ini, sebelum aku ‘ sampai di atas” jawab Aladin.

Setelah berdebat, paman Aladin menjadi tidak sabar dan akhirnya pintu lubang ditutup, dan pamannya rneninggalkan ‘ Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah.

Aladin sedih dan duduk termenung Kini dia sadar jika sebenarnya laki-iaki tersebut bukanlah pamannya dan dia hanya diperalat oieh laki-laki itu. Aladin lalu mencari segala cara supaya dapat keluar dari gua, tetapi usahanya selalu sia-sia. ‘ .

Sambil berdoa, AIadin mengusap-usap lampu antik dan berpikir kenapa laki-laki penyihir itu ingin sekali memiliki lampu itu. Setelah digosok-gosok, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. ‘

“Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan. Saya-adalah Jin penunggu lampu. Apa perintah tuan padaku?” kata raksasa

“Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah,” kata Aladin.

“Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini, kata Jin lampu.

Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai d’rdepan rumahnya Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya Hari demi hari, bulan, dan tahun pun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aiadin sekarang sudah menjadi seorang pemuda yang kaya. Suatu hari, lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya Aladin sangat terpesona dan jatuh hati kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja.

“Tenang Aiadin, Ibu akan mengusahakannya,” kata ibunya.

Ibu Aladin pergi ke istana raja dengan membawa intan permata untuk memberi hadiah kepada sang Putri. Raja amat senang menerimanya.

“Wah… ,anakmu pasti seorang pangeran yang tampan besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku,” pinta sang Raja.

Setibanya di rumah Aladin segera menggosok lampu dan meminta Jin lampu untuk membawakan sebuah istana. Tak lama kemudian jin lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. Esok hari  sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah.Akhirnya Aladin menikah’ dengan  Putri raja.

Tanpa disangka si penyihir ternyata,,melihat semua kejadian itu mekaiui bola kristalnya ia kemudian pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang Usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan jin lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

KetikaAladin pulang dari berkeliling,’ |a sangat terkejut karena istananya hilang Aladin lalu teringat dengan cincin pemberian laki-iaki penyihir. Digosoknya cincin tersebut, dan keluariah Jin

cincin. Aladin bertanya kepada Jin cincin tentang apa yang sudah.

terjadi dengan istananya.. Jin Cincin kemudian menceritakan semuanya kepada Aiadin

“Kalau begitu tolong bawakan istana dan istriku kembali iagi kepadaku,” pinta Aladin. ‘Maaf Tuan, kekuatan saya tidaklah sebesar Jin lampu,” kata Jin cincin. .

“Kalau begitu, tolong antarkan aku ke tempat penyihir itu Aku akan ambii sendiri,” seru Aladin. Sesampainya di istana, Aladin menyelinap masuk ke istana.

Setelah. berhasil masuk dalam kamar” penyihir, Aladin lalu mengambil Iampu ajaibnya sang penyihir dan segera menggosoknya. ‘ “Singkirkan penjahat ini,” seru Aladin kepada Jin lampu.  Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi Jin lampu langsung membanting penyihir itu dan melemparkan ke luar.”istana. ‘

“Terima kasih Jin lampu, bawalah kami dan istana kami kembali ke tempatnya semula,” seru Aladin. Sesampainya di Persia, Aladin. hidup bahagia la mempergunakan sihir dari jin lampu untuk membantu orangorang miskin dan kesusahan..

 

CERITA ISLAM : ALI BABA DAN 40 PENYAMUN

CERITA ISLAM ALI BABA DAN 40 PENYAMUN

Dahulu kala, di Persia, hiduplah ‘dua orang bersaudara yang bernama Kasim dan Ali Baba. Kasim hidupnya kaya raya. sedangkan Ali Baba hidupnya miskin. Ali Baba hidup dari menjual kayu bakar. Setiap hari ia mencari kayu bakar untuk dijuai kembaii dan mendapatkan uang. Berbeda dengan Ali baba,

Kasim adalah seorang yang kaya raya. Kasim memiliki sifat sera’ kah dan tidak mau memikirkan kehidupan adiknya.

Suatu hari, saat Ali Baba pulang dari mengumpulkan kayu bakar, ia melihat sekelompok penyamun (pencuri) berkuda. Karena takut terlihat Ali Baba segera bersembunyi Ali Baba menghitung ada sekitar 40 orang penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta rampasannya dari kuda-kuda mereka.

Kepala Penyamun tiba-tiba berteriak, “Alakazam! Buka pintu?!”

Pintu gua yang di depan mereka terbuka perlahan-Iahan. Setelah itu, mereka segera memasukkan seluruh harta rampasan ke dalam gua. Setelah para penyamun keluar dari gua, kepala penyamun berteriak lagi.

“Alakazam! Tutup pintu!” teriak Kepala  Penyamun dan pintu gua pun tertutup. Setelah para penyamun pergi, Ali baba memberanikan diri keluar dari tempat persembunyiannya. la mendekati pintu goa itu, dan meniru teriakan Kepala penyamun tadi.

“Alakazam! Buka pintu!” teriak AIi Baba dan pintu gua itu pun terbuka.

“Wah hebat!” seru Ali Baba kegirangan. ia terpana saat melihat banyak harta karun yang bertumpuk seperti gunung di daiam gua itu

“Harta rampasan ini akan kuambil sedikit Semoga aku tak miskin lagi, dan bisa membantu para tetanggaku yang kesusahan,” katanya

Setelah memasukkan harta dan emas tersebut ke dalam karung, Ali baba segera pulang setetah sebelumnya menutup pintu goa Itu istri Ali baba sangat terkejut melihat barang yang dibawa suaminya Ali baba pun bercerita kepada istrinya tentang apa yang baru saja ia alami

“Uang Ini sangat banyak. Bagaimana kalau kita bagikan kepada orang-orang yang tidak mampu, ”kata istri Ali baba.

Karena banyaknya uang emas itu Ali baba dan istrinya tioak sanggup untuk menghitungnya Mereka sepakat meminjam sebuah kendi sebagai timbangan uang emas itu kepada Kasim lstri Ali Baba pun segera pergi meminjam kendi kepada istri Kasim Tidak berbeda jauh dari sifat suaminya, istri Kasim adalah seorang yang serakah. Sebelum meminjamkan kendi itu ia mengoleskan minyak yang sangat iengket di dasar kendi

Keesokan harinya, setelah kendi itu dikembaiikan, ternyata di dasar kend1 ada sesuatu yang berkilau istri Kasim segera memanggil dan memberitahu suaminya bahwa di dasar kendi yang baru saja dipinjam istri Ali Baba ada uang” emas, Kasim segera pergi ke ruman Ali Baba untuk menanyakan hal tersebut. Setelah

semuanya diceritakanAii Baba Kasim kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya Ia berencana pergi ke gea harta , karun itu dengan membawa 20 ekor keledai

Setibanya di depan goa, ia berteriak “Alakazam! Buka pintu!”

Pintu goa pun bergerak terbuka. Kasim segera masuk dan mengambiI emas sebanyak-banyaknya yang ada di dalarn goa itu. Sayangnya ketika hendak keluar, Kasim lupa mantra pembuka pintu goa. Ia pun berteriak apa saja, dan mulai ketakutan, Tiba-tiba pintu goa bergerak, Kasim merasa lega. Namun ketika akan keluar. Kasim melihat para penyamun sudah berdiri di iuar Mereka sama-sama terkejut.

“Hai, pencuri! Tangkap dia!” teriak kepala penyamun. Tolong, jangan tangkap aku,“ kata Kasim memohon.

Para penyamun yang kejam “itu tidak peduli dengan permintaan Kasim. Mereka akhirnya melukai Kasim. Sementara itu di rumah Kasim, istrinya menunggu dengan cemas karena Kasim belum juga pulang. Istri Kasim kemudIan meminta bantuan Ali Baba untuk menyusul saudaranya itu. Ali Baba segera pergi ke goa harta karun. Di sana, ia sangat terkejut karena mendapati kakaknya sudah meninggal dunia.

Dengan perasaan sedih, ia membawa jenazah kakaknya pulang. Setibanya di rumah, istri Kasim terus menangis. Ali Baba mencoba.menghiburnya dengan memberikan sekantung uang emas kepadanya. Sungguh terlalu, istri Kasim, seketika itu ia berhenti menangis dan tersenyum. Ia seperti lupa kalau suaminya baru saja meninggal .

Sementara itu di goa harta karun para penyamun terkejut karena jenazah Kasim sudah tidak ada Iagi. “

“Pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia goa ini Ayo kita Cari dia dan beri hukuman untuknya, ” kata sang kepala penyamun.

Para penyamun itu mulai berkeliling kota untuk mencari orang yang mengetahui rahasia mereka. Ketika bertemu dengan seorang tukang sepatu, salah seorang dari mereka bertanya “Apakah akhir-akhir Ini ada orang yang kaya mendadak. ”

“Akulah orang itu. Aku baru saja menjahit tubuh seorang jenazah, dan si pembawa jenazah itu memberiku uang emas dan menjadikanku orang kaya, “jelas si tukang sepatu.

Setelah mengetahui siapa yang membawa jenazah itu dan. memberikan upah kepada si tukang sepatu, mereka pergi ke rumah Ali Baba. Salah seorang penyamun segera memberi tanda silang di pintu rumah Alibaba.

“Aku akan melaporkan pada ketua, dan nanti malam kami akan datang untuk menghukumnya,” kata si penyamun.

Tak lama setelah itu, tetangga Alibaba yang bernama Morijana kebetulan baru pulang berbelanja. Ia melihat dan mendengar percakapan penyamun di depan rumah Alibaba. la melihat tanda dan  berpikir bahwa pintu itu ditandai untuk diperbaiki. Akhirnya ia menandai dua atau tiga pintu rumah yang lainnya dengan cara. yang sama.

Sementara itu, si penyamun melaporkan keberhasilannya menemukan rumah Ali Baba. Kepala Penyamun segera memerintahkan semua anak buahnya untuk pergi ke kota menuju rumah Ali Baba. Tetapi, alangkah terkejutnya si Penyamun ketika sampai di kota ternyata ia menemukan banyak sekali tanda yang sama di beberapa pintu rumah. Dengan perasaan kesal, Kepala Penyamun mengajak anak buahnya kembali ke goa.

Akhirnya dengan segala cara, para penyamun berhasil menemukan rumah Ali Baba. Kepala Penyamun kemudian membuat sebuah rencana. la memerintahkan anak buanya untuk membeli sembilan belas keledai dengan tiga puluh delapan gentong minyak. Salah satu gentong minyak diisi dengan minyak sedangkan yang lainnya dibiarkan kosong. Sesampainya di gua, Kepaia Penyamun memerintahkan setiap anak buahnya untuk masuk ke daiam gentong yang kosong. la kemudian menggiring keledaikeledai tersebut menuju rumah Ali Baba Kepala Penyamun yang menyamar sebagai pedagang minyak bertamu ke rumah Ali Baba dan memohon agar dapat bermalam sehari di rumah Ali Baba karena kemalaman. Alibaba yang baik hati. mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik. Sayangnya Ia tidak mengenali wajah si Kepala Penyamun itu .

Morijana, tetanggaAlibaba Pada Saat itu membutuhkan minyak Ia merasa terlalu malam untuk membelinya di toko yang jauh letaknya. Oleh karena itu, Morijana berpikir untuk mengambil sedikit minyak dan gentong minyak di halaman rumah Ali Baba yang dibawa oleh pedagang minyak tersebut.

Alangkah terkejutnya Morijana, ketika ia hendak membuka tutup gentong, ia mendengar suara orang di dalam gentong yang berbisik padanya.

“Apakah sudah waktunya?” kata suara tadi.

Morijana yang sadar ada yang tak beres dengan gentong minyak ‘ tadi segera menjawab, “Belum tapi sebentar lagi”

Morijana pun menyadari bahwa Ali Baba dalam bahaya. Ia kemudian membuat sebuah rencana Morijana memasak Segentong besar minyak di atas tungku dan kemudian |a memasukkan minyak panas tersebut ke masingmasing gentong yang berisi para penyamun. Akhirnya semua penyamun di dalam gentong pun meninggal dunia.

Morijana pun mencari cara bagaimana memberitahu Alibaba tentang bahaya yang mengancamnya Sebuah ide pun muncul dari kepala Morijana. la menyamar sebagai seorang penari, dan mendatangi rumah Alibaba untuk menari. SaatAli baba, istri dan tamunya sedang menonton tarian, Morijana dengan cepat melemparkan sebuah pedang kecil ke dada tamu Ali baba. Ia menyelipkan pedang kecil itu di balik kostum tarinya.

Alibaba dan istrinya sangat terkejut. Belum sempat ia bertanya, Morijana membuka samarannya. dan menceritakan semua yang .

telah dilihat dan didengarnya.

“Morijana, kamu telah menolong kami. Kuucapkan terima kasih,” kataAlibaba.

Setelah itu, Alibaba memutuskan untuk membagikan harta ramPasan para penyamun itu kepada orang-orang miskin dan mereka yang sangat’membutuhkan.

 

CERITA ISLAM : ALLAH MAHA MENGETAHUI

CERITA ISLAM ALLAH MAHA MENGETAHUI

Pada suatu waktu, di sebuah pesantren ada seorang kiai yang amat menyayangi seorang muridnya. Hal ini menyebabkan murid-murid yang lain menjadi iri. Lama kelamaan iri hati murid-murid ini diketahui oleh sang kiai.

Beliau kemudian minta para santrinya untuk menunjuk 3 orang wakilnya. Setelah masing-masing wakil telah siap di halaman pondok, sang kiai berkata, “wahai para santri! Saksikanlah! Ketiga santri ini aku beri masing-masing satu ekor ayam, aku menginginkan ayam itu agar dipotong di suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapapun.”

Setelah itu para santri dipersilahkan untuk istirahat ke kamarnya masing-masing. Ketiga orang santri disuruh mencari tempat yang.tidak diketahui siapapun. Tidak beberapa lama kemudian ketiga santri itu pun pergi menjalankan tugas masingmasing. Santri pertama memutuskan untuk memotong ayam tersebut didalam gua. Setelah dirasa tidak ada yang melihat, ia pun memotong ayamnya. la tersenyum dengan puas. la yakin kedua temannya tidak mampu memenuhi permintaan kiainya.

Santri kedua pergi ke hutan yang lebat. Ia akan memotong ayamnya di sana. Sesampai di tengah hutan dan dirasa tidak ada siapa pun yang mengetahuinya, ia pun memotong ayamnya. la tersenyum puas. Ia merasa telah berhasil melaksanakan perintah kiainya.

Namun tidak demikian dengan santri yang ketiga, ia bahkan tidak berusaha mencari tempat yang aman untuk menymbelih ayam tersebut. Pada kesokan harinya, seluruh santri dikumpulkan lagi seperti kemarin; Pak kiai segera memanggil santri pertama, ia bercerita bahwa ia telah berhasil menyembelih ayamnya di sebuah gua yang tidak pernah dijangkau oleh manusia. Mendengar pemaparan tersebut, para santri bertepuk tangan. Mereka kagum dengan kepandaian santri pertama.

Kemudian sang kiai memanggil santri yang kedua. Santri kedua pun sudah berhasil memotong ayam tersebut. la bercerita bahwa penyembelihan ayam itu disembelih di sebuah hutan yang sangat lebat. la yakin tidak ada yang mengetahuinya. Para santri pun kembali bertepuk tangan. Mereka kagum dengan kepandaian santri kedua.

Giliran santri yang ketiga. Ia pun maju menghadap sang kiai. Namun ayamnya masih hidup. Tentu saja santri ketiga ini menjadi bahan olok-olok temannya yang lain. Namun tidak demikian halnya dengan sang kiai. Ia memerintahkan semua santri tenang dan mendengarkan alasan santri ketiga yang tidak memotong ayamnya. Santri ketiga pun menjelaskan bahwa ia tidak bisa menemukan tempat yang paling aman dan tidak bisa dilihat oleh siapa pun. Di manapun kita berada tentu tidak pernah terlepas dari pengetahuan Allah.

Penjelasan santri ketiga membuat sang kiai kagum. Beliau berseru kepada para santri, “ketahuilah para santri sekalian, perbuatan santri ketiga inilah yang benar. la mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Sekarang kalian tahu alasanku memperlakukannya secara istimewa.”

 

CERITA ISLAM : NABI ISA BERJALAN DI ATAS DI ATAS AIR

CERITA ISLAM NABI ISA BERJALAN DI ATAS DI ATAS AIR

Salah satu sahabat Nabi Isa pernah melihat putra Maryam itu berjalan menuju laut. Ia pun mengikutinya sampai AI Masih berada di tepi laut.

“Bismillah,” ucap utusan Allah itu sebelum melangkahkan kakinya.

Dengan kedua mata kepalanya, sahabat Isa itu menyaksikan sang nabi berjalan di atas air. Ketika menyadari bahwa apa yang ia saksikan bukan mimpi, ia mengucapkan seperti yang diucapkan oleh Isa dengan penuh keyakinan.

“Bismillah,” ucapnya tanpa ragu dan melangkahkan kakinya.

Sang sahabat pun akhirnya berjalan di atas air mengikuti AI Masih. Keberhasilannya mengikuti sang nabi membuatnya begitu gembira. Rasa bangga dir’i akhirnya menyelimuti hatinya dengan tersipu oleh pujiannya sendiri.

“Apa keutamaan dan kelebihan Isa dariku? Toh, kami berdua sama-sama bisa berjalan di atas air, ia bergumam.

Ketika ‘itu juga, tubuhnya tenggelam ke dalam Iaut. Dengan nafas yang tersisa, ia berusaha mencapai permukaan lalu berteriak minta tolong.

“Ya Ruhullah, tolong aku! Ambillah tanganku, selamatkan aku!”

Pria yang namanya disebutkan 25 kali oleh Al Quran itu akhirnya meraih tangan sahabatnya. Nabi Isa akhirnya menolongnya dan membawanya ke daratan. “Wahai teman, apa yang telah engkau katakan hingga membuatmu tenggelam?” tanya lsa.

“Saya berkata pada diriku bahwa jika saya dapat berjalan di atas air seperti diri Anda, lalu apa bedanya saya dengan Isa AI Masih? Rasa bangga diri telah menguasai diriku hingga saya mengalami petaka ini.”

Nabi pembawa ajaran Injil itu berkata, “Lantaran ujub (bangga diri), engkau telah menempatkan dirimu yang tidak selayaknya engkau peroleh. Oleh sebab itu, Tuhan telah murka padamu dan kini bertaubatlah atas apa yang engkau katakan itu!”

Sahabat Isa itu pun akhirnya bertaubat hingga akhirnya maqam (kedudukan) spiritualnya dikembalikan oleh Allah sebagaimana semula

 

CERITA ISLAM : BUKTI ALLAH TIDAK TIDUR

CERITA ISLAM BUKTI ALLAH TIDAK TIDUR

Pada jaman dahulu ada seorang dari Bani Israil yang merupakan umat nabi Musa as bertanya,

‘Wahai Musa, apakah Tuhanmu tidur?”

“Takutlah kalian semua kepada Allah SWT,” jawab Nabi Musa as.

Karena yang bertanya tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, akhirnya si penanya ini mendesak kepada nabi Musa as untuk membuktikannya.

Tak lama kemudian Nabi Musa as mendapatkan sebuah wahyu, “Wahai Musa, mereka telah bertanya kepadamu apakah Tuhanmu tidur? Maka ambillah dua botol kaca, lalu peganglah dia pada waktu malam hari.”

Ketika malam tiba, Nabi Musa as kemudian mengambil dua

botol kaca dan memegang dengan kedua tangannya. Dalam beberapa saat, nabi Musa as masih tetap mampu memegang botol-botol tersebut. Hingga pada akhirnya kantuk pun menyerang Nabi Musa as, sehingga botol yang dipegangnya hampir sajajatuh mengenai kedua kakinya.

Ditahannya kantuk itu sehingga Nabi Musa as masih dapat menyelamatkan kedua botol tadi agar tak jatuh. Kemudian nabi Musa as memegangnya kembali hingga pagi menjelang.

Saat pagi hari, tiba-tiba saja beliau diserang kantuk yang teramat sangat, dan kali ini beliau tak dapat menahan kantuknya hingga tertidur.

Karena tertidur, otomatis botol yang dipegangnya terjatuh ke lantai dan pecah berantakan.

KemudianAllah SWT berfIrman kepada Nabi Musa as,

“Wahai Musa, seandainya aku tidur, niscaya langit akan jatuh menimpa bumi dan akan terjadi kehancuran seperti hancurnya kedua botol itu.”

Nah, itu dia hal yang membuktikan bahwa Allah SWT selalu terjaga.

 

CERITA ISLAM : SAHABAT NABI DI PANAH SAAT SOLAT MALAM

CERITA ISLAM SAHABAT NABI DI PANAH SAAT SOLAT MALAM

Suatu malam, saat Rasulullah Saw. dan pasukan muslim berada di suatu tempat. Rasul SAW menyuruh Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyir untuk berjaga pada malam itu. Abbad bin Bisyir dan Ammar bin Yasir berjaga secara giliran. Karena melihatAmmar bin Yasir kelelahan,Abbad bin Bisyir berjaga duluan. Di tengah tugas berjaga tersebut, Abbad bin Bisyir

kemudian melakukan shalat malam dan Ammar bin Yasir beristirahat. Namun saat Abbad bin Bisyir sedang khusuk shalat malam. Tiba-tiba, ada musuh datang menyelinap dan memanah Abbad bin Bisyir. Abbad bin Bisyir Tetap Shalat dengan Khusuk Meski Terkena Anak Panah Tiga Kali, Abbad bin Bisyir tidak menghentikan shalatnya. Abbad bin Bisyir hanya mencabut panah itu dari lengannya dan kembali meneruskan shalatnya.

Kemudian si musuh kembali memanah dan mengenai anggota ‘ badan Abbad bin Bisyir. Seperti panah pertama, Abbad bin Bisyir tetap melanjutkan shalatnya. Abbad bin Bisyir kemudian mencabut panah itu. Selang beberapa lama, Abbad bin Bisyir kembali dipanah. Abbad bin Bisyir tetap melanjutkan shalat sampai selesai.

Abbad bin Bisyir kini sudah tak tahan lagi menahan sakitnya. Abbad bin Bisyir pun segera membangunkan Ammar bin Yasir.

Kenapa Abbad bin Bisyir Tidak Menghentikan Shalat Sunnahnya Saat Pertamakali Terkena Anak Panah? Tentu saja Ammar bin Yasir kaget setelah melihat kondisi Abbad bin Bisyir yang sudah berlumuran darah dan hampir pingsan.

“Kenapa tadi engkau tidak membangunkan aku saat engkau terpanah yang pertamakali?” tanya Ammar’bin Yasir sambil segera menolong Abbad bin Bisyir.

“Lebih baik aku mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu. . . . Ayat-ayat tersebut sungguh membuatku terharu….Dan aku juga tidak ingin menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasulullah. . . jawab Abbad bin Bisyir lirih.

 

CERITA ISLAM : HAKIM BIN HAMZAH DI LAHIRKAN DALAM KA’BAH

CERITA ISLAM HAKIM BIN HAMZAH DI LAHIRKAN DALAM KA'BAH

Saat itu kabah dibuka untuk umum. Seorang wanita yang sedang mengandung 9 bulan masuk dan berdoa di dalam kabah bersama beberapa wanita. Saat berada di dalam kabah, tiba-tiba wanita hamil itu mules akan melahirkan bayinya. Ia sudah tidak bisa lagi berjalan keluar. Akhirnya ia pun melahirkan di dalam ka’bah. Bayi itu kemudian diberi nama Hakim bin Hamzah.

Hakim bin Hamzah satu-satunya orang yang dilahirkan dalam kabah. Hakim bin Hamzah Pernah Berkurban 100 Ekor Unta, 1000 Biri-Biri dan Membebaskan 100 Hamba Sahaya. Setelah masuk Islam, Hakim bin Hamzah pernah berkurban seratus ekor unta pada saat ibadah haji.n Pada haji berikutnya, Hakim bin Hazam membebaskan seratus hamba sahaya. Kemudian masing-masing. hamba sahaya tersebut diberinya sekeping uang perak.

Sementara pada haji ketiga, Hakim bin Hamzah mengurbankan seribu ekor biri-biri. Hakim bin Hamzah masih keponakan Khadijah, istri pertama Rasulullah Saw. Hakim bin Hamzah dikenal dermawan dan rendah hati. Hakim bin Hamzah seorang keluarga kaya dan terpandang.

Untuk kepentingan Islam, Hakim bin Hamzah rela menjual bangunan bersejarah bernama Dar an Nadwah seharga 100 ribu dirham. Hakim bin Hamzah pernah berjanji pada Rasulullah, “Ya Rasul aku berjanji tidak akan meminta apapun kepada siapa saja sesudah ini.

“Dan berjanji tidak akan mengambil sesuatu dari orang lain sampai aku berpisah dengan dunia,” tambah Hakim bin Hamzah.

Selama memegang salah satu jabatan, Hakim bin Hamzah tak pernah mau mengambil gajinya sampai ia wafat.

 

CERITA ISLAM : HEBATNYA PRAJURIT MUSLIM

CERITA ISLAM HEBATNYA PRAJURIT MUSLIM

Az-Zubair bin al-Awwam adalah salah satu tentara yang mengikuti perang Yarmuk. Dan dialah sahabat yang paling mulia dalam peperangan ini. Ia termasuk penunggang kuda yang cekatan dan pahlawan yang paling berani. Dalam peperangan ini sebagian dari jagoan Islam maju mendekatinya dan berkata, “Tidakkah engkau menyerbu ke dalam barisan musuh dan kami akan ikut bersamamu?” Az-Zubair berkata, “Kalian tidak akan sanggup,“ mereka menjawab, “Kami sanggup bertahan!”

AzZubair membawa mereka menyerbu kedalam barisan musuh, ketika mereka mulai masuk ke dalam pasukan musuh para prajurit yang mengajak az-Zubair tadi tidak berhasil masuk menyerbu kedalam pasukan musuh, sementara az-Zubair telah menembus barisan musuh hingga keluar dari sisi yang lain. setelah itu dia kembali masuk dari arah itu hingga kembali kepada para prajurit yang mengajaknya tadi. Kemudian para prajurit tadi kembali bergabung dengannya untuk menyerbu kedalam barisan musuh untuk kedua kalinya. Dan az-Zubair kembali melakukan sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya, waktu itu az-Zubair mendapat dua luka di kedua bahunya, dan dalam sebagian riwayat dia mendapatkan satu luka saja. AIBukhari telah meriwayatkan kisah yang semakna dengan ini di dalam kitab Shahihnya.

Adapun Mu’adz bin Jabal setiap kali mendengar suara para pendeta membacakan Injil dia akan berteriak dan berkata, “Ya Allah goyahkan kaki mereka, dan tegarkanlah kami dengan kalimat taqwa, buatlah kami menjadi cinta berhadapan dengan musuh dan buatlah kami rela dengan ketentuan takdirMu.”

Bahan keluar dan menginstruksikan kepada pimpinan sayap kanan pasukannya ad-Dubrijan (musuh Allah yang berlagak ahli ibadah di antara orang-orang Romawi) agar menyerang menerobos ke dalam barisan kaum muslimin, maka segera adDubrijan membawa para prajuritnya untuk menerobos pasukan kaum muslimin yang berada di sayap kanan. Sayap kanan ditempati bani al-Azd, Mazhaj, Hadhramaut, dan Khaulan yang tetap tegar menghadapi serangan musuh hingga mereka berhasil membendung arus musuh yang ingin menerobos sayap kanan pasukan kaum muslimin Setelah itu datang rombongan tentara Romawi seolah-olah gunung besar yang berhasil memporak-porandakan kaum muslimin yang berada di sayap kanan hingga mereka beralih ke posisi tengah pasukan, dan sebagian tentara berlari mundur menuju perkemahan, di sisi lain sebagian tentara tetap tegar berjuang dibawah panji-panji mereka.

Tak lama kemudian mereka saling memanggil agar kembali ke medan Iaga hingga mereka berhasil memukul mundur kembali pasukan Romawi yang menyerang mereka, pasukan Romawi tidak dapat mengejar tentara lsl’am yang lari. Adapun pasukan wanita-ketika melihat ada prajurit Islam yang lari, mereka segera menyambut dan memukuli mereka dengan kayukayuan ataupun melempari mereka dengan batu-batu, hingga mereka kembali ke medan pertempuran.

lkrimah bin Abu Jahal berkata, “Aku pernah memerangi Rasulullah dalam beberapa peperangan, lantas apakah hari ini aku berlari dari kalian?” Kemudian dia berteriak memanggil, “Siapa yang berani membai’atku untuk mati?” Maka segera pamannya al-Harits bin Hisyam mendekatinya dan membai’atnya. Setelah itu diikuti pula oleh Dhirar bin al-Azur membawa 400 pasukan dan penunggang kuda. Mereka bertempur matimatian di depan kemah Khalid hingga seluruhnya terluka, dan sebagian dari mereka tewas terbunuh, di antaranya adalah Dhirar.

Al-Waqidi serta yang Iain-lainnya menyebutkan bahwa ketika mereka dalam kondisi sekarat disebabkan luka-luka yang banyak, mereka meminta air. Ketika dibawakan kepada mereka air dan air tersebut didekatkan kepada salah seorang dari mereka, ia melihat temannya yang lain berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Tatkala .air akan diberikan kepada temannya tersebut dia juga melihat kepada temannya yang lain sambil berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Mereka saling mendahulukan sahabatnya hingga akhirnya seluruhnya tewas dan tidak seorangpun yang sempat meminum air tersebut, semoga Allah meridhai mereka.

Disebutkan bahwa yang pertama kali terbunuh sebagai syahid dari pasukan. kaum muslimin adalah seorang lelaki yang mendatangi Abu Ubaidah dan berkata, “Aku telah mempersiapkan diriku untuk mati, apakah ada hajatmu yang akan aku sampaikan kepada Rasulullah?” Abu Ubaidah menjawab, “Ya, sampaikan salamku untuk beliau dan katakan padanya, “Wahai Rasulullah. sesungguhnya kami telah menemui kebenaran apa yang dijanjikan Rabb kami kepada kami.” Maka setelah itu lelaki ini maju menyerbu pasukan musuh hingga terbunuh, semoga Allah merahmatinya.

Pada hari itu tiap kelompok begitu tegar berjuang dibawah panji masing-masing. Hingga pasukan Romawi berputar-putar seperti penumbuk gandum. Mereka tidak dapat melihat dalam Peperangan Yarmuk ini kecuali kepala-kepala yang berterbangan, tangan-tangan maupun jari-jari yang berputusan di tempat itu.

Setelah itu Khalid beserta prajuritnya yang berada di sayap kiri menerobos ke sayap kanan pasukan Islam yang kebobolan diserang musuh, hingga berhasil memukul mundur musuh hingga ke sisi tengah, dalam peristiwa penyerangan ini Khalid berhasil membunuh 6000 dari tentara musuh. Dia berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya kesabaran dan kesungguhan musuh telah sirna sebagaimana yang kalian lihat, dan aku berharap agar Allah dapat memberikan kepada kita kesempatan menghabisi mereka.”

Setelah itu Khalid menyerbu mereka dengan membawa 100 pasukan berkuda’ menghadapi 100.000 ribu pasukan Romawi hingga berhasil memporak-porandakan pasukan musuh. Ketika itulah seluruh prajurit Islam menyerang dengan serentak pasukan Romawi dan membuat mereka lari kocar-kacir. Ketika itu pasukan kaum muslimin dengan leluasa mengejar dan menghabisi mereka tanpa ada perlawanan sedikitpun.

 

CERITA ISLAM : HILANGNYA CATATAN AMAL

CERITA ISLAM HILANGNYA CATATAN AMAL

Ada seorang ahli ibadah membaca Al-Qur’an surat Thaha pada waktu subuh. Selesai membaca AI-Qur’an, kemudian ahli ibadah itu tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu, ahli ibadah didatangi seorang laki-laki yang turun dari langit membawa Al-Qur’an. “Ini aku perlihatkan catatan kalimat surat Thaha yang. tadi engkau baca.

Di sini. Ada sepuluh kebajikan yang tercatat sebagai pahala bacaanmu,”jelas laki laki itu.

“Maaf, wahai sahabatku.. Di sini aku lihat. Kenapa ada

catatan satu kalimat yang pernah aku baca hilang?” tanya’ sang ahli ibadah bingung.

“Oya, perlu aku jelaskan. Hal itu terjadi karena saat engkau membaca kalimat itu, ada seseorang lewat di depan rumahmu. Kemudian engkau meninggikan suaramu dengan maksud ingin

di dengar dan mendapat pujian dari orang itu….” jelas laki-Iaki itu pada ahli ibadah.

“Karena engkau bersikap riya atau ingin dipuji orang, maka catatan satu kalimat itu pahalanya terhapus,” tambah laki-laki itu Sang ahli ibadah itu Iangsung teringat dengan kesalahannya itu. Saat itu juga, ahli ibadah langsung bertobat. Menyesali atas kesalahannya.

Ternyata sikap ingin dipuji itu bisa menghapus kebaikan seseorang.

Pesan Nabi: “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu. . . .”

 

CERITA ISLAM : JANGAN TINGGALKAN ALLAH

CERITA ISLAM JANGAN TINGGALKAN ALLAH

Pada zaman dulu ada seorang ibu yang sangat bersedih dan terpukul karena putranya meninggal dunia. Ia belum ikhlas . dan bisa menerima kenyataan itu.

Saat itu kebetulan tinggal seorang nabi Allah yang tidak diketahui namanya. Ia kemudian datang menemui si ibu.

Kebetulan di sana ia melihat ada sangkar burung merpati. “Ibu apakah merpati ini sudah beranak?” tanya sang nabi.

“Ia sudah beranak banyak. Sebagian anak merpati itu aku ambil untuk disembelih. Dagingnya lalu kami makan,” jelas si -ibu.

“Apakah ada salah seekor merpati pergi dari sangkar setelah melihat ada saudaranya diambil Ibu?” tanya sang nabi kemudian.

‘Selama belum pernah ada seekor merpati pun yang pergi meninggalkan sangkar,” jelas si ibu.

‘Nah, Ibu bisa belajar dari merpati ini. Meski pun Ibu sudah menyembehh beberapa ekor merpati dalam sangkar itu, tapi merpati lainnya tidak pernah terbang dari sangkarnya,” kata Nabi Allah menambahkan.

“Nah, begitu pula Ibu. Saat Allah Swt mengambil putra Ibu, seharusnya Ibu juga tidak meninggalkan Allah Swt. Jangan bersedih berlarut-larut. Ikhlaskan dan bersabar dengan kepergian putra Ibu itu….”

 

CERITA ISLAM : KASIH SAYANG HAMBA SAHAYA

CERITA ISLAM KASIH SAYANG HAMBA SAHAYA

Pada suatu ketika, Abdullah bin Ja’far r.huma. melewati sebuah kebun buah-buahan di Madiriah Munawarah. Di kebun tersebut penjaga kebunnya adalah seorang hamba sahaya dari Habasyah. Ketika itu, ia sedang memakan roti, dan di depannya ada seekor anjing yang sedang duduk.

Jika ia memasukkan satu suap ke dalam mulutnya, ia juga melemparkan satu suap kepada anjing tersebut. Abdullah bin Ja’far r.huma. melihat kejadian tersebut dengan berdiri hingga hamba sahaya tersebut selesai makan roti.

Kemudian Abdullah bin Ja’far r.huma. mendekatinya dan bertanya, “Kamu hamba sahaya milik siapa?”.la menjawab, “Saya hamba sahaya ahli waris Utsman r.a.” Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Aku melihat perbuatanmu yang aneh.” la berkata, “Tuan, apa yang engkau lihat?” Abdullah bin Ja’far r.huma. menjawab, “Jika kamu makan satu suap, kemudian kamu juga memberi satu suap kepada anjing ini.” Ia berkata, “Anjing ini telah menemani saya sejak beberapa tahun yang lalu, oleh karena itu saya harus memberikan bagian yang adil dan makanan saya.” Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Untuk seekor anjing seperti ini makanan lebih rendah pun sudah cukup.” Hamba sahaya itu berkata, “Saya sangat malu kepada Allah swt. jika saya makan sedangkan ada salah satu makhlukNya yang bernyawa berdiri di depan saya melihat diri saya dengan pandangan lapar.”

Setelah berbicara dengan hamba sahaya tersebut, Abdullah bin Ja’far r.huma. pulang ke rumah, kemudian pergi kepada ahli waris Utsman r.a.. Ia berkata, “Aku datang untuk memohon kebaikan kalian.” Mereka berkata, “Katakanlah, apakah keperluanmu?” Ia berkata, “Juallah kebun kalian kepadaku.” Mereka berkata, “kami hadiahkan saja kepada engkau, terimalah kebun tersebut tanpa harus membayar harganya.” Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Aku tidak akan mengambilnya tanpa memberikan harganya.” Setelah ditentukan harganya, maka dilaksanakanlahjual beli tersebut;

Kemudian Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Hamba sahaya yang bekerja di dalamnya juga mau aku beli.” Tetapi mereka tidak mau menjualnya, mereka berkata, “Hamba sahaya itu kami pelihara sejak kecil, kami merasa keberatan berpisah dengannya.” Tetapi karena Abdullah bin Ja’far r.a. agak memaksa, mereka pun menjual budak itu kepadanya.

Setelah selesai, Abdullah bin Ja’far r.huma. pergi ke kebun itu dan menemui hamba sahaya tersebut; Ia berkata, “Aku telah membelimu beserta kebun ini.” Hamba sahaya itu menjawab, “Semoga Allah swt. memberkahi pembelianmu ini, akan tetapi saya juga sangat bersedih berpisah dengan .tuan saya, karena mereka telah memelihara saya sejak kecil.” Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Aku merdekakan kamu, dan kebun ini aku berikan kepadamu.“ Hamba sahaya itu berkata, “Kalau begitu,. saksikanlah bahwa aku mewakafkan kebun ini untuk ahli waris Utsman r.a.” Abdullah bin Ja’far r.huma. berkata, “Aku semakin takjub dengan peristiwa ini, dan aku mendoakan keberkahan untuknya, lalu aku pulang ke rumah.zaman.

 

CERITA ISLAM : KHALIFAH DAN GADIS PENJUAL SUSU

CERITA ISLAM KHALIFAH DAN GADIS PENJUAL SUSU

Khalifah Umar bin Khattab sering melakukan ronda malam sendirian. Sepanjang malam ia memeriksa keadaan rakyatnya langsung dari dekat. Ketika melewati sebuah gubuk, Khalifah Umar merasa curiga melihat lampu yang masih menyala. Di dalamnya terdengar suara orang berbisik-bisik.

Khalifah Umar menghentikan langkahnya. la penasaran ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dari balik bilik Kalifah umar mengintipnya. Tampaklah seorang ibu dan anak perempuannya sedang sibuk mewadahi susu.

“Bu, kita hanya mendapat beberapa kaleng hari ini,” kata anak perempuan itu.

“Mungkin karena musim kemarau, air susu kambing kita jadi .sedikit.”

“Benar anakku,” kata ibunya.

‘Tapi jika padang rumput mulai menghijau lagi pasti kambing-kambing kita akan gemuk. Kita bisa memerah susu sangat banyak,” harap anaknya.

“Hmmm…… sejak ayahmu meninggal penghasilan kita sangat menurun. Bahkan dari hari ke hari rasanya semakin berat saja.Aku khawatir kita akan kelaparan,” kata ibunya.

Anak perempuan itu terdiam. Tangannya sibuk membereskan kaieng-kaleng yang sudah terisi susu.

“Nak,” bisik ibunya seraya mendekat. “Kita campur saja susu itu dengan air. Supaya penghasilan kita cepat bertambah.”

Anak perempuan itu tercengang. Ditatapnya wajah ibu yang keriput. Ah, wajah itu begitu lelah dan letih menghadapi tekanan hidup yang amat berat. Ada rasa sayang yang begitu besar di hatinya. Namun, ia segera menolak keinginan ibunya.

“Tidak, bu!” katanya cepat.

“Khalifah melarang keras semua penjual susu mencampur susu dengan air.” la teringat sanksi yang akan dijatuhkan kepada siapa saja yang berbuat curang kepada pembeli.

“Ah! Kenapa kau dengarkan Khalifah itu? Setiap hari kita selalu miskin dan tidak akan berubah kalau tidak melakukan sesuatu,” gerutu ibunya kesal.

“Ibu, hanya karena kita ingin mendapat keuntungan yang besar, lalu kita berlaku curang pada pembeli?”

“Tapi, tidak akan ada yang tahu kita mencampur susu dengan air! Tengah malam begini tak ada yang berani keluar. khalifah Umar pun tidak akan tahu perbuatan kita,” kata ibunya tetap memaksa.

“Ayolah, Nak, mumpung tengah malam. Tak ada yang melihat kita! ”

“Bu, meskipun tidak ada seorang pun yang melihat dan engetahui kita mencampur susu dengan air, tapi Allah tetap melihat. Allah pasti mengetahui segala perbuatan kita serapi apa pun kita menyembunyikannya, “tegas anak itu. Ibunya hanya menarik nafas panjang.

Sungguh kecewa hatinya mendengar anaknya tak mau menuruti suruhannya. Namun,jauh di lubuk hatinya ia begitu kagum akan kejujuran anaknya. ‘

“Aku tidak mau melakukan ketidakjujuran pada waktu ramai maupun sunyi. Aku yakin Allah tetap selalu mengawasi apa yang kita lakukan setiap saat,”kata anakitu. ‘

Tanpa berkata apa-apa, ibunya pergi ke kamar. Sedangkan anak perempuannya menyelesaikan pekerjaannya hingga beres.

Di luar bilik, Khalifah Umar tersenyum kagum akan kejujuran anak perempuan itu.

” Sudah sepantasnya ia mendapatkan hadiah!” gumam khalifah Umar. Khalifah Umar beranjak meniggalkan gubuk itu. Kemudian ia cepat-cepat pulang ke rumahnya.

Keesokan paginya, khalifah Umar memanggil putranya, Ashim bin Umar. Di ceritakannya tentang gadis jujur penjual susu itu.

” Anakku, menikahlah dengan gadis itu. Ayah menyukai kejujurannya,” kata khalifah Umar. ” Di zaman sekarang, jarang sekali kita jumpai gadis jujur seperti dia. ia bukan takut pada manusia. Tapi takut pada Allah yang Maha Melihat.”

Ashim bin Umar menyetujuinya.

Beberapa hari kemudian Ashim melamar gadis itu. Betapa terkejut ibu dan anak perempuan itu dengan kedatangan putra khalifah. Mereka mengkhawatirkan akan ditangkap karena suatu kesalahan.

” Tuan, saya dan anak saya tidak pernah melakukan kecurangan dalam menjual susu. Tuan jangan tangkap kami..…” sahut ibu tua ketakutan.

Putra khalifah hanya tersenyum. Lalu mengutarakan maksud kedatangannya hendak menyunting anak gadisnya.

“Bagaimana mungkin?

Tuan adalah seorang putra khalifah , tidak selayaknya menikahi gadis miskin seperti anakku?” tanya seorang ibu dengan perasaan ragu.

” Khalifah adalah orang yang tidak membedakan manusia. Sebab, hanya ketawakalanlah yang meninggikan derajad seseorang disisi Allah,” kata Ashim sambil tersenyum.

” Ya.. Aku lihat anakmu sangat jujur,” kata Khalifah Umar. Anak gadis itu saling berpandangan dengan ibunya. Bagaimana khalifah tahu? Bukankah selama ini ia belum pernah mengenal mereka.

” Setiap malam aku suka berkeliling memeriksa rakyatku Malam itu aku mendengar pembicaraan kalian.…” jelas khalifah Umar.

Ibu itu bahagia sekali. Khalifah Umar ternyata sangat bijaksana. Menilai seseorang bukan dari kekayaan tapi dari kejujurannya.

Sesudah Ashim menikah dengan gadis itu, kehidupan mereka sangat bahagia. Keduanya membahagiakan orangtuanya dengan penuh kasih sayang. Beberapa tahun kemudian mereka dikaruniai anak dan cucu yang kelak akan menjadi orang besar dan memimpin bangsa Arab, yaitu Khalifah Umar bin AbduIAziz.

 

CERITA ISLAM : KISAH NABI SAM’UN (SAMSON)

CERITA ISLAM KISAH NABI SAM'UN (SAMSON)

Simson atau Samson adalah seorang nabi di dalam ajaran Islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa. Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegendajauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un GhoziAS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang, Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kaflrin saat itu, yakni raja lsrail.

Akhimya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam’un berkata kepada isterinya, “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”

Akhirnya Nabi Sam’um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam’un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa kepada Allah dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do’a Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjuang flsabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab :“Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak-mempunyai pengikut satupun; masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson.

 

CERITA ISLAM : LUPA SHALAT BERJAMAAH

CERITA ISLAM LUPA SHALAT BERJAMAAH

Ada seorang ulama besar bernama Ubaidillah aI-Qawairi. Ia adalah ahli hadis dan guru perawi hadis terkenal Bukhari dan Muslim. Selepas shalat Maghrib, ada tamu berkunjung ke rumahnya. Ia pun menerima tamu tersebut dengan penuh hormat. Saking ‘ hormatnya kepada tamu itu, Ubaidillah pun harus tertinggal shalat Isya. Setelah tamunya pulang, ia segera pergi ke masjid, namun di masjid sudah tidak ada jamaah. Akhirnya ia mengajak orang orang di sekitarnya untuk melaksanakan shalat Isya berjamaah. Akan tetapi, seluruh masyarakat di sekitar masjid sudah melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Dengan hati resah, ia menyesal telah kehilangan kesempatan mendapatkan pahala 27 derajat.

Untuk menebus kelalaian dan menentramkan hatinya, Ubaidillah melakukan shalat Isya sebanyak 27 kali. Usai shalat, ia pun beranjak tidur. Di dalam tidurnya, Ubaidillah bermimpi sedang berkuda di belakang serombongan penunggang kuda yang gagah perkasa. Derap kuda kuda mereka begitu cepatnya Sehingga Ubaidillah dan kudanya tertinggal di barisan paling belakang. Salah seorang penunggang kuda menoleh ke Ubaidillah dan berseru, “Wahai Ubaidillah, jangan engkau susahkan kudamu itu dengan menyuruhnya berlari lebih cepat lagi. Bagaimana pun tak akan dapat menyusul kami.

“Mengapa begitu? Kenapa aku tak mungkin menyusul kalian?” tanya Ubaidillah keheranan.

“Karena kami shalat Isya berjamaah, sedangkan engkau shalat sendirian.” Jawab seorang penunggang kuda.

Ubaidillah al-Qawariri terbangun dan beristighfar. Mimpi itu rupanya telah memberinya gambaran bahwa meski dia telah melakukan 27 kali shalat Isya, hal itu tetap tak dapat disamakan dan dibandingkan dengan 27 kali lipat pahala kebaikan shalat berjamaah.

Maka dengan sedih Ubaidillah menyesali kelalaiannya meninggalkan shalat berjamaah hanya demi melakukan aktivitas yang bisa ditundanya sejenak, yaitu melayani tamu. Dan sejak itu, Ubaidillah bertekad untuk tidak pernah lagi ketinggalan shalat berjamaah. Kebaikan shalat berjamaah tak tergantikan dengan mengulangi shalat hingga 27 kali.

 

CERITA ISLAM : MENJADI BABI KARENA TINGGALKAN SHOLAT

CERITA ISLAM MENJADI BABI KARENA TINGGALKAN SHOLAT

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa Ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping Dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus …kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. la

melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala IA berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itu pun terpatah bercerita, “Saya …… telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya . pun …… lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya. Cekik lehernya sampai …… tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadijadinya. Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan Mata karena jijik.

Perempuan benNajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit Dan melangkah surut. Dia terantukantuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang oleh nya betapa besar dosanya, betapajahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

“Betulkah Ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibrildengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja Dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina. Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja Dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib Dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur Dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat Dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya Dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. ltulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

 

CERITA ISLAM : MERPATI YANG MASUK KERANDA

CERITA ISLAM MERPATI YANG MASUK KERANDA

Abdullah bin Abbas atau Ibnu Abbas adalah salah seorang paman dan sahabat Rasulullah saw.

Abdullah bin Abbas salah satu sahabat Rasulullah saw. yang amat cerdas dan berpengetahuan luas.

Abdullah bin Abbas sudah bergaul dekat dengan Rasulullah saw. dan sahabat utama Iainnya, meski usianya saat itu masih anak-anak.

Abdullah bin Abbas termasuk dari 5 penghapal dan periwayat hadist utama.

YaituAbu Hurairah, ibnu Umar, Anas bin Malik, lbnu Abbas ‘dan Aisyah binti Abu Bakar

Abdullah bin Abbas meriwayatkan sekitar 1. 660 hadits yang ditenmanya langsung dari Rasulullah.

Padahal saat itu usianya belum genap empat belas tahun.

Kenapa Abdullah bin Abbas Dijuluki Pemuda Tua dan Ulama Umat?

Rasulullah saw. pernah mendoakan Abdullah bin Abbas dua kali.

Saat Rasulullah saw. wafat usia Abdullah bin Abbas masih sangat muda,13tahun.

Meski masih berusia sangat muda, namun ilmu pengetahuan Abdullah bin Abbas amat luas.

Sejak kecil Abdullah bin Abbas tak pernah sehari pun terlewat untuk menghadiri majelis Rasulullah dan menghafalkan apa yang diucapkannya

Sehingga Abdullah bin Abbas dijuluki “pemuda tua dan ulama umat’.

Selama hidupnya Abdullah bin Abbas amat tekun menuntut ilmu

Abdullah bin Abbas sampai mendatangi 30 sahabat hanya untuk menanyakan sebuah masalah.

Maka dengan lidahnya yang selalu bertanya, akal yang selalu berpikir, sikap rendah hati, dan pandai bergaul, jadilah Abdullah bin Abbas sebagai manusia pilihan.

Saat Abdullah bin Abbas wafat di Thaif, tiba-tiba ada burung putih masuk ke dalam keranda mayatnya. .

Dan saat mayat Abdullah bin Abbas telah dimakamkan, tibatiba di tepi kuburannya terdengar suara bacaan ayat aI-Qur’an surat aI-Fajr ayat 27 – 30.

 

CERITA ISLAM : NABI MUSA DAN NABI KHIDIR

CERITA ISLAM NABI MUSA DAN NABI KHIDIR

SUATU hari Nabi Musa memberikan nasehat di hadapan kaumnya, “Wahai orang-orang Bani Israil, ingatlah pada nikmat Allah yang telah hanyak dilimpahkan pada’kalian, tetapilah janji kalian bahwa kalian tidak akan menyembah kecuali hanya kepadaAllah. Dan kepadaAIlah lah kalian kelak akan kembali.”

Setelah mengakhiri khotbahnya ada salah seorang bertanya’,”Wahai Musa, siapakah manusia yang paling Alim (mengetahui banyak ilmu, pandai) di muka bumi ini”. “Akulah manusia yang paling pandai di muka bumi” demikian jawab Nabi Musa.

Pernyataan Nabi Musa yang mengklaim dirinya sebagai manusia yang paling pandai di dunia itu berakibat mendapat celaan dari Allah, l ‘rena Nabi Musa telah lupa bahwa hanya Allah yang lebih tahu ,awaban dari pertanyaan itu. Kalimat yang semestinya keluar dari Nabi Musa adalah ALLAHU A’LAM (Allah yang lebih mengetahui).

Sehingga Allah wenurunkan wahyu yang merupakan teguran atas kekhilafan Nabi Musa,”Wahai Musa; salah seorang hambaKu bernama Khidir, yang tinggal pada suatu tempat bertemunya dua lautan (Laut Rum dan Laut Parsi), dia memiliki pengetahuan dan kepandaian melebihi kamu.” Nabi Musa tersadar bahwa ia telah melakukan kesalahan demi mendengar wahyu Allah tersebut. Dengan segala kerendahan hati Nabi Musa bertanya,”Ya Allah, dimana aku bisa menjumpainya dan bagaimana caranya aku dapat bertemu dengannya?”

“Berangkatlah menuju pantai dengan membawa seekor ikan. Dan ikan yang kau bawa tiba-tiba akan hilang ketika telah sampai pada tempat yang kau tuju, disitulah kau akan bertemu dengan Khidir.”

Berangkatlah Nabi Musa bersama seorang pengikutnya bernama Yusak bin Nun yang membantu membawa perbekalan selama dalam perjalanan menuju tempat yang telah ditunjukkan oleh Allah. Hatinya tidak bisa tenang ingin segera bertemu dengan seseorang yang menurut Allah lebih banyak ilmunya dan lebih pandai darinya.

Sudah sekian lama Nabi Musa berjalan menyusuri pantai, namun belum juga kelihatan tanda-tanda seperti apa yang telah diwahyukan oleh Allah. Berulangkali Nabi Musa melihat ikan yang dibawanya, tapi ikan itu masih tetap pada tempatnya. Nabi Musa tidak dapat lagi menahan kelelahan, maka berhentilah mereka pada sebuah batu besar di tepi pantai. Sungguh nyaman bersandar pada sebuah batu yang besar dalam keadaan kelelahan setelah berhari-hari berjalan kaki. Apalagi semilir angin pantai bertiup sepoi-sepoi hingga membuat Nabi Musa tak dapat menahan kantuknya. Tertidurlah hati Musa yang tak lama kemudian Yusak juga terlelap di sisinya.

Keduanya tidak menyadari bahwa disitulah tempat yang sedang mereka cari-cari. Hingga tiba-tiba ikan yang mereka bawa melompat dari tempatnya dan merangkak menghampiri air laut di tepi pantai dengan meninggalkan bekas pada jalan yang telah dilewati selanjutnya hilang ditelan lautan:

Nabi Musa dan Yusak bin Nun kembali melanjutkan perjalanan. Setelah cukup jauh berjalan Nabi Musa berkata,”Berhenti sebentar. Perjalanan ini sungguh melelahkanku, perutku terasa lapar, keluarkan perbekalan yang kau bawa.” Yusak segera menurunkan perbekalan dan menyiapkan makanan untuk Nabi Musa, tiba-tiba ia terhenyak demi melihat ikan yang ia bawa sudah tidak ada lagi.

“Wahai Nabi Musa, tidakkah kau ingat ketika isitrahat di bawah batu besar? Aku lupa akan ikan yang kita bawa, jangan jangan ikan itu terlepas pada saat kita tertidur”

Melihat kenyataan itu wajah Nabi Musa berubah ceria,”itulah yang kita cari! itulah yang kita cari! kita sudah menemukannya! Ayo kita kembali!”

Dengan penuh semangat Nabi Musa kembali menuju tempat batu besar berada, dimana ia dan pengikutnya telah tertidur dan melupakan ikan yang ia bawa. Nabi Musa semakin yakin bahwa hilangnya ikan pasti di tempat itu demi melihat jalan yang dilalui oleh ikan masih jelas membekas.

Tiba-tiba muncul di hadapan Nabi Musa sosok tegap berpakaian serba putih tersenyum menyambut kedatangan Nabi Musa. Dialah Khidir yang juga seorang Nabi seperti yang telah diceritakan oleh Allah dalam ‘wahyuNya. Nabi Musa pun

menyambut dengan ucapan salam. “Assalamu ‘alaika Ya Khidir… ”

“Wa’ alaikassalam. Siapakah engkau?” tanya Nabi Khidir. Aku adalah Musa”

”Musa dari Bani Israil?”

“Betul” “Apa tujuanmu kemari, wahai Musa?”

”Bolehkah aku menjadi pengikutmu dan belajar semua ilmu darimu?”

“Wahai Musa, engkau pasti tidak akan sanggup menahan sabar bersamaku. Aku telah diberi ilmu oleh Allah yang tidak diberikan oleh Allah kepadamu. Demikian pula engkau telah diberi ilmu yang tidak diberikan kepadaku. Masing-masing kita telah diberi ilmu oleh AlIah.”

“Aku tahu itu, Khidir. Tetapi kali ini kumohon ijinkanlah aku berguru kepadamu. Aku berjanji, insya Allah, akan sabar mengikutimu dan tidak akan menentang padamu.”

“Baiklah. Aku berpesan, setiap engkau melihat kejadian yang kau ingkari karena tidak sesuai dengan nuranimu, janganlah kau bertanya sebelum aku menjelaskannya.”

Lalu berangkatlah Nabi Khidir diikuti Nabi Musa menyusuri pantai. Nabi Khidir berniat menyeberang lautan tetapi tidak ada satu perahu pun dijumpainya. Namun tak lama kemudian dari “kejauhan nampak perahu kecil yang semakin lama semakin mendekati pantai. Begitu menepi, Nabi Khodir mendeakati pemilik perahu dan menyampaikan maksudnya. Ternyata pemilik perahu itu mengenal wajah Nabi Khidir, sehingga dengan senang hati ia mau mengantarkan Nabi Khidir kemanapun Nabi Khidir pergi dengan cuma-cuma. Pemilik perahu itu tidak mau menerima upah yang diberikan kepadanya, karena merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan baginya bisa mengantarkan seorang Nabi AlIah.

Perahu meluncur membelah lautan luas. Burung-burung laut beterbangan di atas perahu seolah mengucapkan selamat jalan mengiringi keberangkatan mereka. Hingga ada seekor burung yang hinggap di tepian perahu, lalu berkaIi-kali mematukkan paruhnya ke lautan. Melihat tingkah burung yang lucu itu Nabi Khodir berkata,”Wahai Musa, ilmu Allah yang diberikan kepadaku dan kepadamu tidak lebih dari setetes air dalam paruh itu, sedangkan lautan yang terbentang luas tanpa batas itulah ilmunya Allah.”

Setibanya di seberang lautan, Nabi Musa dikagetkan dengan ulah Nabi Khidir yang tiba-tiba merusak perahu yang baru saja mereka naiki, papan-papan perahu dicopotnya hingga perahu itu tidak bisa digunakan lagi.

“Wahai Khidir! Mengapa kau hancurkan perahu yang telah mengantarkan kita ke seberang lautan. Bahkan kita tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayar pemilik perahu itu!”

Dengan tenang Nabi Khidir menjawab,”Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tidak akan sanggup bersabar mengikutiku?”

Nabi Musa sadar, ia telah melanggar janjinya untuk bersabar. Namun Nabi Musa .tidak mau menyerah,”Wahai Khidir. Maafkan aku. Janganlah engkau menghukumku karena kelupaanku, biarkan aku tetap bersamamu.”

Alasan Nabi Musa diterima oleh Nabi Khidir. Kedua Nabi Allah itupun kembali berjalan hingga bertemu dengan sekelompok anak-anak yang sedang bermain. Nabi Khidir menghampiri salah satunya, dengan serta merta Nabi Khidir mencengkeram kepala anak itu lalu memutarnya hingga putus terpisah dari badannya. Nabi Musa terbelalak melihat kejadian yang mengerikan itu.

“Wahai Khidir! Apa yang telah engkau lakukan? Perbuatanmu sungguh kejam, membunuh seorang anak tak berdosa. Mengapa itu kau Iakukan’?”

Dengan kalem Nabi Khidir menjawab.”Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau . tidak akan sanggup bersabar mengikutiku.”

Sudah dua kali Nabi Musa lupa akan janjinya, sehingga Nabi Musa betuI-betul memohon pada Nabi Khidir agar memaafkannya.

‘Wahai Khidir. Maatkan aku. Berilah aku kesempatan sekali lagi. Jika aku mengulangi kesalahanku, jangan ijinkan aku menyertaimu lagi.”

Nabi Khodir menerima permohonan Nabi Musa kembali. Keduanya pun melanjutkan perjalanan yang cukup.jauh hingga tibalah mereka di suatu perkampungan. Baik Nabi Musa maupun Nabi Khidir sama-sama merasakan lelah dan lapar, sehingga keduanya mendatangi rumah penduduk untuk meminta sedekah makanan. Tetapi apa yang terjadi? Tidak ada seorangpun yang mau memberi makanan pada keduanya. Nabi Musa kesal melihat perlakuan penduduk yang tidak sopan dalam menyambut tamu. Namun perasaan itu dipendam dalam-dalam. Nabi Khidir dan Nabi Musa kembali berjalan hingga keduanya mendapati sebuah dinding rumah yang miring. Dengan kedua tangannya Nabi Khidir menegakkan kembali dinding yang nyaris roboh itu sehingga kembali berdiri dengan kokoh. Disinilah ternyata Nabi Musa tidak kuat menahan perasaannya,”Wahai Khidir. Apa lagi yang kau lakukan? Bukankah mereka telah menolak permintaan kita. Mengapa malah kau tegakkan dinding rumah mereka? Jika kau mau minta saja upah pada mereka.”

Tiga kali sudah Nabi Musa melanggar janjinya. Kini terbukti apa yang dikatakan” Nabi Khidir bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup bersabar dalam mengikutinya.

“Wahai Musa. Inilah perpisahan antara engkau dan aku. Namun sebelum kita berpisah, aku akan menjelaskan padamu  tentang maksud perbuatan-perbuatanku yang membuatmu tidak sabar melihatnya.

Pertama, perahu yang aku rusak itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, di hadapan mereka ada seorang raja kejam yang akan merampas semua perahu milik mereka, dengan aku merusaknya, perahu itu tidak akan dirampas oleh raja sehingga mereka bisa memperbaiki kembali setelah raja itu pergi.

Kedua, seorang anak yang aku bunuh. Ketauhilah bahwa kedua orang tuanya adalah orang-orang beriman sedangkan anak itu kelak ketika dewasa menjadi orang kafir. Aku membunuhnya karena khawatir bahwa dia akan memaksa kedua orangtuanya ke dalam kesesatan dan kekafiran. Dan aku berharap agar Allah mengganti untuk kedua orangtuanya dengan anak yang lain yang lebih baik dan lebih suci serta lebih sayang terhadap ayah dan ibunya.

Ketiga, dinding rumah itu adalah milik dua bocah yatim di kampung itu, dan di bawahnya terdapat harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh. Maka Allah menghendaki agar mereka sampai pada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu. Kalau sampai dinding itu roboh sedangkan keduanya masih belum dewasa, aku khawatir hartanya akan ditemukan orang sehigga dibuat rebutan. Wahai Musa itulah penjelasanku, semoga engkau mengerti, selamat tinggal

 

CERITA ISLAM : PEMBERSIH MASJID YANG SETIA

CERITA ISLAM PEMBERSIH MASJID YANG SETIA

Ummu Mahjan adalah seorang sahabat dari kaum perempuan yang tinggal di kota Madinah. la tergolong sahabat yang miskin dengan fisik yang lemah. Akan tetapi ditengah kekurangannya itu, ia merupakan seorang muslimah yang selalu ingin berbuat kebaikan. Ia tidak sedikitpun merasa ragu dan putus asa di dalam hatinya karena ia yakin putus asa bukanlah sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Keimanan telah menunjukan kepadanya untuk menunaikan tanggung jawab kebaikan. Ia menyadari bahwa dirinya memiliki kewajiban terhadap aqidahnya dan kaum muslimin.

Hal tersebut membuatnya sangat rindu akan pahala dari Allah SWT dan selalu berusaha untuk mencari perbuatan yang akan mendatangkan kecintaan serta ridho dari Allah SWT dan Rasul-Nya. la seolah-olah iri akan kebaikan yang diperbuat orang lain untuk kepentingan agama dan kaum muslimin. Ketika orang lain berbuat amal shaleh dengan menyumbangkan sebagian harta merekan untuk kepentingan agama dan kaum muslimin, ia hanya bisa menangis sambil berkata; “Ya Allah, aku rindu pahala dan ridha-Mu. Namun engkau Maha Mengetahui akan segala keterbatasanku.” Begitulah suara lirih yang keluardan’ lisannya.

la benar-benar tidak bisa mengeluarkan harta untuk beramal shaleh karena kemiskinanya. Namun ia sudah bertekad bahwa ia akan melakukan kebaikan demi kemuliaan agama Allah SWT dengan segenap kemampuanya. Salah satu amal shaleh yang ia lakukan adalah memelihara Masjid. Masjid pada zaman Rasulullah SAW merupakan tempat berkumpulnya para ulama dan para pejuang di masa itu. Ibarat sebuah pademen, Masjid digunakan sebanyak lima kali sehari yang berfungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah dan sebagaimana pula masjid sebagai tempat belajar-mengajaryang mendasar dalam membina umat.

Oleh karena itulah Ummu Mahjan memiliki prinsip bahwa selama ia masih hidup, ia tidak akan membiarkan masjid kotor karena sampah atau dedaunan yang berserakan atau kotoran lainya yang dapat menggangu kekhusyukan beribadah. Dengan ketekunannya ia berhasil membuat Masjid menjadi benar-benar bersih. Melihat apa yang Ummu Mahjan lakukan terhadap Masjid maka Rasulullah SAW pun sangat terkesan dari kagum. ‘ ‘

Sampai suatu hari ketika Rasulullah SAW melihat sampah-sampah yang. berserakan di masjid, beliau merasa heran. “Kemana Ummu Mahjan? Sakitkah ia ? Aku kehilangan Ummu Mahjan. Sedari pagi aku tidak melihatnya.” Tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. Kemudian para sahabat menjawab, “Maafkan kami ya Rasulullah, kami belum sempat memberitahumu bahwa Ummu Mahjan telah wafat tadi malam. Kami tak berani membangunkanmu ya Rasulullah. Setelah kami pelihara jenazahnya, kemudian kami kuburkan di pekuburan Baqi’ul Gharqad.” Demikian para sahabat menjawab.

Mendengar jawaban dari para sahabat, Rasulullah SAW terlihat sangattermenung. Kesedihan Nampakterpancar dari rautwajahnya, dan beliau berkata, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku? Apakah kalian menganggap bahwa kematian Ummu Mahjan itu adalah hal yang sepele ? Tunjukan kepadaku dimana kuburnya!”

Kemudian para sahabat pun menunjukan dimana Ummu Mahjan dikuburkan. Tak lama setelah sampai di kuburan Ummu Mahjan, Rasululiah SAW pun segera menyolatkannya, sementara para sahabat berdin’ bershaf-shaf dibelakang beliau. Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya kuburini terisi dengan kegelapan atas penghuninya dan Allah SWT meneranginya bagi mereka karena aku telah menyolatkannya.”

Dan“ kisah ini kita melihat bahwa seorang Ummu Mahjan yang sekalipun miskin dan lemah, turut berusaha berbuat amal shaleh sesuai dengan kemampuannya. Ia juga memberikan pelajaran bagi kaum muslimin bahwa tidak boleh menganggap sepele suatu amal walaupun amal tersebut teriihat kecil. Karena dengan kebaikan yang dilakukannya, Ummu Mahjan mendapat perhatian dari Rasulullah SAW hingga ia wafat. Sampai-sampai Rasulullah SAW menyalahkan sahabat beliau yang tidak memberitahukan perihal wafatnya Ummu Mahjan agar beliau dapat mengantarkannya ke tempat tinggalnya yang terakhir di dunia. Bahkan tidak cukup demikian, Rasulullah SAW bersegera menuju kuburnya untuk menyolatkannya agar Allah SWT menerangi kuburnya dengan shalat beliau. SemogaAllah SWT memberikan kekuatan bagi kita sebagai kaum muslimin untuk meneladani akhlak yang baik dari para sahabat Rasulullah SAW

 

CERITA ISLAM : PEMEGANG RAHASIA RASULULLLAH

CERITA ISLAM PEMEGANG RAHASIA RASULULLLAH

Tak Berapa lama setelah memeluk Islam, Abdullah bin Mas’ud mendatangi Rasulullah dan memohon kepada beliau agar diterima menjadi pelayan beliau. Rasulullah pun menyetujuinya.

Sejak hari itu, Abdullah bin Mas’ ud tinggal di rumah Rasulullah. Dia beraiih pekerjaan dari penggembala domba menjadi pelayan utusan Allah dan pemimpin umat. Abdudiah bin Mas’ud senantiasa mendampingi Rasulullah bagaikan Iayang-layang benangnya. Dia selalu menyertai kemana pun beliau pergi.

Dia membangunkan Rasulullah untuk shalat bila beliau tertidur, menyediakan air untuk mandi, mengambilkan terompah apabila beliau hendak pergi d_anmembenahinya apabila beliau pulang. Dia membawakan tongkat dan siwak Rasulullah, menutupkan pintu kamar apabila beliau hendak tidur.

Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah memasuki kamar beliau jika perlu. Beliau memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas’ud dijuluki orang dengan sebutan “Shahibus Sirri Rasulullah” (pemegang rahasia Rasulullah).

Abdullah bin Mas’ud dibesarkan dan dididik dengan sempurna dalam rumah tangga Rasulullah. Karena itu tidak kalau dia menjadi seorang yang terpelajar, berakhlak tinggi, sesuai dengan karakter dan sifat-sifat yang dicontohkan Rasulullah kepadanya. Sampaisampai orang mengatakan, karakter dan akhlak Abdullah bin Mas’ud paling mirip dengan akhlak Rasulullah.

Abdullah Mas’ud pernah berkata tentang pengetahuannya mengenai Kitabullah (AI-Qur’an) sebagai berikut, “Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Tldak ada satu ayat pun dalam Al-Qur’an, melainkan aku tahu di mana dan dalam situasi bagaimana diturunkan. Seandainya ada orang yang lebih tahu daripada aku, niscaya aku datang belajar kepadanya.”

Abdullah bin Mas’ud tidak berlebihan dengan ucapannya itu. Kisah Umar bin Al-Khathab berikut memperkuat ucapannya. Pada suatu malam, Khalifah Umar sedang dalam perjalanan, ia bertemu dengan sebuah kabilah. Malam sangat gelap bagai tertutup tenda, menutupi pandangan setiap pengendara. Abdullah bin Mas’ud berada dalam kabilah tersebut. Khalifah Umar memerintahkan seorang pengawal agar menanyai kabilah.

“Hai kabilah, dari mana kalian?” teriak pengawal.

“Min fajjil ‘amiq (dari .Iembah nan dalam),” jawabAbduIlah. “Hendak kemana kalian?”

“Ke Baitu Atiq (rumah tua, Ka’bah),” jawabAbdullah.

“Di antara mereka pasti ada orang alim,” kata Umar.

Kemudian diperintahkannya pula menanyakan, “Ayat AlQur’an manakah yang paling ampuh?”

Abdullah menjawab, “Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha HidUp kekai Iagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak pula tidur…” (QS Al-Baqarah: 255).

‘Tanyakan pula kepada mereka, ayatAl-Qur’an manakah yang lebih kuat hukumnya?” kata Umar memerintah.

Abdullah menjawab, “Sesungguhnya Allah memerintah kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang kamu dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ” (QS An-Nahl: 9)

“Tanyakan kepada mereka, ayat AlQur’an manakah yang mencakup semuanya!“ perintah Umar.

Abdullah menjawab, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan walaupun seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan’walaupun sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula. ” (QS Al-Zalzalah: 8).

Demikian seterusnya, ketika Umar memerintahkan pengawal untuk bertanya tentang AI-Qur’an, Abdullah bin Mas’ud langsung menjawabnya dengan tegas dan tepat. Hingga pada akhirnya Khalifah Umar bertanya, “Adakah dalam kabilah kalian Abdullah bin Mas’ud?”

Jawab mereka, “Ya, ada!”

Abdullah bin Mas’ud bukan hanya sekedar qari’ (ahli baca AlQur’an) terbaik, atau seorang yang sangat alim atau zuhud, namun ia juga seorang pemberani, kuat dan teliti. Bahkan dia seorang pejuang (mujahid) terkemuka. Dia tercatat sebagai Muslim pertama

yang mengumandangkan AlQur’an dengan suara merdu dan lantang.

Pada suatu hari para sahabat Rasulullah berkumpul di Makkah. mereka berkata, “Demi Allah, kau’m Quraisy belum pernah mendengar ayat-ayat AIQur’an yang kita baca di hadapan mereka engan suara keras. Siapa kira-kira yang dapat membacakannya

kepada mereka?”

“Aku sanggup membacakannya kepada mereka dengan suara :eras,“ kata Abdullah. .

“Tidak, jangan kamu! Kami khawatir kalau kamu membacakannya. Hendaknya seseorang yang punya keluarga yang dapat membela dan melindunginya dari penganiayaan kaum Quraisy,” jawab mereka.

“Biarlah, aku saja. Allah pasti melindungiku,” kata Abdullah tak gentar.

Keesokan harinya, kira-kira waktu Dhuha, ketika kaum Quraisy sedang duduk-duduk di sekitar Ka’Baha Ad-Daulah. Abdullah bin Mas’ud berdiri di Maqam lbrahim, lalu dengan suara lantang dan merdu dibacanya surah Ar-Rahman ayat 1-4.

Bacaan Abdullah yang merdu dan lantang itu kedengaran oleh kaum Quraisy di sekitar Ka’bah. Mereka terkesima saat mendengar dan merenungkan ayat-ayatAHah yang dibaca Abdullah. Kemudian mereka bertanya, “Apakah yang dibaca oleh Ibnu Ummi Abd (Abdullah bin Mas’ ud)?“

“Sialan, dia membaca ayat-ayat yang dibawa Muhammad!” kata mereka begitu tersadar. Lalu mereka berdiri serentak dan memukuli Abdullah. Namun Abdullah bin Mas’ud meneruskan bacaannya hingga akhir surah. la lalu pulang menemui para sahabat dengan muka babak belur dan berdarah.

“Inilah yang kami khawatirkan terhadapmu,” kata mereka.

“Demi Allah, kata Abdullah, “Bahkan sekarang musuh-musuh Allah itu semakin kecil di mataku. Jika kalian menghendaki, besok Pagi aku akan baca lagi di hadapan mereka;”

Abdullah bin Mas’ud hidup hingga masa Khalifah Utsman bin Affan memerintah. Ketika ia hampir meninggal dunia, Khalifah Utsman datang menjenguknya. “Sakit apakah yang kau rasakan, wahaiAbduliah?” tanya khalifah.

“Dosa-dosaku,”jawab Abdullah. ‘Apa yang kau inginkan?” “RahmatTuhanku.”

“Tidakkah kau ingin supaya kusuruh orang membawa gajigajimu yang tidak pernah kau ambil selama beberapa tahun?” tanya

Khalifah. “Aku tidak membutuhkannya,” kata Abdullah.

“Bukankah kau mempunyai anak-anak yang harus hidup layak sepeninggalmu?” tanya Utsman.

“Aku tidak khawatir, jawab Abdullah, “Aku menyuruh mereka membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam. Karena aku mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membaca surah AlWaqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kemiskinan selamalamanya!”

Pada suatu malam yang hening, Abdullah bin Mas’ud pun berangkat menghadap Tuhannya dengan tenang.

 

CERITA ISLAM : PETANI YANG MENJADI BUTA KARENA MENUTUP SUMBER AIR

CERITA ISLAM PETANI YANG MENJADI BUTA KARENA MENUTUP SUMBER AIR

Ada seorang petani yang memiliki sebidang’tanah pertanian.

Di tengah tanah pertanian itu, terdapat sebuah sumber mata air. Orang-orang di sekitar tanah itu, sering datang mengambil air ke sumber mata air itu.

Karena merasa terganggu dengan kedatangan orang-orang itu, kemudian petani itu menyumbat sumber mata air itu dengan batu-batu.

Sumber mata air itu pun berhenti, tidak lagi mengeluarkan mata airnya. Para penduduk pun kemudian beralih mencari air ke tempat yang sangat jauh.

Para penduduk tampak kesusahan. Mereka harus mengambil air dari tempat yang sangatjauh tersebut.

Setelah petani itu meninggal, ada seorang yang soleh memimpikan petani itu. Orang soleh itu melihat sang petani menderita di alam kubur.

Mata sang petani itu menjadi buta.

“Mataku buta akibat kesalahanku. menutup sumber mata air yang ada di tengah tanah pertanianku,” jelas petani pada orang soleh.

“Aku bisa melihat kembali, jika sumber mata air itu bisa dibuka dan orang-orang bisa kembali mengambil air dari sana. kata petani.

Setelah mendapat kabar itu. Maka keluarga petani itu pun segera membuka kembali sumber mata air itu.

Para penduduk pun bersuka cita. Mereka sekarang bisa memanfaatkan kembali sumber mata air itu untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

 

CERITA ISLAM : PEMUDA YANG BERHATI LEMBUT

CERITA ISLAM PEMUDA YANG BERHATI LEMBUT

Rasulullah saw. pernah mendoakan Saad bin Abi Waqqash, “Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkan doanya.”

Berkat doa itu, setiap Saad bin Abi Waqqash memanah pasti mengenai sasarannya dan setiap doanya pasti dikabulkanAllah swt.

Saad bin Abi Waqqash adalah orang muslim pertama yang melepaskan anak panah untuk berjihad. Dan Saad bin Abi Waqqash juga menjadi orang pertama yang terkena panah juga. *

Dalam Perang Uhud, Saad bin Abi Waqqash menjadi satusatunya orang yang diberi tebusan oleh Rasulullah saw. dengan kedua ibu bapaknya. Dulu saat Saad bin Abi Waqqash baru memeluk Islam, ibunya sangat menentangnya. Ibu Saad bin Abi Waqqash sampai mogok makan hingga kepayahan.

Namun, hal itu tidak menyurutkan Saad bin Abi Waqqash untuk berpaling dari islam.

Saad bin Abi Waqqash dengan penuh kelembutan berkata kepada ibunya, “Engkau tahu, demiAIIah, wahai Ibu.”

“Seandainya engkau punya seratus nyawa lalu nyawa tersebut keluar satu persatu, aku tetap tidak akan meninggalkan agamaku ini karena sesuatu pun. Makanlah jika engkau suka, atau tidak makan,” tambah Saad binAbi Waqqash tetap dengan penuh kelembutan.

Saad bin Abi Waqqash Selalu Menangis Jika Rasul Berkhutbah dan Memberi Nasihat Kepadanya

Setiap Rasuiuliah saw. berkhutbah dan memberi nasihat, Saad binAbi Waqqash selalu menangis.

Air mata Saad bin Abi Waqqash nyaris memenuhi pangkuannya.

Saad bin Abi Waqqash tak pernah dendam atau dengki kepada siapapun.

Karena kemuliaannya itu, Saad bin Abi Waqqash pun termasuk salah seorang calon penghuni surga.

Saad bin Abi Waqqash dijuluki “Singa yang ganas dengan cakarnya”.

Saad bin Abi Waqqash dengan gilang gemilang menaklukkan pasukan Persi di Irak. Dalam Perang Qadisiyah itu, Saad bin Abi Waqqash sedang sakit bisul parah, namun itu tidak menghalanginya untuk tetap berjihad.

 

CERITA ISLAM : KISAH QORUN YANG SUPER KAYA

CERITA ISLAM KISAH QORUN YANG SUPER KAYA

Qorun adalah saudara dekat Nabi Musa, mereka masih saudara sepupu. Pada mulanya Qorun adalah seorang yang miskin, namun sangat tekun beribadah. Nabi Musa sangat kagum padanya. melihat keadaannya yang miskin, Nabi Musa sangat kasihan dan prihatin, maka diberinya Qarun llmu kimia, sehingga ia memiliki keahlian dalam mengolah emas. Dengan kepandaiannya itulah akhirnya Qarun yang sebelumnya miskin menjadi sangat kaya raya.

Sayangnya, setelah kaya Qorun menjadi sombong dan lupa diri. Qorun tidak mau lagi mengeluarkan zakat bagi fakir miskin. Bahkan sebagai orang kaya, ia berlagak seperti seorang raja . yang lengkap dengan pengawal dan pelayannya.

Qarun mempunyai gudang-gudang berisi harta benda yang tak terbilang banyaknya. Setiap hari _Qarun rnerneriksa gudangnya satu persatu diiringkan budak-budaknya yang masing-masing membawa beban berupa anak kunci yang tak terhitungjumlahnya.

“sungguh aku orang yang paling beruntung didunia ini. pada masa kini tak seorangpun dapat menyamai kekayaanku. Semua itu kudapat dari ilmu dan kepintaranku !” kata Qarun dengan sombong, ketika memamerkan kekayaannya di depan umum.

“Hai, Qarun Cari Iah kekayaan sebanyak-banyaknya, tapi ingatlah hidupmu diakhirat nanti!” kata seorang sahabatnya mengingatkan.

“Ah, kalian ingin mengatakan Tuhan Allahmu itu ‘?” sahut Qarun sinis. “Mengapa semudah itu kalian dapat dibohongi oleh Musa? Ketahuilah Tuhan yang disiarkan oleh Musa itu cuma dongeng belaka. Di dunia ini hanya satu yang berkuasa, yaitu yang mulai Tuhan Raja Fir’aun! Ikutlah seperti diriku. Aku hanya beriman kepada Tuhan Raja Fir’aun. itu sebabnya aku diberi surga, berupa kekayaan melimpah!”Qarun kemudian berlalu tanpa menghiraukan orang-orang yang menasihatinya.

Mendengar bahwa Qarun semakin ingkar, Nabi Musa datang menemuinya. Beliau disambut dengan ramah oleh Qarun.

“Selamat datang wahai saudaraku, anak pamanku !” sambut Qarun. “Apa kabarmu, wahai Musa? Berita apakah yang engkau bawa?” Sambung Qarun

“Ada yang ingin kutanyakan.yaitu tentang sikapmu akhir-akhir ini.” Jawab Nabi Musa. engkau sudah tak beriman lagi kepada Allah, Engkau telah ingkar kepada Allah. Bahkan kini kau telah menyembah-nyembah Fir’aun ! Kau juga telah menyombongkan diri bahwa hartamu itu kau dapat karena imanmu kepada Fir’aun.” Kata Nabi Musa as “Ah itu hanya Fitnah keji dari _orang-orang yang merasa iri dengan kekayaanku ! Percayalah hai Musa saudaraku. Aku masih tetap beriman dan menyembah kepada Allah ! ” Elak Qarun

“Maha suci Allah jangan sekali-kali kau ingkar. Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada orang-orang mendustakan-Nya”. Kata Nabi Musa lagi.

Banyak sekali nasihat-nasihat yang diberikan Nabi Musa kepada Qarun sebelum Beliau pergi. Namun Qarun bersifat lain di bibir lain pula dihatinya, yang telah berjalan dan berpijak pada kemunafikan. “Sebenarnya Musa itulah yang menyombongkan diri, Dia mengaku-mengaku sebagai Nabi utusan Tuhan. Aku tahu maksudnya, dia hendak mencari kekuasaan dengan cara yang mudah !. Pada suatu saat nanti, pasti orang-orang disuruh untuk menyembah dirinya.” Kata Qarun dalam hati.

Hari demi hari kelakuan Qarun semakin menggila. Ia menjadi lintah darat yang tak tanggung-tanggung. Tidak peduli miskin ataupun kaya, semua diperas dengan cara Qarun meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi dan berlipat ganda Barang siapa yang tidak melunasi hutang kepada Qarun akan disita semua barang milik yang menghutang seperti kebun, sawah dan ladang atau orang tersebut akan dijadikan budak jika tidak memiliki apa-apa.

Dengan sabar dan tiada bosannya Nabi Musa selalu menasehati Qarun. Namun Qarun tidak pernah menggubris sepupunya itu. Kesombongan dan kedurhakaannya semakin-semakin hebat. Seringkali Qarun turun ke jalan untuk mengadakan pawai besar, memamerkan harta benda dan kekayaan serta kesenangan hidupnya. Dalam arak-arakan yang panjang itu ikut serta istri-istri, wanita peliharaan Qarun yang semuanya memakai perhiasan-perhiasan emas dan permata. Serta budak-budak yang berjumlah ratusan ikut dalam pawai tersebut. ‘

Meskipun kecongkakan dan kemurtadan Qarun makin hari semakin tidak karuan, namun Nabi Musa masih terus tetap bersabar untuk seialu menasihati Qarun. Tapi lain dengan Qarun dia menganggap Nabi Musa iri kepadanya dan menganggap Nabi Musa sebagai” duri dalam kehidupannya oelh karena itu Qarun berusaha dengan berbagai tipu muslihat untuk menjelekjelekkan nama baik Nabi Musa as.

Pada suatu hari Qarun memanggil seorang .wanita penghibur yang diberi upah besar agar wanita tersebut mengaku didepan umum, bahwa ia telah melakukan zina dengan Nabi Musa. Maka pada saat itu Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru untuk mengikuti rapat besar. Dimana dikatakan oleh Qarun bahwa Nabi Musa akan berdakwah dan memberikan nasehat.

Ketika semuanya sudah berkumpul, dengan tidak tau maksud Qarun mulailah Nabu Musa memberikan Khotbah dan Nasihat-Nasihat. ” Barang siapa mencuri akan dipotong tangannya !”. “Dan barang siapa berzina hukumnya adalah Rajam. “‘. Khotbah Nabi Musa as

Tiba-tiba Qarun maju ke depan memotong Khotbah Nabi Musa as. “Sekalipun engkau yang berbuat Nabi Musa ? “. Seru Qarun

“Ya . walapun saya yang berbuat hukumharus tetap berlaku dan dijalankan”. Ujar Nabi Musa

” Hai Musa, jika begitu engkau harus dirajam atau dilempari batu. ada seorang wanita penghibur yang telah mengaku telah melakukan zina denganmu “. Kata Qarun dengan sombong dan liciknya.

Mendengar ucapan itu Nabi Musa berhenti dalam Khotbahnya. Beliau merasa seperti disambar petir. Beliau menyebut-nyebut nama Allah. Perempuan penghibur yang sudah dibayar sebelumnya dipanggil untuk maju oleh Qarun dan dihadapkan dengan Nabi Musa untuk bersaksi. Namun apa yang terjadi tidak seperti yang di inginkan oleh Qarun.

Didepan dan disaksikan oleh orang ramai perempuan itu berkata dengan jujur:

” Engkau bersih dan bebas dari apa yang Mereka tuduhkan kepadamu Nabi Musa. Seseungguhnya Qarun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan keji dan fitnah ini kepadamu Nabi Musa. Meskipun selama ini perbuatanku kurang terpuji, tapi aku takut kepada Allah dan percaya kepada Nabinya sehingga aku tidak akan melakukan perbuatan sejahat itu.”

Mendengar ucapan perempuan penghibur itu, seketika itu lemaslah tubuh Nabi Musa, beliau menangis dan berdo’a : ” Ya Allah, jika benar aku ini Nabi-Mu maka tolonglah hamba-Mu ini”.

Maka turunlah wahyu dari Allah SWT: “Hai Musa ! Kami telah jadikan bumi ini untuk tunduk kepada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu. ‘”

Nabi Musa kemudian memperingatkan Qarun sekali lagi : ” Bertobatlah dan minta ampun kepada Allah, sebab azab akan datang menimpamu wahai Qarun saudaraku !”

“Aku tidak percaya kepada Allah Tuhanmu ! Aku tidak takut dengan azab itu ! semua itu bohong “. Jawab Qarun dengan sengitnya.

Nabi Musa“ kemudian berseru lantang kepada kaumnya :“ Barang siapa yang ingin bersama Qarun, tetaplah tinggal ditempatnya ! dan barang siapa ingin bersamaku, hendaklah meninggalkan tempat ini “.

Orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa segera berbondong-bondong meninggalkan tempat itu. Sedangkan Qarun dan Para pengikutnya yang sedikit masih berdiri ditempat itu dengan sikap sombong dan angkuh.

” Dengan nama Allah, Hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya ! ” Teriak Nabi Musa, dan kemudian menghentakkan tongkat mukzizatnya ketanah.

Tiba-tiba tanah membelah ditempat Qarun dan pengikutnya serta harta bendanya berada. Qarun dan pengikutnya terbenam kedalam tanah tersebut. Mula-mula sebatas lutut, pinggang, leher lalu seluruh tubuh hingga tidak nampak lagi, Ienyap ditelan bumi. Bersamaan dengan itu, terbenam pula semua gedung, gudang dan harta benda milik Qarun ke dasar bumi.

Sampai sekarang apabila ada yang menemukan harta berupa emas atau permata serta barang berharga lainnya di dalam tanah atau bumi maka harta itu di sebut Harta Qarun.

Demikian Cerita atau Kisah tentang qarun seorang yang tamak, sombong dan murtad. Semoga Cerita dalam kisah ini ‘ menjadi Pelajaran Bagi Kita Semua untuk tidak pernah berbuat seperti qarun.

 

CERITA ISLAM : RAJA ABRAHAH MENYERANG KA’BAH

CERITA ISLAM RAJA ABRAHAH MENYERANG KA'BAH

“Buatlah sebuah bangunan yang sangat indah sehingga orang-orang Arab tertarik ke sini dan meninggalkan Ka’bah!” titah Raja Abrahah kepada pejabat istana. Sontak, gemparlah tanah Yaman mencari arsitek terbaik untuk membuat bangunan suci yang menandingi kesucian Baitullah. Dalam waktu singkat, jadilah bangunan megah nan indah bernamaAl Qullais.

Keinginan menandingi Ka’bah bermula ketika Abrahah alAsyram aI-Habsy, penguasa Yaman kala itu, terheran-heran dengan kebiasaan orang Arab berkunjung ke Hijaz setiap tahun. Abrahah yang merupakan gubernur perwakilan Abys’sina di Habasyah (Sekarang Etiopia) merupakan seorang warga asli Afrika beragama Nasrani. Saat tiba di Yaman, ia merasa heran dengan kebiasaan warganya yang rutin berkunjung ke Hijaz. Mereka memilih pergi ke negara lain, sementara wilayah Yaman amat sepi dari pelancong.

Maka, terdengarlah kabar tentang Ka’bah ke telinga Abrahah. Orang-orang Arab rutin melakukan haji Ke bangunan yang didirikan nabi mereka, Nabi Ibrahim dan Ismail. Kala itu, Rasulullah belum lahir di tengah bangsa Arab. Kisah Abrahah inilah yang kemudian menjadi pembuka kisah Jahirnya Nabiyullah Muhammad SAW. ”

Abrahah pun makin heran bangunan macam apakah yang mampu menarik kunjungan seluruh bangsa Arab. Tak mengakui kesucian Ka’bah, Abrahah spontan segera berpikir untuk menandinginya. la pun memutuskan membuat tempat ibadah yang tak kalah suci, namun jauh lebih megah dari Ka’bah.

Jadilah AI-Qullais yang begitu indah. Pintunya terbuat dari emas, lantainya terbuat dari perak, fondasinya terbuat dari kayu

cendana. Siapa pun yang melihatnya akan takjub dengan kemegahannya.

Namun, apa yang terjadi? Bangsa Arab tak sedikit pun tertarik dengannya. Semegah apa pun bangunan itu, tak ada yang mampu menandingi Ka’bah. Keinginan Abrahah ‘untuk menghancurkan Ka’bah pun makin menjadi-jadi ketika mendapati bangunannya dihina. Seorang pria telah membuang hajat di dalam Al Qullais dengan sengaja. Geramlah Abrahah ketika mengetahuinya.

Memuncaklah emosi Abrahah. Ia segera melakasanakan rencananya. Dikumpulkanlah sejumlah prajuritnya yang tangkas. Tak hanya pasukan, ia mengimpor sepasukan gajah dari Etiopia. “Bawa pasukan gajah di barisan terdepan, besok kita berangkat ke Makkah untuk menghancurkan Ka’bah!” seru Abrahah.

Keesokan hari, ribuan gajah dan bala pasukan pun berangkat dari Yaman menuju Makkah, tanah suCi umat Islam. Abrahah memimpin sendiri pasukan tersebut. Ia menungganggi gajah yang terbesar di antara pasukan gajah tersebut. Tak lama, tibalah rombongan Abrahah di dekat Kota Makkah, tepatnya di kawasan Mughammas. Mereka berhenti sejenak, sementara Abrahah mengutus seorang utusan untuk menemui penguasa Makkah. Saat itu, pemuka ternama Kota Makkah adalah kakek : Rasulullah, Abdul Muthalib.

Mendengar kabar pasukan di dekat Makkah, Abdul Muthalib menjawab, “Demi Allah, kami tak ingin berperang dan kami tak punya kekuatan untuk melawan kalian. Akan tetapi, jika Abrahah ingin menghancurkan Baitullah, lakukan sesuka hati. Namun, aku yakin, Allah tak membiarkan rumah-Nya dihancurkan,” ujarnya.

Cukup lama pasukan Abrahah beristirahat di Mughammas. Meski belum memasuki Kota Makkah, mereka telah merampas banyak harta benda kaum Quraisy, termasuk harta milik Abdul Muthalib. Mendengar 200 ekor untanya dirampas pasukan Abrahah, Abdul Muthalib pun beranjak menemui Abrahah. Mendapat tamu dari pemuka Makkah, berbangga hatilah Abrahah. la menyangka Abdul Muthalib cemas Ka’bah akan dihancurkan oleh pasukan gajahnya. “Apa keperluan Anda hingga datang ke mari?” tanya Abrahah kepada kakek Rasulullah dengan congkak.

Namun, jawaban Abdul Muthalib sangat di luar dugaan Abrahah. “Kembalikan 200 ekor unta milikku yang telah dirampas oleh pasukanmu,” ujar Abdul Muthalib. Abrahah pun terheran, “Mengapa kau lebih mengkhawatirkan untamu, padahal kami datang ke sini untuk menghancurkan Ka’bah? Mengapa kau tidak mengkhawatirkan Ka’bah itu saja?” ujarnya.

“Unta-unta yang kau rampas itu adalah miliku, sementara Ka’bah merupakan milik Allah.. Maka, Allahlah yang akan melindunginya,” jawab Abdul Muthalib ringan. Abrahah terdiam, namun geram.

Dikembalikanlah unta-unta milik Abdul Muthalib. Saat kembali ke Makkah, Abdul Muthalib pun memperingatkan warga kota agar berlindung menyelamatkan diri. “Wahai kaumku, tinggalkanlah Makkah, berlindunglah ke bukit. Sungguh aku melihat pasukan Abrahah yang besar dan mustahil kita lawan,” seru Abdul Muthalib.

Bergegaslah warga Makkah meninggalkan kota. Sementara, Ka’bah tetap berdiri tak satu pun warga yang melindungi. “Ya Allah, kami menyelamatkan diri kami maka lindungilah rumah-Mu ini,” doa Abdul Muthalib di depan Ka’bah sebelum meninggalkan kota.

Sementara itu, pasukan Abrahah pun bergegas menuju Makkah. Hentakan kaki gajah telah membuat bulu kuduk warga Makkah merinding. Mereka berpikir,  inilah hari akhir bagi Kota Makkah. Abrahah pun memerintahkan untuk menyerang. Namun, tiba-tiba gajah-gajah enggan melangkahkan kaki. Mereka hanya terdiam dan enggan untuk menyerang.

Meski telah dicambuk sang majikan, gajah-gajah itu berbalik arah dan enggan menuju Ka’bah. Gajah-gajah itu justru hanya berputar-putar saja di lembah Muhassir, dekat Ka’bah. Abrahah geram dan terus memerintahkan pasukannya untuk mencambuk gajah-gajah itu agar menurut. Namun, pasukannya kehabisan akal dan kelelahan menangani gajah yang menurut mereka telah terlatih tersebut.

Hingga kemudian, tiba-tiba datang rombongan burung dari angkasa. Jumlahnya amat banyak. Yang mengerikan, setiap ekor burung membawa batu-batu panas. Menargetkan pasukan Abrahah, burung-burung itu pun melemparkan batu membara tersebut. Setiap yang terkena batu itu, ia langsung binasa. Melihatnya, panik dan bubarlah pasukan. Mereka berlarian mencari tempat berlindung. Namun, tak ada yang selamat, mereka binasa, bahkan sebelum menyentuhkan sedikit pun jemari ke Baitullah. Pasukan Abrahah binasa dan selamatlah Ka’bah. Allah selalu melindungi Ka’bah hingga akhir

 

CERITA ISLAM : RAJA YANG MENJADI SUFI

CERITA ISLAM RAJA YANG MENJADI SUFI

Kisah pertobatan Raja Balkh (|ran)Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, lbrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekorgagak.

Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara.

Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak.

Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham menjumpai seseorang tengah terbaring di tanah dalam keadaan terikat. Segera ia turun dari kuda dan berusaha melepaskannya.

“Ada apa dengan Anda?” tanya Ibrahim binAdham.

“Saya korban perampokan,”jawab orang tersebut yang ternyata adalah seorang saudagar. Setelah seluruh hartanya dirampas, para perampok hendak membunuhnya” dengan cara mengikat dan melantarkan tubuhnya sendirian. Saudagar mengaku, sudah tujuh hari ia terlentang tak berdaya di tempat itu.

“Bagaimana Anda bisa bertahan hidup?”

Saudagar tersebut lantas menceritakan bahwa selama masamasa sulit itu, seeokor gagak rutin menghampiri, hinggap di atas dada, dan menyodorkan makanan untuknya, termasuk roti. Begitulah cara ia mendapatkan tenaga setiap hari.

Peristiwa ini membuka kesadaran Ibrahim bin Adham tentang hakikat rezeki. Ia akhirnya mantab mundur dari jabatan raja, memerdekakan semua budak miliknya, dan mewakafkan segala kekayaannya. Hikayat ini dapat dijumpai secara jelas dalam kitab alAqthaf ad-Daniyyah.

Ibrahim bin Adham memilih menjalani hidup sederhana sebagai rakyat biasa. Jalan tasawuf mulai ia tekuni dengan berjalan kaki ke Mekah, tanpa bekal apapun kecuali rasa tawakal yang amat tinggi. Sejak saat itu, olah rohani merupakan kegiatan pokok selama hidupnya.

Ternyata, kisah tentang kegagalan Ibrahim bin Adham mencicipi roti ini berbuntut pada perubahan serius keseluruhan hidup mantan raja Balkh itu. Ibrahim bin Adham akhirnya masyhur sebagai tokoh sufi yang sangat dikagumi. Dalam sumber-sumber Arab dan Persia, seperti Imam Bukhari dan lainnya, ia terkenal sebagai tokoh sufi yang pernah bertemu dengan Nabi Khidzir.

 

CERITA ISLAM : RASULULLAH DAN KAMBING KURUS PENGHASIL SUSU

CERITA ISLAM RASULULLAH DAN KAMBING KURUS PENGHASIL SUSU

Suatu hari ke|uarga dari kaum kafir bernama Aktsam’ dan istrinya bernama Atikah bin kholid kedatangan Tamu dari rombongan Rosululloh Saw dan para sahabatnya yang hendak menuju Madinah . Perjalanan yang cukup Jauh dari Mekkah menuju Madinah membuat Rombongan Rosululloh saw terlihat sangat lelah dan kehabisan bekal makanan dan air. Melihat kondisi Nabi saat itu membuatAbu bakar Sahabat Nabi merasa, prihatin karena sepanjang perjalanan hanya terdapat padang pasir yang membentang. Tidak terdapat rumah penduduk untuk membeli air dan bekal makanan. Rosululloh saw menenangkan Para sahabat agar jangan putus asa “Alloh tidak akan meninggalkan kita” Kata Rosululah.

Hingga akhirnya Rombongan Rosululloh menemukan sebuah kemah yang dulu digunakan pengembala kambing milik Keluarga Aktsam , disamping itu pula keluarga Aktsam berdagang Kurma , daging dan susu yang memang diperuntukan untuk para Musafir yang transit dari Mekkah ke Madinah. Ketika rombongan Nabi tiba di kemah yang kebetulan saat itu Aktsam sedang tidak ada di tempat dan hanya di temui oleh istrinya Atikah bin kholid yang merasa prihatin dengan kondisi rombongan Nabi dan para sahabatnya yang sedang kehausan dan kelaparan.

“wahai pemilik kemah aku punya 800 Dirham untuk membeli makanan dan air yang kau miliki ‘ Kata Abu bakar.

” Seandainya aku masih punya makanan dan susu yang cukup kalian tidak perlu membayar untuk itu semua karena aku kasihan melihat kondisi kalian yang haus dan kelaparan” kata Atikah bin Kholid.

Lalu Abu bakar memberikan laporan kepada Nabi bahwa Pemilik kemah sudah tidak memeliki kelebihan bekal makanan dan susu , semuanya habis terjual . Ketika Rombongan nabi hendak melanjutkan perjalanan ke Madinah , Nabi melihat Seekor kambing yang sangat kurus dan sakit sakitan di sebelah Kemah .

“apakah kambing itu milikmu? tanya Nabi kepada Atikah bin Kholid. “Benar kambing itu milik kami tapi kambing itu sakit sakitan ” JawabAtikah .

“izinkan aku Memeras susu dari kambing mu itu” Pinta Rosululloh.

“mana mungkin kambing yang kurus dan sakit sakitan dapat mengeluarkan susu” Kata Atikah bin Kholid.

Lalu Rosululloh saw menghampiri kambing tersebut dan berjongkok sambil memegang Susu kambing tersebut” Bissmillahirrohman nirrohim Allohuakbar” Seketika itu pula mengalir dengan deras Air susu dari kambing yang kurus tersebut

”Ambillah bejana untuk menampung air susu ini ” Kata Rosululloh.

Dengan Penuh keheranan Atikah masuk ke Kemah untuk mengambil bejana sambil bertanya dalam hati

” Siapa orang ini??

apakah seorang penyihir??

nanti aku akan ceritakan pada suamiku kalau dia pulang. Begitu bejana terisi penuh lalu rosululloh menyuruh Abu bakar dan sahabat lainnya untuk meminum terlebih dahulu.

” Bagaimana mungkin aku minum air susu ini ,kau Sendiri terlihat sangat kehausan” Kata Abu bakar.

“kau minum saja dulu aku kan sedang memeras Susu ” Kata Rosululloh, Akhirnya Abu bakar dan para sahabat lain Meminum air susu dari perasan tangan lembut dan mulia Rosululloh tersebut , baru setelah itu Rosululloh saw meminumnya, dan menyisahkan Satu bejana penuh air susu untuk keluarga Atikah bin kholid.

“Berapa aku harus membayar harga susu itu”? “kata Abu bakar.

“Kau tidak perlu membayarnya, Kambingku sekarang terlihat sehat dan segar dan akulah yang mengucapkan terima kasih dan siapa sebenarnya orang yang memeras kambingku itu ” Tanya Atikah.

“Saya Muhammad bin Abdulloh dari bani Hasyim Mekkah” Jawab Rosululloh sambil berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Selang beberapa lama datang lah suami Atikah , dan meminta istrinya untuk mengambilkan minum karena merasa sangat haus dan lapar. Lalu Atikah menyerahkan bejana yang berisi air susu kambing yang telah di peras oleh tangan lembut Nabi. Suaminya kaget karena yang dia minum bukan air biasa melainkan air susu kambing yang rasanya sangat segar.

”Dari mana kau dapat air susu ini hai istriku” Kata Aktsam suami Atikah.

”ini air susu dari kambing kita yang kurus dan sakit sakitan itu dan di peras oleh seseorang yang bernama Muhammad bin Abdulloh dari Bani Hasyim Mekkah. “jawab Atikah.

Karena tak percaya suaminya keluar untuk melihat kambingnya yang kurus dan sakit sakitan. Dan betapa kaget Suaminya melihat kambingnya tampak sehat dan segar sedang memakan rumput.

“Tadi kau bilang yang memeras kambing ini Muhammad bin Abdullah dari Bani Hasyim Mekkah, sepertinya aku Pernah mendengar nama itu, Nama itu yang menjadi perbincangan seluruh penduduk Mekkah, Muhammad menentang penyembahan berhala, Muhammad menerima wahyu dari Tuhan yang bernama Al-quran, yang isinya mampu membuat seluruh penduduk Mekkah terkagum kagum akan keindahan dari segi bahasa yang mengalahkan para Penyair penyair hebat, Muhammad orang yang jujur hingga Penduduk Mekkah memberi gelarAI amin ( orang dapat di percaya), Muhammad dari keluarga bangsawan bani Hasyim Quraisy. ” Kata Aktsam.

“kalau Muhammad dan keluarga bangsawan bani hasyim Qurais mengapa cara berpakaiannnya tidak tampak seperti bangsawan bangsawan yang selama ini aku lihat Congkak dan menyombongkan diri ” Kata Atikah bin Kholid.

“itulah Muhammad yang sangat sederhana, kalau benar yang tadi datang ke kemah kita Muhammad bin Abdullah seperti ciri yang kau ceritakan tadi , itulah adalah benar bahwa dia Muhammad Nabi dan utusan Allah SAW dan kita besok akan menemui Muhammad dan menyatakan keimanan padanya. “Kata Aktsam yang sangat mengagumi pribadi dan akhlah nabi Muhammad SAW.

CERITA ISLAM : RASULULLAH DAN PERSELISIHAN BATU HAJAR ASWAD DI KA’BAH

CERITA ISLAM RASULULLAH DAN PERSELISIHAN BATU HAJAR ASWAD DI KA'BAH

Semasa Rasulullah Muhammad SAW belum diangkat sebagai Rasul bagi seluruh alam, Beliau telah terkenal sebagai seorang yang sangat jujur, berlatarbelakang keluarga terhormat dan memiliki kelebihan mampu meredam pertikaian antar suku (kampung). Sehingga beberapa kali Muhammad muda dipercayai memberikan keputusankeputusan krusial menyangkut kepentingan bersama. Salah satu contoh paling populer tentang keberhasilan Nabi SAW menyelesaikan sengketa di antara kaumnya sebelum Beliau dimusuhi karena menyebarkan ajaran Islam adalah ketika terjadi peristiwa renovasi Ka’bah.

Kala itu, masyarakat Makkah merenovasi Ka’bah setelah musibah banjir yang menenggelamkan kota,’termasuk bangunan Ka’bah. Kondisi ini memanggil mengundang orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian situs peninggalan leluhur mereka,. Ibrahim AS yang tetap dijaga kelestariannya.

Menurut riwayat yang paling shahih, ketika itu Nabi berusia 35 tahun. Aktif terlibat dalam pembangunan dari awal hingga akhir. Pada awalnya, mereka bersatu padu, saling bahu membahu di antara mereka. Namun ketika pembangunan memasuki tahap-tahap akhir, yakni prosesi peletakan Hajar Aswad.

Mereka mulai berselisih pendapat, Siapakah tokoh di antara mereka yang layak mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad sebagai tanda peresmian penyelesaian renovasi dan mulai dapat digunakan kembali. Banyak pendapat bermunculan dan saling simpang siur. Masing-masing saling . ingin mengedepankan pemimpin kelompoknya sendiri.

Hingga akhirnya Muhammad, Suami Khadijah ini mengajukan usul, ”Siapa pun yang besok pagi datang paling awal ke tempat pembangunan (renovasi) maka dialah yang berhak atas kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad.” Masyarakat pun menyetujuinya, mereka yakin ini adalah jalan terbaik bagi mereka.

Keesokan harinya, ternyata yang datang paling pagi, paling awal adalah Muhammad sendiri, maka Beliaulah yang berhak meletakkan hajar aswad sebagai tanda peresmian Ka’bah kembali. Namun Rupanya Muhammad bukanlah seorang yang egois. Ia kemudian membentangkan sorbannya menaruh hajar aswad di atasnya dan mengajak beberapa tokoh lain untuk turut serta meletakkan hajar aswad bersama-sama. Maka puaslah mereka atas keputusan Muhammad tersebut. Demikian tersebut dalam kitab Nurul Yaqin fi Siroti Sayyidil Mursalin

 

CERITA ISLAM : ROTI DAN MADU KHALIFAH

CERITA ISLAM ROTI DAN MADU KHALIFAH

Umar bin Abdul Aziz sangat suka makan dengan bercampur madu. Pada suatu hari dia meminta sedikit madu dari istrinya, tetapi dia tidak punya. Beberapa saat setelah itu, dia memberinya madu dan Umar merasa senang. Lalu dia berkata kepada istrinya: “Dari manakah madu ini kalian dapatkan?” Istrinya menjawab: “Aku menyerahkan dua dinar kepada pembantuku untuk membeli madu dengan memakai kuda pos. Lalu dia membelikannya untukku.” Umar berkata: “Aku bersumpah agar kamu menyerahkan semuanya kepadaku.”

Lalu istrinya menyerahkan kepadanya sebuah roti berisi madu. Umar menjualnya dengan harga murah, lalu dia mengembalikan modal uang istrinya dan memasukkan sisanya ke B’aitul Mal kaum muslimin. Dia berkata: “Binatang tunggangan kaum muslimin telah letih hanya disebabkan nafsu Umar!”

Fatimah bintiAbdul Malik ( Istri Umar binAbduiAziz) berkata:

Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz menginginkan madu, sedang kami tidak memilikinya. Lalu aku menyuruh seorang lakilaki untuk membeli madu ke pasar Ba’labak dengan menunggangi kuda pos. Lalu dia pulang dengan membawa madu.

Kemudian pada suatu hari aku berkata kepada Umar: “Kemarin anda menyebut madu dan kini sedang ada pada kami. Apa anda menginginkannya?” Dia menjawab: “Ya”. Lalu kami menyerahkan madu itu kepadanya.

Setelah dia mendekati madu itu, dia bertanya: “Madu ini kalian dapat dari mana?” Aku menjawab: “Kami menyuruh seseorang untuk membeli madu sebanyak dua dinar ke pasar Ba’labak dengan memakai kuda pos. Lalu dia membawakannya kepada kami“. Umar berkata: “Panggilah Iaki-laki suruhan ini kembali!”

Ketika laki-laki itu datang, Umar berkata: “Pergilah dan bawalah madu ini ke pasar, lalu juallah lagi. Setelah itu kembalikanlah kepada kami modal uang kami dan lihatlah jika ada kelebihan hasil jualnya. Jika berlebih, masukanlah kelebihan tersebut ke dalam Baitul Mal kaum muslimin sebagai ganti dari biaya makanan kuda pos.

 

CERITA ISLAM : SAHABAT NABI MUSA DI SYURGA

CERITA ISLAM SAHABAT NABI MUSA DI SYURGA

Suatu ketika Nabi Musa AS berdoa kepada Allah SWT ,Ya Allah tunjukanlah aku siapa temanku di surga nanti .

Keinginan beliau untuk mengetahui siapa jadi temannya surga begitu kuat, Tidak lama kemudian nabi Musa AS, diberi wahyu sebagai jawaban doa nya. Beliau disuruh mencari sendiri kesebuah pasar tempat penjualan daging, criteria orang tersebut dijelaskan pula dalam wahyu tersebut.

Beliau pun segera pergi menuju sebuah pasar yang dimaksud. Disana beliau bertemu dengan seseorang penjual daging yang kriterianya-persis seperti yang disebutkan oleh wahyunya. Beliau menunggu berjualan sampai selesai, ketika hari hampir petang, orang itu mengambil sekerat daging & dimasukkan kedalam keranjang, _Iaiu dipik’ulnya dengan sebatang kayu.

Sewaktu akan pulang, Nabi Musa AS, mendekatinya dan bertanya, “Apakah engakau punya tamu ?”.

”Benar aku punya tamu. ” Jawabnya.

Nabi Musa AS diajak mampir kerumahnya. Mampirlah beliau kerumah penjual daging itu. Beliau dipersilahkan duduk di ruang depan & dibiarkan sendirian. Sementara pedagang itu sibuk memasak, sebagaimana layaknya orang memasak untuk tamu yang paling dihormatinya.

Selesai Memasak, dia menyiapkan air dan pakaian untuk tamunya itu. Nabi Musa AS, tetap dibiarkan sendirian, menyaksikan kesibukan. Ternyata semua itu bukan untuk nabi Musa AS, orang itu masuk kedalam kamar, dan keluar menggedong seorang nenek jompo yang lemah. Disuapinya diseka dan diganti pakaiannya seperti merawat bayi. Lalu nenek jompo itu ditempatkan kembali ketempat tidur seperti semula.

Ketika Nabi Musa AS, menanyakan siapa sebenarnya nenek itu, yang diperlakukan sedemikian mulia, orang itu menjawab, ”Nenek ini adalah ibu kandungku sendiri, ia telah |emah& tak berdaya merawaat diri sendiri” Nabi Musa AS mengarahkan ‘ pandangannya kepada seorang nenekjompo yang berbaring itu, terliahat bibir nenekitu komat-kamit. ‘

Sebagai seorang nabi, beliau pun tahu tahu pasti apa yang diucapkan nenek jompo itu, yakni mendoakan anaknya Allahummaj’al ibni jaliisa musa fil Jannah” ya tuhanku, jadikanlah anakku teman nabi Musa AS, di surga .Akhirnya beliau berkata kepada orang itu, ”Terimalah kabar gembira bagi anda, dan kenalkan aku nabi Musa, dan engkaulah kawanku kelak di surga.

Subhanilah begitu besarnya doa seorang ibu, memang benar bila Ridhonya Allah ridho nya orangtua, dari cerita ini semoga kita mendapatkan hikmah dan pelajaran yang disampaikan, Sudah cukup jelas cerita diatas untuk dapat kita renungkan sudah sejauh mana sikap’kita terhadap orang tua khususnya ibu kita, mungkin banyak orang setelah orang tua mereka sudah mulai tua, lemah, pikun, atau untuk mengurus diri mereka sendiri sangat sulit, ketika mereka membutuhkan bantuan, anaknya malah sibuk dengan istri, anak, Harta mereka.

Kita mungkin lupamereka lah dulu yang menggandung kita, menyusui kita, memandikan kita, membantu kita untuk bisa merangkak, berdiri, dan berjalan. Benarlah apa yang diceritakan ketika seorang sahabat memaparkan apa yang telah dilakukan nya bahwa dia menggedong ibu nya yang sudah tua jompo kemana-mana, merawatnya,Memandikan dan mensucikannya dari semua hadatsnya.

Lalu bertanya kepada Umar bin khatab,

“apakah hal tersebut dapat membalas jasa ku kepada orang tua?”

lalu Umar pun menjawab: “tidak! Tidak cukup! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”.

Mungkin kita sudah mengerti alasan umar menjawab pertanyaan itu, jasa orang tua terhadap kita tidak akan pernah bisa dibalas dengan cara bagaimana pun, uang, materi, harta benda tak bisa membalasjasa mereka.

Maka sudah cukup cerita maling kundang menjadi sebuah Legenda jangan sampai menjadi sejarah yang nyata yang pernah terjadi.

Semoga kita menjadi orang-orang yang berbakti kepada ‘ orang tua karena untuk beribada kepada Allah SWT.

 

CERITA ISLAM : SALMAN ALFARITSI JADI KULI

CERITA ISLAM SALMAN ALFARITSI JADI KULI

Pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab, Salman Al Farisi mendaftarkan diri untuk ikut dalam ekspedisi militer ke Persia. Ia ingin membebaskan bangsanya dari genggaman kelaliman Kisra, Imperium Persia yang mencekik rakyatnya dengan penindasan dan kekejaman. Untuk membangun istana Kisra saja, ribuan rakyat jelata terpaksa dikorbankan, tidak setitik pun rasa iba terselip di hati sang raja.

Di bawah pimpinan Panglima Saad bin Abu Waqqash, tentara. muslim akhimya berhasil menduduki Persia, dan menuntun rakyatnya dengan bijaksana menuju kedamaian Islam. Di Qadisiyah keberanian dan keperwiraan Salman Al Farisi sungguh mengagumkan sehingga kawan dan lawan menaruh menaruh hormat padanya.

Tapi bukan itu yang membuat Salman meneteskan air mata keharuan pada waktu ia menerima kedatangan kurir Khalifah dari ‘ Madinah. Ia merasa jasanya beium seberapa besar, namun Khalifah telah dengan teguh hati mengeluarkan keputusan bahwa Salman diangkat menjadi amir di negeri Madain.

Umar secara bijak telah mengangkat seorang amir yang berasal dari suku dan daerah setempat. Oleh sebabitu, ia tidak ingin mengecewakan pimpinan yang memilihnya, iebih-Iebih ia tidak ingin dimurkaiAlIah karena tidak menunaikan kewajibannya secara bertanggungjawab.

Maka Salman pun berbaur di tengah masyarakat tanpa menampilkan diri sebagai seorang amir. Sehingga banyak yang tidak tahu bahwa yang sedang keluar masuk pasar, yang dudukduduk di kedai bercengkrama dengan para kuli itu adalah sang gubernur.

Pada suatu siang yang terik, seorang pedagang dari Syam sedang kerepotan mengurus barang bawaannya. Tiba-tiba ia melihat seorang pria bertubuh kekar dengan pakaian lusuh. Orang itu segera dipanggilnya; “Hai, kuli, kemari! Bawakan barang ini ke kedai di seberang jalan itu.” Tanpa membantah sedikit pun, dengan patuh pria berpakaian lusuh itu mengangkut bungkusan berat dan besar tersebut ke kedai yang dituju.

Saat sedang menyeberang jalan, seseorang mengenali kuii tadi. Ia segera menyapa dengan hormat, “Wahai Amir. Biarlah saya yang mengangkatnya.” Si pedagang terperanjat seraya bertanya pada orang itu, “Siapa dia? Mengapa seorang kuli kau panggil Amir?”. Ia menjawab, “Tidak tahukah Anda, kalau orang itu adalah gubernur kami?”Dengan tubuh lemas seraya membungkukbungkuk ia memohon maaf pada ‘kuli upahannya’ yang ternyata adalah Salman Al Farisi.

‘Ampunilah saya, Tuan. Sungguh saya tidak tahu bahwa Tuan adalah amir negeri Madain.” ucap si pedagang.

‘Letakkanlah barang itu, Tuan. Biarlah saya yang mengangkutnya sendiri.” Saiman menggeleng, ‘.’Tidak, pekerjaan ini sudah aku sanggupi sejak awal, dan aku akan membawanya sampai ke kedai yang kau maksudkan.”

Setelah sekujur badannya penuh dengan keringat, Salinan menaruh barang bawaannya di kedai itu, ia lantas berkata, “Kerja ini tidak ada hubungannya dengan jabatanku. Aku sudah berjanji mengangkat barang ini kemari Maka aku wajib melaksanakannya hingga selesai. Bukankah merupakan kewajiban setiap umat Islam untuk meringankan beban saudaranya?”

Pedagang itu hanya menggeleng. la tidak mengerti bagaimana seorang berpangkat tinggi bersedia disuruh sebagai kuli. Mengapa tidak ada pengawal atau tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kalau ia seorang gubernur?

la barangkali belum tahu, begitulah seharusnya sikap seorang . pemimpin menurut ajaran Islam. Tldak bersombong diri dengan kedudukannya, namun ia dituntut merendah di depan rakyatnya. Karena sejatinya, menjadi pemimpin adalah pelayan”. Ya seperti, Salman Al Farisi, Gubernur Zuhud yang menjadi kuli di Pasar.

 

CERITA ISLAM : SEDEKAH DAN SHOLAT YANG TIDAK KHUSUK

CERITA ISLAM SEDEKAH DAN SHOLAT YANG TIDAK KHUSUK

Suatu waktu,’ Abu Thalhah peerah shalat di tengah kebun miliknya. Tiba-tiba shalatnya jadi kurang khusuk. Saat itu shalat Abu Thalhah AI Anshar’i terganggu dengan seekor burung. Maka Abu Thalhah AI Anshari segera bertobat dan menyedekahkan kebun kurma miliknya itu kepada umat muslim.

Mas Kawin Abu Thalhah AI Anshari yang Lebih Mahal Daripada Mas Kawin Lainnya

Abu Thalhah AI Anshari dan istrinya Ummu’ Sulaim termasuk kelompok tujuh puluh yang bersumpah setia kepada Rasulullah saw. di daerah Aqobah. Sebelum menikahi Ummu Sulaim, saat itu Abu Thalhah Al Anshari belum menjadi seorang muslim. Sementara Ummu Sulaim seorang janda yang sudah menganut Islam lebih dulu. Maka Ummu Sulaim pun meminta Abu Thalhah AI Anshari masuk Islam sebagai mas kawin atau mahar pernikahannya. Tak meminta mas kawin selain itu. Padahal Abu Thalhah Al Anshari seorang kaya raya dan sudah siap memberikan mas kawin perhiasan yang tak ternilai harganya. Namun hal itu ditolak Ummu Sulaim.Kaum muslim pun menyebut mahar pernikahan mereka sebagai mahar kawin yang lebih mahal daripada mahar kawin yang lainnya.

Abu Thalhah selama hidupnya dihabiskan untuk berperang dan berpuasa. Bahkan Abu Thalhah Al Anshari pun masih ikut berjihad di saat usia lanjut. Abu Thalhah AI Anshari ikut bersama pasukan muslim berperang di tengah samudera naik kapal laut. Namun di tengah laut, Abu Thalhah AI Anshari sakit dan wafat.

Untuk memakamkan Abu Thalhah AI Anshari, kapal itu lalu berlayar mencari daratan. Namun baru hari keenam, kapal itu bisa menemukan daratan untuk memakamkannya. Selama dibaringkan di tengah kapal, jasad Abu Thalhah Al Anshari terbaring seperti orang yang sedang tidur.

 

CERITA ISLAM : SAPI PILIHAN NABI MUSA A.S

CERITA ISLAM SAPI PILIHAN NABI MUSA A.S

Pada zaman dahulu kala di zaman Bani Israil hidup sorang hartawan yang kekayaannya luar biasa berlimpah. Namun, ia tak satu pun memiliki anak yang akan mewarisi harta tersebut. Alhasil, banyak kerabat yang menginginkan dan menanti warisan.

Hal yang ditunggu mereka pun terjadi, sang hartawan ditemukan tewas di depan sebuah rumah penduduk. Kerabat sang hartawanlah yang kali pertama menemukan mayatnya pada pagi  hari. Maka, gemparlah seluruh desa atas kematian sang hartawan. Masingmasing dari mereka bertanyatanya, siapa gerangan yang membunuhnya?

Asumsi-asumsi pun bermunculan. Ada yang bilang, sang kerabat yang menemuka’nlah yang membunuhnya. Yang lain mengatakan, si pemilik rumah yang didepannya ditemukan jasad si hartawanlah pelakunya.

Di tengah keributan tersebut, datang seorang salih yang cerdas Ia pun menengahi warga. “Mengapa kalian berkelahi? Bukankah di antara kita ada Musa, sang rasul Allah? Mari kita tanyakan perihal ‘ini kepada beliau,” ujarnya. Maka, mereka pun segera berbondong-bondong menemui Musa.

Mendengar kisah dari. penduduk desa, Nabi Musa segera memanjatkan doa. la memohon wahyu dari Allah agar menunjukkan rahasia di balik kematian sang hartawan. Maka,AlIah pun memerintahkan Musa agar menyuruh umatnya menyembelih seekor sapi.

“Hai Musa, apakah kau ingin menjadikan kami bahan ejekan?” ujar mereka.

Nabi Musa pun dengan sabar menjawab, “Aku berlindung dari Allah agar aku taktermasuk orang-orang yang bodoh.Aku berlindung kepada Allah untuk tidak mengatakan sesuatu yang bukan firmanNya,” ujar Musa. Namun, tetap saja Bani Israil enggan menaati perintah Musa. Mereka bermalas-malasan menyembelih seekor sap’i. Pasalnya, sapi merupakan binatang yang dihormati oleh mereka. Saat Musa menanyakan perihal sapi tersebut, mereka pun terlihat amat malas. Mereka justru mencari-cari pertanyaan yang dapat menunda mereka menyembelih sapi. “Beri kami spesifikasi, berapa usia sapi itu?” ujar mereka. Nabi Musa pun menjawab, “Tidak ‘ muda, tidak pula tua, melainkan pertengahan saja. Kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepada kalian,” perintah Musa.

Lagi-lagi, mereka tak juga menjalankan perintah itu. Setiap kali Musa menanyakannya, mereka menanyakan spesifikasi sapi yang akan disembelih. “Apa warna sapi itu?” tanya mereka. Dengan sabar, Musa pun menjawab, “Warnanya kuning tua, setiap kali orang memandangnya maka akan senang melihatnya,”jawab nabiyullah.

Bukan mencari, keesokan hari justru mereka bertanya kembali. “Beri tahu kami bagaimana kondisi sapi itu sehingga kami dapat mencarinya,” kata mereka. Kesabaran Musa begitu diuji, beliau pun menjawab dengan rincian yang banyak. “Sapi itu tak pernah

di gunakan untuk membajak sawah atau memberi air bagi tanaman. Sapi itu pun sangat bersih, tidak memiliki cacat,” ujar Musa.

Semakin banyak bertanya, mereka justru semakin sulit mendapatkan sapi itu. Andai mereka menurut saat perintah pertama, mereka bebas memilih sapi manapun.

Namun, sifat membangkang justru membuat mereka semakin sulit. Setelah banyak pertanyaan, mereka justru harus mendapatkan sapi yang sempurna. Rupanya mereka menyadari kebodohan mereka itu. Akhirnya, mereka pun mencukupkan pertanyaan dan mulai mencari jenis sapi yang elok itu. “Sekarang kamu menerangkan sapi itu dengan lengkap,” kata mereka.

Setelah kesulitan yang sangat mencari sapi tersebut, akhirnya mereka pun mendapatkannya. Hampir saja mereka menyerah karena nyaris tak ada sapi yang sesempurna itu. Sapi itu pun didapatkan dengan harga yang sangat mahal. Sapi tersebut merupakan milik seorang yatim yang usianya masih belia; Sapi tersebut merupakan satu-satunya warisan sang ayah. Atas wasiat sang ayah, sapi itu tak diizinkan bekerja dan hanya dirawat sedemikian rupa. Kulitnya juga ben/vama kuning tua yang sangat elok. Seluruh kriteria yang Nabi Musa sebutkan ada pada sapi tersebut.

Sapi itu pun didatangkan ke hadapan Nabi Musa. Setelah disembelih, nabiyullah Musa mengambil sebagian anggota tubuh sapi, kemudian memukulkannya pada jenazah tersebut.’Dengan izin .. Allah, mayat si hartawan hidup kembali. Nabi Musa pun segera bertanya kepada si mayat hidup. “Siapakah yang telah membunuhmu?” Sang hartawan pun menunjuk salah serang kerabatnya. “Dia!” ujarnya. Setelah itu, si hartawan kembali menjadi mayatdengan izinAllah.

Ternyata, sang pembunuh merupakan kerabat yang selalu menginginkan warisan sang hartawan. Dia pula yang berpura-pura menemukan mayat sang hartawan yang dia bunuh dan diletakkan di depan salah satu rumah’ penduduk desa. Namun, meski telah terang fakta, si kerabat tetap saja menyangkal bahwa ia yang membunuhnya. ‘ “Demi Allah, bukan aku yang membunuhnya,” ujarnya tanpa takut menyebut asma Allah sebagai penjamin kesaksiannya. ltulah memang watak Bani Israil.

 

CERITA ISLAM : SERIGALA DAN PENGEMBALA

CERITA ISLAM SERIGALA DAN PENGEMBALA

Dari Abu Hurairah RA : Ada seekor serigala datang kepada seorang pengembala kambing. Kemudian serigala itu terus menerkam seekor kambing pengembala tersebut. Pengembala itu berusaha merebutnya dari serigala tersebut, hingga berhasil menyelamatkan kambing tersebut. Serigala .itu segera ke bukit dan berkata ; “Aku berhasil menerkam mangsaku yang diberikan oleh Allah. Ini adalah rezekiku.Patutkah engkau merampasnya dariku ?”.

Pengembala yang dalam kehairanan itu berkata ; “Demi Allah Aku tidak pernah melihat seekor serigala berbicara seperti yang kulihat pada hari ini.Sungguh menghairankan!”. Serigala itu berkata : “Bahkan yang lebih hairan lagi adalah jika kamu tidak pergi kepada seorang yang berada di Madinah yang memberitahu kepada kamu tentang apa yang telah terjadi dan akan terjadi untuk beriman dengannya”.

Pengembala itu adalah seorang Yahudi.Dia mengetahui akan ada Nabi akhir zaman. Dia berkata “Aku sangat berkeinginan untuk pergi tapi siapa yang akan menjaga temakanku?“. Serigala menjawab ” Pergilah.Aku yang akan menjaganya”. Kemudian dia kepada Rasulullah SAW, sampai saja dihadapan baginda lalu Rasulullah bertanya”Bagaimana’ dengan serigala yang bercakap dengan kamu?.

Yahudi “Subhanallah ,aku belum dedahkan kepada sesiapa lagi, siapa yang memberitahumu?”. Rasulullah menjawab “Malaikat yang pernah dihantar kepada Nabi-Nabi yang terdahulu datang kepadaku memberitahuku dan aku menjamin yang serigala itu menjaga ternakanmu dengan baik”. Kemudiah Yahudi itu terus memeluk Islam.

Selanjutnya baginda berkata ;” Itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda hari kiamat, kelak akan datang pula tandatanda yang lain, iaitu seseorang akan keluar dan apabila dia balik akan diberitahu oleh kasutnya atau cemetinya tentang apa yang telah terjadi kepada keluarganya sepanjang sepeninggalannya”.

Kembalinya Yahudi ke kampungnya, didapati ternakan kambingnya dalam keadaan sempurna dijaga dengan baik oleh serigala, lalu dia mengambil seekor kambing, disembelih dan menghadiahkannya kepada serigala.

Kisah ini berlaku di zaman Rasulullah SAW. Kisah ini menceritakan bagaimana seekor serigala yang telah berbicara dengan seorang manusia. Sungguh ajaib. Bagaimana seorang Yahudi pengembala kambing mendapat hidayah Islam kerana seekor serigala. Menurut Abu Nuaim dalam kitab Dalail Nubuwah, kisah di atas berlaku kepada than binAus. Ajaibnya, kisah ini juga sekalgus turut membenarkan tanda-tanda hari kiamat seperti yang telah disebut oleh RasulullahSAW iaitu apabila binatang buas berbicara dengan manusia.

 

CERITA ISLAM : TIDUR MALAM YANG SINGKAT

CERITA ISLAM TIDUR MALAM YANG SINGKAT

Abdullah bin Umar tercatat sebagai perawi atau periwayat hadits nabi Rasulullah Saw. terbanyak kedua setelah Abu Hurairah. Abdullah bin Umar meriwayatkan sekitar 2.630 hadits.

Abdullah bin Umar telah memeluk Islam saat masih kanak-kanak.

Abdullah bin Umar merupakan putra kedua Khalifah Umar bin Khattab.

Abdullah bin Umar diberi kefakihan (kedalaman pemahaman dalam ilmu agama), seorang yang zuhud (tidak terikat dengan duniawi) serta abid (rajin beribadah hanya kepada Allah).

Abdullah bin Umar tidak pernah melewatkan malam, kecuali dengan shalat malam atau tahajud.

Abdullah bin Umar’ Juga tak pernah tidur di malam hari, kecuali hanya tidur sejenak.

Abdullah bin Umar sangat anti kekerasan dan selalu menghindarijabatan apapun.

”Demi Allah. Seandainya bisa, janganlah ada darah walau hanya setetes pun tertumpah karena aku.”

Namun meski begitu, Abdullah bin Umar tetap seorang pemberani.

Abdullah bin Umar pernah ikut berperang pada perang Qadisiyah, Yarmuk, penaklukan Afrika, Mesir, dan Persia, penyerbuan Basrah, dan Madain.

Kenapa Abdullah bin Umar Sangat Mencintai Rasulullah? Abdullah bin Umar amat mencintai Rasulullah.

Abdullah bin Umar pun senantiasa berusaha mengikuti dan meneladani semua perbuatan Rasul.

Abdullah bin Umar pernah berjalan di suatu tempat kemudian ia berputarterlebih dulu.

Abdullah bin Umar lakukan seperti itu karena ia pernah melihat Rasul melakukan hal yang sama saat melewati jalan tersebut.

Hampir tidak ada perilaku Rasul yang tidak pernah ditirunya dengan cermat dan teliti.

Seperti yang dilakukan Abdullah bin Umar.

 

CERITA ISLAM : WANITA YANG GIGIH DAN ADA DI DALAM HADIST

CERITA ISLAM WANITA YANG GIGIH DAN ADA DI DALAM HADIST

Selain gigih berdakwah, Ummu Sulaim binti Milhan juga ikut berjihad di medan perang.

Ummu Sulaim binti Milhan dan para wanita Iainnya memberikan minum dan mengobati pasukan muslim yang terluka.

Ummu Sulaim binti Milhan Merelakan Putranya yang Berusia 8 Tahun Menjadi Pelayan Setia Rasul Saw

Ummu Sulaim binti Milhan meriwayatkan 14 hadist dari Rasulullah.

Rasul saw. pun sampai mengagumi istrinya itu.

“Tldaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik dan’nya (khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia mempercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang Iain”.

Khadijah binti Khuwailid Menjadi Wanita Pertama yang Mengakui Kenabian Muhammad Saw.

Khadijah binti Khuwailid menjadi wanita pertama yang mengakui kenabian Rasul dan orang pertama yang memeluk Islam.

Khadijah binti Khuwailid menikah dengan Rasulullah pada saat ia berusia 40 tahun dan Rasulullah berusia 25 tahun.

 

CERITA ISLAM : UWAIS AL QARNI YANG BISA SHOLAT DI ATAS AIR

CERITA ISLAM UWAIS AL QARNI YANG BISA SHOLAT DI ATAS AIR

Pada zaman Nabi Muhammad S.A.W, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan. Kulitnya kemerah-merahan. Dagunya menempel di dada karena selalu melihat pada tempat sujudnya. Tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita mengenai Uwais aI-Qami.tanpa pemahmelihatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarni, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi” In.”

Ahli membaca aI-Quran dan selalu menangis, pakaiannya hanya dua helai dan sudah kusut yang satu untuk penUtup badan dan yang satunya digunakannya sebagai selendang. Tiada orang yang menghiraukan, tidak terkenal dalam kalangan manusia,namun sangat terkenal di antara penduduk langit.

Tatkala datangnya hari Kiamat, dan tatkala semua ahli ibadah diseru untuk memasuki Syurga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu seketika dan disuruh memberi syafa’atnya.

Ternyata Allah memberi izin padanya untuk memberi syafa’at bagi sejumlah bilangan qabilah Robi’ah dan qabilah Mudhor, semua dimasukkan ke Syurga dan tiada seorang pun ketinggalan dengan izin-Nya.

Dia adalah ‘Uwais al-Qarni’ siapalah dia di mata manusia

Tidak banyak yang mengenalnya, apalagi mencari tahu akan hidupnya. Banyak suara-suara yang mentertawakan dirinya, mengolok-olok dan mempermainkan hatinya.

Tidak kurang juga yang menuduhnya sebagai seorang yang membujuk, seorang pencuri serta berbagai macam umpatan demi umpatan, celaan demi celaan daripada manusia.

Suatu ketika, seorang fuqoha’ negeri Kuffah, datang dan ingin duduk bersamanya. Orang itu memberinya dua helai pakaian sebagai hadiah. Namun, hadiah pakaian tadi tidak diterima lalu dikembalikan Iagi kepadanya. Uwais berkata:

“Aku kawatir, nanti orang akan menuduh aku, dari mana aku mendapatkan pakaian itu? Kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri.”

Uwais telah lama menjadi yatim. Beliau tidak mempunyai sanak saudara, kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh tubuh badannya. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa.

Untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai pengembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup-cukup untuk menampung keperluan hariannya bersama ibunya. Apabila ada uang yang lebih, Uwais menggunakannya untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan.

Kesibukannya sebagai pengembala dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya. Dia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais al-Qarni telah memeluk Islam ketika seruan Nabi Muhammad S.A.W tiba ke negeri Yaman. Seruan Rasulullah telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya menarik hati Uwais. Apabila seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran.

Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad S.A.W secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka membagusi rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.

Alangkah sedihnya hati Uwais apabila melihat setiap tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah bertamu dan bertemu dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang dia sendiri belum berkesempatan.

Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih. Namun apa daya, dia tidak punya bekal yang’cukup untuk ke Madinah. Lebih berat untuk’merawat ibunya yang sedang sakit dan perlu dirawat. Siapa yang akan merawat ibunya sepanjang ketiadaannya nanti?

Diceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah S.A.W mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Khabar ini sampai ke pengetahuan Uwais.

Dia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah, sekalipun ia belum pernah melihatnya.

Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tidak terbendung dan hasrat untuk bertemu tidak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, “Bilakah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dengan dekat?”

Bukankah dia mempunyai ibu yang sangat memerlukan perhatian daripadanya dan tidak sanggup meninggalkan ibunya sendiri. Hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa Rasulullah.

Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya. Dia meluluhkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan untuk pergi menziarahi Nabi S.A.W di Madinah.

Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau amat faham hati nurani anaknya, Uwais dan berkata,

“Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Apabila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang.”

Dengan rasa gembira” dia berkemas untuk berangkat. Dia tidak lupa untuk menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama dia pergi.

Sesudah siap segala persediaannya, Uwais mencium sang Ibu. Maka berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak lebih kurang empat ratus kilometer dari Yaman.

Medan yang begitu panas dilaluinya. Dia tidak peduli panasnya gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari. Semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi S.A.W yang selama ini dirinduinya.

Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah’ Nabi S.A.W, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah R.A( Istri Nabi S.A.W ) sambil menjawab salam Uwais;

Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata baginda tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi S.A.W dari medan perang.

Bilakah beliau pulang? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya’ yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

“Engkau harus Iekas pulang.” Atas ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi S.A.W.

Dia akhirnya dengan. terpaksa memohon untuk pulang kepada sayyidatina ‘Aisyah R.A ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi S.A.W dan melangkah pulang dengan hati yang pilu.

Sepulangnya dari medan perang, Nabi S.A.W langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad S.A.W menjelaskan bawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni Iangit dan sangatterkenal di Iangit.

Mendengar perkataan baginda Rasulullah S.A.W. sayyidatina ‘Aisyah R.A dan para sahabatnya tertegun.

Menurut sayyidatina ‘Aisyah R.A memang benar ada yang mencari Nabi S.A.W dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah S.A.W bersabda: “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qami), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya. Sesudah itu Rasulullah S.A.W, memandang kepada sayyidina Ali K. W dan sayyidina Umar R. Adan bersabda:

“Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfamya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.”

Tahun terus berjalan, dan tidak |ama kemudian Nabi S.A.W wafat, hinggalah sampai waktu khalifah Sayyidina Abu Bakar asShiddiq R.Atelah digantikan dengan Khalifah Umar R.A.

Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi S.A.W tentang Uwais al-Qami, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali K.W untuk mencarinya bersama.

Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, mereka berdua selalu bertanya tentang Uwais al-Qarni, apakah ia turut bersama mereka. Di antara kafilahkatilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai ia dicari oleh beliau berdua.

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais alQarni turut bersama rombongan katilah menuju kota Madinah.

Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar R.A dan sayyidina Ali K.W mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka.

Rombongan itu mengatakan bawa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais aI-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar R.A dan Sayyidina Ali K.W memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri sholatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman.

Sewaktu berjabat tangan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi S.A.W.

Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut,

“Siapakah nama saudara?” “Abdullah.” Jawab Uwais.

Mendengar jawaban itu, kedua sahabat pun tertawa dan mengatakan,

“Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?”

Uwais kemudian berkata “Nama saya Uwais al-Qami.”

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia.

itulah sebabnya, dia baru dapat turut bersama rombongan kafllah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan sayyidina Ali K.W. memohon agar Uwais berkenan mendoakan untuk mereka.

Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, ‘ “Sayalah yang harus meminta doa daripada kalian.” Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata,

“Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar daripada anda Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais alQarni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar.

 

CERITA ISLAM : WANITA YANG MENDAPAT SALAM DARI ALLAH SWT

CERITA ISLAM WANITA YANG MENDAPAT SALAM DARI ALLAH SWT

Khadijah binti Khuwailid adalah wanita yang menerima langsung salam dari Allah swt..

Saat itu Malaikat Jibril menemui Rasul saw. dan berpesan, “Sampaikan salam kepada Khadijah dari Allah dan dariku…”

Khadijah binti Khuwailid dijuluki ath-thoirah, artinya bersih dan suci. ‘ ‘

Karena Khadijah binti Khuwailid dipelihara dan dibimbing langsung oleh Allah swt. sepanjang hidupnya dari segala cela.

Beberapa Alasan Khadijah binti Khuwailid, Menjadi Wanita dan Istri yang Sangat Dikagumi Rasul Saw.

Rasul saw. pun sampai mengagumi istrinya itu.

“Tidaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik darinya (khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia mempercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang lain”.

Khadijah binti Khuwailid Menjadi Wanita Pertama yang Mengakui Kenabian Muhammad Saw.

Khadijah binti Khuwailid menjadi wanita pertama yang mengakui kenabian Rasul dan orang pertama yang memeluk Islam.

Khadijah binti Khuwailid menikah dengan Rasulullah pada saat ia berusia 40 tahun dan Rasulullah berusia 25 tahun.

Khadijah binti Khuwailid begitu setia mendampingi perjuangan Rasul saw. dalam suka dan duka.

Khadijah binti Khuwailid pun berkata, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.”

Khadijah binti Khuwailid benar-benar seorang istri sejati yang berkorban dengan segenap jiwa dan kemampuannya untuk kejayaan Islam.

 

CERITA ISLAM : YAHUDI YANG MERACUNI NABI SAW

CERITA ISLAM YAHUDI YANG MERACUNI NABI SAW

Zainab binti aI-Harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin Yahudi di Khaibar, memendam kebencian mendalam terhadap kaum muslimin terutama Nabi Muhammad SAW. Ini terjadi karena ayah dan suaminya tewas dalam perang Khaibar yang dimenangkan pasukan Islami Dia menyaksikan sendiri saat-saat suami dan ayahnya tewas dalam peperangan. Diapun mengatur siasat untuk membalas dendam.

Saat keadaan sedang tenang, Rasulullah SAW diberi domba panggang beracun oleh Zainab binti aI-Harits. Sebelumnya Zainab bertanya, bagian domba yang mana yang paling disukai Rasulullah? Ada yang mengatakan kepadanya bahwa beliau paling menyukai bagian paha. Maka dia menyusupkan racun lebih banyak di bagian ini, lalu menaburkan ke seluruh bagian domba itu, kemudian membawanya kepada Rasulullah.

Setelah dihadirkan di hadapan nabi, beliau mengambilnya dan mengunyahnya satu kunyahan, namun tidak menelannya bahkan dimuntahkannya. Kemudian nabi Muhammad SAW berkata “Tulang ini mengabarkan kepadaku bahwa dagingnya beracun“.

Rasulullah memerintahkan memanggil Zainab, dan diapun mengaku bahwa dia tealah menyusupi racun ke dalam daging itu. Nabi bertanya, “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Zainab menjawab, “Aku pernah berkata, jika Muhammad seorang raja, aku puas dengan kematiannya. Jika dia seorang nabi, tentu akan ada yang memberitahu kepadanya.”

Sementara itu beliau ditemani Bisyir bin al-Ma’rur dalam memakan daging itu. Bisyir mengambil dagingnya, menguyah dan menelannya, sehingga ia meninggal.

Mungkin itu sebagian dari cerita islam semoga bermanfaat bagi anda.

1001 Cerita Islam Yang Sangat Banyak Hikmahnya

Advertisements

Leave a Reply