3 Dongeng Kancil (Fabel terbaru) 1

3 Dongeng Kancil (Fabel terbaru)

Dongeng Kancil – Kancil merupakan hewan yang kecil tetapi dia sangat cerdik menipu hewan buas yang mau memangsanya, dan kesukaanya makan mentimun. mari simak Dongeng Kancil.

Dongeng Kancil

1001duniacerita.blogspot.com

KANCIL MENCURI TIMUN

KANCIL MENCURI TIMUN

Pagi yang cerah, matahari bersinardengan indahnya.

Pak Tani berangkat ke sawah dengan riang gembira sembari memanggul cangkul.

“Aku akan memeriksa kebun timunku , barangkali besok sudah bisa dipanen.”demikian gumam Pak Tani.

Tetapi… sesampainya di kebun timun

Alangkah kagetnya Pak Tani. Buah timun di kebunnya banyak yang rusak. “Aduh ! Siapa yang merusak kebun timunku ini. Mengapa harus dirusak, kalau mau ambil boleh saja tinggal ambil aku bukan petani yang pelit.”  Dengan hati muram Pak Tani pulang ke rumah. la menduga-duga hewan apakah yang suka mentimun.

“Ha…pasti si Kancil,”gumam PakTani.

Pak Tani mencari akal untuk menjebak Kancil lalu ia membuat orang-orangan yang diberi perekat sangat kuat.

Menjelang sore orang-orangan itu sudah selesai dan dlbawa ke tengah kebun timun untuk dipasang.

“Aku tahu Kancil hewan yang cerdik, ia akan mengejek orang-orangan ini….tapi rasakan nantinya ya…” pikir PakTani.

Benar saja, malam harinya Kancil mendatangi di kebun itu, ia tertawa sinis melihat adanya orang-orangan itu.

“Cuma orang-orangan, siapa takut?”

Lalu Kancil melintasi orang-orangan itu.

Dan kini dia makan buah timun yang muda-muda.

Ternyata tidak banyak yang dimakan Kancil, hanya tiga buah timun ia sudah merasa kenyang. lajuga tidak merusak timun yang lain.

Puas makan timun, Kancil lalu menghampiri_ orang-orangan, sifat Jallnya kambuh, ia pukul orang-orangan itu dengan kaki depannya. ‘ “Aduh ! Kenapa kok melekat !” pekik Kancil kaget! ‘”l “Hai orang-orangan jelek, Iepaskan kakiku kalau tidak kupukul lagi kau Tentu saja orang-orangan itu hanya diam saja. Kancil memukulkan kaki depannya yang satu lagi. “Plak!” kini kedua kaki depannya melekat erat di baju orang-orangan. Perekat yang dipasang dibaju orang-orangan sangat kuat, Kancil tak bisa melepaskan diri, semalaman ia menangis. Pagi harinya Pak Tani datang membawa pentung.

“Ha ini dia biang keroknya. Kutangkap kau !”

“Cil kau boleh makan timunku tapi jangan kau rusak buah yang lain.

“Ampun Pak Tani bukan aku yang merusak timunmu. Aku cuma memakan dua atau tiga buah saja, kok!”

Pak Tani tak percaya omongan Kancil ia ikat leher si Kancil dan diseret pulang ke rumah.

Di rumah Pak Tani, Kancil diletakkan di da|am kurungan ayam.

“Batu ini cukup berat, tak mungkin kau bisa meloIoskan diri, aku akan pergi ke pasar untuk beli bumbu sate.”

“Ampun Pak Tani aku jangan di sate !” rengek si Kancil.

Pak Tani pergi ke pasar, pada saat itu ada seekor Anjing mendatangi kurungan si Kancil.

“Cil,kenapa kau dikurung begitu?” Tanya si Anjing. “Lho? Apa kau tidak tahu Njing ?” Kancil balas bertanya. “Katakan ada apa cil?”

“Begini Njing, aku ini akan diambil menantu oleh Pak Tani. Makanya sekarang Pak Tani pergi ke pasar untuk membelikan baju dan makanan yang lezat-Iezat untukku.” .

“Wah kau nggak pantas cil, tubuhmu kan kecil lebih baik aku saja yang menggantikanmu jadi menantu PakTani.”

“How…kok enak, sudah sana pergilah anjing!”

Anjing tiba-tiba menggereng marah,”Cil, kalau kau tak mau kugantikan sekarang juga batu di atas kurungan akan kudorong dan lehermu akan kugigit sampai putus !”

“Wah jangan begitu dong !”

“Mau apa tidak?”

“Baik….baik, terpaksa aku turuti kemauanmu.”

Anjing mendorong batu hingga jatuh kurungan dibuka, Kancil keluar sedangkanAnjing masuk ke dalam kurungan.

“Selamat jadi menantu Pak Tani tuan Anjing.…! “ kata Kancil sembari berlari kencang

Sesaat kemudian Pak Tani datang. Ia kaget bukan kepalang melihat Kancil yang berada di kurungan berubah menjadiAnjing.

“Hormat pada calon mertua,”kata Anjing.”Kancil memberikan haknya  sebagai calon menantu Pak Tani kepada saya si Anjing yang gagah perkasa.”

“Terus…mana si Kancil ?” tanya PakTani. “Sudah pergi ke hutan PakTani !”

“Kamu mau jadi menantuku?”

“Benar Pak Tani…” jawabAnjing dengan gembira.

“Sekarang keluarlah dari kurungan, lalu duduklah yang manis dan pejamkan matamu, aku akan memanggil putriku di dalam rumah.

Anjing menunggu dengan hati berdebar. Pak Tani muncul kembali, tapi bukan dengan putrinya, melainkan dengan pentungan.

“Nih hadiah untukmu!” teriak Pak Tani sembari memukul kepala dan punggung siAnjing.

“Ampuuuun ….. !”

Anjing menjerit dan melarikan diri sambil membawa dendam karena merasa tipu si Kancil. “Awas kau ya Cil, jika ketemu Iangsung kugigit kau!”

Kancil sudah sedari tadi berlari kencang, namun karena jalannya

lambat maka dalam beberapa saat saja anjing sudah bisa menyusul di belakangnya.

“Wah gawat, anjing sudah berada di belakangku,” kata Kancil dalam hati.”Aku harus segera bersembunyi.”

Anjing sangat marah karena ditipu kancil, setelah dipukuli Pak Tani, anjing Iari mengejar Kancil.

“Hai Kancil kurang ajar, tunggu aku, kugigit kakimu !”

“Lho? Kok marah, kau sendiri kan yang minta diambil menantu Pak Tani?” sahut Kancil sembari mempercepat larinya

Dongeng Kancil KANCIL MENIPU PARA BUAYA

Dongeng Kancil KANCIL MENIPU PARA BUAYA

www.tes.com

“Hug-hug-huuu…! Dasar penipu…! Kau bilang mau dijadikan menantu padahal PakTani mau menyembelihmu untuk dijadikan sate !”

Kancil memang bertubuh kecil, tapi otaknya cerdas, kalau adu lari pasti dia kalah, maka Kancil bersembunyi di balik rerumpunan belukar, anjing

tidak mengetahuinya dan terus mengejar “Dasar Anjing bodoh !”

Kata Kancil sambil tertawa. Dengan hati-hati ia tutup jejak kakinya dengan debu supaya tidak diendusAnjing, benar Anjing itu ternyata tak mengetahui keberadaanya.

Cukup lama Kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dari  belukar

“Kukira sudah sangat jauh Anjing itu berlari, saatnya keluar nih !”

Kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan Anjing hingga suatu ketika ia sampai di tepi sungai.

“Wah bagaimana cara menyebarangnya? .

Sepertinya sungai ini cukup dalam.”

Kancil merenung sejenak mencari akal.

“Nah ketemu sekarang !” ‘

la berjalan ke arah rerumpunan pohon pisang yang masih kecil.

Dengan sekuat tenaga ia dorong-dorong batang pohon pisang itu hingga satu persatu roboh.

Lho? Apakah yang akan diperbuatnya dengan batang pohon pisang itu?

Aha… ternyata si Kancil mau membikin rakit untuk menyeberangi sungai

Pintarjuga dia, kini setelah rakitnya jadi, ia tarik ke tepi sungai “Aduh beratnya minta ampun.” Kancil mengeluh.

Tanpa disadari Kancil seekor buaya besar mengintainya dari belakang dan.…Hup ! Dalam sekejap kaki Kancil sudah diterkam sang buaya “Aduh Pak Buaya !Tunggu sebentar ….. !”

“Tunggu apa lagi Cil ? Perutku sudah lapar nih!” .

“Jangan kuatir Pak Buaya, aku tak mungkin bisa melawanmu, tapi aku

sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu !”

Anehnya Pak Buaya mau mendengar omongan Kancil, ia lepaskan gigitannya pada kaki Kancil .

“Jadi apa “Maumu Cil ?”

“Temanmu banyak ‘kan?”

“Ya, betul banyak Cil !”

Pak Buaya memanggil teman-temannya, dalam waktu singkat temantemannya segera muncul ke permukaan air.

“Salah satu dari kalian harus mengantarku ke seberang untuk mencari makanan biar tubuhku jadi gendut dan cukup untuk kalian santap bersama.”

“Cil ! Kau jangan coba-coba menipuku ya?” ancam Pak Buaya.

“Mana aku berani menipumu Pak Buaya !”

“Baik, sekarang kuantar kau ke seberang sungai, di sana banyak makanan buah-buahan.”

Maka Kancil segera naik ke punggung Pak Buaya untuk menyeberang.

“Wah !Asyiiik….!” kata kancil dengan riang gembira.

“Nikmatilah kegembiraanmu karena sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perutku.”pikir Pak Buaya.

“Ingat Cil jangan coba-coba menipuku,” kata Pak Buaya sambil menunggu di pinggir sungai, sementara kancil mencari buah-buahan untuk disantap sepuasnya.

Tak berapa lama Kancil muncul lagi dengan perut Iebih gendut, rupanya sudah kenyang dia makan.

“Pak Buaya berapa jumlah temanmu?” “Banyak Cil !” “Banyak itu berapa dihitung dong !”

“Belum pernah kuhitung Cil !”

“Wah payah bagaimana cara membagi dagingku nanti ?”

“Baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian, sekarang berbarislah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sana.”

Para Buaya berjajar rapi, Kancil meloncat dari punggung buaya ke punggung buaya lainya sambil menghitung satu, dua, tiga empat hingga ia sampai di seberang sungai. Begitu sampai di sebarang sungai Kancil melambaikan tangannya.

“Terima kasih Pak Bauya dan selamat tinggal !”

“Lho? Cil kaujangan pergi begitu saja !Aku belum memakanmu !”

“Apa mau memakan dagingku? Sorry aja yah!” teriak Kancil sambil berlari.

“Dasar Kancil! Kamu tak bisa dipercaya! Penipu !” umpat para buaya.

“Nggak apa-apa aku menipu kan hanya untuk menyelamatkan diri!”

“Kanciiiil ! Kembalilah!” teriak para buaya

Tapi Kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para Buaya yang hendak memangsanya.

KANCIL MENIPU HARIMAU

KANCIL MENIPU HARIMAU

dongengceritarakyat.com

Kancil baru saja lepas dari bahaya maut. para buaya yang hendak memakannya telah di tipu mentah-mentah kini kancil bisa berjalan dengan santai.

perutnya mulai terasa lapar karema seharian di pakai untuk berlari dan berjalan guna menyelamatkan diri. Kini ia berjalan” di tepi hutan. tapu hup! ada harimau lapar yang sedang menghadangnya.

cil! aku sudah 3 hari tidak makan daging….! kata harimau dengan liur menetes. ia sudah ingin sekali menyantap daging kancil.

“Mau memakanku? Siapa takut ? Boleh saja !”kata Kancil seperti tanpa beban dan rasa takut.

“Betulkah Cil? Kau mau kumakan?”tanya Macan dengan girang dan mata berbinar.

“Aku maklum, aku kan hewan kecil, mau menolak juga tidak bisa,

“Kenapa Cil…?”

“Sebelum aku mati, ijinkan aku minta satu hal.”

“Apa itu Cil?”

“Biarkan aku mencari makanan sebentar saja di sekitar sini, aku akan makan daun atau apa saja, syukur kalau ada mentimun.”

“Baiklah Cil permintaan terakhirmu kukabulkan.”

“Terima kasih Macan yang baik, sekarang tolong. pejamkan matamu barang sebentar.”

“Lho? Kok pakai pejam mata segala Cil?”

“lya Can, seperti main petak umpet, toh aku tak bisa lari terlalu jauh darimu.”

“Baiklah, Cil ! Kupejamkan mataku.” Lalu Kancil berlari sekuattenaganya. “Sudah Cil?”

“Beluuuum “’

“Sudah Cil?”tanya macan sekali lagi.

“Beluuuuuum!”jawab kancil dengan suara seperti sayup-sayup agaknya dia sudah berada di kejauhan.

“Sudah Cil?”

Kini Kancil tidak menjawab lagi. Macan segera membuka sepasang matanya. . ”

“Wauw…! Kemana Kancil? Jangan-jangan dia mempuku.

Macan berusaha mencari ke sana kemari, namun sudah seklan lama tidak ia temukan si Kancil.

“Bodohnya aku….!”geram si Macan.”Mestinya aku tak usah menurut:

omongan Kancil, seharusnya begitu ketemu tadi langsung kumakan saja. Awas kau Cil !”

Sementara itu Kancil terus berjalan dan mencari persembunyian yang aman. Sesekali ia menoleh ke belakang, takut kalau-kalau Macan sudah berlari kencang datang mengejarnya. “Mudah-mudahan Macan sakit perut, sakit gigi, tertusuk dun’ atau dimakan setan sehingga tak bisa mengejarku, ” gerutu Kancil sambil terus

berjalan cepat. Karena sering menoleh ke belakang ia kurang waspada terhadap

situasi yang ada di depannya. “Hup! Aduh, hampir saja aku menabrak ular yang sedang tidur ini.” kata Kancil sembari menahan langkahnya.

Kancil istirahat tak jauh dari si Ular yang sedang tidur semban mencan akal. “Cepat atau lambat Macan itu pasti segera menemukanku, lalu apa akalku agar Iolos dari ancaman maut ini?” Saat itu hari semakin siang, Macan semakin kelaparan “Grrrrrr…! Kancil kurang ajar l Sembunyi di manapun kau pasti dapat kutemukan, aku bisa mencium bau keringatmu dan kejauhan.”

Tak berapa lama kemudian…. “Nah ! Ini dia…!” kata Macan dengan girang setelah menemukan Kancil.

“Sssst !” desis Kancil lirih, jangan bicara keras-keras, Can…”

“Mau apa Iagi? Mau menipuku ?”

“TIdaaaak..! Tenang sajalah dulu !”sahut Kancil dengan enteng.

“Usus di dalam perutku sudah meronta-ronta, aku sudah suangaaat lapuaaar, Cil ! Sudahlah relakan dirimu kumakan.”

“Sabar, aku duduk di sini sebenarnya sedang bertugas, aku diperintah oleh Baginda Nabi Sulaiman.”

“Jangan ngaco!Apatugasmu?” _ _

“Mari ikut aku,” kata Kancil sembari mengajak Macan mendekati SI Ular yang sedang tidur.

Sepintas ular itu seperti sabuk yang digulung rapi.

“Cil ini kan Ular?” .

“Wah, bodohnya kau ini. Ini bukan ular hidup. Ini adalah sabuknya Baginda Nabi Sulaiman, penguasa para binatang. Siapa yang memakan sabuk ini maka dia akan ditakuti seluruh binatang di dunia ini.”

“Boleh kucoba Cil?”

“Jangan…!”

“Kalau tidak boleh kau langsung kumakan.”

“Ba…baiklah kalau begitu.” Macan segera menjulurkan lidah dan lehernya, ia bermaksud mengelus-elus sabukitu sebelum memakainya .. . “Hem…halus juga sabuk ini…” desah Macan sambil terus menjilat’ benda yang dianggapnya sabuk itu. Tadi… . “Macan kurangajar!” tiba-tiba si Ular terbangun dari tidurnya.”Beraninya kau mengganggu waktu istirahatku.”

Secepat kilat Ular besar itu membelit tubuh Macan danmenggigitnya di sana -Sini. Macan tak mau kalah ia juga balas menggigit perut Ular dan mencakarcakartubuh Ular itu, keduanya bertarung seru dalam waktu yang lama. “Hihihihiiiii menang dan bertahan hidup, lebih baik aku segera menyingkir jauh-jauh dari tempat ini. Selamat tinggal Macan yang bodoh.”

3 Dongeng Kancil

Leave a Reply