Contoh Teks Qiroah

4 Contoh Teks Qiroah (terlengkap)

Teks Qiroah – Teks qiroah dapat diartikan sebagai potongan ayat dalam Al-Qur’an atau sebagai teks bacaan Bahasa Arab untuk melatih kemampuan membaca seseorang. Memang ada banyak sekali contoh teks qiroah yang bisa Anda pelajari karena memang bersumber dari Al-Qur’an. Dari sini Anda perlu memahami tata cara bacanya hingga memahami hal penting lainnya.

Contoh Teks Qiroah

Contoh Teks Qiroah

Pada teks qiroah kali ini akan melatih kemampuan membaca Anda terkait masa muda. Contoh teks qiroah ini memang tidak ada dalam Al-Qur’an, melainkan contoh bacaan Bahasa Arab tentang kehidupan masa muda. Berikut contoh teks Bahasa Arabnya :

(1) مَرْحَلَةُ الشَّبابِ أَهَمُّ مَرْحَلَةٍ في حَياةِ الإنْسانِ ، وَأَغْلى ثَرْوَةٍ عِنْدَ الأُمَّةِ.

تَحْتاجُ الأُمَّةُ إِلى الشَّاب القَوِيِّ الجَادِّ ، الَّذي يُعْطي أَكْثَرُ مِما يَأخُذُ ، ولا تَحْتاجُ إلى الشاب الكَسْلان الَّذي يَهْتَمُّ بِطَعامِهِ وَمَظْهَرِهِ فَقَطْ ، وَلا يُحِبُّ العَمَلَ . (2)

Terjemahan : (1) Masa muda merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan dan menjadi aset penting untuk bangsa dan negara. (2) Bangsa dan negara ini butuh para pemuda yang memiliki kekuatan dan keseriusan, pemuda tersebut haruslah memberikan sesuatu yang lebih. Bangsa ini tidak membutuhkan para pemuda yang malas dan hanya mementingkan kebutuhan pangan dan penampilan saja, terlebih tidak suka bekerja.

Contoh Teks Qiroah Tentang Idul Adha

Contoh Teks Qiroah Tentang Idul Adha

Hari Raya Idul Adha memang tidak terlepas dari adat menyembelih hewan kurban seperti sapi dan juga kambing. Untuk satu ekor sapi biasanya terdiri atas beberapa orang yang berkurban. Hal ini berbanding terbalik dengan yang kurban kambing cukup 1 orang saja. Ada salah satu firman Allah SWT yang dapat digunakan sebagai contoh teks qiroah :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al-Hajj: 37)

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Belajar Qiroah

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Belajar Qiroah

Membaca Al-Qur’an bukan perkara yang mudah, bahkan bagi mereka yang sudah khatam sekalipun. Masing-masing orang memiliki pelafalan vokal yang berbeda-beda, namun intinya tetap sama. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika memulai belajar dan melatih diri untuk membaca Al-Qur’an. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan :

1. Memahami Tajwid

Tajwid dalam Al-Qur’an bisa diibaratkan sebagai Grammar dalam Bahasa Arab. Memang pada awalnya Anda harus menghafalkan banyak huruf hijaiyah yang bertemu dengan huruf hijaiyah lainnya. Grammar ini berhubungan dengan tata cara membacanya yang dibuat mendengung, jelas ataupun samar-samar. Umumnya tajwid akan dibedakan menjadi 5 kategori, yaitu Idzhar, Idgham, Ikhfa dan Iqlab.

Contohnya disini adalah ilmu tajwid Idzhar Halqi yang memiliki makna jelas. Artinya ada nun mati ataupun tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah dari Idzhar Halqi, maka pembacaannya harus jelas. Adapun huruf hijaiyah yang masuk dalam Idzhar Halqi diantaranya adalah kha’ (خ), ‘ain (ع), ha’ (ح), alif (ء), Ha’ (ﮬ.) dan ghain (غ).

2. Bacaan Mad

Panjang dan pendek dalam membaca Al-Qur’an juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini hanya ada 3 huruf hijaiyah yang menjadi penanda seberapa panjang bacaan tersebut harus dibaca. Adapun huruf hijaiyah yang dimaksud adalah waw (و), alif ( ا ), dan ya'(ي). Masing-masing huruf tersebut memiliki ketukan panjang bacaan yang berbeda-beda jika bertemu dengan huruf hijaiyah. Panjang bacaannya juga beragam, mulai dari 2 ketukan hingga 6 ketukan.

3. Waqaf

Waqaf adalah aturan membaca dalam Al-Qur’an yang ditandai dengan huruf kecil pada sebuah ayat. Adapun yang termasuk dalam waqaf diantaranya adalah mim (مـ), jim (ﺝ), sad-lam (ﺻﻠﮯ) dan masih ada banyak lainnya. Ada beberapa aturan jika dalam ayat Al-Qur’an dijumpai tanda baca tersebut, beberapa diantaranya memiliki makna lebih baik berhenti, berhenti di salah satu tanda dan lain sebagainya.

Karena huruf hijaiyah yang masuk dalam waqaf ini sedikit, maka pembelajarannya cukup mudah untuk diingat dan dipraktekkan. Melatih membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan tanda baca ini nantinya akan berpengaruh pada intonasi pelafalan ayatnya. Salah satu cara melatihnya dengan membaca potongan contoh teks qiroah seperti di atas.

4. Tarqiq dan Tafkhim

Tarqiq dapat diartikan sebagai pelembutan bacaan dan tafkhim diartikan sebagai penyahduan bacaan. Dalam hal ini bacaan Al-Qur’an dibaca dengan nada yang lembut sehingga orang-orang yang mendengarkannya menjadi lebih damai. Tarqiq nantinya dihubungkan dengan tafkhim untuk menyempurnaan bacaan contoh teks qiroah tersebut.

5. Tasydid dan Takhfif

Tasydid memiliki makna penebalan nada, sedangkan takhfif adalah sebaliknya yang artinya penipisan nada. Ada nada bacaan yang memang harus ditebalkan karena mengandung hukum bacaan. Ada juga huruf yang dibaca menggunakan nada yang tipis karena mengandung hukum bacaan tertentu pula. Dalam proses pembelajaran ini memang dibutuhkan waktu yang cukup lama agar membiasakan diri dalam membacanya.

6. Lajnah

Dalam Bahasa Indonesia, lajnah diartikan sebagai dialek dalam membaca suatu bacaan Al-Qur’an. Setiap orang di Indonesia tentunya memiliki dialek yang sangat khas, seperti dialek antara orang Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Begitu juga penerapannya dalam membaca contoh teks qiroah tentunya akan sangat berbeda.

Hal tersebut bisa dikatakan sesuatu yang wajar terjadi dan tidak menjadi suatu masalah yang serius asalkan tidak salah dalam membacanya. Jadi tidak perlu diperdebatkan jika ada perbedaan dialek dalam pembacaan teks Al-Qur’an.

7. Imla

Ilma dapat diartikan sebagai pengejaan dalam membaca Al-Qur’an. Pengejaan disini berhubungan dengan penerapan huruf vokal dan konsonan kata yang tepat. Misalkan ada huruf hijaiyah yang harusnya dibaca “o” namun malah dibaca “u”. Hal tersebut nantinya akan merubah makna dari ayat yang dibaca dan mempengaruhi etika dalam membaca Al-Qur’an.

Cara Mempercepat Proses Belajar Qiroah

Cara Mempercepat Proses Belajar Qiroah

Proses pembelajaran membaca teks Al-Qur’an memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika ingin belajar secara mandiri, tentunya waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak. Berbeda jika mencari mentor yang sudah berpengalaman, maka proses pembelajaran akan lebih cepat. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mempercepat membaca contoh teks qiroah.

Salah satu kunci keberhasilan dalam mempelajari atau mencapai sesuatu adalah berlatih setiap harinya. Semakin Anda sering melakukan latihan membaca teks qiroah, semakin lama akan semakin terbiasa. Terlebih dalam mempraktekkan hukum bacaan, tajwid dan unsur penting lain yang harus diperhatikan seperti pembahasan sebelumnya.

Selain harus berlatih setiap hari, alangkah lebih baik untuk mencari guru mengaji yang sudah handal. Dengan demikian, jika terjadi kesalahan dalam membaca, pelafalan dan sebagainya langsung dikoreksi. Mencari guru mengaji ini akan memudahkan dan mempercepat Anda dalam memahami contoh teks qiroah dari Al-Qur’an.

Milikilah niat yang diiringi dengan doa agar dimudahkan dalam proses pembelajar membaca teks qiroah. Nantinya Allah SWT akan membantu Anda secara tidak langsung karena memiliki niat yang baik untuk melaksanakan hal mulia. Dengan demikian, proses pembelajaran nantinya akan dimudahkan dalam menangkap materi ataupun menghafal yang perlu dihafalkan.

Perlu diperhatikan bahwa dalam pembelajaran membaca contoh teks qiroah diperlukan kehati-hatian dan ketekunan. Pasalnya yang dibaca adalah ayat suci Al-Qur’an dan tidak boleh sembarangan dalam membacanya. Perlu kehati-hatian serta pemahaman dalam membaca setiap ayatnya.

Contoh Teks Qiroah (terlengkap)

Leave a Reply