properti tari gantar

9 Properti Tari Gantar Lengkap beserta Gambar dan Deskripsi

Properti Tari Gantar – Identik dengan sifat keras dan sadis, Suku Dayak asli Kalimantan Timur ini ternnyata memiliki sebuah tarian yang melambangkan kegembiraan dan keramah-tamahan. Tarian yan dimaksud dikenal dengan nama Tari Gantar. Tari ini termasuk dalam jenis tari pergaulan atau tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi. Termasuk ke dalam jenis tari tradisional asli Indonesia, tari ini digunakan untuk menyambut para tamu kehormatan yang datang berkunjung.

Konon katanya Tari Gantar termasuk tarian sakral karena menggunakan properti tongkat panjang yang ujungnya diberi hiasan tengkorak musuh. Bagi anda yang penasaran dengan properti Tari Gantar lainnya, langsung saja simak pembahasan di bawah ini ya.

Properti Tari Gantar

Mengantungkan tengkorak musuh pada tongkat saat menari memang terdengar sadis dan mengerikan. Itulah properti untuk Gantar Rayat. Selain itu ada juga jenis Tari Gantar lain yaitu Gantar Busai, tari ini menggunakan bambu. Ada juga Gantar Senak dan Kusai yang memegang keduanya. Pembahasan lengkap mengenai properti Tari Gantar dan masing-masing fungsinya ada di bawah ini.

1. Tongkat Kayu

Tongkat Kayu

Pada Tari Gantar ada sebuah properti yang biasa disebut “gantar” oleh warga Kalimantan. Gantar tak lain merupakan kayu panjang itu sendiri. Tongkat kayu tersebut digantungkan sebuah tengkorak manusia yang dahulu merupakan musuh mereka dalam peperangan.

Tongkat yang berhiaskan tengkorak dipegang sambil menari mengikuti irama musik pengiring. Bagi mereka yang tidak memegang tongkat, akan bergerak seirama sambil melambai-lambaikan tangan atau biasa disebut dengan mengelawai.

2. Tengkorak manusia

Tengkorak manusia

Tengkorak manusia digunakan sebagai hiasan tongkat kayu pada Tari Gantar Rayat. Agar tidak begitu menyeramkan tengkorak kepala manusia itu dibungkus dengan kain berwarna merah. Properti Tari Gantar satu ini memang sedikit tidak wajar, namun itu semua merupakan bukti penghormatan kepada pahlawan yang menang dalam peperangan. Tongkat berhiaskan tengkorak hanya digunakan pada Tari Gantar Rayat saja.

3. Bambu

Bambu

Berbeda dengan Tari Gantar Rayat yang tidak menggunakan bambu sebagai propertinya. Tari Gantar Busai justru memakai bambu sebagai properti utamanya. Bambu yang digunakan merupakan bamboo berongga yang memiliki panjang kira-kira 50cm.

Bambu dihias menggunakan dua belas gelang. Fungsi gelang ini ialah sebagai bunyi-bunyian saat digerakkan. Bambou yang digunakan memiliki jumlah yang sama dengan sang penari.

Bambu dipegang dengan menggunakan tangan kanan sang penari. Sedangkan pada tangan kiri tidak memegang apa-apa alias tangan kosong. Saat menari tangan kiri yang tidak memegang apa-apa tersebut digerakkan mengelawai atau dilambai-lambaikan sesuai dengan irama musik.

Tarian Gantar Busai ini dilakukan secara berkelompok. Terkadang ada yang menari sambil “ngloak”. Ngloak merupakan gerakan memupuki badan dengan pupur basah sambil menari dengan pasangan.

4. Senak dan kusak

Senak dan kusak

Senak dan kusak merupakan sebutan lain dari tongkat kayu dan bambu. Senak merupakan sebutan untuk tongkat kayu sedangkan kusak merupakan bambu. Senak memiliki ukuran pangan satu meter sedangkan kusak hanya 30cm.

Dari semua jenis tari gantar yang ada, hanya tari gantar satu ini yang masih bertahan dan terus berkembang. Tari satu ini bernama Tari Gantar Senak dan Kusak. Pada tarian ini penari memegang sneak pada tangan kanannya dan tangan yang lain memegang kusak. Sama halnya dengan Gantar Busai, bambu pada tarian ini juga diisi dengan biji-bijian.

5. Biji-bijian

Biji-bijian

Biji-bijian digunakan sebagai bunyi-bunyian pada Tari Gantar Busai maupun Gantar Senak dan Kasak. Jenis biji-bijian yang digunakan bervariasi mulai dari kacang-kacangan, beras, dan lain-lain. Biji tersebut dimasukkan ke dalam bambu yang kemudian digunakan sebagai salah satu properti Tari Gantar.

6. Aksesoris penari

Aksesoris penari

Properti lainnya yang digunakan pada Tari Gantar adalah Mandau. Mandau merupakan sebutan lain dari “parang”. Mandau diikat pada pinggang sang penari, khususnya pada tarian Gantar Rayat. Pada penari khususnya penari wanita, biasanya memakai kalung dan gelang warna-warni yang terbuat dari batu-batuan. Ada juga yang memakai gelang yang terbuat dari logam. Pada pergelangan kaki para penari dihiasi oleh gelang kaki.

7. Baju atau busana atasan penari

Baju atau busana atasan penari

Baju atau busana yang digunakan para penari merupakan baju dengan model tanpa lengan. Memiliki bentuk hampir menyerupai rompi. Pakaian tersebut dihiasi dengan rumbai-rumbai pada ujungnya. Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian ini adalah kain tenun ulap doyo. Kain tersebut kebanyakan didapatkan pada masyarakat Dayak Benuaq yang tinggal di daerah Tanjung Isuy.

Tidak hanya pakaian model rompi itu saja, ada model lain yang juga biasa digunakan yaitu model kebaya panjang atau setengah lengan yang polos. Model pakaian satu ini dibuat menggunakan bahan yang sama dengan model sebelumnya.

8. Ta’a atau baju bawahan penari

Ta’a atau baju bawahan penari

Ta’ah sebenarnya merupakan sebutan dari bahan pembuatnya, ya Ta’ah merupakan Kain Sela. Bawahan ini berukuran dua kali ukuran pinggang. Bawahan yang digunakan biasanya dihiasi dengan kain warna-warni yang didapat dari sisa kain tenun ulap doyo.

9. Hiasan kepala penari

Hiasan kepala penari

Hiasan kepala yang digunakan para penari Gantar yaitu Labung. Labung merupakan hiasan kepala yang diikat memutari kepala. Labung biasanya dihiasi oleh ukir-ukiran dan pada bagian belakang menempel kain lurus ke samping. Selain labung, ada juga topi lebar besar yang diberi hiasan rumbai-rumbai yang berjuntai di pinggirnya. Topi tersebut dikenal dengan nama “seraung”.

Beberapa properti Tari Gantar di atas merupakan properti utama yang sering digunakan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk mengenal Tari Gantar lebih dalam terutama tentang properti atau alat-alat yang digunakan.

9 Properti Tari Gantar

Leave a Reply