Siklus Batuan : Pengertian, Proses, Jenis Batuan (Super Lengkap) 3

Siklus Batuan : Pengertian, Proses, Jenis Batuan (Super Lengkap)

Siklus Batuan – Bumi merupakan satu-satunya planet  dalam tata surya galaksi bimasakti yang mempunyai kehidupan di dalamnya. Berbagai komponen yang ada di bumi, tidak akan mengalami pengurangan. Dalam artian segala komponen yang ada di bumi jumlahnya akan tetap. Hal ini dikarenakan adanya proses daur pada komponen-komponennya. Salah satunya adalah pada lapisan kerak.

Lapisan kerak bumi atau litosfer terdiri dari berbagai macam batuan. Batuan tersebut berasal dari bahan yang sama yaitu pembekuan magma. Batuan-batuan tersebut akan mengalami suatu proses yang disebut sebagai siklus batuan.

Pengertian Siklus Batuan

Pengertian Siklus Batuan

Batuan merupakan suatu kumpulan dari mineral baik berjumlah satu maupun lebih. Kejadian dan sifat dari batuan ditentukan oleh kandungan mineral di dalamnya. Selain itu juga hubungan atau keadaan mineral antara satu dengan yang lainnya. Batuan pada mulanya berasal dari magma.

Magma dapat keluar dari dalam menuju permukaan bumi melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada yang terletak di daratan maupun terletak di lautan. Jika magma sudah mencapai permukaan bumi, maka magma akan segera membeku. Bekuan dari magma tersebut yang kemudian disebut sebagai batuan beku.

Batuan beku kemudian berada di muka bumi selama beribu tahun lamanya. Kemudian bisa hancur jika terurai terkena panas, hujan dan aktivitas dari hewan maupun dari tumbuhan.

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa siklus batuan mempunyai sumber satu yaitu magma yang ada di dalam bumi. Siklus batuan merupakan suatu siklus yang menerangkan tentang proses pembentukan suatu batuan yang ada dan menyusun bumi. Pada masing-masing batuan, proses siklus yang terjadi waktunya berbeda. Ada yang melalui siklus dengan proses sangat cepat, cepat atau bahkan lama. Semua itu bergantung dengan jenis batuannya.

Ada pengertian lain mengenai siklus batuan. Bahwa siklus batuan merupakan suatu proses dari berubahnya magma yang membeku yang mana merupakan efek dari adanya cuaca sehingga menjadi batuan dengan jenis yang lain.

Proses Siklus Batuan

Proses Siklus Batuan

Siklus batuan berawal dari proses terbentuknya magma.  Batuan-batuan sebagai kulit bumi akan selalu mengalami proses daur atau kita mengenalnya sebagai siklus. Batuan yang mulanya berupa wujud magma, sedimen, batuan beku nantinya akan kembali menjadi wujud magma. Tempat pembekuan batuan sendiri dimungkinkan terjadi pada permukaan bumi, lapisan litosfer yang posisinya tidak begitu dalam atau bahkan di dalam dapur magma sendiri bersamaan dengan proses pembekuan magma. Oleh karena itu, batuan yang asalnya dari magma akan mempunyai berbagai macam jenis. Dari kesemuanya itu dinamakan batuan beku.

Akibat pengaruh dari atmosfer, batuan beku yang ada di muka bumi akan hancur, rusak kemudian akan terbawa oleh aliran air, gletser ataupun oleh embusan angin. Ketika hujan lebat, batuan-batuan yang telah hancur akan meluncur pada lereng yang permukaannya curam. Hal itu dikarenakan adanya gravitasi hingga akhirnya batuan tersebut akan mengendap pada tempat yang batu. Hingga akhirnya akan terbentuk endapan batu di dataran rendah yang dapat kita jumpai di sungai, danau bahkan lautan.

Baik batuan beku maupun batuan endapan akan mencapai suatu temoat yang dekat dengan magma. Hal tersebut dikarenakan adanya tenaga endogen yang akan terjadi pada suatu masa. Akibat bersinggungan dengan magma, batuan beku maupun batuan sedimen bentuknya dapat berubah. Batu tersebut kemudian disebut sebagai batuan metamorf (batuan malihan).

Pada suatu tempat, batuan malihan  akan mengalami suatu proses pengangkatan. Yang man batuan yang mulanya terdapat di dalam akan muncul ke permukaan bumi. Namun dapat pula mengalami proses pelapukan dan juga pengangkutan yang menyebabkan batuan malihan kembali menjadi batuan sedimen. Hal ini dipengaruhi adanya tenaga eksogen. Kejadian tersebut dikarenakan adanya aktivitas vulkanisme yang mana batu malihan akan bertemu dengan resapan magma. Dari situ batu malihan dapat kembali kepada bentuk semula yaitu batuan beku.

Siklus Batuan Beku

Siklus Batuan : Pengertian, Proses, Jenis Batuan (Super Lengkap) 4

Batuan beku mempunyai istilah lain yaitu igneous rock. Istilah tersebut berasal dari bahasa lati inis yang mempunyai arti api. Batuan beku merupakan batuan yang berasal dari proses pencairan magma. Baik pencairan tersebut terjadi di luar permukaan bumi maupun terjadi di dalam dapur magma sendiri. Oleh karena itu bentuk batuan teksturnya akan berbeda-beda. Karena tergantung dari kondisi ketika proses pembekuan.

Dari dalam bumi, magma yang panas akan bergerak menuju permukaan bumi. Yang mana semakin ke permukaan maka magma yang terbawa akan semakin membeku. Batuan beku yang tidak mencapai permukaan disebut sebagai batuan intrusi atau plutonis. Proses pada batuan plutonis terhitung lambang sehingga akan menghasilkan batuan dengan bentuk kristal yang besar.

Sementara ada juga pembentukan batuan yang pembentukannya setelah mencapai permukaan. Batuan tersebut kemudian disebut sebagai batuan beku luar atau disebut juga sebagai batuan ekstrusi atau batuan vulkanis. Proses pembekuan pada batuan bulkanis terhitung cepat sekali. Sehingga batuan yang terbentuk mempunyai bentuk kristal yang besar. Sifatnya halus dan bahkan sulit dilihat jika hanya menggunakan mata telanjang. Batuan yang mempunyai mineral halus disebut sebagai tekstur aphanitis.

Batuan beku sendiri terdapat berbagai jenis. Setidaknya dapat dikelompokkan menjadi dua. yang pertama ialah berdasarkan dari tempak pembekuannya. Yang kedua yaitu berdasar mineral yang menyusun batuan tersebut.

  • Batuan beku berdasar tempat pembekuan

Ada tiga jenis batuan beku yang terdapat dalam kelompok tempat pembekuan. Ketiganya yaitu :

  1. Batuan beku di dalam

Batuan beku di dalam

Batuan ini merupakan batuan yang terbentuknya jauh di bawah permukaan bumi. Berada di kedalaman sekitar 15 km – 50 km. Karena tempat pembentukan batuan ini dekat dengan atmosfer maka untuk proses pendinginan magmanya berjalan lambat. Sehingga batuan yang terbentuk mempunyai ukuran yang besar. Kristal yang menyusun batuan ini disebut sebagai kristal yang sempurna.

Beberapa ciri dari batuan beku dalam yang dapat dilihat adalah pada batu bekuan dalam umumnya berbutir lebih kasar jika dibandingkan dengan btuan beku luar dan  batuan beku dalam jarang menunjukkan adanya lubang-lubang gas.

  1. Batuan beku korok (gang)

Batuan beku korok (gang)

Sesuai dengan namanya, batuan beku ini merupakan batuan yang terbentuknya berada di daerah korok atau celah kerak bumi. Yang mana posisi ini berada sebelum magma sampai ke permukaan bumi. Proses pembekuan pada korok ini berjalan sedikit cepat. Sehingga batuan yang dihasilkan akan membentuk kristal. Namun kristal yang dihasilkan dinilai kurang sempurna. Misalnya seperti magma yang mempunyai susunan granit membeku di dalam sebuah gang yang mempunyai susunan granit membeku di dalam sebuah gang akan membentuk batuan beku. Batuan ini disebut sebagai porfiri granit.

  1. Batuan beku luar

Batuan beku luar

Batuan beku luar ini disebut juga sebagai batuan lelehan. Yang mana batuan ini terbentuk ketika sampai di permukaan bumi. Jika magma sudah mencapai pada permukaan bumi, maka otomatis akan mengalami pendinginan. Pembekuan disini terjadi sangat cepat. Dari situ kemudian batuan yang dihasilkan tidak membunyai kristal.  Contohnya seperti basalt dan riolit.

  • Batuan beku berdasar mineral penyusun

Ada dua jenis batuan beku jika ditinjau dari mineral yang menyusunnya. Yang pertama yaitu batuan beku mineral ringan dan kedua batuan beku mineral berat.

  1. Batuan beku mineral ringan

Batuan beku mineral ringan

Ciri-ciri yang dapat di lihat dari batuan yang susunannya terdiri dari mineral ringan ditandai dengan warna yang terang. Kemudian sifatnya akan mudah  pecah. Di dalam batuan ini juga mengandung silikat yang banyak. Dengan demikian, batuan beku dengan mineral ringan termasuk batuan yang mempunyai sifat asam.

  1. Batuan beku mineral berat

Batuan beku mineral berat

Ciri-ciri dari batuan satu ini ialah kebalikan dari batuan beku mineral ringan. Berarti batuan ini mempunyai warna yang cenderung gelap. Untuk sifat batuan ini sendiri akan mudah pecah. Sehinga batuan ini termasuk batuan yang mempunyai sifat basa.

 

Siklus Batuan Litosfer

Siklus Batuan Litosfer

Litosfer merupakan sebutan bagi lapisan kulit bumi. Litosfer merupakan susunan batuan yang membentuk kulit bumi. Yang mana berarti litosfer merupakan bagian terluar bumi. Komponen penting yang menyusun adanya litosfer ialah batuan dan mineral.

Batuan merupakan massa yang terdiri dari satu atau lebih macam mineral yang mempunyai komposisi kimia yang tetap sehingga dengan jelas dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Batuan menjadi komponen utama yang membentuk kulit bumi. Dimana induk dari segala batuan merupakan magma. Magma merupakan batuan cair pijar yang mempunyai suhu tinggi. Di dalam magma terkandung berbagai unsur mineral dan juga gas.

Litosfer atau kulit bumi setidaknya tersusun dari 90 jenis unsur kimia yang datu dengan yang lainnya dapat bergabung sehingga membentuk suatu persenyawaan yang kemudian disebut sebagai mineral.

Siklus Batuan Metamorf

Siklus Batuan Metamorf

Batuan metamorf disebut juga sebagai batuan malihan, yang mana batuan ini merupakan hasul ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat suatu proses metamorfosis. Metamorfosis sendiri merupakan suatu  proses yang dialami oleh batuan asal akibat dari adanya tekanan maupun temperatur yang meningkat. Atau bisa juga tekanan dan temperatur yang sama-sama meningkatnya.

Ada beberapa hal juga yang menjadikan batuan dapat berubah. Bebapa hal penyebab itu adalah :

  1. Suhu tinggi

Suhu tinggi ini berasal dari dalam magma sendiri. Karena proses metamorfosis ini terjadi berdekatan dengan magma maka metamorfosis ini disebut dengan metamorfosis kontak.

  1. Tekanan tinggi

Adanya tekanan tinggi ini dikarenakan terdapat endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya seperti batuan pasir dan pasir.

  1. Tekanan dan suhu tinggi

Ketika pembentukan batuan di pegunungan, akan terjadi adanya lipatan dan juga geseran. Dari metamorfosis ini  disebutlah sebagai metamorfosis dinamo.Misalnya seperti batu asbak dan batu tulis.

  1. Penambahan bahan lain

Pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat  penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalis.

Terdapat tiga jenis dari batuan malihan. Ketiganya yaitu batuan metamorf termal (metamorf kontak), metamorf kinetik (metamorf dinamo) dan metamorf pneumatolitis kontak.

  • Metamorf kontak (metamorf termal)

Metamorf kontak (metamorf termal)

Batuan metamorf kontak  merupakan sebutan untuk batuan yang mengalami perubahan disebabkan oleh adanya suhu yang sangat tinggi. Letak dari batuan yang tidak jauh dari magma merupakan faktor utama  terjadinya kenaikan suhu secara tinggi. Yang mana posisi ini disebut sebagai batuan intrusi. Untuk luas dari batuan metamorfosis ini sendiri menempati zona yang luas. Diperkirakan bisa mencapai puluhan kilo meter persegi.

Jika  berada di sekitar zona metamorfosis dapat ditemukan berbagai macam mineral dan juga mineral bahan galian. Letak dari mineral-mineral tersebut dikatakan teratur yang mana sesuai dengan jarak jauhnya dari batuan intrusi. Karena jika semakin jauh dari batuan intrusi maka temperaturnya akan turun. Hal ini yang akan menyebabkan derajat dari metamorfosis semakin berkurang.

  • Metamorf dinamo (metamorf kinetik)

Metamorf dinamo (metamorf kinetik)

Jika pada metamorf kontak perubahannya disebabkan oleh suhu yang tinggi, berbeda dengan  batuan metamorf kinetik. Yang mana perubahan pada batuan metamorf kinekit disebabkan oleh adanya tekanan yang begitu tinggi. Selain itu, waktu yang sangat lama juga mempengaruhi pembentukan metamorf kinetik. Juga dihasilkan dari adanya pembentukan kulit bumi yang pembentukannya disebabkan adanya tenaga endogen.

Butir-butir mineral  dapat menjadi bentuk pipih jika ada tekanan dari arah yang berlawanan. Butir-butir pipih tersebut akan terus mengkristal kembali. Misalnya seperti batuan lumpur (mudstone) yang berubah menjadi batu tulis (slate). Batuan dengan jenis metamorf kinetik dapat dijumpai dengan mudah di daerah yang patahan dan lipatan yang mana tersebar di seluruh bagian dunia.

  • Metamorf penumatolisis kontak

Metamorf penumatolisis kontak

Batuan metamorf ini dipengaruhi oleh adanya gas-gas yang berasal dari magma sehingga batuan ini mengalami perubahan. Misalnya seperti gas fluorium yang kemudian berbuah menjadi topas  (sejenis permata berwarna kuning).

Siklus Batuan Sedimen

Siklus Batuan Sedimen

Batuan sedimen disebut juga sebagai batuan endapan. Batuan endapan menjadi salah satu jenis batuan yang terbentuknya disebabkan oleh adanya pengendapan yang disebabkan oleh erosi. Sekitar 80 % dari permukaan benua ditutupi olen batuan sedimen ini. Materi dari hasil erosi ada beberapa partikel. Beberapa ada yang partikelnya kasar, berat, halus dan juga ada yang ringan. Cara pengangkutan batuan ini ada berbagai macam. Ada yang terdorong, terbawa dalam bentuk suspensi, terbawa secara melompat-lompat dan ada pula yang larut.

Batuan sedimen sendiri memiliki klasifikasi yang dibagi berdasar kriteria masing-masing, sebagai berikut :

  1. Berdasar proses pengendapan

Berdasar proses pengendapan ada tiga jenis batuan sedimen,

  1. Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen klastik

Batuan ini merupakan batuan sedimen yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan asal. Yang mana batuan tersebut ketika diangkut hanya akan mengalami penghancuran secara mekanik dari yang bentuknya besar maupun yang kecil. Batuan dari gunung yang mengalami pelapukan pada masanya akan hancur berkeping-keping. Kepingan tersebut kemudian akan diangkut oleh air jhujan, longsor atau akan berguling-guling di lereng dan akhirnya akan masuk ke sungai. Di sungai, kepingan batu akan terbanting oleh arus hingga menjadi bentuk pasir, kerikil dan juga lumpur. Kemudian benda tersebut akan mengendap di tempat endapan baru. Itulah yang kemudian disebut sebagai batuan sedimen klastik.

  1. Batuan sedimen kimiawi

Batuan sedimen kimiawi

Batuan ini merupakan batuan sedimen yang terbentuk jika dalam proses pengendapannya terjadi proses kimiawi. Misalnya seperti proses penguapan, dehidrahi, pelarutan dan oksidasi. Contohnya seperti hujan yang terjadi di gunung kapur. Air hujan mengandung CO yang kemudian jatuh meresap ada rekatan halus pada batu gamping. Air hujan tersebut akan melarutkan gamping yang di laluinya menjadi air kapur. Larutan air kapur kemudian akan mengalir hingga sampai pada atap gua kapur.  Kemudian dari atap gua air kapur akan menetes  dan membentuk stalaktit pada atap gua dan membentuk stalagmit pada dasar gua. Terbentuknya stalaktit maupun stalagmit merupakan proses antara pelarutan dan juga penguapan dari air dan CO2  ketika air menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebutlah yang disebut sebagai batuan sedimen kimia.

  1. Batuan sedimen organik

Batuan ini merupakan batuan sedimen yang terjadinya dikarenakan selama proses pengendapan terdapat bantuan organisme. Misalnya seperti sisa-sisa bingkai rumah. Contoh lain seperti bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut.

Batuan sedimen berdasar perantara dan mediumnya terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Batuan sedimen aeris.

Batuan sedimen aeris.

Batuan ini dibawa oleh arus angin. Contoh dari batuan sedimen aeris (aeolis) adalah tuff, tanah los, dan pasir di gurun.

  1. Batuan sedimen glasial

Batuan sedimen glasial

Pengangkutan batuan ini terjadi dengan adanya perantara es. Contohnya adalah moraine.

  1. Batuan sedimen aquatis

Batuan sedimen aquatis

Batuan ini merupakan batuan sedimen yang terdiri dari batu-batu yang sudah merekat antara satu dengan yang lain.

 

Mineral

Mineral

Mineral dikatakan sebagai zat yang sebagian besar komponennya terdapat di hampir seluruh kerak bumi. Mineral mempunyai sifat yang homogen baik dilihat dari segi fisika maupun dari segi kimia. Sebagian besar, mineral ditemukan dalam bentuknya padat. Namun mineral juga dapat ditemukan dalam bentuk cair dan juga gas.

Setiap mineral yang berbeda tentu mempunyai sifat pelapukan yang berbeda pula dari luar. Ada mineral yang membutuhkan waktu singkat dalam proses pelapukannya. Kemudian ada pula mineral yang membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk dapat mengidentifikasi mineral dengan mudah, maka beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain warna, sifat fisik, bentuk, belahan, kilap, dan berat jenisnya.

Siklus Batuan : Pengertian, Proses, Jenis Batuan (Super Lengkap)

Leave a Reply