3 Contoh Proposal Penelitian Berbagai Bidang

3+ Contoh Proposal Penelitian Fisika, Biologi, & Bidang Sosial

Contoh Proposal Penelitian – Proposal penelitian adalah ringkasan singkat dan koheren dari penelitian yang Anda usulkan, yang menetapkan masalah utama atau pertanyaan yang ingin Anda tangani serta menguraikan bidang studi yang akan Anda teliti. Ada banyak contoh proposal penelitian yang bisa Anda jadikan referensi.

Meski isi proposal penelitian berbeda-beda, tapi semuanya harus disusun secara sistematis, baik di bidang sains atau pun bukan. Hal ini karena proposal penelitian termasuk dalam kategori karya ilmiah. Proposal penelitian juga harus objektif agar kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan.

Sistematika dan Contoh Proposal Penelitian

Sistematika dan Contoh Proposal Penelitian

Sistematis yang dimaksud dalam pembahasan di atas sebenarnya tidak harus sama persis antara satu proposal dengan yang lainnya, dan bahkan kelengkapannya tidak akan sama, karena hal ini kembali lagi ke masing-masing penyusun proposal dan jenis dari proposal itu sendiri.

Tapi secara umum, sistematika proposal penelitian biasanya terdiri dari judul / nama proposal, pendahuluan yang terdiri dari tujuan penelitian yang dibahas dalam proposal tersebut, rumusan masalah, dan manfaat penelitian tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan dasar teori dari penelitian yang akan dilakukan, metode yang digunakan dalam penelitian, jadwal pelaksanaan penelitian, orang atau pihak yang terlibat dalam penelitian, dan rincian kegiatan. Adapun contoh proposal penelitian adalah sebagai berikut.

Contoh Proposal Penelitian Fisika

Contoh Proposal Penelitian Fisika

“KOMPOR BERTENAGA SURYA SEBAGAI SALAH SATU KOMPOR MASAK MASA DEPAN”

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Energi sangat penting untuk kehidupan manusia dan semua organisme hidup lainnya. Manusia mentransfer dan mengubah energi dari lingkungan menjadi bentuk yang berguna untuk kehidupan di Bumi.

Saat ini, sumber energi utama yang digunakan manusia meliputi bahan bakar, seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, uranium, dan biomassa. Semua bahan bakar ini (kecuali biomassa) tidak dapat diperbarui, yang berarti jika sudah habis tidak bisa diciptakan kembali.

Inilah alasan mengapa manusia harus memilih sumber energi dengan hati-hati, karena pemilihan energi sangat berpengaruh terhadap sistem alami Bumi dengan cara yang mungkin tidak disadari oleh manusia dapat merusak Bumi itu sendiri.

Sumber energi yang terus dieksploitasi oleh berbagai negara di dunia telah membuat cadangannya semakin menipis, salah satunya adalah minyak bumi.

Menurut data terbaru dari BP Statistical Review of World Energy 2021, cadangan minyak dunia hanya tersisa untuk sekitar 9,5 tahun saja, gas bumi diperkirakan habis pada tahun 2060, dan batu bara akan bertahan hingga tahun 2090.

Menipisnya cadangan energi inilah yang membuat manusia perlu mencari sumber energi primer / energi terbarukan, seperti sinar matahari, angin, air bergerak, dan energi panas bumi.

Matahari merupakan sumber dari semua energi yang ada di Bumi, yang termasuk ramah lingkungan dan paling menjanjikan untuk masa depan.

Dengan kata lain, menggunakan matahari sebagai sumber energi baru saat sumber alam sudah habis merupakan keputusan paling tepat, terutama di negara Indonesia yang beriklim tropis seperti ini.

Karena beriklim tropis, tentunya negara ini sangat kaya akan sinar matahari, yang kemudian bisa diolah atau dimanfaatkan secara gratis hampir sepanjang tahun.

Kompor tenaga surya menjadi salah satu benda modern yang diprediksi bisa menggantikan penggunaan kompor gas jika nantinya persediaan gas alam sudah habis. Bahkan kini beberapa perusahaan sudah mulai bereksperimen untuk menciptakan kompor surya yang ramah pengguna.

Sistem kerja kompor ini mirip seperti mobil yang berada di luar ruangan selama beberapa jam pada hari yang panas. Sinar matahari masuk ke dalam kendaraan melalui jendela, memanaskan jok dan tak lama kemudian ke seluruh interior.

1.2 Rumusan Masalah

Kompor tenaga surya akan menjebak partikel cahaya (yang disebut foton) untuk menghasilkan panas. Dengan bantuan reflektor logam, yang ditempatkan di sekitar kompor untuk memaksimalkan masukan cahaya, foton melewati bagian atas kaca transparan dan menghantam bagian dalam kotak berinsulasi.

Guna mendapatkan hasil terbaik, wadah masak bisa menggunakan panci logam berwarna gelap yang ditempatkan di tengah kompor, yang menjadi posisi terbaik dalam menyerap foton yang masuk.

Setelah panci menjadi lebih hangat dari udara di sekitarnya, panas akan mencoba keluar ke ruangan yang lebih dingin. Namun karena tidak dapat menembus penghalang kaca, panas tetap terperangkap di dalam dan akan dipantulkan kembali ke panci, sehingga suhu di sekitar panci akan naik dengan cepat.

1.3 Batasan Masalah

Meski beberapa negara telah melakukan eksperimen mengenai kompor tenaga surya, tapi di Indonesia sendiri tema ini masih sangat sepi.

Karena itu, dibutuhkan lebih banyak penelitian tentang bagaimana cara mendesain kompor tenaga surya yang bagus agar bisa bekerja secara maksimal serta melakukan sejumlah eksperimen tentang cara kerjanya.

1.5 Tujuan

  • Mengetahui cara merancang kompor tenaga surya,
  • Melakukan pengukuran dalam cara kerja kompor tenaga surya.
  • Membuat inovasi dalam bentuk alat memasak sebagai salah satu upaya untuk kebutuhan memasak di masa depan.
  • Menciptakan kompor yang ramah lingkungan dan ekonomis.

1.6 Manfaat

Meskipun untuk saat ini mungkin tidak realistis membicarakan mengenai kompor tenaga surya, tapi jika berhasil diciptakan, kompor ini dapat membantu menghemat energi dan menjadi salah satu cara alternatif untuk memasak makanan di masa depan ketika gas alam sudah habis.

1.7 Keuntungan dari Kompor Tenaga Surya

  • Tidak ada kebutuhan akan gas, minyak tanah, listrik, batu bara atau kayu.
  • Tidak perlu menghabiskan bahan bakar, karena energi matahari tersedia gratis.
  • Makanan yang dimasak dengan kompor surya bergizi, karena sekitar 10-20% retensi protein lebih banyak dibandingkan dengan memasak konvensional. Retensi vitamin tiamin sekitar 20-30% lebih banyak, dan vitamin A juga dipertahankan 5-10% lebih banyak.
  • Kompor tenaga surya bebas polusi, aman, dan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan memasak, seperti merebus, memanggang, dan menggoreng.

1.8 Kekurangan dari Kompor Tenaga Surya

  • Membutuhkan banyak sinar matahari agar proses memasak bisa berjalan lancar.
  • Butuh waktu sedikit lebih lama untuk memasak makanan dibandingkan dengan cara memasak menggunakan kayu atau kompor gas.

BAB 2 DASAR TEORI

Berikut beberapa dasar teori tentang fenomena ilmiah yang akan terlibat dalam membuat dan menggunakan kompor surya untuk memasak makanan:

2.1 Refleksi

Refleksi adalah proses ‘pelemparan’ panas oleh suatu benda, yang dalam hal ini adalah aluminium foil. Fungsinya adalah memantulkan cahaya matahari dan panas di dalam kompor ke panci.

2.2 Absorbansi

Absorbansi adalah ukuran jumlah cahaya yang diserap oleh sampel. Properti akan diukur menggunakan spektroskopi untuk selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Satuan dari absorbansi sendiri adalah “absorbance unit “, atau yang biasa disingkat AU dan tidak memiliki dimensi.

Absorbansi ini dihitung sesuai dengan jumlah cahaya yang telah disebarkan atau oleh sampel, atau secara fisika sesuai dengan jumlah cahaya yang telah ditransmisikan lewat sampel.

Jika semua cahaya melewati sampel, tidak ada yang diserap, sehingga absorbansi menjadi nol dan transmisi akan menjadi 100%. Tapi jika tidak ada cahaya yang melewati sampel, absorbansi tidak terbatas dan persen transmisi adalah nol.

2.3 Konveksi

Konveksi adalah proses perpindahan panas oleh pergerakan massal molekul di dalam fluida, seperti cairan dan gas.

Perpindahan panas yang terjadi saat tahap awal antara suatu benda penghantar panas dan fluida terjadi melalui konduksi, sedangkan perpindahan panas setelah tahap awal (massal) terjadi akibat gerakan dari fluida.

2.4 Konduksi

Konduksi adalah perpindahan energi dalam bentuk panas atau listrik dari satu atom ke atom lainnya dalam suatu benda melalui kontak langsung. Konduksi terjadi pada padatan, cairan, dan gas.

Namun, padatan mentransfer energi paling efisien karena molekul dalam padatan paling rapat, dan molekulnya berdekatan, seperti yang terjadi pada permukaan panci.

2.5 Isolasi Termal

Isolasi termal adalah proses pengurangan perpindahan panas antar objek dalam kontak termal atau dalam jangkauan pengaruh radiasi. Isolasi termal terdiri dari bahan konduktivitas termal rendah yang digabungkan untuk mencapai konduktivitas termal sistem yang bahkan lebih rendah.

Isolasi termal dapat dicapai dengan metode atau proses yang direkayasa secara khusus, serta dengan bentuk dan bahan objek yang sesuai.

2.6 Radiasi

Radiasi adalah energi yang dilepaskan oleh materi dalam bentuk sinar atau partikel berkecepatan tinggi dan akan bergerak melalui ruang atau media lain.

Contoh Proposal Penelitian untuk Tugas Biologi SMA

Contoh Proposal Penelitian untuk Tugas Biologi SMA

“PENYEBAB JAMUR TIDAK TUMBUH DI PERMUKAAN KACA”

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Istilah “jamur” berasal dari bahasa Yunani yaitu “Mykes”. Jamur sangat unik karena berbeda dari tumbuhan dan hewan pada umumnya dalam cara memperoleh nutrisi. Jamur dapat tumbuh di banyak tempat termasuk di dalam rumah.

Sedangkan di alam liar, jamur bahkan bisa tumbuh di dalam air. Hingga saat ini, ada sekitar 3.000 spesies jamur air yang telah ditemukan. Psathyrella aquatica adalah jamur insang pertama yang ditemukan tumbuh dan berkembang di bawah air.

Meski dapat tumbuh di banyak tempat termasuk di dalam air, tapi mengapa jamur tidak dapat tumbuh di atas permukaan kaca?

1.2 Tujuan Penelitian

  • Mengetahui pertumbuhan jamur.
  • Mengetahui habitat hidup jamur.
  • Menyelesaikan tugas mapel Biologi yang menjadi salah satu syarat kenaikan kelas.

1.3 Rumusan Masalah

Penjelasan tentang mengapa jamur tidak tumbuh di atas permukaan kaca.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Reproduksi Jamur

Seperti manusia, jamur dapat bereproduksi secara seksual, yang terjadi ketika spora satu jamur bertemu dengan spora jamur lain, dan jamur baru terbentuk.

Namun, jamur juga bisa berproduksi secara aseksual. Reproduksi seksual menyebabkan keragaman genetik yang lebih besar pada jamur. Reproduksi aseksual melibatkan fragmentasi atau tunas jamur atau secara sederhana dapat menggandakan dirinya sendiri.

2.2 Cara Jamur Mendapatkan Makanan

Umumnya, tumbuhan membuat makanannya sendiri menggunakan energi matahari (atau yang dikenal fotosintesis), sementara hewan memperoleh nutrisi dari makanan dan kemudian mencerna makanannya secara internal. Namun jamur tidak melakukan keduanya.

Meski terlihat seperti tumbuhan, namun secara teknis jamur bukanlah tumbuhan. Jamur termasuk dalam kerajaan Fungi, yang memiliki lebih dari 144.000 spesies yang beberapa di antaranya dapat dimakan tapi sebagian yang lain sangat berbahaya bahkan untuk sekedar disentuh.

Karena tidak termasuk tumbuhan, maka jamur tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jamur memiliki cara hidup yang disebut “heterotrof”, yaitu mengandalkan sumber makanan di sekitarnya untuk mendapat nutrisi, seperti dari kotoran hewan, tumbuhan, makanan, dan karbon organik.

Jamur memiliki sesuatu yang disebut “miselium”, yang tumbuh di dalam atau di sekitar zat organik (misalnya makanan), dan kemudian mengeluarkan enzim yang mencerna makanan secara eksternal. Lalu, miselium ini akan menyerap nutrisi yang dicerna.

2.3 Tempat Jamur Tumbuh

Kondisi pertumbuhan terbaik untuk jamur tergantung pada spesiesnya, tapi jamur biasanya tumbuh paling baik di daerah sejuk dan lembab yang kaya akan nutrisi. Lokasi liar sebagai tempat tumbuh jamur termasuk di pangkal pohon, di bawah potongan kayu, dan taman.

Sedangkan di dalam rumah, jamur bisa dengan mudah tumbuh di area kamar mandi, tempat cuci piring, dekat mesin cuci dan kulkas, furniture kayu yang terus menerus basah, makanan, dan banyak lagi.

2.4 Teori Tentang Jamur Tidak Tumbuh di Permukaan Kaca

Berdasarkan beberapa sumber, jamur hanya dapat tumbuh di atas materi organik. Sedangkan kaca bukanlah materi organik. Namun bahan yang mengelilingi kaca, seperti bingkai kayu atau permukaan lain di sekitar kaca, misalnya dinding, seringkali terbuat dari bahan organik, sehingga bisa ditumbuhi jamur.

2.4 Ekologi Jamur

Berdasarkan hubungannya dengan tumbuhan, jamur secara kasar dapat dibagi menjadi tiga kategori seperti berikut ini:

  • Jamur Saprotrofik / Saprofit

Jamur saprofit tumbuh pada bahan organik mati seperti pohon mati dan akar tanaman atau daun yang sudah membusuk. Jamur ini mengekstrak karbon dioksida dan mineral dari materi-materi ini.

Cara kerjanya adalah jamur melepaskan enzim khusus yang mendorong kerusakan bahan organik yang dapat membantu proses pembusukan lebih cepat. Jika materi sudah mati dan membusuk, jamur ini akan memakannya. Beberapa contoh jamur saprotrofik adalah morels, shiitake, tiram, dan kancing.

  • Jamur Parasit

Seperti namanya, jamur jenis ini hidup dengan merugikan tanaman inang. Contoh jamur parasit termasuk chaga dan surai singa.

  • Jamur Mikoriza

Jenis jamur ini memberi dan menerima manfaat dari tumbuhan lain. Miselium jamur sering ditopang oleh dan bergantung pada akar tanaman lain untuk strukturnya.

Sebagai gantinya, jamur ini membantu menghidrasi tanaman dan membantu dalam proses menghasilkan gula. Dalam hubungan simbiosis ini, baik jamur maupun tanaman bisa tumbuh semakin kuat dan besar. Jamur pada kelompok ini termasuk jamur porcini dan truffle.

BAB 3 METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang akan digunakan untuk mengetahui penyebab jamur tidak dapat tumbuh di atas permukaan kaca adalah “Library research”.

Metode ini melibatkan proses mengumpulkan informasi dari sejumlah sumber valid seperti buku-buku dan makalah yang ada di perpustakaan sekolah atau di sejumlah jurnal yang relevan di internet.

3.1 Sampel Penelitian

  • Bahan organik berupa roti.
  • Bahan anorganik berupa potongan kaca.

3.2 Lokasi Penelitian

Salah satu rumah dari anggota kelompok penelitian yang berada di Jalan Raya Waung 54, Perum Puri Indah Permai Block A5 Nomor 21, Kecamatan Jati Barat, Kota Malang.

3.3 Alat-alat Penelitian

  • Alat tulis, buku, laptop, kamera hp.
  • Sampel penelitian yang sudah disebutkan di atas.
  • Literatur yang mendukung penelitian.
  • Data foto dan tulisan dari hasil penelitian.

BAB 4 ANGGOTA PENELITIAN

Kelompok C kelas XI IPA-B yang terdiri dari:

  • Rama Wijaya (No. absen 14)
  • Ririn Endah (No. absen 22)
  • Siti Riana Dewi (No. absen 11)
  • Reno Ardiansyah (No. absen 13)

BAB 5 JADWAL PENELITIAN

Jenis KegiatanWaktu PelaksanaanLama Waktu Pelaksanaan
Membuat proposal penelitian10 Mei 20211 hari
Mencari dan mengumpulkan alat, bahan, sampel, serta semua literature yang diperlukan12-13 Mei 20212 hari
Percobaan pertama13 Mei 20211 hari
Melakukan analisis pada hasil percobaan pertama15-16 Mei 20212 hari
Percobaan kedua17 Mei 20211 hari
Melakukan analisis pada hasil percobaan kedua19-20 Mei 20211-2 hari
Membuat laporan dari hasil penelitian22 Mei 20211 hari
Menyerahkan hasil penelitian kepada guru Biologi24 Mei 20211 hari

Contoh Proposal Penelitian Sosial untuk Tugas SMA

Contoh Proposal Penelitian Sosial untuk Tugas SMA

“DAMPAK BERMAIN GAME ONLINE BAGI PARA PELAJAR DI SMAN 02 PAGI TANGERANG”

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Internet sebagai sumber informasi berperan penting dalam mengembangkan pikiran dan pengalaman hidup seseorang dengan menciptakan karya-karya produktif di sekolah, kantor, bahkan di rumah. Ada banyak hal yang bisa ditemukan di internet dengan mudah, salah satunya adalah game.

Game online merupakan salah satu kegiatan rekreasi sederhana yang digunakan banyak orang untuk meredakan stres, membakar semangat, sebagai relaksasi, sekedar untuk bersenang-senang, atau sejenak melarikan diri secara mental dari dunia nyata.

Selama 30 tahun, video game telah berevolusi dari pacman menjadi 3D yang fotorealistik dan bisa diinstall dengan mudah. Remaja muda adalah kelompok yang paling banyak terlibat dengan game virtual / online.

Menurut sejumlah data, para remaja yang sangat addict dengan game online bisa menghabiskan belasan jam per hari untuk memainkannya.

Game online menyediakan lingkungan virtual untuk bersenang-senang dan bisa bebas bereksperimen dengan berbagai identitas, berbicara bahasa lain, dan bahkan membentuk hubungan sosial baru secara online. Banyaknya jenis game online juga menjadi poin plus yang bisa memanjakan para penikmatnya.

Mulai dari World of Warcraft, Lord of the Rings Online, Guild Wars, game menembak online berbasis tim yang kompetitif seperti Counter Strike dan Team Fortress 2, hingga game strategi real-time multi pemain seperti Starcraft 2 dan Warcraft 3 bisa dengan mudah ditemukan di internet.

Game online merupakan fenomena lintas generasi yang telah berkembang pesat setiap tahunnya. Jumlah penikmatnya juga kian bertambah tapi di saat yang sama juga telah membawa banyak dampak negatif terutama di kalangan pelajar.

Banyak anak sekolah yang meninggalkan waktu belajar untuk bermain game, bahkan saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, banyak pelajar yang masih mencuri waktu untuk terus bermain game.

Selain menurunkan semangat belajar dan akhirnya membuat nilai pelajaran merosot, game online juga sangat berdampak pada karakter si anak. Namun untuk mengetahui secara spesifik karakter yang dimaksud, perlu dilakukan penelitian sosial yang lebih lanjut.

1.2 Rumusan Masalah

  • Semangat belajar para siswa menurun drastis akibat terlalu sering bermain game.
  • Game online mengubah karakter pelajar.

1.2 Tujuan Penelitian

  • Menilai dan mengetahui implikasi bermain game online terhadap kinerja akademik dan perilaku sosial siswa di SMAN 02 Pagi Tangerang.
  • Mengetahui berapa banyak siswa di SMAN 02 Pagi Tangerang yang bermain game online.
  • Mengetahui jenis game online yang paling banyak dimainkan dan membuat candu.
  • Mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan para subjek penelitian dalam bermain game online setiap harinya, dan berapa banyak waktu mereka untuk belajar per harinya.
  • Mengetahui apakah ada perubahan karakter yang terjadi pada para subjek penelitian setelah rutin bermain game online, dan jika ada, perubahan karakter seperti apa yang terjadi.
  • Mencari jawaban tentang hubungan yang signifikan antara bermain game online dan kinerja akademik serta perilaku sosial siswa.
  • Menyelidiki apakah waktu bermain game online remaja dan efek aditif dari game berkaitan dengan gejala depresi, muskuloskeletal, dan psikosomatis.

BAB 2 DASAR TEORI

2.1 Hipotesis (Negatif)

  • Jumlah murid laki-laki yang bermain game online lebih banyak dibandingkan murid perempuan.
  • Kebanyakan siswa yang sering bermain game online berasal dari kelas non favorit / di urutan bawah / bukan siswa berprestasi (baik akademik atau non akademik).
  • Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain game dapat menyebabkan dampak negatif pada kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara tepat tatap muka dengan teman, anggota keluarga termasuk orang tua, dan orang lainnya.
  • Para siswa terlalu terobsesi / kecanduan dengan dunia maya, kehilangan kesadaran akan kenyataan dan menghabiskan seluruh waktu untuk bermain. Kecanduan adalah masalah psikologis serius yang membutuhkan pengobatan sehingga harus ditangani sedini mungkin.
  • Terlalu banyak memegang gadget berdampak buruk pada kesehatan, mulai dari mata menjadi minus hingga posisi duduk atau berbaring yang terus menerus bisa berdampak negatif pada punggung dan leher.

2.2 Hipotesis (Positif)

  • Bermain game online tidak berdampak buruk pada nilai para siswa yang ada di kelas favorit karena mereka tahu bagaimana membatasi diri. Para siswa ini tahu bahwa cara mengontrol diri agar tidak kecanduan dengan game online dan tetap bisa membagi waktu antara bermain dan belajar.
  • Para siswa pintar dari kelas favorit yang bermain game online tahu bagaimana cara bersosialisasi yang baik di dunia nyata sehingga bermain game tidak mengubah karakter mereka.
  • Jika mampu mengontrol diri dengan baik, bermain game online rupanya juga bisa membuat otak lebih aktif dan melatih untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi sulit. Pemain juga terbiasa untuk waspada dan strategis.
  • Meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan mengembangkan keterampilan kerjasama.

BAB 3 BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Penelitian ini akan menggunakan tiga metode gabungan seperti berikut:

3.1 Deskriptif – Korelasi

Deskriptif adalah metode penelitian yang dirancang untuk memberikan gambaran tentang keadaan saat ini, sedangkan penelitian korelasional adalah penelitian yang dirancang untuk menemukan hubungan antar variabel dan memungkinkan prediksi peristiwa masa depan dari pengetahuan saat ini.

Kedua metode ini digabungkan untuk selanjutnya diaplikasikan dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Kuesioner ini meliputi latar belakang demografi, kebiasaan bermain game, berapa jam para siswa menghabiskan waktu untuk game online per hari, seperti apa keseharian para siswa saat di sekolah dan di rumah, serta apakah ada gejala depresi, muskuloskeletal, dan psikosomatis.

Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 02 Pagi Tangerang dari kelas X – XII. Partisipan akan dipilih melalui purposive sampling (orang-orang yang dipilih untuk investigasi bukan merupakan perwakilan dari setiap kelas, melainkan memiliki informasi yang diperlukan tentang masalah yang sedang diselidiki).

Dengan kata lain, murid yang dipilih sebagai partisipan bukanlah acak tapi hanya murid yang memang bermain game online. Jumlah partisipan sendiri diperkirakan sekitar 30 orang paling sedikit, dan 50 orang paling banyak, baik siswa perempuan ataupun laki-laki.

3.2 Ex-post Facto

Setelah partisipan mengisi kuesioner, metode penelitian ex-post facto akan diterapkan, yaitu suatu metode mengelompokkan partisipan menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kualitas yang sudah ada dan selanjutnya dibandingkan pada beberapa variabel terikat untuk mendapatkan fakta dalam bentuk angka.

Tiga contoh proposal penelitian di atas termasuk yang sederhana, tapi sudah mencakup beberapa jenis bidang yang berbeda mulai dari fisika, biologi, dan sosial. Menyusun proposal penelitian sebenarnya tidak sulit, justru bagian paling rumit adalah praktek dari penelitian yang ada di dalam proposal tersebut.

3+ Contoh Proposal Penelitian Fisika, Biologi, & Bidang Sosial

Advertisements

Leave a Reply