Peta China Beserta Sejarah, Geografis, Fisiografis dan Sumber Daya Alam

Peta China – China memang merupakan salah satu negara populer yang sering didengar. Anda juga pasti sudah mendengar berita tentang China yang kini menjadi salah satu negara yang bekerjasama dengan negara kita, Indonesia. Karena itu diperlukan pengetahuan yang luas juga terkait peta China beserta deskripsinya. Penjelasan tentang China ini akan dipaparkan pada poin-poin di bawah ini:

Gambar Peta China

Gambar Peta China

China termasuk dalam wilayah Asia Timur yang terkenal sebagai negara pengimpor barang-barang. China tergolong dalam negara maju. Peta China memiliki luas wilayah 9,69 juta kilometer persegi yang dibagi menjadi dua yaitu 2,82% berupa perairan dan 97,18% berupa daratan. Luas wilayah China ini menjadikannya sebagai negara terluas nomor 5 di dunia.

Di dalam peta China terlihat bahwa wilayah ini berbatasan dengan empat laut, yaitu Laut Kuning, Teluk Korea, Laut China Selatan, dan Laut China Timur. China juga memiliki garis perbatasan dengan beberapa negara seperti Afghanistan, Mongolia, Kazakhstan, Bhutan, Korea Utara, Nepal, Laos, Pakistan, Kyrgyzstan, India, Rusia, dan Vietnam.

Bendera China

Bendera China

Bendera negara ini dikenal dengan bendera merah bintang lima yang telah digunakan sejak tahun 1949. Penggunaan bendera ini setelah adanya revolusi komunis. Partai komunis melakukan permintaan untuk desain bendera pada surat kabar dan telah menerima lebih dari 3000 gambar. Kemudian partai komunis ini memilih bendera bintang lima sebagai bendera nasional baru.

Orang yang menciptakan bendera ini adalah Zeng Liangsong yang merupakan warga China yang patriotik. Pemanfaatan skema warna yang didesain secara simbolis dan secara langsung memberikan kebanggaan tersendiri bagi Liangsong.

Merah sebagai lambang komunisme, bintang-bintang emas melambangkan persatuan rakyat China, dan empat bintang yang lebih kecil merupakan simbol untuk kelas yang berbeda dalam negara ini. Sehingga menampilkan bentuk toleransi.

Informasi Geografis dan Populasi China

Informasi Geografis dan Populasi China

China terletak diantara 18˚ Lintang Utara sampai 54˚ Lintang Utara dan 73˚ Bujur Timur sampai 135˚ Bujur Timur. China memiliki nama resmi yaitu Republik Rakyat China atau yang bisa disingkat menjadi RRT, China, atau Tiongkok. Anda dapat melihat pada peta China untuk mengetahui lebih detail tentang penggunaan nama resmi ini.

China pada dasarnya merupakan nama Inggris yang berasal dari penguasa Qin (Chin) yang menjabat pada abad ke-3 dan telah berkuasa. Kode ISO dari negara ini adalah China atau CN. Sedangkan kode panggilan dari negara ini adalah 86. Detail tentang letak wilayah ini dapat dilihat secara lengkap di peta China.

Seperti negara Asia pada umumnya, China memiliki iklim yang bervariasi. Dimulai dari tropis di selatan sampai Sub-Arktik di bagian Utara, Anda dapat melihat pada peta China sebagai alat bantu. Daerah pada China dibagi menjadi daerah pegunungan dengan padang pasir di bagian barat, delta, dan perbukitan di bagian timurnya.

Pada penjelasan dan yang ditampilkan pada peta China juga tampak bahwa wilayah ini sebagian besar terdiri dari pegunungan, perbukitan dan plato. Sedangkan pada wilayah dataran sebesar 12% yang memiliki arah memanjang pegunungan dan sungai. Hal ini kemudian menjadikan China terbagi dalam tiga wilayah geografis yang berbeda.

Bagian Barat terdapat dataran tinggi Tibet, pada bagian Utara terdapat wilayah Sinkiang-Mongolia, dan bagian Timur yang menjadi pusat industri. Anda dapat melihat tata letak ketiga wilayah ini menggunakan peta China untuk lebih jelasnya.

Wilayah Tibet dan Sinkiang-Mongolia merupakan wilayah pegunungan tinggi, gurun pasir dan plato disertai rumput yang tumbuh subur. Kedua wilayah ini hanya dihuni oleh 5% penduduk China saja. Sedangkan pada wilayah Timur dihuni oleh 95% penduduk China. Peta China dapat memperlihatkan kawasan yang disertai sepanjang kawasan Laut Pasifik.

Meskipun pada peta China terlihat memiliki wilayah yang luas, namun jumlah penduduknya menjadi jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dengan nominal 1.373.541.278 penduduk, China berhasil mengoperasikan negaranya hingga saat ini. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah Bahasa Shanghai. Sedangkan Bahasa standar yang sering digunakan adalah Mandarin dan Kanton.

Agama yang berkembang dan tersebar pada peta China adalah Budha, Kristen, serta agama yang dianut masyarakatnya. Masyarakat China dinilai memiliki budaya yang tinggi dan mempercayai adanya Pencipta dengan berbagai agama yang dipercayai oleh masyarakatnya.

Fisiografi dan Iklim di China

Fisiografi dan Iklim di China

Jika dilihat dari segi astronomis dan dilihat dari letak peta China diketahui bahwa wilayah ini termasuk dalam iklim subtropis. Sehingga China memiliki empat musim yaitu semi, gugur, panas, dan dingin. Empat musim ini memiliki suhu maksimal, minimal, kondisi makhluk hidup dan kelembaban yang berbeda.

Kondisi iklim ini dipengaruhi oleh wilayah Samudera Pasifik dan dari wilayah daratan China yang luas. Arus udara yang dingin berasal dari wilayah Siberia yang mendominasi daratan China pada musim dingin. Sedangkan pada saat musim panas, daratan China dipengaruhi oleh udara hangat dari wilayah pasifik yang dapat dilihat pada peta China.

Sedangkan pada kondisi suhu, semakin selatan wilayahnya maka suhu akan semakin menurun. Pada saat musim panas, rentang suhu antara wilayah utara dan wilayah selatan relative kecil yaitu sekitar 3˚C. wilayah yang memiliki suhu terpanas di daratan peta China yaitu di sepanjang lembah tengah dan lembah bawah salah satu sungai bernama Yangtze Kiang.

Wilayah yang luas pada peta China juga berpengaruh terhadap iklim yang berjalan di wilayah ini. Pada musim dingin, udara akan kering disertai udara dingin dari arah plato barat laut. Sedangkan pada saat musim panas, udara lembab dan hangat berhembus dari arah tenggara ke bagian pedalaman.

Pada wilayah China ini musim dingin akan berlangsung lebih lama dari musim panas. Dari peta China dapat dilihat bahwa selama musim panas akan berhembus angin yang merusak seperti angin taifun disertai curah hujan yang lebat. Angin ini dapat menyebabkan kerusakan pada daerah pantai.

Sejarah dan Asal Usul China

Sejarah dan Asal Usul China

China memiliki sejarah yang Panjang berkaitan dengan peradaban kunonya hingga peradaban modern hingga saat ini. Selain wilayah yang muncul pada peta China, perpaduan antar suku di wilayah ini juga menciptakan berkembangnya masyarakat China pada saat ini. Terdapat lima tahap perkembangan masyarkat China yang dijabarkan di bawah ini.

1. Masa Primitif

Dari hasil penemuan arkeologi dan antropologi, China dihuni oleh manusia purba 1,7 juta tahun yang lalu dan menjalani kehidupan yang dekat dengan alam atau bisa disebut primitif. Primitif dalam arti, masyarakat tidak menggunakan alat dan masih menggunakan bahan yang tersedia.

Pada peradaban ini terdapat berbagai negara kota di sepanjang lembah sungai kuning pada zaman neolitikum. Dalam sejarah tertulis bahwa sejarah China dimulai sejak Dinasti Shang pada 1750 sebelum masehi sampai 1045 sebelum masehi.

2. Masa Penjajahan

Seperti negara Asia yang lain, China tidak terlepas dari masa penjajahan. Negara yang menjajah China adalah Eropa sejak abad ke 19. Kemudian dibebaskan oleh kekuatan komunis di bawah pimpinan Mao Zedong pada tahun 1949.

Pada masa ini masyarakat menerapkan ekonomi industri kapitalis, dimana terjadi radikalisme kelas pekerja, egalitarianism, dan memusuhi Barat. Pada masa ini masyarakat menolak adanya modernisasi yang masuk dan menjunjung tinggi kapitalisme.

3. Masyarakat Feodal

Masyarakat kemudian menjalani kehidupan dipimpin oleh Mao. Pada kepemimpinan Mao, China mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Pada masa ini, China menjadi negara sosialis yang menetapkan negara sebagai pemeran utama dalam pembangunan. Disini negara memiliki peran sebagai penguasa tertinggi untuk menentukan standar harga pada komoditas.

Negara memiliki peran sebagai pemilik tertinggi yakni 60% dari hasil yang diperoleh perusahaan industri. Pemerintah juga berwenang untuk menetapkan harga komoditas utama, mengalokasikan sumber daya energi, mengontrol kebijakan keuangan, perdagangan, dan lain sebagainya. Pemerintah juga menjalankan sistem perdagangan monopoli dari tahun 1950.

Hal ini menyebabkan dampak negatif pada masyarakat yang kemudian muncul revolusi kebudayaan pada tahun 1966 sampai 1976. Sehingga menimbulkan perubahan pola pikir pada masyarakat China.

4. Masyarakat Semi-Feodal dan Semi-Kolonial

Setelah beralih dari kepemimpinan Mao, China mulai membuka diri dan mengadopsi reformasi pasar terbuka dari tahun 1976. Kemudian dari tahun 1978 Pemerintah pusat berada di bawah pimpinan Deng Xiaoping mengalami penurunan kewenangan. Pada masa pemerintahan ini perusahaan asing mulai mendominasi China.

Hal ini memberi angin segar pada China karena dari sini perkembangan ekonomi mulai meningkat. Pada tahun 1978 ini China mengalami pertumbuhan dari 5% hingga 10,9%. Meskipun masih tergolong dalam masyarakat miskin, namun telah memberi hasil yang meningkat.

Dari peta China dapat diketahui berbagai wilayah yang berkembang dari segi infrastruktur maupun non infrastruktur yang merupakan hasil dari perjuangan pemerintah China untuk merubah nasib. Berbagai pengamat ekonomi juga secara substantif mengatakan bahwa China akan menyamai Amerika Serikat.

5. Masyarakat Sosialis

Pada peralihan menjadi masyarakat sosialis ini memberikan dampak yang baik. Ekonomi yang dikembangkan secara bebas ini memberikan keuntungan yang semakin besar. Saat ini China berkembang disertai upaya pengentasan korupsi yang telah mendarah daging sejak masa diberlakukannya sistem komunis.

Sumber Daya Alam China

Sumber Daya Alam China

China memiliki potensi pada bidang pertambangan, nikel laterit, pasir besi, batubara, emas, tembaga, kromit, dan industri smelter. China memiliki cadangan batubara sebesar 13% dari total batubara yang dimiliki oleh dunia. Wilayah yang memiliki batubara dan minyak bumi terdapat pada China bagian timur laut dan utara bagian tengah. Anda dapat melihat wilayah dari peta China sebagai sumber.

Dari sektor pertanian, China merupakan pemasok beras paling utama yang tersebar pada bagian selatan dengan jumlah panen kurang lebih dua kali dalam satu tahun. Pertanian yang dihasilkan berupa gandum, kedelai, dan jagung yang dapat tumbuh subur di daratan China. Anda dapat melihat peta China untuk mengetahui bagian daratan yang subur tersebut.

Selain pertanian, China juga aktif pada bidang peternakan yang berupa ayam dan babi yang menyediakan hasil mentah untuk diekspor ke negara lain. Nantinya, negara lain inilah yang melakukan inovasi terhadap bahan mentah yang dihasilkan. Wilayah strategis ekspor ini dapat dilihat menggunakan peta China.

Suku yang Terdapat di China

Suku yang Terdapat di China

China sebagai negara wilayah yang sangat luas disertai jumlah penduduk yang besar membuat negara ini memiliki berbagai suku. Pada peta China tidak dijelaskan secara detail jumlah dari suku tersebut. Namun China telah meresmikan 56 suku yang diakui pada wilayah ini.

Lima dari 56 suku tersebut merupakan suku mayoritas, sedangkan lima puluh satu sisanya merupakan suku minoritas yang tinggal di wilayah Tiongkok, Tibet, dan Taiwan. Masing-masing suku ini juga memiliki jaminan yang dapat dinikmati pada wilayah otonomnya. Sehingga kebijakan kependudukan juga dapat berbeda dengan suku mayoritas dan lain sebagainya.

Suku mayoritas dari negara China adalah Zhuang, Miao, Uighur, Mongol, dan Tibet. Sedangkan suku minoritas tersebar dan dapat ditemukan pada sejarah ataupun disebutkan pada peta China yang lengkap. Anda juga dapat melihat sejarah dari adanya suku-suku tersebut.

Masalah Lingkungan di China

Masalah Lingkungan di China

Meskipun dalam peta China secara fisik tidak terlihat, namun permasalahan lingkungan dirasakan oleh masyarakatnya. Karena pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan tidak seiring dengan pembangunan berkelanjutan sehingga menyebabkan permasalahan lingkungan.

Permasalahan lingkungan ini terdiri dari polusi udara, ketergantungan terhadap batubara yang menyebabkan hujan asam, adanya polusi air dari limbah industri yang tidak diolah, serta kekurangan air. Dalam peta China dapat dilihat daerah yang memiliki permasalahan kekurangan air.

Bahaya Alam di China

Bahaya Alam di China

Seperti daerah di wilayah Asia lainnya, China juga memiliki berbagai potensi bencana alam. Adapun bencana alam yang pernah terjadi pada wilayah yang termasuk peta China ini adalah gempa bumi, kekeringan, penurunan tanah, tsunami, dan banjir. China juga memiliki lima topan yang pernah menyerang pantai selatan dan pantai timur pada setiap tahunnya.

Perkembangan Ekonomi di China

Perkembangan Ekonomi di China

Selain memiliki negara yang luas dengan jumlah penduduk terbanyak, China memiliki GDP yang tinggi dan menjadikannya negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia. Tidak hanya itu, China juga mendapatkan gelar sebagai masyarakat terkaya nomor 108 di dunia. Mata uang dapat dilihat di peta China yaitu Yuan Renminbi (CNY).

Tidak hanya sendiri, China bekerjasama mengekspor barang dengan negara lain, salah satunya Amerika Serikat (AS), Hong Kong, dan Jepang. Ketiganya bekerjasama untuk memajukan sumber daya yang dimiliki serta memperoleh keuntungan dengan melakukan ekspor barang. Menggunakan peta China, Anda dapat mengetahui mengapa negara ini melakukan kerjasama dengan tiga negara tersebut.

Ekspor utama negara China adalah mesin elektrik, mesin produksi, bahan bakar minyak, mineral, boiler, dan reaktor nuklir. Dengan produksi ini dapat dilakukan distribusi menggunakan peta China agar diketahui wilayah mana saja yang berperan dalam produksi barang yang diekspor ini.

China memiliki perjanjian investasi bilateral dengan 100 negara dan ekonomi tambahan sebagai penyokong bisnis yang dijalankannya. Selain itu, China juga memiliki empat belas perjanjian perdagangan bebas berupa FTA yang kini ditambah sesuai dengan kebutuhan.

China memiliki sektor perdagangan terluas serta menggunakan sumber daya berupa pariwisata sehingga menarik wisatawan. Saat ini, China berusaha mewujudkan Belt and Road Initiative (BRI) dan Silk Road Economic Belt yang merupakan salah satu bentuk investasi yang ditawarkan China.

BRI merupakan berupa program investasi sebanyak 1,3 Triliun USD untuk menciptakan pembangunan infrastruktur, jalan, telekomunikasi, kereta api, pelabuhan, dan lain sebagainya. Dengan proyek ini disinyalir dapat meningkatkan perekonomian China berpotensi melampaui Amerika Serikat.

Selain itu, perkembangan China disebabkan dari fokusnya pengembangan tiga produk secara maksimal. Tiga produk tersebut adalah properti, infrastruktur, dan otomotif. Ketiganya merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi dalam 20 tahun terakhir.

Penjelasan terkait negara dan peta China di atas dapat memberikan pengetahuan yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya. Artikel ini berusaha memberikan informasi yang inspiratif terkait kepemimpinan dan masyarakat China agar dapat menjadi salah satu aspek yang dapat diambil pelajaran.

Leave a Reply