9 Properti Tari Saman (Lengkap beserta gambar dan deskripsi) 1

9 Properti Tari Saman (Lengkap beserta gambar dan deskripsi)

Properti Tari Saman – Sekilas Tari Saman merupakan jenis tarian tradisional yang mirip sekali dengan Taro Ratoh Jaroe, yaitu tarian yang digunakan pada acara pembukaan Asian Games 2018 silam. Hanya saja Tari Saman dibawakan oleh penari laki-laki. Tarian khas Suku Gayo ini nampak begitu menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Tidak heran jika banyak orang yang mencari tahu apa saja properti Tari Saman.

Properti yang digunakan sebagai kelengkapan tarian yang telah diakui oleh UNESCO ini begitu beragam layaknya properti tari tradisional lainnya. Hal ini juga bergantung dari banyaknya jenis-jenis Tari Saman. Tercatat sejumlah tarian Saman yang bisa Anda pelajari dengan mudah yaitu Saman Njik, Jejunten, Ngerje, Besaman dan Bale Asam.

Daftar Properti Tari Saman

1. Bulung Teleng

Bulung Teleng

Jika dilihat dari bagian atas kepala, properti yang digunakan oleh penari adat khas suku Gayo ini adalah Bulung Teleng. Bulung Teleng seringkali disebut sebagai tengkuluk yakni sejenis kain berwarna hitam yang digunakan sebagai dasar penutup kepala bagi seorang penari Saman. Setengah bagian dari kain tersebut juga nampak disulam dengan benang tertentu layaknya baju bersunting kepies.

2. Baju

Baju

Baju yang dipakai oleh penari Saman umumnya menggunakan pakaian khas suku Gayo. Pakaian ini sering disebut sebagai baju pokok atau baju kerawang. Baju ini mempunyai warna dasar hitam dengan sulaman benang putih, merah dan hijau. Di samping itu, pada bagian pinggang baju pokok ini juga disulam dengan menggunakan kedawek dan kekait serta berlengan pendek.

Baju adat Gayo yang dikenakan oleh penari Saman cukup berbeda dengan baju adat yang dikenakan oleh pengantin Gayo. Khususnya pada warna benang sulaman. Baju Gayo yang digunakan oleh pengantin adat menggunakan teknik sulaman benang berwarna merah, putih, kuning dan hijau.

3. Celana

Celana

Celana yang digunakan penari Saman merupakan celana panjang dengan warna dasar hitam polos. Celana ini dibuat dengan kain bertekstur mengkilap. Biasanya celana ini dikenakan hingga menutupi bagian mata kaki. Celana panjang yang digunakan sebagai kostum penari Saman ini memiliki motif atau corak tertentu pada bagian ujung bawah. Biasanya corak tersebut berwarna kuning emas tanpa memiliki renda.

Corak tersebut juga senada dengan warna kain songket yang dikenakan untuk melilit pinggang penari. Bentuk corak tersebut melingkar secara horizontal layaknya membentuk gelang kaki pada celana penari.

4. Sarung

Sarung

Properti berikutnya yang dipakai oleh penari Saman adalah sarung. Sarung ini digunakan untuk melilit celana panjang hitam yang dipakai oleh penari Saman. Warna kain sarung yang digunakan menyesuaikan dengan warna dasar baju penari tersebut. Kain sarung tersebut juga memiliki motif batik yang menyesuaikan dengan adat masyarakat setempat.

Adapun motif batik yang sering digunakan dalam tarian tradisional tersebut adalah motif batik Gayo. Batik Gayo atau yang lebih dikenal dengan istilah Kerawang Gayo merupakan sulaman di atas selembar kain yang mengusung lambang maupun gambar berfalsafah tertentu. Yang menjadi khas dari batik Gayo adalah bahan dasar pewarnaan yang terbuat dari benang.

Pewarnaan tersebut tentu berbeda sekali dengan pewarnaan batik biasanya. Pembatik Gayo akan menyulam kain dengan menggunakan benang sulaman berwarna indah. Para pembatik akan menggunakan mesin jahit biasa maupun alat jahit tradisional lainnya.

Kain sarung bermotif batik Gayo ini digunakan sebagai alternatif pengganti kain songket. Apabila tidak ada kain songket, maka penari bisa menggunakan kain sarung sebagai busana tarian Saman.

5. Stagen

Stagen

Properti Tari Saman berikutnya adalah stagen. Stagen merupakan aksesoris tetap yang digunakan oleh banyak penari tradisional. Stagen yang digunakan oleh penari Saman berguna untuk mengencangkan baju agar tidak mengendur dan melorot. Selain itu, penggunaan stagen juga untuk menunjukkan bentuk tubuh penari yang sesungguhnya. Adapun warna stagen yang sering digunakan adalah hitam.

Pemakaian stagen yang dilakukan oleh seorang penari tradisional memiliki filosofi tersendiri. Seperti halnya penari Saman. Stagen digunakan agar tubuh penari tetap tegak dan santun terutama dalam bertindak maupun bertutur kata. Dengan demikian, selain menikmati cerita tarian kiranya penonton juga dapat mengambil hikmah di balik beragam properti yang digunakan.

6. Sabuk

Sabuk

Pada suatu tarian tradisional seperti halnya tarian Saman, sabuk digunakan untuk menutupi stagen yang melingkari pinggang penari. Sabuk adalah unsur pelengkap bagi penampilan seorang penari Saman. Jadi, selain menggunakan stagen penari harus menggunakan sabuk untuk memperindah penampilan.

Seperti halnya stagen, penggunaan sabuk pada penari Saman juga mempunyai filosofi khusus. Khususnya sabuk yang dibuat dari kain tenunan bermakna agar penari mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam bekerja, seseorang harus senantiasa bersungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang maksimal.

7. Topong gelang

Topong gelang

Serupa dengan namanya topong gelang merupakan properti Tari Saman yang digunakan pada pergelangan tangan. Topong gelang merupakan sebuah gelang yang terbuat dari kain tertentu dan diikatkan pada tangan si penari. Properti ini berupa hiasan tangan yang berbentuk menyerupai rantai pada baju adat tarian tersebut.

Berbeda dari tarian tradisional lainnya, topong gelang hanya digunakan pada salah satu pergelangan tangan saja. Topong gelang hanya dipakai pada pergelangan tangan kanan penari Saman. Selain itu, penggunaan gelang kaki bagi penari Saman juga dirasa tidak perlu. Hal tersebut dikarenakan bahwa gerakan penari hanya berfokus pada tangan dengan posisi duduk santun.

8. Saputangan

Saputangan

Sama seperti saputangan pada umumnya, saputangan yang digunakan oleh penari Saman terbuat dari kain dengan berbentuk persegi. Penggunaan saputangan pada penari Saman sama seperti penggunaan topong gelang. Sapu tangan akan dililitkan pada pergelangan tangan pada tiap-tiap penari. Sebenarnya penggunaan properti ini opsional bergantung pada kebutuhan.

Biasanya warna saputangan akan senada dengan busana yang dikenakan. Warna yang dikenakan memiliki kandungan nilai-nilai tertentu sebagai penunjuk identitas bagi si pemakai. Warna-warna yang dipilih akan menunjukkan kekompakkan, keperkasaan, keberanian, kebijaksanaan serta keharmonisan pada kepercayaan masyarakat setempat.

9. Kain songket

Kain songket

Properti Tari Saman berikutnya adalah kain songket. Songket adalah sejenis tenunan kain tradisional yang berasal dari suku Melayu. Wajar rasanya jika kain ini digunakan sebagai salah satu busana wajib yang dikenakan oleh penari Saman. Bahkan bukan hanya digunakan untuk tarian Saman saja melainkan tarian lainnya yang berasal dari Sumatera banyak yang menggunakan kain ini sebagai busana penari.

Tergolong ke dalam kategori tenunan brokat, kain songket yang digunakan oleh penari Saman ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Benang dengan warna tersebut membuat kain songket terlihat nampak kemilau cemerlang dan menarik bagi setiap mata yang memandang.

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja properti Tari Saman. Hal ini karena pengetahuan tersebut juga bisa dijadikan sebagai salah satu upaya atau cara untuk turut melestarikan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Anda bisa membagikan pengetahuan tersebut ke generasi yang akan datang agar kekayaan negeri ini senantiasa terjaga dan terwariskan dengan baik.

9 Properti Tari Saman (Lengkap beserta gambar dan deskripsi)

Leave a Reply